cover
Contact Name
Yusuf Rahman
Contact Email
ushuluna@uinjkt.ac.id
Phone
+628128340778
Journal Mail Official
ushuluna@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Jl. Ir. H. Juanda No. 95 Tangerang Selatan
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin
ISSN : 24609692     EISSN : 2721754X     DOI : 10.15408
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin is a journal published by the Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta. The journal is published twice annually (June and December) and consists of articles on Qur’anic studies and interpretation, hadith and Prophetic tradition, religious studies, and mysticism.
Articles 221 Documents
MANUSIA MULTIDIMENSI PERSPEKTIF MURTADHA MUTHAHHARI Syamsuri Syamsuri
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 2 No. 1 June 2016
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.336 KB) | DOI: 10.15408/ushuluna.v2i1.15171

Abstract

Manusia merupakan objek kajian yang menarik dan tidak pernah selesai. Meskipun kajian-kajian manusia sudah menghasilkan berbagai disiplin ilmu, namun manusia tetap menjadi misteri yang belum terpecahkan. Dengan modal badan dan ruh, jasmani dan rohani tersebut, kata Murtadha Muthahhari, manusia memiliki dua segi;  segi positif seperti diangkat sebagai khalifah Allah, memiliki daya intelegensi (kecerdasan yang tinggi), memiliki kecenderungan untuk selaslu dekat dengan Tuhan, memiliki kebebasan atau kemerdekaan, memiliki kesadaran moral dan lain-lain; dan segi negatif sifat zalim, bodoh, mengingkari nikmat, melampaui batas, keluh kesah, tergesa-gesa, kikir dan sebagainya.  Kedua segi tersebut pada perkembangannya kelak akan mempengaruhi kualitas manusia, apakah menjadi orang yang baik atau sebaliknya menjadi orang yang jahat, tergantung segi mana yang mempengaruhi manusia.
Pencegahan Paham Radikalisme Agama Melalui Pendekatan Keagamaan Yang Moderat A M Romly
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 1 No. 1 June 2015
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.262 KB) | DOI: 10.15408/ushuluna.v1i1.15151

Abstract

Radikalisma merupakan gejala kemasyarakatan yang senantiasa muncul dalam kehidupan kita. Manifestasi radikalisme sering berbentuk kekerasan, karena radikalisme mengandung sifat-sifat ketidaksabaran dan pemaksaan. Motivasi radikalisme pun tidak tunggal, bisa politik dan bisa keagamaan, bahkan bisa sekaligus politik dan keagamaan. Radikalisme dan kekerasan yang menyertainya muncul bukan hanya dalam satu agama, karena semua agama mempunyai potensi. Dalam sejarah kita menyaksikan bahwa radikalisme dan kekerasan bisa munsul dan terjadi di semua agama. Situasi seperti ini hendaknya disadari oleh semua lapisan masyarakat. Karena tanggungjawab untuk mencegah muncul dan terjadinya radikalisme dan kekerasan merupakan tanggungjawab semua orang. Karena itu semua lapisan masyarakat harus berupaya melakukan langkah-langkah yang tepat untuk mencegahnya, agar kehidupan masyarakat senantiasa rukun dan damai.
PEMIKIRAN JOHN BURTON ATAS NASKH DALAM AL-QURAN DAN HADIS Muhammad Asywar Saleh
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 5 No. 2 December 2019
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.109 KB) | DOI: 10.15408/ushuluna.v1i2.15300

Abstract

This paper informs the thoughts of a Western scholar, John Burton, related to his commentary on the naskh theory addressed to the Quran and Hadith or in other terms Tradition, borrowed the term Burton. In his book, al-Suyuthi quotes the words of the scholars that no one can interpret the Quran except after he knows the science of nāskh. Therefore, the concept of naskh is important to be studied further through the new perspective of scholars both Muslim and Non-Muslim. John Burton was selected to be studied because he was among the earliest Western scholar who shows great concern for the discussed matter in the field of the Quran and Hadith studies. From this writing, it was found, that in Burton’s view, the removal of the verse and its rules were ideas made by Muslim fuqaha who tried to base their legal decisions on the Quran even though the text of the Quran had no reference to that decision.
Kualitas Kitab Al-Shahihain Abdul Hakim Wahid
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 3 No. 2 December 2017
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.147 KB) | DOI: 10.15408/ushuluna.v3i2.15195

