cover
Contact Name
Akhirul Aminulloh
Contact Email
akhirul.aminulloh@unitri.ac.id
Phone
+6285233467750
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Komunikasi Nusantara
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 131 Documents
Strategi Pemberian Insentif dalam Meningkatkan Word-of-Mouth Digital melalui Ulasan Google Review pada Restoran Bari Ramen Putra, Aditya Eka; Anggraeni, Wini; Mogi, Amelia Haness
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i1.2486

Abstract

This study examines the incentive strategy of offering free desserts to enhance electronic word-of-mouth (eWOM) through Google Reviews at Bari Ramen Restaurant. In the digital era, online reviews play a crucial role in shaping reputation and influencing consumer purchase decisions. Using a qualitative approach involving in-depth interviews, document analysis of reviews, and non-participant observation, the study explores consumer and management perceptions regarding the effectiveness of incentives in encouraging active eWOM participation. Findings indicate that a structured and integrated incentive strategy significantly increases the quantity and quality of positive reviews, strengthens the restaurant’s digital reputation, and boosts sales. A responsive management approach to negative reviews also contributes to maintaining customer relationships and online reputation. These results validate the relevance of the Zero Moment of Truth (ZMOT) theory and expand digital marketing literature by highlighting incentives as a key catalyst in driving eWOM. The study offers practical recommendations for the culinary industry, including developing integrated SOPs, staff training, and effective digital marketing campaigns to optimize incentive strategies and enhance online reputation. Theoretically, it fills a gap in research on the role of incentives in eWOM and validates the application of ZMOT in modern digital marketing contexts. Abstrak Penelitian ini mengkaji strategi pemberian insentif berupa hidangan penutup gratis untuk meningkatkan electronic word-of-mouth (eWOM) melalui ulasan Google Review pada Restoran Bari Ramen. Dalam era digital, ulasan daring menjadi faktor penting dalam membentuk reputasi dan mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam, analisis dokumen ulasan, dan observasi non-partisipan untuk memahami persepsi konsumen dan manajemen terkait efektivitas pemberian insentif dalam mendorong partisipasi aktif konsumen dalam eWOM. Hasil menunjukkan bahwa strategi insentif yang terstruktur dan terintegrasi berhasil meningkatkan volume dan kualitas ulasan positif, memperkuat reputasi digital, serta mendorong peningkatan penjualan secara signifikan. Pendekatan manajemen responsif terhadap ulasan negatif juga berkontribusi dalam menjaga hubungan pelanggan dan reputasi online. Temuan ini mengkonfirmasi relevansi teori Zero Moment of Truth (ZMOT) dan memperluas literatur pemasaran digital dengan menyoroti peran insentif sebagai katalisator utama dalam mendorong eWOM. Penelitian ini memberikan rekomendasi praktis bagi pelaku industri kuliner untuk mengembangkan SOP terintegrasi, pelatihan staf, dan kampanye pemasaran digital yang efektif guna mengoptimalkan strategi insentif dan memperkuat reputasi daring. Kontribusi teoritisnya terletak pada pengisian kesenjangan studi terkait peran insentif dalam eWOM dan validasi konsep ZMOT dalam pemasaran digital modern.
Strategi Integrated Marketing Communication (IMC) Café Pupuk Bawang dalam Memperkuat Positioning Merek Widodo, Herru Prasetya; Rinata, Asfira Rachmat; Fianto, Latif; Ghofur, Mochamad Abdul
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i1.2487

