cover
Contact Name
Oktaf Juairiyah
Contact Email
jurnalpptksumsel@gmail.com
Phone
+6285268675705
Journal Mail Official
jurnalpptksumsel@gmail.com
Editorial Address
Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Prov. Sumsel
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
PUBLIKASI PENELITIAN TERAPAN DAN KEBIJAKAN
ISSN : 19785879     EISSN : 26218119     DOI : https://doi.org/10.46774
The purpose of this Journal Publication is to provide space to publish critical thinking on the results of original research, as well as conceptual opinions from academics, researchers, and also support those who have never discussed about other media.This Journal Scope of Economics, Health, Education, Natural Resources, Environment, Technology and Agriculture.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 527 Documents
PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI CABE MERAH MELALUI PERBAIKAN TEKNOLOGI USAHATANI DI KABUPATEN BANYUASIN SUMATERA SELATAN Suparwoto Suparwoto; Waluyo Waluyo; Jumakir Jumakir
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 6 No 1 (2012): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan ini dilaksanakan di Banyuasin III, Sumatera Selatan pada tahun 2008/2009 di lahan kering dataran rendah. Tujuan untuk meningkatkan produksi cabe merah dengan penerapan teknologi anjuran. Perlakuan penerapan teknologi anjuran dan teknologi petani pada usahatani cabe merah. Teknologi tersebut dilaksanakan oleh 4 petani dengan luasan masing-masing 0,1 ha. Parameter agronomis dianalisis dengan uji statistik yaitu uji kesamaan nilai tengah (uji–t) dan kelayakan finansial usahatani cabe merah. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa penerapan teknologi anjuran berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah cabang, lebar kanopi, jumlah buah/tanaman, berat 10 buah, dan berat buah segar/0,1 ha kecuali tinggi tanaman, tetapi secaratabulasi teknologi anjuran budidaya cabe merah lebih baik daripada teknologi petani. Produksi buah segar sebesar 400,5 kg/ 1000 m² lebih tinggi dibandingkan teknologi petani (228,9 kg/ 1000 m²). Keuntungan yang diperoleh usahatani cabe merah dengan penerapan teknologi anjuran sebesar Rp 2.024.000/1000 m² lebih besar daripada teknologi petani Rp 1.040.000/1000 m² dengan nilai BC ratio 1,02 dan usahatani tersebut layak untuk dikembangkan dengan nilai MBCR 1,34.
PENGEMBANGAN JAGUNG HIBRIDA UNTUK PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI DI PASAMAN BARAT Yulmar Jastra
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 6 No 1 (2012): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung (Zea mays L.) merupakan tanaman pangan nasional kedua setelah padi dan perannya semakin meningkat sejalan bertambahnya jumlah penduduk, usaha peternakan, dan berkembangnya industri olahan berbahan baku jagung.Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dan kuantitatif serta dilakukan secara bertahap yaitu: 1) pra-study dalam rangka pengumpulaninformasi tetang kondisi umum dan petani di kabupaten Pasaman Barat, 2) desk study intensif terhadap data luasan dan perkembangan jagung hibrida serta semua informasi yang diperoleh dari kegiatan pra-study; 3) observasi, survey lapangan. Tujuan penelitian ini adalah (a) untuk mengetahui luas dan potensi pengembangan jagung hibrida dalam rangka peningkatanpendapatan petani, (b) untuk mempelajari teknologi budidaya jagung dalam pengembangan jagung hibrida; dan(c) untuk mengetahui analisa usahatani jagung hibrida. Areal pertanaman jagung Pasaman Barat yang menggunakan benih hibrida diperkirakan 82,7% dari luas pertanaman jagung kabupaten dan sebesar 17,3 % menggunakan varietas turunan atau komposit lokal.Luas lahan Kabupaten Pasaman Barat yang berpotensi dikembangkan untuk areal pertanaman jagung seluas 90.200 ha. Untuk melakukan peningkatan produksi dilakukan dengan program IP- 400 (4 kali tanam setahun) dengan vareitas hibrida yang berumur 100 hari. Jagung hibrida dapat memberikan keuntungan sebesar Rp 6.126.000,-/ha. Bila masa pertanaman jagung 4 bulan maka pendapatan petani jagung per bulannya sebesar Rp 1.531.500,-.
