cover
Contact Name
Dwi Septian Wijaya
Contact Email
admin@jurnalmedikahutama.com
Phone
+6281334291827
Journal Mail Official
admin@jurnalmedikahutama.com
Editorial Address
Jl. Gas Alam No. 59 Curug Cimanggis Depok
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Medika Hutama
ISSN : 27158039     EISSN : 27159728     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Medika Hutama adalah jurnal hasil penelitian, studi kasus, dan tinjauan pustaka di bidang Kesehatan dan Kedokteran
Articles 533 Documents
PERSETUJUAN TINDAKAN MEDIS: APA YANG HARUS DISAMPAIKAN? Michelle Angelika S; Gunawan Widjaja
Jurnal Medika Hutama Vol. 3 No. 02 Januari (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan dokter dan pasien dalam transaksi terapeutik (perjanjian medis). Terapeutik adalah terjemahan dari therapeutic yang berarti dalam bidang pengobatan, ini tidak sama dengan therapy atau terapi yang berarti pengobatan. Setiap pasien mempunyai hak untuk mengetahui prosedur perawatan bagaimana yang akan dialaminya, termasuk risiko yang harus ditanggungnya sebagai akibat metode perawatan tertentu. Kecuali itu pasien juga mempunyai hak untuk mengetahui apakah ada alternatif-alternatif lain, termasuk pula resikonya. Ada pula yang berpendapat bahwa pasien berhak mengetahui hal-hal yang berada di luar ruang lingkup kesehatan, namun yang berkaitan, seperti misalnya, faktor sosial. Itulah yang lazim disebut “informed consent”. Pada kasus yang sering terjadi di Unit Gawat Darurat (UGD) yakni banyak pasien yang tiba dalam kondisi tidak sadar dan tanpa keluarga yang mengantar. Hal ini tentunya membuat tenaga medis kebingungan dalam mengambil keputusan tentang hal mana yang harus didahulukan, apakah mendahulukan informed consent sebagai pelindung hukum dalam praktik keperawatan, padahal pasien dalam kondisi terancam nyawanya, ataukah perawat menolong pasien terlebih dahulu dan untuk sementara menyampingkan informed consent. Dari uraian diatas maka penulis ingin membahas mengenai Persetujuan Tindakan Medis
Formulasi Sediaan Gel Hand Sanitizer Ekstrak Etanol Daun Kayu Jawa (Lannea Coromendelica Houtt. Merr). nur indah mayang safitri Suhardi
Jurnal Medika Hutama Vol. 3 No. 02 Januari (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kayu Jawa leaves (Lannea coromendelica Houtt. Merr) contain flavonoids, saponins, tannins and polyphenols and are proven to have antibacterial effects, but their use by the community is still traditional so it needs to be developed into a formula that is more practical to use, and lasts longer, such as hand sanitizer. The purpose of this study was to determine the extract of Jawa Kayu Leaves (Lannea coromendelica Houtt. Merr) can be formulated into a hand sanitizer gel and to determine the concentration of the Jawa Kayu Jawa Leaves (Lannea coromendelica Houtt. Merr) Hand Sanitizer gel as an antiseptic. Kayu Jawa leaves (Lannea coromendelica Houtt. Merr) were extracted using maceration method using 96% ethanol solvent and made into hand sanitizer gel using carbomer 940, triethanolamine (TEA), methyl paraben, propylene glycol and aquadest. The results showed that the four preparations were homogeneous, brownish green in color and had a slightly distinctive smell with a pH range of 4.5-6.5 in the four formulations, the dispersion measurement was 5-7 cm in the four formulations, the positive control and negative control met the requirements, the gel preparation Javanese wood leaves (Lannea coromendelica Houtt. Merr) in all formulas with different base concentrations showed antiseptic effectiveness, with a 1% carbopol concentration formulation reducing the number of colonies by 14% compared to other formulations. Keywords: Gel Hand Sanitizer, Ethanol Extract of Javanese Wood Leaves (Lannea coromendelica Houtt. Merr), Physical Test, and Antiseptic Test.
