cover
Contact Name
Mukhamad Faeshol Umam
Contact Email
mukhamad.umam@esdm.go.id
Phone
+62817327432
Journal Mail Official
mukhamad.umam@esdm.go.id
Editorial Address
Jl Sorogo No.1 Cepu, Blora, Jawa Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Nasional Pengelolaan Energi MigasZoom
ISSN : 26851342     EISSN : 26851350     DOI : 10.37525/ath
Jurnal nasional pengelolaan energi MigasZoom mempunyai visi untuk menjadi media komunikasi ilmiah antar instansi di kementerian ESDM, perguruan tinggi, pengajar, peneliti dan stakeholder untuk mewujudkan masyarakat yang memiliki wawasan berpikir dan pengetahuan tentang pengelolaan energi pada umumnya dan minyak dan gas bumi pada khususnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 89 Documents
A Performance Analysis Gas Pipeline Open Access in East Java Region: TECHNICAL ANALYSIS OF OPEN ACCESS GAS TRANSMISSION PIPELINE PERFORMANCE IN REGION IV EAST JAVA AREA Syukur, Mohammad Hasan
Jurnal Nasional Pengelolaan Energi MigasZoom Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Nasional Pengelolaan Energi MigasZoom
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37525/mz/2023-2/478

Abstract

Gas Bumi hingga saat ini menempati menempati urutan ketiga konsumsi dari energi primer setelah minyak bumi dan batubara. Ruas Pipa Open Access adalah Ruas transmisi atau wilayah jaringan distribusi gas bumi yang ditetapkan dengan mempertimbangkan sumber gas berdasarkan rencana pembangunan pemerintah dan atau usulan BPH Migas dan atau usulan badan usaha dalam kerangka kegiatan usaha pengangkutan gas bumi yang pembangunan dan pengoperasiannya dilaksanakan badan usaha melalui mekanisme lelang oleh BPH Migas. Metodologi penelitian ini menggunakan metode analisa deskriptif -  kuantitatif, menggunakan persamaan Panhandle A, Panhandle B dan Weymouth. Data yang dikumpulkan adalah data Panjang pipa, diameter pipa, ruas pipa, sifat karakteristik gas, selain itu diperlukan data kondisi pemasok dan data kondisi penerima. Tujuan Penelitian adalah melakukan  analisa teknis kinerja  (performance) dengan menggunakan software PipelineStudio, dengan berbagai persamaan di atas untuk menentukan penurunan tekanan dari ruas pipa transmisi dan kapasitas dari pipa transmisi. Dari hasil penelitian diperoleh data sebagai berikut : Terjadi penurunan tekanan pada ruas pipa open access di Jawa Timur, dalam berbagai persamaan gas Panhandle A, Panhandle B dan Weymouth. Penurunan Tekanan terbesar apabila digunakan Persamaan Weymouth. Masih ada ruang kapasitas pipa dalam pipa Open Access di jawa timur sehingga memungkinkan untuk meningkatkan flowrate dari shipper yang ada atau dimungkinkan dengan menambah jumlah shipper, sampai laju alir 555 MMSCFD masih bisa untuk ruas pipa open access Jawa Timur.
The PERFORMANCE ANALYSIS KAPASITAS ALIR PIPA TRANSMISI GAS BUMI OPEN ACESS, STUDI KASUS PIPA TRANSMISI GAS BUMI RUAS X-Y: PERFORMANCE ANALYSIS KAPASITAS ALIR PIPA TRANSMISI GAS BUMI OPEN ACESS, STUDI KASUS PIPA TRANSMISI GAS BUMI RUAS X-Y Risdiyanta, Risdiyanta
Jurnal Nasional Pengelolaan Energi MigasZoom Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Nasional Pengelolaan Energi MigasZoom
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37525/mz/2023-2/479

