cover
Contact Name
Awis Hamid Dani
Contact Email
jurnalkesehatan.stikescrb@gmail.com
Phone
+6282219457664
Journal Mail Official
jurnalkesehatan.stikescrb@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Kesehatan Cirebon Lembaga Pengembangan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Jl. Brigjen Dharsono No 12 B Bypass Cirebon 45153
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 20880278     EISSN : 27219518     DOI : 10.38165
Core Subject : Health,
Lingkup naskah jurnal kesehatan mencakup bidang ilmu : kesehatan masyarakat, keperawatan, kebidanan, fisioterapi, radiodiagnostik dan radioterapi, farmasi serta laboratorium kesehatan.
Articles 227 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS KERJA PETUGAS PROGRAM PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN (P2) DIARE Mohammad Sadli
Jurnal Kesehatan Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.321 KB) | DOI: 10.38165/jk.v7i1.123

Abstract

Penyakit diare di Kota Cirebon masih merupakan masalah dari tahun ke tahun. Penyakit ini selalu ada dan dapat menimbulkan kejadian luar biasa, dan menyebabkan kematian. Pola kematian menurut penyakit, penyebab kematian pasien kunjungan di puskesmas Kota Cirebon untuk semua golongan umur tidak ditemukan adanya angka kematian diare.Dari data laporan yang dilaporkan oleh seluruh Puskesmas angka kesakitan diare sebanyak 28648 penderita dengan golongan umur <1 Tahun : 4316 penderita, 1 - 4 Tahun : 8703 Penderita , >5 Tahun : 15196 penderita. Hal ini menunjukkanmasih tingginya angka incident diare di Kota Cirebon. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas kerja petugas P2 Diare yang ada di puskesmas-puskesmas Kota Cirebon tahun 2015. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan kuantitatif dengan jumlah populasi 37 dengan sampel 37 petugas yang tersebar di wilayah puskesmas Kota Cirebon. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara terhadap ibu balita, menggunakan kuesioner. Analisis bivariat menggunakan uji T-test. Hasil Penelitian menunjukkan lebih dari setengah petugas diare puskesmas menunjukan kualitas kerja yang baik. Ada hubungan yang bermakna antara sarana yang tersedia dengan kualitas kerja petugas diare puskesmas, ada hubungan yang bermakna antara faktor kepemimpinan dengan kualitas kerja petugas diare puskesmas, tidak ada hubungan yang bermakna antara faktor pendidikan dengan kualitas petugas diare puskesmas. tidak ada hubungan antara faktor pelatihan dengan kualitas kerja petugas diare puskesmas, tidak ada hubungan antara faktor keterampilan dengan kualitas kerja petugas diare puskesmas, tidak ada hubungan antara faktor monitoring evaluasi dengan kualitas kerja petugas diare.Kata Kunci          : Kualitas Kerja, Petugas P2 Diare ABSTRACTDiarrhea in Cirebon is still a problem from year to year. The disease is always there and can give rise to an extraordinary event, and cause death. The pattern of death by disease, the cause of death of patients in the clinic visit Cirebon city for all age groups did not reveal any mortality diarrhea. From the report data reported by all health centers diarrhea morbidity as much as 28 648 patients by age group <1 Year: 4316 patients, 1-4 Year: 8703 patients,> 5 Year: 15 196 patients. This shows the high level of incidents of diarrhea in the city of Cirebon. The purpose of this study was to determine the description of the factors associated with quality work P2 officers diarrhea in health centers Cirebon 2015. This study used cross sectional design with quantitative approach with a population of 37 with a sample of 37 officers spread across the region puskesmas Cirebon. The data collection was done by using interviews with mothers, using a questionnaire. The bivariate analysis using test T-test. Research shows more than half the officers diarrhea puskesmas showed good quality work, There was a significant association between the means available to the quality of the work attendant diarrhea puskesmasa, there was a significant association between the factors of leadership with the quality of the work attendant diarrhea clinic, there is no significant relationship between factor of quality education officer diarrhea clinic. there is no correlation between the quality of work training with diarrhea puskesmas officers, there was no correlation between the quality of work skills with diarrhea puskesmas officers, there was no correlation between monitoring and evaluation officer with quality work diarrhea.Keywords             : Quality of Work , Officer P2 Diarrhea
PENGARUH PENINGKATAN MUTU TERHADAP KUALITAS PELAYANAN LABORATORIUM Destu Satya Widyaningsih; Irma Susilowati
Jurnal Kesehatan Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.635 KB) | DOI: 10.38165/jk.v10i1.1

