cover
Contact Name
Hamid Mukhlis
Contact Email
me@hamidmukhlis.id
Phone
+6281325790254
Journal Mail Official
me@hamidmukhlis.id
Editorial Address
Jalan A. Yani 1A Tambahrejo Gadingrejo Kab. Pringsewu Kode Pos: 35372, Phone: 0729 7081587
Location
Kab. pringsewu,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan
ISSN : 25024825     EISSN : 25029495     DOI : 10.30604/jika
Core Subject : Health,
Jurnal Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan (JIKA), with registered number ISSN 2502-4825 (Print) and ISSN 2502-9495 (Online), is an international peer-reviewed journal published two times a year (June and December) by Universitas Aisyah Pringsewu (UAP) Lampung. JIKA is intended to be the journal for publishing articles reporting the results of research on Health Science field especially Nursing and Midwifery, as well as with their development through interdisciplinary and multidisciplinary approach. The submission process of the manuscript is open throughout the year. All submitted manuscripts will go through the blind peer review and editorial review before being granted with acceptance for publication.
Articles 1,302 Documents
Effects of Spiritual Guided Imagery and Music on Hemodynamic Status of Cancer Patients Undergoing Chemotherapy Jonas Edrian Sumampouw; Yourisna Pasambo; Muh. Ali Makaminan
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6, No 4: December 2021
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.269 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6i4.807

Abstract

Spiritual Guided Imagery and Music (SGIM) is a Mind, Body, and Spirit therapy that has been used for several years in nursing for the management of anxiety of patients with cancer. This study aimed to investigate the effects of SGIM on the hemodynamic status of cancer patients undergoing chemotherapy. The study was a quasi-experimental study, with 30 patients who received SGIM therapy and 30 as a control group. The hemodynamic status measured in this study consisted of Blood Pressure (BP), heart rate, respiratory rate, and oxygen saturation. Hemodynamic status was measured 3 times: 1 day and 30 minutes before chemotherapy and 1 day after chemotherapy. Data were analyzed by GLM repeated-measures test with SPSS 21. The analysis of the GLM repeated measure test has a known p-value less than 0.05 for systolic and diastolic BP, Mean Arterial Pressure, and heart rate, whilst the effects of SGIM on respiratory rate and oxygen saturation there was no significant difference between the two groups but still in the normal range. SGIM Therapy can improve the hemodynamic status of cancer patients undergoing chemotherapy. this therapy can be applied as one of the complementary therapies for cancer patients undergoing chemotherapy.  Spiritual Guided Imagery and Music (SGIM) adalah mind, body dan spirit terapi yang telah digunakan selama beberapa tahun dalam keperawata, untuk mengatasi kecemasan pasien kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh SGIM terhadap status hemodinamik pasien kanker selama menjalani kemoterapi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu, dengan 30 pasien yang mendapat terapi SGIM dan 30 sebagai kelompok kontrol. Status hemodinamik yang diukur dalam penelitian ini terdiri dari Tekanan Darah (BP), denyut jantung, laju pernapasan, dan saturasi oksigen. Status hemodinamik diukur 3 kali: 1 hari dan 30 menit sebelum kemoterapi dan 1 hari setelah kemoterapi. Data dianalisis dengan menggunakan uji GLM repeated measure dengan bantuan SPSS 21. Analisis uji GLM repeated measure diketahui p-value kurang dari 0,05 untuk TD sistolik dan diastolik, Mean Arterial Pressure, dan denyut jantung, sedangkan efek SGIM pada laju pernapasan dan saturasi oksigen tidak ada perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok, tetapi masih dalam kisaran normal. Terapi SGIM dapat memperbaiki status hemodinamik pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Terapi ini dapat diterapkan sebagai salah satu terapi komplementer bagi pasien kanker yang menjalani kemoterapi.
Pengetahuan vulva hygiene dan kejadian keputihan pada remaja putri Yanti, Hellen Febri; yohanna, wike sri; hasanah, Nur
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 3, No 2 (2018): December
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.446 KB) | DOI: 10.30604/jika.v3i2.236