Abstract

Integrated Marketing Communication (IMC) is crucial in the marketing world as it helps create a consistent and unified message for the audience. With IMC, companies can communicate their messages more effectively, through various mutually supporting channels, be it advertising, sales promotions, social media, public relations, and others. This study aims to determine the application of Integrated Marketing Communication (IMC) in strengthening the positioning of Café Pupuk Bawang in Batu City. The method used is a descriptive qualitative approach with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that IMC is implemented through several aspects such as customer relations, direct promotions, social media, and strengthening brand image. Despite obstacles due to the Covid-19 pandemic, Café Pupuk Bawang was able to maintain its existence through consistent and integrated marketing communications. Pupuk Bawang Café needs to promote itself through various marketing communication activities summarized in Integrated Marketing Communication (IMC), as explained previously, namely the existence of marketing promotion activities in integrated elements, namely Relationships, Structures, Brands, Communication Tools, Messages, Employees, Technology, and Agencies in strengthening positioning. Pupuk Bawang Batu Cafe has performed its duties well, although not as well as possible due to the Covid-19 outbreak. Abstrak Integrated Marketing Communication (IMC) sangat penting dalam dunia pemasaran karena membantu menciptakan pesan yang konsisten dan terpadu untuk audiens. Dengan IMC, perusahaan dapat mengkomunikasikan pesan mereka secara lebih efektif, melalui berbagai saluran yang saling mendukung, baik itu iklan, promosi penjualan, media sosial, public relations, dan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Integrated Marketing Communication (IMC) dalam memperkuat positioning Café Pupuk Bawang di Kota Batu. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IMC dijalankan melalui beberapa aspek seperti hubungan pelanggan, promosi langsung, media sosial, dan penguatan citra merek. Meski terdapat kendala akibat pandemi Covid-19, Café Pupuk Bawang mampu mempertahankan eksistensinya melalui komunikasi pemasaran yang konsisten dan terintegrasi. Pupuk Bawang Café perlu mempromosikan diri melalui berbagai kegiatan komunikasi pemasaran yang terangkum dalam Integrated Marketing Communication (IMC), seperti pada penjelasan sebelumnya yaitu adanya kegiatan promosi pemasaran pada elemen yang terintegrasi yaitu Relationships, Structures, Brands, Communication Tools, Pesan, Karyawan, Teknologi, dan Instansi dalam memperkuat positioning. Kafe Pupuk Bawang Batu telah menjalankan tugasnya dengan baik, meski tidak sebaik mungkin karena wabah Covid-19.
Strategi Komunikasi Dinas Pendidikan dalam Gerakan Swasembada Sekolah untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Anum, Adelina; Akbar, M. Fikri; Asmaria; Ati, Henny Dewi Laras; Perdana, M. Harviend Gilang
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i1.2497

Abstract

This study explores the communication strategy of the South Lampung Regency Government in implementing the Swasembada Sekolah Movement to enhance educational quality and reduce dropout rates. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through observation, in-depth interviews, documentation, and questionnaires. The research took place in Sukamarga Village, Sidomulyo District, a pilot area for the program. Findings reveal that the communication strategy was systematically implemented across regency, district, village, and school levels. Key stakeholders included the Department of Education, village heads, school principals, and Swasembada Sekolah Ambassadors. Communication methods encompassed direct channels such as face-to-face meetings, roadshows, and focus group discussions, as well as indirect media like social media, YouTube, and local press. The strategy effectively raised public awareness about the importance of education and increased participation in alternative education programs (Kejar Paket) for dropouts. Notably, South Lampung’s Human Development Index (HDI) surpassed 70 in 2024, indicating positive social impact. However, the study identifies a gap in digital communication, with minimal activity on official websites and social media managed by the Education Department. Therefore, the research recommends optimizing digital platforms, strengthening inter-agency coordination, and enhancing supporting infrastructure and human resources to ensure the movement's long-term sustainability. Abstrak Penelitian ini mengkaji strategi komunikasi dalam implementasi Gerakan Swasembada Sekolah yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan menurunkan angka putus sekolah. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner. Lokasi penelitian berada di Desa Sukamarga, Kecamatan Sidomulyo, yang menjadi salah satu desa percontohan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi telah terstruktur dari tingkat kabupaten hingga kecamatan, desa, dan sekolah, melibatkan berbagai pihak seperti Dinas Pendidikan, kepala desa, kepala sekolah, serta Duta Swasembada Sekolah sebagai komunikator utama. Pendekatan komunikasi dilakukan secara langsung (tatap muka, roadshow, FGD) dan tidak langsung (media sosial, YouTube, media massa). Dampak strategi ini terlihat dari meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan dan partisipasi dalam program alternatif seperti Kejar Paket. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Lampung Selatan juga meningkat, melampaui angka 70 pada tahun 2024. Namun, pemanfaatan media digital oleh Dinas Pendidikan masih kurang optimal, ditandai dengan tidak aktifnya situs resmi dan minimnya penggunaan media sosial. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penguatan sistem komunikasi digital, peningkatan koordinasi vertikal, serta perbaikan infrastruktur dan SDM guna menjamin keberlanjutan gerakan ini.
Analisis Hubungan dan Komunikasi Pada Fase Relapse Pasca Putus Cinta antara Laki-laki dan Perempuan di Yogyakarta Alhabibi, Imam Sahid; Amali, Muhammad Thoyib
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i1.2502