Abstract

Puskesmas Kotagede II Yogyakarta selalu menjaga keramahan dan kepercayaan yang baik kepada pasien untuk meningkatkan dan menjaga kualitas pelayanan sesuai dengan harapan pasien. Hal ini dibuktikan dengan jurnal tahun 2017 dengan hasil bahwa terdapat pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien. Studi pendahuluan yang juga dilakukan oleh peneliti pada tanggal 13 Januari 2018 dan didapatkan hasil bahwa petugas laboratorium di Puskesmas Kotagede  II  memiliki  suatu  kendala  dalam  menangani  pasien,  hal  ini  dikarenakan  hanya  ada  satu  petugas  di laboratorium dengan  jumlah pasien  yang  banyak.  Akan tetapi data kunjungan pasien ke  laboratorium Puskesmas Kotagede II Yogyakarta bulan November 2017 sebanyak 335 pasien, dan pada bulan Desember 2017 sebanyak 341 pasien,  maka  terjadi  kenaikan  sekitar  1,76%.  Kenaikan  tersebut  salah  satunya  berasal  dari  mutu  yang  diukur sebelumnya. Jenis penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak  341  pasien  dan  sampel  penelitian  berjumlah  78  responden.  Metode  pengumpulan  data  dengan  teknik wawancara dan instrument yang digunakan adalah kuesioner. Analisa data menggunakan uji data kuantitatif yaitu uji statistik regresi linier sederhana yang ditinjau dari lima dimensi yaitu: tampilan fisik (tangible), kehandalan (realibility), daya tanggap (responsiviness), jaminan (assurance), dan empati (emphaty). Hasil penelitian didapatkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti ada pengaruh peningkatan mutu terhadap kualitas pelayanan laboratorium di UPT Puskesmas Kotagede II Yogyakarta yang dapat ditunjukkan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Semakin meningkatnya peningkatan mutu maka semakin meningkat pula kualitas pelayanan di laboratorium UPT Puskesmas Kotagede II Yogyakarta.Kata Kunci: Mutu, Kualitas Pelayanan, Laboratorium, Puskesmas. ABSTRACTThe Kotagede II Primary Health Care (PHC) of Yogyakarta has always been providing hospitality and keeping patients’ trust in order to maintain standard quality of service, as previous study demonstrated that the level of service quality was associated with patient satisfaction. Another study showed that there was a problem in the laboratory unit of Kotagede II PHC in providing service to patients mainly due to huge number of patients with limited number of laboratory staff. An increase in number of patients seeking services in the laboratory unit of Kotagede II PHC (335 to 341; 1.76%) was reported from November 2017 to December 2017, and such increase might be due to increasing quality of services provided by the laboratory staff. Current study aimed to identify association of quality improvement and service quality in the laboratory unit of Kotagede II PHC of Yogyakarta. The quantitative study implemented a cross-sectional design,  including a total of 78 patients as respondents.  Methods of collecting data with interview techniques and the instruments used were questionnaires.   Data analysis was performed by using linear regression, analyzed from five aspects: reliability, responsiveness, assurance, empathy, and tangible. Current study results demonstrated that quality improvement is associated with service quality level (P<0.001). In conclusion, improvements in  quality  is  followed  by  improvements  in  service  quality  level  in  the  laboratory  unit  of  Kotagede  II  PHC  of Yogyakarta.Keywords: quality improvement, service quality, laboratory unit, primary health care
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG HIV/AIDS Ira Faridasari
Jurnal Kesehatan Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.997 KB) | DOI: 10.38165/jk.v10i2.17

