cover
Contact Name
Convergence
Contact Email
convergence@unib.ac.id
Phone
+6282282677220
Journal Mail Official
convergence@unib.ac.id
Editorial Address
Convergence: The Journal of Economic Development, Gedung S, Lt.2, Jurusan Ekonomi Pembangunan, FEB Universitas Bengkulu Jalan WR.Supratman, Kel.Kandang Limun, Kec.Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu (38371)
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Convergence : The Journal of Economic Development
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 27216330     EISSN : 2721625X     DOI : -
Core Subject : Economy, Social,
Convergence: The Journal of Economic Development is focused on publishing research articles in the field of economics, both theoretically and empirically covering development economics, macroeconomics, microeconomics, industrial economics, public economics, monetary economics, natural resource economics and regional economics. Convergenge: The Journal of Economic Development published twice a year (April and October) with print ISSN 2721-6330 and online ISSN 2721-625X.
Articles 71 Documents
PENGARUH PENGELUARAN KONSUMSI PEMERINTAH DAN PENGELUARAN INVESTASI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA Hayati, Jurni; Hanapia, Asep Yusup; Ramadhan, Rifky Wahyu
Convergence: The Journal of Economic Development Vol.6 No.1 (2024)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/convergencejep.v6i1.35200

Abstract

Economic growth depends on the amount of public consumption expenditure, government consumption expenditure, investment spending, and the value of net exports. The trend of economic growth in Indonesia during the 2011-2023 period declined, even in 2020 it experienced a drastic decline to minus 2.07 percent because of Covid-19 Pandemic. To increase Indonesia's economic growth, the government has implemented policies that can encourage an increase in household consumption spending by allocating funds for social protection and government consumption spending by increasing funds for spending on ministries/agencies. This study aims to analyze the effect of government consumption spending and investment spending on economic growth in Indonesia. The analytical method used in this study is multiple linear regression analysis and the data used is time series data for the years 2011-2023. Based on the results of the study, partially, the variable of government consumption expenditure (NPPKP) has no effect on economic growth in Indonesia, while investment expenditure (NPPM) has a positive and significant effect on economic growth in Indonesia. Then simultaneously, the government consumption expenditure variable (NPPKP) and the investment expenditure variable (NPPM) have a significant effect on economic growth in Indonesia. Based on the determination coefficient test yields an adjusted R-square value of 0.67, indicating that the variables can account for approximately 67 percent and 33 percent of the economic growth variable, respectively, through other variables not included in the analysis. Keywords: Economic Growth, Government Consumption Expenditure, Investment Expenditure Abstrak Pertumbuhan ekonomi bergantung pada besaran belanja konsumsi publik, belanja konsumsi pemerintah, belanja investasi, dan nilai ekspor bersih. Tren pertumbuhan ekonomi Indonesia selama periode 2011-2023 menurun, bahkan pada tahun 2020 mengalami penurunan drastis menjadi minus 2,07 persen karena Pandemi Covid-19. Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia, pemerintah telah menerapkan kebijakan yang dapat mendorong peningkatan belanja konsumsi rumah tangga dengan mengalokasikan dana untuk perlindungan sosial dan belanja konsumsi pemerintah dengan meningkatkan dana untuk belanja kementerian/lembaga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh belanja konsumsi pemerintah dan belanja investasi terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda dan data yang digunakan adalah data deret waktu tahun 2011-2023. Berdasarkan hasil penelitian, secara parsial Belanja Pemerintah (NPPKP) tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, sedangkan belanja investasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, kemudian secara simultan variabel pengeluaran konsumsi pemerintah (NPPKP) dan variabel pengeluaran investasi (NPPM) berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Berdasarkan uji koefisien determinasi diperoleh nilai Adjusted R-square sebesar 0,67, yang menunjukkan bahwa variabel pengeluaran konsumsi pemerintah (NPPKP) dan variabel pengeluaran investasi (NPPM) mampu menjelaskan variabel pertumbuhan ekonomi sekitar 67 persen dan 33 persen dijelaskan oleh variabel lain diluar model. Kata Kunci: Pertumbuhan Ekonomi, Belanja Konsumsi Pemerintah, Belanja Investasi
Strategi Pengembangan UMKM Kota Bengkulu Di Era Ekonomi Digital Indraswanti, Bertha Iin Esti; Sunoto, Sunoto
Convergence: The Journal of Economic Development Vol.6 No.1 (2024)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/convergencejep.v6i1.35227

