Articles
1,963 Documents
HIDROPONIK DAN AKUOPONIK : SOLUSI BUDIDAYA TANAMAN DAN IKAN DI LINGKUNGAN LAHAN TERBATAS
Christianto Dharma Wibowo;
Ayu Adhita Damayanti;
Haetun Nissa;
I Gede Adi Cipta Wibawa;
I Made Bendesa Yudiantara;
I Nyoman Yudi Mahendra;
Muhammad Wisam Naufal;
Ni Putu Dita Krisnayanti Ari Suta;
Saskia Fitriana;
Yohanes
Jurnal Abdi Insani Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/abdiinsani.v8i1.381
Di era modernisasi, pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat terus meningkat seiring dengan meningkatnya angka pertumbuhan penduduk. Hal tersebut berbanding terbalik dengan ketersediaan lahan kosong yang dapat digunakan sebagai tempat untuk bercocok tanam dalam upaya memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Untuk meningkatkan kebutuhan pangan, solusi yang dilakukan adalah memanfaatkan lahan pekarangan rumah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi dan memperkenalkan konsep Pekarangan Pangan Lestari kepada masyarakat khususnya masyarakat Lingkungan Banjar Mantri, sehingga metode ini dapat diterapkan di setiap rumah dan setiap rumah dapat memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri. Sasaran kegiatan adalah kelompok ibu-ibu dan remaja yag ada di Ligkungan Banjar Mantri Tahapan kegiatan yang dilaksanakan adalah Sosialisasi, Pelaksanaan kegiatan (Hidroponik monoculture dan Policulture), dan evaluasi. Melalaui kegiatan ini, masyarakat Lingkungan Banjar Mantri telah menetahui dan memahami tekhnik pembuatan hidroponik dan aquaponik yang baik dan benar. Kedua intriduksi teknologi tersebut diharapkan dapat menjadi sumber pangan bagi masyarakat dalam skala rumahan.
SOSIALISASI PENTINGNYA LEGALITAS FORMAL DALAM KEPEMILIKAN TANAH DI DESA SENTELUK KECAMATAN BATU LAYAR KABUPATEN LOMBOK BARAT
Arief Rahman;
Wiwiek Wahyuningsih;
Shinta Andriyani;
Diman Ade Mulada
Jurnal Abdi Insani Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/abdiinsani.v8i1.382
Belum adanya bukti kepemilikan tanah (sertifikat) terhadap suatu hak atas tanah menyebabkan belum terwujudnya tertib hukum dan tertib administrasi sehingga hal ini dapat memicu terjadinya sengketa hak atas tanah. Masyarakat kurang memahami arti pentingnya melakukan legalitas formal terkait dengan kepemilikan tanah, hal ini mengakibatkan sering terjadi sengketa hak atas tanah, sebagai akibat dari tidak dilakukannya kegiatan legalits formal terhadap tanah yang ia miliki sebagaimana yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan yang beralaku. Kegiatan pengabdian kepada masyarkat ini bertujuan untuk mensosialisasikan pentingnya legaitas formal dalam kepemilikan tanah. Metode yang digunakan dalam penyuluhan ini adalah metode ceramah dan diskusi. Dalam kegiatan ini, jumlah peserta yang mengikuti kegiatan sosialisasi tidak begitu banyak karena kondisi pandemi covid 19. Pelaksanaan kegiatan penyuluhan hukum berjalan dengan tertib, aman dan lancar serta sesuai dengan protokol kesehatan. Para peserta penyuluhan hukum mengikuti kegiatan dengan rasa antusiasme yang tinggi, hal ini terlihat dari keaktifan mereka dalam mengajukan sejumlah pertanyaan-pertanyaan dan kasus-kasus hukum yang mereka hadapi kepada tim penyuluh terutama yang terkait dengan legalitas formal kepemilikan hak atas tanah. Sehingga dengan dilakukannya kegiatan sosialisasi tersebut dapat menambah informasi, merubah pola pikir dan sikap masyarakat Desa Senteluk akan pentingnya melakukan kegiatan legalitas formal terhadap hak atas tanah yang dimilikinya
OPTIMALISASI PEMANFAATAN PEKARANGAN MELALUI PROGRAM RUMAH PANGAN LESTARI DI LINGKUNGAN PEJERUK KOTA MATARAM
I Ketut Gede Wiryawan;
Andika Ristiawanna Rangga;
Abdul Faruk;
Ahmad;
Alpini Aulia;
Abimanyu Putra;
Dani Syaiful Akbar;
Mita Rahmatullah;
Mutiara;
Ria Fitriani;
Siti Safinah
Jurnal Abdi Insani Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/abdiinsani.v8i1.383
Pertambahan jumlah penduduk dan perkembangan suatu kota berakibat pada terjadinya permasalahan keterbatasan lahan untuk kegiatan di bidang pertanian. Kelurahan Pejeruk adalah salah satu kelurahan di Kecamatan Ampenan, Kota Mataram yang wilayahnya sudah dipenuhi oleh rumah-rumah warga sehingga tidak ada lagi area untuk kegiatan menghasilkan bahan pangan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengisi kesenjangan itu adalah pemanfaatan pekarangan melalui konsep Rumah Pangan Lestari (RPL). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memasyarakatkan konsep RPL melalui beberapa kegiatan. Kegiatan pertama adalah sosialisasi dan penjelasan pentingnya RPL, dilaksanakan dengan metode ceramah dan diskusi dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan pupuk organik (MOL). Kegiatan berikutnya adalah pembuatan plot penanaman sayuran dan tanaman obat dengan metode silvikultur dan hidroponik. Kegiatan terakhir adalah penanaman bibit mangga. Semua kegiatan berjalan lancar dan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Hal ini terbukti dari keikutseraan dan keseriusan para kader dan ibu-ibu rumah tangga dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan. Diharapkan agar program RPL ini terus dikembangkan guna memenuhi kebutuhan sayuran maupun tanaman obat bagi keluarga yang dihasilkan di pekarangan sendiri