Abstract

HIV/AIDS merupakan salah satu masalah kesehatan di dunia yang sangat mengkhawatirkan dan mengancam kehidupan di karenakan sampai saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit HIV/AIDS. Tingginya angka kejadian HIV/AIDS dianggap berhubungan dengan rendahnya pengetahuan mengenai HIV/AIDS. Pendidikan kesehatan pada remaja diperlukan untuk mencegah terjadinya penyakit HIV/AIDS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS di MA Pringgabaya Kabupaten Indramayu Tahun 2019. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian pre-eksperimental dengan one-group pretest- posttest design tanpa kelompok kontrol. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas X-XI MA Pringgabaya Kabupaten Indramayu yang terdiri dari 90 remaja. Sampel diambil dengan teknik total sampling, sehingga jumlah responden 90 responden. Teknik analisa data yang digunakan adalah uji Paired Sampel T Test. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan responden sebelum diberikan intervensi pendidikan kesehatan menunjukkan nilai rata-rata 60,90 dan sesudah diberikan intervensi pendidikan kesehatan menunjukkan rata-rata 85,16. Hasil uji statistik menggunakan uji Paired Samples T Test menunjukkan bahwa Asymp. Sig yang diperoleh sebesar 0,000 ɑ< 0,05, maka Ho ditolak, berarti terdapat perbedaan pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS.Kata kunci : HIV/AIDS, pendidikan kesehatan, remaja    ABSTRACTHIV / AIDS is one of the health problems in the world that is very worrying and threatening life because until now there is no cure for HIV / AIDS. The high rate of HIV / AIDS is considered to be associated with low knowledge about HIV / AIDS. Health education in adolescents is needed to prevent the occurrence of HIV / AIDS. The purpose of this study was the effect of health education on the level of knowledge of adolescents about HIV / AIDS in MA Pringgabaya in Indramayu District in2019. The type of research used is a type of quantitative research using a pre- experimental study design design with one-group pretest-posttest design without a control group. The population in this study was class X-XI MA Pringgabaya Indramayu Regency consisting of 90 adolescents. The sample is taken by the Total Sampling technique, so the number of respondents is 90 respondents. The data analysis technique used is the Paired Sample T Test.The results showed that the knowledge of respondents before being given a health education intervention showed an average value of 60.90 and after being given a health education intervention it showed an average of 85.16. The results of statistical tests using the Paired Samples T Test show that Asymp. Sig obtained is 0,000 ɑ <0,05, so Ho is rejected and Ha is accepted, meaning there is a difference in health education to the level of adolescent knowledge about HIV / AIDS.Keywords: HIV / AIDS, health education, adolescents
HUBUNGAN CEDERA KEPALA DENGAN DISORIENTASI PADA PASIEN KECELAKAAN LALU LINTAS Nuniek Tri Wahyuni; Winda Indahsari
Jurnal Kesehatan Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.456 KB) | DOI: 10.38165/jk.v9i2.84

