cover
Contact Name
Hamim Jazuli
Contact Email
Hamimjazuli99@gmail.com
Phone
+6285736964063
Journal Mail Official
Hamimjazuli99@gmail.com
Editorial Address
Jl. Selomangleng Nomor 1 Kota Kediri Jawa Timur Kode Pos : 64115
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mediasosian : Jurnal Ilmu Sosial dan Administrasi Negara
Published by Universitas Kadiri
ISSN : 2579342X     EISSN : 26205149     DOI : 10.30737/mediasosian
Core Subject : Social,
JURNAL MEDIASOSIAN (Jurnal Ilmu Sosial dan Administrasi Negara), dengan nomor P-ISSN 2579-342X (cetak) dan E-ISSN 2620-5149 (online) adalah jurnal ilmiah di lingkungan ilmu sosial dan ilmu politik yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Kadiri, meliputi bidang kebijakan publik, layanan publik, bidang sosial kemasyarakatan, budaya dan perubahan sosial serta berbagai fenomena yang terkait atau menjadi dampak dari implementasi politik praktis misalnya kasus-kasus pilkada, pemilu, konflik sosial akibat-akibat dari kebijakan publik atau politik. Mediasosian juga memuat berbagai karya ilmiah dari sudut kajian kearifan lokal. Jurnal Mediasosian memuat karya tulis ilmiah dari berbagai peneliti yang merupakan luaran atau hasil penelitian dari dosen-dosen, mahasiswa hingga para ahli sesuai dengan lingkup ilmiah sebagaimana tersebut diatas.
Articles 181 Documents
PRAKTIK OPEN GOVERNMENT MELALUI PARTISIPASI PUBLIK DI KABUPATEN BOJONEGORO DALAM MEWUJUDKAN TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS (Studi Kasus Dialog Publik Jumat di Kabupaten Bojonegoro) Berlian Tyasotyaningarum
Jurnal Mediasosian : Jurnal Ilmu Sosial dan Administrasi Negara Vol 3, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.203 KB) | DOI: 10.30737/mediasosian.v3i1.436

Abstract

AbstractPublic participation through the Friday Public Dialogue in Bojonegoro district is a form of open government practice in realizing transparency and accountability. Through these public participation development innovations, Bojonegoro district has gained achievements as a pilot project for open government in the world. This research uses qualitative research techniques with descriptive methods. This study aims to identify how open government practices through public participation can achieve transparency and accountability in the Bojonegoro district. The results of the study show that open government through public dialogue can achieve transparency in the form of delivery of information related to the socialization of government programs, finance, and public service delivery. Meanwhile, accountability is realized through public dialogue related to government performance and public services. Public dialogue has a role in realizing transparency and accountability practices in the Bojonegoro district, namely: increasing public trust, establishing community legitimacy, and improving decision-making. Lessons learned from public participation innovation through public dialogue in Bojonegoro district are the importance of direct communication between public officials and the community, the importance of the role of leaders as trainers, and public participation to ensure that the government is always connected to its people. Keywords: open government; public participation; transparency.AbstrakPartisipasi publik melalui Dialog Publik Jumat di kabupaten Bojonegoro merupakan salah satu wujud praktik open government dalam mewujudkan transparansi dan akuntabilitas. Melalui inovasi pembangunan partisipasi publik tersebut, kabupaten Bojonegoro telah mendapatkan prestasi sebagai proyek percontohan open government di dunia. Penelitian ini menggunakan teknik penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana praktik open government melalui partisipasi publik dapat mewujudkan transparansi dan akuntabilitas di kabupaten Bojonegoro. Hasil studi menunjukkan bahwa open government melalui dialog publik dapat mewujudkan transparansi berupa: penyampaian informasi terkait sosialisasi program-program pemerintah, finansial dan penyelenggaraan pelayanan publik. Sedangkan akuntabilitas yang terwujud melalui dialog publik terkait kinerja pemerintah dan pelayanan publik. Dialog publik memiliki peran dalam mewujudkan praktik transparansi dan akuntabilitas di kabupaten Bojonegoro, yaitu : meningkatkan kepercayaan publik, membentuk legitimasi masyarakat serta memperbaiki pengambilan keputusan. Pembelajaran dari inovasi partisipasi publik melalui dialog publik di kabupaten Bojonegoro adalah: pentingnya komunikasi langsung antara pejabat publik dan masyarakat, pentingnya peran pemimpin sebagai pelatih, dan partisipasi publik memastikan bahwa pemerintah selalu terhubung dengan masyarakatnya.Kata Kunci: open government; partisispasi publik; transparansi. 
HUBUNGAN KERJA BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) DENGAN PEMERINTAH DESA GURAH KABUPATEN KEDIRI (Implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Kediri Nomor 9 Pasal 35 Tahun 2006) Fauziah Hanum
Jurnal Mediasosian : Jurnal Ilmu Sosial dan Administrasi Negara Vol 1, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.799 KB) | DOI: 10.30737/mediasosian.v1i1.178