PENDAMPINGAN PRODUKSI GREEN COFFEE DENGAN METODE PENGOLAHAN BASAH DI DESA SUCOPANGEPOK KABUPATEN JEMBER
Dian Purbasari;
Digdo Listyadi Setyawan;
Intan Hardiatama;
Muhammad Trifiananto
Jurnal Abdi Insani Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/abdiinsani.v8i1.384
Keterbatasan pengetahuan petani kopi dalam pengolahan dan penggunaan peralatan pasca panen kopi menyebabkan rendahnya mutu kopi di Desa Sucopangepok Jember. Oleh karena terdapat peluang pengembangan produk green coffee dan perbaikan mutu kopi dengan teknologi pengolahan kopi basah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani kopi Desa Sucopangepok dalam penggunaan teknologi dan peralatan pengolahan pasca panen kopi khususnya dengan metode pengolahan basah untuk menghasilkan green coffee. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini yaitu ceramah, focus group discussion, pelatihan dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa petani kopi dapat menerima hasil pelatihan dengan baik, hal ini terbukti dengan antusias dan semangatnya mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir. Seluruh peserta menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dan lebih dari 50% peserta menyatakan memahami proses pengolahan pasca panen kopi dengan metode basah. Hasil kegiatan juga terlihat dari peningkatan keahlian petani kopi dalam mengoperasikan peralatan pengolahan pasca panen kopi yaitu mesin pengupas biji kopi (pulper), mesin pengering, mesin sortasi biji kopi dan sealer untuk pengemasan produk green coffee yang dihasilkan. peserta. Dari hasil kegiatan tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian yang dilakukan dapat memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan kepada para petani kopi Desa Sucopangepok untuk menghasilkan produk green coffee bernilai jual tinggi.
PENYULUHAN HUKUM TENTANG EXECUTIE OBYEK JAMINAN FIDUCIA DI DESA GELOGOR KABUPATEN LOMBOK BARAT
Hirsanuddin;
Sudiarto;
Lalu Wira Pria Suhartana
Jurnal Abdi Insani Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/abdiinsani.v8i1.387
Jaminan fidusia adalah hak jaminan atas benda bergerak baik yang berwujud maupun tidak berwujud dan benda tidak bergerak. Berdasarkan ketentuan Pasal 30 UU Fidusia “Pemberi Fidusia wajib menyerahkan benda yang menjadi objek jaminan dalam rangka pelaksanaan eksekusi jaminan Fidusi Permasalahan yang sering muncul pada kasus ini adalah apabila debitor tidak memberikan benda jaminan secara sukarela, kreditor seringkali melakukan tindakan paksa untuk mengambilnya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai hal-hal apa saja yang harus dilakukan jika mengalami hal tersebut. Metode yang digunakan dalam penyuluhan ini menggunakan metode ceramah yang diikuti dengan tanya jawab. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Masyarakat gelogor kurang mendapat informasi mengenai executie obyek jaminan fiducia. Hal ini dapat terlihat dari antusian masyarakat dalam memberikan pertanyaan terkait meteri yang kami berikan. mereka tidak mengatahui akibat hukum yang ditimbulkan dari tidak dilaksanakan kewajibannya pada bank. Sehingga banyak dari pemberi fidusia yang menggadaikan emasnya pada lembaga penggadaian dengan tujuan mengembalikan pinjaman yang menunggak tersebut. Serta masyarakat juga kurang memahai akibat lain dari tidak dilaksanakan kewajiban dari pemberi fidusia, yaitu barang jaminan, berupa benda bergerak dilelang oleh lembanga perbankan, melalui Kantor Lelang Negara. Sehingga dapat di desa gelogor perlu diadakan penyuluhan hukum yang berkelanjutan untuk tema yang seperti ini
SOSIALISASI UU NOMOR 44 TAHUN 2008 TENTANG PORNOGRAFI DAN KUHP PASAL 284 PADA MASYARAKAT DESA LELEDE
Sri Hariati;
Widodo Dwi Putro;
Ita Surayya
Jurnal Abdi Insani Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/abdiinsani.v8i1.388
