Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin is a journal published by the Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta. The journal is published twice annually (June and December) and consists of articles on Qur’anic studies and interpretation, hadith and Prophetic tradition, religious studies, and mysticism.
Articles
311 Documents
ISLAM KULTURAL: WAJAH ISLAM INDONESIA (Telaah Kritis dan Historis Corak Pemikiran Islam Indonesia)
Aramdhan Kodrat Permana
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 2 No. 2 (2016)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/ushuluna.v2i2.15182
Islam (di) Indonesia merupakan sebuah fenomena unik bagi sejarah keislaman. Dengan corak yang lentur dan fleksibel Islam Indonesia mampu menciptakan komunitas mayoritas dalam masyarakat Indonesia. Akan tetapi arus transnasional begitu dahsyat sehingga Islam Indonesia pun saat ini diuji ketahanannya. Para sarjana kemudian banyak mengistilahkan keisalaman khas Indonesia ini dengan berbagai istilah, dari Islam Pribumi, Islam Nusantara, dsb. Adapun istilah yang akan penulis pakai adalah Islam Kultural. Karena semua keunikan yang ada dalam Islam di Indonesia berakar dari budaya Indonesia. Adapun satu upaya untuk menuju hal itu, tulisan ini berupa mencari akar tradisionalis-fundamental yang didasarkan bukan hanya dari sejarah perkembangan Islam Indonesia tetapi juga dari al-Qur’an sebagai face of Islam. Dakwah al-Qur’an secara periodik dengan karakter yang berbeda yang nampak dalam ayat-ayatnya secara implisit mengisyaratkan sosio-kultural yang berbeda. Pun selanjutnya hal ini akan disentasakan dengan hasil perjalanan awal pertama-kali penyebaran Islam di Indonesia yang sudah teruji keberhasilannya.
KRITIK MATAN HADIS : KLASIK HINGGA KONTEMPORER
M Suryadinata
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 2 No. 2 (2016)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/ushuluna.v2i2.15183
Artikel ini membahas tentang kritik matan klasik hingga kontemporer, yang mengalami perkembang yang cukup siknifikan. Kritik yang paling populer dan banyak dipedomi oleh para muhadis adalah kritik sanad sedangkan matan sering kali diabaikan. Padahal budaya kritik baik sanad atapun matan sudah ada sejak Rasulullah swa masih hidup bahkah di masa shabat sebagian sahabat telah mempraktekan kritik matan, namun demikian konsep dan gagasannya baru di munculkan kembali sejak para orientalis mengkritik hadis dan mereka menerapakan kritik matan hadis.
PEMAHAMAN HADIS TENTANG PEREMPUAN MENURUT KHALED ABOU EL FADL
Achmad Baiquni
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 2 No. 2 (2016)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/ushuluna.v2i2.15184
Sebagian besar wacana keislaman yang populer di kalangan umat muslim serta wacana yang sering pula disampaikan oleh para da’i dan pemfatwa di hampir seluruh Negara muslim relatif telah menepatkan perempuan sebagai penduduk kelas dua. Wacana seperti ini termaktub dalam alQur’an dan hadis sehingga kedua sumber ini terkesan bias jender. Dalam memahami kedua sumber tersebut para sarjana Muslim mengunakan berbagai pendekatan tekstual dan kontekstual. Khaled Abuo El Fadl yang dikenal sebagai pemikir yang awalnya konserfatif kemudian menjadi liberal, hadir sebagai pengagas pendekatan kontekstual dalam memahami hadis-hadis yang dinilai bias gender. Namun gasasannya berbeda dengan para sarjana muslim umumnya, ia berani mengatakan jika hadis dinilai bersebrangan dengan perinsip moral kemanusiaan, maka hadis tersebut tidak layak untuk dijadikan sandaran ataupun hujah. Hasil akhir dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam menganalisis hadis tersebut Khaled mengunakan beberapa pendekatan yaitu analisis subtansi hadis dan konsekuensi moral dan sosial hadis. Penelitian ini meperoleh kesimpulan bahwa hadis-hadis yang dinilai tidak mengandung konsekuensi moral dan sosial serta banyak merendahkan perempuan, bagi Khaled hadis semacam ini belum bisa dijadikan sandaran dan ia belum bisa mempercayai kalau hadis tersebut bersumber dari Nabi Saw. Penelitian ini merupakan library research (studi kepustakaan) dengan mengunakan metode diskriptif-analitis yaitu dengan meneliti pemahaman Abou El Fadl terhadap hadis-hadis tentang perempuan yang sering kali dijadikadikan fatwa oleh beberapa kalangan,
Memahami Objektivitas Dalam Penilaian Moral
Fakhruddin Fakhruddin
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/ushuluna.v3i1.15186
Can moral judgment be objective'' Unlike scientific judgment, moral judgment is often considered simply subjective. This article is an attempt to argue against this contention. The article is divided into three parts, First, as a background for the problem, it will be shown how the scientistic view of reality and its limited view of objectivity has given rise to the problem of objectivity in moral judgment. Second, to see the similarities and differences between the concept of objectivity in scientific judgment and in moral judgment, the two will be compared. Third, to bolster the argument for supporting the idea of objectivity in moral judgment, some criteria for the objectivity of moral judgment will be provided.
