cover
Contact Name
Yusuf Rahman
Contact Email
ushuluna@uinjkt.ac.id
Phone
+628128340778
Journal Mail Official
ushuluna@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Jl. Ir. H. Juanda No. 95 Tangerang Selatan
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin
ISSN : 24609692     EISSN : 2721754X     DOI : 10.15408
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin is a journal published by the Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta. The journal is published twice annually (June and December) and consists of articles on Qur’anic studies and interpretation, hadith and Prophetic tradition, religious studies, and mysticism.
Articles 311 Documents
Pendidikan Tasawuf Dalam Perspektif Abdullah bin Nuh Zaenal Abidin
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 2 No. 1 (2016)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v2i1.15172

Abstract

Islam sebagai agama RAHMATAN LIL ‘ȂLAMȊN, lebih mengutamakan kepada cinta dan kasih sayang sesama umat dalam segala aspek, baik aspek religius maupun aspek sosial, dalam aspek religius yang diterjemahkan hablumminallȃh dan aspek sosial dalam arti hablumminannȃs, bagaimana komunikasi kepada Allah dan komunikasi kepada manusia.Kedua aspek tersebut harus berjalan seimbang dengan tujuan keselamatan manusia di dunia dan di akhirat. Manusia sekarang ini lebih cenderung kepada aspek sosial dalam rangka membangun kekuatan dan kemajuan, dengan kata lain “siapa yang kuat dan maju, dia yang menang dan menguasai”, tapi lupa akan tugas pokoknya yaitu sebagai khalifah bagaimana ia bisa mensejahterakan umat manusia dalam kehidupan dan sebagai (‘abdi), bagaimana ia bisa patuh dan tunduk kepada norma-norma agama yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Tuhan tidak menciptakan manusia melainkan untuk beribadah. Kehidupan dunia dan akhirat adalah ibarat dua mata uang yang tidak dapat terpisahkan.Manusia diperintahkan untuk mencari dan mengejar dunia dengan sebanyakbanyaknya, tapi jangan lupa juga kehidupan akhirat, demikian sebaliknya.Namun manusia lebih cenderung kepada kehidupan dunia, sehingga melupakan kehidupan akhirat. Abdullah bin Nuh berusaha melalui pendidikan dan pemikiran yang dikembangkan mendorong manusia menyeimbangkan kehidupan dunia dan akhirat yaitu melalui pendidikan tasawuf yang beliau ajarkan kepada keluarga dan masyarakat dengan meneladani Rasulullah, para sahabat, orang-orang shaleh dan para ulama, terutama Imam Syafi’i dan Ghazali sebagai rujukannya. Pendidikan tasawuf dan psikologi Islam sufistik sebagai alternatif dalam proses  preventif dan kuratif terhadap umat manusia dalam mengatasi masalah-masalah sekarang ini. Abdullah bin Nuh menjadikan pendidikan tasawuf sebagai sebuah metode terhadap penyembuhan dan penyelamatan manusia yaitu melalui dzikir, ibadah dan uswah hasanah yang berpedoman kepada Al-Qur`an dan Sunnah
Al-Hikam Mutiara Pemikiran Sufistik Ibnu Atha’illah as-Sakandari Zaenal Muttaqin
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 2 No. 1 (2016)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v2i1.15173

Abstract

Cinta terhadap Allah mengharuskan seseorang menempuh medan perjalanan spiritual yang panjang dan terjal. Ditulis dalam gaya bahasa aporisma yang indah tanpa menggusur kedalaman pesan yang ingin disampaikan, Al-Hikam yang ditulis Ibnu Atha’illah as-Sakandari mendeskripsikan jalan-jalan spiritual yang harus ditempuh para penempuh jalan tersebut. Diantaranya, keharusan menjangkau setiap stasiun spiritual (maqam) seperti taubat, zuhd, shabr, tawakkal), dan ridha. Selanjutnya, para penempuh juga akan mencapai sejumlah kondisi (ahwal) seperti khauf, raja’, tawadhu, ikhlas, dan syukr yang harus diterima sebagai karunia Yang Dituju (Allah), bukan hasil usahanya.
PROSES ASAL KEJADIAN ADAM DALAM PANDANGAN ACHMAD BAIQUNI: SEBUAH PENDEKATAN TAFSIR ILMI Aktobi Ghozali
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 2 No. 1 (2016)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v2i1.15174