Abstract

Peran Gas bumi dalam transisi energi rendah karbon sebelum menuju Net Zero Emission (NZE) sangatlah penting karena bisa menjembatani perubahan energi fosil (Minyak bumi dan batubara) ke energi terbarukan. Pada bauran energi nasional tahun 2022 gas bumi sebagai bahan bakar  menempati porsi konsumsi terbesar ketiga konsumsi setelah minyak bumi dan batubara. Untuk pemanfaatan gas bumi maka pemerintah terus berupaya membangun infrastruktur gas bumi seperti pipa Transmisi, pipa distribusi dan jaringan gas. Pipa transmisi adalah sarana transportasi  untuk mengangkut Gas Bumi produsen gas ke pipa distribusi menuju konsumen. Sedangkan pipa Open Access adalah pipa transmisi yang menurut peraturan pemerintah c.q BPH Migas adalah pipa transporter yang bisa dimanfaatkan bersama antar produsen gas atau jaringan distribusi yang ditetapkan dengan mempertimbangkan sumber gas berdasarkan rencana pembangunan pemerintah dan atau usulan BPH Migas dan atau usulan badan melalui mekanisme lelang oleh BPH Migas. Penelitian ini menggunakan metode analisa deskriptif -  kuantitatif, menggunakan persamaan Panhandle A, dengan EOS Peng Robinson (PR), dengan parameter pipeline gas alam sepanjang 200 km, tekanan input pada pipeline sebesar 900-1065  Psia, flowrate sebesar 100  MMSCFD, dari hasil Analisa didapakan bahwa semua rumus empiris dan simulasi dapat digunakan untuk memprediksi nilai kapasitas alir maksimal dengan baik pada segmen pipa sangat panjang dengan menggunakan software Pipeline Studio.
STUDI SIMULASI PENGURANGAN KONSENTRASI CO2 DI GAS ALAM SEBAGAI UMPAN CNG PLANT: SIMULATION STUDY OF CO2 CONCENTRATION REDUCTION IN NATURAL GAS AS CNG PLANT FEED Novandy, Arluky
Jurnal Nasional Pengelolaan Energi MigasZoom Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Nasional Pengelolaan Energi MigasZoom
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37525/mz/2023-2/480

Abstract

Telah dilakukan studi simulasi pengurangan konsentrasi CO2 di gas alam sebagai umpan CNG plant di PT. TIP. Simulasi dilaksanakan menggunakan simulator HYSYS V12.1 metode absorpsi dengan pelarut methyl diethanolamine (MDEA). Skenario yang digunakan dalam simulasi adalah kolom absorpsi 10 tray, pelarut MDEA 65% wt dengan laju alir ke dalam kolom absorber 110 kg/jam, dan gas alam dengan laju alir 1 MMSCFD tekanan 198 psia pada temperatur 89,6 °F. Hasil simulasi menunjukkan bahwa absorpsi dengan pelarut MDEA dapat menurunkan 11,4% mol CO2 dalam gas alam PT TIP. Pengurangan gas CO2 yang sebesar 11,4% mol cukup untuk memenuhi spesifikasi gas pipa (maksimum 3 – 4% mol).
Perawatan Pompa Feed Sentrifugal Multi Stage di Unit Boiler: MAINTENANCE OF MULTI STAGE CENTRIFUGAL FEED PUMPS IN THE BOILER UNIT Adi Nugroho, Galih
Jurnal Nasional Pengelolaan Energi MigasZoom Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Nasional Pengelolaan Energi MigasZoom
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37525/mz/2023-2/486

Abstract

Pompa feed sentrifugal multi stage merupakan salah satu komponen penting dalam sistem unit boiler yang berfungsi untuk mengalirkan air umpan (feed water) ke dalam boiler untuk proses pembentukan uap. Kinerja pompa feed yang optimal sangat krusial dalam menjaga efisiensi dan kehandalan operasi unit boiler. Oleh karena itu, penanganan perawatan yang baik sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya gangguan dan kerusakan yang dapat menyebabkan downtime dan biaya pemeliharaan yang tinggi. Salah satu metode perawatan yang dianjurkan adalah dengan metode ISMO. Metode ini menghitung nilai kerumitan pompa berdasarkan parameter tertentu. Kemudian nilai tersebut baru dikonversi ke tahapan perencanaan perawatan apa saja yang perlu dilakukan beserta jangka waktunya.  Dengan menerapkan metode dan praktik perawatan yang tepat, diharapkan kinerja pompa feed sentrifugal multi stage di unit boiler dapat tetap optimal, mengurangi risiko kegagalan dan downtime, serta meningkatkan efisiensi dan kehandalan operasi keseluruhan unit boiler. Untuk pompa feed sentrifugal multi stage PPSDM Migas diperoleh rencana perawatan sebanyak 17 kali dalam waktu 3 tahun sesuai dengan siklus perawatan ISMO serta pada tahun ke 3 yaitu pada siklus ke 18 akan dilakukan overhaul pompa sentrifugal.
Penurunan Titik Tuang pada Low Sulfur Cepu Residue (LSCR) Menggunakan Metode Penambahan Zat Aditif Putri, Azalia Shafara; Cahyani, Septia Kartika; Amalia, Lailyta Shafira
Jurnal Nasional Pengelolaan Energi MigasZoom Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Nasional Pengelolaan Energi MigasZoom
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37525/mz/2024-1/499

