cover
Contact Name
Ramadhita
Contact Email
sakina@uin-malang.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sakina@uin-malang.ac.id
Editorial Address
Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jl. Gajayana 50 Kota Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Sakina: Journal of Family Studies
ISSN : -     EISSN : 25809865     DOI : -
Journal of Family Studies merupakan sarana komunikasi dan publikasi ilmiah yang berasal dari riset-riset mahasiswa di bidang hukum keluarga dengan berbagai aspek dan pendekatan
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 432 Documents
Implementasi Peraturan Mahkamah Agung No. 7 Tahun 2015 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Kepaniteraan Dan Kesekretariatan Peradilan Firdaus, M. Kharis
Sakina: Journal of Family Studies Vol 5 No 3 (2021)
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran dan fungsi panitera dan sekretaris dalam PERMA No 7 Tahun 2015 dan mengkaji implementasi PERMA No 7 Tahun 2015 perspektif efektivitas hukum studi di pengadilan agama bangil. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan menggunakan metode pendekatan sosiologis. Sumber data penelitian ini diperoleh dari wawancara langsung kepada para pegawai Pengadilan Agama Bangil khususnya bagian kepaniteraan dan kesekretariatan sebagai data primer, serta Peraturan Mahkamah Agung dan literatur yang sesuai dengan tema sebagai data sekunder. Hasil dari penelitian yang telah penulis lakukan di Pengadilan Agama Bangil dalam Peran dan fungsi kepaniteraan dan kesekretariatan Pengadilan Agama Bangil Kelas 1B mulai sejak disahkannya PERMA, sudah mengacu pada peraturan tersebut. Efektivitas PERMA No. 7 Tahun 2015 tentang organisasi dan tata kerja kepaniteraan dan kesekretariatan peradilan ditinjau dari teori efektivitas dapat dikatakan sebagai berikut: pertama, faktor hukum atau aturan hukum sudah cukup mendukung efektifnya tugas, peran dan fungsi panitera dan sekretaris di Pengadilan Agama Bangil. Kedua, faktor penegak hukum yaitu panitera dan sekretaris sendiri, bahwa mereka memberikan andil mengenai tugas, peran dan fungsinya. Ketiga, faktor sarana dan fasilitas, dari segi sarana dan fasilitas Pengadilan Agama Bangil layak untuk digunakan sebagai ruang kesekretariatan dan kepaniteraan. Maka Implementasi dari Perma ini sudah efektif di Pengadilan Agama Bangil kelas 1B.
Penolakan Masyarakat Terhadap Proses Pernikahan Wali Hakim Bagi Anak Hasil Zina Zakiyurrahman, Muhammad
Sakina: Journal of Family Studies Vol 5 No 3 (2021)
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sudah lazim terjadi pelaksanaan nikah menggunakan wali hakim, terlebih lagi bagi anak yang lahir hasil perzinaan. Dari 5 (lima) tahun terakhir yaitu dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2020, di Kantor Urusan Agama Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat, tercatat 10 kasus nikah dengan wali hakim bagi anak hasil zina. Perihal banyaknya pernikahan menggunakan wali hakim,. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Untuk mendeskripsikan faktor-faktor mengakibatkan penolakan masyarakat terhadap dilaksanakannya pernikahan wali hakim bagi anak hasil zina di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah NTB. (2) Untuk menganalisis penyelesaian terhadap kasus yang terjadi akibat pernikahan wali hakim bagi anak hasil zina di Kantor UrusanAgama Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah NTB. Penelitian ini adalah penelitan empiris, yaitu dengan melakukan pengamatan dan penelitian terhadap orang dalam lingkungan hidupnya, berinteraksi dengan mereka, dapat disimpullkan sebagai berikut (1) bahwa penyebab penolakan masyarakat terhadal peroses pernikahan dengan menggunakakn wali hakim bagi anak hasil zina adalah karena kurangnya pemahaman masyarakat tentang hukum-hukum agama khususnya terkait dengan pernikahan wali hakim. (2) Adapun, ketika terdapat kasus akibat dari pernikahan dengan menggunakan wali hakim yaitu dengan melakukan mediasi dan diskusi bersama pihak keluarga mempelai dengan pihak Kepala Kantor Urusan Agama selaku mediator.