COVID-19 : VARIAN DAN MUTASI Alvan Muhammad Hibatullah Santoso
Jurnal Medika Hutama Vol. 3 No. 02 Januari (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Corona Virus Disease 2019 atau COVID-19 pertama kali dilaporkan muncul di Wuhan, China pada akhir tahun 2019. Wabah disebabkan oleh SARS-COV-2 dimana virus tersebut hasil evolusi dari family Coronavirus. Evolusi yang terjadi pada virus melalui mutasi genetik merupakan hal yang alamiah terjadi. Virus berveolusi agar bisa terus beradaptasi dengan lingkungannya. Cepatnya penyebaran dan penularan virus ini tidak terlepas dari kemampuan virus untuk berevolusi yang disebabkan oleh terjadinya mutasi dari materi genetik virus ini. Dengan demikian, mutasi virus Corona telah menjadi topik hangat di telinga publik maupun peneliti. Studi ini dilakukan melalui studi literatur. Menjadi penting mengetahui evolusi dari SARS-CoV-2. Dengan diketahui pola mutasinya, maka obat antivirus lebih mudah ditemukan sehingga pandemic akan berakhir. Jenis review yang digunakan dalam jurnal ini berbentuk literature review. Dalam proses penelitian telah ditemukan sebanyak 25 artikel yang ditemukan melalui database NCBI, PubMed, Google Scholar, namun hanya terpilih 15 artikel dari tahun 2015 hingga 2021. Hasil dari artikel ini adalah menjelaskan update terkini mengenai mutasi COVID-19.
Tatalaksana Campak Vivi Yonanda
Jurnal Medika Hutama Vol. 3 No. 02 Januari (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Measles is an infection caused by a virus. This disease is self-limiting. Measles is one of the causes of morbidity, especially in infants. Management of measles can be symptomatic or supportive. The purpose of this paper is to determine the management of measles. The method used is literature research by searching for measles, measles, medication, and treatment on Google Scholar and Pubmed. Searching the literature from both national and international journals then summarizes the discussion topics and compares the results presented in the articles. From a review of the existing literature, the management of measles is fluid administration, symptomatic treatment to treat symptoms, namely the administration of antipyretics, antibiotics in case of secondary infection, and administration of Vitamin A.
Diagnosis Dan Tatalaksana Gonore Attara Rafilia Adhata
Jurnal Medika Hutama Vol. 3 No. 02 Januari (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gonore adalah suatu peradangan pada mukosa yang diakibatkan oleh Neisseria gonorrhoeae. Secara morfologis gonokokus dibagi menjadi 4 tipe. Penularan paling sering terjadi adalah hubungan seksual. Masa inkubasi gonokokus cukup singkat yaitu 2-8 hari dan menjadi simptomatik dalam 2 minggu. Diagnosis gonore dapat ditegakkan dengan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Gold standar pemeriksaan gonore adalah kultur. Tatalaksana yang disarankan adalah terapi anti klamidia. Komplikasi pada wanita dapat berupa infertilitas, kehamilan ektopik, dan kebutaan pada neonates yang lahir dari ibu yang terinfeksi. Gejala pada pria adalah keluar pus saat miksi, disuria, demam, asimptomatik. Gejala klinis pada wanita adalah meningkatnya sekret vagina, dysuria, perdarahan diantara fase menstruasi serta menorrhagia. Biosensor merupakan teknologi terbaru untuk mendiagnosis gonore.
FAKTOR RESIKO PERILAKU KEBIASAAN HIDUP YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN GAGAL GINJAL KRONIK Jaya Firmansyah
Jurnal Medika Hutama Vol. 3 No. 02 Januari (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Chronic kidney disease is a functional and structural damage to the kidneys characterized by decreasing in the glomerular filtration rate (GFR) <60ml/min/1.73m2 that has lasted more than three months and is irreversible. The prevalence of chronic kidney failure continues to increase every year and the death rate for failure also increases. Medical expenses incurred by insurance institutions also continue to grow along with the increase in the number of sufferers and is the second highest funding order for treatment borne by Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Chronic kidney disease can be caused by certain disease conditions such as hypertension, diabetes, urinary tract infections, urinary tract stones, systemic lupus erythematosus, chronic pyelonephritis, chronic glomerulonephritis, polycystic kidney disease. Behavior of daily living such as smoking, high protein intake, consuming herbal medicine, use of analgesic drugs, high fat intake, consumption of high salt intake have a relationship and risk of chronic kidney disease.