Abstract

Keputihan merupakan permasalahan yang sudah menjadi persoalan dan pebahasan sejak lama bagi kaum perempuan pada umumnya. Hal ini dikarenakan dari berbagai usia perempuan dapat mengalami kejadian keputihan. Keputihan dapat disebabkan karena kurangnya kesadaran remaja dalam menjaga kebersihan organ kewanitaan.  Kurangnya kesadasaran remaja putri disebabkan salah satunya oleh kurangnya pengetahuan yang dimiliki . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Tentang Vulva Hygiene Dengan Kejadian Keputihan Pada Remaja Putri di Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu Tahun 2019. Desain yang digunakan dalam penelitan ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini remaja putri yang ada di Kecamatan Gading rejo Kabupaten Pringsewu yaitu sebanyak 251 responden. Analisa data univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian di dapat bahwa responden yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 152 siswi  (60,56 persen) dan respoden yang tidak mengalamai keputihan sebanyak 161 siswi (35,9persen). Hasil luji statistik chi square didapat p value = 0,000, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti ada Hubungan Pengetahuan Tentang Vulva Hygiene Dengan Kejadian Keputihan Pada Remaja Putri Di Kecamatan Gading rejo Kabupaten Pringsewu Tahun 2019. Oleh karena itu diharapkan kepada remaja putri untuk meningkatkan pengetahuan serta upaya perawatan vulva hygiene dalam upaya mencegah terjadinya Kejadian Keputihan.
Meta Analysis Study of Factors Relates Eating Disorders on Adolescents Azrimaidaliza Azrimaidaliza; Helmizar Helmizar; Ferina Yollanda
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6, No 1: March 2021
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.642 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6i1.400

Abstract

Eating disorders are one of the nutritional problems that occur on adolescents, especially in Indonesia. Various factors can cause eating disorders in adolescents. Research on factors related to eating disorders on adolescents has been available in Indonesia, but the results were varied, some were related and some were not. This research objective was to determine the factors relates with eating disorders on adolescents in Indonesia. Research methods with quantitative design and meta-analysis analysis techniques. This article is looking through PubMed, DOAJ, Garuda Portal, Google Scholar, and ISJD databases with time limits from 2000-2020. Data processing is done with the RevMan 5.4 application. The results obtained were 2,453 articles identified, there were 13 studies that were systematically reviewed and followed by a meta-analysis. A negative body image has a 3.40 times (95% CI 1.71-6.78) risk of eating disorders on adolescents. There is no significant correlation between nutritional knowledge, peers, and the mass media with eating disorders on adolescents in Indonesia. Body image is one of the factors for eating disorders on adolescents in Indonesia. It is expected that adolescents will adopt a healthy lifestyle and good eating behavior in order to get a positive body image and avoid eating disorders. Abstrak: Gangguan makan merupakan salah satu masalah gizi yang terjadi pada remaja terutama di Indonesia. Berbagai faktor dapat menyebabkan gangguan makan pada remaja. Penelitian mengenai faktor yang berhubungan dengan gangguan makan pada remaja sudah terdapat di Indonesia, tetapi didapatkan hasil yang bervariasi, ada yang berhubungan dan ada yang tidak berhubungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan gangguan makan pada remaja di Indonesia. Metode penelitian dengan desain kuantitatif dan teknik analisis meta-analisis. Penelusuran melalui database PubMed, DOAJ, Portal Garuda, Google Schoolar, dan ISJD dengan batasan waktu dari tahun 2000-2020. Pengolahan data dilakukan dengan aplikasi RevMan 5.4. Hasil yang didapatkan sebanyak 2.453 artikel yang diidentifikasi, terdapat 13 penelitian yang ditelaah sistematis dan dilanjutkan dengan meta-analisis. Citra tubuh yang negatif berisiko 3,40 kali (95% CI 1,71-6,78) mengalami gangguan makan pada remaja. Tidak adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi, teman sebaya, dan media massa  dengan gangguan makan pada remaja di Indonesia. Citra tubuh merupakan salah satu faktor gangguan makan pada remaja di Indonesia. Diharapkan kepada remaja untuk menerapkan pola hidup yang sehat dan perilaku makan yang baik  agar mendapatkan citra tubuh yang positif dan terhindar dari gangguan makan.
Potential of Dioscorea Hispida dennst to Deflate Blood Glucose Level Tukatman Tukatman; Heriviyatno Julika Siagian; Bangu Bangu
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6, No 4: December 2021
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.232 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6i4.767

