Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia (RABIN) merupakan jurnal ilmiah yang dikelola oleh Program Studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan bekerjasama dengan Asosiasi Program Studi Akuntansi Perguruan Tinggi Muhammadiyah (APSA PTM). Jurnal ini menitikberatkan pada penyampaian hasil penelitian ilmiah yang dilakukan secara bersama oleh Mahasiswa dan Dosen bidang Akuntansi. Adapun bidang Akuntansi termasuk didalamnya adalah Akuntansi Keuangan, Akuntansi Manajemen, Audit & Perpajakan, Sistem Informasi Akuntansi, Manajemen Keuangan, Akuntansi Syariah, dan Komprehensif Isu dalam Akuntansi.
Articles
426 Documents
Corporate Social Responsibility, Leverage, Capital Intensity, dan Likuiditas terhadap Agresivitas Pajak: Good Corporate Governance sebagai Pemoderasi
Dewi, Mollisa Aznira;
Nustini, Yuni
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia Vol. 8 No. 1 (2024): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/rabin.v8i1.20572
Latar Belakang: Agresivitas pajak merupakan kegiatan merancang pendapatan kena pajak oleh perusahaan dengan melakukan tindakan perencanaan pajak, baik dengan cara yang tergolong legal (tax avoidance) atau ilegal (tax evasion). Laporan Tax Justice Network yang berjudul The State of Tax Justice 2020: Tax Justice in the time of Covid-19 disebutkan sebanyak Rp 67,6 triliun merupakan hasil dari penghindaran dipajak perusahaan di Indonesia. Hal ini menyiratkan bahwa agresivitas pajak dapat merugikan negara Indonesia, sebab wajib pajak mengurangi beban pajak secara agresif.Tujuan: Menganalisis pengaruh pengungkapan corporate social responsibility (CSR), leverage, capital intensity dan likuiditas terhadap agresivitas pajak dengan good corporate governance (GCG) sebagai variabel moderasi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2019-2021. Metode Penelitian: Penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling. Jumlah sampel yang diperoleh yaitu 60. Data yang digunakan adalah data dari laporan tahunan dan laporan keuangan perusahaan manufaktur tahun 2019-2021 yang berasal dari web Bursa Efek Indonesia (www.idx.co.id). Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi moderasi dengan uji beda mutlak menggunakan bantuan program komputer yaitu SPSS versi 25.Hasil Penelitian: Berdasarkan analisis yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa CSR, leverage, capital intensity berpengaruh positif terhadap agresivitas pajak. Likuiditas tidak berpengaruh terhadap agresivitas pajak. Komisaris independen mampu memoderasi hubungan antara CSR dan agresivitas pajak. Kepemilikan manajerial tidak mampu memoderasi hubungan antara CSR dan agresivitas pajak.Keaslian/Kebaruan Penelitian: Penelitian ini merupakan kompilasi dari penelitian yang dilakukan oleh Gunawan (2017), Wijaya dan Saebani (2019). Perbedaan dari penelitian terdahulu terletak pada penambahan variabel independen yaitu likuiditas. Selain itu variabel GCG yang diproksikan dengan kepemilikan manajerial dan komisaris independen berkedudukan sebagai variabel moderasi dalam menghubungkan antara variabel Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap agresivitas pajak.