Peran Istri Sebagai Pencari Nafkah Keluarga Perspektif Qira’ah Mubadalah di Dusun Jajar Kebon Kelurahan Gondang Wetan Kabupaten Pasuruan Riekiya, Saila
Sakina: Journal of Family Studies Vol 5 No 3 (2021)
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Istri sebagai pencari nafkah utama keluarga merupakan fenomena yang banyak terjadi di Dusun Jajar Kebon, Kelurahan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan. Berbagai alasan istri sebagai pencari nafkah adalah kondisi ekonomi, kondisi kesehatan dan suami tidak bekerja. Adapun permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini adalah (1) Bagaimana pekerjaan domestik istri ketika istri sebagai pencari nafkah utama dalam keluarga?. (2) Bagaimana peran istri sebagai pencari nafkah utama perspektif Qirā’ah Mubādalah Dusun Jajar Kebon Kelurahan Gondang Wetan Kabupaten Pasuruan?. Penelitian ini merupakan penelitian empiris/lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif konseptual dan kasus yang dilakukan di Dusun Jajar Kebon Kelurahan Gondang Wetan Kabupaten Pasuruan. Pengumpulan data yang dilakukan menggunakan metode wawancara dan dokumentasi dengan keluarga dimana istri sebagai pencari nafkah utama keluarga.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1. Pekerjaan domestik yang pada umumnya dikerjakan seorang istri tetap terlaksana, tetapi bukan hanya istri yang melakukan, suami ikut membantu melakukan pekerjaan domestik ketika istri harus bekerja menopang ekonomi keluarga. 2. Peran istri sebagai pencari nafkah utama perspektif Qirā’ah Mubādalah di Dusun Jajar Kebon, Kelurahan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan dengan menggunakan prinsip relasi mu’asyarah bil ma’ruf.
Tradisi Ritual Selamatan Pra Pernikahan Di Desa Kalianget Barat Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep Madura Fathoni, Achmad
Sakina: Journal of Family Studies Vol 5 No 3 (2021)
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini, bertitik tolak pada peristiwa unik terkait ritual selamatan pra pernikahan yang tetap dilakukan secara turun temurun di Desa Kalianget Barat Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor masyarakat terikat dengan ritual selamatan pra pernikahan dan relasinya terhadap pernikahan. Jenis penelitian ini, yaitu penelitian hukum sosiologis dengan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif fenomenologis, serta menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Pengolahan data menggunakan tahap pemeriksaan, klarifikasi, verifikasi, analisis, dan kesimpulan data. Hasil penelitian ini, yaitu terdapat delapan faktor masyarakat terikat melakukan ritual selamatan pra pernikahan yang terbagi menjadi kategori historis, mistis, sosial, dan ekonomi, berdasarkan hukum Islam, serta teori Clifffort Geertz. Faktor ini, secara hukum Islam termasuk pada al-maslahah yang hukumnya boleh karena tidak ada unsur kesyirikan, sedangkan dalam teori Clifffort Geertz merupakan motivasi kuat yang terfaktual sesuai pengetahuan yang terkonsep. Relasi antara ritual selamatan pra pernikahan dengan pernikahan terdapat lima relasi yang terbagi menjadi tipe psikologis, sosiologis, dan teologis, berdasarkan hukum Islam, serta teori Clifffort Geertz. Relasi yang terjadi antara ritual selamatan pra pernikahan dengan pernikahan dalam hukum Islam dapat dikatakan al-maslahah atau I’lan nikah sehingga hukumnya boleh, sedangkan Cliffford Geertz mengartikan bahwa tradisi ritual selamatan pra penikahan merupakan bagian dari agama.
Dampak Pelaksanaan Asas Persidangan Pada Masa Pandemi Covid-19 Serta Di Berlakukannya Social Distancing Nisfunnahar, Irkhas Zustika
Sakina: Journal of Family Studies Vol 5 No 3 (2021)
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengadilan Agama Jombang saat terjadi pandemi covid-19 mengalami peningkatan pengunjung untuk para masyarakat yang ingin mendaftar perkaranya. Hal ini akan bertolak belakang dengan anjuran pemerintah yakni social distancing yang mengharuskan untuk menghindari kerumunan, sehingga kasus ini menjadi bertolak belakang, yang mana seharusnya dengan meningkatnya pengunjung seharusnya Pengadilan Agama Jombang tetap bisa melayani semua pengunjung sesuai dengan asas peradilan sederhana, cepat dan biaya ringan. Namun, di Pengadilan Agama Jombang memberlakukan pembatasan pelayanan kepada para pengunjung, sehingga memiliki dampak dengan asas cepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persiapan kerja di tengah pandemi covid-19serta untuk mengetahui dampak pelaksanaan asas persidangan pada masa pandemi berdasarkan asas peradilan sederhana, cepat dan biaya ringan. Metode pengumpulan datanya yang di gunakan adalah wawancara dan dokumentasi, sedangkan untuk metode pengolahan data adalah edit, verifikasi, klasifikasi, analisis dan kesimpulan. Hasilnya adalah dampak asas persidangan yang paling signifikan yang telah dialami oleh Pengadilan Agama Jombang yakni pada asas cepat hal ini dikarenakan akibat adanya pembatasan pelayanan sehingga tidak semua masyarakat yang datang ke Pengadilan Agama Jombang pada hari itu bisa mendapatkan pelayanan secara langsung pada hari itu juga. Sedangkan untuk asas sederhana dan biaya ringan Pengadilan Agama Jombang tidak ada perubahan sama sekali.
