cover
Contact Name
Dodi Jaya Wardana
Contact Email
dodijayawardana@umg.ac.id
Phone
+6281330627891
Journal Mail Official
dodijayawardana@umg.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Justiciabelen
ISSN : 26543419     EISSN : 26543311     DOI : 10.30587/justiciabelen
Core Subject : Humanities, Social,
Journal Justiciabelen is published by the law Departement, University of Muhammadiyah Gresik, twice a year in February and September. The purpose of this journal is to facilitate research about Law. The article essentially contains topics on Criminal Law, Civil Law, Consultation Law, Government Law, Business Law, and Islamic Law
Articles 87 Documents
AKIBAT HUKUM PENDIRIAN LEMBAGA KEUANGAN MIKRO OLEH BADAN HUKUM KOPERASI Zakiah Noer
Jurnal Justiciabelen Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.431 KB) | DOI: 10.30587/justiciabelen.v1i1.499

Abstract

Pada penelitia ini, penulis mengangkat permasalahan Akibat Hukum Pendirian Lembaga Keuangan Mikro Oleh Badan Hukum Koperasi. Pilihan tema ini dilatar belakangi oleh adanya kegiatan usaha koperasi yang tidak hanya menghimpun dan menyalurkan dana milik anggotanya saja, melainkan juga masyarakat non anggota. Agar tidak menyalahi ketentuan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian dan untuk menguatkan kedudukannya, koperasi mendirikan suatu Lembaga Keuangan Mikro (selanjutnya disebut LKM) sebagai suatu lembaga yang memiliki legalitas untuk mengelola dana anggota dan masyarakat. LKM yang didirikan oleh koperasi selanjutnya dinamakan Koperasi LKM. Penelitian skripsi ini menggunakan metode yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat ditarik kesimpulan bahwa pendirian LKM oleh badan hukum koperasi menimbulkan akibat hukum pada beberapa aspek dalam koperasi LKM, yaitu aspek kegiatan usaha, aspek permodalan, aspek kelembagaan, dan aspek pengawasan. Akibat hukum tersebut timbul karena adanya perbedaan pengaturan antara Koperasi dan LKM berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2013 tentang lembaga Keuangan Mikro.
ASPEK HUKUM DISKRIMINASI PADA ANAK AKIBAT PERCERAIAN Hardian Iskandar
Jurnal Justiciabelen Vol 2 No 2 (2019): Justiciabelen
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/justiciabelen.v2i2.1635

Abstract

Children are the generation of the nation's administrators, whose growth is protected by the state. As the successor to a protected nation, children in essence need to be avoided from acts of discrimination from divorce that occur between parents so that the child's development and growth can develop both physically, mentally, and socially. This study discusses the legal aspects of discrimination in children based on divorce using the method of discussing normatives, to analyze how the legal aspects of confirmation of divorce children
KARAKTERISTIK JIWA KEHIDUPAN MASYARAKAT (VOLKSGEIST) INDONESIA TERHADAP OMNIBUS LAW Fiska Maulidian Nugroho
Jurnal Justiciabelen Vol 3 No 2 (2020): Justiciabelen
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/justiciabelen.v3i2.2445

Abstract

Omnibus Law merupakan teknik/metode penyederhanaan hukum (simplikasi hukum) yang dituangkan pada terciptanya Undang-Undang Cipta Kerja. Sebuah momentum yang akan dikaji menggunakan aliran filsafat sejarah hukum yang dipelopori oleh beberapa ahli hukum terdahulu, ikon pada saat itu adalah F.K. von Savigny. Ia menolak Mazhab Hukum Alam dan Positivisme Hukum untuk Unifikasi/Kodifikasi Hukum Jerman pada waktu itu, ia lebih memilih Kodifikasi yang dibentuk menggunakan karakter jiwa bangsa (Volksgeist). Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan untuk menganalisis UU Cipta Kerja yang menggunakan teknik Omnibus Law dirasakan bertentangan dengan karakteristik pembentukan hukum berdasarkan Aliran/Mazhab Sejarah Hukum (Historical Jurisprudence) ini. Metode penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Hukum Normatif dan Yuridis Sosiologis.
Penegakan Hukum Lingkungan Terhadap Kegiatan Penambangan Illegal Galian C Tanah Urug Trias Hernanda
Jurnal Justiciabelen Vol 3 No 1 (2020): Justiciabelen
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/justiciabelen.v3i1.2242

