cover
Contact Name
Yohanes Hendro Pranyoto
Contact Email
yohaneshenz@stkyakobus.ac.id
Phone
+6281295111706
Journal Mail Official
jumpa@stkyakobus.ac.id.
Editorial Address
Jl. Missi 2, Mandala, Merauke, Papua, Indonesia, 99616
Location
Kab. merauke,
P a p u a
INDONESIA
JUMPA (Jurnal Masalah Pastoral)
ISSN : 23553294     EISSN : 26150751     DOI : 10.60011
Jurnal Masalah Pastoral atau disingkat JUMPA adalah jurnal yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke secara berkala pada bulan April dan Oktober setiap tahunnya. Jurnal ini membahas persoalan pastoral Gereja meliputi masalah: Pendidikan, Katekese, Teologi, Fenomenologi Agama, Liturgi, dan permasalahan umat lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 170 Documents
Pengaruh Media Sosial Facebook Terhadap Keterlibatan Orang Muda Katolik Dalam Mengikuti Kegiatan Gereja Di Paroki Santo Petrus Erom Berangka, Dedimus; Via, Machtildis Getrudis
Jurnal Masalah Pastoral Vol 12 No 1 (2024): JUMPA (Jurnal Masalah Pastoral)
Publisher : Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60011/jumpa.v12i1.145

Abstract

The purpose of this research are: 1) to determine whether there is an influence of Facebook use on the involvement of young Catholics of St. Peter Erom in participating in Church activities, 2) to determine the magnitude of the influence of Facebook on the involvement of young Catholics in participating in Church activities, 3) to find out what efforts can be made to increase the involvement of young Catholics in participating in Church activities. This type of research is quantitative with a regression analysis model. The sample of this study was young Catholics of St. Peter Erom parish, totaling 65 people. The instrument used is a questionnaire with Likert scale mode. From the results of the reliability test, an alpha coefficient of 0.945 was obtained, which means the reliability of the instrument is high. From the results of the simple linear regression test with a significance level of 5%, the significance value in the anova table is 0.000, which means that there is an effect of Facebook use on the involvement of young Catholics in Church activities. The R square value is 0.252, which means that the influence of Facebook social media variables on involvement in spiritual activities is 25.2%. Based on the results of this study, it is suggested that increasing cooperation with catechists in planning and implementing programs for young Catholics so that the activities of young Catholics are increasingly programmed and well directed. Provide guidance to Catholic young people, especially to Catholic young people's administrators, so that they can schedule activities properly and sustainable.
Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agama Katolik Melalui Media Gambar Pada Siswa Kelas III SD YPPK Santa Maria Fatima Kelapa Lima Merauke Pranyoto, Yohanes Hendro; Tonggon, Edmunda O.
Jurnal Masalah Pastoral Vol 12 No 1 (2024): JUMPA (Jurnal Masalah Pastoral)
Publisher : Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60011/jumpa.v12i1.146

