cover
Contact Name
Yusuf Rahman
Contact Email
ushuluna@uinjkt.ac.id
Phone
+628128340778
Journal Mail Official
ushuluna@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Jl. Ir. H. Juanda No. 95 Tangerang Selatan
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin
ISSN : 24609692     EISSN : 2721754X     DOI : 10.15408
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin is a journal published by the Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta. The journal is published twice annually (June and December) and consists of articles on Qur’anic studies and interpretation, hadith and Prophetic tradition, religious studies, and mysticism.
Articles 311 Documents
Penerangan Eksistensi Debus sebagai Bentuk Autentisitas Budaya Banten: Suatu Pendekatan Hermeneutika Muhamad Tamamul Iman; Kessya Amanda Fitria
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v10i1.43255

Abstract

This research aims to analyze the practice of debus in the Banten tradition using a hermeneutic approach. Existence illumination of debus in Karl Jaspers existential philosophical means to find relation between debus existence, debus players existence and their relation with Transcendental. Debus is a traditional martial art that has been passed down through generations in the Banten community. This tradition involves various mystical, ritualistic, and spiritual elements, making it intriguing to investigate through a hermeneutic perspective. The hermeneutic approach is employed to uncover the hidden meanings behind the debus practice. The study combines analyses of ancient texts, historical records, interviews with debus practitioners, and direct observations of debus performances to understand the cultural context, philosophy, and symbolism associated with the practice. The findings of this research are expected to provide a deeper understanding of the debus practice as part of Banten's cultural heritage and how this tradition remains relevant in modern society. Additionally, this research is also anticipated to offer fresh insights into the significance and meaning of the spiritual and mystical aspects inherent in the debus practice. With the hermeneutic approach, this research aims to unravel interpretative layers and comprehend how the debus practice in the Banten tradition serves as a valuable means of cultural expression and local identity. The outcomes of this research can contribute to strengthening cultural sustainability and preserving the debus practice for future generations.
Agama, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan: Formulasi Integrasi Keilmuan Berbasis Teologi Kebudayaan Paul Tillich Nuh, Moh
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 11 No. 2 December 2025
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v11i2.50205

Abstract

Integrasi agama dan ilmu pengetahuan merupakan isu penting dalam pengembangan paradigma keilmuan yang holistik, namun sering dipahami secara dikotomis sehingga memicu fragmentasi epistemologis dan melemahkan orientasi makna ilmiah. Penelitian ini bertujuan merumuskan model integrasi berbasis teologi kebudayaan Paul Tillich dengan menempatkan agama sebagai dimensi kedalaman yang menjiwai aktivitas kebudayaan. Menggunakan studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif-filosofis, penelitian ini menelaah konsep ultimate concern serta relasi agama dan kebudayaan untuk mengungkap landasan ontologis hubungan agama dan ilmu. Hasilnya menunjukkan bahwa agama merupakan sumber makna bagi ekspresi kultural, sehingga integrasi dipahami sebagai relasi mendasar antara sumber makna dan rasionalitas manusia.
Reinterpretasi Pemikiran Murtadha Muthahhari tentang Relasi Gender dalam Keluarga Fardiana Fikria Qur'any; Mochammad Abu Dzar Al Ghiffari
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v12i1.46978

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pemikiran Murtadha Muthahhari mengenai relasi gender dalam keluarga. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan yang merujuk pada karya-karya utama kedua tokoh serta literatur relevan lainnya. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini ialah, pendekatan hermeneutika dengan teori dari Paul Ricoeur melalui tahapan dekontekstualisasi guna mengungkap struktur makna normatif dan spiritual dalam teks. Temuan penelitian menunjukkan bahwa relasi gender dalam keluarga dipahami bukan sebagai relasi hierarkis, melainkan sebagai keserasian ontologis yang berakar pada dimensi ruhani manusia. Selain itu, perbedaan hukum yang terjadi pada laki-laki perempuan sebagai bentuk menjaga keseimbangan peran dalam keluarga.
Pengaruh Perubahan Nama Studi Agama-Agama terhadap Tema dan Metode Skripsi Mahasiswa Prodi Studi Agama-Agama UIN Jakarta Wasil Wasil
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v12i1.50388

