cover
Contact Name
Awis Hamid Dani
Contact Email
jurnalkesehatan.stikescrb@gmail.com
Phone
+6282219457664
Journal Mail Official
jurnalkesehatan.stikescrb@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Kesehatan Cirebon Lembaga Pengembangan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Jl. Brigjen Dharsono No 12 B Bypass Cirebon 45153
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 20880278     EISSN : 27219518     DOI : 10.38165
Core Subject : Health,
Lingkup naskah jurnal kesehatan mencakup bidang ilmu : kesehatan masyarakat, keperawatan, kebidanan, fisioterapi, radiodiagnostik dan radioterapi, farmasi serta laboratorium kesehatan.
Articles 227 Documents
MANAJEMEN RISIKO K3 MENGGUNAKAN HAZARD IDENTIFICATION RISK ASSESSMENT AND RISK CONTROL (HIRARC) Suzana Indragiri; Triesda Yuttya
Jurnal Kesehatan Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.225 KB) | DOI: 10.38165/jk.v9i1.77

Abstract

Kegiatan di Rumah Sakit mempunyai risiko berasal dari faktor fisik, kimia,  biologi, ergonomi  dan  psikososial, variasi, ukuran, tipe dan kelengkapan Rumah Sakit  menentukan tingkat risiko K3. RSD Gunung Jati sebagai sarana pelayanan kesehatan tempat berkumpulnya orang sakit maupun orang sehat yang memungkinkan terjadinya risiko timbulnya kecelakaan akibat kerja dan penyakit akibat kerja. Sumber bahaya yang ada di Rumah Sakit harus diidentifikasi dan dinilai untuk menentukan tingkat risiko, yang merupakan tolak ukur kemungkinan terjadinya kecelakaan akibat kerja dan penyakit akibat kerja. Dari hasil rekapitulasi insiden di ruang rawat inap Pangeran Suryanegara (Psikiatri) pada Desember 2015 sampai Juni 2017 terdapat 20 insiden. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui manajemen risiko K3 menggunakan Hazard Identification Risk Assessment And Risk Control (HIRARC). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu observasi lapangan, telaah dokumen, dan wawancara mendalam. Analisis data diawali dengan mengidentifikasi bahaya potensial dengan metode HIRARC untuk menganalisa potensi bahaya dari aktivitas kerja serta memberikan penilaian risiko, dan melakukan upaya pengendalian risiko.Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa terdapat 10 aktivitas kerja di ruang rawat inap psikiatri yang memiliki potensi bahaya, identifikasi bahaya yaitu pencahayaan, disinfektan, tertular penyakit HIV/AIDS, Hepatitis A, Hepatitis B, Tuberkulosis, postur tubuh yang salah, melakukan pekerjaan berulang, mendapat  serangan pasien, sering kontak dengan pasien, panik, dan kerja berlebih. Penilaian risiko diketahui 1 aktivitas kerja dengan risiko extreme, 7 aktivitas kerja dengan risiko high, 1 aktivitas kerja moderate dan 1 aktivitas kerja low.Kata Kunci : Manajemen Risiko K3, HIRARC   ABSTRACTActivities in hospital have a risk which comes from physical factor, chemistry, biology, ergonomics, and psychosocial, variety, size, type, and completeness of hospital determine the OHS risk degree. Regional Gunung Jati hospital as a health service facility is a gathering place for sick people or healthy people where it is possible a risk occurs due to working accidence and disease due to working. The dangerous source which exists in hospital must be identified and measured to determine the risk level which is measuring basis for the possibility of accidence occurs due to working and disease due to working. From the recapitulation result of incidence in overnight-patient room Pangeran Suryanegara (psychiatry) from Des 2015 to June 2017 has 20 incidences. The goal of this research is to know the OHS risk management uses HIRARC. This research is a qualitative research. The technique used to collect data is observing field, analyzing data begins by identifying the potential danger using HIRARC method, analyzing potential danger from working activities and risk measurement and do the effort for controlling the risk.According to the research's result, it is known that there are 10 working activities in overnight-psychiatry patient room which have potential danger, identifying danger such as lightning, desinfectan, infected HIV/Aids, hepatitis A, hepatitis B, tuberculosis, wrong body from, doing repetitive work, getting patients attack, contacting patient frequently, panic, and workaholic. The risk measurement is known 1 working activity with the extreme risk, 7 working activities with high risk, 1 moderate working activity and 1 low working activity.Keywords : OHS Risk Management, HIRARC
PENGARUH TERAPI GENGGAM BOLA TERHADAP PENINGKATAN MOTORIK HALUS PADA PASIEN STROKE Nelly Nurartianti; Nuniek Tri Wahyuni
Jurnal Kesehatan Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.956 KB) | DOI: 10.38165/jk.v8i1.98

