cover
Contact Name
Ramadhita
Contact Email
sakina@uin-malang.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sakina@uin-malang.ac.id
Editorial Address
Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jl. Gajayana 50 Kota Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Sakina: Journal of Family Studies
ISSN : -     EISSN : 25809865     DOI : -
Journal of Family Studies merupakan sarana komunikasi dan publikasi ilmiah yang berasal dari riset-riset mahasiswa di bidang hukum keluarga dengan berbagai aspek dan pendekatan
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 432 Documents
Nilai Hukum Tentang Pemberian Wasiat Wajibah Kepada Istri Non-Muslim Naja, Ahmad Faza Bin; Aziz, Nur Azizah
Sakina: Journal of Family Studies Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompilasi Hukum Islam (KHI) mengatur bahwa wasiat wajibah merupakan wasiat yang diberikan kepada orang tua angkat dan anak angkat yang tidak melebihi 1/3 bagian dari harta yang ditinggalkan pewaris. Akan tetapi putusan dari Mahkamah Agung memberikan bagian wasiat wajibah kepada istri non muslim yang tentunya berbeda dengan ketentuan dalam KHI pasal 209. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan nilai hukum dalam Putusan Mahkamah Agung No 16 K/AG/2010 dalam hal memberikan wasiat wajibah kepada istri yang non muslim. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian normatif dengan menggunakan pendekatan kasus (case approach) dengan sumber data primer, skunder dan tresier. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa alasan hakim mempertimbangkan hak istri non muslim tersebut karena dua hal yaitu si istri sudah menjalani kehidupan rumah tanggan selama 18 tahun bersama almarhum suami, serta keududukan ahli waris non-muslim tidak bisa digolongkan kafir harbi karena mereka hidup berdampingan secara rukun. Serta berdasarkan dengan nilai hukum yang meliputi prinsip keadilan yaitu dilihat dari teori keadilan yang ada maka hakim sudah menerapkan prinsip-prinsip keadilan dalam putusan tersebut. Dalam prisip kepastian hukum sudah sesuai dengan landasan hukum yang ada, serta dalam prinsip kemanfaatan putusan tersebut juga sudah memberi manfaat karea setiap pihak sudah mendapatkan haknya masing-masing, dan kemanfaatan untuk masyarakat.
Pandangan Mahasiswi Fakultas Syari’ah Terhadap Pengaruh Drama Korea “The World Of Married” Bagi Kesiapan Nikah Firstanty, Karina
Sakina: Journal of Family Studies Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menonton film dapat membantu memahamkan kepada kita seperti apa kehidupan berumah tangga. Salah satu drama Korea yang sedang hangat diperbincangkan adalah “The World Of Married. Kebanyakan dari penonton drama Korea adalah perempuan oleh karena itu mahasiswi Fakultas Syari’ah dijadikan sebagai objek penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak menonton drama Korea bagi remaja usia nikah dilihat dari segi kecakapan dalam kesiapan pernikahan. Metode penelitian yang digunakan yuridis sosiologis dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder menggunakan metode pengumpulan data kuisioner melalui google form. Hasil penelitiannya bahwa, Terdapat pengaruh yang signifikan dari tontonan drama Korea “The World Of Married karena dapat membuka wawasan responden bahwa ketika memilih calon pasangan tidak hanya melihat faktor mencintai dan komitmen saja melainkan ada kafa’ah yang perlu menjadi pertimbangan. Menurut para responden faktor lain yang harus diperhatikan dalam persiapan pra-nikah adalah komunikasi, seperti komunikasi terkait hak dan kewajiban suami istri dan hak reproduksi. Selanjutnya, fokus dari kafa’ah tidak hanya materi saja melainkan agama dan akhlak, selanjutnya hak dan kewajiban suami istri timbul karena adanya ikatan pernikahan, kemudian nusyuz tidak hanya terjadi pada istri tapi dapat terjadi juga pada suami, dan istri mempunyai hak untuk mengajukan gugat cerai pada suami dikarenakan perselingkuhan.