Abstract

During a breakup, individuals typically experience profound sadness and drastic emotional changes. These emotional shifts often lead to differences in communication patterns following the end of a relationship. The purpose of this study is to explore how men and women engage in relationships and communication during the relapse phase after a breakup. This research employs a qualitative descriptive method with a case study approach. Data were collected from observation, in-depth interviews, and literature review. The informants consisted of men and women who had experienced a breakup and undergone a relapse phase, with the criteria of having been in a relationship for at least one year and having been separated for a minimum of three months. Data were analyzed using Baxter’s Relational Dialectics Theory (RDT). The findings reveal that there are differences in communication patterns between men and women during the relapse phase. Although both still harbor feelings of longing, the form and intensity of communication show different tendencies. Abstrak Pada masa putus cinta, umumnya seseorang mengalami kesedihan yang mendalam serta perubahan emosi yang drastis. Hal ini menyebabkan adanya perbedaan dalam pola komunikasi yang terjadi setelah hubungan berakhir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan dan komunikasi yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan pada fase relapse pasca putus cinta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi literatur. Informan dalam penelitian ini terdiri dari laki-laki dan perempuan yang pernah mengalami putus cinta dan mengalami fase relapse, dengan kriteria telah menjalin hubungan minimal selama satu tahun dan masa putus minimal tiga bulan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model Relational Dialectics Theory (RDT) dari Baxter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan dalam pola komunikasi antara laki-laki dan perempuan pada fase relapse. Meskipun keduanya sama-sama masih menyimpan rasa rindu, bentuk dan intensitas komunikasi yang dilakukan menunjukkan kecenderungan yang berbeda.
Festival Women Ngalam Bergerak sebagai Wadah Penggerak Aktivisme Feminis di Malang Raya Lasari, Yuni; Dewi, Sulih Indra
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i2.2526

Abstract

This study aims to analyze how the Women Ngalam Bergerak Festival serves as a driving force for feminist activism in Malang Raya. Initiated by Paguyuban Literasi Malang to commemorate International Women’s Day 2024, the festival responds to the lack of safe spaces and limited participation of women in local public discourse. Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation. The findings reveal that the festival is not merely a symbolic celebration, but a collaborative space that facilitates the exchange of feminist discourses across various backgrounds, including activists, academics, artists, and marginalized communities. The festival featured activities such as safe space forums, open-mic sessions, art exhibitions, feminist book discussions, and cloth pad workshops—each serving as platforms for healing, advocacy, and education. It also catalyzed the formation of a new community, “Women Ngalam Bergerak,” which continues to hold monthly discussions, internal classes, and community-based advocacy. The study highlights the characteristics of a new social movement present in the form of horizontal relations, cross-gender participation, and collective awareness of the importance of safe spaces and transformative justice. This festival demonstrates that safe spaces and feminist discourse can be built from the ground up through organized, conscious, and collaborative community work. Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana Festival Women Ngalam Bergerak menjadi wadah penggerak aktivisme feminis di Malang Raya. Festival ini digagas oleh Paguyuban Literasi Malang dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional 2024, dan dilatarbelakangi oleh minimnya ruang aman serta terbatasnya partisipasi perempuan dalam diskursus publik lokal. Menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa festival ini tidak hanya menjadi perayaan simbolik, melainkan ruang kolaboratif yang memfasilitasi pertukaran wacana feminisme lintas latar belakang: aktivis, akademisi, seniman, serta komunitas marjinal. Festival menghadirkan forum diskusi bertema ruang aman, mimbar bebas, pameran karya, review buku feminis, hingga workshop pembalut kain, yang semuanya menjadi media pemulihan, advokasi, dan edukasi. Festival ini juga memicu lahirnya komunitas baru “Women Ngalam Bergerak” yang secara berkelanjutan mengadakan diskusi bulanan, kelas internal, dan advokasi berbasis komunitas. Temuan mengindikasikan bahwa karakteristik new social movement hadir dalam bentuk relasi horizontal, partisipasi lintas gender, serta kesadaran kolektif terhadap pentingnya ruang aman dan keadilan transformatif. Festival ini membuktikan bahwa ruang aman dan wacana feminisme dapat dibangun dari bawah melalui kerja kolaboratif komunitas yang sadar dan terorganisir.
Analisis Social Comparison dan Life Satisfaction pada Mahasiswa Tingkat Akhir dari Perspektif Sosiologi Komunikasi Ramadhani, Nabyla Octa; Purnamasari, Devi
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i2.2401

