cover
Contact Name
Akhirul Aminulloh
Contact Email
akhirul.aminulloh@unitri.ac.id
Phone
+6285233467750
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Komunikasi Nusantara
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 152 Documents
Strategi Komunikasi Lingkungan PT Pertamina Hulu Rokan dalam Implementasi TJSL Taman Kehati dan Ekoriparian Pertiwi, Fadhila Sri; Firdaus, Muhammad; Wirman, Welly
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v8i1.2525

Abstract

Environmental conservation issues have become a global challenge that demands cross-sector collaboration and active community involvement. Effective environmental communication plays a crucial role in raising awareness, changing behavior, and encouraging public participation in various sustainability initiatives. This study analyzes the environmental communication strategies implemented by PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) in its Corporate Social and Environmental Responsibility (TJSL) program, specifically the Biodiversity Park (Taman Kehati) and Ecoriparian initiatives at Lancang Kuning University (Unilak), Riau. A descriptive qualitative method was employed, with data collected through interviews, observations, and documentation, and analyzed using the interactive model of Miles and Huberman. The findings reveal that PHR applies adaptive, participatory, and multi-stakeholder communication strategies, utilizing social media, interpersonal communication, and visual channels to deliver educational and persuasive messages. The evaluation indicates that the program has successfully increased environmental awareness, fostered community participation, and enhanced the educational and recreational functions of the conservation area. However, challenges remain in instilling disciplined waste disposal behavior and expanding public understanding of the area’s long-term goals. Therefore, it is recommended to strengthen digital content, engage local communities as agents of change, and broaden media collaborations. This study contributes to the development of an environmental communication model based on conservation and community empowerment in Indonesia. Abstrak Isu pelestarian lingkungan menjadi tantangan global yang menuntut kolaborasi lintas sektor dan peran aktif masyarakat. Komunikasi lingkungan yang efektif berperan penting dalam membangun kesadaran, mengubah perilaku, dan mendorong partisipasi publik dalam berbagai inisiatif keberlanjutan. Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi lingkungan yang diterapkan oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) dan Ekoriparian di Universitas Lancang Kuning (Unilak), Riau. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta analisis data model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PHR menerapkan strategi komunikasi yang adaptif, partisipatif, dan multi-pihak, dengan media sosial, interpersonal, dan visual sebagai saluran utama penyampaian pesan edukatif dan persuasif. Evaluasi menunjukkan keberhasilan program dalam meningkatkan kesadaran lingkungan, membangun partisipasi komunitas, dan memperkuat fungsi edukatif serta rekreatif kawasan konservasi. Namun, masih terdapat tantangan dalam membentuk budaya membuang sampah yang tertib dan memperluas pemahaman publik mengenai tujuan jangka panjang kawasan. Oleh karena itu, direkomendasikan penguatan konten digital, pelibatan komunitas lokal sebagai agen perubahan, dan perluasan kolaborasi media. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan model komunikasi lingkungan berbasis konservasi dan pemberdayaan masyarakat di Indonesia.
Analisis Makna Simbolik Tari Domba Garut Pada Sanggar Galura Kencana Julianti, Syifa; Salamah, Ummu; Hadiati
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i2.2527