Abstract

Perbincangan mengenai kejadian dan asal-mula manusia selalu menarik untuk dikaji. Pernyataan al-Quran mengenai asal kejadian Adam sebagai makhluk biologis menantang para mufassir dan ilmuan untuk menemukan makna dan maksud al-Qur`an sejalan dengan kemajuan cara pandang dan pengetahuan manusia. Dengan pendekatan sains, A.Baiquni mencoba memberikan tafsiran terhadap ayat-ayat al-Qur`an yang mengisyaratkan kejadian manusia secara biologis. Ia menguraikan bagaimana evolusi sebuah istilah terjadi. Kata “turab” misalnya, yang pertama kali hanya diartikan sebagai “debu”, melalui sains dapat diartikan sebagai “sel”. Alur logis bagaimana proses terjadinya adam dapat melahirkan hipotesa baru, bahwa Adam memang manusia yang benar-benar telah hadir di bumi dengan proses alamiah sebagaimana makhluk lainnya. Temuan semacam ini sesungguhnya tidak bertentangan dengan al-Qur`an yang mengisyaratkan bahwa adam pertama kali hidup di surga (jannah). Tetapi justru sebaliknya, hal ini telah memberikan cakrawala baru bahwa sesungguhnya perkembangan sains semakin menunjukkan kebenaran al-Qur`an sebagai al-wahyu dan Islam sebagai agama yang sangat menjujung tinggi ilmu pengetahuan atau sains.
Cara Pandang Baru Atas Pekerjaan (Sebuah Penafsiran Al-Qur’an Terhadap Kata Fa’ala) Ali Thaufan Dwi Saputra
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 2 No. 1 (2016)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v2i1.15175

Abstract

Bekerja (melakukan pekerjaan) sering kali dimaknai sebagai aktivitas yang mendapat balasan, upah atau gaji. Bagi masyarakat modern, bekerja (melakukan pekerjaan) selalu dikaitkan dengan berapa balasan upah dan gaji yang didapat atas sebuah pekerjaan. Dalam al-Qur’an, pekerjaan disebutkan dengan menggunakan beberapa kata, antara lain: fa’ala, kasaba, ‘amila. Tulisan ini berupaya menjelaskan  kata “bekerja” dalam al-Qur'an yang menggunakan kata fa'ala. Untuk itu, penulis melakukan penelusuran kata fa’ala dan sekaligus membaca konteks kata tersebut dalam suatu ayat. Guna mendapat pemahaman mendalam, penulis merujuk beberapa kitab tafsir. melalui pembacaan kata fa’ala dalam alQur’an, penulis berkesimpulan bahwa: balasan yang didapatkan oleh orang yang melakukan sebuah pekerjaan, tidak selalu dalam bentuk materi. Dalam banyak ayat dalam alQur’an, balasan atas sebuah pekerjaan –baik perbuatan buruk atau baik- akan diganjar Tuhan diakhirat kelak. Dan, balasan tersebut bukan dalam bentuk materi, tetapi nikmat Tuhan yang tidak tertandingi. Inilah cara pandang baru untuk memaknai sebuah pekerjaan.
Islam di Jawa Hubungannya Dengan Dunia Melayu Bustamin Bustamin
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 2 No. 1 (2016)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v2i1.15176

Abstract

Islam di Asia Tenggara mempunyai daya tarik untuk diteliti, karena tidak hanya sekedar tempat bagi agama besar dunia –Islam, Budha, Kristen dan Hindu—tetapi juga penyebarannya sedemikian rupa sehingga ikatan-ikatan yang mempersatukan pengikutnya dapat mengaburkan dan sekaligus menegaskan batas-batas perbedaan politis dan teritorial. Dalam masalah ini kasus Islam adalah yang paling menarik, mengingat para pengikutnya terdapat di hampir semua negara Asia Tenggara dalam jumlah yang besar. Penelusuran kembali sumber-sumber lokal yang berhubungan dengan  kesultanan di Jawa menjadi penting dilakukan. Dengan penelusuran ini diharapkan akan diperoleh data dan fakta mengenai sejarah awal dan perkembangan Islam di Jawa. Data dan fakta tersebut kemudian diidentifikasi, dideskripsikan, diverifikasi, dan dihadirkan sebagai bukti sejarah yang dapat dipercaya. Dalam rangka penelusuran data dan fakta tersebut, ISMA mengadakan seminar Islam di Asia Tenggara, salah satunya adalah Islam di Jawa, yaitu datang, masuk dan berkembangnya.
METODE KRITIK MATAN HADIS MENURUT PANDANGAN MUHADDITSIN MUTAQADDIMIN Said Aqil Husen al-Munawar
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 2 No. 1 (2016)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v2i1.15177

