cover
Contact Name
Yohanes Hendro Pranyoto
Contact Email
yohaneshenz@stkyakobus.ac.id
Phone
+6281295111706
Journal Mail Official
jumpa@stkyakobus.ac.id.
Editorial Address
Jl. Missi 2, Mandala, Merauke, Papua, Indonesia, 99616
Location
Kab. merauke,
P a p u a
INDONESIA
JUMPA (Jurnal Masalah Pastoral)
ISSN : 23553294     EISSN : 26150751     DOI : 10.60011
Jurnal Masalah Pastoral atau disingkat JUMPA adalah jurnal yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke secara berkala pada bulan April dan Oktober setiap tahunnya. Jurnal ini membahas persoalan pastoral Gereja meliputi masalah: Pendidikan, Katekese, Teologi, Fenomenologi Agama, Liturgi, dan permasalahan umat lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 170 Documents
Media Komunikasi Dalam Terang Dekrit Inter Mirifica Subu, Yan Yusuf
Jurnal Masalah Pastoral Vol 3 No 1 (2014): JUMPA (Jurnal Masalah Pastoral)
Publisher : Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60011/jumpa.v3i1.13

Abstract

Media komunikasi merupakan salah satu sarana efektif dalam pewartaan Kerajaan Allah. Semua umat beriman dipanggil untuk mewartakan Injil dengan menggunakan teknologi informasi. Ini berarti Gereja memiliki hak untuk memakai teknologi informasi sebagai media pewartaan. Hal ini sudah dirangkum dalam dekrit Inter Mirifica yaitu Gereja harus membuka diri dan tidak mencurigai kemajuan teknologi informasi sebagai skandal baru dalam karya pastoral melainkan sadar akan keterbatasannya. Namun miskinnya pemahaman dan sikap kritis para pemakai media komunikasi akan berdampak buruk terhadap kehidupan manusia. Maka Gereja mencanangkan tanggungjawabnya untuk memberikan arahan dan pengetahuan tentang penggunaan media komunikasi kepada umat beriman supaya dapat menghantar manusia kepada kesejahteraan bersama. Gereja juga harus berkoalisi dengan berbagai pihak supaya pemakaian media komunikasi sungguh-sungguh efektif dan efisien sehingga kebahagiaan dan kebaikan bersama tetap dilestarikan. Dengan demikian semua orang dapat menjadikan nilai-nilai moral kristiani sebagai pegangan utama dalam pastoral komunikasi.
Paradigma Pedagogi Refleksi (PPR): Suatu Alternatif Pendekatan Pembelajaran Dalam Dunia Pendidikan Pranyoto, Yohanes Hendro
Jurnal Masalah Pastoral Vol 3 No 1 (2014): JUMPA (Jurnal Masalah Pastoral)
Publisher : Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60011/jumpa.v3i1.14

Abstract

Landasan judul ini adalah idealisme tujuan pendidikan nasional yang tertuang dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bab II pasal 3 yaitu untuk membentuk pribadi siswa yang beriman, berakhlak mulia, berilmu, sehat dan berkompetensi dalam rangka membentuk bangsa yang bermartabat. Oleh karena itu diperlukan pola pendekatan pembelajaran yang tepat agar tujuan pmbelajaran dapat tercapai. Paradigma pedagogi reflektif adalah sebuah solusi alternatif yang ditawarkan untuk mencapai hal tersebut. Penulis membagi tulisan ini dalam 3 (tiga) bagian, yang pertama landasan teori tentang paradigma pedagogi reflektif (PPR), bagian kedua tentang bagaimana PPR dikaji dalam konteks proses pembelajaran dan analisis peluang-peluang penerapan PPR. Bagian terakhir penulis berusaha memberikan suatu usulan praktis mengenai aplikasi PPR di sekolah-sekolah khususnya dalam proses pembelajaran. Berdasarkan kajian teori yang telah penulis lakukan, paradigma pedagogi reflektif adalah pola pembelajaran yang mengintegrasikan pemahaman masalah dunia, kehidupan dan pengembangan nilai-nilai kemanusiaan dalam proses yang terpadu, sehingga nilai – nilai itu muncul dari kesadaran dan kehendak peserta didik melalui refleksinya yang mengantar mereka pada kedalaman hidup beriman yaitu relasinya dengan Tuhan (aspek vertikal) dan juga relasinya dengan manusia (aspek horizontal). Pelaksanaan atau penerapan paradigma pedagogi reflektif tidak akan pernah bisa lepas dari kegiatan refleksi, karena refleksi adalah pusat atau inti dari pola pendekatan ini. Refleksi dapat kita pahami sebagai suatu proses mengadakan pertimbangan seksama dengan menggunakan daya ingat, pemahaman, imajinasi dan perasaan untuk menangkap makna dan nilai hakiki dari apa yang dipelajari. Melalui penerapan PPR dalam proses pembelajaran, diharapkan anak didik dapat berkembang secara integral. Integral berarti berkembang secara utuh dan menyeluruh, baik dari aspek kognitif, afektif, psikomotor dan yang lebih utama dari semua itu adalah penghayatan iman yang semakin mendalam.
Implikasi Poskolonialitas Relasi Kekuasaan Misi Katolik Dan Kolonial Belanda Embu, Alfons No
Jurnal Masalah Pastoral Vol 3 No 1 (2014): JUMPA (Jurnal Masalah Pastoral)
Publisher : Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60011/jumpa.v3i1.15