Konsep Hak Dan Kewajiban Suami Istri Menurut Syaikh Nawawi Al-Bantani Dan Penerapanya Oleh Alumni Ponpes Darul Quran Batu Mufti, Zaenul
Sakina: Journal of Family Studies Vol 5 No 3 (2021)
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam merupakan agama yang sempurna, setiap tindak tanduk manusia sudah ada jalanya dalam agama Islam, khususnya bagi pemeluk agama Islam itu sendiri. Dipahami bahwa dalam membentuk sebuah keluarga tidaklah mudah, butuh kematangan secara rohani dan jasmani. Itulah yang menjadi alasan sehingga agama Islam memberikan perhatian khusus dalam mengkonsep sebuah keluarga. Terkait hal ini, dapat ditemukan dalam berbagai ayat-ayat AL-Quran dan hadits Nabi Muhammad mengenai bagaimana konsep berkeluarga secara Islami. Banyak dari kalangan Ulama yang menulis berbagai konsep-konsep berkeluarga dalam Islam seperti Syaikh Nawawi al-Bantani dalam kitabnya ‘Uqud al-Lujain. Dalam penelitian ini membahas konsep keluarga sakinah dalam kitab ‘Uqud al-Lujain dan implementasinya bagi alumni Ponpes Darul Quran desa Beji kota Batu.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian field research (penelitian lapangan) yang bersifat empiris dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Metode pengumpulan data melalui wawancara beberapa alumni Ponpes Darul Quran dan dokumentasi terkait dengan permasalahan dalam penelitian. Metode pengolahan data dengan langkah-langkah edit, klasifikasi, verifikasi, analisis dan kesimpulan.
Implementasi Zakat Hasil Tambang Timah (Studi di Desa Kepuh Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung) Irsyadul Muttaqin
Sakina: Journal of Family Studies Vol 4 No 2 (2020): Family Issue
Publisher : Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zakat tambang, menurut Jumhur besaran zakatnya ialah 2,5% dan Nishabnya 20 dinar emas atau 200 dirham perak dan tanpa haul. Para pemilik tambang timah di Desa Kepuh Kecamatan Toboali mengeluarkan zakatnya ialah berbeda-beda. Ini disebabkan berbedanya pemahaman mereka tentang kewajiban zakat tambang. Sehingga hanya sebagian saja, pemahaman dan implemetasi zakatnya sesuai dengan ketentuan dalam fiqh. Realitanya para pemilik tambang, ada yang mempersamakan zakat tambang dengan rikaz dan ada yang memahami zakat seperti halnya shadaqah. Dan pelaksanaanya pun, ada yang 2,5%, ada yang inisiatif (kehendak) sendiri. Tujuan penelitian ini: 1) Untuk mendeskripsikan pemahaman para pemilik tambang tentang zakat hasil tambang timah 2) Untuk mendeskripsikan implementasi zakat hasil tambang timah. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian Empiris, pendekatan deskriptif kualitatif. Dan metode pengumpulan datanya dengan wawancara para pemilik tambang timah. Hasil dari penelitian ini ialah: secara pemahaman, pertama, mengerti dan mengetahui nishab dan kadar zakat tambang, kedua, zakat tambang disamakan dengan rikaz, dan ketiga, mayoritas belum memahami zakat tambang. Dan Implementasinya, sebagian sudah tepat baik besaran nishab yang digunakan, juga kadar zakat yang dikeluarkan, namun sebagian lagi tidak sesuai sebagaimana ketentuan dalam fiqh. Ashnaf yang mendapatkan zakat tambang ini, ialah mayoritas memberikannya kepada amil zakat (tahunan) dan anak yatim (mingguan).