Abstract

Low Sulfur Cepu Residue (LSCR) merupakan produk akhir dari proses destilasi crude oil berkadar sulfur rendah dari kilang minyak PPSDM Migas Cepu. LSCR tergolong ke dalam minyak berat yang mudah membeku pada suhu ruang karena memiliki titik tuang tinggi, sehingga suhu residu perlu dijaga agar tetap tinggi untuk menghindari terjadinya wax deposition. Penelitian ini bertujuan untuk menguji zat aditif yang digunakan dalam proses penurunan titik tuang LSCR. Material yang digunakan adalah serbuk getah pinus dan serbuk EVA. Pelarut yang digunakan untuk melarutkan serbuk getah pinus adalah pertasol dan heksadekana, sedangkan serbuk EVA dilarutkan dengan xilena dan toluena. Metode yang digunakan untuk menurunkan titik tuang LSCR adalah penambahan zat aditif pour point depressant dan titik tuang diukur dengan metode standar ASTM D97. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan zat aditif campuran getah pinus dan pertasol sebanyak  5% terhadap LSCR dapat menurunkan pour point hingga 47,5 ºC. Penelitian ini dilakukan dalam skala laboratorium, sehingga belum dapat dipastikan besar pengaruhnya dalam skala pabrik.
Penilaian Perpanjangan Umur Sisa Layan (Residual Life Assessment) Peralatan Di Industri Minyak Dan Gas Bumi (Studi Kasus Peralatan Bejana Tekan Filter/Water Separator PT. XYZ): ASSESSMENT OF RESIDUAL LIFE ASSESSMENT OF EQUIPMENT IN THE OIL AND NATURAL GAS INDUSTRY (CASE STUDY OF FILTER/WATER SEPARATOR PRESSURE VESSEL EQUIPMENT PT. XYZ) Kholis, Ikhsan
Jurnal Nasional Pengelolaan Energi MigasZoom Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Nasional Pengelolaan Energi MigasZoom
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37525/mz/2023-2/512

Abstract

Dalam kondisi tertentu dimana suatu instalasi atau peralatan diharapkan dapat tetap dioperasikan walaupun telah melewati umur layan desainnya. BU/BUT dapat tetap menggunakan Instalasi dan/atau peralatan yang telah melewati batas umur layan desain (design life) tersebut setelah sebelumnya terlebih dahulu melakukan penilaian perpanjangan sisa umur layan (residual life assessment) dengan memperhatikan kaidah keteknikan yang baik sesuai standar acuan. Hasil penilaian yang menyatakan instalasi atau peralatan yang dapat diperpanjang umur layannya dimana penilaian perpanjangan sisa umur layan tersebut sesuai dengan hasil analisis dengan mengutamakan faktor keselamatan. Dalam menyajikan penjelasan bagaimana tata cara pelaksanaan residual life assement pada pembahasan ini, metode yang digunakan diawali dengan studi lteratur dari hasil-hasil penelitian sebelumnya, kemudian dianalisa secara deskripsi dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari peraturan, laporan pemerintah, laporan BU/BUT, Handbook dan sumber di internet. Dari hasil evaluasi dokumen, data lapangan, mekanisme kerusakan dan umur peralatan dapat disusun rencana inspeksi dan interval inspeksi serta remaining life dari peralatan. Dari hasil analisa dapat disimpulkan bahwa bejana tekan masih dapat diperpanjang umur layannya sampai 20 tahun dengan tekanan desain tidak diturunkan tetap 150 psig.
Analisis Serapan Kebisingan Dengan Pemasangan Rock Wool: ANALYSIS OF NOISE ABSORPTION WITH ROCK WOOL INSTALLATION Suhardi, R
Jurnal Nasional Pengelolaan Energi MigasZoom Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Nasional Pengelolaan Energi MigasZoom
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37525/mz/2023-2/517