Abstract

Treatment of DM sufferers impacts the economic side related to the cost of drugs or pharmacological therapy, which is quite expensive. Gadung tubers (Dioscorea hispida dennst.) can be an option for people with diabetes because, in addition to containing low carbohydrates, they also contain several bioactive compounds that can be beneficial for the body. This study aims to analyze the effect of the consumption of Gadung tubers (Dioscorea hispida dennst) on the blood glucose levels of people with diabetes mellitus in Kolaka. This type of research is a quasi-experimental design using a one-group pre-post test design involving 30 men and women with DM who were recorded as active in Posbindu visits in Toari District taken purposively. The intervention was carried out for ten days for August – September 2021 by measuring the blood glucose levels of respondents before and after consuming processed Gadung tubers. The research data were analyzed using paired t-test. The results showed differences in the respondents' glucose levels before and after the intervention, where statistically, a p-value of 0.0001 less than 0.05 was obtained, which means that there was a significant effect of the consumption of Gadung tubers on the glucose levels of DM patients. This study concluded that processed yam could be an alternative food for people with diabetes.Perawatan penderita DM memberikan dampak pada sisi ekonomi dimana hal tersebut berkaitan dengan biaya obat atau terapi farmakologis tergolong mahal. Umbi gadung (Dioscorea Hispida) dapat menjadi pilihan bagi penderita DM karena selain mengandung karbohidrat rendah juga mengandung beberapa senyawa bioaktif yang dapat bermanfaat bagi tubuh. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsumsi olahan ubi gadung (dioscorea hispida dennst) terhadap kadar glukosa darah penderita diabetes mellitus di Kolaka. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimental menggunakan desain one group pre post test design yang melibatkan 30 orang laki-laki dan perempuan penderita DM yang tercatat aktif dalam kunjungan Posbindu di Kecamatan Toari diambil secara purposive. Intervensi dilakukan selama sepuluh hari periode Agustus – September 2021 dengan pengukuran kadar glukosa darah responden sebelum dan setelah mengkonsumsi olahan umbi Gadung. Data penelitian dianalisis menggunakan uji t test berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kadar glukosa responden sebelum dan setelah dilakukan intervensi, dimana secara statistic didapatkan p-value 0.0001 kurang dari 0.05 yang berarti ada pengaruh yang signifikan dari konsumsi umbi Gadung terhadap kadar glukosa penderita DM. penelitian ini menyimpulkan bahwa olahan ubi gadung dapat menjadi makanan alternative bagi penderita DM.
Post Occupancy Evaluation of The COVID – 19 Isolation Room Aria Dewanggana; Maria Ulfa; Kusbaryanto Kusbaryanto
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6 (2021): Special Issue GINC
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.467 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6iS1.794

Abstract

The Indonesian government has declared the COVID-19 outbreak a national disaster, and so far it has not been declared over. Hospitals in making special isolation rooms for COVID-19 have requirements that must be met, this is to anticipate transmission both between patients and to officers. The purpose of the study was to evaluate the post-occupancy of the Covid-19 isolation room at the As-Suyuthiyyah Hospital in Pati. This type of research uses mixed methods research with descriptive quantitative and case studies. Data were obtained from observations of the physical condition of the room, followed by environmental tests (temperature, lighting, noise, humidity, and microbiological quality), as well as questionnaire data filled out by internal and external users with descriptive presentation. The research was carried out in stages from March to November 2021. The results showed that most of the isolation rooms had met the special isolation room standards issued by the government, and most of the internal and external users felt safe and comfortable while in or using the room Pemerintah Indonesia telah menetapkan wabah COVID – 19 sebagai bencana nasional, dan hingga saat ini belum dinyatakan berakhir. Rumah Sakit dalam membuat ruang isolasi khusus COVID – 19 terdapat persyaratan yang harus dipenuhi, hal ini untuk mengantisipasi adanya penularan baik antar pasien maupun kepada petugas. Tujuan penelitian adalah untuk melakukan evaluasi pasca huni ruang isolasi covid – 19 di Rumah Sakit As-Suyuthiyyah Pati. Jenis penelitian menggunakan penelitian mixed methods dengan kuantitatif deskriptif dan studi kasus. Data diperoleh dari observasi kondisi fisik ruangan, dilanjutkan uji lingkungan (suhu, pencahayaan, kebisingan, kelembaban, dan kualitas mikrobiologis), serta data kuesioner yang diisi oleh pengguna internal dan eksternal dengan penyajian secara deskriptif. Penelitian dilakukan bertahap selama Maret sampai November 2021. Hasil penelitian didapatkan yakni ruang isolasi tersebut sebagian besar sudah memenuhi standar ruang isolasi khusus yang dikeluarkan oleh pemerintah, dan sebagian besar pengguna internal maupun eksternal merasa aman dan nyaman selama berada atau menggunakan ruangan tersebut)
Factors Influencing Psychological Problems for Emergency Nurses in Facing Emergency Situations during the Covid-19 Pandemic Rahmi Fitria; Nana Aldriana; Sri Wulandari; Eka Yuli Handayani; Andria Andria
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6, No 4: December 2021
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.056 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6i4.811