Abstract

This research is motivated by concerns about the fading of the meaning of local culture due to the development of popular culture that tends to ignore traditional values. The Domba Garut Dance by Sanggar Galura Kencana was chosen as the object of study because it is believed to hold cultural symbols that represent the identity of the Garut people. By using a qualitative method and ethnographic approach, and based on the theory of symbolic interactionism, this research aims to reveal the symbolic meaning contained in dance movements, makeup, costumes, music, and dancers' roles. Data was obtained through observation and in-depth interviews with choreographers and dancers. The results showed that dance movements represent Garut sheep in the art of agility known as dashing, make-up and costumes symbolize strength, simplicity, and courage, while music and poetry strengthen the nuances of fighting. This dance can be performed by men and women as long as they are able to internalize the symbolic value in question. In conclusion, Domba Garut Dance is not just a performing art, but a symbolic communication medium that represents cultural identity and a means of local education that needs to be preserved. Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi oleh kekhawatiran terhadap lunturnya makna budaya lokal akibat perkembangan budaya populer yang cenderung mengabaikan nilai Tradisional. Tari Domba Garut karya Sanggar Galura Kencana dipilih sebagai objek kajian karena diyakini menyimpan simbol-simbol budaya yang merepresentasikan identitas masyarakat Garut. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan etnografi, serta berlandaskan teori interaksionisme simbolik, penelitian ini bertujuan mengungkap makna simbolik yang terkandung dalam gerak tari, tata rias, kostum, musik, dan peran penari. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam dengan koreografer dan penari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerak tari merepresentasikan Domba Garut dalam seni ketangkasan yang dikenal dengan gagah. Make up atau tata rias dan kostum menjadi simbol kekuatan, kesederhanaan, dan keberanian, sedangkan musik dan syair memperkuat nuansa pertarungan. Tari ini dapat dibawakan oleh laki-laki maupun perempuan selama mampu menginternalisasi nilai simbolik yang dimaksud. Kesimpulannya, Tari Domba Garut bukan sekadar seni pertunjukan, melainkan media komunikasi simbolik yang merepresentasikan identitas budaya dan sarana edukasi lokal yang perlu dilestarikan.
Sinergi Fandom K-POP Indonesia Pada Kegiatan Kemanusiaan BTS Army Indonesia Peduli Palestina Pramania, I Gusti Agung Ayu Rahma; Sekarpratiwi, Ruth Vidyadanu; Aswindaru, Widya Tri
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i2.2530

Abstract

This study explores the synergy of the Indonesian BTS Army fandom in a humanitarian initiative titled BTS Army Indonesia Cares for Palestine. The main issue examined is how the solidarity and collective synergy of this fandom can be analyzed using Raymond B. Cattell’s Group-Syntality Theory. The study employs a qualitative descriptive method with a case study approach and document analysis of various social media posts and mass media reports. The findings reveal that the Indonesian Army is not merely a K-pop fan group but also functions as an effective solidarity community. Within just four days, they successfully raised over IDR 1 billion for humanitarian aid to Palestine, with tangible distributions in the form of medical supplies, basic foodstuffs, and clean water. These results demonstrate that fandoms can possess significant synergistic power when driven by shared values, common goals, and intensive communication among members. In conclusion, fandom synergy, when collectively managed, can generate significant social impact and reinforces the relevance of Group-Syntality Theory in the context of digital group communication. Abstrak Penelitian ini membahas sinergi fandom BTS Army Indonesia dalam aksi kemanusiaan bertajuk BTS Army Indonesia Peduli Palestina. Permasalahan utama yang dikaji adalah bagaimana solidaritas dan sinergi kolektif fandom ini dapat dianalisis menggunakan Group-Syntality Theory dari Raymond B. Cattell. Studi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan analisis dokumentasi dari berbagai unggahan media sosial serta laporan media massa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Army Indonesia tidak hanya sebagai kelompok penggemar K-pop, tetapi juga mampu bertindak sebagai komunitas solidaritas yang efektif. Dalam waktu empat hari, ARMY berhasil menggalang lebih dari Rp1 miliar untuk bantuan kemanusiaan di Palestina, dengan distribusi nyata berupa bantuan medis, sembako, dan air bersih. Temuan ini menunjukkan bahwa fandom dapat memiliki kekuatan sinergis yang besar ketika didorong oleh kesamaan nilai, tujuan, dan komunikasi intensif antaranggota. Kesimpulannya, sinergi dalam fandom, jika dikelola secara kolektif, mampu menghasilkan dampak sosial yang signifikan dan memperkuat relevansi teori Group-Syntality dalam konteks komunikasi kelompok digital.
Komunikasi Politik Bawaslu Kota Malang dalam Pendidikan Politik Masyarakat untuk Meningkatkan Kualitas Demokrasi Fattah, Zulfikar Waliyuddin; Wafa, Alfian Fawaidil; Aminulloh, Akhirul; Hanafi
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i2.2652

