cover
Contact Name
Dwi Septian Wijaya
Contact Email
admin@jurnalmedikahutama.com
Phone
+6281334291827
Journal Mail Official
admin@jurnalmedikahutama.com
Editorial Address
Jl. Gas Alam No. 59 Curug Cimanggis Depok
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Medika Hutama
ISSN : 27158039     EISSN : 27159728     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Medika Hutama adalah jurnal hasil penelitian, studi kasus, dan tinjauan pustaka di bidang Kesehatan dan Kedokteran
Articles 533 Documents
Kopi dan Diabetes Melitus Tipe 2 Mezza Agustina
Jurnal Medika Hutama Vol. 2 No. 04 Juli (2021): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Diabetes Melitus tipe 2 adalah penyakit kronis dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Jumlah penderita diabetes kian meningkat pesat di seluruh dunia. Federasi Diabetes Internasional melaporkan bahwa pada 2015, terdapat 415 juta orang dewasa yang menderita diabetes. Pada 2040, jumlah ini diperkirakan akan meningkat menjadi 642 juta jiwa. Risiko terjadinya kebutaan, penyakit ginjal, dan amputasi pada penderita diabetes melitus tipe 2 adalah 20 hingga 40 kali lebih tinggi dibandingkan orang tanpa diabetes. Mereka yang menderita diabetes melitus tipe 2 memiliki risiko dua hingga lima kali lebih tinggi untuk mengalami infark miokard, dan dua hingga tiga kali lebih tinggi untuk mengalami stroke. Mengingat bebannya yang signifikan, identifikasi faktor gaya hidup yang dapat dimodifikasi sangat penting untuk pencegahan diabetes. Penelitian tebarukan telah melihat hubungan antara konsumsi kopi dengan diabetes melitus. Penelitian di beberapa negara seperti Amerika, Eropa, dan Asia memperlihatkan bahwa konsumsi kopi menurunkan risiko diabetes melitus. Kopi mengandung ratusan senyawa aktif, serta beberapa zat yang diduga dapat meningkatkan penyerapan glukosa dan metabolisme glukosa. Kopi adalah salah satu minuman yang banyak di konsumsi seluruh dunia, dengan demikian menyelidiki hubungan kopi dengan berbagai penyakit memiliki implikasi kesehatan yang penting bagi masyarakat. Keywords: Kopi; Diabetes Melitus Tipe 2
Perbedaan Hasil Uji Aktivitas Antibakteri Metode Well Diffusion dan Kirby bauer Terhadap Pertumbuhan Bakteri amalia agatha sari zada
Jurnal Medika Hutama Vol. 2 No. 04 Juli (2021): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resistensi antibiotik merupakan kejadian dimana laju pertumbuhan bakteri tidak dapat lagi dihambat oleh antibiotik yang seharusnya dapat menghambat pertumbuhan suatu bakteri. Banyak kerugian yang ditimbulkan dari kejadian resistensi antibiotik. Penyebab tersering dari resistensi antibiotik adalah kesalahan dalam peresepan antibiotik, apabila hal itu tidak ditangani maka dampak buruk dari resistensi antibiotik akan semakin meluas. Salah satu upaya dalam mencegah hal tersebut adalah dengan memilih antibiotik yang terbukti masih sensitif dan tepat dalam menghambat laju pertumbuhan bakteri, dimana hal untuk menentukan hal tersebut dapat dilakukan uji aktivitas antibakteri. Setiap uji antibiotik memiliki kekurangan dan kelebihannya maka dari itu dirasa perlu dilakukan studi literatur untuk melihat metode mana yang lebih baik dalam menentukan daya aktivitas antibakteri. Hasil studi literatur mengungkapkan bahwa dari dua metode difusi, metode well difussionlah yang dianggap lebih baik dibanding metode kirby bauer apabila dilihat dari diameter zona hambat yang terbentuk. Keywords: Antibakteri; Cakram disk; Kirby bauer; Well diffusion; Sumuran
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH TERHADAP KETAHANAN KARDIORESPIRASI DINYATAKAN DALAM VO2MAX Nadya Gantarialdha
Jurnal Medika Hutama Vol. 2 No. 04 Juli (2021): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebugaran jasmani merupakan kemampuan tubuh dalam menyesuaikan fungsi alat–alat tubuh dalam batas fisiologi terhadap keadaan dengan cara yang efisien tanpa adanya kelelahan sehingga masih dapat melakukan aktivitas lain. Pada era ini, menjaga kebugaran jasmani merupakan hal yang sering dilupakan oleh dan nilainya berada di kategori rendah.Salah satu komponen kebugaran jasmani yang terpenting adalah ketahanan kardiorespirasi yang dinilai dengan VO2max. Body mass index atau Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan cara sederhana untuk memantau status gizi.Jika IMT meningkat, jaringan lemak akan mempengaruhi fungsi kardiorespirasi karena lemak tubuh yang berlebihan dapat menimbulkan beban pada pengambilan oksigen oleh otot-otot yang bekerja. Penelitian ini merupakan studi literature dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari hasil penelitian oleh peneliti-peneliti terdahulu. Berdasarkan hasil studi literature mengenai hubungan indeks massa tubuh terhadap ketahanan kardiorespirasi VO2max pada mahasiswa menyatakan bahwa terdapat hubungan antara indeks massa tubuh dengan ketahanan kardiorespirasi VO2max. Hubungan tersebut bersifat terbalik artinya semakin tinggi IMT maka tingkat ketahanan kadiorespirasi VO2max menjadi semakin rendah sedangkan semakin rendah IMT maka semakin tinggi tingkat ketahanan kardiorespirasi VO2max.
