cover
Contact Name
Dwi Septian Wijaya
Contact Email
admin@jurnalmedikahutama.com
Phone
+6281334291827
Journal Mail Official
admin@jurnalmedikahutama.com
Editorial Address
Jl. Gas Alam No. 59 Curug Cimanggis Depok
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Medika Hutama
ISSN : 27158039     EISSN : 27159728     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Medika Hutama adalah jurnal hasil penelitian, studi kasus, dan tinjauan pustaka di bidang Kesehatan dan Kedokteran
Articles 533 Documents
HUBUNGAN KARIES GIGI DENGAN KEJADIAN ENDOKARDITIS Charity Binda Arlandi
Jurnal Medika Hutama Vol. 3 No. 01 Oktober (2021): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karies gigi merupakan salah satu penyakit gigi dan mulut yang paling umum dan paling banyak dialami oleh orang di dunia. Bakteri yang ditemukan pada karies gigi merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya endokarditis. Metode yang digunakan oleh penulis adalah studi literature review dari beberapa jurnal nasional maupun internasional. Metode ini digunakan dengan tujuan menyajikan, menambah pengetahuan dan pemahaman mengenai artikel ini dengan meringkas materi penelitian pada fokus topik tertentu. Dari beberapa penelitian yang dilakukan didapatkan hasil bahwa karies gigi memiliki hubungan yang bermakna terhadap kejadian endokarditis
KARAKTERISTIK KONDISI LINGKUNGAN PENDERITA MALARIA TERHADAP KEJADIAN MALARIA Aditya Andra Perdana
Jurnal Medika Hutama Vol. 3 No. 01 Oktober (2021): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malaria is the fifth leading cause of death from infectious diseases in the world, according to the World Health Organization (WHO) there are 3.3 billion people living in areas at risk of malaria transmission. Half of Indonesia's population lives in malaria endemic areas. Malaria is an infectious disease caused by sporozoa of the genus Plasmodium which consists of species Plasmodium vivax, Plasmodium malariae, Plasmodium falciparum, and Plasmodium ovale which enter the body through the bite of a female Anopheles mosquito. The environment in the house that plays an important role in the frequency of contact of mosquito bites to humans such as the condition of the walls of the house, the installation of wire netting on the ventilation, lighting, ceiling of the house and hanging clothes.
Tata Laksana Insomnia Muhammad Abdul Ghoni Sutardi
Jurnal Medika Hutama Vol. 3 No. 01 Oktober (2021): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sleep is an important part of health and well-being. The harmful effects of insomnia, primary or secondary, are serious health concerns and should be examined and studied at all ages. There is growing evidence that the impact of insomnia on adolescent functioning is comparable to the effects of other major psychiatric disorders (eg mood disorders, anxiety disorders, etc.). Insomnia is associated with significant negative functional consequences and disability in many emotional, social, cognitive and physical domains. The purpose of this paper to determine tuberculosis therapy. The method used is literature research by searching for the words insomnia, therapy, pharmacology on Google Scholar and Pubmed. Searching the literature from both national and international journals then summarizes the discussion topics and compares the results presented in the articles. From the review that has been done, it is found that the pharmacotherapy given to insomnia patients is in the form of benzodiazepam and non-benzodiazepine-hypnotic drugs (zolpidem, eszoplocone, zaleplon ramelteon, trazodone).
Efek Samping Aspirin Tisa Angelia
Jurnal Medika Hutama Vol. 3 No. 01 Oktober (2021): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aspirin is a salicylate derivative with the chemical name acetylsalicylic acid. The drug is used as an analgesic, antipyretic, anti-inflammatory and anticoagulant. Aspirin belongs to the class of non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs). In addition to treating pain, fever, and inflammation, aspirin can be used to prevent strokes and heart attacks. Side effects of aspirin need to be considered given the high use of this drug. The purpose of this paper is to determine the side effects of aspirin. The method used is a literature review with the keywords aspirin, pharmacology, and treatment on Google Scholar and Pubmed. Searching the literature from both national and international journals then summarizes the discussion topics and compares the results presented in the articles. From a review of the existing literature, side effects of aspirin include bleeding, hypersensitivity reactions, and death.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI REKURENSI KEJANG DEMAM PADA BALITA Syarifatunnisa' Syarifatunnisa'
Jurnal Medika Hutama Vol. 3 No. 01 Oktober (2021): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejang demam merupakan suatu bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal di atas 38°C) yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranial. Kejadian berulangnya atau rekurensi kejang demam pada balita berhubungan dengan riwayat keluarga dengan kejang demam, usia saat kejang demam pertama, suhu tubuh pada demam pertama dan terdapat kejang demam kompleks. Risiko berulangnya kejang demam sekitar 60% setelah kejang demam pertama, 75% diantaranya terjadi dalam waktu satu tahun pertama. Tujuan penulisan ini untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi rekurensi kejang demam pada balita. Metode yang digunakan adalah literature riew dengan mencari kata kunci rekurensi, kejang demam dan balita di Google Scholar dan Pubmed. Pencarian literatur baik dari jurnal nasional maupun internasional kemudian merangkum topik pembahasan dan membandingkan hasil yang disajikan dalam artikel. Dari beberapa penelitian yang dilakukan, faktor yang mempengaruhi rekurensi kejang demam pada balita meliputi usia saat kejang demam pertama, suhu tubuh ketika terjadi kejang demam pertama, riwayat keluarga dengan kejang demam dan tipe kejang yang terjadi pada pasien.