Abstract

Stroke adalah penyakit penyebab kecacatan nomor satu di dunia dan penyebab kematian nomor tiga di dunia. Hasil laporan Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2013 menyatakan terjadinya peningkatan kasus stroke di Indonesia dari tahun 2007 sebanyak 8,3% sedangkan 2013 menjadi 12,1% per1000 orang. Gejala stroke adalah kelemahan otot pada lengan bagian kanan atau kiri bila tidak mendapatkan penanganan yang baik akan menimbulkan kecacatan, sehingga untuk meminimalkan kecacatan tersebut dengan melakukan terapi genggam bola secara rutin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi genggam bola terhadap peningkatan motorik halus pada pasien stroke di ruang rawat inap RSUD Gunung Jati Kota Cirebon Tahun 2017. Desain penelitian ini adalah pre eksperiment. Jumlah sampel 30 responden dengan teknik Accidental sampling. Variabel independent terapi genggam bola sedangkan variabel dependent motorik halus. Penelitian ini dilaksanakan 06 Februari-06 Maret 2017. Analisa data dengan menggunakan uji statistik wilcoxon.Hasil analisa menunjukan bahwa ada perbedaan antara motorik halus sebelum dan sesudah terapi genggam bola 2 kali sehari dengan nilai 20,67 menjadi 35,13.  P value  0,000  <0,05 sehingga dalam penelitian ini ada pengaruh terapi genggam bola terhadap peningkatan motorik halus pasien stroke.Kata kunci     : Motorik Halus, Terapi Genggam Bola   ABSTRACTStroke is a leading cause of disability in the world and the third cause of death in the world.  Resultsfrom Health Research Association (RISKESDAS) in 2013 declared an increase in cases of stroke in Indonesia from 2007 to 8.3% in 2013 to 12.1% while per1000 people. Stroke symptoms is muscle weakness in the right or left arm when not get a good handling will cause disability, so as to minimize the disability by performing handheld ball therapy.This study aims to determine the effect of  handheld ball therapy  to increase  motor skills in stroke patients in hospitals GunungJati Cirebon Year 2017. This study desain usedquasy experiment. Number of samples  30 respondents with a Accidental sampling.Independent variabelhandheld ball therapy while the dependent variable is motor skills. This study was undertaken 06 February to 06 March 2017 using Wilcoxon statistical test. The analysis shows that there is a different between motor skills before and after handheld ball therapy 2 times a day with a value of 20,67 into 35,13. p value = 0,000 <0,05 so that in this study take effect handheld ball therapy to increase motor skills stroke patients.Keywords : Motor Skills, Handheld Ball Therapy
HUBUNGAN KEBIASAAN SARAPAN PAGI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA MAHASISWA Lilis Banowati; Jongga Adiyaksa
Jurnal Kesehatan Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.997 KB) | DOI: 10.38165/jk.v8i2.111

