cover
Contact Name
Yusuf Rahman
Contact Email
ushuluna@uinjkt.ac.id
Phone
+628128340778
Journal Mail Official
ushuluna@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Jl. Ir. H. Juanda No. 95 Tangerang Selatan
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin
ISSN : 24609692     EISSN : 2721754X     DOI : 10.15408
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin is a journal published by the Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta. The journal is published twice annually (June and December) and consists of articles on Qur’anic studies and interpretation, hadith and Prophetic tradition, religious studies, and mysticism.
Articles 311 Documents
Penggunaan dan Penyalahgunaan Hadis dalam Kehidupan (Pengamalan Hadis Daif dalam Ritual Keagamaan ) Said Agil Husin al-Munawar
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 3 No. 2 (2017)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v3i2.15194

Abstract

Dari uraian singkat, dapat disimpulkan Ulumul Hadis merupakan cabang ilmu yang sangat luas pembahasannya, termasuk di dalamnya pembahasan sekitar pembagian Hadis. Penggunaan Hadis Shahih dan Hasan dalam kehidupan, baik sebagai sumber hukum, maupun ritual keagamaan, tidak dipermasalahkan oleh para Ulama, yang dipermasalahkan dan menjadi bahan perbedaan adalah penggunaan Hadis Dha‟if, bahkan Maudhu‟ (palsu) dalam kehidupan dan ritual keagamaan. Hadis Dha‟if tidak dapat dijadikan sebagai sumber hukum dan Fadha‟il Al-A‟mal menurut Jumhur „Ulama, boleh dipergunakan dalam beramal, baik dalam persoalan hukum maupun Fadha‟il Al-A‟mal menurut Imam Ahmad, Abu Daud. Ada yang membolehkan dipergunakan dalam persoalan Fadha‟il Al-A‟mal dan Al-Mawa‟izh dengan beberapa persyaratan. Pendapat dan pernyataan Imam Ahmad, Hadis Dha‟if didahulukan atau lebih baik dari ra‟yu dan qiyas harus didudukkan pada posisi pemahaman yang benar dan dimaknai menggunakan Hadis Dha‟if yang sanadnya Hasan dan yang mendekati, didasarkan pada pendapat kalangan yang mengamalkan Hadis yang sanadnya Hasan, atau lebih baik dijadikan sebagai acuan (mengingat di dalamnya masih ada unsur wahyu).Tulisan ini akan mengajak para pembaca untuk memahami penggunaan hadis dalam ritual keagamaan. Dan lebih lanjut akan diuraikan kesalahan penggunaan hadis-hadis tersebut.
Kualitas Kitab Al-Shahihain Abdul Hakim Wahid
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 3 No. 2 (2017)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v3i2.15195

Abstract

Artikel ini menjelaskan tentang dampak tadlis dalam sahih Bukhari dan Muslim terhadap kedudukan kedua Kitab tersebut sebagai asahhu al-kutub ba’da al-Qur’an. Kitab Sahihain merupakan dua kitab induk dalam hadis yang paling autentik karena syarat dan selektifitas imam Bukhari dan imam Muslim dalam mengumpulkan hadis yang terdapat di dalamnya. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah analisis deskriptif dengan menganalisa dan mendeskripsikan riwayatriwayat yang mengandung tadlis dan melihat implikasi riwayat tersebut terhadap kedudukan kitab sahihain. Meskipun ditemukannya sejumlah hadis yang bermasalah di dalam sahih Bukhari dan Muslim, ternyata persoalan ini tidak berdampak pada penurunan kedudukan dua kitab ini sebagai kitab hadis yang paling autentik.
Mantik (Logika) : Model Deradikalisasi Ala Pesantren Beta Firmansyah
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 3 No. 2 (2017)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v3i2.15196

Abstract

Artikel ini menjelaskan tentang mantik sebagai model deradikalisasi di Pesantren. Fakta menunjukan Pesantren seolah menjadi sarang dari pelaku-pelaku radikal dan teroris. Upaya banyak dilakukan baik oleh pemerintah maupun oleh pihak pesantren, mulai dari membenahi sistem pembelajaran, membuat standarisasi bahan ajar di pesantren dan lain sebagainya. Akan tetapi menurut penulis, upaya itu hanya di aspek ekternal diri santri, padahal yang sangat berpengaruh adalah aspek inheren dalam diri santri yaitu ideologi yang lahir dari cara berpikir. Tesis peneliti radikalisme lahir dari cara berpikir yang salah. Maka dari itu, peneliti mengajukan mantik/logika sebagai model deradikalisasi di Pesantren. Akan tetapi, mantik tidak diterima oleh semua pihak, dalam artikel ini penulispun menjawab terkait hal tersebut. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah deskriptif-analitik. Hasil yang diperoleh adalah (1) logika diafirmasi oleh Alquran dan (2) dengan cara berpikir logis-kritis santi tidak gampang menyesatkan, mengkafirkan sampai tingkat terorisme, akan tetapi dengan logika akan meluluskan alumni pesantren yang moderat dan toleran.
A History Of Concept Sunnah (Rekonstruksi Pemahaman Sunnah di Tinjau dari Segi Sejarah) Rino Ardiansyah
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 3 No. 2 (2017)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v3i2.15197