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh perubahan nomenklatur Program Studi Perbandingan Agama menjadi Studi Agama-Agama terhadap pemilihan tema dan metodologi skripsi mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Perubahan nama program studi pada tahun 2016 berimplikasi pada paradigma kajian studi agama, yang tercermin dalam penyesuaian kurikulum dan orientasi keilmuan. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi. Data penelitian bersumber dari skripsi mahasiswa Prodi Studi Agama-Agama UIN SyarifHidayatullah Jakarta pada rentang tahun 2013-2021. Hasil penelitian menunjukkan perubahan nomenklatur program studi berpengaruh signifikan terhadap pemilihan tema dan metodologi skripsi mahasiswa. Pada periode sebelum perubahan nama, skripsi mahasiswa Perbandingan Agama cenderung didominasi oleh tema-tema teologis dengan metode penelitian yang kurang terartikulasi secara eksplisit. Sebaliknya, setelah perubahan menjadi Studi Agama-Agama, tema skripsi mahasiswa menjadi lebih variatif dan kontekstual, terutama dalam mengkaji relasi agama dengan isu-isu kontemporer. Selain itu, pendekatan yang digunakan bersifat polimetodis, yakni satu objek kajian dianalisis melalui berbagai pendekatan sekaligus.
Al-Fārābī dan Ibn Sīnā tentang Hakikat Seni Wawan Kurniawan
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v12i1.50399

Abstract

Kajian kesarjanaan tentang sejarah seni Islam di satu sisi dan tentang al-Fārābī dan Ibn Sīnā di sisi lain telah sejauh ini telah cukup berkembang sejak beberapa dekade ini. Berbagai aspek dari filsafat mereka, mulai dari logika sampai filsafat politik, telah mendapat perhatian yang besar. Namun demikian, kajian tentang sejarah filsafat seni Islam pada umumnya dan tentang filsafat seni menurut  al-Fārābī dan Ibn Sīnā khususnya, masih mendapat sedikit perhatian. Tujuan artikel ini adalah menganalisis pengertian umum yang al-Fārābi dan Ibn Sīnā nyatakan terkait hakikat seni. Pertanyaan yang coba saya jawab adalah: menurut al-Fārābi dan Ibn Sīnā, apa perbedaan antara seni dan non-seni? Apa yang membuat suatu aktivitas adalah aktivitas kesenian dan hasilnya adalah hasil kesenian? Aspek apa yang cukup menonjol dalam konsepsi mereka: aspek subjektif, ataukah aspek objektif, atau keduanya? Sebagai tesis, saya berpendapat bahwa mereka memandang seni terutama dalam dimensi subjek, khususnya habitus yang merupakan perpaduan psikis antara penguasaan teoretis dan pembiasaan praktik yang relevan.
Makna Huruf Jar Lam Dalam Al-Qur'an M Suryadinata
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 1 No. 1 (2015)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v1i1.15140

Abstract

Tulisan ini mewacanakan tentang aneka makna dari huruf jar lam dalam ayat-ayat al-Qur'an. Urgensi mempelajari aspek penambahan makna dari huruf jar khususnya lam antara lain; dapat mengatakan makna suatu kata dalam al-Qur'an secara tepat menurut konteksnya, dapat mengetahui makna dari ayat al-Qur'an secara holistik, dan dapat mengetahui salah satu aspek kemukjizatan al-Qur'an lantaran keunggulan dan keindahan susunan bahasa kalimatnya. Menurut Jamal al-Din Ibn Hisyam dalam Mugni Labib menyatakan bahwa, makna pokok dari huruf jar lam seluruhnya ada 21, antara lain: istihqaq (berhak), ihtisah (syibh milk), al-milk, tamlik (kepemilikan), syibh tamlik, taukid al-nafyi, bermakna ila, bermakna 'ala (isti'la haqiqi), bermakna fi, bermakna 'inda, ta'lil, bermakna ba'da, bermakna ma'a, bermakna min, taballug (menyampaikan), bermakna 'an, sairurah (menjadi sebaliknya), ta'ajjub tanpa qasam, ta'ajjub yang disertai qasam, ta'diyah, dan taukid (huruf ziyadah). Dengan demikian, setiap kata yang didahului huruf jar lam tersebut memiliki makna tambahan dan titik tekan yang berbeda yang dapat menjelaskan atau mengungkap makna pokok dari ide gagasan sebuah kalimat lantaran dibubuhi huruf jar lam tersebut. Sehingga, huruf jar lam yang disisipkan merupakan sudah pilihan yang pas sesuai dengan konteks ayat tersebut.
Kebanggaan Berbahasa (Linguistic Pride) Pada Masyarakat Banun Binaningrum
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 1 No. 1 (2015)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v1i1.15144