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat global di negara berkembang maupun negara maju dengan konsekuensi yang besar bagi kesehatan manusia serta pembangunan nasional dan ekonomi. Anemia pada remaja akibat  kurang gizi dapat berdampak buruk pada kesehatan, pertumbuhan, dan sistem imun. Penyebab utama anemia gizi ialah konsumsi zat besi yang tidak cukup, absorbsi zat besi yang rendah, dan pola makan yang sebagian besar terdiri dari nasi dan menu yang kurang beraneka ragam. Kebiasaan makan pagi termasuk dalam salah satu dari 13 pesan dasar gizi seimbang. Bagi mahasiswa/remaja, makan pagi dapat meningkatkan konsentrasi belajar dan memudahkan menyerap pelajaran yang akan meningkatkan prestasi belajar. Makan pagi juga sangat berperan terhadap pemenuhan gizi seimbang pada anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan makan pagi dengan kejadian anemia pada mahasiswa program studi D III Gizi Cirebon Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya.Penelitian ini merupakan penelitian observational dengan menggunakan desain cross-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa Prodi D III Gizi Cirebon Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya dengan jumlah 122 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan  teknik  random  sampling  yaitu   sejumlah  35 orang.Hasil penelitian  menunjukkan  bahwa dari 35 mahasiswa, 29 mahasiswa memiliki kebiasaan makan pagi 29 mahasiswa (83%) yang tidak anemia, jarang sarapan pagi yaitu 1 mahasiswa (2,8%) dan yang tidak pernah sarapan yaitu 5 mahasiswa. Nilai pValue dari uji Chi square yaitu 0,125 (P<0,05). Sehingga hasilnya yaitu ada hubungan kebiasaan sarapan pagi dengan kejadian anemia pada mahasiswaKata kunci: kebiasaan makan pagi, anemia, mahasiswa ABSTRACTAnemia is a global public health problem in both developing and developed countries with great consequences for human health as well as national and economic development. Anemia in adolescents due to malnutrition can adversely affect health, growth, and the immune system. The main causes of nutritional anemia are insufficient intake of iron, low iron absorption, and a diet consisting mostly of rice and a less varied menu. Breakfast habits are included in one of 13 basic messages of balanced nutrition. For students, breakfast can increase the concentration of learning and make it easier to absorb lessons that will improve learning achievement. Breakfast also greatly contribute to the fulfillment of balanced nutrition in children. The purpose of this study to determine the relationship between morning eating habits with the incidence of anemia in the students of study program D III Gizi Cirebon Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya.This research is an observational research using cross-sectional design. The population in this study is a student of Study Program D III Gizi Cirebon Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya with the number of 122 people. Sampling technique using random sampling technique that is a number of 35 people.The result of the research shows that from 35 students, 29 students have breakfast habit of 29 students (83%) who are not anemic, rarely breakfast that is 1 student (2.8%) and who never breakfast is 5 students. The pValue value of Chi square test is 0,125 (P <0,05). So the result is a relationship between breakfast habits with the incidence of anemia in studentsKeywords: breakfast habits, anemia, students
PENGARUH SENAM HAMIL TERHADAP NYERI PUNGGUNG PADA IBU HAMIL Uun Kurniasih
Jurnal Kesehatan Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.515 KB) | DOI: 10.38165/jk.v10i1.5