PERBANDINGAN FUNGSI KARDIOVASKULAR ANTARA PEROKOK DAN NON-PEROKOK PADA ORANG DEWASA DENGAN AKTIVITAS FISIK RINGAN HINGGA SEDANG Natasha Anggraeni; Edwin Destra; Yohanes Firmansyah
Jurnal Medika Hutama Vol. 3 No. 02 Januari (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penyakit kardiovaskular adalah penyakit yang mengenai organ jantung dan pembuluh darah. Penyakit kardiovaskular diperkirakan menyebabkan kematian 17,7 juta orang per tahunnya. Prevalensi penyakit kardiovaskular di Indonesia diperkirakan sebesar 1,5%. Merokok adalah salah satu faktor risiko timbulnya penyakit kardiovaskular dan angka kejadian penyakit kardiovaskularnya ditemukan lebih tinggi dibandingkan yang tidak merokok. Prevalensi jumlah perokok laki-laki yang berusia diatas 15 tahun di Indonesia adalah sebesar 76,2%. Six Minute Walk Test adalah tes sederhana yang dapat digunakan untuk menilai kapasitas fungsional kardiovaskular seseorang. Subjek penelitian ini adalah petugas keamanan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbandingan kapasitas fungsional kardiovaskular melalui Six Minute Walk Test antara perokok dan tidak merokok. Metode: Penelitian ini adalah penelitian analitik komparatif numerik antara 2 kelompok tidak berpasangan dengan desain cross-sectional. Hasil: Didapatkan 80,4% subjek merokok dan 19,6% subjek tidak merokok. Rata-rata subjek berusia 30,29 tahun. Kesimpulan: Tidak ditemukan adanya perbedaan kapasitas fungsional antara perokok dan non-perokok.
Hambatan dalam Menerapkan Peran Case Manager di Indonesia: Literature Review Ahmad Safar Najamuddin
Jurnal Medika Hutama Vol. 3 No. 02 Januari (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Case managers are the driving force for case management in hospitals, which serve to fulfill patient needs and achieve cost-effectiveness of services in order to achieve good service. However, since the case manager was first introduced by KARS in the 2012 version of the hospital accreditation standard, until now this profession is still not optimal in carrying out its roles and functions. Purpose: Knowing the barriers to implementing the role of case manager in Indonesian hospitals in the last decade. Methods: This research was conducted using a literature review technique, through Google Scholar, ScienceDirect, and EBSCOhost; with a range of 2012 to 2021, and produced 9 articles that meet the criteria and will be used in the discussion. Results: The author finds that in general there are at least three obstacles in implementing the role of the case manager in Indonesia, including organizational barriers, activity barriers, and evaluation barriers. The most common problem is that the case manager does not have a clear definition of the main tasks of the function. Screening and assessment activities are often hampered because there is no clear format for initial patient screening. All hospitals have not set indicators to evaluate the results of case manager services. Conclusion: Organizing barriers are the main obstacles in the role of case managers, so it requires the development and clear professional standards of case managers.
Efektivitas Kunyit (Curcuma longa linn) sebagai Anti Jamur Wahyu Dewayanti
Jurnal Medika Hutama Vol. 3 No. 02 Januari (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kandidiasis merupakan infeksi jamur yang bersifat oportunistik yang artinya infeksi akibat adanya penurunan sistem kekebalan tubuh yang berlangsung di dalam tubuh manusia. Kandidiasis banyak disebabkan oleh Candida sp yang merupakan spesies jamur tersering menyerang manusia. Prevalensi kandidiasis di Indonesia dominan menyerang rambut, kulit, kuku, selaput lendir, dan organ lain seperti mulut dan kerongkongan. Kondisi iklim tropis di wilayah Indonesia dan sanitasi yang kurang baik serta pola hidup yang kurang sehat sangat mendukung pertumbuhan jamur. Dalam kondisi tertentu, C. albicans dapat tumbuh berlebih dan melakukan invasi sehingga menyebabkan penyakit sistemik progresif pada penderita yang memiliki sitem imun lemah. Didapatkan dari beberapa literature jurnal menyebutkan bahwa Kunyit (Curcuma longa linn) sebagai tanaman tradisional yang diketahui memiliki efektivitas anti jamur yang dapat mengobati penyakit Kandidiasis.
Strategi Bauran Pemasaran Pelayanan Kesehatan RSGM XYZ di Era Pandemi Covid-19 Febriana Kusuma Dian Mayasari
Jurnal Medika Hutama Vol. 3 No. 02 Januari (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), which is a global pandemic, affects the health system, including hospital health services in Indonesia. Dental and Oral Hospital (RSGM) which is a special dental and oral health facility must also prepare itself so that the hospital can survive and can provide safe and quality services. One of them is by doing the right marketing strategy. The purpose of this study was to describe the marketing mix strategy of RSGM XYZ during the Covid-19 pandemic, which is related to product, price, place and promotion. This research is a cross sectional study using a qualitative approach. Data collection was carried out by observation, review of internal documents and study of literature. Data collection was also carried out by in-depth interviews with selected informants based on purposive sampling. The results obtained from this study are an overview of the RSGM XYZ marketing mix strategy related to products, prices, places and promotions that have been carried out by the hospital in the face of the Covid-19 pandemic.