Abstract

The purpose of this research was to determine Bengkulu MSEs strategy in digital economy era. The most of MSEs were conventional management. Its due to not only the millennial businessmen, but the most of them is from the baby boomer generation. The use of technology has not yet become a culture, so the challenge more difficult with millennial consumers and more competitive with millennial businessman. The result from SWOT analysis is the weakness more than the strenghts and the opportunities has more than the threats. The strategy to develop MSEs is stability strategy (turn around). The strategies are: easier access to financial institution (bank), increasing socialization and simplification of lending requirements, conduct training of tehnology, digital payment system and e-commerce, provide assistance in administrative completeness, implementation of promotion events regularly. Keywords :  Micro Small Enterprises, Strategy, Digital Economy Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan strategi Bengkulu SME di era ekonomi digital. Sebagian besar SME adalah manajemen konvensional. Hal ini disebabkan tidak hanya oleh para pengusaha milenial, tetapi sebagian besar dari mereka berasal dari generasi baby boomer. Penggunaan teknologi belum menjadi budaya, sehingga tantangan lebih sulit dengan konsumen milenial dan lebih kompetitif dengan pengusaha millenial. Hasil dari analisis SWOT adalah kelemahan lebih dari kekuatan dan peluang lebih dari ancaman. Strategi untuk mengembangkan SME adalah strategi stabilitas (turn around). Strategi-strategi tersebut adalah: memfasilitasi akses ke lembaga keuangan (bank), meningkatkan sosialisasi dan menyederhanakan persyaratan pinjaman, melakukan pelatihan teknologi, sistem pembayaran digital dan e-commerce, memberikan bantuan dalam kelengkapan administrasi, implementasi acara promosi secara teratur. Kata Kunci :  Micro Small Enterprises, Strategi, Ekonomi Digital
The Impact Of Population and Taxes On Economic Growth In Maluku Province: An Empirical Analysis Pattimahu, Terezia V.; Kipeleleway, Agustinus; Oppier, Hermi; Hahury, Hendri D.
Convergence: The Journal of Economic Development Vol.6 No.2 (2024)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/convergencejep.v6i2.36759

Abstract

Abstract This study aims to examine the influence of population size and tax variables on economic growth in Maluku Province, Indonesia. The study employs a descriptive quantitative method utilizing secondary data obtained from the Central Bureau of Statistics of Maluku Province, consisting of time series data from 2002 to 2022. The data were analyzed using a multiple linear regression model with the assistance of EViews 9 software. The results of the study show that, partially, population has a positive effect on economic growth in Maluku Province, while taxes have a negative effect on economic growth in in Maluku Province. The model exhibits a high explanatory power, with an R² value of 95.6%, indicating that the interplay between population dynamics and fiscal policy substantially accounts for variations in economic performance. These results underscore the necessity for integrated policy approaches that leverage demographic potential while addressing fiscal inefficiencies. Accordingly, the study recommends strategic investments in human capital development, tax administration reform, and infrastructure tailored to the province's archipelagic geography. Such measures are imperative for fostering inclusive and sustainable regional growth in the context of Indonesia's diverse economic landscape. Keywords :  Economic growth, Population, Taxes Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel jumlah penduduk dan pajak terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Maluku, Indonesia. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan data sekunder dari Central Bureau of Statistics Provinsi Maluku berupa data time series tahun 2002 hingga 2022. Data kemudian dianalisis menggunakan model regresi linier berganda dengan bantuan software Eviews 9. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, jumlah penduduk memiliki pengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Maluku, sedangkan pajak memiliki pengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Maluku. Model ini memiliki daya jelas yang tinggi, dengan nilai R² sebesar 95,6%, yang mengindikasikan bahwa interaksi antara dinamika kependudukan dan kebijakan fiskal secara substansial menjelaskan variasi kinerja ekonomi. Hasil ini menegaskan perlunya pendekatan kebijakan yang terintegrasi, yang memanfaatkan potensi demografis sembari mengatasi inefisiensi fiskal. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan investasi strategis dalam pengembangan sumber daya manusia, reformasi administrasi perpajakan, dan pembangunan infrastruktur yang disesuaikan dengan karakteristik geografis kepulauan. Langkah-langkah ini sangat penting untuk mendorong pertumbuhan regional yang inklusif dan berkelanjutan dalam konteks keragaman ekonomi Indonesia.  Kata kunci:  Pertumbuhan ekonomi, Penduduk, Pajak  
Determinants of Educated Unemployment in Indonesia: A Comprehensive Logistic Regression Analysis Wafi, Faiz Abdullah; Kafa, Muhammad Zidny
Convergence: The Journal of Economic Development Vol.6 No.2 (2024)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/convergencejep.v6i2.37353

