cover
Contact Name
Dwi Septian Wijaya
Contact Email
admin@jurnalmedikahutama.com
Phone
+6281334291827
Journal Mail Official
admin@jurnalmedikahutama.com
Editorial Address
Jl. Gas Alam No. 59 Curug Cimanggis Depok
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Medika Hutama
ISSN : 27158039     EISSN : 27159728     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Medika Hutama adalah jurnal hasil penelitian, studi kasus, dan tinjauan pustaka di bidang Kesehatan dan Kedokteran
Articles 533 Documents
FAKTOR PERILAKU TERHADAP KEJADIAN HEPATITIS A Deana Rifqoh Nabilah
Jurnal Medika Hutama Vol. 3 No. 02 Januari (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Hepatitis merupakan masalah kesehatan masyarakat di dunia termasuk di Indonesia yang dapat disebabkan oleh infeksi virus hepatitis A, B, C, D dan E. Hepatitis ditularkan secara fecal-oral dan biasanya berhubungan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), bersifat akut tidak menyebabkan penyakit hati kronis dan jarang berakibat fatal dan dapat sembuh dengan baik akan tetapi penyakit ini dapat berpotensi Kejadian Luar Biasa atau KLB. Metode yang digunakan oleh penulis yaitu studi literature review dari beberapa jurnal nasional maupun internasional. Metode ini digunakan dengan tujuan menyajikan, dan menambah pemahaman mengenai suatu artikel dengan meringkas materi penelitian pada topik tertentu. Dari beberapa penelitian yang telah dipaparkan didapatkan hasil factor perilaku dapat menyebabkan kejadian penyakit hepatitis.
GAMBARAN PENDERITA TUMOR PAYUDARA BERDASARKAN USIA BIOLOGIS Nadya Utami
Jurnal Medika Hutama Vol. 3 No. 02 Januari (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumor payudara dapat dibedakan menjadi tumor jinak dan tumor ganas atau kanker. Kanker payudara merupakan kanker yang paling sering didiagnosis dan penyebab utama kematian pada wanita di seluruh dunia. Banyak faktor risiko yang berhubungan terhadap kemunculan tumor payudara salah satunya adalah usia. Metode yang digunakan oleh penulis adalah studi literature review dari beberapa jurnal nasional maupun internasional. Metode ini digunakan dengan tujuan menyajikan, menambah pengetahuan dan pemahaman mengenai artikel ini dengan meringkas materi penelitian pada fokus topik tertentu. Dari beberapa penelitian yang dilakukan didapatkan hasil bahwa prevalensi tumor ganas payudara lebih besar daripada tumor jinak. Penderita tumor jinak payudara mayoritas terjadi pada rentang usia 20-29 tahun dan tumor ganas payudara pada usia diatas 50 tahun
HUBUNGAN HIPERKOAGULASI (Prothrombine Time (PT) dan Fibrinogen) TERHADAP KEJADIAN DIABETES MELITUS muhammad daffa attila firjatullah.docx
Jurnal Medika Hutama Vol. 3 No. 02 Januari (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik yang ditandai adanya peningkatan kadar glukosa darah melebihi normal atau disebut juga dengan hiperglikemia. Hiperglikemia pada DM yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan berat pada jaringan tubuh, seperti saraf dan pembuluh darah. Hiperglikemia dapat terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya sehingga dapat meningkatkan aktivitas koagulasi dan mengurangi aktivitas antikoagulasi dari system hemostasis sehingga menyebabkan keadaan hiperkoagulasi. Fibrinogen berperan penting pada proses aterotrombosis, hemostasis, agregasi trombosit, dan viskositas darah. Fibrinogen merupakan salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskular pada penderita DM, yang dapat menandakan terjadinya hiperkoagulabilitas akibat inflamasi iskemik. Prothrombine time berperan dalam proses hemostasis yang dapat diperiksa untuk mengetahui kerusakan pada pembuluh darah. Metode analisis yang digunakan yaitu melalui literature review yang berisi uraian mengenai teori, dan hasil penelitian sebelumnya dengan fokus topik yang sesuai dan relevan. Kajian pustaka yang digunakan berjumlah 17 artikel dari tahun 2015 – 2020 dengan pencarian menggunakan pubmed dan google scholar. Dari beberapa penelitian yang telah dipaparkan didapatkan hasil
MANAJEMEN DIET PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DALAM PEMENUHAN NUTRISI : SEBUAH TINJAUAN LITERATUR Made Dwika Angga