Pengungkapan Enterprise Risk Management Terhadap Nilai Perusahaan yang Dimoderasi Good Corporate Governance
Wibisono, Bambang;
Prabowo, Tri Jatmiko Wahyu
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia Vol. 8 No. 2 (2024): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/rabin.v8i2.20673
Latar Belakang: Naik turun harga saham di tahun 2019 dan bersamaan dengan terjadinya pandemi, tentu memiliki dampak terhadap nilai Perusahaan.Turunnya harga batubara dan minyak mentah secara continue menjadikan penjualan juga ikut menurun yang berdampak turunnya nilai kepercayaan masyarakat terhadap nilai perusahaan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran good corporate governance dalam memoderasi hubungan pengungkapan enterprise risk management terhadap nilai perusahaan.Metode Penelitian: Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dan diperoleh sampel sejumlah 48 data yang berasal dari sampel perusahaan manufaktur sektor pertambangan yang terdaftar di BEI (Bursa Efek Indonesia) tahun 2019 hingga 2022. Data diperoleh dari annual report yang didapat melalui website www.idx.co.id dan Bloomberg. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan Satistical Package for Social Science (SPSS) versi 25 dengan model regresi linear berganda dan Uji moderasi.Hasil Penelitian: Hasil pengujian menunjukkan bahwa Enterprise Risk Management Disclosure berpengaruh positif signifikan terhadap nilai Perusahaan. Good corporate governance dengan menggunakan proksi dewan komisaris independen mampu memoderasi Enterprise Risk Management Disclosure terhadap nilai perusahaan. Keaslian/keterbaruan penelitian: Penelitian ini menambahkan variabel good corporate governance yang menggunakan proksi dewan komisaris independen. Riset dilakukan pada industri tambang yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia selama 3 periode dari tahun 2019 sampai 2022.
Pengaruh Kekuasaan Otoritas Terhadap Kepatuhan Pajak Dipaksakan pada UMKM: Tekanan Ketaatan sebagai Variabel Pemoderasi
Tahar, Afrizal;
Sutopo, Bambang
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia Vol. 8 No. 2 (2024): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/rabin.v8i2.20882
Latar Belakang: Sumber utama yang digunakan pemerintah Indonesia untuk membiayai program pembangunan nasional salah diperoleh dari sektor pajak. Berdasarkan survei The Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) mengenai tingkat pajak yang diterima, penerimaan di Indonesia dikategorikan rendah jika dibandingkan dengan negara-negara lain di seluruh dunia. Hanya 3,5% Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) sebaga salah satu kewajiban Wajib Pajak.Tujuan: Penelitian ini mengkaji pengaruh kekuasaan otoritas pajak terhadap kepatuhan dipaksakan dan kekuasaan otoritas pajak terhadap kepatuhan dipaksakan dengan tekanan ketaatan sebagai variabel moderasi.Metode Penelitian: menggunakan metode survei kuesioner. Kuesioner disebarkan kepada pelaku UMKM di D.I. Yogyakarta, Indonesia dengan kriteria: memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan memiliki omset kurang dari 4,8 milyar rupiah per tahun. Total kuesioner yang disebarkan sebanyak 110 dan yang terisi dan dapat diolah sebanyak 100. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan Partial Least Square (PLS).Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kekuasaan otoritas pajak berpengaruh positif terhadap kepatuhan dipaksakan, dan tekanan ketaatan mampu memperkuat pengaruh kekuasaan otoritas pajak terhadap kepatuhan dipaksakan.Keaslian/Novelty Penelitian: Penelitian ini dilakukan di D.I. Yogyakarta dengan menggunakan sampel penelitian Wajib Pajak UMKM. Penelitian ini merupakan replikasi dari penelitian da Silva dkk. (2019) dan menambahkan variabel tekanan ketaatan.
Peran Pengalaman sebagai Pereduksi Bias Heuristik dan Herding Effect dalam Keputusan Investasi
Praditha, Riza;
Bahtiar, Bahtiar;
Razak, Linda Arisanty
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia Vol. 8 No. 2 (2024): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/rabin.v8i2.21477
Latar Belakang: Pengambilan keputusan investasi tidak selalu didasari oleh analisis fundamental, bahkan umumnya investor dapat bertindak irrasional dalam mengambil keputusan. Hal ini yang mengakibatkan timbulnya anomali di pasar investasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh faktor heuristic bias keterwakilan dan herding effect terhadap keputusan investasi, serta peran pengalaman sebagai pereduksi.Metode Penelitian: Objek penelitian ini adalah persepsi perilaku investor emas (logam mulia) terhadap keputusannya membeli emas. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dan Uji Sampel Berpasangan.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa bias heuristik keterwakilan terbukti mempengaruhi keputusan investor dalam membeli emas, sedangkan herding effect tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap keputusan membeli emas.Keaslian/Kebaruan Penelitian: Temuan menarik dalam penelitian ini adalah pengalaman investor terbukti berperan dalam mengurangi bias keputusan yang terjadi akibat heuristic bias dan herding effect.