Abstract

This scientific article examines the enforcement of environmental law on the mining activities of excavated land c in the Kudus Regency, illegal excavated land c activities in Kudus Regency have a serious impact as evidenced by the emergence of victims in illegal c excavation sites that are not reclaimed. There are indeed not many illegal landfill land in Kudus Regency, but based on supervision in the field, the activity arises because it is based on economic factors, Kudus Regency itself actually has regulated zoning of the areas permitted for mining activities, things mentioned in Perda No. 16/2012 concerning RTRW, the method used in this study is empirical (nondoctrinal) Based on the results of field research on illegal activities of landfill excavation, it can be concluded that enforcement of illegal activities of landfill excavation c has not been carried out optimally. , this can be seen by the presence of illegal miners who still often do mining by playing cat and mouse with Satpol PP officers
Aspek Hukum Penundaan Pelaksanaan Prestasi akibat Keadaan Memaksa di Masa Pandemi Covid 19 Septarina Budiwati; Wafda Vivid Izziyana
Jurnal Justiciabelen Vol 4 No 1 (2021): Justiciabelen
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/justiciabelen.v4i1.2767

Abstract

Corona Virus Disease merupakan wabah virus mematikan sehingga ditetapkan Pemerintah sebagai Bencana Nasional, Penularan virus yang sangat cepat dan mudah membuat banyak. Virus ini menimbulkan kedaruratan kesehatan masyarakat Pemerintahan mengambil kebijakan lockdown atau social distancing. perekonomian juga menjadi kacau. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normative yang mengkaji aturan, asas hukum dan prinsip-prinsip yang berkaitan dalam pelaksanaan prestasi. Terhalangnya suatu pihak untuk memenuhi prestasi akibat situasi ini termasuk dalam keadaan memaksa atau overmahcht, Pemerintah menyadari kebijakan yang di keluarkan, sehingga debitur di beri kesempatan mengajukan permohonan atas penundaan prestasi akibat keadaan memaksa akibat pandemic covid 19, kebijakan ini diharapkan kreditur dan debitur sama-sama memahami dan mencari solusi resiko yang timbul atas perjanjian yang telah di sepakati bersama.
POLITIK HUKUM PEMERINTAHAN DESA Dodi Jaya Wardana
Jurnal Justiciabelen Vol 2 No 2 (2019): Justiciabelen
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/justiciabelen.v2i2.2278

Abstract

The State recognizes and respects regional government units that are special or special in nature which are regulated by law. Second, the State recognizes indigenous and tribal peoples' units along with their traditional rights insofar as they are alive and in accordance with the development of society and the principles of the Unitary State of the Republic of Indonesia, which are regulated in law. Politics of village government law, it cannot be separated from 3 (three) main bases, namely philosophical, sociological and juridical basis. The politics of regulatory law above are the base for legal politics for regulations that are below, so that there should not be any universal inconsistencies. In addition, horizontally the legal politics of legislation must also be consistent.
ASPEK HUKUM PENGCOVERAN LAGU DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG HAK CIPTA Iwan Sandi Panagarso; Calvindo Bagas
Jurnal Justiciabelen Vol 2 No 2 (2019): Justiciabelen
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/justiciabelen.v2i2.1638

Abstract

Factors affecting the violation of copyright in songs or music in Indonesia are economic factors, socio-cultural factors, educational factors, weak law enforcement against violators. The forms of copyright infringement in Indonesia, namely Bootleg, namely piracy committed when the singer performs (Live Show). Counterfeit is a song hijacking done by copying directly, copying the cover and packaging exactly and Pirate is done by using various songs and various record albums that sell in the market.
KEWENANGAN DEWAN PERWAKILAN DAERAH DALAM PENGAWASAN PERATURAN DAERAH Muhammad Roqib
Jurnal Justiciabelen Vol 3 No 2 (2020): Justiciabelen
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/justiciabelen.v3i2.2446