Perbedaan Daya Antibakteri Bagian Tumbuhan Pepaya (Carica papaya L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri. Shafira Amalia
Jurnal Medika Hutama Vol. 2 No. 04 Juli (2021): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pepaya merupakan salah satu tumbuhan herba yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Banyak penelitian yang sudah dilakukan terhadap manfaat dari tanaman ini terutama daunnya. Salah satu manfaat dari tanaman ini bagi kesehatan adalah kemampuannya dalam menghambat pertumbuhan bakteri (antibakterial). Selain bagian daunnya bagian lain dari tumbuhan ini memiliki manfaat yang sama sebagai antibakteri namun banyak masyarakat yang belum mengetahui hal tersebut, sehingga bagian lain dari tanaman ini kurang dimanfaatkan selain daun dan daging buahnya. Berangkat dari hal tersebut studi literatur ini dilakukan dengan tujuan masyarakat yang membacanya dapat mengetahui bahwa bagian-bagian lain dari tumbuhan pepaya memiliki manfaat kesehatan terutama dalam menghambat pertumbuhan bakteri dan mengetahui pula bagian manakah yang paling baik dalam menghambat pertumbuhan bakteri. Hasil dari studi literatur menunjukkan akar, daun, daging buah, biji buah, kulit batang, dan kulit buah pepaya memiliki manfaat dalam menghambat pertumbuhan bakteri dan ekstrak dengan bahan dasar daun pepaya memiliki daya antibakteri tertinggi disbanding dengan bagian lain tumbuhan pepaya.
HUBUNGAN ANTARA SIKAP DAN PENGETAHUAN IBU HAMIL DENGAN PEMERIKSAAN KEHAMILAN (ANTENATAL CARE) PADA MASA PANDEMI COVID-19 Nabilah Nur Azizah
Jurnal Medika Hutama Vol. 2 No. 04 Juli (2021): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 2019 terdapat 4.221 kematian ibu di Indonesia berdasarkan laporan. Tingginya angka kematian ibu dapat dicegah dengan rutinnya kunjungan dapat dicegah dengan pemeriksaan kehamilan melalui antenatal care (ANC) secara rutin dan teratur. Antenatal care (ANC) merupakan perawatan yag diberikan tenaga profesional kepada ibu selama masa kehamilan. Hal ini dilakukan agar setiap ibu mampu mengakses pelayanan kesehatan ibu yang berkualitas. Terlebih sekarang dalam situasi pandemi Covid-19 ini, banyak pembatasan ke semua layanan rutin termasuk pelayanan kesehatan maternal dan neonatal. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara sikap dan pengetahuan ibu hamil dengan pemeriksaan kehamilan (antenatal care) pada masa pandemi Covid-19. Metode yang digunakan adalah literature riew dengan mencari kata kunci faktor antenatal care, sikap, dan pengetahuan ibu hamil di Google Scholar dan Pubmed. Pencarian literatur baik dari jurnal nasional maupun internasional kemudian merangkum topik pembahasan dan disajikan dalam artikel. Dari beberapa penelitian didapatkan adanya hubungan antara sikap dan pengetahuan ibu hamil dengan pemeriksaan kehamilan (antenatal care) pada masa pandemi Covid-19.
FAKTOR RISIKO KEJAIDAN INFEKSI CACINGAN Muhammad Heickal Ikhlasul Amal Arrizky
Jurnal Medika Hutama Vol. 2 No. 04 Juli (2021): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infection of worms are one of the intestinal parasitic infections. This infection causes the greatest morbidity worldwide, especially in developing countries. The most common cause is soil-transmitted helminths (STH). STH infection causes 9000 to 135000 deaths per year in the world. Chronic and asymptomatic morbidity in children is associated with STH infection. The purpose of this paper is to determine the risk factors for the incidence of intestinal worm infection in children. The method used is a literature review by searching for the keywords intestinal worms, STH infections, and children on Google Scholar and Pubmed. Searching the literature from both national and international journals then summarizes the discussion and comparison of the results presented in the article. From several studies conducted, the risk factors for the incidence of worm infection in children include the habit of washing hands, the habit of activities on the ground without using footwear, nail hygiene, SPAL (Wastewater Disposal Facility), water cleanliness, use of latrines, waste processing, floor conditions , level of knowledge, parental occupation, and use of deworming medication.
HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN (HB) DENGAN PRESTASI PADA SISWA MENENGAH ATAS (SMA) ATAU SEDERAJAT Pande made imas Saraswati
Jurnal Medika Hutama Vol. 2 No. 04 Juli (2021): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan baik secara individu maupun secara kelompok. Salah satu proses yang mempengaruhi pencapaian prestasi seseorang yakni pembelajaran yang maksimal. Proses Pembelajaran salah satunya dipengaruhi oleh kadar hemoglobin. Hemoglobin (Hb) merupakan suatu protein tetrametrik eritrosit yang memiliki fungsi untuk pengangkutan oksigen ke jaringan dan pengangkutan karbondioksida dan proton dari jaringan perifer ke organ respirasi. Kondisi nilai hemoglobin kurang dari normal disebut anemia. Penelitian ini merupakan studi literature dengan mengambil data sekunder yang diperoleh dari hasil penelitian sebelumnya. Berdasarkan hasil studi literature menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan anatara kadar hemoglobin dengan prestasi siswa sekolah menengah atas (SMA) atau sederajat.Namun prestasi juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain selain dari kadar hemoglobin itu sendiri. Keywords: Hemoglobin; prestasi; siswa
Asma Non-Atopik: Faktor Resiko, Diagnosis, dan Managemen James Abel Pangihutan
Jurnal Medika Hutama Vol. 2 No. 04 Juli (2021): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asma non-atopik merupakan penyakit kronik pada saluran pernafasan. Asma non-atopik berbeda dibandingkan asma atopik, karena tidak berhubungan dengan mekanisme alergi. Asma non-atopik dapat disebut sebagai late onset asthma karena umumnya ditemukan pada orang dewasa. Asma non-atopik lebih banyak ditemukan pada wanita dibandingkan pada pria; sebanyak 65% dari kasus asma wanita berupa non-atopik, dan sebanyak 37% kasus asma pria berupa non-atopik. Asma non-atopik disebabkan oleh adanya paparan iritan dan berbagai faktor resiko. Faktor resiko penyebab asma non-atopik dapat berupa: paparan asap rokok, obesitas, stress, dan riwayat infeksi saluran pernafasan. Diagnosis pada asma non-atopik dilakukan seperti mendiagnosis asma atopik; namun perlu dilakukan tes allergen untuk membedakan keduanya. Managemen asma non-atopik dapat dilakukan secara farmakologis dan non-farmakologis; tetapi manajemen faktor resiko seperti obesitas perlu dipertimbangkan.
Antibiotik Topikal pada Tatalaksana Impetigo Verra Rachma Indahsari
Jurnal Medika Hutama Vol. 2 No. 04 Juli (2021): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background. Impetigo is a contagious superficial bacterial skin infection that affects people of all ages but is more common in children. Staphylococcus aureus is the main causative pathogen despite Streptococcus pyogenes or both. Complications of impetigo are rare, but local and systemic spread of infection can occur. So it is an important reason for the need for antibiotic treatment that can speed up the resolution of symptoms. Method. This research is a literature review involving 17 literature sources with the keywords used include ‘impetigo, treatment, topical antibiotics and resistance '. Result. Several studies have shown resistance to the use of topical antibiotics in the treatment of impetigo, for example the antibacterial agents fusidic acid and mupirocin, and may continue to increase. Ozenoxacin has been shown in several studies to have strong antibacterial activity against staphylococci and streptococci, a rapid bactericidal effect and a low potential for resistance. Conclusion. Antibiotic interventions for impetigo are currently relatively effective, but patterns of bacterial resistance are changing. Ozenoxacin can be a useful alternative for treating impetigo in children and adolescents
GAMBARAN PELAKSANAAN KEBIJAKAN PEMBATASAN PERJALANAN DOMESTIK DALAM UPAYA PENANGGULANGAN COVID-19 TAHUN 2020 OLEH KKP TANJUNG PRIOK GITA CHANDRA
Jurnal Medika Hutama Vol. 2 No. 04 Juli (2021): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) is an infectious disease caused by Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) as a Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) on March 11 2020 Covid-19 was declared by WHO as a pandemic. Technological advances can also affect the pattern of disease spread. The current speed of transportation allows travelers to move from one country to another with a travel time that is shorter than the incubation period. Tanjung Priok Port is one of the export-import gateways in Indonesia, so it has the potential to be the entry and exit point for infectious diseases. The Tanjung Priok Class I KKP which is located at the Tanjung Priok port has the main task and function of preventing the entry and exit of infectious diseases that have the potential to become PHEIC. In January to December 2020, the number of domestic sea transportation passengers in Indonesia amounted to 14.2 million, a decrease of 40.66 percent compared to the same period 2019. For Tanjung Priok Port, it was 76.51 percent of the total passengers, namely 1,086,442 passengers. This research is an analysis of policy implementation research using qualitative methods by observing then researchers continue with in-depth interviews to see an overview of the implementation of domestic travel restriction policies in the effort to overcome Covid-19 by KKP Class I Tanjung Priok. The results of this study are less effective because many changes occur in a short time. Existing policies need to be monitored and evaluated on the implementation of a policy so that it can be ascertained whether it is running as it should