Seksualitas merupakan perilaku yang dipelajari oleh anak sejak usia ini dalam kehidupannya melalui pengamatan terhadap perilaku orang tuanya. Perubahan-perubahan sosial yang serba cepat akibat dari proses modernisasi dan globalisasi telah mengakibatkan perubahan pola kehidupan, etika dan nilai-nilai moral khususnya hubungan perilaku seksual remaja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberi informasi kepada masyarakat tentang bagaimana bentuk larangan seks bebas dalam UU Nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi dan KUHP pasal 284. Kegiatan ini dilaksankan dengan metode ceramah yang diikuti dengan tanya jawab. Metode ceramah merupakan salah satu metode penyampaian materi kepada para peserta. Target yang ingin dicapai adalah untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap dampak seks bebas yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan terutama di kalangan remaja, sehingga terhindar dari perilaku menyimpang tersebut. Berdasarkan kegiatan penyuluhan ini diperoleh bahwa perilaku sex bebas sudah masuk di kehidupan masyarakat pedesaan hal ini terlihat dengan semakin berkembangnya teknologi pada masyarakat dan kemampuan masyarakat untuk memiliki perangkat yang dapat mengakses hal-hal yang bau pornografi. Dimana hal tersebut akan memicu hasrat sexsual khususnya para remaja yang kurang mendapatan edukasi mendalam mengenai sexsualitas sehingga diperlukan adanya kesadaran masyarakat agar perilaku menyimpang yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan terutama di kalangan remaja dapat ditekan. Sehingga hal ini merupakan tugas bersama bagi para orang tua dan masyarakat dalam mendidik para remaja dengan sebaik-baiknya baik dalam bidang agama dan pendidikan agar para remaja kita terhindar dari perbuatan menyimpang tersebut
COVER DEPAN, SUSUNAN REDAKSI, DAFTAR ISI
Jurnal Abdi Insani Universitas Mataram
Jurnal Abdi Insani Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Jurnal Abdi Insani Volume 8 Nomor 1 April 2021
PEMBERDAYAAN WANITA TANI GUNA PENGUATAN KAPASITAS EKONOMI BERBASIS KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI DI KOTA BIMA
Puji Muniarty;
Wulandari;
Nurhayati;
Firmansyah Kusumayadi;
Amirulmukminin
Jurnal Abdi Insani Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/abdiinsani.v8i2.392
Wanita (ibu rumah tangga) merupakan salah satu objek pada kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam hal pemanfaatan pekarangan rumah untuk menghasilkan berbagai varietas produk pertanian yang dapat menjadi sumber pemenuhan kebutuhan pangan keluarga. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu untuk memberdayakan wanita dalam upaya pemenuhan kebutuhan gizi keluarga baik dari segi protein dari daging ayam, serta tercukupi kebutuhan pangan non beras bagi setiap anggotanya. Pemilihan lokasi Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilakukan secara sengaja (purposive) pada kawasan budidaya sayuran dengan sampel sejumlah 30 orang kepala keluarga. Pada kegiatan ini, dilakukan analisis pendapatan usaha tani menggunakan formulasi analisis total cost, analisis total pendapatan, dan analisis penerimaan.. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa sosialisasi cara perhitungan usaha tani pemanfaatan pekarangan kepada ibu rumah tangga berkaitan keuntungan secara ekonomis menggunakan formulasi analisis total cost, analisis total pendapatan, dan analisis penerimaan. Kegiatan ini secara ekonomis menambah penghasilan rumah tangga dari hasil penjualan sayuran dan peternakan ayam. Selain kebutuhan gizi keluarga terpenuhi, penghasilan tambahan bermanfaat untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari
PELATIHAN PEMBUATAN DESINFEKTAN DAN HAND SANITIZER DENGAN PENAMBAHAN AROMA ALAMI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENULARAN VIRUS COVID-19
Poedji Loekitowati Hariani;
Salni;
Muhammad Said;
Fatma;
Dedi Rohendi
Jurnal Abdi Insani Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/abdiinsani.v8i2.394
Desinfektan dan hand sanitizer merupakan bahan kimia yang sering digunakan untuk pencegahan penularan virus covid-19. Mahalnya harga desinfektan dan hand sanitizer, serta banyaknya informasi secara online tentang pembuatan kedua bahan tersebut maka banyak masyarakat yang membuat desinfektan dan hand sanitizer sendiri. Pembuatan desinfektan dan hand sanitizer tanpa memiliki pengetahuan yang cukup justru memiliki resiko terhadap kesehatan dan lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan pembuatan desinfektan dan hand sanitizer yang tepat yaitu sesuai standar WHO, dengan penambahan aroma alami ekstrak daun serai. Ekstrak daun serai bersifat antibakteri, antiseptik dan memiliki aroma yang segar. Kegiatan juga memberikan pelatihan cara penggunaaan desinfektan dan hand sanitizer yang tepat. Khalayak sasaran dalam kegiatan ini adalah masyarakat dusun IV desa Tanjung Seteko, kecamatan Indralaya, Ogan Ilir. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pemahaman dan ketrampilan masyarakat dalam pembuatan desinfektan dan hand sanitizer yang dibuat dengan penambahan ekstrak daun serai