cover
Contact Name
Oktaf Juairiyah
Contact Email
jurnalpptksumsel@gmail.com
Phone
+6285268675705
Journal Mail Official
jurnalpptksumsel@gmail.com
Editorial Address
Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Prov. Sumsel
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
PUBLIKASI PENELITIAN TERAPAN DAN KEBIJAKAN
ISSN : 19785879     EISSN : 26218119     DOI : https://doi.org/10.46774
The purpose of this Journal Publication is to provide space to publish critical thinking on the results of original research, as well as conceptual opinions from academics, researchers, and also support those who have never discussed about other media.This Journal Scope of Economics, Health, Education, Natural Resources, Environment, Technology and Agriculture.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 527 Documents
HUBUNGAN PELAYANAN IMUNISASI DI PUSKESMAS DENGAN CAKUPAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA ANAK DI PROVINSI SUMATERA UTARA DAN PROVINSI KEPULAUAN RIAU Yahya Yahya; Milana Salim; Reni Oktarina
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 8 No 2 (2014): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan imunisasi merupakan upaya preventif terhadap kejadian suatu penyakit atau masalah kesehatan. Pelaksanaan pelayanan imunisasi tidak terlepas dari peran petugas kesehatan yang mempunyai kompetensi sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Berdasarkan laporan hasil Riset Kesehatan Dasar (Rikesdas) tahun 2010, di wilayah Sumatera tampak bahwa Provinsi Kepulauan Riau menempati urutan pertama dalam pencapaian cakupan imunisasi lengkap (74,4%) dan memiliki angka paling rendah untuk anak yang belum diimunisasi (5,1%). Provinsi Sumatera Utara memiliki cakupan imunisasi lengkap paling rendah dibanding Provinsi lainnya di wilayah Sumatera (33,3%), untuk jumlah anak yang belum diimunisasi mencapai 23,6% (nomor dua terendah di wilayah Sumatera setelah Provinsi Riau). Analisis ini bertujuan untuk melihat faktor-faktor pelayanan imunisasi di Puskesmas yang mempengaruhi cakupan anak usia 12-23 bulan yang telah mendapatkan imunisasi dasar yang lengkap dan tepat waktu. Dalam analisis ini dipilih Provinsi dengan cakupan imunisasi lengkap tertinggi (Provinsi Kepulauan Riau) dan terendah (Provinsi Sumatera Utara) di wilayah Sumatera. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara frekuensi pelayanan imunisasi di dalam gedung (p-value 0,481), ketersediaan pelayanan imunisasi di luar gedung (p value 0,631), jumlah petugas imunisasi (p-value 0,282), jumlah petugas imunisasi yang mengikuti pelatihan tatalaksana imunisasi (p-value 0,965), dan jumlah petugas imunisasi yang mengikuti pelatihan KIPI terhadap cakupan imunisasi lengkap (p-value 0,955).
APAKAH JAMINAN KESEHATAN TERKAIT DENGAN PERILAKU FERTILITAS RISIKO TINGGI SEPERTI HALNYA FAKTOR SOSIODEMOGRAFI? Dian Novriadhy; Muhammad Yazid
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 8 No 2 (2014): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan profil kehamilan risiko tinggi dan menjelaskan hubungan faktor sosiodemografi dan jaminan kesehatan dengan perilaku fertilitas risiko tinggi. Faktor paritas, umur ibu dan interval kelahiran digunakan sebagai kriteria penentuan kategori dari kehamilan risiko tinggi. Umur kawin pertama, jumlah anak diinginkan, tingkat pendidikan dan jaminan kesehatan digunakan sebagai variabel bebas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan bersifat potong lintang bertempat di Palembang dilaksanakan pada bulan Maret-April 2014. Sebanyak 124 ibu hamil dengan sifat kehamilan merupakan kehamilan yang diinginkan diwawancarai saat melakukan kunjungan antenatal. Interpretasi hasil menggunakan pendekatan uji beda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 80% dari kehamilan risiko tinggi mememiliki risiko tunggal. Faktor umur kawin pertama, jumlah anak diinginkan istri dan jaminan sosial diketahui memiliki hubungan dengan perilaku fertilitas risiko tinggi. Faktor tingkat pendidikan diketahui tidak membedakan perilaku fertilitas risiko tinggi. Norma sosial pronatalis yang kuat ditenggarai sebagai faktor pendorong dari hubungan yang terjadi. Hasil penelitian mengindikasikan perlunya eksaminasi lebih lanjut untuk mengetahui dampak penerapan reformasi jaminan kesehatan terhadap pembangunan kesehatan reproduksi.