Kepemilikan Perusahaan, Keahlian CEO dan Financial Distress
Muslim, Resti Yulistia;
Adha, Azura Rian;
Minovia, Arie Frinola
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia Vol. 8 No. 3 (2024): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/rabin.v8i3.21598
Latar Belakang: Faktor internal dapat menjadi salah satu pencetus terjadinya financial distress perusahaan. Penelitian sebelumnya melihat faktor internal penyebab financial distress dari sudut pandang yang berbeda-beda. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk menguji pengaruh kepemilikan perusahaan yaitu kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional dan kepemilikan asing terhadap financial distress dengan keahlian manajemen sebagai variabel moderasi.Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan infrastruktur, properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2021. Sampel dipilih dengan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan analisis regresi. Altman Z-score digunakan sebagai pengukur financial distress dengan hasil semakin rendah nilai Altman Z-score, semakin besar risiko financial distress.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menemukan kepemilikan manajerial berpengaruh positif terhadap Altman Z-score, sedangkan kepemilikan institusional dan asing tidak berpengaruh terhadap Altman Z-score. Keahlian manajemen dapat memoderasi pengaruh kepemilikan manajemen dan asing terhadap financial distress, tetapi tidak mampu memoderasi untuk kepemilikan institusi.Keaslian/Kebaruan Penelitian: Penelitian ini menggunakan variabel moderasi keahlian CEO. CEO yang memiliki keahlian dianggap memiliki kemampuan manajerial yang bagus sehingga dapat mengurangi financial distress.
Pengaruh Literasi Keuangan, Inklusi Keuangan, dan Inovasi Terhadap Kinerja UMKM
Suryanto, Rudy;
Afif Nur Hanan, Muhammad;
Saniyatul Ummah, Rizka
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia Vol. 8 No. 1 (2024): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/rabin.v8i1.21968
Latar Belakang: Melalui kontribusinya terhadap PDB dan penciptaan lapangan kerja baru, UMKM memainkan peran penting dalam pertumbuhan ekonomi suatu negara. Pelaku UMKM dari kalangan akademisi, mahasiswa dan alumni perguruan tinggi, diharapkan dapat menjadi patron dalam upaya meningkatkan perekonomian negara. Namun, pada masa pandemi, pelaku UMKM dari kalangan akademisi mengalami penurunan kinerja. Hal ini disebabkan oleh aspek keuangan dan inovasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh literasi keuangan, inklusi keuangan, dan inovasi terhadap kinerja UMKM.Metode Penelitian: Penelitian dilakukan dengan menggunakan data primer dengan penyebaran kuesioner. Pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling. Sampel penelitian ini adalah pemilik UMKM di kalangan mahasiswa maupun alumni UMY. Adapun pengujian hipotesis dilakukan dengan software SmartPLS4.Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil pengujian, diperoleh bahwa Literasi Keuangan dan Inovasi berpengaruh positif terhadap kinerja UMKM. Sedangkan Inklusi Keuangan tidak berpengaruh terhadap kinerja UMKM. Keaslian/Kebaruan Penelitian: Sampel penelitian adalah UMKM kalangan akademisi yang teridiri dari mahasiswa dan alumni UMY.