Abstract

Abstract Indonesia faces a fairly serious problem of educated unemployment amid the potential for a demographic dividend. In 2021, the educated unemployment rate reached a percentage of 8.55%, representing an increase of 1.86% compared to the previous year. Using logistic regression estimates, this study aims to examine the characteristics underlying the phenomenon of educated unemployment in Indonesia. The data used in this study were sourced from the 2022 National Labor Force Survey (Sakernas) conducted by the Indonesian Bureau of Statistics (BPS). The findings reveal that gender, marital status, household status, and migration significantly influence the likelihood of being part of the educated unemployed. Specifically, highly educated female workers are 1.9 times more likely to be unemployed compared to their male counterparts. This study highlights the persistence of gender disparities in Indonesia's labor market, even when women possess educational qualifications equivalent to men. Furthermore, this study has important implications for public policy and the Indonesian labor market. First, findings on the gender gap point to the need for policies that support equality in access to work, especially for women with higher education. Second, the influence of household status and migration indicates the need for more flexible skills training and workforce mobility programs. Third, these results can be the basis for the government in formulating education policies that are more in line with the needs of the job market. Overall, this study provides insights to reduce educated unemployment and make optimal use of the potential demographic bonus. Keywords:Educated Unemployment, Gender, Marital Status, Household Status, Migration Abstrak Indonesia menghadapi masalah pengangguran terdidik yang cukup serius di tengah potensi bonus demografi. Pada tahun 2021, tingkat pengangguran terdidik mencapai persentase 8,55%, yang merupakan peningkatan sebesar 1,86% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dengan menggunakan estimasi regresi logistik, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik yang mendasari fenomena pengangguran terdidik di Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2022 yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis kelamin, status pernikahan, status rumah tangga, dan migrasi secara signifikan mempengaruhi kemungkinan menjadi bagian dari pengangguran terdidik. Secara khusus, pekerja wanita dengan tingkat pendidikan tinggi memiliki memiliki peluang menganggur lebih tinggi sebesar 1,9 kali dibandingkan laki-laki. Penelitian ini menyoroti keberlanjutan kesenjangan gender di pasar tenaga kerja Indonesia, meskipun perempuan memiliki kualifikasi pendidikan yang setara dengan laki-laki. Selanjutnya, penelitian ini memiliki implikasi penting untuk kebijakan publik dan pasar tenaga kerja Indonesia. Pertama, temuan mengenai kesenjangan gender menunjukkan perlunya kebijakan yang mendukung kesetaraan dalam akses pekerjaan, khususnya bagi perempuan dengan pendidikan tinggi. Kedua, pengaruh status rumah tangga dan migrasi mengindikasikan perlunya program pelatihan keterampilan dan mobilitas tenaga kerja yang lebih fleksibel. Ketiga, hasil ini dapat menjadi dasar bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan wawasan untuk mengurangi pengangguran terdidik dan memanfaatkan potensi bonus demografi secara optimal.  Kata kunci:Pengangguran Terdidik, Gender, Status Pernikahan, Status Rumah Tangga, Migrasi
Social And Environmental Dynamics In Economic Resilience: A Review Of The Influence On GRDP Kendani, Sherin Shifa; Febriani, Ratu Eva
Convergence: The Journal of Economic Development Vol.6 No.2 (2024)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/convergencejep.v6i2.38222