Abstract

Final-year students are in a complex transition phase marked by academic pressure, career uncertainty, and high social expectations. In this situation, social comparison often functions as part of symbolic and intrapersonal communication processes through which students evaluate their position in society. This study aims to analyze the reasons why students engage in social comparison and its impact on life satisfaction, positioning their subjective experiences within the context of sociology of communication. The research employed a descriptive qualitative approach with a phenomenological method. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation involving six final-year students in Semarang City from various universities and work backgrounds. The findings indicate that social comparison arises both consciously and unconsciously in students’ communication processes, either as self-reflection or as a response to external social pressures, including those from social media. Upward comparison tends to trigger feelings of lagging behind, anxiety, and dissatisfaction, while downward comparison can foster gratitude. Life satisfaction is influenced by how individuals interpret these comparisons and the extent of social support they receive. This study emphasizes the importance of awareness of symbolic and intrapersonal communication processes in managing social comparison, so that students can maintain their emotional and social well-being during the final stage of their studies. Abstrak Mahasiswa tingkat akhir berada dalam fase transisi yang kompleks, ditandai oleh tekanan akademik, ketidakpastian karier, dan ekspektasi sosial yang tinggi. Dalam situasi ini, perbandingan sosial (social comparison) sering kali menjadi bagian dari proses komunikasi simbolik dan intrapersonal untuk mengevaluasi posisi diri dalam masyarakat. Studi ini bertujuan untuk menganalisis alasan mahasiswa melakukan perbandingan sosial dan dampaknya terhadap kepuasan hidup (life satisfaction), dengan menempatkan pengalaman subjektif mereka dalam konteks sosiologi komunikasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap enam mahasiswa tingkat akhir di Kota Semarang dari berbagai perguruan tinggi dan latar belakang pekerjaan. Temuan menunjukkan bahwa social comparison muncul secara sadar maupun tidak sadar dalam proses komunikasi mahasiswa, baik sebagai refleksi diri maupun akibat tekanan sosial eksternal, termasuk media sosial. Upward comparison cenderung memicu rasa tertinggal, kecemasan, dan ketidakpuasan, sedangkan downward comparison dapat menumbuhkan rasa syukur. Tingkat kepuasan hidup dipengaruhi oleh bagaimana individu memaknai perbandingan tersebut serta sejauh mana mereka memperoleh dukungan sosial. Studi ini menegaskan pentingnya kesadaran akan proses komunikasi simbolik dan intrapersonal dalam mengelola perbandingan sosial agar mahasiswa mampu menjaga kesejahteraan emosional dan sosial mereka di masa akhir studi.
Komunikasi Resiliensi Ibu Tunggal dalam Meningkatkan Ketahanan Keluarga Hakikoh, Heka Rizky; Hariyati, Farida; Corliana, Tellys
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i2.2552

Abstract

Being a single mother is a challenging reality that demands extraordinary resilience in facing various psychological, social, and economic pressures while adapting to new life circumstances. It is not easy for single mothers to remain strong in the face of life's challenges, as they must confront numerous pressures and difficult situations that require them to adapt. This condition makes resilience a highly necessary quality, yet one that is not easily attained by single mothers. Based on these issues, this study aims to understand how the three participants build their resilience after their divorces. Using a qualitative phenomenological approach, the researcher collected data through direct interviews, observations, and supporting documents. The findings reveal similar patterns among the three participants, showing that they successfully developed a more positive outlook on life, particularly through their work activities. Employment became an important means for them to rebuild their lives after divorce. Abstrak Menjadi ibu tunggal merupakan realitas yang menantang, menuntut ketahanan luar biasa dalam menghadapi beragam tekanan psikologis, sosial, dan ekonomi sambil beradaptasi dengan situasi hidup yang baru. Tidak mudah bagi ibu tunggal untuk tetap tangguh menghadapi tantangan hidup, mengingat mereka harus berhadapan dengan berbagai tekanan dan situasi sulit yang mengharuskan mereka beradaptasi. Kondisi ini menjadikan resiliensi sebagai kualitas yang sangat dibutuhkan namun tidak mudah dicapai oleh para ibu tunggal. Berdasarkan permasalahan, penelitian ini bertujuan memahami bagaimana kelima partisipan membangun ketahanan diri setelah perceraian mereka. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi, peneliti mengumpulkan data melalui wawancara langsung, pengamatan, dan dokumen pendukung. Temuan penelitian mengungkapkan pola yang serupa di antara kelima partisipan, di mana mereka berhasil mengembangkan pandangan hidup yang lebih positif terutama melalui aktivitas pekerjaan. Proses bekerja menjadi sarana penting bagi mereka dalam membangun kembali kehidupan pasca perceraian.
Pengaruh Storytelling Marketing dalam Video Tiktok Pencarian Matcha ke Jepang Terhadap Minat Pembelian Followers Tiktok @bittersweetbynajla Fauziyyah, Dina Zulfa; Putri, Yuliani Rachma
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i2.294