Abstract

Banyak hal yang menjadi penyebab terjadinya cedera kepala, salah satu penyebab terjadinya cedera kepala yang serius adalah kecelakaan lalu lintas (sekitar 60% kematian yang disebabkan kecelakaan lalu lintas merupakan akibat cedera kepala). Tujuan penelitian ini utuk mengidentifikasi cedera kepala dengan disorientasi pada pasien kecelakaan lalu lintas di IGD RSD Gunung Jati Kota Cirebon tahun 2018. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kolerasi yang bersifat deskriptif, dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien cedera kepala di RSD Gunung Jati Kota Cirebon, teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan jumlah sampel 22 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi penilaian GCS dan lembar kuesioner TOAG. Analisis bivariat  menggunakan uji  chi square. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebagian besar cedera kepala ringan yaitu sebanyak 16 dari 22 responden atau sekitar (72.7%) dan sebagaian besar mengalami disorientasi sedang, yaitu sebanyak 14 orang dari 22 responden atau sekitar (63,6%). Berdasarkan analisa statistik uji Spearman’s Rho menunjukan bahwa terdapat hubungan cedera kepala dengan disorientasi pada pasien kecelakaan lalu lintas di IGD RSD Gunung Jati Kota Cirebon serta nilai probabilitas (p = 0.001). Kata Kunci : Cedera Kepala, Disorientasi  ABSTRACTMany of the causes of head injury, one of the causes of serious head injuries are traffic accidents (about 60% of deaths caused by traffic accidents are the result of head injury). The purpose of this study was to identify head injury with disorientation in traffic accident patients at IGD RSD Gunung Jati Kota Cirebon 2018.The type of research used in this study is a descriptive correlation study, using a cross sectional approach. The population in this study were head injury patients at IGD RSD Gunung Jati Kota Cirebon, the sampling technique used was accidental sampling with a sample of 22 respondents. Data collection techniques used the GCS assessment sheet and TOAG questionnaire sheet. Bivariate analysis using the chi square test.The results of this study indicate that, which is mostly light weight that is as much as 16 out of 22 respondents or approximately (72.7%) and most of moderate disorientation, which is as many as 14 people from 22 respondents or approximately (63.6%).Based on statistical analysis Spearman’s Rho showed that there was correlation with the patient in RSD Teachers Mountain Jati Cirebon City and probability value (p = 0,001).Keywords: Head Injury, Disorientation
PENGARUH ASUPAN TINGGI SERAT DAN CAIRAN TERHADAP TERJADINYA KONSTIPASI PADA LANSIA Agus Sutarna; Asiah Asiah; Nila Purmula Sari
Jurnal Kesehatan Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.12 KB) | DOI: 10.38165/jk.v8i1.102

Abstract

Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mencegah terjadinya konstipasi adalah terapi asupan tinggi serat dan cairan yang cukup. Konstipasi adalah persepsi gangguan buang air besar berupa berkurangnya frekuensi buang air besar, sensasi tidak puas/lampiasnya buang air besar, terdapat rasa sakit, perlu ekstra mengejan atau feses yang keras. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh asupan tinggi serat dan cairan yang  cukup terhadap terjadinya konstipasi pada lansia di Panti Wredha Wilayah Cirebon Tahun 2017. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian pre experiment. Populasi dalam penelitian ini adalah semua lansia di panti wredha wilayah cirebon sejumlah 28 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel yang ditemui saat dilakukan penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebelum diberikan asupan tinggi serat dan cairan sebagian besar mengalami konstipasi sebanyak 24 orang (85,7%). sesudah diberikan asupan tinggi serat dan cairan semua responden mengalami asupan tinggi serat dan cairan cukup sebanyak 28 orang (100%). Pengujian dengan menggunakan uji wilcoxon menunjukan bahwa nilai p < 0,05 yaitu 0,046 maka Ho ditolak dan Ha diterima berarti terapi asupan tingi serat dan cairan berpengaruh terhadap penurunan terjadinya konstipasi.Kata Kunci    : Asupan tinggi serat, konstipasi   ABSTRACTOne way that can be used to prevent the occurrence of constipation is using a high intake of fiber and adequate fluids theraphy. Constipation is a perception of defecation in the form of reduced frequency of defecation, sensation of dissatisfaction/alloy defecate, there is pain, need extra strain or hard stool. The purpose of this study was to determine the influence of high intake of fiber and fluid sufficient to the occurrence of constipation in the elderly in Panti Wreda Cirebon Area Year 2017. This type of research uses pre experiment research. The population in this study is all 28 elderly in nursing home cirebon region. Sampling technique in this study using total sampling. The sample used in this research is the samples encountered during the research. The results showed that before given the high intake of fiber and liquid most constipation experience as many as 24 people (85.7%). After being given a high intake of fiber and fluids all respondents experienced a high intake of fiber and fluids quite as much as 28 people (100%). Tests using wilcoxon test showed that the p value <0.05 is 0.046 then Ho is rejected and Ha accepted means high intake therapy of fiber and fluid effect on the decrease of constipation. Keywords : High intake of fiber, constipation
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PENGEMUDI DENGAN PERILAKU PENGGUNAAN SAFETY BELT Yuli Astari; Lilis Banowati
Jurnal Kesehatan Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.591 KB) | DOI: 10.38165/jk.v7i1.118