Abstract

Linguistic pride is condition where someone or a group of society fell comfort in using a language that they choose and use to communicate with other in their groups. Discussing of linguistic pride, has close relation to the attitude of language. There are 3 positive characteristics of language attitude: Lingusitic pride, the awareness of language norm, and language loyalty. These three positive characteristics are crucial factors for the success in the efforts of language preservation in facing any external pressures to the society as the owner of language who actually has more dominant influence may describe their linguistic pride of the language. language attitude refers to any kind of behaviour to the language and how the language is behaved by the society. includes the attitude in planning and preserving the language. Language contact which includes in it; the switching code and mixing code may influence the linguistic pride of the society. When someone mostly use both of switching and mixing code in his/her communication, it may describe his/her to the language the used. Language dominance is another thing that may influence the linguistic pride. In multilingual society, the language dominance may occur when each group do not respect each other and do not preserve their language. Tp avoid the dominance of language especially in multilingual society, it is important to put and use the language of each group in proper situation and place in accordance with the agreement among each groups in the society. Language dominance has close relation to the linguistic power and linguistic force. And both of them can measured by some indicators, i.e: Demography. Spreadness, Economy, Ideology, and Culture, the factors of language attitude, Language contact, and Language dominance are the crucial factors that can describe the linguistic pride may also influence to the genociidng of language. All of those, of course is determined by the users of the language itself and their efforts to preserve their language. 
Mengenal Tafsir Rasulullah Hamdani Anwar
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 1 No. 1 (2015)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v1i1.15146

Abstract

Penafsiran al-Qur'an pada dasarnya sudah ada sejak masa Rasulullah bahkan beliau adalah penafsir al-Qur'an pertama. Rasulullah seringkali didatangi sahabat yang tidak memahami kandungan wahyu yang global ataupun rinci kemudian Rasulullah menjelaskan kandunganya kepada mereka. Namun demikian, tafsir ini mempunyai krakteristik yang sangat unik karena penafsiranya termasuk bagian dari hadis Nabi, Tafsir Rasulullah saw sebagian besar merupakan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan para Sahabat atau yang lain kepadanya, Tafsir Rasulullah saw jarang ditujukan untuk penetapan hukum, karena ketika itu semua hukum telah dapat dipahami dari kandungan ayat atau penjelasan Rasulullah sendiri serta tingkat validitasnya sangat kuat dibandungkan tafsir produk intelektual yang hidup setelah wafatnya Rasulullah Saw.
Pendekatan Ilmu-Ilmu Sosial Dalam Studi Perbandingan Agama M Ridwan Lubis
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 1 No. 1 (2015)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v1i1.15148

