Articles
533 Documents
HUBUNGAN DISLIPIDEMIA DENGAN KEJADIAN PENYAKIT JANTUNG KORONER
Muhammad Syahrafi Ramadhan Effendi
Jurnal Medika Hutama Vol. 2 No. 04 Juli (2021): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan penyakit jantung yang timbul akibat penyempitan pada arteri koronaria yang dapat mengganggu aliran darah ke otot jantung sehingga dapat menyebabkan kematian. Sindrom koroner akut (SKA) merupakan penyebab kematian tertinggi di dunia yaitu sebanyak 7,4 juta kasus. Terjadinya penyakit ini berhubungan dengan faktor risiko seperti dislipidemia. Metode yang digunakan oleh penulis adalah studi literature review dari beberapa jurnal nasional maupun internasional. Metode ini digunakan dengan tujuan menyajikan, menambah pengetahuan dan pemahaman mengenai artikel ini dengan meringkas materi penelitian pada fokus topik tertentu. Dari beberapa penelitian yang dilakukan didapatkan hasil dislipidemia memiliki hubungan yang bermakna terhadap kejadian penyakit jantung koroner.
FAKTOR MATERNAL PADA KEJADIAN STUNTING
Farid Fadhlurrahman Fajri
Jurnal Medika Hutama Vol. 2 No. 04 Juli (2021): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Stunting is one of the chronic growth disorders associated with height growth based on age which can increase morbidity and mortality, cognitive decline, motor, language development, learning ability, and work capacity. The prevalence of stunting in Indonesia based on the 2018 Riskesdas report shows that it is 30.8 percent or around 7 million children under five. The causes of stunting are multifactorial. Maternal or maternal factors are one of the things that affect stunting. The purpose of this paper is to determine maternal factors in the incidence of stunting. The method used is literature research by searching for the keywords stunting, maternal factor, and maternal factor on Google Scholar and Pubmed. Searching the literature from both national and international journals then summarizes the discussion topics and compares the results presented in the articles. From several studies conducted, maternal or maternal factors related to the incidence of stunting include knowledge of maternal nutrition, maternal height, maternal education level, and mother's occupation.
Teori Tentang Pengetahuan Perespan Obat: Bahasa Indonesia
Lisyanto Prabowo Wanda
Jurnal Medika Hutama Vol. 2 No. 04 Juli (2021): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Obat adalah suatu zat yang dapat mempengaruhi proses hidup dan suatu senyawa yang digunakan untuk mencegah, mengobati, mendiagnosis penyakit/gangguan, atau menimbulkan suatu kondisi tertentu. Resep ialah permintaan tertulis dari dokter, dokter gigi, dokter hewan kepada apoteker untuk menyediakan dan menyerahkan obat bagi pasien. Resep harus terbaca jelas agar dapat dibaca oleh apoteker dengan penulisan yang lengkap dan memenuhi peraturan perundangan yang berlaku agar tidak terjadi kesalahan dalam penulisan resep. Penuliasan resep merupakan bentuk upaya dengan prinsip tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, tepat frekuensi dan cara pemberian yang sesuai dengan kondisi pasien. Jenis rese pada resep standard dan resep magistrales. Medication errors adalah salah satu masalah terbanyak dan kesalahan penulisan resep adalah salah satu jenis terbanyak. Kesalahan penulisan resep yang sering terjadi adalah salah dosis, tulisan tidak terbaca, menerapkan obat yang salah dan kontraindikasi obat.