Abstract

The emergence of COVID-19 is placing unforeseen pressure on the country's health care system and presenting various challenges for healthcare workers. Health care workers are at high risk of infection, while they have a large burden on clinical care and prevention of Covid-19 virus infection, including emergency room nurses. The emergency room nurse is one of the medical personnel who plays an important role in providing health services to patients. Several previous studies revealed that there were psychological problems experienced by emergency room nurses such as anxiety, work stress, fear, and depression. Therefore, it is necessary to conduct a study to find out what are the predictors of psychological problems for emergency room nurses in dealing with emergencies situation during the COVID-19 pandemic. This research is a correlational analytic study using a cross-sectional design involving 85 emergency room nurses who are members of the Indonesian Emergency and Disaster Nurses Association (HIPGABI Bali). The data collection process is carried out online to the respondents. The data were analyzed by Spearman-Rank test with a significance level of (0.05). The results of the study were that the majority of emergency room nurses had normal anxiety responses and moderate stress. The factors related to anxiety are the completeness of hospital facilities (p-value = 0.000) and the presence of comorbidities (p-value = 0.007), while the only factor related to stress was the completeness of hospital facilities (p-value = 0.050). This can be a consideration for hospital management and professional organizations to take strategic steps to prevent nurses' psychological problems.Munculnya COVID-19 memberikan tekanan yang tidak terduga pada sistem perawatan kesehatan negara dan menghadirkan berbagai tantangan bagi tenaga kesehatan. Petugas kesehatan sangat berisiko terinfeksi, sementara mereka memiliki beban yang besar dalam perawatan klinis dan pencegahan infeksi virus Covid-19, termasuk para perawat UGD. Perawat UGD merupakan salah satu tenaga medis yang berperan penting dalam memberikan pelayanan kesehatan terhadap pasien. Beberapa penelitian terdahulu mengungkapkan adanya masalah psikologis yang dialami oleh perawat UGD seperti ansietas, stress kerja, ketakutan, hingga depresi. Oleh karena itu perlu dilakukan sebuah penelitian untuk mengetahui apa saja yang menjadi faktor prediktor masalah psikologis perawat UGD dalam menghadapi situasi gawat darurat selama masa pandemic COVID-19. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian analitik korelasional dengan menggunakan rancangan potong lintang yang melibatkan 85 perawat UGD yang tergabung dalam Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI Bali). Proses pengumpulan data dilaksanakan secara online kepada responden. Data dianailisis dengan uji Spearman Rank dengan tingkat kemaknaan £ (0.05). Hasil penelitian  mayoritas perawat UGD memiliki respon ansietas normal dan stress sedang. Adapun faktor yang berhubungan dengan ansietas adalah kelengkapan fasilitas RS (p value = 0.000).   dan adanya komorbid (p value = 0.007)., sedangkan satu-satunya faktor yang berhubungan dengan stress adalah kelengkapan fasilitas RS (p value = 0.050). Hal ini dapat menjadi pertimbangan bagi pihak manajemen RS dan organisasi profesi untuk mengambil langkah-langkah strategis sebagai upaya pencegahan masalah psikologis perawat.
Risk Factors and Association of Environmental with The Incidence of Acute Respiratory Infection in Toddlers: Study on Working Area of Lubuk Kilangan Public Health Center Annisa Zolanda; Mursid Raharjo; Onny Setiani
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6, No 3: September 2021
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.36 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6i3.729