Abstract

Hubungan kerja Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dengan Pemerintah DesaGurah, merupakan Hubungan kemitraan yang meliputi Penyeleggaraan Pemerintahan,Pembangunan dan Kemasyarakatan. Hubungan kemitraan ini diatur dalam pasal 35 PerdaKabupaten Kediri Nomor 9 tahun 2006. Kedua lembaga tersebut memiliki tugasnya masingmasing,namun dalam menjalankan fungsinya terdapat keterkaitan yang erat satu denganlainnya.Tujuan penelitian adalah Mendiskripsikan Hubungan kerja BPD dengan PemerintahDesa serta mendiskripsikan faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambatimplementasi Perda Kabupaten Kediri tentang Hubungan kerja BPD dengan PemerintahDesa Gurah. Dalam mencapai tujuan tersebut digunakan pendekatan kualitatif, sehinggapenelitian ini diharapkan mampu menggali informasi yang lebih luas, mendesain,dan mendalami fenomena yang terjadi di obyek studi. Selain itu penelitian diskriptifkualitatif dapat menjelaskan dan mendiskripsikan kondsi yang sedang terjadi di lapangan.Pengumpulan data dengaan teknik observasi, dokumentasi dan wawancara. Penentuaninforman dengan teknik purposive sampling.Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa : Hubungan kerjaBPD dengan Pemerintah Desa dapat berjalan dengan baik sesuai dengan fungsinya masingmasing,hubungan baik ini tidak hanya terjalin pada hubungan antar lembaga tetapi jugahubungan antar individu, yang memiliki dampak positif terhadap kinerja dua lembagaini. Hasil dari hubungan kemitran dan fungsional dari kedua lembaga tinggi di pedesaantersebut dengan terbentuknya peraturan desa (Perdes) yang aspiratif.
POLA INTERAKSI MASYARAKAT PLURAL AGAMA DI KELURAHAN SEI GOHONG KECAMATAN BUKIT BATU KOTA PALANGKA RAYA PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Josef Dudi
Jurnal Mediasosian : Jurnal Ilmu Sosial dan Administrasi Negara Vol 1, No 2 (2017): September 2017
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.812 KB) | DOI: 10.30737/mediasosian.v1i2.196

Abstract

All social activities occur in relationships and interactions. There are four religions that live side by side and exude amid differences in Sei Gohong, namely Islam, Protestantism, Kaharingan, and Catholicism. The four religions are embraced by people who come from one ethnic Dayak ethnic. The study was analyzed using the theory of social interaction, plurality of religions, conflict theory, social change, social action, symbolic interaction, and social construction. Research using grounded method. The results of this research are: first, there is interaction pattern in the form of cooperation as in dayak customary activity, the accommodation of socialization and economic activities in Sei Gohong, the three patterns of interaction in the form of assimilation, ie, mixed marriages of Sei Gohong residents with Dayak residents or mixed marriages of different religions of Sei Gohon., Fourth, the pattern of interaction in the form of competition and conflict between religious differences. Factors inhibiting the social interactions of plural communities religion in Sei Gohong that is, cultural change, amputation of kademangan institution and mentality betang as institution of plurality begin to retreat. The conclusion of this study that different religions is not a barrier to spontaneous social mechanisms and harmony of life in Sei Gohong.
REFORMASI BIROKRASI DI BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN TULUNGAGUNG Dandut Suyono; Teguh Pramono
Jurnal Mediasosian : Jurnal Ilmu Sosial dan Administrasi Negara Vol 2, No 2 (2018): September 2018
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.159 KB) | DOI: 10.30737/mediasosian.v2i2.212