Abstract

Artikel ini menjelaskan tentang dampak tadlis dalam sahih Bukhari dan Muslim terhadap kedudukan kedua Kitab tersebut sebagai asahhu al-kutub ba’da al-Qur’an. Kitab Sahihain merupakan dua kitab induk dalam hadis yang paling autentik karena syarat dan selektifitas imam Bukhari dan imam Muslim dalam mengumpulkan hadis yang terdapat di dalamnya. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah analisis deskriptif dengan menganalisa dan mendeskripsikan riwayatriwayat yang mengandung tadlis dan melihat implikasi riwayat tersebut terhadap kedudukan kitab sahihain. Meskipun ditemukannya sejumlah hadis yang bermasalah di dalam sahih Bukhari dan Muslim, ternyata persoalan ini tidak berdampak pada penurunan kedudukan dua kitab ini sebagai kitab hadis yang paling autentik.
APLIKATISI MODERASI DALAM INTERAKSI MUSLIM DAN NON-MUSLIM PERSPEKTIF TAFSIR NABAWI Muhammad Alan Juhri
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 4 No. 2 December 2018
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.315 KB) | DOI: 10.15408/ushuluna.v1i2.15295

Abstract

The phenomenon of hostility, blaming each other, and justifying their own groups is alarming and threatens existing social integration. Religion actually condemns the attitude of vigilante, believing groups and their religion is right, and other religions are false religions. Islam itself has rules in the Qur'an and Sunnah. The Prophet Muhammad always campaigned for rahmatal lil alamin Islam, where the sentence has the function of Islam as a religion of protection, peace, prosperity, and without discrimination. This has been practiced by the Prophet according to Surah al-Mumtahanah verses 8-9, Allah did not forbid the Prophet to do good and do justice to non-Muslims who did not hostile him. Furthermore, using descriptive-analytical methods, in this paper the author analyzes the traditions of the Prophet that explain the verses of the Qur’an regarding Muslim and non-Muslim relations, so that later it can become one of the efforts in realizing tolerance between people religious.
Memahami Objektivitas Dalam Penilaian Moral Fakhruddin Fakhruddin
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 3 No. 1 June 2017
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.847 KB) | DOI: 10.15408/ushuluna.v3i1.15186

Abstract

Can moral judgment be objective'' Unlike scientific judgment, moral judgment is often considered simply subjective. This article is an attempt to argue against this contention. The article is divided into three parts, First, as a background for the problem, it will be shown how the scientistic view of reality and its limited view of objectivity has given rise to the problem of objectivity in moral judgment. Second, to see the similarities and differences between the concept of objectivity in scientific judgment and in moral judgment, the two will be compared. Third, to bolster the argument for supporting the idea of objectivity in moral judgment, some criteria for the objectivity of moral judgment will be provided.
HAK DAN AKTIVITAS POLITIK WANITA PERSPEKTIF ABŪ AL-A‘LĀ AL-MAUDŪDĪ Putri Adelia
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 5 No. 2 December 2019
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.12 KB) | DOI: 10.15408/ushuluna.v1i2.15342

Abstract

There is an assumption that develops in society that according to religion women have no place in social life and women's role is limited only in the domestic sphere. The implication is that women are not allowed to take roles in the public sphere, such as being educated as equals to men, working outside the home, even taking part in political territory. One of the modern-day Muslim scholars who interpreted the verse as a limitation on women leaving the house was Abū al-A‘lā al-Maudūdī. The author is interested in further examining his interpretation because it is classified into modern commentators but some interpretations related to women seem to be gender biased. This paper will discuss al-Maudūdī's interpretation of the QS. Al-Aḥzāb: 33 this verse is said to be the initial foothold regarding perceptions of restrictions on the movement of women in the public sphere resulting from an understanding of the results of the interpretation of orders for women to always remain at home. Then examine how this interpretation affects women's political activities.
Pendidikan Tasawuf Dalam Perspektif Abdullah bin Nuh Zaenal Abidin
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 2 No. 1 June 2016
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.536 KB) | DOI: 10.15408/ushuluna.v2i1.15172

