cover
Contact Name
Akhirul Aminulloh
Contact Email
akhirul.aminulloh@unitri.ac.id
Phone
+6285233467750
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Komunikasi Nusantara
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 152 Documents
Makna Cinta Diri dan Keresahan Emosional Anak Muda dalam Lirik Lagu “Mata Air” Karya Hindia Ft. Natasha Udu & Kamga Kedang, Carolina Oa Lourdes; Widodo, Herru Prasetya; Adi, Elang Baskoro
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v8i1.2815

Abstract

This study aims to identify and understand the representation of self-love and emotional anxiety among young people in the song lyrics “Mata Air” by Hindia featuring Natasha Udu and Kamga. This research employs a qualitative method with a descriptive approach, utilizing Ferdinand de Saussure’s semiotic analysis. The data source of this study is the song lyrics of “Mata Air”, obtained from platforms such as Spotify and YouTube. Data were collected through documentation study in the form of song lyrics taken from YouTube and Spotify for observation. The data analysis techniques include observing and identifying the meanings contained in each lyric, analyzing the messages conveyed in the song lyrics, examining the signifier and signified in each verse. The results of the study indicate that the song portrays the emotional journey of the younger generation in dealing with life pressures and the process of developing self-love. The representation of self-love reflects the concept of self-acceptance, as shown in lyrics such as “buying a ticket to the latest movie” and “ordering just enough for a single portion,” which signify self-acceptance and happiness in solitude. Meanwhile, the representation of emotional anxiety among young people is reflected in the lyric “Life is not about overtaking one another,” which signifies the anxiety experienced by many young people due to the competitive nature of life in pursuing their goals. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami makna cinta diri dan keresahan anak muda dalam lirik lagu “Mata Air” oleh Hindia ft Natasha Udu & Kamga. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan analisis semiotika Ferdinand de Saussure. Sumber data penelitian ini adalah lirik lagu Mata Air yang terdapat pada sumber Spotify, Youtube, dll. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi berupa lirik lagu dari sumber Youtube dan Spotify yang akan diamati. Teknik analisis data berupa mengamati dan mengenali makna yang terkandung dalam setiap lirik lagu tersebut, menganalisis pesan dalam lirik lagu, menganalisis penanda dan petanda pada tiap-tiap bait dalam lirik lagu tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menunjukkan bahwa lagu ini menggambarkan perjalanan emosional generasi muda dalam menghadapi tekanan hidup dan proses mencintai diri sendiri. Pada representasi cinta diri menunjukkan adanya konsep self-love, yang dimana ditunjukkan pada lirik seperti “membeli satu tiket film terkini” dan “memesan yang cukup hanya untuk satu porsi” yang menandakan penerimaan diri dan kebahagiaan dalam kesendirian. Pada representasi keresahan emosional anak muda ditunjukkan pada lirik” Hidup bukan untuk saling mendahului” yang menandakan banyaknya anak muda yang resah karena hidup itu selalu berlomba-lomba untuk mencapai tujuan yang mereka gapai.
Personal Branding Youtuber Tretan Muslim Pada Kanal Tretan Universe Ibrahim, Wikal Fadlian; Fanaqi, Chotijah; Hudaya, Deri
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v8i1.2350

Abstract

This research is motivated by the increasing number of content creators on YouTube, which has given rise to intense competition among creators. The purpose of this study is to explain the personal branding developed by Tretan Muslim through his YouTube channel, Tretan Universe, amidst this competition. This study uses a descriptive method with a qualitative approach. Data were collected through observation, interviews, documentation, and literature review. This study refers to Peter Montoya's personal branding theory, which includes eight dimensions of personal branding. The results show that Tretan Muslim fulfills all of these dimensions. In specializing in simple appearance, thinking outside the box, and comedy are Tretan Muslim's characteristics. In leadership, his content is unique, fresh, and innovative. Personality is reflected in creativity, abstract thinking, and spontaneity. The dimension of difference is evident in his ability to process trends and involve people with disabilities. In terms of visibility, Tretan Muslim actively follows trends and collaborates. Tretan Muslim's Unity is seen in his professional behavior and always maintains a good attitude. Tretan Muslim's steadfastness is always consistent in seeking new ideas and has strong principles. In terms of good name, Tretan Muslim limits the expression of wild ideas and provides opportunities for people with disabilities. This overall strategy forms a unique personal branding, distinguishing Tretan Muslim from other content creators. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya jumlah konten kreator di media sosial YouTube, yang menimbulkan persaingan ketat antar kreator. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan personal branding yang dibentuk oleh Tretan Muslim melalui kanal YouTube-nya, Tretan Universe, di tengah persaingan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Penelitian ini mengacu pada teori personal branding Peter Montoya yang mencakup delapan dimensi pembentuk personal branding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tretan Muslim memenuhi seluruh dimensi tersebut. Dalam spesialisasi penampilan sederhana, berpikir di luar nalar, dan komedi menjadi ciri khas Tretan Muslim. Dalam kepemimpinan, kontennya unik, segar dan inovatif. Kepribadian tercermin dalam krFareativitas, berpikir abstrak dan spontan. Dimensi perbedaan tampak dari kemampuannya mengolah tren dan melibatkan penyandang disabilitas. Dalam hal terlihat, Tretan Muslim aktif mengikuti tren dan berkolaborasi. Tretan Muslim memiliki Kesatuan terlihat dari perilaku profesional dan selalu menjaga sikap. Keteguhan Tretan Muslim selalu konsisten mencari ide baru dan meiliki prinsip yang kuat. Pada aspek nama baik, Tretan Muslim membatasi ekspresi ide yang liar dan memberikan peluang bagi orang disabilitas. Keseluruhan strategi ini membentuk personal branding yang khas, membedakan Tretan Muslim dari konten kreator lainnya.