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menguraikan pandangan sunnah yang berasal dari tradisi masyarakat Pra-Islam sampai kepada pasca-Imam asy-Syâfî‟i. Peralihan perkembangan definisi sunnah yang terjadi pasca kemunculan Islam, terjadi kare3na perubahan contoh serta pelembagaan yang ditiru masyarakat Arab pasca-Islam. Meskipun terjadi peralihan contoh dari fase sebelumnya, akan tetapi ada beberapa tradisi masyarakat Arab pra-Islam yang tetap di adopsi dan contoh oleh Nabi Saw. Sunnah kemudian bertranformasi menjadi ijtihad para sahabat. Fase ini yang kemudian menyebabkan sunnah menjadi rujukan kreatif pada masa setelahnya. “sunnah yang hidup" kemudian muncul sebagai slogan yang di promosikan oleh pemikiran para Imam madzhab awal. Mereka merujuk kepada tradisi yang di verifikasi secara turun menurun dari masa sahabat. Kelemahannya, mereka mengabaikan hadis Ahad yang kemudian di kritisi langsung oleh Imam asy-Syâfî‟i. Menurut pemikiran Syâfî‟I, sunnah yang hidup merupakan sunnah yang datangnya dari Nabi Saw. bukan sebuah hasil dari Ijtihad. Dalam tulisan ini, asy-Syâfî‟I juga menguraikan jawaban atas tuduhannya terhadap pengabaian hadis-hadis Ahad. Sehingga pada periode setelahnya sunnah tidak lagi diperdebatkan seperti yang telah terjadi pada masa sebelumnya.
Unsur Kemuliaan dalam Syariat Pengharaman; Reinterpretasi Kata “Haram” dalam Al-Qur’an Melalui Metode Isytiqaq Salman Al-Farisi
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 3 No. 2 (2017)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v3i2.15199

Abstract

Selama ini kata haram dimaknai sebagai sesuatu yang harus dihindari, dijauhi, dan dilarang yang bisa berdampak pada hukuman dosa. Pemahaman seperti ini melupakan suatu elemen penting dalam makna internal dari kata “haram” dengan memperhatikan asal kata dan derivasinya dalam alQur’an, yakni adanya unsur penghormatan dan kemuliaan. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini ialah pendekatan kebahasaan melalui metode isytiqaq. Hasil yang didapat dalam penelitian ini ialah elemen kemuliaan yang terlupakan tersebut merupakan faktor fundamental dimana aturan itu muncul sebagai bentuk penjagaan atas kemuliaan yang sudah ditetapkan oleh Allah selama ini, bukan hanya sebagai pengekang yang membatasi kebebasan manusia
Menyelisik Kepercayaan Masyarakat Sunda Wiwitan Badui Dalam di Kanekes Lebak Banten Ali Thaufan Dwi Saputra
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 3 No. 2 (2017)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v3i2.15200

Abstract

Sebagai sebuah aliran kepercayaan lokal, Sunda Wiwitan memiliki akar historis panjang. Penelitian ini memfokuskan pada pembahasan kepercayaan Sunda Wiwitan yang terdapat di Kanekes Banten. Dzat Maha Kuasa yang dipercayai sebagai tuhan dalah Sang Hyang Keresa. Dalam pandangan penganut Sunda Wiwitan, kepercayaan kepada Sang Hyang Keresa (Yang Maha Kuasa) akan memberikan kesejahteraan hidup. Mereka juga percaya bahwa nabi pertama adalah Adam. Selain mengangungkan Hyang Keresa, Sunda Wiwitan juga percaya bahwa pohon-pohon dana lam semesta ini dihuni dan dijaga oleh roh-roh ghaib.
Jalan Menuju yang Ilahi Mistisisme dalam Agama-Agama Zaenal Muttaqin
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v3i1.15223