STRATEGI PEMASARAN DALAM MENINGKATKAN KOMERSIALISASI HASIL LITBANG (KASUS: BALIT PALMA) Iin Surminah
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 6 No 1 (2012): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objectives of this study are first, to give a broad picture of marketing pattern of R&D output and second, to describe the marketing strategy of R&D output done by Balitka. The important considerations in improving marketing are: (1) technology capabilities; (2) human resource competencies; (3) research budget capabilities (4) capabilities of infrastructures, laboratories, and other working equipment; (5) capabilities of after sales services; and (6). quality standard; Those six aspects are the main resources to produce qualified R&D output that is able to be implemented by the users. Besides those Balit Palma considers the government policy related to R&D institutions which have applied their R&D output to the users.
HUBUNGAN STATUS GIZI TERHADAP TERJADINYA PENYAKIT INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA Nuryanto Nuryanto
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 6 No 2 (2012): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penyakit ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sosial Palembang. Penelitian ini bersifat eksplanatori dengan pendekatan kuantitatif dan rancangan penelitian cross sectional. Populasi penelitian adalah balita berumur 12-59 bulan yang berada di wilayah kerja Puskesmas Sosial Palembang. Sampel penelitian berjumlah 100 balita yang diambil dengan cara systematic random sampling. Uji statistik menggunakan chi square dan regresi logistik. Setelah dilakukan uji regresi logistik diketahui faktor yang paling dominan sebagai penyebab terjadinya penyakit ISPA pada balita adalah status imunisasi OR: 149,37, status gizi OR: 29,91, status merokok OR: 17,62, kepadatan tempat tinggal OR: 8,17 dan tingkat pendidikan OR: 20,57. Disimpulkan bahwa faktor status gizi, status imunisasi, kepadatan tempat tinggal, keadaan ventilasi rumah, status merokok orang tua, pendidikan ibu, pengetahuan ibu dan status sosial ekonomi keluarga mempunyai hubungan bermakna dengan penyakit ISPA pada balita.
PERBEDAAN GEJALA KLINIS DAN EFEK SAMPING PENGOBATAN PADA MALARIA FALCIPARUM DAN VIVAX Santoso Santoso; Supargiyono Supargiyono; Mahardika Agus Wijayanti
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 6 No 2 (2012): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Daerah endemis malaria terus meningkat yang diiringi dengan peningkatan kasus resistensi terhadap obat anti malaria. Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) merupakan salah satu daerah endemis malaria di wilayah Provinsi Sumatera selatan dengan Annual Malaria Insidence (AMI) tahun 2008 sebesar21,79 per mil. Jenis malaria yang sering berkembang menjadi malaria berat adalah malaria falsiparum dengan gejala umum yang sering dijumpai diantaranya demam, menggigil dan berkeringat. Gejala klinis ini sering tidak dijumpai pada penderita malaria vivak sehingga penderita malaria vivaks seringkali tidak ditemukan. Sesuai dengan kebijakan Depkes maka sejak tahun2004 pengobatan malaria falsiparum menggunakan obat baru kombinasi artemisinin. Sedangkan untuk pengobatan malaria vivaks baru dimulai tahun 2008. Kegiatan pengobatan malaria dengan menggunakan obat kombinasi artemisinin sering menimbulkan efek samping sehingga menimbulkan pengobatan malaria seringkali tidak sesuai dosis. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan gejala klinis dan efek samping pemberian obat anti malaria pada penderita malaria falciparum dan malaria vivax. Jumlah penderita malaria yang ditemukan sebanyak 35 orang, yaitu 23 penderita malaria falciparum dan 12 orang penderita malaria vivax. Gejala klinis yang ditemukan pada penderita malaria berupa menggigil, sakit kepala, pusing, anoreksia dan nyeri otot. Gejala klinis awal sebelum terapi lebih banyak ditemukan pada penderita malaria falciparum (91%) dibandingkan pada penderita malaria vivax (50%). Hasil uji statistik menunjukkan ada perbedaan yang bermakna antara penderita malaria falciparum dengan penderita malaria vivax terhadap munculnya gejala klinis awal. Efek samping artesdiakuin yang ditemukan berupa gatal, pusing, mual, muntah dan nyeri lambung.
HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI IBU DAN POLA MAKANBALITADENGAN STATUS GIZI BALITA(12-59 BULAN) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GANDUS KECAMATAN GANDUS - PALEMBANG TAHUN 2010 Nyimas Nur Khotimah; Rohanta Siregar; Mardiana Mardiana
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 6 No 2 (2012): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pangan dan gizimemberikan kontribusi dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas sehingga mampu berperan secara optimal dalam pembangunan.Masalah gizi di Indonesia dan di negara berkembang pada umumnya masih di dominasi oleh 4 masalah gizi, yaitu Kurang Energi Protein (KEP), masalah Anemia Besi, masalah Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY), masalah Kurang Vitamin A (KVA), dan masalah Obesitas terutama di kota-kota besar. Pengetahuan gizi ibu balita di wilayah kerja puskesmas Gandus Kecamatan Gandus Kota Palembang, terdapat 30 orang ibu Balita, yang memiliki pengetahuan Gizi baik (37,5%) dan 50 orang ibu Balita, yang memiliki pengetahuan Gizi kurang (62,5%). Sedangkan 48 balita memilikipola makan yang baik (60%). Dan 32 balita memiliki pola makan kurang (40%). Dari hasil analisa statistik dengan menggunakan uji chi-square, didapatkan nilai p=0,05 ( p < α 0,05 ), dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang sangat bermakna antara pola makan balita dengan status gizi balita di wilayah Kerja Puskesmas Gandus Kota Palembang, berdasarkan indikator BB/U. Darihasil penelitian disarankan perlunya peningkatan pengetahuan gizi ibu, terutama tentang gizi dan penerapan pola makan yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Melalui penyuluhan, diskusi dan sebagainya oleh petugas gizi dan para kader posyandu setempat, sehingga dapat diterapkannya pola makan yang baik bagi balita dalam upaya peningkatan status gizi. Agar tidak ditemukannya anak-anak yang mengalami gizi kurang.
STUDI KASUS: MODEL PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN KELUARGA UNTUK PENUNJANG GIZI KESEHATAN KELUARGA DI KELURAHAN TALANG KERAMAT KABUPATEN BANYU ASIN Ekowati Retnaningsih
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 6 No 2 (2012): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumatera Selatan masih mempunyai 5,5 % balita gizi buruk dan 14,4 % balita gizi kurang(1). Masalah gizi dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling berhubungan dan mempengaruhi satu sama lain. Ketahanan pangan di tingkat rumah tangga menjadi faktor yang amat penting karena berhubungan langsung dengan penyebab langsung kekurangan gizi yaitu kecukupan asupan zat gizi. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan model pemberdayaan masyarakat untuk peningkatan ketahanan pangan keluarga berbasis kearifan lokal. Penelitian ini menggunakan paradigma campuran antara kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan rancangan studi kasus pre-post test. Untuk menjaga validitas data dilakukan triangulasi metode. Berdasarkan hasil identifikasi potensi dan modal sosial yang ada maka dikembangkan model intervensi berbasis pemberdayaan masyarakat untuk mengatasi masalah, yang terdiri beberapa komponen yaitu : 1) penunjukan motivator bagi tokoh masyarakat, 2) mengembangkan rumah contoh pemanfaatan pekarangan, 3) pemberian stimulan. Hasil intervensi pengembangan model menunjukkan bahwa model pemberdayaan masyarakat yang dikembangkan dirasakan sangat bermanfaat oleh kelompok kasus dan berhasil mereplikasi secara swadaya ke rumah tangga lainnya.
TEACHING WRITING USING A DIGITAL CAMERA Dewi Sartika
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 6 No 2 (2012): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Writing is one of the skills that students should master. Since writing is quite difficult for students to learn; therefore, the purpose of this study was to find out whether a digital camera had positive effects on students’ writing skill. There were thirty-three students involved in this study. The data were collected by interviewing the students and observing their writing works. It was found that teaching writing using a digital camera had positive effects on students’ writing skill. The students also gave good feedback to the teacher. The results of the students’ work were very excellent and they read their posters energetically. Moreover, the students were active, worked cooperatively, and had high spirit in writing posters using a digital camera.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS DAN PENDAPATAN PETANI CABE MERAH MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI PEMUPUKAN ORGANIK DI KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Robet Asnawi; Nina Mulyanti
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 6 No 2 (2012): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabe merah merupakan salah satu jenis sayuran yang banyak dikonsumsi oleh sebagian besar rakyat Indonesia. Permasalahan usahatani cabe merah adalah produktivitas dan pendapatan yang rendah karena belum diterapkannya paket teknologi dengan benar serta banyaknya serangan hama dan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan produktivitas dan pendapatan usahatani cabe merah melalui penerapan paket teknologi pemupukan organik di Lampung Selatan. Penelitian ini dilakukan di Desa Sidoreno, Kecamatan Way Panji, Kabupaten Lampung Selatan mulai bulan Juli 2010 sampai Desember 2010. Perlakuan yang diterapkan adalah paket teknologi pemupukan organik, semi-organik, dan cara petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi pemupukani-organik menghasilkan produksi cabe merah tertinggi (6.988,8 kg/ha) dibandingkan dengan paket teknologi semi-organik (6.688,8 kg/ha) dan paket teknologi petani (3.460,8 kg/ha). Penerapan paket teknologi pemupukan organik meningkatkan produksi sebesar 101,94% dan semi-organik meningkatkan produksi sebesar93,27% dibandingkan dengan paket teknologi petani. Pendapatan usahatani cabe merah melalui penerapan paket teknologi pemupukan organik menghasilkan pendapatan Rp.71.710.963,- dengan R/C ratio 3,12 atau meningkat 222,54% dibandingkan dengan paket teknologi petani, sedangkan paket teknologi semi-organik menghasilkan pendapatan Rp.68.008.369,- dengan R/C ratio 3,09 atau meningkat 205,89% dibandingkan dengan paket teknologi petani. Titik impas produksi dan titik impas harga paket teknologi usahatani cabe merah dengan pemupukan organik adalah 2.375 kg/ha dan Rp.3.133,-/kg, paket teknologi semi-organik 2.302 kg/ha dan Rp.5.176,-/kg, dan paket teknologi petani 2.096 kg/ha dan Rp.8.970,-/kg.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PADI DAN PENDAPATAN PETANI MELALUI SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO DI LAHAN SAWAH IRIGASI Jumakir Jumakir; Waluyo Waluyo; Suparwoto Suparwoto
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 6 No 2 (2012): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan produktivitas padi dan pendapatan petani melalui sistem tanam jajar legowo dibanding sistem tegel di lahan sawah irigasi. Pengkajian dilaksanakan di Desa Sri Agung, Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi pada musim kemarau (MK) 2008. Kegiatan pengkajian dilaksanakan pada lahanpetani (on farm research) bekerja sama dengan petani sebagai menyediakan lahan pertanian, Dinas Pertanian Kabupaten Tanjung Jabung Barat, BPP, PPL dan BPTP sebagai pemandu teknologi. Teknologi utama yang dikaji adalah benih unggul Ciherang, penanaman sistem tanam jajar legowo 4:1 dan legowo 6:1 (introduksi) dan cara penanaman konvensional petani sistem tegel (25 cm x 25 cm) dengan luas tanam 3 ha. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa sistem tanam legowo 4:1 memberikan produktivitas yang lebih baik dibanding sistem tanam legowo 6:1 dan tegel, masing-masing 7,68 t/ha, 7,15 t/ha dan 6,56 t/ha. Penerapan sistem legowo meningkatkan produksi padi sebesar 1,12 t/ha dibanding dengan sistem tanam tegel. Pada sistem tanam legowo 4:1 diperoleh keuntungan finansial Rp 7.618.500, sistem tanam legowo 6:1 keuntungan finansialRp 6.650.000 sedangkan sistem tegel dengan keuntungan Rp 5.951.000. Secara ekonomis sistem tanam legowo 4:1 paling menguntungkan dengan tambahan keuntungan Rp 1.443.000 per ha dan R/C ratio 2,42 sistem tanam tersebut layak dikembangkan dalam skala yang lebih luas.

Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 2 (2025): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 8 No 1 (2025): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 7 No 2 (2024): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 7 No 1 (2024): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 6 No 2 (2023): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 6 No 1 (2023): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 5 No 2 (2022): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 5 No 1 (2022): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 4 No 2 (2021): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 4 No 1 (2021): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 3 No 2 (2020): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 3 No 1 (2020): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 2 No 2 (2019): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 2 No 1 (2019): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 1 No 2 (2018): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 1 No 1 (2018): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 9 No 3 (2015): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 9 No 2 (2015): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 9 No 1 (2015): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 8 No 3 (2014): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 8 No 2 (2014): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 8 No 1 (2014): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 7 No 3 (2013): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 7 No 2 (2013): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 7 No 1 (2013): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 6 No 3 (2012): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 6 No 2 (2012): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 6 No 1 (2012): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 5 No 3 (2011): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 5 No 2 (2011): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 5 No 1 (2011): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 4 No 3 (2010): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 4 No 2 (2010): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 4 No 1 (2010): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 3 No 3 (2009): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 3 No 2 (2009): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 3 No 1 (2009): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 2 No 3 (2008): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 2 No 2 (2008): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 2 No 1 (2008): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 1 No 3 (2007): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 1 No 2 (2007): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 1 No 1 (2007): Jurnal Pembangunan Manusia More Issue