Abstract

Abstract This study analyzes the influence of social and environmental dynamics on economic resilience, which is measured through Gross Regional Domestic Product (GRDP) on the island of Sumatra during the period 2011 to 2022. Considering the increasing uncertainty in the global economy due to climate change, this research aims to analyze how factors such as Poverty level, unemployment rate, Human Development Index (HDI), air quality index, water quality index and environmental quality index affect GRDP. Using a quantitative approach, secondary data from ten provinces in Sumatra during the period 2011 to 2022 was analyzed using the panel data regression method. The findings show that poverty has a significant negative effect on GRDP, while HDI has a positive effect on GRDP. In addition, air and water quality indices have a negative impact on GRDP, highlighting the need for effective environmental management strategies. This research underscores the important relationship between environmental conditions and economic performance, showing that sustainable development strategies are critical to increasing economic resilience in vulnerable regions such as Sumatra. Keywords:Social and Environmental Dynamics, Economic Resilience, GRDP, Poverty, Environmental Quality Abstrak Penelitian ini menganalisis pengaruh dinamika sosial dan lingkungan terhadap ketahanan ekonomi yang diukur melalui Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Pulau Sumatera selama periode 2011 hingga 2022. Mengingat meningkatnya ketidakpastian dalam perekonomian global akibat perubahan iklim, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana faktor-faktor seperti tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), indeks kualitas udara, indeks kualitas air, dan indeks kualitas lingkungan mempengaruhi PDRB. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, data sekunder dari sepuluh provinsi di Sumatera selama periode 2011 hingga 2022 dianalisis dengan menggunakan metode regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemiskinan berpengaruh negatif signifikan terhadap PDRB, sedangkan IPM berpengaruh positif terhadap PDRB. Selain itu, indeks kualitas udara dan air memiliki dampak negatif terhadap PDRB, menyoroti perlunya strategi pengelolaan lingkungan yang efektif. Penelitian ini menggarisbawahi hubungan penting antara kondisi lingkungan dan kinerja ekonomi, yang menunjukkan bahwa strategi pembangunan berkelanjutan sangat penting untuk meningkatkan ketahanan ekonomi di daerah yang rentan seperti Sumatera. Kata kunci : Dinamika Sosial dan Lingkungan, Ketahanan Ekonomi, PDRB, Kemiskinan, Kualitas Lingkungan
Strategic Development of Tourism Based on Local Wisdom in Regional Planning: A Case Study of North and Central Lombok Regencies Anggara, Jaka; Singandaru, Adhitya Bagus; Husni, Vici Handalusia; Kartikasari, Nungki; Shalehah, Siti Raehanun
Convergence: The Journal of Economic Development Vol.6 No.2 (2024)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/convergencejep.v6i2.38932

Abstract

Abstract This study aims to design a strategic development plan for tourism based on local wisdom in North Lombok and Central Lombok Regencies, focusing on Sade and Bayan Villages. The research emphasizes the importance of considering the implications of the findings in tourism policies and digital promotion strategies. Data were collected using a mixed-method approach, including in-depth interviews, questionnaires, and field observations. The analysis was conducted using the SWOT and AHP methods to determine strategic priorities. The findings indicate that the main weakness lies in inadequate infrastructure conditions, while the primary strength is the unique appeal of local cultural attractions. Recommended key strategies include improving infrastructure, enhancing public facilities, optimizing digital promotion, and providing training for the local community. These findings offer concrete recommendations for local governments, stakeholders, and tourism business operators in supporting the sustainable management of local wisdom-based tourism. Keywords : Local Wisdom-Based Tourism, Regional Planning, SWOT Analysis, AHP Analysis. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk merancang rencana pengembangan strategis pariwisata berbasis kearifan lokal di Kabupaten Lombok Utara dan Kabupaten Lombok Tengah, dengan fokus pada Desa Sade dan Desa Bayan. Studi ini menekankan pentingnya mempertimbangkan implikasi temuan dalam kebijakan pariwisata serta strategi promosi digital. Pengumpulan data dilakukan dengan pendekatan metode campuran (mixed-method), yang mencakup wawancara mendalam, kuesioner, dan observasi lapangan. Analisis data dilakukan menggunakan metode SWOT dan AHP untuk menentukan prioritas strategis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelemahan utama terletak pada kondisi infrastruktur yang kurang memadai, sementara kekuatan utama adalah daya tarik unik dari budaya lokal. Strategi utama yang direkomendasikan mencakup peningkatan infrastruktur, pengembangan fasilitas publik, optimalisasi promosi digital, serta pemberian pelatihan bagi masyarakat lokal. Temuan ini memberikan rekomendasi konkret bagi pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan pelaku usaha pariwisata dalam mendukung pengelolaan pariwisata berbasis kearifan lokal secara berkelanjutan. Kata kunci: Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal, Perencanaan Wilayah, Analisis SWOT, Analisis AHP.
The Effect Of Human Development Index, Minimum Wage, And Open Unemployment Rate On Poverty In East Java Province Putri, Mitha Rachelia; Fatimah, Atika
Convergence: The Journal of Economic Development Vol.6 No.2 (2024)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/convergencejep.v6i2.39021