Abstract

Dalam perkembangan teknologi mobil sangat berperan penting bagi kehidupan manusia mobil dilengkapi  dengan perangkat  keamanan yaitu safety belt. Kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di Indonesia.  Polda  Metro  Jaya menindak  sekitar  235 pengendara  yang  tidak menggunakan safety belt dan di Bandung pelanggaran mengenai  penggunaan  safety belt  ± 400 pelanggaran. Data kecelakaan dari Ditjen Perhubungan Darat tahun 2009 total korban kecelakaan pada tahun 2011 mencapai 176.763 orang, dengan rincian  31.185 meninggal dunia, 36.767 luka berat dan 108.811 menderita luka ringan. Menurut studi yang dilakukan oleh Institut Analisis CEESAR, mengatakan jumlah pengemudi truk yang meninggal dan terluka dalam kecelakaan lalu lintas dapat dikurangi 40% jika mereka semua menggunakan safety belt. UU No 14 tahun 1992 tentang kewajiban menggunakan safety belt, pelanggaran ini dapat dikenakan pidana kurungan 1 bulan atau denda Rp1000.000. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik pengemudi dengan perilaku penggunaan safety belt di PT Cipta Hasil Sugiarto Cirebon tahun 2015. Penelitian ini menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner. Rancangan penelitian ini adalah desain cross sectional, dengan populasi seluruh pengemudi di PT Cipta Hasil Sugiarto Cirebon sebanyak 70 responden dan pengambilan sampel menggunakan metode total populasi. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji chi square pada tingkat kemaknaan 5% (0,05).Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara umur dengan perilaku penggunaan safety belt (Pvalue = 0,000), tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan perilaku penggunan safety belt (Pvalue = 0,647), ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku penggunan safety belt (Pvalue = 0,000), tidak ada hubungan antara sikap dengan perilaku penggunan safety belt (Pvalue = 0,621) dan ada hubungan antara masa kerja dengan perilaku penggunan safety belt (Pvalue = 0,000).Kata Kunci :   Karakteristik pengemudi,  perilaku penggunaan safety belt.  ABSTRACTIn the development of automobile technology is very important for human life cars are equipped with safety devices that safety belt. Traffic accidents are one of the biggest causes of death in Indonesia, the Jakarta Police crack down on about 235 riders who do not use the safety belt and in Bandung violations regarding the use of safety belt ± 400 violations. Accident data from the Directorate General of Land Transportation of 2009 total accident victims in 2011 reached 176 763 people, with details of 31 185 dead, 36 767 serious injuries and 108 811 suffered minor injuries. According to studies conducted by the Institute of Analysis CEESAR, said the number of truck drivers killed and injured in traffic accidents can be reduced by 40% if they are all using a safety belt. Law No. 14 of 1992 on the obligation to use safety belt, this offense is liable to imprisonment for one month or a fine Rp1000.000. The purpose of this study was to determine the relationship with the behavioral characteristics of the driver's safety belt use in PT Cipta Hasil Sugiarto Cirebon 2015. This study uses a questionnaire research instruments. The study design was cross-sectional design, with the entire population of the driver in the PT Cipta Hasil Sugiarto Cirebon many as 70 respondents and sampling using the method of the total population. Data were statistically analyzed using chi square test at 5% significance level (0.05).The results showed no relationship between age and the behavior of the use of safety belt (pvalue = 0.000), there was no correlation between level of education and the behavior of the use of safety belt (pvalue = 0.647), there is a relationship between knowledge and behavior of the use of safety belt (pvalue = 0.000) , there is no relationship between attitude and behavior of the use of safety belt (pvalue = 0.621) and there is a relationship between the period of employment with the behavior of the use of safety belt (pvalue = 0.000).Keywords: Driver characteristics, safety belt usage behavior.
HUBUNGAN DETERMINAN PERILAKU DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF Iin Kristianti; Nidya Tri Rosanty
Jurnal Kesehatan Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.96 KB) | DOI: 10.38165/jk.v10i2.12