Hubungan Lama Duduk dengan kejadian Nyeri Punggung Bawah Ayu Assyifa Hamka Dinata
Jurnal Medika Hutama Vol. 3 No. 01 Oktober (2021): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu nyeri yang banyak terjadi di dunia adalah Nyeri Punggung Bawah. Nyeri ini biasanya dirasakan di daerah lumbal atau lumbosakral. Nyeri punggung bawah merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal akibat dari ergonomi yang salah. Secara umum nyeri ini disebabkan karena peregangan otot dan lama duduk juga turut mempengaruhi risiko nyeri punggung bawah karena lama duduk sering menyebabkan penurunan produktivitas kerja juga disabilitas. Duduk merupakan salah satu sikap tubuh menopang batang badan bagian atas oleh pinggul dan sebagian paha yang terbatas pergerakannya untuk mengubah posisinya lagi
Hubungan Riwayat Penyakit Diare dengan Kejadian Stunting Pada Balita L. Gita Cyntithia
Jurnal Medika Hutama Vol. 3 No. 01 Oktober (2021): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan serius yang sedang dihadapi dunia, menurut WHO pada tahun 2019 prevalensi balita stunting secara global mencapai 21,9% dengan Asia berada pada peringkat kedua dengan persentase 31,9%. Indonesia merupakan salah satu negara di Asia tenggara dengan angka stunting yang tinggi yaitu 36,1%. Stunting terjadi akibat kekurangan gizi kronis yang dapat disebabkan asupan yang tidak adekuat atau adanya penyakit pada balita seperti infeksi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan riwayat penyakit diare dengan kejadian stunting pada balita. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pencarian artikel menggunakan kata kunci stunting, infeksi dan diare melalui google scholar dan pubmed, artikel kemudian dikaji dan dianalisis. Hasil dari literature review ini adalah hubungan riwayat diare dengan kejadian stunting masih rancu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan mempertimbangkan faktor perancu, jumlah dan karakteristik sampel serta frekuensi, durasi dan onset kejadian diare pada balita.
Pengaruh Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum) Terhadap Kadar Glukosa Darah dan Gambaran Histopatologi Ginjal pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) yang Diinduksi Streptozotocin Adli Sutan Pambelo
Jurnal Medika Hutama Vol. 3 No. 01 Oktober (2021): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana efek antidiabetik dari ekstrak bawang putih (Allium sativum) pada tikus putih (Rattus norvegicus) yang diinduksi streptozotocin melalui pendekatan telaah literatur (literature review). Dilakukan pengumpulan literatur dengan kriteria inklusi berupa literatur yang terbit minimal tahun 2010 yang membahas tentang;bawang putih, diabetes melitus, streptozotocin, glukosa dan gambaran histopatologi ginjal tikus putih. Sedangkan kriteria ekslusi berupa literatur yang diterbitkan pada tahun 2009 kebawah. Didapatkan bahwa bawang putih (Allium sativum) memiliki efek antidiabetik terhadap tikus putih (Rattus norvegicus) yang diinduksi streptozotocin.
Indonesia ANALISIS FAKTOR HEALTH BELIEF MODEL PADA PENERIMAAN VAKSINASI COVID-19: Indonesia Laili Yumna Rizqillah
Jurnal Medika Hutama Vol. 3 No. 01 Oktober (2021): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vaksin telah terbukti menjadi salah satu cara yang efektif untuk melawan pandemi. Sejak pertama dikenali, Covid-19 ditemukan mudah menyebar sehingga menjadi permasalahan global. Setelah penelitian yang cukup panjang, vaksin Covid-19 akhirnya ditemukan dan kini menjadi salah satu program yang digalakkan oleh pemerintah beberapa negara untuk mendapatkan kekebalan kelompok dan mengurangi keparahan dari infeksi Covid-19. Terdapat banyak faktor yang memengaruhi keinginan individu untuk menerima vaksin Covid-19, salah satunya yakni health belief model sebagai model dari perilaku sehat. Dari model tersebut dapat dinilai kerentanan, keparahan, manfaat, dan hambatan yang dirasa sebagai faktor prediktor yang memengaruhi health belief model. Tujuan dari studi literatur ini adalah untuk melihat hubungan health belief model dalam memengaruhi penerimaan vaksin Covid-19. Dalam penulisannya, studi literatur ini merujuk pada beberapa penelitian yang memiliki fokus materi tertentu yang masih berkorelasi dan menyimpulkannya. Hasil yang didapat adalah ditemukannya pengaruh dari health belief model pada penerimaan vaksin Covid-19 dibeberapa kelompok yang berbeda.
PSEUDO SIGN OF LESER TRELAT? Gabriella Jesslyn Evania
Jurnal Medika Hutama Vol. 3 No. 02 Januari (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Leser Trelat sign is a rare condition. Mostly, the sign appears with underlying malignant disease. A 74-year-old man presented to the hospital with multiple lesions distributed over multiple parts of the body that are increasing in number within a year. No history of malignancy within the family. Based on the anamnesis and characteristic appearance of the skin lesions, the diagnosis is still vague, therefore, we need to perform a histopathology examination. Following the skin biopsy, we perform electrocauterization to remove the other lesions. The histopathology examination results indicate that the patient's diagnosis is not a malignancy, rather he was diagnosed with seborrheic keratosis.