PENGARUH PENDIDIKAN DAN PEKERJAAN AKSEPTOR KB PRIA TERHADAP PEMILIHAN METODE KONTRASEPSI PRIA DI INDONESIA (ANALISIS SDKI 2012) Adhitya Mardhika Saputra; Tatang A.M. Sariman; Lili Erina
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 8 No 2 (2014): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan partisipasi pria dalam Keluarga Berencana (KB) dan kesehatan reproduksi merupakan bagian dari pelaksanaan hak-hak reproduksi dan kesehatan reproduksi. Namun, dalam 12 tahun terakhir ini tingkat kesertaan KB masih didominasi perempuan, sedangkan pada pria angka kesertaannya kurang dari lima persen, karena itu diperlukan rumusan yang tepat untuk meningkatkan kesertaan pria dalam Keluarga Berencana dan kesehatan reproduksi, salah satu caranya dengan memperdalam pemahaman faktor-faktor yang mendorong keikutsertaan pria menjadi akseptor Keluarga Berencana. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh pendidikan dan pekerjaan akseptor KB pria terhadap pemilihan metode kontrasepsi di Indonesia, sehingga diharapkan sasaran program akan semakin tepat dengan mengetahui karakteristik pendidikan dan pekerjaan akseptor KB pria seperti apa yang memilih metode kontrasepsi jangka panjang ataupun non-jangka panjang. Desain penelitian cross sectional dengan menggunakan data dasar SDKI 2012 dengan sampel sebesar 395 responden pria dengan status sekali menikah dan menggunakan kontrasepsi. Penelitian menggunakan analisis bivariabel dengan uji chi-square dan dilanjutkan dengan regresi logistik dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menyatakan bahwa pendidikan merupakan variabel yang paling dominan mempengaruhi pria dalam pemilihan metode kontrasepsi dengan signifikansi 0.017. Rendahnya persentase partisipasi suami dalam Keluarga Berencana menunjukkan bahwa usaha untuk terus meningkatkan angka partisipasi suami menjadi akseptor Keluarga Berencana harus terus digalakkan.
MODEL PEMBELAJARAN PARTISPATIF BAGI MASYARAKAT DI DALAM KAWASAN HUTAN Didi Tahyudin; M. Ridhah Taqwa; Dadang HP; Alfitri Alfitri
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 8 No 2 (2014): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan pemerintah untuk meningkatkan akses masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya hutan bagi masyarakat yang ada di sekitarnya telah dilakukan dengan kebijakan pengembangan hutan desa, hutan kemasyarakatan, Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Pada Hutan Tanaman Rakyat Dalam Hutan Tanaman (IUPHHK-HTR) dan kemitraan kehutanan. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan sekaligus kesejahteraan masyarakat ke arah yang lebih baik. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan ternyata masyarakat belum memiliki kesiapan baik pengetahuan maupun kemampuan sebagaimana yang diharapkan, sehingga dalam pelaksanaannya menimbulkan konflik antara masyarakat dengan pihak pemerintah maupun dengan pihak perusahaan. Model pembelajaran partisipatif merupakan alternatif untuk melakukan pembinaan, bimbingan dan pelatihan dalam meningkatkan kafasitas masyarakat yang berada di dalam dan sekitar kawasan hutan untuk memanfaatkan sumber daya alam hutan secara baik dan benar berdasarkan aturan yang berlaku.
CAKUPAN PENYULUHAN KESEHATAN MENGENAI DEMAM BERDARAH DENGUE PADA MASYARAKAT KABUPATEN OGAN KOMERING ULU Yahya Yahya; Anif Budianto; Yulian Taviv
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 8 No 3 (2014): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat, karena di samping sering menimbulkan wabah juga dapat menyebabkan kematian. Salah upaya pemerintah untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam pemberantasan DBD adalah dengan kegiatan penyuluhan kesehatan mengenai DBD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cakupan masyarakat yang telah mendapat penyuluhan mengenai DBD di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu. Penelitian ini bersifat observasional dengan pendekatan potong lintang. Sampel dipilih dengan metode purposive sampling. Hasil wawancara terhadap 2.978 responden menunjukkan bahwa hanya 45.2% (1.345 responden) yang menyatakan pernah melihat/mendengar penyuluhan mengenai demam berdarah dengue. Sebanyak 1.032 responden mendengar/melihat penyuluhan melalui televisi (76,7%). Hanya 512 orang (38%) yang menyatakan pernah memperoleh penyuluhan secara langsung dan hanya 77,9% dari 512 orang tersebut, memperoleh penyuluhan oleh tenaga kesehatan. Seluruh responden di Desa Batu Putih menyatakan belum pernah melihat/mendengar penyuluhan mengenai DBD, sedangkan di Desa Laya, 85% responden menyatakan pernah melihat/mendengar penyuluhan mengenai DBD. Dalam upaya penanggulangan DBD, di samping memutus mata rantai penularan oleh vektor, hendaknya ditingkatkan juga upaya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang DBD melalui penyuluhan kesehatan.