Abstract

Salah satu ketidaknyamanan yang sering timbul pada kehamilan adalah nyeri punggung. Nyeri punggung merupakan gangguan yang banyak dialami oleh ibu hamil sepanjang masa-masa kehamilan hingga periode pasca natal . Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi nyeri punggung selama kehamilan adalah dengan melakukan senam hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui skala nyeri sebelum dan sesudah dilakukan senam hamil dan untuk mengetahui pengaruh senam hamil terhadap nyeri punggung pada ibu hamil di UPTD Puskesmas Mundu Kabupaten Cirebon Tahun 2018.Penelitan ini menggunakan desain penelitian quasi eksperimen dengan pretest–posttest with control group. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 28 responden, 14 subjek untuk kelompok intervensi dan 14 subjek untuk kelompok  kontrol. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi. Sedangkan instrumen yang digunakan adalah Numerical Rating Scale (NRS). Analisa data yang digunakan adalah uji Mann – Whitney.Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa hasil dari pre test dan post test pada kelompok kontrol mayoritas dengan intensitas nyeri sedang yaitu 7 orang (50%) dan nyeri berat yaitu 6 orang (42%), sedangkan pada melompok intervensi mayoritas nyeri ringan yaitu 7 orang (50%) dan nyeri sedang yaitu 7 orang (50%). Berdasarkan analisa statistik didapatkan niai p value adalah  0,001 maka Ho ditolak dan Ha diterima artinya senam hamil efektif menurunkan intensitas nyeri punggung pada ibu hamill di UPTD Puskesmas Mundu Kabupaten Cirebon tahun 2018Kata Kunci   : Senam, nyeri punggung, ibu hamil  ABSTRACTLow Back pain is one of the discomfort which often occurred during pregnancy. Lowback pain is a condition experienced by many pregnant women troughout pregnancy period to the post  delivery period. One of the solutionto address this issue is by doing exercise for pregnancy women. The studi was conducted to find out the effect of pregnancy exercisseto reduce low back paint issue.This studi aims to determine the scalae of pain before and after pregnancy exercise and to determine the effect of pregnancy exercise againt back pain in pregnancy women in UPTD puskesmas Mundu Cirebon Regency 2018. This research uses quasi experimental research design with Pretest –Posttest with Control Group. Sampling using purposive sampling with the number of samples of 28 respondent, 14 for the intervention group and 14 subjects for the control group. Data collection techniques by observation. While the instrument used is the Numerical Rating Scale (NRS). The data analysis used is Mann –Whitney test. The resukt of this study indicate that resukt of pre-test and post-test in the mayoritycontrol group with moderate pain intensisity of 7 people (50%) and severe pain that is 6 people (42,9%), while in the intervention group the majority of mild pain 7 peiple (50%). Based on statistical analysis in the value of p value is 0,001, then H0 is rejected reduce the intensity of back pain in pregnant women in UPTD Puskesmas Mundu Cirebon  2018.Keywords: Exercise, back pain, pregnancy women
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN (P3K) PADA KARYAWAN GEDUNG E BAGIAN BENANG Herlinawati Herlinawati; Taufan Azhari
Jurnal Kesehatan Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.991 KB) | DOI: 10.38165/jk.v9i1.72

Abstract

Dari hasil data kecelakaan kerja yang di peroleh pada 15 Mei 2017. Rekapitulasi kecelakaan kerja periode Januari 2016 s/d Desember 2016 PT. ARIDA sebanyak 30 kasus kecelakaan kerja dan yang paling tinggi angka kecelakaan kerjanya terjadi pada bulan November 2016 sebanyak 7 kasus kecelakaan kerja. sedangkan kecelakaan kerja yang terjadi di gedung E bagian benang terjadi pada bulan Juli 2016 kecelakaan disebabkan oleh faktor tindakan tidak aman dan bulan November 2016 kecelakaan disebabkan oleh faktor kondisi yang tidak aman, dari kedua kasus kecelakaan kerja tersebut korban langsung di larikan ke Rumah Sakit. Hal tersebut terjadi karena faktor tindakan tidak aman salah satunya adalah kelalaian dari para karyawan itu sendiri, karena selama bekerja secara langsung mereka kurang kesadaran akan keselamatan dirinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan  perilaku P3K pada karyawan gedung E bagian benang PT. ARIDA Kota Cirebon Tahun 2017. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Cross Sectional.variabel yang diteliti yaitu pengetahuan, sikap dan perilaku P3K. Populasi dalam penelitian ini yaitu semua karyawan gedung E bagian benang PT. ARIDA sebanyak 204 karyawan. Jumlah sampel sebanyak 67 yang di ambil secara sistematik random sampling. Pengumpulan data dengan  menggunakan wawancara. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Data di analisis secara statistik menggunakan Uji Chi Square dengan nilai a sebesar 0,05 (5%).Dari 67 responden yang diteliti, yang memiliki pengetahuan rendah sebanyak 44,8%, sikap negatif sebanyak 37,3% dan yang tidak pernah melakukan tindakan P3K sebanyak 26,9%. Hasil uji statistik didapatkan bahwa pengetahuan (ρ = 0,176) dan sikap (ρ = 0,113) yang tidak ada hubungan antara perilaku P3K pada karyawan gedung E bagian benang PT. ARIDA Kota Cirebon Tahun 2017.Kata Kunci         : Pengetahuan, Sikap dan Perilaku P3K.  ABSTRACKFrom the result of work accident and data obtained on May 15, 2017. Recapitulation of work accident for period January 2016 to December 2016 PT. ARIDA 30 cases of work accidents and the highest number of accidents occurred in November 2016 as many as 7 cases of work accidents. Where as work accidents occurring in the E building section of the yarn occurred in July 2016 accidents caused by unsafe action factors and by November 2016 accidents caused by unsafe conditions factors, of the two cases of work accident are the victims directly on the run to the hospital. This happens because the unsafe action factors of one of them is the negligence of the employees themselves, because during the work directly they are less aware of his safety. The purpose of this research is to know the relationship of knowledge and attitude with first aid behavior  on E building employee of tread PT. ARIDA Cirebon City Year 2017.The design in this research using quantitative approach with cross sectional design. The variables studied are knowledge, attitude and first aid behavior. The population of this research is all E building employee of tread PT. ARIDA as much as 204 employees. Number of samples counted 67 taken in systematic random sampling. Data collection using interview. The instrument used is a questionnaire. The data were analyzed statistically using Chi square test with the a value of 0,005 (5%)From 67 respondents who studied, who have low knowledge as much as 44,8%, negative attitude as much as 37,7% and who never did action behavior firs aid on accidents as much as 26,9%. The result of statistic test shows that knowledge ( p 0,176) and attitude ( p 0,113) which there is no relation between first aid behavior in accident to E building employee of thread PT. ARIDA Cirebon City Year 2017.  Keyword               : knowledge, attitude and first aid behavior on accidents
HUBUNGAN PENERIMAAN DIRI DENGAN KECEMASAN PADA WANITA MENOPAUSE Norma Mardiani; Ela Rohaeni
Jurnal Kesehatan Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.324 KB) | DOI: 10.38165/jk.v9i2.88