Abstract

Islam sebagai agama RAHMATAN LIL ‘ȂLAMȊN, lebih mengutamakan kepada cinta dan kasih sayang sesama umat dalam segala aspek, baik aspek religius maupun aspek sosial, dalam aspek religius yang diterjemahkan hablumminallȃh dan aspek sosial dalam arti hablumminannȃs, bagaimana komunikasi kepada Allah dan komunikasi kepada manusia.Kedua aspek tersebut harus berjalan seimbang dengan tujuan keselamatan manusia di dunia dan di akhirat. Manusia sekarang ini lebih cenderung kepada aspek sosial dalam rangka membangun kekuatan dan kemajuan, dengan kata lain “siapa yang kuat dan maju, dia yang menang dan menguasai”, tapi lupa akan tugas pokoknya yaitu sebagai khalifah bagaimana ia bisa mensejahterakan umat manusia dalam kehidupan dan sebagai (‘abdi), bagaimana ia bisa patuh dan tunduk kepada norma-norma agama yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Tuhan tidak menciptakan manusia melainkan untuk beribadah. Kehidupan dunia dan akhirat adalah ibarat dua mata uang yang tidak dapat terpisahkan.Manusia diperintahkan untuk mencari dan mengejar dunia dengan sebanyakbanyaknya, tapi jangan lupa juga kehidupan akhirat, demikian sebaliknya.Namun manusia lebih cenderung kepada kehidupan dunia, sehingga melupakan kehidupan akhirat. Abdullah bin Nuh berusaha melalui pendidikan dan pemikiran yang dikembangkan mendorong manusia menyeimbangkan kehidupan dunia dan akhirat yaitu melalui pendidikan tasawuf yang beliau ajarkan kepada keluarga dan masyarakat dengan meneladani Rasulullah, para sahabat, orang-orang shaleh dan para ulama, terutama Imam Syafi’i dan Ghazali sebagai rujukannya. Pendidikan tasawuf dan psikologi Islam sufistik sebagai alternatif dalam proses  preventif dan kuratif terhadap umat manusia dalam mengatasi masalah-masalah sekarang ini. Abdullah bin Nuh menjadikan pendidikan tasawuf sebagai sebuah metode terhadap penyembuhan dan penyelamatan manusia yaitu melalui dzikir, ibadah dan uswah hasanah yang berpedoman kepada Al-Qur`an dan Sunnah
APLIKASI TEORI DOUBLE MOVEMENT FAZLU RAHMAN TERHADAP HUKUM MEMILIH PEMIMPIN NON-MUSLIM Beta Firmansyah
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 5 No. 1 June 2019
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.895 KB) | DOI: 10.15408/ushuluna.v1i1.15332

Abstract

This article explain about the law choose non-Muslim leader. This article support hipotesa that choose the leader of the non-Muslim legal is may. This article background the back of the events that makes the al-Mā’idah: 51 as the basis of should not choose non-Muslim leader. Most of the mufassir using a view of a conservative in draw the conclusion the law of this verse, and they don’t look the context of when the law is relegated. Therefore, the authors filed theory Fazlu Rahman’s double movement to interpret the law choose non-Muslim leader. The conclusions of the author is choose the leader of the non-Muslim it may be with the condition of certain.
TAFSÎR AL-IBRÎZ LIMA’RIFATI TAFSÎR AL-QUR’ÂN KARYA K.H. BISRI MUSTHAFA Rizkiyatul Imtyas
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 1 No. 2 December 2015
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1253.679 KB) | DOI: 10.15408/ushuluna.v1i2.15162

Abstract

Tulisan ini akan membahas tentang Tafsir al-Ibriz karya KH. Bisri Musthafa. Sumber tulisan ini berasal dari beberapa buku, jurnal, dan referensi lainnya yang berkaitan dengan tema tulisan. Sebelum disebarluaskan kepada khalayak ramai, karya tafsir ini terlebih dahulu di koreksi secara mendalam oleh beberapa ulama terkenal, seperti; al-‘Allamah al-Hâfidz KH. Arwani Amin, al-Mukarram KH. Abu ‘Umar, al-Mukarram al-Hâfidz KH. Hisyam, dan al-Âdib al-Hâfidz KH. Sya’roni Ahmadi. Yang mana semuanya adalah ulama kenamaan asal Kudus Jawa Tengah. Dengan demikian kandungannya dapat dipertanggunggjawabkan baik secara moral maupun ilmiah.

Page 5 of 23 | Total Record : 221


Filter by Year

2015 2025