Tradisi Pengembalian Mahar dan Seserahan Mantan Istri Setelah Terjadinya Perceraian Prespektif ‘Urf Syahrotul Aini
Sakina: Journal of Family Studies Vol 4 No 2 (2020): Family Issue
Publisher : Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini fokus pada tradisi pengembalian mahar dan benghiben (seserahan) yaitu tradisi yang sudah berlangsung lama di mana ketika suami istri memutuskan untuk bercerai, maka istri harus mengembalikan mahar dan benghiben (seserahan) tersebut. Di mana jika suami mentalak istrinya ba’da dukhul maka dikembalikan seluruhya, jika suami mentalak istrinya maka dikembalikan separuhnya saja. Oleh karena itu hal inilah yang menjadi unik dari penelitian ini, masyarakat tidak menjadikan tradisi ini sebagai suatu aturan hukum di desa Jaddih, namun menjadi perkara yang lumrah untuk dilakukan. Penelitian ini membahas tekhnik pengembalian mahar dan benghiben (seserahan) ketika suami mentalak istri qabla dukhul dan ba’da dukhul dan implementasi pengembalian mahar dan benghiben (seserahan) prespektif ‘Urf. Jenis penelitian yang digunakan adalah empiris dengan menggunakan pendekatan prespektif ‘Urf. Hasil penelitian adalah hukum Islam terhadap tradisi pengembalian mahar dan benghiben (seserahan) prespektif ‘Urf di desa Jaddih disebut ‘Urf Amali dan ‘Urf khusus dan termasuk ‘Urf al-Fasidah. Sehingga tradisi pengembalian mahar dan benghiben (seserahan) masyarakat sebaiknya mengubah kebiasaan tersebut sesuai yang di ajarkan syari’at Islam.
الحجب فى حكم المواريث الإسلامي (الدراسة المقارنة بين فكرة سيد سابق وحزيرين) Fina Mawahib
Sakina: Journal of Family Studies Vol 4 No 2 (2020): Family Issue
Publisher : Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hajb merupakan persoalan yang dapat memicu konflik di kehidupan masyarakat. Karena hajb dapat mengurangi bahkan menghalangi ahli waris mendapatkan kewarisannya. Ada perbedaan konsep hajb di kalangan ulama, namun peneliti menggunakan dua konsep hajb yakni Sayyid Sabiq dan Hazairin. Penelitian ini untuk mengkaji persamaan dan perbedaan antara konsep hajb perspektif Sayyid Sabiq dan Hazairin, serta mengkaji faktor yang melatarbelakangi pemikiran keduanya. Penelitian ini merupakan penelitian normatif yang menggunakan pendekatan komparatif. Bahan hukum primer menggunakan QS. An-nisa ayat 11, 12, 33, dan 176. Bahan hukum sekunder mengambil dari literatur yang berkaitan, seperti Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq. Bahan hukum tersier menggunakan kamus dan ensiklopedia hukum Islam. Metode pengumpulan bahan hukum dengan cara mencari bahan hukum yang tepat, invertarisasi bahan hukum yang relevan, dan pengkajian bahan hukum. Analisis penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Adapun hasil penelitian skripsi ini menunjukkan persamaan pemikiran Sayyid Sabiq dan Hazairin, yaitu dalam konsep hajb nuqshan. Perbedaan antara keduanya terletak pada hajb hirman. Sayyid Sabiq memberikan urutan dzawul faraidl, ‘ashobah, dan dzawul arham, sedangkan Hazairin mengklasifikasi empat kelompok keutamaan. Setiap kelompok keutamaan atas akan menghalangi kelompok keutamaan yang ada dibawahnya. Faktor yang melatarbelakangi perbedaan pemikiran keduanya ada tiga faktor, yaitu perbedaan dalam penafsiran nash, pendekatan yang digunakan, dan kondisi sosio-kultural.
Rekonvensi Pembagian Gaji Pegawai Negeri Sipil dalam Perkara Cerai Talak (Analisis Putusan Perkara No. 4455/Pdt.Cr/2014/PA.Blitar) Badrul Hilmi
Sakina: Journal of Family Studies Vol 4 No 2 (2020): Family Issue
Publisher : Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Putusan Perkara Nomor 4455/Pdt.Cr/2014/PA.Blitar adalah perkara cerai talak yang diajukan oleh suami karena istri dianggap telah berbuat nusyuz. Istri mengajukan gugatan rekonvensi untuk menuntut beberapa haknya, berupa nafkah yang tidak diberikan selama (18 bulan), yakni nafkah madhiyah yang tidak diberikan oleh pihak suami, mut’ah, dan nafkah iddah. Istri juga menuntut pembagian 1/3 dari gaji PNS suami tiap bulannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hakim dalam memutuskan perkara cerai talak ini dan pandangan hukum Islam terhadapnya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian yuridis normatif dengan Pendekatan yang statute approach dan conceptual approach. Bahan hukum terdiri dari bahan hukum primer, berupa Putusan Perkara Nomor 4455/Pdt.G/2014/PA.BL dan beberapa perundang-undangan terkait. Hasil dari penelitian ini adalah hakim menolak tuntutan istri karena telah terbukti di persidangan sebagai istri yang nusyuz. Namun hakim mewajibkan suami untuk memberikan mut’ah kepada istri sesuai dengan kemampuannya sebesar Rp. 15 juta