Abstract

There are various forms and dynamics of mission and power relationship in the early development of Christianity. By reading the history of Western colonialism of the East, will give clearly description that the mission was presented in conjunction with the colonial. In the Archipelago, the Catholic mission represented along the Portuguese colonization (1543-1666).2 Thus, VOC in 1606-1800 amputated this Catholic mission. And then, the mission reanimated in Nederland Hindia by King Louise Napoleon, the French Catholic of Dutch master in the 1800s. Nevertheless, power relationship of mission and the Dutch colonial government was in suffering situation. Dutch colonial government had a political interest in the presence of the Catholic mission. Conversely, the mission itself took advantages from its proximity of the Dutch colonialism. In fact, there was a kind of symbiotic mutualism between the mission and the Dutch colonial government. It brought the postcolonial impact to the life of Catholic mission during that time, and for the development of Indonesian local Catholic Church in future.
Pemakaman Gerejawi: Penghormatan Terhadap Keluhuran Tubuh Manusia (Kan. 1176 – 1185) Wea, Donatus
Jurnal Masalah Pastoral Vol 3 No 1 (2014): JUMPA (Jurnal Masalah Pastoral)
Publisher : Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60011/jumpa.v3i1.16

Abstract

Mengapa seseorang yang sudah dibaptis menjadi katolik, dan kemudian dengan alasan yang wajar dan dapat dipertanggungjawabkan memeluk agama lain, tidak dapat dilayani pemakaman secara katolik, padahal mayoritas anggota keluarganya beragama katolik? Mengapa Gereja katolik tidak melayani penguburan jenazah yang bukan katolik secara gerejawi atas permintaan keluarga yang katolik; bukankah keluarga yang katolik berhak untuk dilayani permintaannya, karena mereka adalah juga anggota jemaat? Mengapa Gereja katolik tidak mengizinkan misa requiem bagi anggotanya yang meninggal karena bunuh diri, padahal semasa hidupnya si meninggal tersebut sungguh-sungguh memberi kesaksian sebagai orang katolik yang baik? Itulah sederetan pertanyaan, yang dilontarkan oleh orang katolik sendiri, perihal kebijakan Gereja katolik terhadap pemakaman para anggotanya. Pertanyaan-pertanyaan itu ada yang bertujuan untuk mendapat kejelasan informasi seputar pemakaman gerejawi (karena memang tidak semua umat katolik memahami dengan baik hal ikhwal yang berkaitan dengan pemakaman gerejawi), ada juga yang mengekspresikan ketidakpuasan, kekecewaan dan kritik atas aturan yang ditetapkan oleh otoritas Gereja katolik, yang oleh sebagian kalangan dinilai terlalu kaku, legalistis dan ketinggalan zaman. Pertanyaan-pertanyaan dengan modus yang bervariasi itu perlu ditanggapi dan disikapi oleh otoritas Gereja dengan berpijak pada aturan-aturan baku yang berlaku resmi di dalam Gereja. Tulisan sederhana ini mencoba mengklarifikasi secara yuridis, apa yang menjadi perdebatan dan pergumulan di kalangan umat bahkan jika tidak diarahkan secara benar dapat menimbulkan ambiguitas bagi umat katolik sendiri, baik menyangkut aturan-aturan maupun praksis pastoralnya.
Mengembangkan Kreativitas Anak Didik Melalui Model Pembelajaran Inteligensi Ganda Wula, Paulina
Jurnal Masalah Pastoral Vol 3 No 1 (2014): JUMPA (Jurnal Masalah Pastoral)
Publisher : Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60011/jumpa.v3i1.17