Abstract

ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja tanpa tambahan makanan  dan minuman lainnya kepada bayi sejak lahir sampai berusia 6 bulan. Pemberian ASI secara eksklusif dipengaruhi oleh berbagai faktor yang meliputi faktor pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, keterpaparan terhadap informasi, dukungan keluarga dan dukungan petugas kesehatan. Cakupan pemberian ASI eksklusif di Kelurahan Wilayah Kerja UPT Puskesmas Pegambiran sebesar 54,7% dan belum memenuhi dari target 75%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara determinan perilaku dengan pemberian ASI eksklusif di Kelurahan Pegambiran Wilayah Kerja UPT Puskesmas Pegambiran Kota Cirebon Tahun 2018. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 154  bayi yang berumur 7-11 bulan,  dengan jumlah sampel sebanyak 65 orang diambil secara propotional random sampling.  Pengambilan data penelitian dengan menggunakan kuesioner dengan teknik wawancara. Uji analisis untuk melihat hubungan variabel bebas dan variabel terikat dengan uji Chi Square. Hasil uji statistik didapatkan bahwa pendidikan ibu (p value = 0,785), pekerjaan ibu (p value = 1.000), pegetahuan ibu (p value = 0,977), tidak ada hubungan dengan pemberian ASI eksklusif di Kelurahan Pegambiran Wilayah Kerja UPT Puskesmas Pegambiran Kota Cirebon Tahun 2018.  Keterpaparan terhadap informasi (p value = 0,014), dukungan keluarga (p value = 0,018) dan dukungan petugas kesehatan (pvalue= 0,006) ada hubungan dengan pemberian ASI eksklusif di Kelurahan Pegambiran Wilayah Kerja UPT Puskesmas Pegambiran Kota Cirebon Tahun 2018.Kata Kunci   : ASI eksklusif, determinan perilaku  ABSTRACTExclusive breastfeeding is the only granting exclusive breast milk alone without additional food and other drinks to infants from birth to 6 months old. Breastfeeding exclusively influenced by a variety of factors which include the factor of education, work, knowledge, exposure to information, family support and support for health workers. Scope of exclusive breastfeeding in Kelurahan Pegambiran UPT Clinic work area amounted to 54.7% and has not met the target of 75%. The purpose of this research is to know the relationship between the determinants of behavior with exclusive breastfeeding in Kelurahan Pegambiran UPT Clinic work area Pegambiran the city of Cirebon in the Year 2018. This research method using descriptive analytic study design with cross sectional approach. The population in this research totalled 154 7-11 months old baby with samples as many as 65 people were selected based on the method of propotional random sampling. Research data retrieval by using a questionnaire with interview techniques. Test analysis to look at the relationship of free variables and bound variables with the Chi Square test. Based on the results of the study, pointed out that there is no relationship between the mother's education (p value = 0.785), the work of the mother (p value = 1,000), mothers knowledge (p value = 0.977), exposure to information (p value = 0.014), family support (p value = 0.018) and support health workers (p value = 0.006) with exclusive breastfeeding in Kelurahan Pegambiran UPT Clinic work area Pegambiran the city of Cirebon in the year 2018.Keywords : Exclusive breastfeeding, determinant of behavior 
HUBUNGAN KEMATANGAN EMOSI DENGAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DI RUANG PERAWATAN Rokhmatul Hikhmat; Zahrotul Laily Luthfiyani
Jurnal Kesehatan Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.419 KB) | DOI: 10.38165/jk.v9i1.79