Abstract

Wanita yang memiliki penerimaan dirinya baik akan memiliki penilaian realistis terhadap berbagai perubahan fisik dan psikis yang terjadi pada dirinya saat memasuki fase menopause. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan  Penerimaan Diri Dengan Kecemasan Pada Wanita Menopause di Panti Wreda Welas Asih Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2018.Penelitian ini merupakan jenis penelitian korelasional dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wanita menopause di Panti Wreda Welas Asih Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya yang berjumlah 31 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Metode pengumpulan data dengan teknik wawancara. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner. Analisa bivariat menggunakan uji korelasi Pearson Product MomentHasil penelitiannya adalah penerimaan diri pada wanita menopause di Panti Wreda Welas Asih Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya tahun 2018 adalah 25,8% positif dan 74,2% negatif. Kecemasan pada wanita menopause di Panti Wreda Welas Asih Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya tahun 2018 adalah 6,5% tidak cemas, 71,0% cemas ringan, 16,0% cemas sedang dan 6,5% cemas berat. Ada hubungan penerimaan diri dengan kecemasan pada wanita menopause di Panti Wreda Welas Asih Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya tahun 2018 dengan  p-value 0,025.Kata Kunci: Penerimaan Diri, Kecemasan, Menopause   ABSTRACTWomen who have good self-acceptance will have a realistic assessment of the various physical and psychological changes that occur in themselves when entering the menopause phase. This study aims to determine the Self-Acceptance Relationship with Anxiety in Menopausal Women at Panti Wreda Welas Asih in Singaparna District, Tasikmalaya District in 2018.This research is a type of correlational research with a cross sectional design. The population in this study were all menopausal women in Panti Wreda Welas Asih, Singaparna District, Tasikmalaya District, which numbered 31 people. The sampling technique uses total sampling. Methods of collecting data with interview techniques. The instrument of this research is a questionnaire. Bivariate analysis using Pearson Product Moment test.The results of his research were self-acceptance of menopausal women at the Welas Asih Nursing Home, Singaparna District, Tasikmalaya Regency in 2018, were 25.8% positive and 74.2% negative. Anxiety in menopausal women at the Welas Asih Nursing Home, Singaparna District, Tasikmalaya District in 2018 was 6.5% not anxious, 71.0% mild anxious, 16.0% moderate anxious and 6.5% severely anxious. There is a relationship of self-acceptance with anxiety in menopausal women at the Welas Asih Nursing Home in Singaparna District, Tasikmalaya District in 2018 with a p-value of 0.025.Key word : Self acceptance, Anxiety, Menopause
HUBUNGAN STATUS SOSIAL EKONOMI DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) Supriyatun Supriyatun
Jurnal Kesehatan Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.293 KB) | DOI: 10.38165/jk.v8i2.106