Pengaruh Green Accounting, Pengungkapan Emisi Karbon, dan Kinerja Lingkungan Terhadap Nilai Perusahaan
Gunawan, Barbara;
Berliyanda, Kholifah Lilla
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia Vol. 8 No. 1 (2024): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/rabin.v8i1.22027
Latar Belakang: Perkembangan bisnis yang tiada henti membuat perusahaan melakukan berbagai cara untuk meningkatkan nilai perusahaan dan terciptalah persaingan bisnis tanpa disadari yang mengakibatkan pencemaran lingkungan atas aktivitas operasional yang dilakukan sehingga perusahaan mulai memperhatikan dampak aktivitas operasional terhadap lingkungan demi mempertahankan kelangsungan usaha.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah akuntansi hijau, pengungkapan emisi karbon, dan kinerja lingkungan berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.Metode Penelitian: penelitian menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan periode 2018-2022. Perusahaan dengan sektor manufaktur, pertanian, dan energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2018-2022 menjadi kriteria data penelitian ini. Pengolahan data menggunakan Statistical Package For Social Science (SPSS)Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini adalah akuntansi hijau tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, pengungkapan emisi karbon tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan dan kinerja lingkungan berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.Keterbatasan Penelitian: Tidak berpengaruhnya akuntansi hijau dan pengungkapan emisi karbon terhadap nilai perusahaan dimungkinkan karena proxy yang digunakan dalam penelitian ini masih belum bisa mempresentasikan proxy yang sebenarnya dari akuntansi hijau dan pengungkapan emisi karbon. Penelitian selanjutnya dapat menggunakan proxy lainnya untuk mengukur akuntansi hijau dan pengungkapan emisi karbon.Keaslian/Kebaruan Penelitian: Motivasi penelitian ini berasal dari maraknya pencemaran lingkungan di Indonesia sebagai dampak dari aktivitas operasional perusahaan dan masih banyak perusahaan yang belum sepenuhnya melakukan akuntansi hijau serta pengungkapan emisi karbon.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kinerja Keuangan Perusahaan Manufaktur: Studi Empiris di Indonesia dan Singapura
Fathmaningrum, Erni Suryandari;
Renaldo, Muhamad
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia Vol. 8 No. 2 (2024): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/rabin.v8i2.22049
Latar Belakang: Ketatnya persaingan di dunia bisnis mendorong perusahaan untuk terus berinovasi dan meningkatkan kinerjanya. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa bisnis yang terus berinovasi akan memiliki keunggulan daya bersaing yang lebih besar.Tujuan: Penelitian ini menguji adanya pengaruh enterprise resource planning (ERP), leverage, ukuran perusahaan dan profitabilitas perusahaan manufaktur di Indonesia dan Singapura.Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Populasi penelitian ini yaitu perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan Bursa Singapura periode tahun 2021-2022. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 232 perusahaan manufaktur di Indonesia dan 124 perusahaan manufaktur di Singapura. Metode analisis data penelitian yang digunakan adalah regresi linier berganda dan uji beda rata-rata dengan menggunakan independent sample t-test.Hasil Penelitian: Leverage, ukuran perusahaan, dan profitabilitas berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan perusahaan di Indonesia dan Singapura, sementara ERP tidak berpengaruh. Penelitian ini juga menemukan perbedaan rata-rata kinerja keuangan perusahaan manufaktur di kedua negara.Keterbatasan Penelitian: Studi ini memiliki keterbatasan, diantaranya hanya berfokus pada industri manufaktur. Keaslian/Novetly Penelitian: Keterbaharuan penelitian ini terletak pada kombinasi penerapan ERP dan pengaruhnya terhadap kinerja keuangan perusahaan di Indonesia dan Singapura, dengan mengintegrasikan perspektif Teori Agensi dan Teori Sinyal. Penelitian ini juga membahas faktor leverage dan ukuran perusahaan dalam persaingan bisnis global, memberikan kontribusi baru dalam memahami dampak teknologi informasi, leverage, dan ukuran perusahaan terhadap kinerja keuangan di kedua negara tersebut.