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the effect of the Human Development Index (HDI), Regency/city Minimum Wage, and Open Unemployment Rate (OUR) on Poverty in East Java Province in 2023. The technique used in this study is multiple linear regression analysis. Based on the results of the analysis, it shows that partially the Human Development Index (HDI) variable has a negative and significant effect on poverty in East Java, while Minimum Wage has a positive and significant effect on poverty in East Java Province. On the other hand, the Open Unemployment Rate does not have a significant effect on poverty in East Java. These findings have important implications for development policy in East Java. Therefore, based on the results of this study, policies that focus on improving human quality through education and health (which support the improvement of the HDI) will be more effective in reducing poverty. Meanwhile, policies related to Regional Minimum Wage need to consider the balance between fair wages and the economic sector's capacity to absorb the workforce. Lastly, although open unemployment is a serious issue, it does not always directly correlate with the poverty rate, as many external factors influence household income. Keywords : Poverty, Human Development Indeks, Minimum Wage, Open Unemployment ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Upah Minimum Regency/Kota, dan Tingkat Pengangguran Terbuka (OUR) terhadap Kemiskinan di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2023. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa secara parsial variabel Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan di Jawa Timur, sedangkan Upah Minimum Daerah berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemiskinan di Provinsi Jawa Timur. Di sisi lain, Tingkat Pengangguran Terbuka tidak berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan di Jawa Timur. Oleh karena itu, berdasarkan hasil penelitian ini, kebijakan yang berfokus pada peningkatan kualitas manusia melalui pendidikan dan kesehatan (yang mendukung peningkatan IPM) akan lebih efektif dalam mengurangi kemiskinan. Sementara itu, kebijakan terkait Upah Minimum Daerah perlu mempertimbangkan keseimbangan antara upah yang adil dan kapasitas sektor ekonomi untuk menyerap tenaga kerja. Terakhir, meskipun pengangguran terbuka merupakan masalah yang serius, akan tetapi hal itu tidak selalu berkorelasi langsung dengan tingkat kemiskinan, karena banyak faktor eksternal yang mempengaruhi pendapatan rumah tangga. Kata Kunci : Kemiskinan, Indeks Pembangunan Manusia, Upah Minimum, Tingkat Pengangguran terbuka
Drivers Of Development Inequality In North Sumatra: Economic Growth, Agglomeration, Human Development Index And Government Expenditure Hakim, Sukma Hayati
Convergence: The Journal of Economic Development Vol.6 No.1 (2024)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/convergencejep.v6i1.40163

