cover
Contact Name
Oktaf Juairiyah
Contact Email
jurnalpptksumsel@gmail.com
Phone
+6285268675705
Journal Mail Official
jurnalpptksumsel@gmail.com
Editorial Address
Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Prov. Sumsel
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
PUBLIKASI PENELITIAN TERAPAN DAN KEBIJAKAN
ISSN : 19785879     EISSN : 26218119     DOI : https://doi.org/10.46774
The purpose of this Journal Publication is to provide space to publish critical thinking on the results of original research, as well as conceptual opinions from academics, researchers, and also support those who have never discussed about other media.This Journal Scope of Economics, Health, Education, Natural Resources, Environment, Technology and Agriculture.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 527 Documents
PERBEDAAN RATA-RATA TEKANAN DARAH SISTOLIK DENGAN STATUS GIZI, KONSUMSI LEMAK DAN SERAT SISWA SMA XAVERIUS 1 PALEMBANG Podojoyo Podojoyo; Masnawiyah Masnawiyah
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 7 No 1 (2013): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tekanan darah pada remaja darah pada usia remaja dapat digunakan untuk memprediksikan terjadinya hipertensi dikemudian hari, untuk itu perlu diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan dengan peningkatan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perbedaan rata-rata antara indeks massa tubuh, pola konsumsi lemak dan serat dengan tekanan darah sistolik siswa Sekolah Menengah Atas Xaverius 1 Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian survei Analitikdengan rancangan Crossectional.Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 80 orang yang diambil dengan menggunakan teknik Multistage Sampling Design lalu dianalisis menggunakan uji t independent dan oneway anova.Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase terbesar pada status gizi normal (70%), pola konsumsi lemak lebih (61,3%), konsumsi serat kurang (68,8%), nilai maksimum tekanan darah sebesar 168mmHg. Indeks Massa Tubuh, pola konsumsi lemak dan serat dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah siswa SMA Xaverius 1 Palembang. Setelah dilakukan analisis menunjukkan bahwa ada perbedaan rata-rata antara tekanan darah sistolik dengan Indeks Massa Tubuh, pola konsumsi lemak dan serat siswa SMA Xaverius 1 Palembang (p< 0,05). Siswa harus menyadari, pentingnya memeriksa tekanan darah secara teratur agar tekanan darah dapat dikontrol sejak dini dan menghindari pola konsumsi yang tinggi lemak dan rendah serat agar tidak terjadi peningkatan tekanan darah, serta memperhatikan status gizi.
POLA KONSUMSI MAKANAN OLAHAN DAN KEJADIAN HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PRABUMULIH TAHUN 2012 Susyani Susyani; Manuntun Rotua; Ema Suryani
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 7 No 1 (2013): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya prevalensi penyakit kardiovaskuler setiap tahun menjad masalah utama d Negara berkembang dan Negara maju. Pola makan dan gaya hidup yang mengkonsumsi makanan olahan tinggi lemak, natrium dan rendah serat dapat memiccu dan meningkatkan resiko hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola konsumsi bahan makanan olahan dengan kejadian hipertensi si poli rawat jalan Rumah Sakit Umum Daerah Prabumulih. Penelitian merupakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional, dengan populasi adalah pasien yang datang berobat ke poli rawat jalan dan teknik penentuan sampel dengan cara accidental sampling sesuai kriteria yang ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang menderita hipertensi sebanyak 24,7%, yang termasuk kelompok usia beresiko sebanyak 34,8%, jenis kelamin perempuan sebesar 68,5% dan yang tergolong sering mengkonsumsi bahan makanan olahan sebanyak 37,1%. Ada hubungan antara kelompok usia dengan kejadian heipertensi dengan p-value 0,003 dan pola konsumsi makanan olahan dengan kejadian hipertensi dengan p-value 0,007. Jenis bahan makanan olahan yang sering responden antara lain mie instan, sarden kaleng, ikan asin, rosep,telur asin, sosis dan sayur tunjang. Diharapkan petugas kesehatan untuk dapat meningkatkan penyuluhan danmenyebarluaskan informasi tentang hipertensi serta memotivasi masyarakat untuk hidup sehat.