Abstract

BPS Tulungagung has a reasonably heavy workload, on the other hand, a limited number of human resources so that reform is needed to achieve a common goal. Generally, BPS Reformation aims to build a profile and behavior of professional BPS officials, with high integrity, and fulfilling their duties in providing excellent service on the results of quality statistical data so that data users can access statistical information faster, better, more comfortable, and cheaper. Therefore, this study analyzes the implementation of bureaucratic reform from these aspects by using a qualitative approach through in-depth interviews. In the end, this research shows that the implementation of bureaucratic reform at BPS Tulungagung requires a more effective and efficient control and incentive system.
KELUARGA SEBAGAI BASIS KERUKUNAN UMAT BERAGAMA DI SEI GOHONG, PALANGKA RAYA KALIMANTAN TENGAH Dudi, Josef; Bramantyo, Rizki Yudha
Jurnal Mediasosian : Jurnal Ilmu Sosial dan Administrasi Negara Vol 3, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.432 KB) | DOI: 10.30737/mediasosian.v3i2.607

Abstract

Abstract The process of carrying out worship is a personal matter, as a social being, of course it cannot be separated from social interaction. This condition continues to occur in Sei Gohong, Central Kalimantan. Therefore, the discussion of the personality or social profile of the Sei Gohong community is a meaning framework in guiding a comprehensive analysis. Understanding social profiles is very important in order to give weight to the analysis of the social interactions of the religious plural community in Sei Gohong. Understanding of the social profile begins with the family profile. Because it is reflected in the personality and character of each family member, which ultimately leads to the community. This study uses a qualitative descriptive approach, with purposive techniques as an approach to determine informants, and observation, interview and documentation techniques as data collection techniques. The source data validation test is used to test the correctness of the data. Interactive analysis techniques are used to analyze data. The results showed that the family is the basic social institution that has the most role in determining the patterns of interaction of a community group. The family form in Sei Gohong is generally the nuclear family and is a family that is tied to the family, which has a strong influence on social mechanisms and interaction processes. Therefore, family ties are an important element in overcoming differences, including differences in their religion. There is an epistemic sensitivity in interfaith marriages. Keywords: Family; Bahadat and Pahuni; Plural ReligiousAbstrak Proses menjalankan ibadah merupakan urusan pribadi, sebagai makhluk sosial tentu tidak lepas dari interaksi sosial. Kondisi inilah yang terus terjadi di Sei Gohong Kalimantan Tengah tersebut. Oleh karena itu pembahasan kepribadian atau profil sosial masyarakat Sei Gohong merupakan kerangka makna dalam menuntun analisis yang menyeluruh. Pemahaman profil sosial menjadi sangat penting guna memberikan bobot analisis terhadap interaksi sosial masyarakat plural agama di Sei Gohong. Pemahaman profil sosial tersebut diawali dari profil keluarga. Sebab tercermin kepribadian dan karakter dari setiap penghuni keluarga, yang akhirnya bermuara pada masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan teknik purposive sebagai pendekatan untuk menentukan informan, dan teknik observasi, wawancara serta dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Uji validasi data sumber digunakan untuk menguji kebenaran data. Teknik analisis interaktif digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian adalah keluarga merupakan institusi sosial dasar yang paling berperan dalam mentukan  pola interaksi suatu kelompok masyarakat. Bentuk keluarga di Sei Gohong umumnya keluarga inti dan merupakan keluarga yang terikat dengan keluarga, yang mempunyai pengaruh kuat dalam mekanisme sosial dan proses interaksi. Oleh karena itu, ikatan keluarga menjadi unsur penting dalam mengatasi perbedaan-perbedaan, termasuk perbedaan agama yang mereka anut. Terdapat kepekaan epistemik dalam perkawinan beda agama. Kata Kunci: Keluarga; Bahadat dan Pahuni; Plural Agama
AKUNTABILITAS KEUANGAN DESA (STUDI KASUS DESA NGENTRONG KECAMATAN KARANGAN KABUPATEN NGANJUK) Hanum, Fauziah
Jurnal Mediasosian : Jurnal Ilmu Sosial dan Administrasi Negara Vol 2, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.902 KB) | DOI: 10.30737/mediasosian.v2i1.207

Abstract

This study analyzes the accountability of village funds and the key factors. This study uses a qualitative approach by conducting in-depth interviews with informants at every stage of planning, implementing, administering, reporting, accountability, coaching, and supervision of village financial management. The results of this study indicate that village financial accountability is applied by law number 6 of 2014 with the critical factors of the effectiveness of the village government in managing finances independently but is accompanied by a less than the optimal role of the village consultative body (BPD).
PEMBERDAYAAN PEDAGANG KAKI LIMA DI WILAYAH KOTA PALANGKA RAYA Rohaetin Rohaetin
Jurnal Mediasosian : Jurnal Ilmu Sosial dan Administrasi Negara Vol 3, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.63 KB) | DOI: 10.30737/mediasosian.v3i2.571