Abstract

Faktor sosial ekonomi yang rendah sangat berpengaruh terhadap Berat Bayi Lahir Rendah. Hal ini disebabkan ketidakmampuannya memenuhi kebutuhan gizi yang baik bagi kehamilannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status sosial ekonomi dengan kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik asosiatif. Populasi dalam penelitian sebanyak 534 orang. Penentuan sampel menggunakan teknik random sampling dan jumlah sampel sebanyak  84 responden, intrumen pengumpulan data menggunakan lembar checklist, analisis data univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis data secara bivariat menggunakan uji chi square. Hasil analisa data menunjukkan status sosial ekonomi responden kategori non keluarga miskin (gakin) sebesar 94% (79 orang) dan kategori gakin sebanyak 6 % (5 orang). Kejadian BBLR sebesar 7,1% ( 6 orang) dan non BBLR 92,8 % (78 orang). Terdapat hubungan Status sosial ekonomi dengan kejadian BBLR dengan r-value sebesar 0,000.Kata Kunci          : Sosial Ekonomi, BBLR   ABSTRACTLow socioeconomic factors are very influential on Low Birth Weight Baby. This is due to inability to meet the needs of good nutrition for pregnancy. This study aims to determine the relationship of socioeconomic status with the incidence of Low Birth Weight (LBW).Type of research used in this research is analytic associative. The population in the study as many as 534 people. Determination of the sample using random sampling technique and the number of samples of 84 respondents, data collection instruments using checklist sheets, univariate data analysis using frequency distribution and Chi-square was employed in data analysis.The result of data analysis shows the socioeconomic status of the respondents of the non-poor category (gakin) by 94% (79 people) and the gakin category by 6% (5 people). LBW incidence of 7.1% (6 persons) and non BBLR 92.8% (78 people). There is a relationship of socioeconomic status with the occurrence of LBW with r-value 0.000.Keywords: Socioeconomic, LBW
PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PORTOFOLIO DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KONVENSIONAL Norma Mardiani; Budi Hermawan
Jurnal Kesehatan Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.058 KB) | DOI: 10.38165/jk.v7i1.122

Abstract

Pembelajaran dengan pendekatan Teacher Centered Learning paling umum diterapkan di institusi pendidikan tetapi kurang melibatkan peserta didik, sehingga pembelajaran tidak efektif dan mempengaruhi prestasi belajarnya. Hasil belajar merupakan salah satu indikator keberhasilan peserta didik selama melaksanakan perkuliahan. Untuk itu, perlu adanya pola pembelajaran yang merangsang peserta didik aktif memahami pembelajaran teori melalui pembelajaran empirik dengan menggunakan model pembelajaran berbasis portofolio. Rancangan penelitian ini menggunakan kuasi eksperimen dengan subjek penelitian mahasiswa tingkat II semester IV Diploma III Kebidanan STIKes Cirebon sebanyak 54 responden. Analisis data menggunakan uji beda untuk mengetahui model pembelajaran mana yang lebih baik.Hasil perhitungan uji beda (one tailed), model pembelajaran berbasis portofolio lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar, nilai signifikansi 0.009 (p <0.05), nilai rata-rata hasil belajar portofolio 3.25 dan konvensional 3.09. model pembelajaran berbasis portofolio lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar pada kelompok prestasi belajar <3, nilai signifikansi 0.006 (p <0.05), nilai rata-rata hasil belajar portofolio 2.87 dan konvensional 2.78. model pembelajaran berbasis portofolio lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar pada kelompok prestasi belajar ≥3, nilai signifikansi 0.105 (p >0.05), nilai rata-rata hasil belajar portofolio 3.37 dan konvensional 3.29.Kata kunci: model pembelajaran berbasis portofolio, hasil belajar ABSTRACTLearning with Teacher Centered Learning approach commonly applied in educational institutions, but do not engage learners. Learning is not effective and the effect on student achievement. The learning result is one indicator of the success of learners for carrying out the course. Therefore, there needs to be a pattern of learning that stimulates active learners understand learning theory through empirical study by using model-based portfolio. Using a quasi-experimental research design, with research subjects II level students of fourth semester Diploma in Midwifery STIKes Cirebon as many as 54 respondents. Analysis of data using different test to determine the model of good learning. The calculation result of different test (one-tailed test), portfolio-based learning model is better than the conventional learning model for learning outcomes, the significant value of 0.009 (p <0.05), the average value of the portfolio learning outcomes conventional 3.25 and 3:09. portfolio-based learning model is better than the conventional learning model for learning outcomes on group learning achievement <3, the significant value of 0.006 (p <0.05), the average value of learning outcomes and conventional portfolio 2.87 2.78. Portfolio-based learning model is better than the conventional learning model for learning outcomes on group learning achievement ≥3, 0105 significance value (p> 0.05), the average value of the portfolio of learning outcomes and conventional 3:37 3:29.Keywords: portfolio-based learning model, learning outcomes
PENGARUH KONSELING PERSONAL TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN PENULARAN TB PARU Uun Kurniasih; Arif Rakhmat
Jurnal Kesehatan Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.353 KB) | DOI: 10.38165/jk.v10i2.16