GAMBARAN KADAR HEMOGLOBIN PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK SESUDAH MELAKUKAN HEMODIALISIS
Franklin Daniel Dwitra Halomoan Pandiangan
Jurnal Medika Hutama Vol. 2 No. 04 Juli (2021): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Hasil riset Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri) menunjukkan bahwa prevalensi pasien Gagal Ginjal Kronik (GGK) pada tahun 2006 sebanyak 12,5% . WHO memperkirakan bahwa akan terjadi peningkatan prevalensi pasien dengan penyakit ginjal sebanyak 41,4% di Indonesia antara tahun 1995-2025. Terapi efektif dalam menangani GGK yang digunakan sebagian besar negara di dunia salah satunya adalah Hemodialisis (HD). Proses ini hampir sama dengan mekanisme kerja ginjal secara fisiologis, namun proses buatan tetap tidak luput dari efek samping yang ditimbulkan. Pasien yang menjalani terapi HD dapat menderita komplikasi seperti kecenderungan infeksi, perdarahan, dan anemia. Penelitian oleh Dwitarini (2017) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna antara kadar Hb pasien sebelum menjalani terapi HD dengan kadar Hb sesudah menjalani terapi HD. Penelitian oleh Agustina (2019) juga menunjukkan bahwa terdapat terjadi penurunan rerata Hb pada pasien penyakit ginjal kronik pre dan post HD. Penelitian yang dilakukan I Gusti Ayu Made (2020) juga menunjukkan bahwa kadar Hb yang menurun pada pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani terapi HD sebanyak 54, 46%. Presentase ini lebih banyak dibandingkan presentase pasien dengan kadar Hb yang tetap atau meningkat setelah menjalani terapi HD. Anemia pada pasien GGK dapat timbul akibat produksi eritropoetin yang terganggu secara fisiologis sebagai timbal balik dari gangguan fungsi ginjal. Namun, anemia juga dapat disebabkan beberapa hal lainnya seperti kurangnya vitamin, asam folat, zat besi, perdarahan, inflamasi, dan racun metabolik sehingga menghambat terbentuknya eritripoetin.
Kaitan Kualitas Tidur Dengan Diabetes Melitus Tipe 2
Isvi Aliffia Bingga
Jurnal Medika Hutama Vol. 2 No. 04 Juli (2021): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Diabetes melitus (DM) adalah penyakit kronis berupa gangguan metabolik yang ditandai dengan kenaikan kadar gula darah lebih dari batas normal. Menurut International Diabetes Federation (IDF) pada tahun 2019 memperkirakan sekurang-kurangnya ada 483 juta orang berusia 20-79 tahun yang menderita diabetes. Prevalensi diabetes diperkirakan meningkat seiring pertambahan umur penduduk menjadi 111,2 juta orang atau 19,9% pada rentang usia 65-79 tahun. Angka ini diprediksi akan terus meningkat hingga 578 juta di tahun 2030 dan 700 juta di tahun 2045. Indonesia menempati urutan ketujuh penderita diabetes tertinggi di tahun 2019 dengan jumlah penderita mencapai 10,7 juta penduduk. Pasien DM tipe 2 mengeluhkan gejala seperti sering berkemih, merasa haus, merasa lapar, dan keluhan fisik lainnya. Gejala tersebut juga dialami pada malam hari sehingga dapat mengganggu tidur penderita DM tipe 2. Kualitas tidur yang terganggu dapat menjadi salah satu faktor risiko penyakit DM dan sebaliknya DM dapat menyebabkan gangguan tidur karena munculnya gejala nocturia dan nyeri. Gangguan tidur pada penderita DM tipe 2 dipengaruhi oleh faktor fisik, psikososial, dan lingkungan. Kualitas tidur yang buruk akan berdampak pada terjadinya resistensi insulin dan kemampuan penderita dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Tidur yang berkualitas juga dianjurkan untuk mencegah terjadinya DM tipe 2 sehingga apat mengurangi angka morbiditas dan mortalitas DM tipe 2.
Efek Gastroprotektif pemberian Rimpang Kunyit (Curcuma domestica Val.) dari Ulkus Lambung yang diinduksi oleh NSAID
Nabila Salwa Raehana
Jurnal Medika Hutama Vol. 2 No. 04 Juli (2021): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Gastric ulcers are ranked 10th in the death category, deaths that occur due to gastric ulcer disease in Indonesia reach 0.9%, which is obtained from the death rate of 8.41 per one hundred thousand people. The mechanism of gastric ulcer formation is when there is an imbalance between the defensive and aggressive factors in the gastroduodenal mucosa. The high mortality rate is caused by excessive consumption of non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs). Curcuminoids and essential oils are the main ingredients in turmeric. Curcuminoids that can inhibit the formation of prostaglandins and suppress the activity of the cyclooxygenase enzyme. The results of the literature study show that turmeric extract can protect the gastric mucosa by increasing mucus secretion and has a vasodilator effect so that turmeric can increase the gastric mucosal defense from NSAID-induced gastric ulcers.