Peran Kantor Urusan Agama Dalam Meminimalisasi Kasus Perkawinan di Bawah Umur Pada Masa Pandemi Covid-19 Suryanto, Muhammad Handika
Sakina: Journal of Family Studies Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkawinan di bawah umur merupakan problematika perkawinan yang masih banyak terjadi di Kecamatan Dau termasuk ketika pandemi covid-19. Kantor Urusan Agama sebagai instansi layanan dan bimbingan perkawinan yang paling memahami tentang pengaturan batasan umur di dalam perkawinan. Penelitian ini menggunakan metode jenis penelitian empiris dan pendekatan kualitatif. Cara memperoleh data di lapangan melalui wawancara dan dokumentasi. Proses pengolahan data digunakan teknik pemeriksaan data, klasifikasi, verifikasi, analisis, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan faktor-faktor yang melatarbelakangi perkawinan di bawah umur di KUA Kecamatan Dau di masa pandemi covid-19 ialah faktor sosial budaya berupa pola pikir dan kebiasaan masyarakat yang kaku, faktor agama dengan kekhawatiran orang tua terhadap perilaku hubungan anaknya, faktor pergaulan bebas yang berujung kepada hamil di luar nikah, faktor ekonomi dengan dalih menjadi teman kerja sebagai petani, dan faktor pendidikan yang kurang. Peran KUA Kecamatan Dau dalam meminimalisasi kasus perkawinan di bawah umur pada masa pandemi covid-19 ialah peran penghulu sekaligus Kepala KUA dalam melakukan sosialisasi, pengetatan pendaftaran perkawinan, dan menjalin kerja sama sektoral. Peran para penyuluh agama dengan datang di forum-forum di masyarakat serta menasihati calon pengantin saat Jomblokan. Terakhir ialah peran para modin desa dengan mengedukasi masyarakat melalui penyuluhan dan saran untuk menunda perkawinan di bawah umur.
Tradisi Langkahan Dalam Pernikahan Adat Lampung Perspektif Al-‘Urf Setyanto, Alief Rachman
Sakina: Journal of Family Studies Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tradisi Langkahan merupakan tradisi yang dilaksanakan sebelum pelaksanaan akad pernikahan. Tradisi ini dilaksanakan apabila seorang adik baik laki-laki maupun perempuan yang akan melangsungkan perkawinan mempunyai seorang kakak yang belum menikah. Yaitu seorang adik meminta izin kepada kakaknya yang belum menikah untuk mendahulinya menikah. Tradisi ini dilaksanakan dengan bentuk ucapan maupun dengan pemberian barang yang ditujukan kepada seorang kakak yang belum menikah guna meminta izin restu untuk melakukan perkawinan terlebih dahulu. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis tradisi langkahan menggunakan perpektif al-‘urf. Mengingat tradisi ini tidak terdapat dalil khusus yang menunjukkan boleh atau tidaknya untuk dilakukan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil wawancara yang didapat kemudian diolah melewati beberapa tahapan seperti; editing, klasifikasi, analisis, dan kesimpulan. Tinjauan al-‘urf terhadap tradisi ini terdapat dua kesimpulan hukum. Pertama, tradisi langkahan dikategorikan sebagai al-‘urf al-shahih apabila tidak terdapat keharusan untuk dilaksanakan dalam pernikahan. Karena hal ini tidak menyalahi hukum syara’ yang telah ditetapkan dalam pernikahan seperti syarat dan rukun nikah. Kedua, tradisi langkahan dikategorikan sebagai al-‘urf al-fasid apabila terdapat unsur keharusan untuk dilaksanakan dalam pernikahan. Karena secara tidak langsung menyalahi hal yang telah ditetapkan hukum syara’ dalam pernikahan.
Peran Pelayanan Pusat Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD P2TP2A) dalam Memberikan Perlindungan Korban Pedofilia di Kabupaten Ngawi Khoiruddin, Abiddhia Rizky
Sakina: Journal of Family Studies Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejahatan pedofilia menjadi kasus yang enggan untuk dibicarakan, banyak masyarakat yang masih menganggap bahwa pedofilia adalah kasus yang tabu, kurangnya pemahaman yang terjadi dimasyarakat tentang pedofilia menyebabkan banyak korban yang tidak melapor. Di Ngawi sendiri terdapat beberapa kasus pedofilia yang tercatat 15 kasus pada tahun 2018, 15 kasus pada tahun 2019, dan 8 kasus ditahun 2020. Maka penulis meneliti tentang, bagaimana cara atau upaya yang dilakukan Pelayanan Pusat Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD P2TP2A) dalam mendampingi korban dari kasus peofilia. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui langkah-langkah UPTD P2TP2A dalam mendampingi korban, dan untuk mengetahui penerapan UU NO.35 Tahun 2014 perspektif Soerjono Soekanto. Jenis penelitian yang digunakan adalah hukum empiris yang mana segala informasiinya didapat melalui dokumentasi dan wawancara. Penedekatan yang digunakan adalah deskriptif analitis yang menghasilkan data-data tertulis maupun lisan dari penelitian. Hasil penelitian yakni, UPTD P2TP2A sudah jalan sesuai dengan Standart Operational Prosedur (SOP) yang mana adalah prosedur baku, namun karna adanya factor kebudayaan seperti masyarakat yang masih malu dalam mengakui bahwa salah satu keluarganya yang mengalami kasus pedofilia dan memilih diam disbanding melapor ke pihak yang berwenang, ini menjadikan antara teori implementasi dari Soerjono Soekanto terhambat untuk dilaksanakan dengan semestinya.