Abstract

Air Pollution and environmental factors are closely related to the incidence of Acute Respiratory Infection (ARI). House construction and the environment that do not meet health requirements and environmental pollution such as smoke from industry, transportation facilities, and indoor air pollution are risk factors for the source of ARI. This study aims to find out the association between environmental risk factors and the Incidence of ARI in toddlers in the working area of Lubuk Kilangan Public Health Centre. This study used a descriptive-analytical research design with a cross-sectional approach, using a random sampling technique, a sample of 96 toddlers was obtained. Data analysis in this study used Chi-Square and t-Independent tests, PM10 concentrations (p=0,009) ventilation area (p=0.000), occupancy density (p=0.029), humidity (0.000), and lighting (p=0.000). Meanwhile, for SO2 concentration in this study, there was no relationship with the incidence of ARI in toddlers (p = 0.302). Based on the results obtained It is hoped that sanitarian staff and related institutions will further increase public knowledge, especially about home sanitation, healthy lifestyles, and the impact of exposure to pollutant concentrations from industry, so that they can control risk factors that can cause ARI.  Pencemaran udara dan lingkungan erat kaitannya dengan angka kejadian ISPA. Konstruksi rumah dan lingkungan yang tidak memenuhi syarat kesehatan serta pencemaran lingkungan seperti asap yang berasal dari industri, sarana transportasi dan polusi udara dalam rumah merupakan faktor risiko sumber penularan penyakit ISPA. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa perbedaan faktor risiko lingkungan yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja puskesmas Lubuk Kilangan tahun 2021. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian analitik deskriptif dengan pendekatan cross sectional, menggunakan teknik random sampling didapatkan sampel sebesar 96 balita. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji Chi-Square dan t-Independent. Hasil penelitian menemukan beberapa faktor lingkungan yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita, yaitu: kosentrasi PM10 (p=0,009), luas ventilasi (p=0,000), kepadatan hunian (p=0,029), kelembaban (0,000), dan pencahayaan (p=0,000). Sementara untuk kosentrasi SO2 dalam penelitian ini tidak terdapat hubungan dengan kejadian ISPA pada balita (p=0,302). Berdasarkan hasil yang didapat diharapakan kepada tenaga sanitarian di puskesmas dan lembaga terkait untuk lebih meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya tentang sanitasi rumah, pola hidup sehat, serta dampak paparan kosentrasi zat pencemar dari industri, sehingga bisa mengendalikan faktor risiko yang dapat menyebabkan terjadinya ISPA dengan cara penyuluhan atau peningkatan pengetahuan masyarakat oleh tenaga kesehatan Puskesmas.
The Relationship of Knowledge and Attitude with The Implementation of Health Protocol on Fishers at The Fish Auction Place (TPI) River Padang, Medang Deras District Bangun, Sri Melda Br
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1: June 2020
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.718 KB) | DOI: 10.30604/jika.v5i1.830

Abstract

The implementation of the health protocol is wearing a mask, washing hands and keeping a distance. rules or regulations that must be followed from all parties in order to be able to carry out activities safely during the pandemic. This study uses quantitative research methods that are analytical surveys using cross-sectional. Samples were taken as many as 50 fishermen at TPI Sungai Padang from 50 populations with a sampling technique using total sampling. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and attitudes with the implementation of health protocols for fishermen at the Padang River Fish Auction Place (TPI) in the district of Medang swift, Batu Bata district in 2020. Data analysis was used with chi-square with =0.05. the results of the bivariate study showed that there was a relationship between knowledge of 0,010 less than 0.05. Then there is a relationship between attitudes and the implementation of health protocols, the result of which the P Value is 0,002 less than 0.05.
Intervention for Prevention of Exacerbation on Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) Patients Iwan Shalahuddin; Sandra Pebrianti; Theresia Eriyani
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6, No 1: March 2021
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.854 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6i1.442

