cover
Contact Name
Mukhamad Faeshol Umam
Contact Email
mukhamad.umam@esdm.go.id
Phone
+62817327432
Journal Mail Official
mukhamad.umam@esdm.go.id
Editorial Address
Jl Sorogo No.1 Cepu, Blora, Jawa Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Nasional Pengelolaan Energi MigasZoom
ISSN : 26851342     EISSN : 26851350     DOI : 10.37525/ath
Jurnal nasional pengelolaan energi MigasZoom mempunyai visi untuk menjadi media komunikasi ilmiah antar instansi di kementerian ESDM, perguruan tinggi, pengajar, peneliti dan stakeholder untuk mewujudkan masyarakat yang memiliki wawasan berpikir dan pengetahuan tentang pengelolaan energi pada umumnya dan minyak dan gas bumi pada khususnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 89 Documents
Kajian Implementasi Pengawasan Subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia: Perspektif Teori Daniel A. Mazmanian dan Paul A. Sabatier Riza Dian Triwibowo; Pramono, Sidik
Jurnal Nasional Pengelolaan Energi MigasZoom Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Nasional Pengelolaan Energi MigasZoom
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37525/mz/2025-1/1090

Abstract

Implementasi pengawasan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia, merupakan isu penting dalam kebijakan nasional. Penelitian ini mengidentifikasi berbagai permasalahan yang dihadapi dalam penyaluran subsidi BBM, termasuk efektivitas distribusi, ketepatan sasaran, dan potensi penyalahgunaan. Alokasi anggaran subsidi BBM yang mencapai Rp 502,4 triliun pada tahun 2022, tantangan utama yang dihadapi adalah lemahnya sistem pengawasan. Penyebab subsidi tidak tepat sasaran dan lebih banyak dinikmati oleh kelompok masyarakat yang mampu, tampak dari aspek distribusi fisik maupun administrasi data. Tujuan utama penelitian ini untuk menganalisis implementasi kebijakan dan efektivitas pengawasan subsidi BBM di Indonesia berdasarkan persekptif teori Daniel A. Mazmanian dan Paul A. Sabatier. Metode kualitatif yang digunakan dalam kajian ini dengan pengumpulan dan analisis data melalui studi literatur dan sumber data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia.  Kajian berkaitan dengan Ability of the Statute to Structure Implementation,  Tractability of the Problem (Kemudahan Pengelolaan Masalah), Non-Statutory Variables Affecting Implementation (Variabel Non-Statutori yang Mempengaruhi Implementasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ada upaya untuk meningkatkan distribusi dan ketepatan target melalui regulasi dan pemanfaatan teknologi informasi, seperti pengembangan Aplikasi XStar untuk memfasilitasi proses administrasi, masih terdapat celah yang signifikan dalam pengawasan yang perlu diatasi. Dengan demikan untuk mencapai tujuan kebijakan subsidi BBM yang efektif, diperlukan penguatan sistem pengawasan dan peningkatan transparansi dalam proses distribusi. Hal ini penting untuk memastikan bahwa subsidi benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan, serta untuk mengurangi beban fiskal negara yang diakibatkan oleh subsidi yang tidak tepat sasaran.
Analisis Perbandingan Kuat Tekan Mortar Menggunakan Agregat Halus Padas Giling Weleri Dengan Pasir Muntilan Annas Firman; Tisnawati, Tisnawati; Kumalasari, Dwi; Malik A, M. Abdul; Zulfan, M. Dwi; Hariyanto, Hariyanto
Jurnal Nasional Pengelolaan Energi MigasZoom Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Nasional Pengelolaan Energi MigasZoom
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37525/mz/2025-2/1004