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of using picture media as learning media to improve student learning outcomes. This research is a classroom action research (PTK) conducted in 2 (two) cycles with team teaching. The research location was at SD YPPK Santa Maria Fatima Kelapa Lima Merauke with class III students as many as 24 people. Research data were collected using observation sheets, test instruments, and student worksheets. The results showed that students' ability in KD 1 in the pre-cycle period was indicated by the class average score of 65, which increased in cycle I and cycle II to 69 and 70. The percentage of students who reached the KKM for KD 1 also showed an increase. In the pre-cycle period, 50% increased at the end of cycles I and II by 70.8% and 83%. In addition, the results of observations of student activity in the classroom also showed an increase in student learning participation in the classroom, namely in cycle I as many as 16 students and cycle II as many as 20 students. Based on these data, it can be concluded that the use of image media can improve student learning outcomes. Based on this research, the author recommends the use of learning media that uses visual and auditory approaches for small class students such as grades I, II and III in elementary school.
REKONSILIASI DAN PENGUATAN TATANAN SOSIAL SEBAGAI PUNCAK PROSESI RITUAL YAMU DALAM BUDAYA MARIND Xaverius Wonmut
Jurnal Masalah Pastoral Vol 10 No 2 (2022): JUMPA (Jurnal Masalah Pastoral)
Publisher : Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkapkan makna rekonsiliasi yang terdapat dalam prakteksis ritual “Yamu” suku bangsa Marind anim di kampung Kuper. Data penelitian diperoleh melalui observasi pelaksanaan ritual Yamu serta melalui wawancara dengan berbagai informan baik pelaku ritual maupun tiga orang tokoh adat Marind anim di kampung Kuper. Observasi maupun wawancara difokuskan pada aktivitas puncak ritual ‘Yamu’ yakni santap sagu “sep” bersama dan mekanisme penyelesaian konflik atas sebab-sebab kematian arwah sanak keluarga yang bersangkutan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan ritual “Yamu” berpuncak pada pertemuan dan percakapan bersama anggota keluarga yang masih hidup maupun arwah anggota keluarga yang sudah meninggal. Hal ini menunjukan ikatan persekutuan yang tak terpisahkan antara kerabatan yang masih hidup dan sudah meninggal. Selain itu komunikasi antara kaum kerabat tersebut bertujuan mewujudkan kondisi batin individu dimana tercipta rasa damai, tenang, harmonis hidup bagi mereka yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Di dalam gereja, ikatan relasi iman yang sama antara mereka yang masih hidup maupun yang sudah meninggal terus meneruskan dihidupkan. Ritual Yamu menjadi penting bagi suku bangsa Marind anim karena memberi penegasan dan kepastian terhadap situasi “chaos” yang ditimbulkan oleh adanya peristiwa kematian. Dengan kata lain dinamika dan mekanisme percakapan dalam pertemuan kaum berabat dalam ritual “Yamu” tersebut bertujuan mewujudkan “rekonsiliasi” antara berbagai unsur yang bertentangan dan adanya suasana “chaos” karena adanya prasangka di antara anggota masyarakat damaikan dan diharmonisasikan. Di dalam kondisi hidup yang kondusip dan harmonis kehidupan berjalan normal.
FAKTOR PENGHAMBAT PENGEMBANGAN KOMPETENSI PROFESIONALISME GURU MELALUI PUBLIKASI KARYA ILMIAH DI SMA NEGERI 1 MERAUKE Berlinda Setyo Yunarti
Jurnal Masalah Pastoral Vol 10 No 2 (2022): JUMPA (Jurnal Masalah Pastoral)
Publisher : Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis kompetensi profesional guru melalui publikasi karya ilmiah. Sebagai seorang pendidik, guru diwajibkan memiliki sikap profesional. Persyaratan minimal guru professional antara lain: kualifikasi pengajaran profesional yang sesuai, kemampuan akademik yang sesuai dengan bidang pekerjaannya, keterampilan komunikasi yang baik dengan siswa, jiwa kreatif dan produktif, etika kerja dan komitmen tingkat tinggi melalui organisasi profesi, dan kemampuan lainnya. Guru terus menerus belajar dan menulis baik karya ilmiah untuk seminar maupun publikasi di media massa sebagai bentuk pengembangan profesionalismenya. Realitasnya banyak guru mengabaikan kegiatan menulis karya ilmiah karena tidak ada tuntutan atau kewajiban seorang guru untuk melakukan penelitian. Kondisi demikian membuat guru menjadi tidak produktif menghasilkan karya ilmiah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodek kualitatif deskriptif, yang akan menguraikan/mendeskripsikan hasil wawancara dan dokumen serta observasi yang diperoleh dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan pangkat guru-guru di SMAN 1 Merauke dengan memenuhi syarat kecukupan jam mengajar yaitu 24 jam per minggu, sehingga para guru hanya mengejar kecukupan jam mengajar dengan mengambil jam mengajar di sekolah lain. Sehingga guru tidak perlu melakukan penelitian. Kesulitan lain yang dihadapi guru-guru di SMAN 1 Merauke dalam memproduksi karya ilmiah yaitu faktor: a) waktu, b) motivasi, c) keterampilan menulis ilmiah, d) usia guru dan e) pengakuan/apresiasi/insentif.
PENDAMPINGAN PIA MASA PRAPASKAH-PASKAH TAHUN LITURGI C DENGAN METODE EKSPRESI BERBASIS CERITA ANAK Fransiska Novia Putri Maharani; Hartutik Pranyoto; Yustinus J. W. Yuniarto
Jurnal Masalah Pastoral Vol 10 No 2 (2022): JUMPA (Jurnal Masalah Pastoral)
Publisher : Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PIA mentoring during Lent-Easter Liturgical year C with the method of expression based on children's stories. The purpose of this research is to 1) find out the implementation of Faith Assistance for Children in the Kedu Kevikepan District, 2) find out if the teaching materials for Child Faith Assistance during Lent-Easter Liturgical year C are valid. There is a problem that the PIA mentoring material module is limited. Many assistants do not have a Catholic religious education background and their abilities to facilitate are different. In PIA activities, it is very necessary for mentoring activities such as listening to stories, reading scriptures, games, dancing, singing. Seeing this situation, the researchers used the method of expression with children's stories. This research is a way to find out the teaching materials for PIA mentoring during Lent-Easter Liturgical year C have been valid and suitable to be used in Faith Assistance for Children in the Kedu Kevikepan District. This study uses research and development (R and D) according to Brog and Gall. The technique used is purposive sampling. Taking a sample of 10 people consisting of PIA assistants in the Kedu vikepan, parents, elementary and kindergarten teachers and Catholic religion teachers. Validation is carried out to validate PIA mentoring materials. The validation results obtained an average of 4.6 based on the validation tests carried out. Mentoring materials showed a significant increase in results. The feasibility test for mentoring materials is carried out by conducting FGD (Forum Group Discussion) with valid results and can be used properly and well in the PIA mentoring process in Kedu Kevikepan.
Mengadopsi Paradigma Pragmatic-Progressivism dalam Pendidikan Pasca-Modern Fiharsono, Albertus
Jurnal Masalah Pastoral Vol 1 No 1 (2012): JUMPA (Jurnal Masalah Pastoral)
Publisher : Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60011/jumpa.v1i1.3