Abstract

Persoalan kritik matan hadis sampai saat ini masih menjadi bahan perdebatan di kalangan para peneliti hadis. Sejumlah peneliti berpendapat bahwa kritik terhadap hadis yang selama ini ada, tidak menyentuh kepada matan, melainkan hanya kritik kepada sanad saja Metode ahli-ahli hadis dinilai lemah oleh kaum orientalis dan yang sependapat dengan mereka. Karena itu mereka menolak metode itu dan membuat metode sendiri yang kemudian dikenal dengan metode kritik matan hadis. Sementara kelompok kedua yang menilai bahwa metode kritik hadis yang selama ini ada yang mengandung beberapa kelemahan dan mereka pun menawarkan metode kritik hadis versi mereka. Metode itu adalah common link dan isnadcum-matn. Ada beberapa metode yang digunakan oleh ulama mutaqadimin yaitu metode membandingkan dua riwayat hadis, rukakh lafz al-Hadith dan Jauh Maknanya.
PEMIKIRAN TEOLOGI DALAM TAFSIR DEPARTEMEN AGAMA Masri Mansoer
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 2 No. 2 (2016)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v2i2.15178

Abstract

Islam yang datang ke Nusantara  adalah paham  teologi Asy`ariyah, kental dengan warna Sufisme (Tarikat) dan kurangnya pengaruh paham teologi rasional Teologi Asy`ariah semakin berkembang dan menjadi mapan di Indonesia ketika sejumlah ulama yang belajar di Timur Tengah, terutama di Makkah dan Madinah, kembali ke Indonesia sejak abad ke-17 dan 18. Mereka ini, yang secara sosial dan intelektual termasuk ke dalam jaringan ulama di Timur Tengah, yang mempelajari dan mengikuti aliran teologi Asyariah, yang selanjutnya mereka sebarkan melalui kitab-kitab yang mereka tulis.  Ulama-ulama besar abad ini seperti Hamzah Fansuri, Ar-Raniri, Abdul Rauf al-Singkili, Al-Maqasri dan Muhammad Nafis Al-Banjari dan Al-Palimbangi adalah pengikut dokrin kalam Asy’ariyah. Namun, hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah Penafsiran terhadap ayat-ayat kalam dalam Tafsir Depag memiliki kecenderungan agak dekat kepada corak pemikiran kalam rasional-Maturidiyah Samarkand. Sebaliknya sedikit sekali persamaannya dengan kalam tradisional (Asy’ariyah dan Maturidiyah Bukhara). Dalam membicarakan kemampuan akal dan fungsi wahyu, ada persamaannya dengan paham kalam Maturidiyah Bukhara, tetapi pendapat dalam Tafsir Depag lebih maju, dimana akal punya potensi mengetahui Tuhan, mengetahui Tuhan itu Esa, mengetahui baik dan buruk, mengetahui dasar adanya kebaikan dan keburukan serta mengetahui adanya kehidupan akhirat.  
KEBEBASAN MENGELUARKAN PENDAPAT DAN AJARAN ISLAM A M Romly
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 2 No. 2 (2016)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v2i2.15179

Abstract

Masalah kebebasan manusia sudah menjadi perbincangan para pemikir dan negarawan sejak dahulu. Kebebasan manusia yang paling ramai dibicarakan adalah kebebasan berpiir dan mengeluarkan pendapat. Sebab berpikir dan mengeluarkan buah pikiran merupakan ciri utama manusia. Namun kita sendiri tentu sadar, bahwa hidup di dunia ini tidak sendiri melainkan bersama orang-orang lain. Mereka pun tentu saja ingin hidup bebas dan nyaman, tanpa gangguan. Di sinilah kita menghadapi masalah terutama dalam mengeluarkan pendapat. Sebab bisa jadi pendapat yang kita sampailan mengganggu kebebasan orang lain yang ingin hidup tenang dan tenteram. Penggunaan kebebasan mengeluarkan pendapat dewasa ini telah semakin marak, termasuk di dalamnya ujaran kebencian. Dengan demkian potensi gangguan kebebasan mengeluarkan pendapat terhadap orang yang ingin hidup nyaman semakin besar karena didukung pesatnya kemajuan media masa dan media sosial. Di sini perlu kita memahami sejauhmana kebebasan mengeluarkan pendapat seharusnya kita terapkan dalam kehidupan.
MEMBACA DEMOKRASI DELIBERATIF JURGEN HABERMAS DALAM DINAMIKA POLITIK INDONESIA Mohammad Asy'ari Muthhar
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 2 No. 2 (2016)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v2i2.15180