Abstract

Mortar adalah bahan perekat yang digunakan dalam konstruksi untuk menghubungkan dan mengikat bahan bangunan seperti batu bata, batu, blok beton, atau bahan lainnya menjadi satu kesatuan yang kokoh. Di kawasan Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal Provinsi Jawa Tengah adalah  salah satu penghasil padas giling dengan kualitas cukup baik. Material ini berpotensi digunakan sebagai pengganti pasir atau agregat halus dalam campuran mortar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan padas giling sebagai substitusi agregat halus dalam campuran mortar, sehingga dapat menjadi inovasi alternatif pada masa mendatang. Metode dalam penelitian ini adalah eksperimental dimana data diperoleh melalui serangkaian pengujian. Benda uji yang dibuat adalah mortar kubus berukuran 5 x 5 x 5 cm dengan perbandingan campuran 1S : 4PG; 1S: 3PG: 1PS; 1S : 2PG : 2PS; 1S: 1PG : 3PS dan 1 S: 4 PS. Benda uji tersebut di uji pada umur perawatan 14 dan 28 hari dengan FAS (Faktor Air Semen) sebesar 0,5 mengacu pada SNI 6882:2014 tentang mortar pada pasangan dinding. Hasil pengujian menunjukkan bahwa mortar dengan material pasir padas giling weleri cenderung berada dibawah material pasir muntilan. Dengan campuran pasir padas giling weleri dengan perbandingan 1S : 4PG mengalami kenaikan yang cukup signifikan yaitu nilai uji tekan pada umur 14 hari sebesar  136,82 Kg/cm² sedangkan umur 28 hari sebesar 203,2 Kg/cm² dengan prosentasi kenaikan 48,51 %.
Pemurnian Pelarut MDEA dari Hydrocarbon Terikut Menggunakan Portable Carbon Active Filter pada Unit Acid Gas Removal Unit Adhim, Muhammad Dwi Khoirun; Nirmala, Gerry Sasanti
Jurnal Nasional Pengelolaan Energi MigasZoom Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Nasional Pengelolaan Energi MigasZoom
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37525/mz/2025-2/1104

Abstract

Sour gas merupakan kontaminan gas alam yang mengandung Karbon Dioksida (CO2), Hidrogen Sulfida (H2S), dan merkaptan. Blok Gundih terdiri dari struktur Kedunglusi, Kedungtuban, dan Randublatung terletak di antara cekungan di Jawa Timur Utara. Blok ini memiliki 7 sumur produksi gas dengan pengotor CO2 sebesar 20.000 ppm dan H2S sebesar 5000 ppm. Acid Gas Removal Unit (AGRU) difungsikan untuk menghilangkan pengotor-pengotor ini dan mengolah sour gas menjadi sweet gas. AGRU bekerja berdasarkan prinsip penyerapan, menggunakan pelarut Methyl Diethanol Amine (MDEA) untuk menyerap gas-gas yang tidak diinginkan. Pada proses yang berkesinambungan, pelarut MDEA akan memiliki kandungan hidrokarbon yang besar sehingga menyebabkan terbentuknya busa pada Absorber Column. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan suatu metode untuk menghilangkan kandungan hidrokarbon pada pelarut MDEA menggunakan rangkaian filtrasi dengan kandungan utama karbon aktif. Hidrokarbon merupakan senyawa organik yang dapat diserap oleh karbon aktif. Pada paper ini dilakukan evaluasi terhadap desain Portable Carbon Active Filter pada Absorber Column dan High Pressure Flush Drum pada unit AGRU. Hasil analisis menunjukkan bahwa desain tersebut sangat efektif, terbukti dari penurunan volume busa dari 50 mL menjadi 2 mL dan Total Suspended Solid (TSS) menurun drastis dari 210 mg/L menjadi 13 mg/L, hal ini mengindikasikan adanya penurunan partikel mikroskopis penyebab titik nukleasi busa.
Kaji Eksperimental Penambahan Minyak Cengkih Sebagai Zat Aditif Pada Bahan Bakar Pertamax Terhadap Performa Motor Empat Langkah Dwi, Alvino Dwi Cahyana
Jurnal Nasional Pengelolaan Energi MigasZoom Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Nasional Pengelolaan Energi MigasZoom
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37525/mz/2025-2/1107

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan minyak cengkih sebagai zat aditif pada bahan bakar RON 92 terhadap performa motor empat langkah. Dalam eksperimen ini, minyak cengkih dicampurkan ke bahan bakar RON 92 dengan variasi komposisi 0%, 25%, 30%, dan 35%, kemudian diuji pada putaran mesin 1500, 3000, 4500, dan 6000 rpm menggunakan alat Dynotest V3 untuk mengukur daya, torsi, dan konsumsi bahan bakar. Selain itu, emisi gas buang seperti CO, HC, CO2, dan O2 juga dianalisis menggunakan Gas Analyzer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan minyak cengkih dapat meningkatkan daya mesin dan mengurangi konsumsi bahan bakar pada konsentrasi tertentu, meskipun terdapat sedikit peningkatan emisi gas buang. Emisi CO dan HC terendah pada putaran 1500 rpm diperoleh pada campuran 25%, yakni 3,75% dan 133 ppm. Daya maksimum tercatat pada rpm 4500 dengan nilai 16,70 HP pada campuran 20%, kemudian sedikit menurun menjadi 16,10 HP pada rpm 6000. Torsi tertinggi pada rpm 1500 adalah 24,36 Nm pada campuran 5%, sedangkan pada rpm 6000 torsi maksimum mencapai 8,11 Nm. Efisiensi mesin juga menunjukkan peningkatan positif pada konsentrasi minyak cengkih yang optimal.
RANCANG BANGUN SiSTEM BATCH CONTROL AIR PENGUMPAN PADA PRODUKSI BROWN GAS BERBASIS ELEKTROLISIS ALKALI Novan Akhiriyanto; Ibrahim, Ahmad Rasyid; Adi, Wasis Waskito; Dewi, Astrie Kusuma
Jurnal Nasional Pengelolaan Energi MigasZoom Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Nasional Pengelolaan Energi MigasZoom
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37525/mz/2025-2/1171