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui berapa besar kemungkinan nilai koefisien serapan Rock Wool pada frekwensi 500 Hz, 1000 Hz, 2000 Hz dan 4000 Hz, mengetahui penurunan intensitas kebisingan yang dihasilkan oleh Rock Wool pada frekwensi  500 Hz, 1000 Hz, 2000 Hz dan 4000 Hz dan mengetahui seberapa besar penurunan intensitas kebisingan yang dihasilkan oleh Rock Wool pada sumber suara Portable Fire Pump yang mempunyai suara dengan gabungan berbagai frekwensi.       Jenis penelitian adalah Eksperimental, dimana penelitian ini dilakukan dengan pemasangan Rock Wool  pada suatu ruangan, dimana ruangan  yang  digunakan bisa dibuat untuk tempat  yang lain. Metode pengambilan data diperoleh dengan pengambilan data primer yaitu dengan melakukan pengukuran intensitas kebisingan di ruang penelitian yang dilengkapi dengan sumber bising mulai dari frekwensi 500 Hz, 1000 Hz, 2000 Hz dan 4000 Hz serta sebuah Portable Fire Pump dengan multi frekwensi.       Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa koefisien serapan RockWool yang mempunyai ketebalan 5 cm adalah 0,8 untuk frekwensi suara 500 Hz, 0,96 untuk frekwensi 1000 Hz, 0,98 untuk frekwensi 2000 Hz dan 0,82 untuk frekwensi 4000 Hz. Sedangkan penurunan intensitas kebisingan yang dihasilkan dengan pelapisan RockWool (tebal 5 cm) terhadap 37,97% dari luas permukaan ruangan yang luasnya 72 m2 adalah 10,16 dBA untuk frekwensi 500 Hz, 10,75 dBA untuk frekwensi 1000 Hz, 10,5 dBA untuk frekwensi 2000 Hz dan 9,58 dBA untuk frekwensi 4000 Hz serta 9,25 dBA untuk suara yang mempunyai campuran berbagai macam frekwensi yang dalam penelitian ini digunakan suatu Portable Fire Pump sebagai sumber suaranya.       Dengan demikian dapat dikatakan bahwa bahan peredam Rock Wool merupakan bahan peredam yang efektif dalam usaha pengendalian kebisingan, karena mempunyai koefisien serapan yang besarnya mendekati 1 serta dalam pemasangannya cukup mudah.
A Analisis Termodinamika Pemanfaatan Fluida Brine Panas Bumi Menggunakan Siklus Rankine Organik 125 kW: THE ANALYSIS OF THERMODYNAMICS GEOTHERMAL BRINE FLUID USING ORGANIC RANKINE CYCLE 125 KW Fahlevi, Oktasio
Jurnal Nasional Pengelolaan Energi MigasZoom Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Nasional Pengelolaan Energi MigasZoom
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37525/mz/2023-2/544

Abstract

Salah satu output dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi yang karakteristik reservoirnya dominasi cair adalah fluida brine yang akan diinjeksi lagi menuju reservoir. Namun temperature fluida brine masih cukup tinggi dan dapat digunakan sebagai sumber panas pada sistem SRO / siklus rankine organik. Disamping itu, fluida brine mempunyai kandungan silika yang dapat mempengaruhi proses scaling sehingga penurunan temperature fluida brine haruslah dijaga agara tidak terjadi proses scaling. GE Clean Cycle 125 kW merupakan teknologi yang dapat digunakan untuk pemanfaatan waste heat recovery fluida brine. Pada fluida brine, temperature masuk evaporator pada sistem siklus rankine organic sebesar 150°C dengan laju massa alir 63 kg/s, akan keluar melalui pre heater sebesar146,39°C. Sedangkan Fluida kerja R-245fa mempunyai laju massa alir sebesar 4,3 kg/s bekerja secara sistem tertutup. Potensi energi termal yang dapat diberikan ke dalam sistem SRO sebesar 138,26 kW dengan  temperature reservoir 250°C dan net efisiensi sistem SRO GE Clean cycle 125 kW dapat menghasilkan 11,65%.
English: INDIKATOR KINERJA ENERGI BANGUNAN PELAYANAN KESEHATAN: STUDI KASUS RUMAH SAKIT KECIL DI INDONESIA Simarmata, Todo H
Jurnal Nasional Pengelolaan Energi MigasZoom Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Nasional Pengelolaan Energi MigasZoom
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37525/mz/2023-2/546