Abstract

Jika kita menilik sejarah panjang pendidikan dalam perjalanan peradaban manusia, kita akan menemukan minimal empat aliran filsafat pendidikan yang sangat berpengaruh, yaitu: Classical Humanism, Reconstructionism, Progressivism, dan Pragmatic-Progressivism. Masing-masing memiliki konsep (concept) pendidikan yang berbeda, yang pada gilirannya mewujud pada perencanaan (design) dan pelaksanaan (operation) pendidikan yang berbeda-beda pula.Kita masing-masing, secara pribadi, memiliki concept tentang pendidikan. Bisa jadi, concept yang kita anut adalah concept dari salah satu atau bahkan beberapa (eclecticism) dari aliran filsafat pendidikan tersebut, walaupun kita belum tentu menyadarinya. Untuk mengetahui concept yang kita anut, kita bisa melacak balik dari design dan operation pendidikan yang kita lakukan sehari-hari. Dengan merefleksikan praktek pendidikan kita sehari-hari, kita bisa menelusur lebih dalam untuk menemukan concept pendidikan yang kita yakini, yang minimal terdiri dari jawaban atas tiga pertanyaan filosofis: apa makna pendidikan bagi kita (what), untuk apa pendidikan dalam penghayatan kita (why/what for), dan bagaimana pendidikan dijalankan menurut keyakinan kita (how). Itulah tiga konsep filosofis yang, secara sadar atau tidak, telah mengerangkai seluruh aktivitas pendidikan kita. Itulah paradigma pendidikan yang menggerakkan seluruh pikiran dan tindakan kita, baik secara sistematik – dari concept hingga mewujud menjadi design dan operation -, maupun secara sistemik – menentukan goal, process, dan resources-nya.Makalah singkat ini secara khusus hendak membahas dan menawarkan konsep pendidikan (what, why/what for, dan how) berdasarkan paradigma Pragmatic-Progressivism untuk diadopsi ke dalam pendidikan kita. Agar lebih gamblang, konsep pendidikan dalam paradigma berfikir aliran filsafat lain – Classical Humanism, Reconstructionism, dan Progressivism – juga akan secara singkat dibahas, bahkan lebih dulu. Keseluruhan pembahasan tersebut diharapkan bisa dijadikan bahan refleksi bagi kita untuk menemukan aliran mana yang selama ini kita anut, sekaligus memperkuat beberapa bagian keyakinan kita, atau bahkan merevisi bagian keyakinan kita yang sudah tidak relevan dengan tuntutan jaman dan kebutuhan peserta didik yang mulai berpola fikir pasca-modern.
Peningkatan Kemampuan Public Speaking Omk Santo Yakobus Tanah Miring Melalui Pembiasaan Penggunaan Aplikasi Tik Tok Wula, Paulina; Noerjanto, Francisco
Jurnal Masalah Pastoral Vol 10 No 1 (2022): JUMPA (Jurnal Masalah Pastoral)
Publisher : Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60011/jumpa.v10i1.84