Abstract

Tulisan ini hendak mengurai definisi dan karakteristik mistisisme sebagai jalan menuju keintiman dan kebersatuan dengan Yang Ilahi. Sebagai jalan menuju yang ilahi, mistisisme didefinisikan sebagai proses yang tak bisa dinalar (irrational) dan tak terjelaskan dalam narasi deskriptif. Karena itulah, pengetahuan mistisisme juga lebih bersifat intuitif, bukan diskursif. Sebab berbeda dengan pengetahuan diskursif yang didapat melalui proses penalaran ilmiah, pengetahuan mistisisme merupakan pengetahuan yang didapat melalui laku spiritual sehingga karenanya ia bersifat personal dan partikular.Selain itu, sebagai jalan menuju keintiman dengan yang ilahi, artikel ini memotret bagaimana refleksi mistisisme berlangsung dalam tiga agama semitik, Yahudi, Kristen, dan Islam.
NUANSA SUFISTIK TAFSĪR FIRDAUS AL-NA‘ĪM KARYA KH TAIFUR ALIWAFA Ismegawati Ismegawati
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 4 No. 1 (2018)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v1i1.15285

Abstract

This paper discusses the Sufistic nuances of Tafsīr Firdaus al-Na’īm by KH. Taifur Aliwafa. Using the descriptive-analytic method, this literature study answers the question how the author of this tafsir book interprets verses relating to aspects of Sufism, with the case of love verses. This study found that the author of this tafsir in interpreting the verses was influenced by his educational background, where he was trained in the Naqsyabandiyah Ṭarīqa tradition from his position as a student to his position as a murshid.
METODE KRITIK SANAD DAN MATAN Rizkiyatul Imtyas
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 4 No. 1 (2018)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v1i1.15286

Abstract

This paper discusses the method of criticism of Sanad and Matan. In the Hadith studies,  both aspects are equally important. Sanad is a series of narrators who convey the hadith, while matan is the content / message of the hadith itself. To find out the quality of a hadith we must find out the quality of its transmitters and content. Therefore, this paper is important because it discusses the method of criticism of Sanad and Matan. The source of this paper comes from books/books, and journals that are relevant to the theme of the writing.
AL-ḤAWĀLAH DALAM KAJIAN TAFSIR DAN HADIS Achmad Baiquni
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 4 No. 1 (2018)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v1i1.15287

Abstract

This paper discusses about al-Ḥawālah, namely the transfer of debt. This study has a very important purpose for the continuation of human interaction in daily life, it is very important for academics to learn about al-Ḥawālah studies in the Qur’an and Hadith, so that it can be used as a source of legal assistance for Muslims. The author can consider al-Ḥawālah, namely the transfer of debt from the debtor (al-mudīn) to others who are burdened with others with a kafālah that can only collect dependents in the hands of the guarantor (kāfil) without being moved, while the debt is still in the responsibility of al-mudīn.

Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 1 (2026) Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 11 No. 2 December 2025 Vol. 11 No. 2 (2025) Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 11 No. 1 June 2025 Vol. 11 No. 1 (2025) Vol 10, No 2 (2024): USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 10 NO. 2 DECEMBER 2024 Vol 10, No 1 (2024): USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 10 NO. 1 JUNE 2024 Vol. 10 No. 2 (2024) Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 10 No. 2 December 2024 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 10 No. 1 June 2024 Vol. 10 No. 1 (2024) USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 9 NO. 2 DECEMBER 2023 Vol. 9 No. 2 (2023) USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 9 NO. 1 JUNE 2023 Vol. 9 No. 1 (2023) USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 8 NO. 2 DECEMBER 2022 Vol. 8 No. 2 (2022) Vol. 8 No. 1 (2022) USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 8 NO. 1 JUNE 2022 Vol. 7 No. 2 (2021) USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 7 NO. 2 DECEMBER 2021 USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 7 NO. 1 JUNE 2021 Vol. 7 No. 1 (2021) Vol. 6 No. 2 (2020) USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 6 NO. 2 DECEMBER 2020 USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 6 NO. 1 JUNE 2020 Vol. 6 No. 1 (2020) Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 5 No. 2 December 2019 Vol. 5 No. 2 (2019) Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 5 No. 1 June 2019 Vol. 5 No. 1 (2019) Vol. 4 No. 2 (2018) Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 4 No. 2 December 2018 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 4 No. 1 June 2018 Vol. 4 No. 1 (2018) Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 3 No. 2 December 2017 Vol. 3 No. 2 (2017) Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 3 No. 1 June 2017 Vol. 3 No. 1 (2017) Vol. 2 No. 2 (2016) Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 2 No. 2 December 2016 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 2 No. 1 June 2016 Vol. 2 No. 1 (2016) Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 1 No. 2 December 2015 Vol. 1 No. 2 (2015) Vol. 1 No. 1 (2015) Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 1 No. 1 June 2015 More Issue