Abstract

Elektrolisis air merupakan proses terjadinya penguraian air menjadi gas hidrogen dengan dialiri arus listrik searah melalui elektroda katoda dan anoda yang tercelup ke dalam larutan elektrolit. Penelitian ini untuk merancang prototype batch control system pada produksi hidrogen menggunakan metode elektrolisis. Sistem dikembangkan dengan sistem otomatis untuk meningkatkan efisiensi pada produksi hidrogen, khususnya brown gas atau gas HHO, karena proses elektrolisis alkali yang belum terpisah antara gas hidrogen dan gas oksigen. Proses elektrolisis ini menggunakan larutan elektrolit Kalium Hidroksida (KOH) dengan pengaturan arus dan tegangan yang bervariatif. Terdapat komponen utama yang digunakan yaitu tabung electrolyzer, pompa DC, solenoid valve DC, level switch, mikrokontroler ESP32, sensor Electrical Conductivity (EC), dan sensor MQ-8. Untuk melakukan pengujian diperlukan database InfluxDB dan antarmuka Grafana yang mempermudah interaksi antara alat dengan manusia. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa batch control system mampu beroperasi stabil, dengan keluaran hidrogen yang lebih tinggi pada kondisi tegangan suplai 6V dengan arus 8A. Namun, karena pengujian masih terbatas pada 2 kondisi ujicoba, maka kondisi terbaik hanya berlaku pada rentang percobaan yang telah dilakukan, sehingga penelitian lanjutan diperlukan untuk menetapkan parameter operasi yang benar-benar optimal.
Peningkatan Mutu Sifat Alir pada Temperatur Rendah Minyak Residu dengan Penambahan Pour Point Depressant Yoeswono , Yoeswono; Jati, A. P.; Rohmadi, Rohmadi; Puspaningrum, Desy Kurnia
Jurnal Nasional Pengelolaan Energi MigasZoom Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Nasional Pengelolaan Energi MigasZoom
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37525/mz/2025-2/1193

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan pour point depressant (PPD) terhadap penurunan titik tuang dan viskositas minyak residu (Residu X) pada temperatur rendah. PPD berfungsi sebagai aditif yang dapat mengubah morfologi kristal lilin dalam minyak sehingga memperbaiki sifat alirannya. Penelitian dilakukan dengan mencampurkan PPD jenis A, B, dan C ke dalam Residu X dengan variasi konsentrasi 2%, 4%, dan 6% berat. Karakterisasi dilakukan menggunakan GC-MS dan FTIR untuk mengetahui komposisi dan gugus fungsi. Uji sifat fisik meliputi pengukuran densitas awal, titik tuang, dan viskositas kinematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua PPD yang diuji memiliki aktivitas dalam menurunkan titik tuang dan viskositas Residu X, dengan PPD B memberikan kinerja terbaik. PPD B mampu menurunkan titik tuang hingga 18 °C pada konsentrasi 6% berat, sedangkan PPD A dan C hanya menurunkan sebesar 3 °C pada konsentrasi yang sama. Penurunan viskositas tertinggi juga ditunjukkan oleh PPD B sebesar 179,314 mm²/s. Dengan demikian, PPD B dinilai paling efektif dalam meningkatkan sifat alir minyak residu pada temperatur rendah.
Studi Eksperimental Pengaruh Misalignment Poros Kopling Simulator PLTMH Dengan Variasi Daya Pada Sistem Pulley Dan Belt Widiyanto, Totok; Sujono, Sujono; Moch. Bagus Bahtiar; Hilmi Rizky Putra
Jurnal Nasional Pengelolaan Energi MigasZoom Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Nasional Pengelolaan Energi MigasZoom
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37525/mz/2025-2/1584