Abstract

This research focuses on the role of political communication conducted by election supervision organizations in improving the quality of democracy at the local level. The Malang City Election Supervisory Agency (Bawaslu) not only regulates elections, but it also serves as a political education institution, raising public knowledge and participation. The goal of this research is to assess the political communication methods employed by Bawaslu Malang City to implement public political education and how they affect the quality of democracy. Data were collected using descriptive qualitative approaches, including observations, interviews, and documentation studies.The study demonstrates that Bawaslu Malang City employs participatory, collaborative, and adaptable political communication strategies in response to digital media developments, including political literacy campaigns, inter-agency collaboration, and community campaigns. Bawaslu improves public knowledge regarding election integrity, promotes active citizen involvement, and builds public faith in democratic institutions. The findings indicate that the political communication of Bawaslu Malang City is crucial for fostering an engaged political culture and reinforcing the foundations of local democracy to achieve an optimal democratic standard. Abstrak Studi ini didasarkan pada pentingnya komunikasi politik yang dilakukan oleh lembaga pengawas pemilu dalam meningkatkan kualitas demokrasi di tingkat lokal. Bawaslu Kota Malang tidak hanya mengawasi pemilu tetapi juga bekerja sebagai lembaga pendidikan politik untuk meningkatkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi metode komunikasi politik yang digunakan oleh Bawaslu Kota Malang untuk menerapkan pendidikan politik masyarakat dan bagaimana hal itu berdampak pada meningkatkan kualitas demokrasi. Metode kualitatif deskriptif digunakan untuk mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Penelitian menunjukkan bahwa Bawaslu Kota Malang menggunakan strategi komunikasi politik yang berpartisipasi, bekerja sama, dan menyesuaikan diri dengan perkembangan media digital. melalui kampanye literasi politik, kerja sama antar lembaga, dan kampanye komunitas. Bawaslu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kemurnian pemilu, mendorong partisipasi aktif warga, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga demokrasi. Hasil menunjukkan bahwa komunikasi politik Bawaslu Kota Malang sangat penting untuk membangun budaya politik yang terlibat dan memperkuat pondasi demokrasi lokal menuju kualitas demokrasi ideal.
Pengaruh Social Media Marketing Akun Instagram @revassutamamedika Terhadap Citra Perusahaan PT Revass Utama Medika Halim, Muthia Malihah Raniah; Nugroho, David Rizar; Yuliasari, Ika
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i2.2693

Abstract

In the digital era, Instagram has become one of the most influential platforms in shaping public perceptions of a company. PT Revass Utama Medika uses Instagram as a digital communication medium to deliver corporate information and strengthen its positive image. This study aims to examine the influence of Social Media Marketing on the Instagram account @revassutamamedika on the corporate image of PT Revass Utama Medika. The research employed a quantitative approach involving 100 respondents who follow the account. The study applies Social Media Marketing indicators—entertainment, interaction, trendiness, customization, and forward information—along with corporate image indicators consisting of personality, reputation, value, and corporate identity. The results show that Social Media Marketing on the @revassutamamedika account has a positive and significant influence on the corporate image of PT Revass Utama Medika, contributing 78.1%. Regression analysis indicates a positive, unidirectional relationship between the two variables, meaning that better implementation of Social Media Marketing strategies leads to a stronger corporate image in the eyes of the public. These findings demonstrate that improving content quality, increasing interaction with followers, and maintaining consistent information delivery play important roles in strengthening the audience’s positive perception of PT Revass Utama Medika. Abstrak Di era digital, Instagram menjadi salah satu platform yang berpengaruh dalam membentuk persepsi publik terhadap perusahaan. PT Revass Utama Medika memanfaatkan Instagram sebagai media komunikasi digital untuk menyampaikan informasi perusahaan dan memperkuat citra positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Social Media Marketing pada akun Instagram @revassutamamedika terhadap citra perusahaan PT Revass Utama Medika. Penelitian menggunakan metode kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada 100 pengikut aktif. Indikator Social Media Marketing meliputi entertainment, interaction, trendiness, customization, dan forward information, sedangkan citra perusahaan diukur melalui personality, reputation, value, dan corporate identity. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Social Media Marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap citra perusahaan dengan kontribusi sebesar 78,1%. Analisis regresi juga menunjukkan adanya hubungan yang positif dan searah antara kedua variabel, yang berarti semakin baik penerapan strategi pemasaran melalui Instagram, semakin kuat citra perusahaan terbentuk di mata publik. Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas konten, interaksi dengan audiens, dan konsistensi penyampaian informasi berperan penting dalam memperkuat persepsi positif terhadap PT Revass Utama Medika.
Strategi Komunikasi Promosi Kupon pada Struk Pembelian dan Dampaknya Pada Niat Pembelian Ulang Konsumen KFC Putra, Aditya Eka; Mansur, Suraya; Fianto, Latif
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v8i1.2791