Hutang Pasangan Salah Satu Suami Istri Sebagai Hutang Bersama: Studi Putusan Pengabulan Gugatan Intervensi Masalah Warisan Hisbulloh, Ahmad Sabik Huda
Sakina: Journal of Family Studies Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di dalam putusan perkara nomor 3351/Pdt.G/2015/Pa.Bl selama si mayit masih hidup mempunyai hutang, namun pembayaran hutang masih belum selesai. akan tetapi anak kandung si mayit menginginkan harta peninggalan mayit dikuasai oleh anaknya tersebut tanpa ingin tau masalah utang si mayit. hasil dari putusan bahwasanya pertanggung jawaban hutang piutang si mayit dibebankan kepada kedua pihak yakni suami dan anak.Tujuan penelitian adalah mengetahui landasan hakim dalam mengabulkan masalah warisan dan juga pemaparan analisis putusan hakim yang terdapat dalam masalah warisan.Tujuan penelitian adalah mengetahui landasan hakim dalam mengabulkan masalah warisan dan juga pemaparan analisis putusan hakim yang terdapat dalam masalah warisan. Hasil dari penelitian ini adalah putusan pengadilan agama No. 3351/pdt.G/PA.BL yang menjelaskan pembagian warisan dapat dilakukan setelah utang piutang terhadap pihak intervensi terselesaikan terlebih dahulu. Setelah itu pembagian harta warisan dapat dilakukan terhadap penggugat dan tergugat. Dalam pembayaran utang piutang tidak sepenuhnya dari harta si pewaris saja melainkan setengah dari pewaris dan juga setengah dari tergugat atau istilah hukumnya tanggung renteng.
Efektivitas Pasal 9 Undang-undang Nomor 30 Tahun 1999 Terhadap Penyelesaian Sengketa Bisnis di Badan Arbitrase Nasional Indonesia Hakim, Mohammad Abdul
Sakina: Journal of Family Studies Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arbitrase merupakan salah satu cara penyelesaian sengketa perdata, utamanya sengketa bisnis yang diselesaikan di luar peradilan umum, dilaksanakan berdasarkan perjanjian atas kesepakatan bersama antara para pihak yang bersengket, dan peraturan yang menjadi dasar hukum dari arbitrase sendiri adalah Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 Tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja faktor penghambat dan pendukung penyelesaian sengketa bisnis di Badan Arbitrase Nasional Indonesia Perwakilan Surabaya, serta efektivitas penyelesaian sengketa bisnis di Badan Arbitrase Nasional Indonesia Perwakilan Surabaya. Penelitian ini tergolong dalam jenis penelitian hukum empiris dengan pendekatan yuridis sosiologis, sehingga kemudian dianalisis menggunakan teori seperti efektivitas hukum dan kesadaran hukum. Hasil dari penelitian ini ialah 1) hambatan yang dialami BANI Surabaya dalam upaya penyelesaian sengketa yang pertama kurangnya sikap kepatuhan dan kesadaran hukum para pihak terkait penyelesaian biaya perkara. Terdapat pula faktor pendukung meningkatnya efektivitas penyelesaian perkara yakni kepatuhan dalam menyelesaikan biaya perkara dan timbulnya itikad baik kedua pihak. 2) upaya yang dilakukan BANI Surabaya untuk meningkatkan efektivitas penyelesaian sengketa bisnis dengan melakukan pemanggilan kepada para pihak guna diberikan arahan dan peringatan untuk segera menyelesaikan pembayaran biaya perkara demi kelancaran proses pemeriksaan perkara.