Abstract

Penelitian ini membahas pengaruh misalignment poros kopling terhadap kinerja sistem transmisi pulley dan belt pada simulator Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dengan variasi jumlah belt. Eksperimen dilakukan menggunakan motor listrik tiga fasa dengan daya 2,2 kW, sistem kopling, transmisi pulley-belt, serta unit turbin air axial flow. Data dikumpulkan melalui pengukuran kelurusan poros dengan dial indikator, analisis getaran menggunakan vibration analyzer, pengukuran temperatur komponen dengan infrared thermography, serta perhitungan torsi berdasarkan daya dan kecepatan putar pada rasio pulley 1:2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi misalignment menghasilkan deviasi kelurusan hingga 0,82 mm dengan soft foot mencapai 0,65 mm, sedangkan setelah alignment deviasi turun menjadi ≤0,143 mm. Pada kondisi misalignment amplitudo getaran meningkat signifikan terutama pada arah radial dengan nilai maksimum 43,54 mm/s, serta temperatur bearing mencapai 62,8 °C, sedangkan setelah alignment nilai getaran dan temperatur menurun walau belum memenuhi standar ISO 10816/20816-3. Perhitungan torsi efektif yang ditransmisikan pada kondisi alignment berkisar antara 26,89–27,47 N.m (efisiensi belt 96–98%), sedangkan pada kondisi misalignment turun menjadi 24,65–26,04 N.m (efisiensi belt 88–93%). Hasil ini menegaskan bahwa misalignment tidak hanya meningkatkan getaran dan temperatur, tetapi juga menurunkan torsi yang ditransmisikan, sehingga berdampak pada efisiensi energi dan keandalan sistem.
Desain dan Analisis Turbin Angin sebagai Penggerak Kompresor Aerasi Tambak Udang guna Mendukung Energi Berkelanjutan Kasturi, Kasturi; Sujono, Sujono; Puspaningrum, Desy Kurnia
Jurnal Nasional Pengelolaan Energi MigasZoom Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Nasional Pengelolaan Energi MigasZoom
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37525/mz/2025-2/1587

Abstract

Budidaya udang merupakan salah satu sektor perikanan yang berperan penting dalam ketahanan pangan dan ekonomi pesisir. Namun, sistem aerasi yang umum digunakan masih bergantung pada energi listrik dan bahan bakar fosil, sehingga menimbulkan biaya operasional tinggi dan emisi karbon. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menganalisis kinerja turbin angin vertikal sebagai penggerak kompresor aerasi tambak udang, guna mendukung penerapan energi berkelanjutan. Proses penelitian meliputi tahap perancangan sistem, perakitan, serta pengujian performa turbin pada variasi kecepatan angin antara 2,2–4,3 m/s. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa untuk daya desain 4000 W dengan kecepatan angin maksimum 4,3 m/s, diperoleh luas sudu sebesar 81,8 m² dan diameter rotor 1 m. Pengujian menunjukkan peningkatan daya aktual turbin dari 535,7 Watt hingga 4000 Watt seiring dengan kenaikan kecepatan angin, dengan nilai Tip Speed Ratio (TSR) stabil pada kisaran 0,333–0,341. Sistem mampu menghasilkan suplai oksigen sebesar 0,002–0,005 m³/s dengan waktu pemenuhan kebutuhan oksigen di kolam (900 kg) berkisar antara 37–75 jam, bergantung pada kondisi kecepatan angin. Hasil ini menunjukkan bahwa turbin angin vertikal berpotensi besar menggantikan sistem aerasi berbasis listrik, sehingga dapat menurunkan konsumsi energi fosil dan mendukung efisiensi serta keberlanjutan tambak udang.
Energy Baseline for Efficiency Verification in Yarn Industry: A Case Study Simarmata, Todo H.T.; Fajarsari, Aspita Dyah; Ferson, Nico Juni; Kartiko, Hari
Jurnal Nasional Pengelolaan Energi MigasZoom Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Nasional Pengelolaan Energi MigasZoom
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37525/mz/2025-2/1606

Abstract

Energy consumption in the yarn manufacturing industry is significant due to electricity‑intensive processes and auxiliary systems; energy intensity (kWh per kg of yarn) is a key indicator of efficiency and cost. To accurately evaluate savings from efficiency measures, the study developed a multiple linear regression (MLR) baseline model for a large polyester and synthetic yarn plant in West Java Indonesia. The model used historical 2022 data to relate energy use to production output and operational variables, enabling prediction of energy consumptionin the absence of improvements. Statistical analysis showed the regression was significant. The plant’s energy intensity averaged ~3.4–4.1 kWh/kg, which is moderate compared with European benchmarks. Using the model as an energy performance indicator (EnPI), the 2023 monitoring year data were compared to baseline predictions to verify savings. The comparison revealed that energy‑saving initiatives—such as improved motors and climate control—reduced actual energy use below the baseline, confirming real efficiency gains while accounting for factors like production level and weather. The case study demonstrates that MLR‑based EnPI baselines provide a robust framework for moni-toring and verifying industrial energy savings and benchmarking performance.