Abstract

This study examines the use of purchase-receipt coupons as a promotional communication strategy in fast-food restaurants, focusing on KFC outlets in Central Jakarta. It analyses how receipt-based coupon messages are constructed, how consumers interpret them, and how these coupons contribute to repurchase intention. A qualitative descriptive case study design was employed. Data were collected through in-depth interviews with 14 consumers and two store managers, non-participant observation in cashier and dining areas, and document analysis of coupon-bearing receipts. The data were analysed thematically with the support of Dedoose software. The findings show that coupon messages consistently emphasise “savings” through discount magnitude and a 14-day redemption period, creating a sense of urgency. Consumer responses cluster into active, opportunistic, and passive users. Overall, receipt coupons mainly act as reinforcers and accelerators of repurchase intention, while taste, location, and service experience remain the primary drivers of repeat patronage. Abstrak Penelitian ini mengkaji penggunaan kupon yang tercetak pada struk pembelian sebagai strategi komunikasi promosi di restoran cepat saji, dengan fokus pada KFC di Jakarta Pusat. Tujuannya menganalisis bagaimana pesan pada kupon dikonstruksikan, termasuk bagaimana konsumen menafsirkannya, serta peran kupon terhadap niat pembelian ulang oleh konsumen. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan 14 konsumen dan dua store manager, observasi non-partisipan, serta analisis dokumen struk berkupon, lalu dianalisis secara tematik menggunakan Dedoose. Hasil menunjukkan bahwa pesan kupon menonjolkan tema “hemat” melalui besaran diskon dan batas waktu penukaran sekitar 14 hari yang menumbuhkan rasa urgensi. Respons konsumen terbagi menjadi pengguna aktif, oportunistik, dan pasif. Secara umum, kupon berfungsi sebagai penguat dan mempercepat niat pembelian ulang, sementara rasa, lokasi, dan pengalaman layanan tetap menjadi penentu utama kunjungan.
Pengaruh Marketing Public Relations “Love Avoskin Love Earth” Terhadap Persepsi Merek Generasi-Z Pramania, I Gusti Agung Ayu Rahma; Triyanti, Adelia Dias; Putri, Devy Anggita
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v8i1.2397

Abstract

This study aims to analyze the impact of “Love Avoskin Love Earth” Marketing Public Relations (MPR) on generation Z’s brand perception and evaluate gender as a moderating variable. Conducted in Surabaya with 100 generation z respondents, data were collected using questionnaires. Simple linear regression and moderated analysis (MRA) were employed for analysis. Linear regression result indicate a positive effect of MPR on brand perception (Adjusted R2 = 0,276), contributing 27,6% to brand perception variance, with 72,4% attributed to other factors. MRA confirms gender as a pure moderator, with significant interaction between MPR and gender (Adjusted R2 =0,301), though gender does not directly affect brand perception. In conclusion, the “Love Avoskin Love Earth” campaign effectively enhances an environmentally friendly brand image through sustainability education and brand ambassador collaboration, boosting generation z’s trust and loyalty. Recommendations include tailoring MPR strategies to gender preferences to maximize brand perception impact. Other companies are encouraged to adopt similar sustainable marketing communication approaches. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh marketing public relations (MPR) “Love Avoskin Love Earth” terhadap persepsi merek Generasi Z dan mengevaluasi peran gender sebagai variabel moderasi. Penelitian dilakukan di Surabaya dengan melibatkan 100 responden Generasi Z, menggunakan instrumen kuesioner. Data dianalisis melalui regresi linier sederhana dan moderated regression analysis (MRA). Hasil regresi linier menunjukkan MPR berpengaruh positif terhadap persepsi merek (Adjusted R2 = 0,276), atau menyumbang 27,6 % pengaruh dan 72,4 % sisanya dipengaruhi oleh faktor lain diluar penelitian. Analisis MRA mengonfirmasi gender sebagai moderator murni, dengan interaksi MPR dan gender signifikan (Adjusted R2 = 0,301), meskipun gender tidak secara langsung mempengaruhi persepsi merek. Kesimpulannya, kampanye “Love Avoskin Love Earth” efektif memperkuat citra merek ramah lingkungan melalui edukasi keberlanjutan dan kolaborasi brand ambassador, meningkatkan kepercayaan dan loyalitas Generasi Z. Saran, Avoskin perlu menyesuaikan strategi MPR berdasarkan preferensi gender untuk memaksimalkan dampak persepsi merek. Perusahaan lain disarankan juga mengadopsi pendekatan serupa untuk komunikasi pemasaran berkelanjutan.
Model Komunikasi Sosial Pemerintah Daerah dalam Pemberdayaan Ekonomi Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jombang Muchlis; Ulfah, Elok Maria; A’yun, Ariza Qurrata
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i2.2789