Efek Pemberian Kandungan Isoflavon pada Kedelai dalam Menurunkan Berat Badan
Syinthia Wulan Perdana
Jurnal Medika Hutama Vol. 2 No. 04 Juli (2021): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Obesity is an excessive accumulation of fat due to an imbalance of energy intake (energy intake) with energy used (energy expenditure) for a long time. Overweight and obesity are the biggest risk causes of global death. The occurrence of this disease is associated with changes in diet and daily activities. The method used by the author is a literature review study from several national and international journals. This method is used with the aim of presenting, increasing knowledge and understanding of this article by summarizing research material on a specific topic focus. From several studies conducted, it was found that consumption of soybeans containing isoflavones had a significant relationship with the incidence of weight loss.
PENGARUH PEMBERIAN TABLET ZAT BESI DAN VITAMIN C TERHADAP KENAIKAN KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL ANEMIA
Anjar Junia Puspita
Jurnal Medika Hutama Vol. 2 No. 04 Juli (2021): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Anemia is a nutritional problem in the world that often occurs in pregnant women. In Indonesia, the prevalence of anemia in pregnant women in 2018 reached 48.9%. Anemia in pregnancy occurs due to increased oxygen demand by the fetus, causing an increase in blood volume greater than the number of erythrocytes, resulting in blood thinning which causes hemoglobin levels <11 g/dl. In reducing the prevalence of anemia in pregnant women, the government carried out a prevention program in the form of giving 90 iron tablets during pregnancy. Vitamin C acts as a pro-oxidant with its ability to reduce ferric (Fe3+) through the binding of complex formation followed by the formation of ferrous (Fe2+) with increasing the absorption of non-heme iron in the proximal duodenum. This research was conducted through a literature study method with the aim of knowing whether the combination of giving iron (Fe) and vitamin C tablets can increase hemoglobin levels in pregnant women. The results of the literature study showed that there was an effect of giving iron (Fe) and Vitamin C tablets to pregnant women on increasing hemoglobin levels. Keywords: Anemia; Hemoglobin; iron tablets; Vitamin C
SISTEM PEMBIAYAAN KESEHATAN GLOBAL
Nurrahmi Aspawati Nurrahmi Aspawati
Jurnal Medika Hutama Vol. 2 No. 04 Juli (2021): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Health services always prioritize Universal Health Coverage (UHC) which aims to ensure that everyone, everywhere can get quality health services. Health costs can be divided into two categories, namely, money spent on personal health and money spent on public health. In 2015 worldwide, health care costs increased by more than $9 trillion spent on health care and annual spending could increase to $16 trillion by 2030. To improve the health status of a community according to the World Health Organization (WHO) a minimum budget is required. 5% - 6% of the total state budget of a country, while to achieve the ideal level of health a budget of 15% - 20% of the state budget is needed. This health expenditure has proven effective in overcoming health problems in several countries. So we need the right strategy for the management of health financing by paying attention to all aspects. Health insurance is the ideal choice for managing the global health financing system. Following the health insurance program should be done from an early age.
TREATING CERVICAL CANCER WITH CINNAMON BURMANNII BARK
Sezia Marina Putri
Jurnal Medika Hutama Vol. 2 No. 04 Juli (2021): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Cervical cancer ranks fourth as the cause of death from cancer in women. Many treatments have been done to treat cancer, especially cervical cancer. Research that is still being developed is treatment derived from plants. Medicinal plants are known to contain compounds with anticancer activities such as apoptosis and inhibit the regulation of cancer cell growth. Cinnamon Burmannii or cinnamon originating from Indonesia is a woody plant that is also used as a spice. Research has shown that cinnamon bark extract has anticancer activity. To find out more about the efficacy of cinnamon bark extract as a traditional medicine, using the method, namely literature studies from both national and international journals by summarizing the topic of discussion and comparing the results presented in the article. Cinnamon bark extract contains polyphenolic antioxidants, namely flavonoids which have anticancer activity.