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycrobacterium Tuberculosis.Tuberkulosis disebabkan oleh bakteri atau kuman Mycrobacterium Tuberculosis.Kuman ini mudah menular lewat udara sehingga penyakit ini sering dikaitkan dengan penyakit paru walaupun sebenarnya kuman ini tidak hanya menyerang paru-paru saja.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan perilaku sebelum dan sesudah diberikan konseling personal terhadap perilaku pencegahan penularan TB paru di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Plumbon Kabupaten Cirebon. Desain penelitian ini quasi eksperimen yang digunakan adalah one group Pretest Postest. Subyek penelitian ini adalah penderita TB paru di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Plumbon Kabupaten Cirebon tahun 2019. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan total sampel dengan jumlah 24 responden. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar angket perilaku pencegahan penularan TB paru. Metode analisa data yang digunakan adalah uji paired t test. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebelum diberikan konseling personal dengan niali rata-rata 66,7% dengan kategori perilaku pencegahan penularan  rendah, dan sesudah diberikan konseling personal didapatkan hasil nilai rata-rata 100% dengan kategori memiliki perilaku tinggi terhadap perilaku pencegahan penularan TB paru. Dari uji paired t test didapatkan nilai p value adalah signifikan 0,000 (a < 0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh konseling personal terhadap perilaku pencegahan penularan TB paru di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Plumbon Kabupaten Cirebon Tahun 2019.Kata kunci    : Konseling Personal, TB Paru, Perilaku Pencegahan Penularan    ABSTRACTTuberculosis is an infectious disease caused by Mycrobacterium Tuberculosis. Tuberculosis is caused by bacteria or Mycrobacterium Tuberculosis bacteria. This bacterium is easily transmitted through the air so that the disease is often associated with lung disease even though these germs do not only attack the lungs. The purpose of this study is to knowing changes in behavior before and after personal counseling on the prevention behavior of pulmonary TB transmission in the Work Area of the UPT Plumbon Health Center in Cirebon Regency. The design of this quasi-experimental study used was one group pretest posttest. The subjects of this study were pulmonary TB patients in the Work Area of the UPT Plumbon Public Health Center in Cirebon Regency in 2019. The sampling technique used a total sample of 24 respondents. The research instruments used were questionnaires. prevention behavior of pulmonary TB transmission. The data analysis used is the paired t test. The results showed that before being given personal counseling with an average score of 66.7% with the category of low transmission prevention behavior, and after being given personal counseling the results of the average score were 100% with the category having high behavior towards the prevention behavior of pulmonary TB transmission. The statistical test results obtained with a significant value of 0,00 can be concluded that there is an effect of personal counseling on the prevention behavior of pulmonary TB transmission in the Work Area of the Cirebon District Plumbon Public Health Unit in 2019.Keywords : Personal Counseling, Pulmonary TB, Behavior Prevention of Transmission
HUBUNGAN UNSAFE CONDITION DAN UNSAFE ACTION DENGAN KECELAKAAN KERJA (KEMASUKAN GRAM PADA MATA) PEKERJA PENGELASAN Ice Irawati
Jurnal Kesehatan Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.841 KB) | DOI: 10.38165/jk.v9i2.83