Abstract

Kematangan emosi merupakan kemampuan individu untuk dapat mengendalikan emosi serta mengontrol diri secara sadar, menekankan pengekspresian, tidak meledakkan emosi, menilai situasi secara kritis dan mampu memiliki reaksi emosional secara stabil. Kematangan emosi yang baik dapat mempengaruhi kinerja perawat pelaksana dalam memberikan pelayanan keperawatan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa hubungan kematangan emosi dengan kinerja perawat pelaksana di ruang perawatan Rumah Sakit Ciremai Kota Cirebon.  Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif non eksperimental dengan rancangan penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional terhadap 22 perawat pelaksana yang diambil secara total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner. Analisa dilakukan untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen digunakan tekhnik analisis korelasi chi square.Hasil penelitian diperoleh  22 responden dengan kematangan emosi kurang sebanyak 8 orang. Dari 8 orang tersebut 87,5% mempunyai kinerja kurang dan 12,5% mempunyai kinerja baik. Sedangkan 14 orang responden tingkat kematangan emosinya baik, dari 14 orang tersebut 21,4% mempunyai kinerja kurang dan 78,6% mempunyai kematangan emosi dan kinerja yang baik. Hasil uji statistik dengan menggunakan chi square didapatkan ρ value = 0,006 < 0,05 berarti Ha gagal ditolak, hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara kematangan emosi dengan kinerja perawat pelaksana di ruang perawatan Rumah Sakit Ciremai Kota Cirebon. Kata Kunci          : Kematangan Emosi, Kinerja Perawat Pelaksana   ABSTRACTEmotion maturity represent ability of individual to can control emotion  and also controlling x'self consciously, emphasizing expression do not explode emotion, assessing situation critically and can owning reaction emotional stablely.good Emotion maturity can influence performance nurse of executor in giving service of treatment. Target of this research to analyse Emotion maturity relation with performance nurse of executor in treatment room of  ciremai hospital  in town of cirebon. Research type the used is quantitative non eksperimental with research device descriptive of correlation with approach sectional cross to 22 nurse of executor which taken totally sampling. The research instrument used in this research is a questionnaire. The analysis was conducted to find out the correlation between independent variable and dependent variable used chi square correlation analysis technique.Result of research in obtaining  22 responder with emotion maturity less counted 8 people, From 8 people 87,5% having performance less and 12,5% having good performance. While 14 responder people good emotion maturity level, from 14 people 21,4% having performance less and 78,6% having emotion maturity and good performance . Result of statistical test by using square chi in can ρ value = 0,006 < 0,05 meaning Ha fail to be refused, this matter indicating that there is relation  between emotion maturity with nurse performance executor in treatment room of ciremai hospital in  town of cirebon Keyword : Maturity Emotion, Performance Nurse of Executor
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA TENAGA KERJA BAGIAN JARING Endang Nur Amaludin; Suzana Indragiri
Jurnal Kesehatan Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.923 KB) | DOI: 10.38165/jk.v8i1.97

Abstract

Sumberdaya manusia sebagai tenaga kerja tidak lepas dari masalah-masalah yang berkaitan dengan keselamatan dalam bekerja yang langsung berhubungan dengan peralatan dan mesin untuk menunjang proses produksi. Penggunaan berbagai alat dan mesin ini menyebabkan tenaga kerja tidak akan terlepas dari resiko yang menyangkut keselamatan dan kesehatan kerja. Risiko ini dapat menimpa tenaga kerja kapan dan dimana saja, sehingga membutuhkan perhatian khusus dari berbagai pihak yang berkaitan seperti pengusaha, tenaga kerja dan perusahaan. Perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja dan mempunyai potensi bahaya yang ditimbulkan oleh proses produksi yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja seperti peledakan, kebakaran, pencemaran dan penyakit akibat kerja, wajib menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan penggunaan APD pada tenaga kerja bagian jaring di PT. Arteria Daya Mulia (ARIDA) Cirebon. Metode penelitian yang dilakukan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan yang bersifat studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga kerja bagian jaring sebanyak 222 tenaga kerja, jumlah sample 89 tenaga kerja yang dipilih berdasarkan metode proporsional random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner, metode pengolahan data dengan menggunakan wawancara analisa data dengan menggunakan uji statistik. Hasil penelitian menunjukan bahwa berdasarkan uji statistik (Chi-Square) menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan penggunaan alat pelindung diri (APD) nilai P value = 0,946, dan ada hubungan antara sikap dengan penggunaan alat pelindung diri (APD) nilai P value = 0,000, pada tenaga kerja bagian jaring PT. Arteria Daya Mulia (ARIDA) Cirebon Tahun 2016.  Kata Kunci : Pengetahuan, sikap, penggunaan alat pelindung diri   ABSTRACT Human resources as labor can not be separated from issues relating to safety in work directly related to the equipment and machinery to support the production process. The use of various tools and machinery have led to labor will not be separated from the risks relating to occupational safety and health. This risk can override the workforce anytime and anywhere, thus requiring special attention from various parties associated as employers, labor and business. Companies that employ workers and have the potential dangers posed by the production process that can cause accidents such as explosions, fires, pollution and occupational diseases, shall implement occupational safety and health. This study aims to determine the relationship of knowledge and attitudes to the use of PPE in the labor section nets in PT. Arteria Daya Mulia (ARIDA) Cirebon. The research method is descriptive analytic approach that is both cross-sectional study. The population in this study is a part of the net the entire workforce of 222 workers, the number of workers 89 samples were selected based on proportional random sampling method. Data were collected by questionnaires, data processing method using interview data analysis using statistical tests. The results showed that, based on statistical tests (Chi-Square) shows that there is no relation between knowledge and the use of personal protective equipment (PPE) P value = 0.946, and there is a relationship between attitudes to the use of personal protective equipment (PPE) P value = 0,000, the labor section nets PT. Arteria Daya Mulia (ARIDA) Cirebon 2016.Keywords : knowledge, attitude, use of personal protective equipment
HUBUNGAN ANTARA SENAM, POLA MAKAN, DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PADA LANSIA Suharno Suharno; Yophi Nugraha; Muhammad Guntur M
Jurnal Kesehatan Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.917 KB) | DOI: 10.38165/jk.v8i2.113