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menguji aplikasi Tik Tok sebagai sarana yang efektif dan relevan untuk meningkatkan kemampuan public speaking OMK Santo Yakobus Tanah Miring Merauke. Data primer diperoleh melalui wawancara yang dibagikan kepada 20 anggota OMK Santo Yakobus Tanah Miring. Hasil pengolahan data, dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, menunjukkan bahwa bagi anggota OMK Santo Yakobus Tanah Miring Merauke, aplikasi Tik Tok dapat digunakan sebagai salah satu media yang efektif dan relevan untuk melatih dan meningkatkan ketrampilan public speaking. Penggunaan aplikasi Tik Tok sebagai sarana pelatihan public speaking harus secara terus-menerus, sehingga menjadi suatu pembiasaan agar tujuannya dapat tercapai. Temuan ini mau menjelaskan bahwa anggota OMK Santo Yakobus Tanah Miring, sebagai generasi milenial, cukup terbuka terhadap perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, memanfaatkannya secara bertanggungjawab serta mengikuti perkembangan dari waktu ke waktu. Bagi para pendamping OMK, temuan ini menjadi masukan yang sangat berguna sekaligus kemendesakan agar juga trampil dan kreatif menggunakan berbagai aplikasi sebagai media pembelajaran dan pelatihan, khususnya yang berkaitan dengan kebutuhan, harapan dan dunia orang muda, yang salah satunya adalah kemampuan untuk berbicara di depan umum, dengan Tik Tok sebagai salah satunya.
Pengaruh Fasilitas Belajar, Kelompok Sebaya dan Profesionalisme Dosen Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa Di Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke Pranyoto, Yohanes Hendro; Belang, Bertolomeus
Jurnal Masalah Pastoral Vol 7 No 2 (2019): JUMPA (Jurnal Masalah Pastoral)
Publisher : Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60011/jumpa.v7i2.91

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh fasilitas belajar, kelompok sebaya dan profesionalisme dosen terhadap hasil belajar mahasiswa di Perguruan Tinggi,khususnya di STK St. Yakobus Merauke. Penelitian ini adalah deskriptif analitis dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah mahasiswa aktif semester genap tahun 2017/2018 sejumlah 184 orang di STK St. Yakobus Merauke. Peneliti mengambil 77 orang sebagai sampel penelitian dengan teknik kuota sampling. Metode pengumpulan data dengan angket dan studi dokumen. Analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda menggunakan program SPSS for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, terdapat pengaruh fasilitas belajar terhadap hasil belajar sebesar 27,6%, kedua, terdapat pengaruh kelompok sebaya terhadap hasil belajar sebesar 33,2%, ketiga, terdapat pengaruh profesionalisme dosen terhadap hasil belajar sebesar 44,2%, keempat, terdapat pengaruh fasilitas belajar dan kelompok sebaya terhadap hasil belajar sebesar 54,9%, kelima, terdapat pengaruh fasilitas belajar dan profesionalisme dosen terhadap hasil belajar sebesar 66,9%, keenam, terdapat pengaruh kelompok sebaya dan profesionalisme dosen terhadap hasil belajar sebesar 47,4% dan ketujuh, terdapat pengaruh fasilitas belajar, kelompok sebaya dan profesionalisme dosen terhadap hasil belajar sebesar 69,7%.
Implementasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Di Asrama Putri Santa Theresia Merauke Berangka, Dedimus; Rahado, Rosina
Jurnal Masalah Pastoral Vol 7 No 2 (2019): JUMPA (Jurnal Masalah Pastoral)
Publisher : Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60011/jumpa.v7i2.92