Abstract

Democracy is a government based on popular sovereignty. This definition implies all matters relating to the welfare of the majority must be based on the will of the people in general and not based on the desire of a handful of people. The problems that occurred during precisely the parameters of democracy only stop the implementation of the general election. Almost never been discussed whether the policies made by the government already represents the wishes of the people or not. It seems that occurred during this time, in Indonesia, the policy made only prioritize the interests of a few people, or to order certain parties. This view departs from the reality of what happened, when the government issued a policy is often criticized on the people. This condition as a result of the lack of space for people to participate in policy formulation, there is no interaction or communication between people and state. In fact, the interaction in a democracy such as Indonesia is very important that the founding purpose of government reached. These interactions are by Jurgen Habermas termed deliberative democracy.
KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN MAHASISWA FAKULTAS USHULUDDIN UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA ANGKATAN 2016/2017 Dasrizal Dasrizal
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 2 No. 2 (2016)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v2i2.15181

Abstract

The purpose of this study is to know the proficiency level of Faculty of Ushuluddin students in reciting the Qur’an and to know. The quantitative method was chosen as a method of study by involving 150 students. The data was found by using questionnaire and test analyzed using descriptive statistics [percentage, mean and standard deviation] and inferential statistics [t-test] using SPSS version 21.0. In general, the study has discovered that the proficiency level of students is moderate with mean 77,39. The inferential statistics of the hypothesis shows that there is a significant difference in proficiency level in reciting the Qur’an between male and female student, and there is no significant difference of proficiency level in reciting the Qur’an between the graduate students of Islamic high school and graduate students of high school. At the end of the research, the researcher presenting evaluation of the whole research and suggestions to improve competence of students in reciting of the Qur’an.

Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 1 (2026) Vol. 11 No. 2 (2025) Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 11 No. 2 December 2025 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 11 No. 1 June 2025 Vol. 11 No. 1 (2025) Vol 10, No 2 (2024): USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 10 NO. 2 DECEMBER 2024 Vol 10, No 1 (2024): USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 10 NO. 1 JUNE 2024 Vol. 10 No. 2 (2024) Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 10 No. 2 December 2024 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 10 No. 1 June 2024 Vol. 10 No. 1 (2024) Vol. 9 No. 2 (2023) USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 9 NO. 2 DECEMBER 2023 USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 9 NO. 1 JUNE 2023 Vol. 9 No. 1 (2023) USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 8 NO. 2 DECEMBER 2022 Vol. 8 No. 2 (2022) Vol. 8 No. 1 (2022) USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 8 NO. 1 JUNE 2022 USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 7 NO. 2 DECEMBER 2021 Vol. 7 No. 2 (2021) USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 7 NO. 1 JUNE 2021 Vol. 7 No. 1 (2021) Vol. 6 No. 2 (2020) USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 6 NO. 2 DECEMBER 2020 USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 6 NO. 1 JUNE 2020 Vol. 6 No. 1 (2020) Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 5 No. 2 December 2019 Vol. 5 No. 2 (2019) Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 5 No. 1 June 2019 Vol. 5 No. 1 (2019) Vol. 4 No. 2 (2018) Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 4 No. 2 December 2018 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 4 No. 1 June 2018 Vol. 4 No. 1 (2018) Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 3 No. 2 December 2017 Vol. 3 No. 2 (2017) Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 3 No. 1 June 2017 Vol. 3 No. 1 (2017) Vol. 2 No. 2 (2016) Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 2 No. 2 December 2016 Vol. 2 No. 1 (2016) Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 2 No. 1 June 2016 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 1 No. 2 December 2015 Vol. 1 No. 2 (2015) Vol. 1 No. 1 (2015) Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 1 No. 1 June 2015 More Issue