Abstract

AbstractA developing city continues to be in tune with growth, population and management, so it also needs to be supported by regulatory growth. The physical growth of the city is in accordance with the plan, but the variations are sometimes escaped from the supervision of the stakeholders. However, all of that can be overcome with various existing regulations. The various variations in the growth of the city, one of the reasons for the migrant problem which has side effects, is the trade aspect, as is done by street vendors. The government faces a dilemma, they want to be prohibited from being legally citizens of the city, and this is to earn a living to survive, on the other hand they must be organized and empowered. A qualitative approach is used to dissect this problem and the researcher is the main instrument. The technique of determining informants is using purposive technique. Observation, interview and documentation are data collection techniques used. After the data has been collected, it is validated by comparing various data and analyzed using interactive analysis techniques. The result of this research is that they trade at night until midnight. In the fasting month they trade until dawn. They are provided with electric lights and are charged a levy every night. Selling outside the designated location is raided by the Civil Service Police Unit. The government arranges and empowers street vendors through various regulations.Keywords: Street Vendors; Arrangement; EmpowermentAbstrakKota terus berkembang seirama dengan pertumbuhan pembangunan, penduduk serta pengelolaannya, sehingga perlu didukung pula dari pertumbuhan regulasi. Pertumbuhan kota secara fisik sesuai dengan rencana, tetapi variasinya terkadang lepas dari pengawasan pemangku kebijakan. Namun demikian semua itu bisa diatasi dengan berbagai regulasi yang ada. Berbagai variasi dari pertumbuhan kota tersebut salah satu sebab masalah migran yang membawa dampak sampingan adalah aspek perdagangan, sebagaimana yang dilakukan oleh pedagang kaki lima. Pemerintah menghadapi dilema, mau dilarang mereka legal sebagai penduduk kota, dan hal tersebut sebagai mencari nafkah untuk bertahan hidup, disisi lain mereka harus ditata dan diberdayakan. Pendekatan kualitatif digunakan untuk membedah permasalahan ini dan peneliti sebagai instrumen utama. Teknik penentuan informan dengan teknik purposive. Observasi, wawancara dan dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang digunakan. Setelah data terkumpul kemudian divalidasi dengan membandingkan berbagai data dan dianalisis dengan teknik analisis interaktif. Hasil penelitian adalah mereka berdagang pada malam hari sampai tengah malam. Pada bulan puasa mereka berdagang sampai waktu sahur. Mereka difasilitasi lampu listrik dan ditarik pajak retribusi setiap malamnya. Berjualan di luar lokasi yang telah ditentukan dirazia oleh Satuan Polisi Pamong Praja. Pemerintah melakukan penataan dan pemberdayaan pedagang kaki lima melalui berbagai regulasi.Kata Kunci: Pedagang Kaki Lima; Penataan; Pemberdayaan
PENGARUH ANTARA PEMBINAAN MOTIVASI DAN PENGAWASAN TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA PEGAWAI, DI SMAN 1 DONGKO KABUPATEN TRENGGALEK Harmoko Harmoko
Jurnal Mediasosian : Jurnal Ilmu Sosial dan Administrasi Negara Vol 1, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.571 KB) | DOI: 10.30737/mediasosian.v1i1.184

Abstract

Pegawai negeri sebagai unsur aparatur negara bertanggung jawab didalam penyelenggaraan pemerintahan maupun pelaksanaan pembangunan dalam rangka mencapai tujuan nasional. Oleh karena itu diperlukan adanya pegawai negeri sipil yang penuh kesetiaan dan ketaatan baik kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara dan Pemerintah serta memiliki mental yang baik, bersih dan berwibawa.Agar dapat mencapai hal terseebut perlu terus dilakukan pembinaan terhadap pegawai negeri sipil. Pembinaan merupakan usaha yang dilakukan oleh seorang pemimpin dengan cara sadar, berencana, teratur dan terarah untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan ketrampilan dengan tindakan-tindakan yang berupa pengarahan, motivasi dan sebagaimana tercantum dalam Undang-undang Dasar 1945 Alinea IV. motivasi dapat berperan sebagai pendorong kemauan dan keinginan untuk bekeria secara ikhlas, senang dan penuh semangat derni untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Kesemuanya ini bertujuan agar semuapegawai dapat mencapai hasil yang semaksimal mungkin. Selanjutnya dalam setiap usaha pengawasan menurut Sarwoto terdiri atas tindakan meneliti adalah segala sesuatu telah ditetapkan berdasarkan instruksi-instruksi yang telah dikeluarkan atau prinsip- prinsip yang telah ditentukan. Menurut Sarwoto tujuan dari pengawasan adalah menemukan atau menunjukkan kelemahan-kelemahan agar dapatdiperbaiki dan mencegah berulangnya kelemahan-kelemahan itu. Setelah dilakukan analisis data dan ternyata terdapat pengaruh Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi terhadap Peningkaian Produkti tas Kerja Pegawai Negeri Sipil diterima.
EFEKTIFITAS PENANGGULANGAN GELANDANGAN DAN PENGEMIS DI KABUPATEN TULUNGAGUNG (Studi di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tulungagung) Sari, Devita Yulia; Bakar, Achmad Ashar
Jurnal Mediasosian : Jurnal Ilmu Sosial dan Administrasi Negara Vol 4, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/mediasosian.v4i1.821