Faktor Penyebab Wali Adhol di Masyarakat Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung Faza, Muhammad Idzhar
Sakina: Journal of Family Studies Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di masyarakat Kecamatan Ngantru masih ada kasus wali adhol, yang setiap tahunnya semakin meningkat dengan sebab yang berbeda-beda. Oleh sebab itu penelitian ini dilakukan untuk melihat sebab-sebab wali adhol yang terjadi di masyarakat dan untuk mengetahui tinjauan dari maqoshid syari’ah terhadap sebab-sebab yang timbul di masyarakat Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung. Adapun metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian empiris, dengan pendekatan kualitatif, dan hasilnya dijabarkan dalam bentuk deskriptif analisis. Lokasi penelitian ini berada di Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung. Data primer didapatkan melalui wawancara terhadap pegawai Kantor Urusan Agama (KUA), tokoh masyarakat dan Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N), sedangkan data sekunder berasal dari buku, jurnal, tesis dan artikel penunjang lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman wali adhol di masyarakat Kecamatan Ngantru masih kurang dan menyebabkan adanya kasus wali adhol. Pada tahun 2019-2020 tercatat ada 5 kasus wali adhol dari 924 peristiwa nikah. Sebab-sebab terjadinya wali adhol di Kecamatan Ngantru dapat dibagi menjadi 6 penyebab, yaitu faktor ekonomi, adat jawa, komunikasi keluarga, agama, pendidikan dan strata sosial. Dilihat dari segi maqoshid syari’ah, sebab tersebut dapat diterima sebagai sebab wali adhol, karena semua sebab yang telah dipaparkan tidak bertentangan dengan maqoshid syariah Imam al-Syatibi yakni; Hifdz nafs (menjaga diri), Hifdz aql (menjaga akal), Hifdz din (menjaga agama), Hifdz nasl (menjaga keturunan), dan Hifdz mal (menjaga harta).
Analisis Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 terhadap Kekerasan Anak Pada Masa Pandemi Covid-19 Munir, M Sirojul
Sakina: Journal of Family Studies Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dampak dari pandemi ini memberi pengaruh kepada seluruh aspek, mulai dari aspek sosial, ekonomi, lingkungan, hingga interaksi per-individu sekalipun. Kondisi rumah tangga juga menjadi rentan pada masa pandemi ini, hal ini dikarenakan banyak anggota keluarga yang diwajibkan untuk tinggal di rumah dalam kurun waktu yang lama dengan kondisi ekonomi yang bermasalah yang diakibatkan oleh tiadanya penghasilan, semakin lamanya di rumah dengan anggota keluarga yang tidak melakukan apapun, banyak anak yang menjadi tidak menurut akibat tidak sekolah secara formal, dan persoalan lainnya. Hal ini ternyata menyebabkan konflik di dalam anggota keluarga hingga terjadi kekerasan dengan menyerang kelompok rentan yakni perempuan dan anak yang dilakukan oleh keluarga sendiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research). Penelitian ini menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach), yang dimaksud statute merupakan legislasi dan regulasi. Hasil dari penelitian ini berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 atas perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002, penyelenggaraan perlindungan anak harus mampu memenuhi terwujudnya penyelenggaraan hak-hak anak terhadap masalah sosial, kesehatan dan perlindungan khusus. Kemudian faktor terjadinya kekerasan anak pada masa pandemic covid-19 ialah faktor tekanan sosial, rendahnya pengetahuan pengasuhan anak, dan stress pada orang tua.
Disparitas Gaji Antara Suami Dengan Istri Sebagai Wanita Karir dan Implikasinya Terhadap Keharmonisan Keluarga Nuraeni, Desi
Sakina: Journal of Family Studies Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jfs.v6i1.1307

Abstract

Penyebab perceraian tertinggi adalah faktor ekonomi dan disusul dengan perbedaan pendapatan yakni seorang istri yang menghasilkan pendapatan lebih besar dari suaminya, menjadi menarik ketika terjadi sebuah fenomena istri bekerja dan mendapatkan penghasilan lebih besar akan tetapi keluarganya tetap berjalan harmonis, fenomena ini banyak terjadi di Kecamatan Rajadesa Kabupaten Ciamis. Penelitian ini merupakan jenis penelitian empiris atau lapangan dengan menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan mengggunakan wawancara pada keluarga yang memiliki kondisi disparitas gaji. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwasannya pengaturan peranan domestik bagi pasangan suami istri yang istrinya bekerja sebagai wanita karir terdiri dari dua tipologi yaitu fleksibel dan sesuai keahlian. Maksud dari fleksibel yakni yang memiliki waktu luang maka ia yang mengerjakan, sedangkan yang dimaksud sesuai keahlian yaitu yang lebih ahli dalam suatu perkerjaan maka dia yang mengerjakan. Sebuah relasi keluarga yang istrinya memiliki penghasilan lebih besar daripada suaminya menyebabkan dominasi/hegemoni pada salah satu pihak. Dalam hal ini ada beberapa upaya yang dilakukan untuk menciptakan keluarga yang harmonis, yaitu: komunikasi yang baik, visi dan misi yang sefrekuensi, mengurangi ego, saling support, menerima keadaan pasangan dan menanamkan nilai agama dalam keluarga.