Abstract

This study aims to analyze the social communication model implemented by the local government in the economic empowerment of street vendors (PKL) in Mojoagung Park and Dr. Soetomo Street, Jombang Regency. The study used a qualitative approach with a descriptive-exploratory design. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document review, and validated using source and method triangulation. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that the government's social communication model is a strategic process that includes goal setting, audience segmentation, message development, communication channel selection, strategy implementation, and evaluation and monitoring. The implementation of the model faces various obstacles, including limited resources, regulatory issues, limited infrastructure, social inequality, and uneven participation of street vendors. Nevertheless, street vendors' responses to the government's social communication model tend to be positive, as reflected in increased trust in the government, involvement in the decision-making process, and direct impacts on business activities. These findings emphasize the importance of participatory and sustainable development communication in efforts to empower the informal sector economy. Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis model komunikasi sosial yang diterapkan oleh pemerintah daerah dalam pemberdayaan ekonomi pedagang kaki lima (PKL) di Taman Mojoagung dan Jl. Dr. Soetomo, Kabupaten Jombang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-eksploratif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan telaah dokumen, serta divalidasi menggunakan triangulasi sumber dan metode. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model komunikasi sosial pemerintah merupakan proses strategis yang mencakup penentuan tujuan, segmentasi audiens, pengembangan pesan, pemilihan kanal komunikasi, implementasi strategi, serta evaluasi dan pemantauan. Implementasi model menghadapi berbagai kendala, antara lain keterbatasan sumber daya, persoalan regulasi, keterbatasan infrastruktur, kesenjangan sosial, serta partisipasi PKL yang belum merata. Meskipun demikian, respons PKL terhadap model komunikasi sosial pemerintah cenderung positif, yang tercermin dari meningkatnya kepercayaan terhadap pemerintah, keterlibatan dalam proses pengambilan keputusan, serta dampak langsung terhadap aktivitas usaha. Temuan ini menegaskan pentingnya komunikasi pembangunan yang partisipatif dan berkelanjutan dalam upaya pemberdayaan ekonomi sektor informal.
Verifikasi–Diseminasi Manajemen Komunikasi Lintas Sektor dan Peran Manajemen SDM dalam Kesiapsiagaan Bencana Pangandaran Hiram, Taqwa Putra Budi Purnomo Sidi; Bongsoikrama, Justin
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v8i1.2794

Abstract

Pangandaran Regency faces a high threat of coastal disasters, but preparedness remains vulnerable when information comes in very quickly, from multiple sources, and is not always verified, making cross-sector coordination difficult. This study analyzes cross-sector communication management in the information verification-dissemination process and the role of human resource management, which includes role distribution, competencies, capacity building, work coordination, and quality control. The study uses a qualitative case study approach with in-depth interviews, limited observation, and document study; informants were selected purposively and developed using snowball sampling until data saturation was reached. The data were analyzed using Miles' model through data condensation (hybrid coding), data presentation (matrix/networking and process tracing), and conclusion drawing verified through triangulation, brief member checking, and audit trails. The findings show that the flow of reports from citizens and social media triggered overload, making layered verification a critical point; BPBD, Basarnas, Polri, and volunteers played different roles with Pusdalops as the control node. Dissemination became effective when the release authority was locked, messages were standardized, and corrections were made quickly when hoaxes appeared. Quality control is marked by the use of internal validity indicators and status determination coordination meetings, which maintain narrative consistency and accelerate community action directives across various communication channels. In conclusion, preparedness is strengthened when the verification-dissemination process is orderly and supported by competent and well-managed human resources during information surges. Abstrak Kabupaten Pangandaran menghadapi ancaman bencana pesisir yang tinggi, tetapi penguatan kesiapsiagaan masih rentan ketika informasi masuk sangat cepat, berlapis sumber, dan tidak selalu terverifikasi sehingga koordinasi lintas sektor mudah tersendat. Penelitian ini menganalisis manajemen komunikasi lintas sektor pada alur verifikasi–diseminasi informasi serta peran manajemen SDM yang mencakup pembagian peran, kompetensi, penguatan kapasitas, koordinasi kerja, dan kontrol mutu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan wawancara mendalam, observasi terbatas, dan studi dokumen; informan dipilih secara purposive dan dikembangkan secara snowball hingga kejenuhan data. Data dianalisis dengan model Miles melalui kondensasi data (hybrid coding), penyajian data (matriks/jejaring dan process tracing), serta penarikan kesimpulan yang diverifikasi melalui triangulasi, member checking ringkas, dan audit trail. Temuan menunjukkan arus laporan warga dan media sosial memicu overload, sehingga verifikasi berlapis menjadi titik kritis; BPBD, Basarnas, Polri, dan relawan menjalankan peran berbeda dengan Pusdalops sebagai simpul kendali. Diseminasi menjadi efektif ketika otoritas rilis dikunci, pesan distandarkan, dan ralat dilakukan cepat saat hoaks muncul. Pengendalian mutu ditandai penggunaan indikator validitas internal dan rapat koordinasi penetapan status, yang menjaga konsistensi narasi dan mempercepat arahan tindakan masyarakat di berbagai kanal komunikasi. Kesimpulannya, kesiapsiagaan menguat bila proses verifikasi–diseminasi tertib dan ditopang SDM yang kompeten serta terkelola pada lonjakan informasi.
Analisis Kepuasan Penggunaan Media Digital dalam Penilaian Kinerja ASN Pemerintah Kabupaten Banyuwangi Kurniawan, Ardhi; Wismanu, Rendra Eko; Rizky, Achmad Reza; Humam, Muhammad Iqbal
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v8i1.2804