Pengungkapan Corporate Social Responsibility, Intellectual Capital, Nilai Perusahaan dan Ukuran Perusahaan pada Perusahaan Pertambangan
Wahyuni, Fitri;
Pramudita, Novalia
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia Vol. 8 No. 1 (2024): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/rabin.v8i1.22175
Latar Belakang: Perusahaan pertambangan adalah salah satu perusahaan yang memberikan dampak lingkungan dan sosial yang tinggi sehingga terdapat tuntutan moral untuk melakukan pertanggungjawaban sosial dan mengungkapkan pertanggung jawaban tersebut sehingga dapat di nilai sebagai perusahaan yang baik, selain itu kemampuan-kemampuan yang dimiliki pekerjanya diharapkan dapat meningkatkan nilai dari perusahaan itu sendiri. Ukuran perusahaan juga menjadi faktor penting sebagai pemoderasi hubungan antara pengungkapan CSR dan Intellectual Capital terhadap Nilai Perusahaan. Tujuan: Memberikan bukti empiris pengaruh Pengungkapan CSR dan intellectual capital terhadap nilai perusahaan yang dimoderasi oleh ukuran perusahaan pada perusaahan pertambangan di Indonesia. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan 69 perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2020-2022 dengan kriteria sampel adalah perusahaan pertambangan yang merilis laporan tahunan dan laporan keberlanjutan yang berisi standar umum dan khusus dengan standar panduan Global Reporting Initiative secara berturut-turut selama periode 2020-2022. Data pada penelitian ini diolah menggunakan menggunakan regresi linier berganda dengan MRA (Moderated Regression Analysis).Hasil Penelitian: Hasil menunjukkan bahwa intellectual capital berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan, CSR tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, ukuran perusahaan dapat memoderasi hubungan CSR terhadap nilai perusahaan, sedangkan ukuran perusahaan tidak dapat memoderasi hubungan intellectual capital terhadap nilai perusahaan.Keaslian/Kebaruan Penelitian: Penelitian ini menambahkan variabel intellectual capital sebagai variabel independen, menambahkan variabel ukuran perusahaan sebagai variabel pemoderasi dan menggunakan perusahaan pertambangan pada tahun 2020-2022.
Determinan Manajemen Laba Riil: Peran Dewan Komisaris Independen sebagai Variabel Moderasi
Setiawati, Erma;
Sari, Shinta Permata;
Rahayu, Siti Nurhayati Ning
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia Vol. 8 No. 3 (2024): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/rabin.v8i3.22241
Latar Belakang: Perusahaan atau manajemen menjalankan suatu tindakan yang mampu membuat pelaporan keuangan perusahaan terlihat bagus, atau bisa dikatakan perusahaan memanipulasi laba agar perusahaan berjalan dengan baik, dan dapat menarik perhatian pihak luar. Pada riset ini manajemen laba riil dengan proksi independen diusulkan sebagai variable moderasi untuk mengetahui apakah dewan suatu perusahaan dapat mengarahkan perusahaan dan melaksanakan pemantauan kinerja manajemen Tujuan: Untuk memberikan gambaran apakah perusahaan melakukan manajemen laba riil atau melakukan manipulasi laba melalui aktivitas kas operasi dan menurunkan harga pokok penjualan untuk meningkatkan angka laba, juga untuk mengetahui apakah fungsi monitoring dewan komisaris berjalan dengan sebagai mana mestinya. Metode Penelitian: Populasi yang digunakan adalah perusahaan manufaktur yang menerbitkan laporan keuangan pada periode 2020-2022. Penelitian ini menggunakan uji linier berganda untuk menjawab hipotesis yang diajukan. Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh signifikan negatif terhadap manajemen laba riil, sementara leverage, pengungkapan sukarela, dan arus kas bebas tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap manajemen laba riil. Selain itu, kepemilikan manajerial (sebagai moderator) hanya sedikit memoderasi hubungan antara ukuran perusahaan dan manajemen laba riil, namun tidak memoderasi variabel lainnya secara signifikan. Keaslian/Kebaruan Penelitian: Paper ini memberikan penyegaran atas isu krusial bahwa manajemen laba riil dapat diatasi apabila dewan komisaris independen menjalankan tugasnya.