Jurnal Medika Hutama Vol. 3 No. 02 Januari (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes miletus tipe II merupakan DM terbanyak di Indonesia yang biasa terjadi pada orang dewasa, tapi juga terjadi pada anak-anak dan remaja. Diabetes miletus tipe II ini, tubuh mampu memproduksi insulin tapi insulin ini tidak mampu untuk merespon efek insulin (dikenal sebagai resistensi insulin) yang menyebabkan penumpukan glukosa dalam darah banyak orang dengan DM tipe II tidak menyadari bahwa mereka menderita DM karena gejala baru muncul setelah bertahun tahun. Penatalaksanaan diet merupakan salah satu usaha dalam penanganan suatu penyakit, selain terapi utama seperti obat-obatan, radiasi, dan pembedahan. Peran nutrisi untuk pasien berfungsi dalam memberikan tunjangan nutrisi kebutuhan tubuh yang kuat, untuk mencegah terjadinya malnutrisi akibat dari penyakit yang di deritanya maupun mencegah adanya komplikasi yang dapat memperberat penyakit. Status nutrisi adalah keadekuatan asupan nutrisi untuk memenuhi kebutuhan metabolisme. Manajemen nutrisi itu sendiri adalah mengelola asupan nutrisi yang seimbang. Diet merupakan bagian yang dianggap penting dalam penatalaksanaan manajemen status nutrisi pada DM tipe 2, selain olahraga, obat-obatan anti diabetik serta pendidikan. Memilih pangan (karbohidrat) yang tidak menaikkan kadar gula darah secara drastis merupakan salah satu upaya untuk menjaga kadar gula darah pada taraf normal.
HUBUNGAN POSISI DUDUK DENGAN KEJADIAN LOW BACK PAIN PADA MASA PANDEMI COVID-19 Aka Al Fahrezi
Jurnal Medika Hutama Vol. 3 No. 02 Januari (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi COVID-19 sangat berdampak di dunia salah satunya pada bidang pendidikan. Kebijakan pemerintah mengubah pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran daring mengharuskan mahasiswa melakukan duduk dengan durasi lama saat pelaksanaan perkuliahan online dimana menyebabkan munculnya gangguan muskuloskeletal yang salah satunya adalah low back pain. Metode yang digunakan oleh penulis adalah studi literature review dari beberapa jurnal nasional maupun internasional. Metode ini digunakan dengan tujuan menyajikan, menambah pengetahuan dan pemahaman mengenai artikel ini dengan meringkas materi penelitian pada fokus topik tertentu. Dari beberapa penelitian yang dilakukan didapatkan secara statistik bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara posisi duduk dengan kejadian low back pain pada masa pandemi COVID-19
Implementation of the Clinical Pathway Paradigm in Achieving Cost-Effectiveness in Health Financing (Systematic Literature Review): Clinical Pathway Paradigm in Achieving Cost-Effectiveness in Health Financing Yohanes Firmansyah; Handar Subhandi Bakhtiar
Jurnal Medika Hutama Vol. 3 No. 02 Januari (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Clinical Pathway (CPW) is a clinical documentation technique that focuses on clinical practice standards for nurses, physicians, and others. The clinical pathway is a two-way instruction for handling patients on clinical problems, diagnosis, and stages of care. Any intervention given and the development of the patient is documented systematically based on the time criteria set and expected to increase the service quality and lower hospital expenses. This paper aimed to measure the CP role in increasing hospital expenses efficiency. Methods: A systematic literature review was conducted to determine the effectiveness and efficiency of using clinical pathways for financing. The inclusion criteria were all types of research from descriptive to Randomized Controlled Trials containing at least 2 methods of comparison of interventions published in the last 30 years. Results: This review found 129 articles related to the relationship between clinical pathway use and the effectiveness of financing in hospitals. After going through the screening process based on the inclusion and exclusion criteria, it was found that only 15 articles met the requirements. After analyzing the data, the use of Clinical Pathway in managing patients can lower hospital expenses. Conclusion: Implementing a clinical pathway for patients’ management in hospitals can increase hospital expenses efficiency.