Abstract

Meningkatnya usia harapan hidup (UHH) menyebabkan peningkatan jumlah lansia. Meningkatnya jumlah lansia menandakan kualitas hidup semakin baik. Jumlah lansia di Puskesmas Majalengka yaitu 2597 orang, sedangkan Puskesmas Cigasong dengan 1876 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Senam, Pola Makan dan Dukungan Keluarga dengan Kualitas Hidup pada Lansia di UPTD Puskesmas Majalengka Kabupaten Majalengka.Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan 97 responden lansia yang diambil secara Accidental Sampling. Rancangan penelitain ini adalah cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan pengambilan data sekunder dan data primer. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat.Hasil penelitian ini menunjukan lebih dari setengahnya lansia mempunyai kualitas hidup tinggi (73,2%), lebih dari setengahnya lansia rutin mengikuti senam (62,9%), lebih dari setengahnya lansia mempunyai pola makan baik (75,3%), dan sebagian besar lansia mendapatkan dukungan tinggi dari keluarganya (76,3%). Hasil uji chi square pada penelitian ini menunjukan ada hubungan yang signifikan antara senam dengan kualitas hidup dengan nilai ρ=0,000; pola makan dengan kualitas hidup dengan nilai ρ=0,000; dan dukungan keluarga dengan kualitas hidup dengan nilai ρ=0,000.Kata kunci : Lansia, Kualitas Hidup, Senam, Pola Makan, Dukungan Keluarga  ABSTRACTIncreasing life expectancy causes an increase the number of elderly. Increasing the number of elderly indicates that quality of life is get better. The number of elderly in community health center Majalengka is 2597 people, while in community health center Cigasong is 1876 people. This research aims to determine the relationship between gymnastics, diet, and family motivation with quality of life of the elderly in community health center in Majalengka district.This type of research is quantitative with 97 elderly respondents taken by accidental sampling. The design of this study is cross sectional design. Data collected by collection of secondary data and primary data. Data analysis was perfomed using univariate and bi-variate analysis.Results in this study showed more than half of the elderly have high quality of life (73,2%), more than half of the elderly routine follow gymnastics (62,9%), more than half of the elderly have good diet (75,3%), and most elderly get high motivation of his family (76,3%). Chi square test results in this study showed there was a significant relationship between Gymnastics with quality of life with the ρ value = 0,000; Diet with quality of life with the ρ value = 0,000; and Family Motivation with quality of life with the ρ value = 0,000;.Keywords : Elderly, Quality of life, Gymnastics, Diet, Family Motivation

Page 7 of 23 | Total Record : 227