Abstract

The pioneer of the number one dessert box in Indonesia Bittersweet By Najla has a marketing focus by utilizing social media, especially Tiktok. The content contained in TikTok @bittersweetbynajla has a marketing strategy using storytelling techniques. Storytelling is an effective technique for distracting various aspects such as action, communication, value transmission, and knowledge. The storytelling marketing strategy used often creates interaction with followers that has the potential to increase purchase intention in @bittersweetbynajla products. Purchase intention can be interpreted as a feeling of being attracted to a product and having the potential to buy. In this research, AIDA theory becomes an indicator of purchase intention variable. This research was conducted to find out the relationship and the magnitude of the influence of storytelling marketing on the purchase intention of @bittersweetbynajla TikTok followers using a quantitative method and involving 100 respondents to @bittersweetbynajla TikTok followers. The results of the study stated that storytelling marketing had a very strong influence on the purchase intention of 99.1% where 0.9% was influenced by other factors based on the calculation of the coefficient of determination. Based on the correlation coefficient test, the significance is 0.000 < 0.05 so there is a positive and very strong relationship between storytelling marketing and purchase intention. Abstrak Pelopor dessert box nomor satu di Indonesia Bittersweet By Najla memiliki fokus pemasaran dengan memanfaatkan media sosial khususnya Tiktok. Konten yang terdapat dalam Tiktok @bittersweetbynajla memiliki strategi pemasaran menggunakan teknik storytelling. Storytelling merupakan teknik yang efektif untuk mendistraksi berbagai aspek seperti aksi, komunikasi, transimisi nilai, dan pengetahuan. Strategi storytelling marketing yang digunakan seringkali menimbulkan interaksi dengan followers-nya. Interaksi tersebut berpotensi untuk meningkatkan minat pembelian terhadap produk @bittersweetbynajla. Minat pembelian dapat diartikan sebagai perasaan tertarik terhadap suatu produk serta berpotensi untuk membeli produk tersebut. Dalam penelitian ini teori AIDA dijadikan indikator variabel minat pembelian. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh serta besaran pengaruh storytelling marketing terhadap minat pembelian pada followers TikTok @bittersweetbynajla dengan menggunakan metode kuantitatif dan melibatkan 100 responden followers TikTok @bittersweetbynajla. Hasil penelitian menyatakan bahwa storytelling marketing memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap minat pembelian sebesar 99,1% dimana 0,9% dipengaruhi oleh faktor lain berdasarkan perhitungan koefisien determinasi. Sedangkan berdasarkan uji koefisien korelasi, hasil signifikansi 0,000 < 0,05 sehingga terdapat hubungan positif dan sangat kuat antara storytelling marketing dan minat pembelian.
Rekonsiliasi Komunikasi Antar Budaya pada Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender di Era Postmodern Rachmad, Teguh Hidayatul; Sasongko, Yohanes Probo Dwi
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i2.364