KAJIAN GERAKAN PENSEJAHTERAAN EKONOMI MASYARAKAT PESISIR (G-PEMP) DI SUMATERA BARAT Eni Kamal
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 7 No 1 (2013): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkup wilayah pelaksanaan kajian G – PEMP kelautan dan perIkanan Sumatera Barat adalah meliputi 7 (tujuh) kabupaten/kota pesisir, yaitu Kabupaten Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, Kota Pariaman, Kota Padang, Kabupaten Pesisir Selatan, dan Kabupaten Kepulauan Mentawai, yang meliputi 42 kecamatan pesisir, dan 89 nagari/desa pesisir. Dari 42 kecamatan dan 89 nagari/desa tersebut ditentukan secara sengaja beberapa kecamatan dan nagari pada setiap kabupaten/kota berdasarkan kriteria yang dapat mendukung keberhasilan program G-PEMP ini. Rekomendasi dalam kebijakan pada kegiatan G-PEMP di Sumatera Barat mencakupi 4 kegiatan; Program paket perikanan tangkap, paket budidaya perairan, paket penanganan/ pengolahan hasil, dan paket pemasaran hasil perikanan.
PENENTUAN STRATEGI PEMASARAN AIR MINUM DALAM KEMASAN OLGA DENGAN ELEMEN BRAND EQUITY Hendrixon Hendrixon
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 7 No 1 (2013): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia terdapat berbagai macam kemasan air minum mulai dari gelas, botol dan gallon yang memiliki merek dagang seperti Aqua, Vit, Club dan lain-lain dengan spesifikasi produk dan target konsumen yang berbeda. OLGA merupakan produk baru bagi pasar air minum dalam kemasan di kota Bandung. Agar bisa bersaing dengan produk sejenis, diperlukan merek yang kuat. Untuk membangun merek yang kuat, perlu dilakukan analisis elemen brand equity yang dapat menjadi landasan berguna bagi pihak OLGA untuk menyusun langkah strategis dalam meningkatkan eksistensi merek. Dalam penelitian ini dilakukan pengumpulan data melalui kuesioner dengan cara wawancara langsung kepada 50 orang responden dengan cara sampel acak. Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data brand awareness, data perceived quality dan data brand loyalty. Darihasil penelitian diperoleh nilai brand awareness air minum dalam kemasan OLGA adalah 4% brand recognition dan 96% brand unaware. Hasil penelitian atribut perceived quality OLGA prioritas yang harus diperbaiki adalah rasa air minum dalam kemasan dan kemudahan produk untuk didapatkan oleh konsumen. Hasil penelitian brand loyalty merek OLGA adalah loyal consumer 33% dan unloyal consumer 67%. Dari hasil elemen brand equity tersebut untuk meningkatkan kesadaran konsumen tentang merek OLGA diperlukan strategi new product terutama peningkatan promosi, kualitas dan distribusi produk.
ANALISIS PERTUMBUHAN, PENYERAPAN TENAGA KERJA DAN KEMISKINAN PROVINSI SUMSEL Tri Wibowo
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 7 No 1 (2013): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejalan dengan pembangunan nasional, strategi pembangunan di Provinsi Sumatera Selatan bersifat pro growth, pro jobs, dan pro poor. Provinsi Sumatera Selatan mempunyai kontribusi besar dalam perekonomian nasional, dengan memberikan sumbangan sebesar 3 persen terhadap perekonomian nasional. Provinsi Sumsel telah berhasil mengatasi penyerapan tenaga kerja, tetapi perlu percepatan dalam pertumbuhan ekonomi dan pengurangan kemiskinan. Hasil analisis tipologi Klassen, 10 Kabupaten/Kota atau 2/3 yang ada di Provinsi Sumatera Selatan, berada dalam tahap berkembang pesat. Pembangunan di Provinsi Sumsel perlu diprioritaskan untuk 10 Kabupaten/Kota yang masih siap untuk berkembang tersebut dan diarahkan pada sektor yang padat karya, seperti sektor pertanian dan industri, sehingga tingkat pengangguran dan kemiskinan dapat ditekan untuk terciptanya suatu pertumbuhan yang inklusif. Hasil analsis sensitivitas menunjukkan bahwa peningkatan pertumbuhan ekonomi sebesar 1 persen, mampu meningkatkan penyerapan tenaga kerja sebesar 11,05 ribu orang dan mengurangi angka kemiskinan sebesar 11,08 ribu orang.