Abstract

Regional Representative Council (Dewan Perwakilan Daerah/DPD) is a constitution organ. This one of state institutions is established and empowered by the 1945 Constitution. The existence of the Regional Representative Council is regulated in the provision of Chapter VII Article 22 C and Article 22 D of the 1945 Constitution. The authorities and duties of the Regional Representative Council is regulated in No. 2/2018 of Law about the People’s Consultative Assembly (MPR), the House of Representative (DPR), the Regional Representative Council (DPD), and the Regional People’s Representative Council (DPRD). One of the Regional Representative Council’s authorities in the Law No. 2/2018 is able to monitor and evaluate the regional regulations plan and the regional regulations. However, since the verdict of Constitutional Court No. 137/PUU XIII/2015 and 56/PUU-XIV/2016 about revocation of the government authority (central) to nullify (executive review) the regional regulation, the authority of the Regional Representative Council in monitoring the regional regulations plan and the regional regulations is weakened and not clear. The nullification of the regional regulation(s) is owned by judicial institution only, such as the Supreme Court (MA). In fact, the Regional Representative Council should be as a representative council that can associate those two interests at once, the central government in top down way and regional interest in bottom up way. How does the Regional Representative Council align those two waves of interests at once through the regional regulation(s)? This research uses statute approach, by examining the related laws about law issues which is already analyzed and also uses conceptual approach, which starts from the point of views and developed doctrines in the legal studies. Based on the research results, it was known that the verdict of the Constitutional Court did not eliminate the control of the central government, in this case was the Regional Representative Council to the regional government, including the making of the regency/city regional regulations. But, this control was not in the shape of testing or nullifying the regional regulations. The Regional Representative Council in consort with the ministry, and governor as the representative of the central government should do some evaluation process on each regional regulations plan.
Penempatan Pengulangan Tindak Pidana (Recidive) Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Serta Implementasinya Oleh Aparat Penegak Hukum farida farida
Jurnal Justiciabelen Vol 3 No 1 (2020): Justiciabelen
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/justiciabelen.v3i1.2243

Abstract

Pengulangan tindak pidana atau recidive diatur dalam Pasal 486 KUHP. Walaupun Pasal 486 KUHP memberikan hukuman lebih berat kepada pelaku recidive, ternyata masih ada pengulangan tindak pidana. Seperti yang dilakukan oleh Tomin dimana tahun 2006 ditangkap melakukan pencurian kendaraan bermotor dijatuhi hukuman penjara selama 1 tahu. Beberapa tahun kemudian Tomin ditangkap lagi karena perbuatan yang sama dan dihukum penjara selama 2 tahun. Ada pula Supeno, tahun 2014 ditangkap melakukan penjualan narkotika, dan dijatuhi hukuman 2 tahun penjara. Selang 2 tahun kemudian, Supeno ditangkap melakukan perbuatan yang sama pada September 2018. Permasalahan yang dikemukakan adalah: Apa yang mandasari pengaturan pengulangan tindak pidana atau recidive dalam KUHP dan bagaimanakah implementasi peraturan perundang-undangan tentang pengulangan tindak pidana (recidive) oleh aparat penegak hukum pada setiap tingkatan? Tipe penelitian dalam tesis ini adalah tipe penelitian normative dan juga tipe penelitian empiris atau sosioliogis. Pendekatan dalam tesis ini adalah pendekatan statue approach, conceptual approach dan case approach.. Dari hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa: yang mendasari pengaturan pengulangan tindak pidana (recidive) dalam KUHP, dikarenakan perbuatan yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia pada masa kolonial Belanda adalah perbuatan pidana umum. Hal ini berlanjut hingga masa pemerintahan Negara Republik Indonesia, dimana seseorang yang melakukan tindak pidana, masih berkisar pada perbuatan yang dilarang oleh KUHP, dan pembentuk KUHP sendiri belum terpikir tentang adanya perbuatan pidana yang diatur secara khusus di luar KUHP. Bahwa implementasi ketentuan hukuman pengulangan tindak pidana atau recidive dapat berjalan efektif apabila aparat penegak hukum terutama penyidik dan Penuntut Umum bekerja sesuai dengan fakta yang ada serta mau melakukan upaya penelitian atau pelacakan terhadap catatan kriminal tersangka yang ditangananinya, serta tetap berpegang pada akhlak dan moral sebagai penyidik dan Penuntut Umum.
Perlindungan Hukum Bagi Masyarakat Indonesia Melalui Pengelolan Anggaran Belanja Negara Akibat Pandemic COVID 19 Wafda Vivid Izziyana; Andhika Yuli Rimbawan
Jurnal Justiciabelen Vol 4 No 1 (2021): Justiciabelen
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/justiciabelen.v4i1.2768

Abstract

Pandemic COVID-19 meenyebabkan permasalahan ekonomi, sehingga berdampak pada in-stabilitas ekonomi di berbagai negara. sehingga Negara mengeluarkan kebijakan dalam memberikan perlindungan hukum melalui pengelolaan anggaran belanja Negara akibat pandemic covid-19. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normative, Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020 sebagai dasar hukum penanganan pandemi Covid-19 yang berdampak bagi kesehatan, perekonomian, sosial, dan lain-lain yang pada akhirnya menggerus kesejahteraan rakyat, sehingga diperlukan respon kebijakan keuangan negara untuk meningkatkan belanja, risiko kesehatan, melindungi masyarakat, dan menjaga aktivitas usaha. dasar hukum atas perlindungan pandemic covid 19 tersebut juga di atur dalam UUD 1945, serta peraturan menteri keuangan.