cover
Contact Name
Nicky Dwi Puspaningtyas
Contact Email
mathema@teknokrat.ac.id
Phone
+6282176500871
Journal Mail Official
mathema@teknokrat.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
MATHEMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
ISSN : -     EISSN : 26865823     DOI : https://doi.org/10.33365/jm.v2i1
Core Subject : Education,
Mathema: Jurnal Pendidikan Matematika (E-ISSN: 2686-5823) is a single peer-reviewed journal published in Indonesia by the Faculty of Arts and Education, Universitas Teknokrat Indonesia. This journal aims to facilitate and promote the dissemination of scholarly information on research and development in the field of Mathematics and Mathematics Education. The articles published in this journal can be the result of research, conceptual thinking, ideas, innovations, best practices, and book reviews.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2022): MATHEMA" : 6 Documents clear
Analisis Kesulitan Belajar Matematika Materi Bangun Datar di SDN 2 Mantingan Jepara Milkhaturrohman Milkhaturrohman; Sastya Da Silva; Ahmat Wakit
MATHEMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 4, No 2 (2022): MATHEMA
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/jm.v4i2.2095

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan kesulitan belajar pada materi bangun datar dan upaya apa yang sudah dilakukan guru untuk mengatasi kesulitan belajar peserta didik. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah peserta didik dan guru kelas IV SD Negeri 2 Mantingan. Teknik untuk mengumpulkan data dilakukan dengan wawancara kepada guru terkait kesulitan peserta didik dan solusi yang dilakukan guru untuk mengatasi hal tersebut, observasi pada saat pembelajaran berlangsung serta angket yang dibagikan kepada peserta didik. Analisis data dilakukan dengan mendeskripsikan hasil wawancara, observasi, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 8 dari 32 peserta didik yang masih belum bisa memahami materi bangun datar yang disebabkan oleh beberapa hal, yaitu belum bisa membedakan macam-macam dari bangun datar serta unsurunsurnya, sulit untuk mengingat rumus yang digunakan untuk menyelesaikan soal, dasar perkalian dan pembagian yang kurang kuat pada kelas sebelumnya, dan kurangnya motivasi belajar peserta didik. Adapun upaya yang sudah dilakukan oleh guru yaitu dengan mengulang-ulang materi, memberikan contoh yang real sekiranya dapat dipahami oleh peserta didik, melakukan pendekatan secara personal, dan memberikan motivasi belajar kepada peserta didik.
Metakognisi Dalam Pemecahan Masalah Matematika Pada Siswa Kelas VIII SMP Kanaya Tabitha Wulansari; Rohana Rohana; Marhamah Marhamah
MATHEMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 4, No 2 (2022): MATHEMA
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/jm.v4i2.2124

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan metakognisi siswa yang berkemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah dalam pemecahan masalah matematika pada pokok bahasan statistika. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII.5 SMP Negeri 15 Palembang. Terdapat 3 subjek penelitian yang mewakili kategori metakognisi tinggi, sedang, dan rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil tes, observasi, wawancara dan dokumentasi dianalisis dengan mengacu pada aspek-aspek metakognisi. Keabsahan data dilakukan dengan triangulasi metode dengan membandingkan data hasil tes, wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan  tahapan  reduksi  data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh dengan melihat model metakognisi siswa ketika menyelesaikan soal pemecahan masalah matematika. Setelah penelitian ini dilakukan didapatkan hasil bahwa: 1) siswa berkemampuan matematika tinggi  dapat menggunakan keterampilan metakognisi aspek planning, monitoring, dan evaluation dengan maksimal, 2) siswa berkemampuan matematika sedang dapat menggunakan  keterampilan  metakognisi aspek planning dengan maksimal, tetapi belum dapat menggunakan keterampilan metakognisi aspek monitoring dan evaluation dengan maksimal, 3) siswa berkemampuan matematika rendah belum dapat menggunakan keterampilan metakognisi aspek planning, monitoring, dan evaluation dengan maksimal.
Meta Analisis Penggunaan Model PBL Guna Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematika Siswa Oto Iskandar Dinata
MATHEMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 4, No 2 (2022): MATHEMA
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/jm.v4i2.2018

Abstract

Mendiagnosa kesulitan siswa merupakan langkah utama daripada  merancang dan mengelola kegiatan belajar di kelas. Penelitian ini bertujuan menganalisis penemuan mengenai peningkatan  literasi matematika pada siswa sekolah dasar menggunakan PBL. PBL adalah model yang bertaut siswa turut aktif dengan memberikan suatu masalah pada siswa. Sehingga, siswa akan terlibat langsung dalam pembelajaran. Secara harfiah, literasi berarti kecakapan matika guna pengembangan pendidikan matematika. Penelitian ini menggunakan metode penelitian meta analisis. metode penelitian yang digunakan adalah meta analisis. metode meta analisis yaitu metode dengan cara mencari, merangkum, kemudian melakukan analisis dari artikel ilmiah sebelumnya. Pengumpulan data dilakukan dengan mencari 30 artikel terakreditasi nasional dan 20 artikel terakreditasi internasional yang membahas penggunaan model PBL guna meningkatkan kemampuan literasi matematika siswa. Dari total artikel, peneliti memperoleh 5 artikel terindeks Sinta, 1 artikel terindeks Garuda, 1 artikel terindeks Google Scholar yang memeuhi kriteria. Penelitian ini bertujuan menganalisis penemuan atau penelitian sebelumnya tentang penggunaan model PBL terhadap kemampuan  literasi matematika. Hasil meta analisis membuktikan bahwa penerapan model PBL dalam proses pembelajaran mampu meningkatkan kemampuan literasi matematika yang semula terendah 7,65% sampai tertinggi 48,27% sehingga terjadi peningkatan sangat signifikan yaitu 29,0138%.
Linguistik Matematika: Suatu Pendekatan untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Non-Rutin Secara Matematis Sugama Maskar; Nicky Dwi Puspaningtyas; Dian Puspita
MATHEMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 4, No 2 (2022): MATHEMA
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/jm.v4i2.2142