Abstract

Abstract Regional development disparities among cities in North Sumatra remain a crucial issue in regional economics, impacting uneven growth and societal welfare. This study analyzes urban development inequality in eight cities in North Sumatra from 2011 to 2023 using the Williamson Index (IW) and panel data regression analysis. The findings indicate that the average regional development inequality is moderate, with an IW value of 0.31, though significant disparities exist among cities. Medan exhibits the highest inequality (IW = 0.836) due to economic dominance and urbanization concentrated in trade and industry sectors, while Pematang Siantar records the lowest inequality (IW = 0.054) with more balanced development distribution. Simultaneously, economic growth, the Human Development Index (HDI), agglomeration, and local government capital expenditure significantly influence regional disparities. However, in a partial analysis, only HDI (p = 0.0092) and agglomeration (p = 0.000) are found to have a significant impact, whereas economic growth and government capital expenditure do not show a significant effect. These findings highlight that economic agglomeration is the most dominant factor exacerbating inequality, while an increase in HDI tends to widen disparities if development distribution remains uneven. Therefore, more effective policies are needed, such as redistribution of investment based on HDI, optimization of capital expenditure allocation for infrastructure in underdeveloped areas, and economic incentives to promote more balanced growth beyond Medan. Keywords: Regional Inequality, Economic Growth, Human Development Index, Agglomeration, Government Capital Expenditure Abstrak Kesenjangan pembangunan regional di antara kota-kota di Sumatera Utara tetap menjadi masalah penting dalam ekonomi regional, yang berdampak pada pertumbuhan yang tidak merata dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini menganalisis ketimpangan pembangunan perkotaan di delapan kota di Sumatera Utara dari tahun 2011 hingga 2023 menggunakan Williamson Index (IW) dan analisis regresi data panel. Temuan menunjukkan bahwa rata-rata ketimpangan pembangunan daerah sedang, dengan nilai IW 0,31, meskipun ada kesenjangan yang signifikan antar kota. Medan menunjukkan ketimpangan tertinggi (IW = 0,836) karena dominasi ekonomi dan urbanisasi yang terkonsentrasi pada sektor perdagangan dan industri, sedangkan Pematang Siantar mencatat ketimpangan terendah (IW = 0,054) dengan distribusi pembangunan yang lebih seimbang. Secara bersamaan, pertumbuhan ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), aglomerasi, dan belanja modal pemerintah daerah secara signifikan mempengaruhi kesenjangan regional. Namun, dalam analisis parsial, hanya IPM (p = 0,0092) dan aglomerasi (p = 0,000) yang ditemukan memiliki dampak yang signifikan, sedangkan pertumbuhan ekonomi dan belanja modal pemerintah tidak menunjukkan efek yang signifikan. Temuan ini menyoroti bahwa aglomerasi ekonomi adalah faktor paling dominan yang memperburuk ketimpangan, sementara peningkatan IPM cenderung memperlebar kesenjangan jika distribusi pembangunan tetap tidak merata. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang lebih efektif, seperti redistribusi investasi berbasis IPM, optimalisasi alokasi belanja modal untuk infrastruktur di daerah tertinggal, dan insentif ekonomi untuk mendorong pertumbuhan yang lebih seimbang di luar Medan. Kata Kunci: Ketimpangan Pembangunan, Pertumbuhan Ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia, Aglomerasi, Belanja Modal Pemerintah
Broiler Production And Economic Well-Being Of Poultry Farmers In Bamenda, Cameroon Tambi, Mbu Daniel
Convergence: The Journal of Economic Development Vol.6 No.2 (2024)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/convergencejep.v6i2.32996

Abstract

Abstract Broiler production plays a critical role in enhancing food security and improving economic welfare, particularly in rural areas of developing countries. However, the sector faces several structural challenges that constrain productivity. This study aims to identify and prioritize the key constraints in broiler production and evaluate its impact on farmers’ economic welfare in the Bamenda Municipality. Primary data were collected from broiler farmers and analyzed using the Two-Stage Least Squares (2SLS) estimation technique to address potential endogeneity. The findings reveal that limited access to finance, high input costs, and insufficient knowledge are the most significant constraints, with 90% of respondents citing lack of knowledge as the primary challenge. The regression results indicate that male-headed households, larger household size, farming experience, and participation in solidarity groups are positively and significantly associated with farmers' economic welfare. Access to quality feed is also positively correlated with broiler output. Despite existing challenges, broiler production demonstrates strong economic potential. Based on the findings, it is recommended to adopt low-cost technologies, strengthen extension and veterinary services, and develop market access and input support systems to enhance farmers’ productivity and income. Keywords :  Broiler Production, Economic Welfare, Farming Constraints   Abstrak Produksi broiler berperan penting dalam meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan ekonomi, khususnya di daerah pedesaan negara berkembang. Namun, sektor ini menghadapi berbagai kendala struktural yang menghambat produktivitas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengurutkan hambatan utama dalam produksi broiler serta menilai dampaknya terhadap kesejahteraan ekonomi peternak di Kotamadya Bamenda. Data primer dikumpulkan dari peternak unggas dan dianalisis menggunakan teknik Two-Stage Least Squares (2SLS) untuk mengatasi endogenitas. Hasil menunjukkan bahwa akses keuangan yang terbatas, tingginya biaya input, dan kurangnya pengetahuan merupakan kendala utama—dengan 90% responden menyebut kurangnya pengetahuan sebagai tantangan terbesar. Model regresi menunjukkan bahwa jenis kelamin kepala rumah tangga (laki-laki), ukuran rumah tangga, pengalaman beternak, dan partisipasi dalam kelompok solidaritas berpengaruh positif signifikan terhadap kesejahteraan ekonomi peternak. Akses terhadap pakan berkualitas juga berdampak positif terhadap produksi broiler. Meskipun banyak tantangan, produksi broiler menunjukkan potensi ekonomi yang besar. Adapun rekomendasi dari hasil penelitian ini yaitu perlu adanya adopsi teknologi murah, peningkatan layanan penyuluhan dan kesehatan hewan, serta pengembangan akses pasar dan dukungan input untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan peternak. Kata kunci : Produksi Ayam Broiler, Kesejahteraan Ekonomi, Tantangan Peternak
Measuring The Impact Of The Bali Bombing As An Economic Shock: A Difference-In-Differences Method Approach With Interaction Variable Wicaksana, Arif Kurnia; Fatoni, Erma Ziamah
Convergence: The Journal of Economic Development Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/convergencejep.v7i1.39757