STUDY KELAYAKAN USAHA PEMANFAATAN LIMBAH KOPI UNTUK PAKAN KAMBING DI KOTA PAGAR ALAM Desri Yesi
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 7 No 1 (2013): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kopi sebagai komoditi unggulan Kota Pagar Alam mulai terpinggirkan dengan banyaknya petani kopi yang berpindah usaha ke komoditi lain yaitu kakao dan sayur-sayuran. Hal ini disebabkan karena kurang menariknya harga kopi di pasaran serta fluktuasi harga kopi yang tidak stabil. Di sektor peternakan, daerah ini juga tidak mencatat hasil yang menggembirakan. Pakan yang mahal, sistem pengelolaan yang sederhana, sampai kurangnya inovasi dan teknologi yang didapatkan peternak menjadi sebagian penyebab rendahnya tingkat keberhasilan usaha peternakan di daerah ini. Limbah kopi yang melimpah merupakan potensi besar bila dimanfaatkan untuk dijadikan pakan ternak, kandungan gizi yang terkandung di dalamnya akan memberikan dampak signifikan terhadap tingkat pertumbuhan ternak, bahkan juga bisa menjadi peluang usaha yang bagus untuk meningkatkan pendapatan petani kopi. Dari hasil penelitian didapatkan data bahwa pertumbuhan ternak yang diberi pakan dari limbah kopi meningkat secara signifikan mencapai 45% . Sedangkan dari analisa finansial diperoleh BEP volume produksi: 2320, BEP harga:Rp 483,-, BCR 1,07. Kajian analisis sensitivitas menunjukkan usaha ini layak untuk dikembangkan.
KEGIATAN PERIKANAN PERAIRAN RAWA LEBAK SEBAGAI SUMBER PENDAPATAN NELAYAN DI DESA JUNGKAL Dina Muthmainnah
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 7 No 1 (2013): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik perikanan meliputi komposisi jenis ikan, kemelimpahan, alat tangkap, cara penangkapan ikan, hasil angkapan dan nilai ekonomi di kawasan rawa lebak Desa Jungkal, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan, pada Januari – Desember 2011. Stasiun pengambilan sampel dilakukan berdasarkan pada satuan perairan objek lelang lebak lebung di Desa Jungkal. Identifikasi ikan dilakukan di laboratorium Balai Penelitian Perikanan Perairan Umum, Palembang. Tingkat produksi perikanan didasarkan atas hasil wawancara dengan metode Participatory Rural Appraisal (PRA) untuk mendapatkan data kualitas dan isian kuisioner untuk mendapatkan data kuantitas. Responden yang diwawancarai adalah 58 orang yang merupakan seluruh anggota nelayan pada masing-masing satuan perairan. Hasil penelitianmenunjukkan di perairan rawa desa Jungkal ditemukan 27 jenis ikan, alat tangkap yang digunakan adalah kerakat, jala, rawai, bengkirai, lulung, tajur dan jaring pada musim kemarau sedangkan pada musim hujan digunakan alat tangkap bubu dan jaring. Jumlah hasil tangkapan per tahun bervariasi antar satuan perairan, yang terendah 24.810 kg di lebak Pinang Boreng sedangkan yang tertinggi adalah 220.900 kg di lebak Rasau Jarang. Total penghasilan dari sepuluh satuan perairan objek lelang selama satu tahun adalah Rp 6.766.117.245,- sedangkan total pengeluaran (yaitu harga perairan dan harga operasional) Rp 3.717.230.000,- per tahun. Pendapatan bersih per nelayan setiap bulan adalah rata-rata Rp 4.781.467,-.
PENGARUH HYPNOPARENTING TERHADAP PORSI DAN FREKUENSI KONSUMSI SAYURAN PADA BALITA DI KELURAHAN TIMBANGAN OGAN ILIR Ari Kartiwi; Nuryanto Nuryanto
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 7 No 2 (2013): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hypnoparenting terhadap porsi dan frekuensi konsumsi sayuran pada Balita di Kelurahan Timbangan Indralaya Utara. Desain penelitian adalah Pra Eksperimental, dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Jumlah sampel 15 responden dengan teknik purposive sampling. Responden laki-laki 5 orang (33,3%) dan perempuan 10 orang (66,7%). Rerata usia responden 28,7 bulan. Rerata porsi konsumsi sayuran sebelum diberikan hypnoparenting 730 gram dan setelah diberikan hypnoparenting 1051,7 gram. Sedangkan rerata frekuensi konsumsi sayuran sebelum diberikan hypnoparenting 11,07 kali, dan setelah diberikan hypnoparenting 12,13 kali. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon didapatkan p value = 0,002 (p < 0,05) artinya terdapat perbedaan bermakna porsi konsumsi sayuran sebelum dan sesudahdiberikan hypnoparenting. Sedangkan hasil uji Wilcoxon terhadap frekuensi konsumsi sayuran didapatkan p value = 0,163 (p > 0,05) artinya tidak terdapat perbedaan bermakna frekuensi konsumsi sayuran sebelum dan setelah diberikan hypnoparenting.
PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI DAN PERILAKU PACARAN DI KALANGAN REMAJA SUMATERA SELATAN Dani Saputra
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 7 No 2 (2013): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak ke masa dewasa, Kehidupan remaja merupakan kehidupan yang sangat menentukan bagi kehidupan masa depan mereka selanjutnya. Modernisasi dan globalisasi teknologi dan informasi serta berbagai faktor lainnya akan memberikan kontribusi signifikan untuk mempengaruhi perubahan perilaku kehidupan remaja yang kemudian berpengaruh pada perilaku kehidupan reproduksinya. Pemberian informasi yang salah, khususnya tentang seksualitas, akan dapat menimbulkan berbagai permasalahan yang merugikan remaja itu sendiri. Untuk memperoleh gambaran atau potret pengetahuan kesehatan reproduksi remaja dan perilaku seksual remaja di Sumatera Selatan, dilaksanakan Survei Indikator Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM).Informasi yang diperoleh dari remaja adalah pengetahuan dan perilaku kesehatan reproduksi remaja. Jumlah remaja yang dijadikan responden survei indikator RPJM tahun 2012 sebanyak 612 remaja , terdiri dari 324 remaja laki-laki dan 288 remaja perempuan yang tersebar di 15 kabupaten/kota di Propinsi Sumatera Selatan. Karakteristik responden remaja pada survei indikator RPJM adalah berumur antara 15-24 tahun , dan belum menikah. Hasil Survei menunjukkan, remaja yang mengaku mengetahui masa subur sebanyak 61,3 persen, 80,8 persen remaja pernah mendengar anemia. Sebanyak 86,7 persen remaja mengemukakan mengetahui bahaya HIV/AIDS, sebanyak 91,3 persen mengaku pernah mendengar Napza. Remaja pria yang mengetahui paling sedikit salah satu alat/cara KB sebesar 93,6 persen, sedangkan remaja wanita 94,9 persen. Hasil survei menunjukkan bahwa perilaku yang lebih sering dilakukan remaja dalam berpacaran adalah pegang tangan 87 persen, ciuman bibir 22 persen dan meraba/merangsang 4 persen.
MODEL PREDIKSI KINERJA PENGELOLA PROGRAM DALAM CAPAIAN CASE DETECTION RATE PENYAKIT TB DI PROVINSI SUMATERA SELATAN Afrimelda Afrimelda; Ekowati Retnaningsih
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 7 No 2 (2013): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penemuan kasus tuberkulosis (Case Detection Rate) di Provinsi Sumatera Selatan cakupannya 46,20% dari target CDR 70%. Fakta ini merupakan gambaran kinerja petugas pengelola program P2TB Puskesmas yang merupakan salah satu kunci strategis dalam pencapaian target Case Detection Rate. Mengetahui hubungan variabel umur, jenis kelamin, lama kerja, pengetahuan,pelatihan, desain pekerjaab, sumber daya, kepemimpinan, supervisi, motivasi petugas pengelola P2TB Puskesmas berdasarkan teori perilaku dan kinerja Gibson dengan Case Detection Rate program P2TB puskesmas provinsi sumatera selatan tahun 2009. Desain penelitian adalah cross sectional kualitatif. Sampel diambil secara multistage random sampling. Hasil uji statistik regresi logistik ganda menunjukkan variabel yang dominan adalah pelatihan (p=0,001 dan Odds rasio= 8,859). Jenis kelamin, pengetahuan, pelatihan, sumber daya, supervisi, motivasi petugas pengelola program P2TB Puskesmas adalah faktor-faktor yang mempengaruhi pencapaian target case detection rate program P2TB Puskesmas Provinsi Sumatera Selatan tahun 2009. Faktor paling dominan adalah pelatihan.

Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 2 (2025): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 8 No 1 (2025): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 7 No 2 (2024): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 7 No 1 (2024): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 6 No 2 (2023): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 6 No 1 (2023): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 5 No 2 (2022): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 5 No 1 (2022): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 4 No 2 (2021): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 4 No 1 (2021): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 3 No 2 (2020): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 3 No 1 (2020): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 2 No 2 (2019): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 2 No 1 (2019): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 1 No 2 (2018): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 1 No 1 (2018): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 9 No 3 (2015): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 9 No 2 (2015): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 9 No 1 (2015): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 8 No 3 (2014): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 8 No 2 (2014): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 8 No 1 (2014): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 7 No 3 (2013): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 7 No 2 (2013): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 7 No 1 (2013): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 6 No 3 (2012): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 6 No 2 (2012): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 6 No 1 (2012): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 5 No 3 (2011): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 5 No 2 (2011): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 5 No 1 (2011): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 4 No 3 (2010): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 4 No 2 (2010): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 4 No 1 (2010): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 3 No 3 (2009): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 3 No 2 (2009): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 3 No 1 (2009): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 2 No 3 (2008): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 2 No 2 (2008): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 2 No 1 (2008): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 1 No 3 (2007): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 1 No 2 (2007): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 1 No 1 (2007): Jurnal Pembangunan Manusia More Issue