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan nilai-nilai pendidikan karakter yang telah diterapkan di Asrama Putri Santa Theresia Merauke sekaligus mencari solusi atas persoalan-persoalan yang dihadapi dalam proses penerapan nilai-nilai tersebut. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa angket, observasi dan wawancara. Populasi penelitian ini adalah semua anggota Asrama Putri Santa Theresia Merauke berjumlah 22 orang. Sedangkan sampel penelitian adalah 15 orang antara lain 14 orang siswi asrama dan 1 orang Pembina Asrama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 4 kelompok nilai-nilai pendidikan karakter yang diterapkan, antara lain: nilai-nilai spiritualitas, nilai-nilai pendidikan prestasi akademik, nilai-nilai keterampilan dan minat bakat, serta nilai-nilai kepedulian sosial dan cinta damai. Secara umum, Asrama Putri Santa Theresia Merauke telah menerapkan empat nilai pendidikan karakter tersebut namun belum maksimal. Ada salah satu nilai yang menunjukkan persentase yang rendah yaitu nilai kepedulian sosial dan cinta damai. Faktor yang turut berpengaruh adalah faktor internal (latar belakang budaya dan kebiasaan yang berbeda) dan faktor eksternal berupa keterbatasan finansial, kelemahan fungsi kontrol, keterbatasan tenaga pembina asrama, dan keterbatasan latar belakang pendidikan pembina asrama. Oleh karena itu, cara-cara yang ditempuh pembina adalah hadir tepat waktu pada setiap kegiatan, dan menjadi teladan bagi siswi asrama. Berdasarkan hasil penelitian ini maka penulis menyarankan agar pembina asrama perlu meningkatkan fungsi kontrol dan pengawasan serta pembinaan mental bagi siswi asrama agar tidak terjadi tindakan-tindakan indisipliner.
Studi Deskriptif Tentang Kebiasaan Mengkonsumsi Minuman Beralkohol Di Kalangan Komunitas Pemuda Mappi Kabupaten Merauke Ahlaro, Steven Ronald
Jurnal Masalah Pastoral Vol 7 No 2 (2019): JUMPA (Jurnal Masalah Pastoral)
Publisher : Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60011/jumpa.v7i2.93

Abstract

Penelitian ini diorentasikan untuk mengkaji tentang motif penyebab kebiasaan mengkonsumsi minuman beralkohol di kalangan komunitas pemuda Mappi, Kabupaten Merauke, guna mengungkap gambaran kehidupan komunitas pemuda Mappi, penyebab kebiasaan mengkonsumsi minuman berlakohol yang dilakukan oleh mereka serta, untuk mengungkap langka solutif yang dapat ditempuh untuk mengatasi kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol tersebut. Berdasarkan hasil analisa data penelitian, diketahui bahwa komunitas pemuda Mappi yang berdomisili di kompleks Pintu Air Kabupaten Merauke pada umumnya berprofesi sebagai buruh lepas di Pelabuhan Rakyat Kompleks Pintu Air Kabupaten Merauke. Upah hasil kerja mereka sangat sering disishkan untuk membeli minuman beralkohol untuk dikonsumsi secara bersama-sama. Penyebab para informan key mengonsumsi minuman beralkohol yakni ingin mencari kesenangan, menambah keberanian dan menghilangkan rasa malu, menghilangkan rasa lelah dan karena diajak oleh rekan sekerja. Guna meminimalisir kebiasaan tersebut, diharapkan bahwa pihak pemerintah daerah beserta jajaran terkait dapat melakukan terobosan dengan menyediakan lapangan pekerjaan dan pekerjaan tetap bagi para informan key – hal ini dimaksudkan agar mereka tidak diberikan ruang untuk memikirkan dan mencari serta mengkonsumsi minuman beralkohol. Selain itu, upaya penghentian peredaran minuman beralkohol perlu dilakukan agar tidak memberikan peluang bagi para informan key untuk membeli minuman beralkohol.