Abstract

When viewed openly, LGBT people are a separate behavior regarding sexual forms which consist of and focus on lesbian (sexual relations between women), gay (male-to-male sexual relations), bisexual (can have good sexual relations with male or female), and transgender (people who change gender because they feel they have found their identity). The existence of adherents of LGBT people in solving their problems can be seen and used by studying the theory of cultural convergence theory developed by Barnett & Kincaid. The theory of basic transformation theory can present a communication process that occurs by involving two or more individuals or groups sharing information that aims to create mutual understanding between them about something that exists in their lives. In the theory of cultural convergence, efforts to present a complete and comprehensive understanding between the LGBT community and those who are against LGBT people can present positive communication interactions with each other, argue, mutual understanding will be approached but never perfectly achieved. That is, some problems occur when two or more people exchange information, maybe some convergent people will be more able to present a comprehensive understanding between them in the community. Abstrak Para kaum LGBT bila dilihat secara terbuka merupakan sebuah perilaku tersendiri mengenai bentuk seksual yang terdiri dan terfokus untuk lesbian (hubungan seksual yang dilakukan antar perempuan), gay (hubungan seksual laki-laki dengan laki-laki), biseksual (bisa melakukan hubungan seksual baik dengan laki-laki maupun perempuan), dan transgender (orang yang melakukan perpindahan jenis kelamin karena merasa telah menemukan jati dirinya). Keberadaan para penganut kaum LGBT dalam memecahkan permasalahannya dapat melihat dan memakai kajian teori Teori konvergensi budaya dikembangkan oleh Barnett & Kincaid. Teori konvergensi budaya dapat menghadirkan adanya sebuah proses komunikasi yang terjadi dengan melibatkan dua atau lebih individu atau kelompok berbagai informasi yang bertujuan untuk menciptakan saling pengertian di antara mereka tentang sesuatu yang ada dalam kehidupan mereka. Di dalam teori konvergensi budaya tersebut, upaya untuk menghadirkan adanya pemahaman yang utuh dan menyeluruh antara masyarakat LGBT dan mereka yang kontra dengan para LGBT dapat saling menghadirkan interaksi komunikasi secara positip, berpendapat, saling pengertian akan dapat didekati namun tidak pernah sempurna dicapai. Artinya, beberapa ganjalan terjadi sewaktu dua orang atau lebih melakukan pertukaran informasi mungkin beberapa orang yang konvergen akan lebih saling dapat menghadirkan pengertian yang menyeluruh di antara mereka dalam komunitas masyarakat.
Dampak Social Media Marketing Instagrm Terhadap Brand Awareness: Studi Kasus Brand Pass The Trend Winanda, Khofifah; -Shabrina, Almira
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i2.368

Abstract

The presence of social media platforms today brings many benefits to people's lives, especially in the business world. Instagram is one of the social media platforms that occupies the highest position as the most used platform in Indonesia. With the various features offered by Instagram, it can help businesses do social media marketing. Marketing activity is one stimulus that can trigger awareness of a brand. This study aims to determine the influence and magnitude of Social Media Marketing via Instagram on Brand Awareness Pass The Trend. The method used in this research is quantitative with descriptive research type. The research was conducted on Instagram users who follow Instagram @pass.the.trend. Sampling using probability sampling method simple random sampling, with a total sample of 400 people. The results of the hypothesis test show that Social Media Marketing has a significant positive effect on Brand Awareness where the value of ????count 16.326 > ????????????????le 1.966 which means ????0 is rejected and ????1 is accepted. Based on the calculation of the coefficient of determination, Social Media Marketing via Instagram has an influence of 40.1% on Brand Awareness Pass The Trend. Suggestions for future researchers to conduct research on the same object using different variables and different analysis techniques. Abstrak Kehadiran platform media sosial saat ini membawa banyak manfaat dalam kehidupan masyarakat, khususnya dalam dunia bisnis. Instagram merupakan salah satu platform media sosial yang menempati posisi tertinggi sebagai platform terbanyak yang digunakan di Indonesia. Dengan berbagai fitur yang ditawarkan Instagram, dapat membantu pelaku bisnis dalam melakukan social media marketing. Kegiatan pemasaran merupakan salah satu stimulus yang dapat merangsang munculnya kesadaran terhadap sebuah merek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan besaran pengaruh Social Media Marketing melalui Instagram terhadap Brand Awareness Pass The Trend. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian dilakukan kepada pengguna Instagram yang mengikuti Instagram @pass.the.trend. Pengambilan sampel menggunakan metode probability sampling jenis simple random sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 400 orang. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa Social Media Marketing memiliki pengaruh positif signifikan terhadap Brand Awareness dimana nilai ????h???????????????????? 16,326 > ???????????????????????? 1,966 yang berarti ????0 ditolak dan ????1 diterima. Berdasarkan perhitungan koefisien determinasi, Social Media Marketing melalui Instagram memberikan pengaruh sebesar 40,1% terhadap Brand Awareness Pass The Trend. Saran bagi peneliti selanjutnya yaitu melakukan penelitian mengenai objek yang sama dengan menggunakan variabel yang berbeda serta teknik analisis yang berbeda.