Abstract

The implementation of e-government in Indonesia serves as a crucial strategy for local governments to enhance the quality, efficiency, and transparency of public services. This study aims to evaluate employee satisfaction regarding the implementation of the E-Kinerja system and the Employee Performance Monitoring System (SIM-K) in Banyuwangi Regency using the E-Government Satisfaction (EGOVSAT) framework. The methodology employed is descriptive with a quantitative approach, involving 267 respondents selected through Proportional Stratified Random Sampling from a total population of 2,561 civil servants. Measurement was conducted based on five key dimensions: utility, reliability, efficiency, flexibility/customization, and risk. The results indicate that the overall user satisfaction score reached 3.710, with a Converted Interval Value (NIK) of 92.74, categorized as "Very Good" (Service Quality A). Comparatively, the E-Kinerja application (3.730) was rated higher than SIM-K (3.689). The efficiency dimension obtained the highest score (93.36), while the risk dimension received the lowest score (89.99) due to issues with application stability. Specific findings identified weaknesses in the availability of feedback mechanisms and the completeness of features within the performance input modules. Key recommendations include the development of smartphone-based applications, improving system stability to minimize technical errors, and strengthening routine monitoring mechanisms to maintain civil servant discipline. Abstrak Implementasi e-government di Indonesia merupakan strategi krusial bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas, efisiensi, dan transparansi pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepuasan pegawai terhadap pelaksanaan sistem E-Kinerja dan Sistem Monitoring Kinerja Pegawai (SIM-K) di Kabupaten Banyuwangi menggunakan kerangka kerja E-Government Satisfaction (EGOVSAT). Metodologi yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, melibatkan 267 responden yang dipilih melalui teknik Proportional Stratified Random Sampling dari total populasi 2.561 ASN. Pengukuran dilakukan berdasarkan lima dimensi utama: utilitas, reliabilitas, efisiensi, fleksibilitas/kustomisasi, dan risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kepuasan pengguna secara keseluruhan mencapai 3,710 dengan Nilai Interval Konversi (NIK) sebesar 92,74, yang dikategorikan sebagai "Sangat Baik" (Mutu Layanan A). Secara komparatif, aplikasi E-Kinerja (3,730) dinilai lebih baik daripada SIM-K (3,689). Dimensi efisiensi memperoleh skor tertinggi (93,36), sedangkan dimensi risiko mendapatkan skor terendah (89,99) karena kendala kestabilan aplikasi. Temuan spesifik mengidentifikasi kelemahan pada aspek ketersediaan sarana umpan balik dan kelengkapan fitur pada modul input kinerja. Rekomendasi utama mencakup pengembangan aplikasi berbasis smartphone, peningkatan stabilitas sistem guna meminimalisir error, serta penguatan mekanisme monitoring rutin bagi kedisiplinan ASN.