Abstract

Setiap pekerjaan hendaknya mengutamakan kesehatan dan keselamatan kerjanya,  salah satu Industri yang perlu diperhatikan adalah industri pipa baja, dalam pengerjaan pipa baja tidak terlepas dari penggunaan las sehingga kecelakaan akibat proses pengerjaan juga sering terjadi seperti masuknya gram pada mata pekerja. Kecelakaan dapat dikurangi apabila pekerja dalam mengoperasikan alat pengelasan dan  alat keselamatan kerja dipergunakan dengan baik dan benar, untuk itu diperlukan pengetahuan yang cukup mengenai K3 nya baik mengenai unsafe condition  maupun unsafe action. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Unsafe Action dan Unsafe Condition Terhadap Kecelakaan Kerja (Kemasukan Gram Pada Mata) Pekerja Pengelasan PT X Kota Batam Tahun 2018.Jenis penelitian ini deskriptif analitik dengan pendekatan cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 75 orang menggunakan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara menggunakan intrumen kuesioner. Analisa bivariat yang digunakan yaitu chi square.Hasil uji chi square diperoleh nilai p=0,000 disimpulkan ada hubungan antara variabel unsafe condition dengan kecelakaan kerja. Analisis hubungan unsafe action dengan kecelakaan kerja (kemasukan gram pada mata) yang bekerja dengan unsafe action sebanyak 15 (100%) mengalami kemasukan gram pada mata, tidak bekerja dengan unsafe action 11 (18,3%) yang mengalami kemasukan gram pada mata kerja 49 (81,7%) tidak mengalami kemasukan gram pada mata. Hasil uji chi square nilai p=0,000 ada hubungan antara variabel unsafe action dengan kecelakaan kerja (kemasukan gram pada mata). Perlu dilakukan evaluasi mengenai lingkungan unsafe condition salah satunya seperti bekerja di ruang sempit dan bekerja bersamaan agar dapat meminimalisir terjadinya kemasukan gram pada mata.Kata Kunci : Unsafe condition, Action  ABSTRACTEvery job should prioritize health and safety of work, one of the industries that need to be considered is the Steel Pipe Industry, in the construction of steel pipes not separated from the use of welding so that accidents due to workmanship also often occur such as the entry of grams in the eyes of workers. Accidents can be reduced if workers in operating welding equipment and work safety equipment are used properly and correctly, so that sufficient knowledge of K3 is needed, both regarding unsafe conditions and unsafe action. This study aims to determine the relationship of Unsafe Action and Unsafe Condition to Work Accidents (Gram Involvement in the Eyes) of PT X Batam Welding Workers in 2018. This type of research is analytic descriptive with cross sectional approach, namely 75 people using total sampling technique. Data collection techniques by interviewing using questionnaire instruments. Bivariate analysis used is chi squareIn this study chi square test results obtained p = 0,000 concluded that there is a relationship between unsafe condition variables with workplace accidents. The analysis of unsafe action relations with occupational accidents (gram infestation in the eye) that worked with unsafe action as many as 15 (100%) experienced gram intakes in the eyes, did not work with unsafe action 11 (18.3%) who experienced gram ingestion in the workplace (81.7%) did not experience gram entry in the eye. Chi Square test results p value = 0,000 there is a relationship between unsafe action variables with workplace accidents (gram entry in the eye). It is necessary to evaluate the unsafe condition, one of them is working in a narrow space and working together in order to minimize the occurrence of gram intrusion in the eyes.Keyword : Unsafe condition, action

Page 5 of 23 | Total Record : 227