Abstract

Energy is needed to guarantee the reliable and safe operation of healthcare buildings. The hospitals and other healthcare building energy performance have been investigated using several sets of energy performance indicators (EnPIs) formulation in several contexts. Often, those EnPIs are meaningless compared to other healthcare buildings, or they are restricted in their ability to guide energy investment planning or operation. This study examined four approaches—kWh/sqm/year, kWh/bed-day, kWh/overnight inpatient, and kWh/sum of inpatient and outpatient—for calculating EnPIs of a small-sized government hospital. The analysis focused on methods for defining EnPIs in the healthcare industry. With a value of 4.62 kWh/patient, it was found that the kWh/sum of in and outpatient was the optimal EnPI model.
Analisis Kesesuaian Tata Cahaya Lampu Light Emitting Diode (LED) Di Ruang Kelas PPSDM KEBTKE Berdasarkan Standar SNI-6197-2020: ANALYSIS OF THE SUITABILITY OF LIGHT EMITTING DIODE (LED) LAMPS IN PPSDM KEBTKE CLASSROOMS BASED ON THE SNI-6197-2020 STANDARD Indarto, Arief
Jurnal Nasional Pengelolaan Energi MigasZoom Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Nasional Pengelolaan Energi MigasZoom
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37525/mz/2023-2/547

Abstract

Lampu LED telah digunakan di ruang kelas PPSDM KEBTKE yang bertujuan untuk penghematan energi dengan penggunaan daya (watt) yang rendah dan kenyamanan belajar di ruang kelas dengan intensitas cahaya lampu yang memenuhi persyaratan. Metodologi penelitian yang digunakan adalah dengan membandingkan kesesuaian temperature warna lampu, indeks renderensi warna dan hasil pengukuran intensitas cahaya serta  perhitungan intensitas daya penerangan terhadap luas ruangan dan efikasi lampu dengan Standar SNI-6197-2020. Tata cahaya ruang ruang kelas telah di standarisasi sesuai SNI-6197-2011 konservasi-energi-sistem-pencahayaan sebagaimana telah di revisi menjadi SNI-6197-2020 konservasi-energi-sistem-pencahayaan. Beberapa parameter standar yang mengatur Ruang Kelas adalah tingkat pencahayaan (iluminans) ruang belajar sebesar 350 lux, intensitas daya penerangan sebesar 11,95 watt/m2, efikasi lampu LED 100–120 lumen/watt serta temperatur warna lampu warna putih netral (warm white) < 3300 s.d. > 5500Kelvin dan indeks renderasi warna minimal 80. Paper ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian tata cahaya Lampu LED di ruang kelas PPSDM KEBTKE dengan SNI-6197-2020 tentang konservasi-energi-sistem-pencahayaan. Hasil analisis menunjukkan tingkat pencahayaan (iluminans) ruang kelas rata rata sebesar 382 lux diatas standar 350 lux, intensitas daya lampu sebesar sebesar 2,7 watt/ m2 yang menunjukan penggunaan daya listrik per m2 sebesar 2,7 watt masih dibawah standar maksimal densitas daya lampu Ruang kelas 11,95 watt/m2   , nilai efikasi lampu sebesar 111 lumen/watt sesuai dengan standar efikasi lampu LED 100–120 lumen/watt, temperatur warna lampu LED 4000 Kelvin sesuai tampak warna putih netral (warm white ) < 3300 s.d. > 5500 Kelvin, memiliki Renderasi warna (????????) antara 70 s.d. 95 sesuai standar indeks renderasi warna minimal 80.