IDENTIFIKASI SEROVAR BAKTERI LEPTOSPIRA PADA TIKUS KAITANNYA DENGAN KEJADIAN LEPTOSPIROSIS DI BEBERAPA KABUPATEN DI PROVINSI JAWA TENGAH Tri Ramadhani; Diah Widiastuti
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 8 No 3 (2014): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Leptospirosis adalah penyakit zoonotik yang disebabkan oleh infeksi bakteri yang berbentuk spiral dari genus leptospira yang patogen, menyerang hewan dan manusia. Penyakit ini lebih sering terjadi dan luas penularannya pada musim penghujan. Penularan terjadi melalui kontak langsung dengan urin yang terinfeksi leptospira atau kontak langsung dengan lingkungan yang terkontaminasi. Tahun 2013 jumlah kejadian leptospirosis di Provinsi Jawa Tengah sebanyak 130 dengan CFR 10,8%. Penelitian dilakukan di Kabupaten Demak, Pati, Banyumas dan Klaten yang memberikan kontribusi cukup besar terhadap angka kejadian leptospirosis di Jawa Tengah. Tujuan penelitian menganalisis serovar bakteri leptospira pada tikus terhadap kejadian leptospirosis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Data kejadian leptospirosis diperoleh dengan melakukan screening pada penderita suspect leptospirosis, data tikus diperoleh dari survei dengan perangkap hidup. Identifikasi bakteri leptospira dengan metode MAT (Microscopic Aglutination Test). Hasil penelitian menunjukkan 3 sampel serum manusia terinfeksi bakteri leptospira dari 19 sampel yang diperiksa. Serovar bakteri leptospira teridentifikasi L.Icterohaemorhagiae dengan titer 1/400, L.Javanica 1/1600, L.cynopteri 1/100, L.bataviae 1/400, L.Naam 1/320, L.Sejroe 1/160 dan L.Castello 1/320. Tikus positif bakteri leptospira sebanyak 3 dari 126 sampel yang diperiksa, dengan serovar L. icterohaemorhagie, L.Javanica, L. Pyrogenes, L. Cynopteri dengan titer 1/100 ~ 1/1600. Penderita leptospirosis dapat terinfeksi bakteri leptospira lebih dari satu jenis serovar demikian juga pada tikus. Ada kesamaan serovar bakteri pada human dan tikus sebagai reservoirnya.Upaya pengendalian dapat dilakukan dengan mengurangi kepadatan tikus di lingkungan pemukiman dan meningkatkan personal hygiene.
KONTAMINASI LOGAM BERAT DALAM BUAH MELON (STUDI KASUS TANAMAN MELON YANG DI TANAM DI WILAYAH TAMBANG BATUBARA) Sri Maryani
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 8 No 3 (2014): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keamanan makanan menjadi sangat penting agar tidak menimbulkan gangguan kesehatan. Tetapi ironisnya, belakangan ini banyak makanan yang beredar di masyarakat tidak terjamin lagi keamanannya. Salah satu penyebab rendahnya konsumsi buah adalah rendahnya mutu buah terutama disebabkan oleh tingginya kontaminasi logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisa kontaminasi logam berat dalam buah melon di lokasi tanam pada area tambang batubara di Kabupaten Lahat. Kadar logam berat dalam buah melon yang diperoleh dianalisis secara deskriptif, dibandingkan dengan baku mutu SNI 7313:2008 tentang Batas Maksimum Residu (BMR) hasil pertanian. Dari analisa tanaman melon yang ditanam dilokasi tambang batubara didapatkan kandungan logamnya yang masih dibawah ambang batas sehingga aman untuk dikonsumsi. Tetapi pada daunnya mengandung logam yang lebih tinggi sehingga tidak dianjurkan untuk memanfaatkan daun melon sebagai pakan tenak. Disarankan untuk pengelolaan lahan sebelum ditanami dan mengurangi penggunaan pestisida untuk keamanan logam berat dalam buah melon. Khususnya karena terkontaminasi logam-logam berat seperti timbal (Pb), merkuri Hg), arsen (As) dan kadmium (Cd). Padahal bila logam-logam tersebut masuk ke dalam tubuh lewat makanan, selain akan menganggu system saraf, kerusakan otak, kelumpuhan, pertumbuhan terhambat, kerusakan ginjal, kerapuhan tulang dan kerusakan DNA atau kanker.
PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU BIOLOGI DALAM MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN MELALUI LESSON STUDY Cholipa Cholipa
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 8 No 3 (2014): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah lesson study pada Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Biologi di SMP binaan dapat meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) yang dilakukan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Guru Biologi sangat antusias mengadakan diskusi tentang masalah-masalah yang dihadapi dalam melaksanakan proses pembelajaran dan secara bersama-sama mencari jalan keluarnya; 2) Guru-guru sangat senang dan aktif secara bersama-sama menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP); 3) Guru-guru menjadi terbiasa melaksanakan lesson study; dan 4) Nilai guru dalam melaksanakan proses pembelajaran mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus ke II yaitu: dari 71,44 menjadi 88. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat dinyatakan bahwa lesson study pada MGMP Biologi dapat meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran.
STUDI KUALITATIF ANGKA PARTISIPASI KASAR SEKOLAH LANJUTAN TINGKAT ATAS (APK SLTA) BERMASALAH DI PROVINSI SUMATERA SELATAN Nyayu Khodijah
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 8 No 3 (2014): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan memperoleh gambaran empirik tentang faktor penyebab belum maksimalnya pencapaian Angka Partisipasi Kasar (APK) SLTA di Propinsi Sumatera Selatan pasca diterapkannya Program Sekolah Gratis. Penelitian dilakukan di tiga Kota/Kabupaten yang meliputi Palembang, Banyuasin, dan OKU Selatan dengan pertimbangan merupakan representasi daerah yang memiliki APK SLTA rendah dari wilayah perkotaan dan pedesaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Responden penelitiannya adalah anak-anak yang tidak melanjutkan ke SLTA, orang tua, dan masyarakat setempat. Teknik pengumpulan datanya meliputi wawancara mendalam, focus group discussion, observasi, dan studi dokumentasi, sedangkan teknik analisis datanya meliputi: reduksi data, penyajian data, interpretasi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Belum maksimalnya pencapaian APK SLTA di Sumatera Selatan disebabkan oleh banyak faktor yang berbeda-beda, meliputi status sosial ekonomi, budaya, daya tampung sekolah, dan lingkungan; 2) Faktor status sosial ekonomi menjadi penyebab utama belum maksimalnya pencapaian APK SLTA, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan, dan 3) Faktor lain yang juga menjadi penyebab belum maksimalnya pencapaian APK SLTA namun hanya ada di sebagian wilayah adalah geografis dan kemampuan anak.
PERAN JEJARING INTERMEDIATOR TEKNOLOGI DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING PRODUK UMKM Desri Yesi
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 8 No 3 (2014): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan dan peran aktif lembaga intermediasi dalam hal ini Jejaring Intermediator Teknologi Sumatera Selatan sebagai fasilitator dalam proses translasi pengetahuan dan teknologi dari lembaga penghasil teknologi ke penggunateknologi sangat diperlukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perananJejaring Intermediator Teknologi Provinsi Sumatera Selatan dalam meningkatkan daya saing produk UMKM sehingga berimplikasi pada peningkatan pendapatan bagi UKM tersebut. Pendampingan teknologi pada penelitian ini dilakukan pada UKM kopi Miyoga di OKU Selatan dengan melakukan diversifikasi atau penambahan varian kopi serta pendampingan dalam peningkatan teknologi kemasan, sehingga didapatkan disain kemasan yang mempunyai daya saing di pasaran dengan serta varian baru dari kopi pinang.

Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 2 (2025): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 8 No 1 (2025): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 7 No 2 (2024): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 7 No 1 (2024): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 6 No 2 (2023): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 6 No 1 (2023): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 5 No 2 (2022): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 5 No 1 (2022): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 4 No 2 (2021): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 4 No 1 (2021): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 3 No 2 (2020): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 3 No 1 (2020): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 2 No 2 (2019): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 2 No 1 (2019): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 1 No 2 (2018): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 1 No 1 (2018): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 9 No 3 (2015): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 9 No 2 (2015): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 9 No 1 (2015): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 8 No 3 (2014): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 8 No 2 (2014): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 8 No 1 (2014): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 7 No 3 (2013): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 7 No 2 (2013): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 7 No 1 (2013): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 6 No 3 (2012): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 6 No 2 (2012): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 6 No 1 (2012): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 5 No 3 (2011): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 5 No 2 (2011): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 5 No 1 (2011): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 4 No 3 (2010): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 4 No 2 (2010): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 4 No 1 (2010): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 3 No 3 (2009): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 3 No 2 (2009): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 3 No 1 (2009): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 2 No 3 (2008): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 2 No 2 (2008): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 2 No 1 (2008): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 1 No 3 (2007): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 1 No 2 (2007): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 1 No 1 (2007): Jurnal Pembangunan Manusia More Issue