Abstract

Studi Perbandingan Agama adalah berbicara tentang berbagai fenomena dalam, hubungan antar umat beragama sebagai fenomena dalam kehidupan umat beragama. Oleh karena itu, studi Perbandingan Agama tidak bisa dilepaskan keterkaitannya dengan pola hubungan yang terjadi di antara umat beragama baik dari mereka yang satu agama maupun berbeda agama. Pluralitas sosial adalah merupakan kenyataan dalam kehidupan beragama di Indonesia. Agama-agama di nusantara setuju atau tidak, telah mengalami proses adaptasi, akomodasi, dan seleksi dengan tradisi masyarakat yang sudah berkembang sebelumnya. Oleh karena itu maka tidak bisa dielakkan terjadinya agama yang berbunga-bunga di Indonesia. Oleh karena itu mengharapkan adanya kesatan wajah agama tertentu di nusantara menjadi suatu hal yang sulit terwujudkan. Karena memang terjadinya kecepatan penyiaran agama di Indonesia tidak terlepas dari adanya peluang yang diberikan kepada calon penganut untuk melakukan tafsiran, penghayatan serta pengamalan ajaran agama mengikuti tradisi yang sudah terbangun sebelumnya. Interaksi diantara umat beragama melahirkan dua kemungkinan yaitu integrasi dan konflik. Analisa tentang hal ini tidak bisa hanya didekati melalui hukum dan etika agama. Akan tetapi juga melalui analisa sosiologis sehingga agama-agama dapat memberikan sumbangan bagi penguatan kerukunan bangsa. Selama ini, pemerintah maupun masyarakat terkesan ada kelupaan memberdayakan lulusan Perbandingan Agama untuk menjadi tenaga pendorong, penggagas maupun penggerak program kerukunan antar umat beragama di Indonesia. Oleh karena itu, sudah saatnya apabila pemerintah memberikan perhatian bagi pengembangan studi Perbandingan Agama serta pemanfaatannya bagi penguatan integrasi bangsa guna memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia
Perayaan Tahun Baru Imlek Dalam Masyarakat Tionghoa Di Indonesia M Ikhsan Tanggok
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 1 No. 1 (2015)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v1i1.15150

Abstract

Hari raya Imlek adalah hari raya orang Tionghoa. Hari raya ini berdasarkan perhitungan lunar (bulan). Pada masa Orde Baru berkuasa, hari raya Imlek ini dilarang oleh pemerintah untuk dirayakan oleh orang-orang Indonesia peranakan Tionghoa, karena pemerintah merasa khawatir dapat mengganggu program assimilasi yang dicanagkan oleh pemerintah Orde Baru. Tulisan ini berusaha menjelaskan hari raya Imlek orang Tionghoa dan apa saja yang dilakukan orang Tionghoa dalam merayakan hari raya tersebut. Dalam tulisan ini juga menjelaskan tentang apakah hari raya Imlek itu sebagai hari raya agama atau bukan. Agama Khonghucu mengaggap hari raya Imlek sebagai hari raya umat Khonghucu, sedangkan umat lain juga merayakannya dan menganggap hari raya Imlek tidak ada kaitan dengan agama

Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 1 (2026) Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 11 No. 2 December 2025 Vol. 11 No. 2 (2025) Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 11 No. 1 June 2025 Vol. 11 No. 1 (2025) Vol 10, No 2 (2024): USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 10 NO. 2 DECEMBER 2024 Vol 10, No 1 (2024): USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 10 NO. 1 JUNE 2024 Vol. 10 No. 2 (2024) Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 10 No. 2 December 2024 Vol. 10 No. 1 (2024) Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 10 No. 1 June 2024 USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 9 NO. 2 DECEMBER 2023 Vol. 9 No. 2 (2023) USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 9 NO. 1 JUNE 2023 Vol. 9 No. 1 (2023) Vol. 8 No. 2 (2022) USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 8 NO. 2 DECEMBER 2022 Vol. 8 No. 1 (2022) USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 8 NO. 1 JUNE 2022 USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 7 NO. 2 DECEMBER 2021 Vol. 7 No. 2 (2021) USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 7 NO. 1 JUNE 2021 Vol. 7 No. 1 (2021) Vol. 6 No. 2 (2020) USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 6 NO. 2 DECEMBER 2020 USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 6 NO. 1 JUNE 2020 Vol. 6 No. 1 (2020) Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 5 No. 2 December 2019 Vol. 5 No. 2 (2019) Vol. 5 No. 1 (2019) Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 5 No. 1 June 2019 Vol. 4 No. 2 (2018) Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 4 No. 2 December 2018 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 4 No. 1 June 2018 Vol. 4 No. 1 (2018) Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 3 No. 2 December 2017 Vol. 3 No. 2 (2017) Vol. 3 No. 1 (2017) Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 3 No. 1 June 2017 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 2 No. 2 December 2016 Vol. 2 No. 2 (2016) Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 2 No. 1 June 2016 Vol. 2 No. 1 (2016) Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 1 No. 2 December 2015 Vol. 1 No. 2 (2015) Vol. 1 No. 1 (2015) Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 1 No. 1 June 2015 More Issue