Bubat: Sisi Gelap Hubungan Kerajaan Majapahit Hindu Dengan Kerajan Sunda
Syaiful Azmi
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/ushuluna.v3i1.15187
Tulisan ini bertujuan untuk mengeksplorasi tentang peristiwa Bubat dan mengetahui bagaimana hubungan SundaJawa setelah perang Bubat tersebut berdasarkan informasi dari naskah sejarah tradisional. Tulisan ini dianggap penting karena peristiwa Bubat yang sudah berlalu lebih tujuh abad sejak peristiwa tersebut terjadi, namun dampak dari peristiwa tesebut masih menjadiingatan umum (collective memory) masyarakat Sunda dan penggambaran tentang peristiwa Bubat tersebut sudah menjadi cerita yang diwariskan secara turun-temurun (overall livering).
Surga Dan Neraka Dalam Persepsi Al-Ghazali
Hanafi Hanafi
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/ushuluna.v3i1.15188
Ajaran tentang akhirat juga merupak pokok ajaran agama-agama Ibrahimik dan kepercayaan yang pernah ada sebelumnya. Hal ini dapat ditelusiri, misalnya pada bangsa Mesir Kuno, yang telah ada jauh sebelum Islam muncul, adalah bangsa yang dianggap pertama kali yang meyakini adanya kehidupan setelah kehidupan di dunia ini. Bagi al-Ghazali surga dan neraka adalah tempat manusia di kehidupan akhirat. Surga baginya tempat yang penuh kesenangan sedangkan neraka tempat penuh siksaan dan kesengsaraan.
Inkonsistensi Mazhab Dalam Penafsiran Ayat-Ayat Hukum Tafsir Al-Qurtubi
M Najib Tsauri
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/ushuluna.v3i1.15189
Problem utama yang didiskusikan dalam tulisan ini adalah didasari atas tendensi mufassir kebanyakan terhegemoni akan mazhabnya sendiri. Ini yang menjadi perhatian utama oleh penulis untuk mengkaji sosok al-Qurṭubī. Penelusuran dimulai dengan mengenal al-Qurṭubī, penafsiran al-Qurṭubī terhadap ayat hukum sekaligus menganalisa ragam penafsiran dan melacak konsisten tidaknya dalam bermadzab ketika dihadapkan dalam sebuah kasus. Karena konsistensi fanatisme mazhab dalam proses menafsirkan ayat-ayat hukum merupakan perkara yang perlu diambil perhatian, kerana ia melibatkan permasalahan hukum dan perbedaan pendapat antara empat mazhab yang masyhur.
Relasi Ekonomi Global Dan Komunitas Lokal Dalam Pembangunan (Studi Kasus Konflik Makam Mbah Priok)
Muhammad Ismail
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/ushuluna.v3i1.15190
Perkembangan ekonomni global telah membawa dampak positif dan negative, Indonesia bagian dari negaranegara berkembang yang mengalamai proses ekonomi global mendapatkan dampak tersebut. Konflik perebutan lahan makam mbah Priok tahun 2010 antara Pelindo II adalah dampak dalam melaksanakan pembangunan ekonomi di era ekonomi global, yang hanya mementingkan nilai liberalism tanpa menghiraukan nilai-nilai lokal, konflik antara keduanya berdampak buruk dalam proses pembangunan di Tanjung, solusi damai merupakan jalan menuju pembangunan masyarakat Tanjung Priok
Spiritualitas dan Hak Asasi Manusia
Kautsar Azhari Noer
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/ushuluna.v3i1.15192
Bila kualitas spiritual manusia baik, maka kualitas kehidupan manusia juga baik. Bila kualitas spiritual manusia buruk, maka kualitas kehidupan manusia juga buruk. Semakin baik kualitas spiritual, semakin baik kualitas kehidupan manusia. Kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional memang sangat diperlukan untuk kehidupan, tetapi dua kecerdasan ini tidak memadai bila tidak disertai oleh kecerdasan spiritual. Dalam kaitan dengan perlindungan hakhak asasi manusia, fungsi spiritulitas ditentukan oleh beberapa unsurnya yang mencakup: cinta sebagai sumber pokok makna dan kebahagiaan; kapasitas untuk hidup bermoral atau secara etis; nir-kekerasan yang mendalam; perasaan solidaritas spiritual dengan makhluk-makhluk lain.
Keselarasan Islam dan Sains
Restiana Mustika Sari
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 3 No. 2 (2017)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/ushuluna.v3i2.15193
Tulisan ini mencoba mengulas hubungan antara Islam dan sains. Ada beberapa pendapat mengenai hubungan keduanya. Ada yang berpandangan bahwa antara Islam dan sains saling bertentangan antara satu dengan lainnya. Ada juga yang mengatakan bahwa Islam dan sains memiliki keselarasan bahkan memperkuat antara satu dan lainnya. Namun dalam tulisan ini akan memperkuat pendapat yang mengatakan bahwa Islam dan sains memiliki keselarasan antara satu dengan lainnya. Metode pengumpulan data dalam tulisan ini adalah studi pustaka. Sumber data dalam tulisan ini adalah buku, jurnal, dan literatur lainnya yang memiliki kaitan. Tulisan ini menyajikan beberapa fakta bahwa, Islam dan sains memiliki keselarasan bahkan memperkuat satu dengan lainnya. Kedua, Islam memiliki keselarasan dengan sains, hal ini dibuktikan dengan keselarasan ayat-ayat al-Qur’an, sebagai sumber utama Islam.