PEMBIAYAAN BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL KESEHATAN PADA REHABILITASI MEDIS Hanna Wijaya; Handar Subhandi Bakhtiar
Jurnal Medika Hutama Vol. 3 No. 02 Januari (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jamsostek is implemented by the Health Social Security Organizing Agency which encompasses BPJS Employment Services and BPJS Health Services. Cardiac rehabilitation is done out so that the post-morbid cardiovascular system increases and is optimal. BPJS sets new laws on cataracts, delivery, and medical rehabilitation. Medical Rehabilitation control visits may only be held twice a week. Meanwhile, for conditions that do require medical rehabilitation more than 2 times a week, it is considered quite a lot, one of which is cardiac surgery medical rehabilitation. As a result, patients will use their own resources to pay for treatment because BPJS only bears rehabilitation costs twice a week. This study adopts a research technique that reviews the juridical normative. Medical rehabilitation is a new field of specialization in medical science. This field of science examines the care of patients with impairments as a whole, neuromuscular structure, loss of function arising from the heart and lungs structure, bone muscle structure, as well as physical and social mental illnesses that accompany the disability. BPJS Health is a public legal entity that is responsible for patients and is beneficial for establishing health insurance plans for all Indonesian people. Foreign citizens are also allowed if they work within a period of six months in Indonesia. BPJS Kesehatan covers medical rehabilitation services based on medical symptoms and service standards, as well as current laws and regulations. Currently, rehabilitation can only be carried out 2 times in two weeks or a maximum of only eight times per month and is in contrast to the old one, which can rehabilitate up to 29 times per month. This renders health services no longer covered by BPJS Kesehatan. This constraint can undoubtedly make it tough for medical rehabilitation patients. If the intensity of service is reduced, this can slow down the recovery process of cardiac surgery patients.
THE IMPLEMENTATION OF A HEALTH FINANCING SYSTEM THROUGH HEALTH PROMOTION IN INDONESIA Yana Sylvana; Handar Subhandi Bakhtiar
Jurnal Medika Hutama Vol. 3 No. 02 Januari (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Health development is a part of national development. In health development, the goal to be achieved is to increase the optimal level of public health. The principle of public healthcare prioritizes promotive and preventive services. Promotive services are efforts to improve public health for the better. While preventive services are efforts to prevent people from getting a disease. Health insurance applies to every individual (citizen), which should be the obligation of the state to fulfil it without distinguishing one citizen from another. The process of healthcare cannot be separated from health financing. Health costs are the number of funds provided to organize and/or utilize various health efforts needed by individuals, families, groups and communities. Strong, stable and sustainable health financing plays a very important role in the implementation of healthcare in order to achieve various goals of health development in a country. It includes the equal distribution of healthcare and access (equitable access to health care) and quality services (assured quality). This study used a research methodology that reviewed normative juridical carried out by a synthetic study. The deductive conclusions from statements in data sources such as library materials included journals, books, documents, and literature or secondary law such as laws, legal theories, court decisions, expert opinions that are relevant and related to the discussion in this journal. This study was a prescriptive-analytical study in which data synthesis, discussion and conclusions were analyzed qualitatively.
HEALTH FINANCING PLANNING IN HOSPITAL Michelle Angelika S; Handar Subhandi Bakhtiar
Jurnal Medika Hutama Vol. 3 No. 02 Januari (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Health financing is a factor that significantly affects the health quality of a country. Problems arising from health financing include a lack of funds and an increase in funds. This paper used a literature review as the method. The purpose of this scientific paper was to increase awareness about health financing in hospitals. Thus, this paper is expected to be useful in building financing plans to optimize health services. From various research articles, it can be concluded that the importance of health financing is used as a reference for targets that hospital activities in the future must achieve. The need for synchronization between one policy and another, starting from planning documents to budgeting. There is a strong relationship between the hospital institutional status and health financing pattern.
PEMBERLAKUAN CLINICAL PATHWAY DALAM PEMBERIAN LAYANAN KESEHATAN DAN AKIBAT HUKUMNYA: CLINICAL PATHWAY DALAM PEMBERIAN LAYANAN KESEHATAN Yohanes Firmansyah; Gunawan Widjaja
Jurnal Medika Hutama Vol. 3 No. 02 Januari (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A clinical pathway describes the best way to care for a specific diagnosis or procedure, including the sequencing and timing of interventions by doctors, nurses, and other healthcare professionals. It is a relatively new clinical process improvement tool that is gaining traction in hospitals across the United States, Australia, and the United Kingdom. Clinical pathways are created through the collaborative efforts of clinicians, nurses, pharmacists, physiotherapists, and other allied healthcare professionals with the goal of improving patient care quality. Clinical pathways have been shown to reduce unnecessary variation in patient care, reduce discharge delays through more efficient discharge planning, and improve clinical service cost-effectiveness. Clinical pathways' approach and objectives are consistent with those of total quality management (TQM) and continuous quality improvement (CQI), and are essentially the application of these principles to the patient's bedside. This article investigates the increasing use of clinical pathways, their benefits to healthcare organizations, their use as a tool for CQI activities directly related to patient care, and the medico-legal implications involved.