Abstract

Dalam tulisan ini, penulis mencoba menjelaskan salah satu model pembelajaran yang boleh diterapkan dalam dunia pendidikan. Model pembelajaran inteligensi ganda merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat menentukan tujuan dan program belajar yang sesuai dengan kemampuan inteligensi anak didik. Hal ini dimungkinkan karena di dalam seluruh proses pembelajaran ini, secara khusus memperhatikan inteligensi, bakat atau potensi yang ada dalam diri anak didik sehingga anak didik dapat kreatif sesuai dengan inteligensi, bakat maupun potensi yang dimiliki. Dengan demikian, hasil yang bisa dicapai dalam model pembelajaran intelegensi ganda adalah peserta didik yang cukup mampu menghadapi persoalan hidup yang lebih baik.
Nilai Dan Simbol Religius Perjamuan Raya (Nado Mere) Masyarakat Jawawawo: Studi Komparatif Inkulturatif Dengan Nilai-Nilai Ekaristi Siu, Hendrikus Primus
Jurnal Masalah Pastoral Vol 3 No 1 (2014): JUMPA (Jurnal Masalah Pastoral)
Publisher : Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60011/jumpa.v3i1.18

Abstract

Khasanah budaya yang kaya dalam satu masyarakat tertentu akan sangat berpengaruh terhadap cara beriman mereka kepada Tuhannya. Dalam konteks tertentu, kebudayaan yang sudah ada sejak lama bahkan seblum satu agama muncul pada satu masyarakat, akan memberi pengaruh yang cukup kuat terhadap cara masyarakat tersebut mengimani dan besyukur kepada Allah. Tulisan ini memetakan nilai-nilai religius perjamuan raya masyarakat Jawawawo, yang ada pada pala peo weda enda (upacara korban seputar peo dan enda) dan nilai-nilai yang ada pada Ekaristi. Berdasarkan pemetaan terhadap nilai-nilai itu dibuat suatu sintesa untuk menemukan komparasi antara keduanya, baik pada pala peo weda enda maupun Ekaristi. Sintesa antara nilai-nilai pala peo weda enda dan Ekaristi ini diharapkan menjadi peretas jalan untuk proses inkulturasi atau kontekstualisasi iman Katolik ke dalam kebudayaan Jawawawo.
Unisitas Dan Universalitas Keselamatan Yesus Dalam Konteks Pluralitas Agama Di Indonesia Selatang, Fabianus
Jurnal Masalah Pastoral Vol 4 No 1 (2016): JUMPA (Jurnal Masalah Pastoral)
Publisher : Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60011/jumpa.v4i1.19

Abstract

Konsep keselamatan dalam Katolik jelas berbeda dengan pengertian keselamatan dalam agama-agama lain. Konsep keselamatan yang diwartakan oleh Yesus mampu dipahami oleh umat Katolik. Akan tetapi, bagi umat non Katolik, konsep keselamatan Yesus Kristus tidaklah mudah diterima apalagi diakui. Pertanyaannya ialah bagaimana mungkin umat non Katolik bisa menerima Yesus yang datang ke dunia, mengalami penderitaan, sengsara dan wafat di salib dapat menyelamatkan semua orang? Bagi umat Katolik, unisitas karya keselamatan Yesus bersumber pada persekutuan keallahan, pada hidup dan karya Tritunggal. Pengakuan orang Katolik terhadap unitas dan universalitas keselamatan Yesus merupakan bentuk pengakuan eksplisit. Bagaimana dengan konsep universalitas keselamatan Yesus bagi orang beragama bukan Katolik yang tidak secara eksplisit menyatakan iman akan Dia sebagai Sang penyelamat. Letak universalitas keselamatan Yesus sebagai kebenaran iman Katolik, bahwa kehendak penyelamatan universal Allah yang Satu dan Tritunggal disajikan dan dicapai sekali untuk selamanya dalam misteri inkarnasi, wafat dan kebangkitan Putera Allah. Misteri inkarnasi, wafat dan kebangkitan Yesus serta melalui komunikasi Roh Kudus, orang bukan agama Katolik menerima universalitas keselamatan Yesus.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa Melalui Pembiasaan Refleksi Pranyoto, Yohanes Hendro
Jurnal Masalah Pastoral Vol 4 No 1 (2016): JUMPA (Jurnal Masalah Pastoral)
Publisher : Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60011/jumpa.v4i1.20