Abstract

COPD is the leading cause of morbidity and mortality worldwide Worsening symptoms of COPD or what is called acute exacerbations are common occurrences that often lead to hospitalization, and the frequency gets worse as the disease progresses. Often associated with a deteriorating quality of life, increased health care costs, and increased mortality. The purpose of searching for articles is to obtain articles from Indonesia or abroad that discuss effective methods in relieving exacerbation symptoms of chronic obstructive pulmonary disease. This study uses a literature review method approach that is suitable for use in this literature study is a scoping review because the purpose of this literature study is to determine an effective method in relieving exacerbation symptoms of the chronic obstructive pulmonary disease so that it can be used as an alternative method of handling exacerbation symptoms in patients with disease chronic obstructive pulmonary. A literature search using several sources, namely Ebscoshot, Google Scholar and Pubmed. Literature search results. The most nutritional deficiencies in COPD patients are vitamin B12 and vitamin D deficiency. Based on 10 journals on interventions in patients with COPD, vitamin D intake is a more effective intervention than other interventions. The number of COPD exacerbations in the intervention group with vitamin D intake decreased significantly compared to the control group (P-value less than 0.001). In addition, FEV1 in the intervention group increased compared to the control group that experienced a decrease (P-value less than 0.001). Recommendations for nurses play an important role in administering medication, including the provision of vitamin D interventions as a result of collaboration with doctors to patients. The nurse should know all the components of the drug order and question the order if it is incomplete or unclear or the dose is outside the recommended limit.  Abstrak: PPOK adalah penyebab utama morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia. Gejala PPOK yang memburuk atau biasa disebut Eksaserbasi akut adalah kejadian umum yang sering menyebabkan rawat inap, dan frekuensinya memburuk seiring dengan perkembangan penyakit. Sering dikaitkan dengan kualitas hidup yang memburuk, peningkatan biaya perawatan kesehatan, dan peningkatan kematian. Tujuan dari pencarian artikel yaitu untuk mendapatkan artikel dari Indonesia ataupun luar negeri yang membahas mengenai metode efektif dalam meringankan gejala eksaserbasi penyakit paru obstruktif kronis. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode literatur review yang sesuai untuk digunakan dalam studi literatur ini adalah scoping review dikarenakan tujuan dari studi literatur ini adalah untuk mengetahui metode efektif dalam meringankan gejala eksaserbasi penyakit paru obstruktif kronis, sehingga dapat digunakan sebagai metode alternatif penanganan gejala eksaserbasi pada pasien penyakit paru obstruktif kronis. Pencerian literatur dengan menggunakan beberapa sumber yaitu Ebscoshot, Google Scholar dan Pubmed.. Hasil penelusuran literatur. Kekurangan nutrisi paling banyak oleh pasien PPOK adalah defisiensi vitamin B12 dan  vitamin D. Berdasarkan 10 jurnal mengenai intervensi pada pasien dengan PPOK, pemberian asupan Vitamin D menjadi intervensi yang lebih efektif dibandingkan intervensi lainnya. Jumlah eksaserbasi PPOK pada kelompok intervensi pemberian asupan vit D menurun secara signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol (P value kurang dari 0,001). Selain itu FEV1 pada kelompok intervensi mengalami peningkatan dibandingkan dengan kelompok kontol yang mengalami penurunan (P value kurang dari 0.,001). Rekomendaasi untuk perawat berperan penting dalam memberikan obat-obatan termasuk dalam pemberian intervensi vitamin D sebagai hasil kolaborasi dengan dokter kepada pasien. Perawat harus mengetahui semua komponen dari perintah pemberian obat dan mempertanyakan perintah tersebut jika tidak lengkap atau tidak jelas atau dosis yang diberikan di luar batas yang direkomendasikan
The Risk Factors in Pre-Eclampsi in Medan, Indonesia Ritonga, Imelda Liana
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2: December 2020
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.342 KB) | DOI: 10.30604/jika.v5i2.719

Abstract

High maternal mortality rate (MMR) in Indonesia is an indicator to be controlled.  The goal is to achieve less than 70 per 100,000 live births by 2030.  Preeclampsia is one problem induced the maternal deaths. It has been acknowledged there is some differences preeclampsia risk factors between regions. In this study, the reseracher want to identify the risk factors in preeclampsia cases in Medan, Indonesia. The study was restropective study using case study design.  The unit analysis was medical record patients with preeclampsia who admitted to one private hospital in Medan, fom January until June 2021. The risk factors found in this study did not support previous studies. The maternal age and maternal parity found not different between groups of patients with preeclampsia. However, the older age and more parity had more perinatal problems. Other conditions found in the patiens were anaemia, diabetes mellitus, hepatitis B, hypertension heart diseases with hypoalbumin, and HIV.  Mostly patients had severe preeclampsia, but no maternal death found.  There were neonati problems recorded, which were intrauterine fetal retardation, intrauterine fetal death and premature. It is recommended to give education to the pregnant women to do their antenatal care periodically, especially with previous hystory of preeclampsia or with hypertension problem and young girl about anemia especially with ferrous deficiency problem and the adequate nutrition to be consumed.  It also a good idea to have blood pressure monitoring device at home and know to use it in order to monitor the blood pressure more often in pregnancy period.

Page 27 of 131 | Total Record : 1302