Abstract

Abstract This study investigates the economic consequences of terrorism by examining the impact of the Bali Bombings I (2002) and II (2005) on individual income in Indonesia. Using microdata from the Indonesia Family Life Survey (IFLS) for the periods 2000 and 2006, the analysis applies the Difference-in-Differences (DiD) method to identify causal effects of the bombings on income outcomes. The empirical strategy distinguishes between pre- and post-bombing periods, affected and unaffected regions, and further introduces interaction variables capturing direct impacts on individuals experiencing material and psychological losses. Additional socio-economic controls, such as education, gender, age, employment status, household role, urban–rural residence, ethnicity, and welfare status, are incorporated to reduce estimation bias. The results show that the Bali Bombings significantly reduced average income in affected areas by approximately 26.44 percent compared to unaffected regions. Individuals directly exposed to the bombings experienced even larger losses, with their income declining by about 36.33 percent. Distributional analysis further indicates that the middle-income group (40 percent of the population) was most severely affected, while low- and high-income groups showed relatively minor impacts. These findings highlight the vulnerability of the middle class, which plays a critical role in sustaining Indonesia’s economic development. This study contributes to the literature on terrorism and economic development by providing micro-level evidence of how external shocks disrupt household welfare and income distribution. The findings have important policy implications, particularly for designing social protection programs and resilience strategies in tourism-dependent regions facing risks of conflict and disaster. Keywords : Difference-in-Differences, Individual Income, Bali Bombings, Direct Impact, Education and Age, Household Welfare, Terrorism and Economy.   Abstrak Penelitian ini mengkaji dampak ekonomi dari peristiwa terorisme dengan meneliti pengaruh Bom Bali I (2002) dan Bom Bali II (2005) terhadap pendapatan individu di Indonesia. Data yang digunakan berasal dari Indonesia Family Life Survey (IFLS) periode 2000 dan 2006. Metode yang digunakan adalah Difference-in-Differences (DiD) untuk mengidentifikasi pengaruh kausal dari peristiwa bom terhadap pendapatan. Strategi empiris membedakan antara periode sebelum dan sesudah bom, wilayah terdampak dan tidak terdampak, serta menambahkan variabel interaksi untuk menangkap dampak langsung pada individu yang mengalami kerugian material maupun psikologis. Variabel kontrol sosio-ekonomi juga dimasukkan, seperti pendidikan, gender, usia, status pekerjaan, peran dalam rumah tangga, lokasi perkotaan/pedesaan, etnisitas, dan status kesejahteraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bom Bali secara signifikan menurunkan rata-rata pendapatan di daerah terdampak sekitar 26,44 persen dibandingkan daerah yang tidak terdampak. Individu yang terkena dampak langsung mengalami kerugian lebih besar, dengan penurunan pendapatan sekitar 36,33 persen. Analisis distribusi pendapatan menunjukkan bahwa kelompok berpendapatan menengah (40 persen dari populasi) adalah yang paling terdampak, sementara kelompok rendah dan tinggi relatif tidak terlalu terkena dampaknya. Temuan ini menyoroti kerentanan kelas menengah, yang justru memiliki peran penting dalam mendorong pembangunan ekonomi Indonesia. Penelitian ini memberikan kontribusi pada literatur tentang terorisme dan pembangunan ekonomi dengan bukti mikro mengenai bagaimana guncangan eksternal mengganggu kesejahteraan rumah tangga dan distribusi pendapatan. Temuan ini juga penting bagi perumusan kebijakan, terutama untuk merancang program perlindungan sosial dan strategi ketahanan di wilayah yang bergantung pada pariwisata serta berisiko terhadap konflik maupun bencana. Kata kunci: Difference-in-Differences, Pendapatan Individu, Bom Bali, Dampak Langsung, Pendidikan dan Usia, Kesejahteraan Rumah Tangga, Terorisme dan Ekonomi.