Abstract

Penelitian ini berangkat dari keprihatinan penulis bahwa hasil belajar mahasiswa sangat rendah dan kurang memuaskan. Salah satu alternatif solusi peningkatan kualitas pembelajaran ialah melalui metode pembiasaan refleksi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas penerapan pembiasaan refleksi dalam proses pembelajaran mata kuliah metode belajar efektif terhadap peningkatan hasil belajar kognitif pada mahasiswa. Desain penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas (PTK) pada mahasiswa semester I. Pengumpulan data penelitian dengan menggunakan metode tes, observasi dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah: Pertama, implementasi metode pembiasaan refleksi dalam proses perkuliahan berjalan dengan lancar. Antusiasme mahasiswa sangat nampak dalam keterlibatan dan keseriusan mereka dalam menuliskan dan mensharingkan hasil refleksinya. Kedua, pembiasaan refleksi yang diaplikasikan dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar kognitif mahasiswa. Ini dibuktikan dengan peningkatan rata-rata hasil tes baik pada siklus I maupun siklus II. Pada siklus satu, rata-rata hasil tes mahasiswa meningkat dari 6,2 menjadi 7,2, sedangkan pada siklus II meningkat dari 7,3 menjadi 8,0. Peningkatan nilai rata-rata kelas ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kualitas proses pembelajaran yang berdampak pada meningkatnya hasil belajar siswa.
Ensiklik Laudato Si’: Perawatan Rumah Kita Bersama – Rumah Kita Ada Di Alam Ini Meran, Markus
Jurnal Masalah Pastoral Vol 4 No 1 (2016): JUMPA (Jurnal Masalah Pastoral)
Publisher : Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60011/jumpa.v4i1.21

Abstract

Tulisan ini diinspirasi oleh ensiklik Laudato Si’ yang diartikan sebagai perawatan rumah kita bersama.2 Merawat rumah alam adalah panggilan asali manusia sejak manusia diciptakan. Pemahaman ini mempengaruhi perilaku hidup manusia dalam memperlakukan alam sebagai rumah. Pemahaman dari ensiklik ini memberikan semangat dalam diri setiap pribadi manusia kristiani untuk memiliki kecintaan dan ketertarikan terhadap alam. Alam telah memberikan banyak kehidupan kepada manusia maka manusia sebagai makhluk berbudi patut mengarahkan niat dalam dirinya untuk menghargai alam ciptaan dan dekat dengannya. Rasa cinta akan alam mengubah cara hidup Fransiskus Assisi dengan bertobat dan berdamai dengan alam. Ia adalah santo yang sebagian besar hidupnya berada dalam harmoni dengan alam, maka tidaklah mengherankan jika kemudian Paus Yohanes II mengangkat St. Fransiskus sebagai pelindung ekologi. Semangatnya turut menginspirasi tulisan ini.
Pengaruh Kegiatan Doa Bersama Terhadap Kepribadian Rohani Anak Berangka, Dedimus
Jurnal Masalah Pastoral Vol 4 No 1 (2016): JUMPA (Jurnal Masalah Pastoral)
Publisher : Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60011/jumpa.v4i1.22

Abstract

Tulisan ini merupakan ringkasan karya ilmiah (skripsi) berjudul Pengaruh Kegiatan Doa Bersama Terhadap Kepribadian Rohani Anak Panti Asuhan Santa Maria Dan Brayat Pinuji Boro, Yogyakarta. Tulisan ini bertujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh kegiatan doa bersama terhadap kepribadian rohani. Kegiatan doa bersama merupakan suatu usaha untuk membangun persaudaraan dan iman yang satu, untuk ikut ambil bagian dalam menanggapi dan mewujudkan rencana Allah di dunia. Sementara kepribadian rohani ialah pola pikir, sifat dan perilaku seorang yang beriman pada Kristus yang mencerminkan usaha untuk mewujudkan Kerajaan Allah. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Populasi penelitian adalah anak Panti Asuhan Santa Maria Dan Brayat Pinuji. Instrumen yang digunakan ialah kuesioner dengan skala sikap diferensial semantic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata (mean) kegiatan doa bersama yakni 185,58 tergolong baik dan rata-rata (mean) kepribadian rohani yakni 226,00 tergolong cukup baik. Dari hasil uji regresi linier sederhana diperoleh hasil sebesar 35,3% yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif variabel doa bersama (X) terhadap kepribadian rohani (Y). Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan perlu ditingkatkan kegiatan doa bersama dan memfasilitasi semangat anak dalam mengikuti doa bersama.

Page 2 of 17 | Total Record : 170