Abstract

Perkotaan dipandang lebih menjanjikan untuk mencari pekerjaan sehingga bisa merubah nasib mereka. Namun hal ini tidak diimbangi dengan kemampuan sumberdaya manusia, sehingga yang terjadi justru sebaliknya. Kaum urban tersebut kesulitan memperoleh pekerjaan, kesulitan untuk memperoleh tempat berteduh. Akibatnya yang terjadi adalah mereka mengemis untuk bertahan hidup dan menggelandang (gepeng). Permasalahannya adalah bagaimana penanggulangan pengemis dan gelandangan di Kabupaten Tulungagung, dan faktor apa yang menjadi kendalan dalam pengendalian tersebut?. Adapun teknik penentuan informan dengan teknik purposive, sehingga dihasilkan informan kunci antara lain  kepala Satuan Polisi Pamong Praja, kepala Seksi Operasional dan PAM pada Satuan Polisi Pamong Praja dan perwakilan dari gelandangan dan pengemis. Hasil penelitiannya adalah: (1) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan razia. (2) Pengemis dan gelandangan yang terkena razia didata atau diinventarisir yaitu mengisi biodata. (3) dilakukan pembinaan. (4) kembalikan lagi ke kampung halamannya. Adapun secara eksternal tidak adanya Panti Sosial serta kurangnya kerjasama dengan dinas terkait lainya, dalam hal ini Dinas Sosial.Pengendalian pengemis dan gelandangan di kabupaten Tulungagung kurang efektif, sebab pengemis dan gelandangan setelah didata, dibina dan dipulangkan ke kampung halamannya kembali lagi mengemis dan menggelandang. Kata Kunci: Pengemis; Gelandangan; Pengendalian
HUBUNGAN MOTIVASI DAN KEPEMIMPINAN TERHADAP DISIPLIN KERJA GURU (Studi Di Kantor SDN Ngronggo 2 Kecamatan Kota Kediri) Syahadzan Muhammad Iqbal; Achmad Ashar Bakar
Jurnal Mediasosian : Jurnal Ilmu Sosial dan Administrasi Negara Vol 4, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/mediasosian.v4i1.823

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu variabel penentu kemajuan suatu bangsa. Pendidikan yang maju maju pula bangsanya, pendidikan yang terbelakang maka terbelakang pula bangsanya. Sementara itu guru merupakan variabel penentu maju dan mundurnya bangsa di kanca internasional. Guru merupakan barisan terdepan dalam terlibat langsung untuk proses pendidikan. Bicara maju mundurnya bangsa maka biara juga maju mundurnya pendidikan. Oleh karena itu guru harus tetap memiliki motivasi yang tinggi manakala menjalankan tugas, yaitu mengajar, membimbing, dan membina anak didik. Menyadari tugasnya yang sangat menentukan bagi generasi mendatang, maka seorang guru harus memiliki bekal yang cukup. Beberapa hal yang sangat krusial harus dimiliki seorang guru dalam menjalankan tugasnya adalah motivasi, kepemimpinan dan disiplin kerja, Permasalahannya adalah apakah  apakah factor motivasi dan kepemimpinan memiliki hubungan yang signifikan dengan disiplin kerja. Pendekatan yang digunakan dalam melaksanakan penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, dengan analisis statistik dengan rumus Korelasi Product moment. Adapun sampel dan populasi sama yaitu 19 responden (sampel total). Variabel bebasnya adalah motivasi dan kepemimpinan adapun variabel terikatnya adalah disiplin kerja guru. Teknik pengumpulan data dengan teknik pengisian kuesioner, interview, observasi dan dokumentasi.  Kata Kunci: Motivasi; Kepemimpinan; Disiplin Kerja

Page 5 of 19 | Total Record : 181