cover
Contact Name
Convergence
Contact Email
convergence@unib.ac.id
Phone
+6282282677220
Journal Mail Official
convergence@unib.ac.id
Editorial Address
Convergence: The Journal of Economic Development, Gedung S, Lt.2, Jurusan Ekonomi Pembangunan, FEB Universitas Bengkulu Jalan WR.Supratman, Kel.Kandang Limun, Kec.Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu (38371)
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Convergence : The Journal of Economic Development
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 27216330     EISSN : 2721625X     DOI : -
Core Subject : Economy, Social,
Convergence: The Journal of Economic Development is focused on publishing research articles in the field of economics, both theoretically and empirically covering development economics, macroeconomics, microeconomics, industrial economics, public economics, monetary economics, natural resource economics and regional economics. Convergenge: The Journal of Economic Development published twice a year (April and October) with print ISSN 2721-6330 and online ISSN 2721-625X.
Articles 72 Documents
Assessing Threshold Levels Of Income Inquality And Human Development Quality On Economic Growth In Indonesia Cahyadin, Malik; Tambunan, Tulus T.H.
Convergence: The Journal of Economic Development Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/convergencejep.v7i1.39975

Abstract

Abstract This study attempts to assess threshold levels of income inequality and human development quality on economic growth for 34 provinces in Indonesia during 2022-2023. The cross-section threshold regression was employed. The findings reveal that the threshold levels of income inequality in 2022 and 2023 were 0.319 and 0.345, respectively. At the same time, the threshold levels of human development index were 71.65 and 71.25, respectively. The condition posits that the quality of income distribution and human development will be marginally lower in 2023 than in 2022. By considering Global OLS, total labor force and unemployment rate deliver a significant and negative impact on economic growth at 10% level in 2022. Interestingly, FDI provides a positive impact at 10% (income inequality) and 1% (human development) levels. Therefore, the central and local governments are challenged to design economic development under inclusive and sustainable perspectives. Their policies can improve the quality of labor (educated, skilled labors, and productive) and increase the equality of economic activities for all provinces. Besides, those governments should lead all economic agents to obtain and guarantee the quality of human development in the long-run. Keywords : Income Inequality, Human Development, Threshold Level, Economic Growth. Abstrak Studi ini berupaya menilai ambang batas ketimpangan pendapatan dan kualitas pembangunan manusia terhadap pertumbuhan ekonomi di 34 provinsi di Indonesia selama periode 2022–2023. Metode cross-section threshold regression digunakan dalam analisis ini. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ambang batas ketimpangan pendapatan pada tahun 2022 dan 2023 masing-masing sebesar 0,319 dan 0,345. Pada saat yang sama, ambang batas indeks pembangunan manusia (IPM) masing-masing tercatat sebesar 71,65 dan 71,25. Kondisi ini menunjukkan bahwa kualitas distribusi pendapatan dan pembangunan manusia pada tahun 2023 sedikit lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2022. Dengan mempertimbangkan Global OLS, total angkatan kerja dan tingkat pengangguran memberikan pengaruh yang signifikan dan negatif terhadap pertumbuhan ekonomi pada taraf 10% di tahun 2022. Menariknya, Penanaman Modal Asing memberikan dampak positif pada taraf 10% (untuk ketimpangan pendapatan) dan 1% (untuk pembangunan manusia). Oleh karena itu, pemerintah pusat dan daerah ditantang untuk merancang pembangunan ekonomi dengan perspektif yang inklusif dan berkelanjutan. Kebijakan mereka dapat meningkatkan kualitas tenaga kerja (terdidik, terampil, dan produktif) serta mendorong pemerataan aktivitas ekonomi di seluruh provinsi. Selain itu, pemerintah juga perlu memimpin seluruh pelaku ekonomi untuk mencapai dan menjamin kualitas pembangunan manusia dalam jangka panjang. Kata kunci: Ketimpangan Pendapatan, Pembangunan Manusia, Tingkat Ambang, Pertumbuhan Ekonomi
Urban Poverty Dynamics And Its Determinants: Evidence From Household-Level Logistic Models In Aceh And Bengkulu, Indonesia Ekaputri, Retno Agustina; Yefriza, Yefriza; Barika, Barika
Convergence: The Journal of Economic Development Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/convergencejep.v7i2.48900

Abstract

Abstract Aceh and Bengkulu are among the provinces in Sumatra with relatively high poverty rates, although both have shown gradual declines in recent years. In Aceh, the poverty rate decreased from 14.64% in 2022 to 14.23% in 2024, while in Bengkulu it declined from 14.62% to 13.56% over the same period. Urban poverty remains consistently lower than rural poverty; however, disparities in urbanization patterns between the two provinces suggest potential differences in the determinants of urban household poverty. Aceh is characterized by more developed urban centers such as Banda Aceh and Lhokseumawe, whereas Bengkulu is dominated by smaller urban areas. This study aims to analyze the determinants of urban household poverty and compare their characteristics across selected cities in Aceh (Sabang, Banda Aceh, Lhokseumawe, Langsa, and Subulussalam) and Bengkulu City. An explanatory research design is employed using secondary data. The analysis combines descriptive statistics, logistic regression, and comparative testing. The results indicate that in urban Aceh, housing floor area, household size, and participation in the basic food assistance program significantly influence poverty status. In contrast, sanitation conditions and participation in the Family Hope Program (PKH) are significant determinants in urban Bengkulu. Furthermore, the comparative analysis reveals no statistically significant differences in urban poverty between the two provinces. These findings highlight that, despite similar poverty levels, the underlying determinants vary across regions, implying the need for region-specific policy interventions to effectively address urban poverty. Keywords : Urban Poverty, Multidimensional Poverty, Logistic Regression, Regional Comparison Abstrak Provinsi Aceh dan provinsi Bengkulu merupakan daerah dengan persentase penduduk miskin tinggi di pulau Sumatera. Di provinsi Aceh sebesar 14,64 di tahun 2022 turun menjadi 14,23 persen pada tahun 2024. Adapun di provinsi Bengkulu sebesar 14,62 turun menjadi 13,56 persen pada tahun 2024. Ditinjau dari proporsi kemiskinan perkotaan dan perdesaan, umumnya kemiskinan di wilayah perkotaan lebih rendah daripada kemiskinan perdesaan. Kedua provinsi ini memiliki tingkat urbanisasi yang berbeda, di mana Aceh memiliki kota-kota besar seperti Banda Aceh dan Lhokseumawe, sedangkan Bengkulu lebih didominasi oleh kota kecil seperti Bengkulu. Provinsi Aceh dan Bengkulu, misalnya, memiliki karakteristik sosio-ekonomi yang berbeda, sehingga menarik untuk dikaji lebih dalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kemiskinan rumah tangga di perkotaan di kedua provinsi tersebut. Desain penelitian ini adalah penelitian eksplanatori. Pertama penelitian ini akan menganalisa karakteristik rumah tangga miskin di Kota Sabang, kota Banda aceh, kota Lhokseumawe, kota Langsa, kota Subulussalam, dan kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif, regresi logistik, dan analisis komparatif. Hasil penelitian menemukan bahwa berdasarkan variabel Luas lantai, jumlah anggota keluarga, dan program sembako berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan di perkotaan Aceh, sedangkan sanitasi dan PKH berpengaruh di perkotaan Bengkulu. Uji komparatif menunjukkan bahwa secara statistic tidak terdapat perbedaan antara kemiskinan antara perkotaan provinsi Aceh dan Bengkulu. Kata kunci : Kemiskinan, Perkotaan, Multidimensi, Regresi Logistik