Abstract

Kemampuan literasi siswa Indonesia termasuk kategori rendah. Siswa Indonesia mayoritas belum dapat memodelkan situasi yang kompleks secara matematis, artinya belum dapat memilih, membandingkan, serta mengevaluasi strategi pemecahan masalah yang tepat dari situasi kompleks tersebut. Berdasarkan tren nilai PISA membaca, matematika, dan sains terdapat kesamaan pola antara nilai membaca dan matematika. Oleh karena itu, terdapat korelasi antara kecerdasan bahasa dan matematis. Beberapa studi menunjukan bahwa terdapat hubungan antar kecerdasan linguistik terhadap hasil belajar Matematika. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis terhadap pendekatan linguistik matematika sebagai salah satu solusi untuk dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah non-rutin secara sistematis. Penelitian ini disusun menggunakan teknik analisis deskriptif melalui kajian kepustakaan atau library research. Linguistik Matematika bermula pada aksiomatik Euclid sekitar tahun 325 – 265 sebelum masehi dan pada metode deskripsi tata bahasa Panini sekitar tahun 520 – 460 sebelum Masehi. Baik Euclid maupun Panini mengembangkan dua buku terkenal dan fundamental yang berjudul Element dan Aṣṭādhyāyī. kecerdasan linguistik dan matematis mempunyai kesamaan karakter yaitu merupakan suatu kecerdasan yang dapat merekonstruksi sesuatu yang abstrak atau suatu permasalahan kompleks menjadi sebuah solusi konkret beserta solusinya secara tepat dan sistematis. Kombinasi keduanya merupakan kemampuan yang mumpuni untuk dapat menyelesaikan permasalahan matematis non-rutin. Oleh karena itu, Linguistik Matematika merupakan pendekatan yang dapat menghubungkan secara langsung kecerdasan linguistik dan matematis sehingga menjadikan suatu kompetensi utuh yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah kompleks secara matematis.
Penerapan Model Pembelajaran Probing Prompting untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Matematika Kelas X MA Ahsanul ’Ibad Taman Fajar Siti Nurjanah; Siti Mutmainah; Astri Setya Wati
MATHEMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 4, No 2 (2022): MATHEMA
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/jm.v4i2.2068

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Probing Prompting untuk meningkatkan keaktifan belajar matematika kelas X MA Ahsanul ‘Ibad Taman Fajar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MA Ahsanul ‘Ibad Taman Fajar yang berjumlah 21 siswa. Jenis penelitian ini Penelitian Tindakan Kelas. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi. Pengamatan digunakan untuk memperoleh data tentang keaktifan belajar matematika siswa dan keterlaksanaan proses pembelajaran materi persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel yang memuat nilai mutlak menggunakan model Probing Prompting. Teknik analisis data yang digunakan analisis keaktifan belajar matematika. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan keaktifan belajar matematika menggunakan model Probing Prompting. Peningkatan yang terjadi yaitu, (1) pada tahap awal persentase keaktifan belajar matematika sebesar 38,8%,(2) pada siklus I persentase keaktifan belajar matematika sebesar 56,8%,(3) pada siklus II persentase  keaktifan belajar matematika sebesar 70,8%. Dapat disimpulkan bahwa Model Probing Prompting dapat meningkatkan keaktifan belajar matematika siswa pada materi persamaan dan pertidaksamaan nilai mutlak linear satu variabel kelas X MA Ahsanul ‘Ibad Taman Fajar Tahun Pelajaran 2020/2021.
Kesalahan Representasi Siswa kelas III Sekolah Dasar pada Materi Pecahan Lalu Saparwadi
MATHEMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 4, No 2 (2022): MATHEMA
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/jm.v4i2.2089

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji letak dan jenis kesalahan representasi siswa kelas III Sekolah dasar pada materi pecahan. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengambilan subjek pada penelitian ini yaitu dengan purposive sampling, sehingga subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah berjumlah dua orang siswa. Teknik pengambilan data pada penelitian ini yaitu dengan tes tertulis dan wawancara. Sementara teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu melalui penyajian data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga bentuk kesalahan representasi yang dilakukan siswa pada materi pecahan, yaitu representasi pecahan ke dalam pada bidang lingkaran, representasi pecahan ke dalam bidang lingkaran dan persegi panjang, dan representasi bidang datar secara simbolis menjadi sebuah pecahan. Hasil ini cukup menunjukkan bahwa kemampuan awal dalam merepresentasikan secara simbolis dari media yang diberikan akan berdampak pada kemampuan siswa dalam memahami konsep berikutnya, khususnya pada bidang matematika.

Page 1 of 1 | Total Record : 6