cover
Contact Name
Andriyansah
Contact Email
andri@ecampus.ut.ac.id
Phone
+6281317682939
Journal Mail Official
andri@ecampus.ut.ac.id
Editorial Address
Universitas Terbuka, Jl. Cabe Raya Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten 15418
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Diseminasi : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Published by Universitas Terbuka
ISSN : 26552175     EISSN : 26552221     DOI : 10.33830/diseminasiabdimas
Core Subject :
Diseminasi : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat registered with ISSN (Online): 2655-2221 and ISSN (Print): 2655-2175, is a media to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Diseminasi, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: Social Education Science Sports Languages Business and Economy Engineering and Vocational Arts others
Arjuna Subject : -
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2023)" : 17 Documents clear
UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI KERIPIK SAMBAL SIBOLGA MELALUI PROMOSI DAN EKSPOR DI TENGAH PANDEMI COVID-19 Suci Rahmawati Prima; Sepandil Laras Lase; Rini Febrianti; Rahmad Purnama; Ni Made Ayu Krisna Cahyadi
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v5i2.6184

Abstract

Keripik Cabai Sibolga merupakan oleh-oleh khas daerah Sumatera Utara khususnya kota Sibolga dan menjadi ciri khas kota yang dikenal dengan sebutan Kota Ikan. Keripik Cabai Sibolga merupakan hasil industri kuliner yang saat ini sedang menarik wisatawan dan diharapkan dapat menjadi penopang perekonomian masyarakat Sibolga. Namun di masa pandemi COVID-19 ini banyak sektor yang terdampak, termasuk produksi dan pemasaran usaha Keripik Cabai Sibolga. Oleh karena itu, program pengabdian kepada masyarakat ini berupaya melakukan inovasi dalam pengemasan baik melalui repackaging dan rebranding serta perluasan pemasaran melalui promosi produk di pasar-pasar dan menembus pasar luar negeri melalui kegiatan ekspor. Pelayanan dimulai dengan analisa kebutuhan mitra UMKM, riset pasar internasional, perencanaan dan implementasi. Luaran dari pengabdian masyarakat ini adalah terciptanya sistem pengemasan produk yang lebih menarik perhatian dan sesuai standar internasional, serta terciptanya pusat bisnis ekspor Keripik Cabai Sibolga yang dimodifikasi, seperti website penjualan dan publikasi visual. di media sosial agar dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas baik dalam maupun luar negeri melalui kegiatan ekspor. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah pengemasan baru, promosi di marketplace dan ekspor ke pembeli luar negeri.   Sibolga Chilli Chips are souvenirs typical of the North Sumatra, especially the city of Sibolga and are the hallmark of the city known as the City of Fish. Sibolga Chilli Chips is the result of the culinary industry which is currently attracting tourists and is expected to be a supporter of the economy of the Sibolga community. However, during the COVID-19 pandemic, many sectors were affected, including the production and marketing of Sibolga Chilli Chips business. Therefore, this community service program seeks to innovate in packaging both through repackaging and rebranding as well as marketing expansion through product promotion in marketplaces and penetrate foreign markets through export activities. The service begins with an analysis of the needs of MSME partners, international market research, planning and implementation. The output of this community service is the creation of a product packaging system that is more eye-catching and in accordance with international standards, as well as the creation of a modified Sibolga Chilli Chips export business center, such as websites for sales and visual publications on social media so that they can be better known by the wider community both locally and abroad through export activities. The results of this community service are new packaging, promotions in the marketplace and exports to foreign buyers.
KAMPANYE PELESTARIAN LAHAN KONSERVASI DAN DAERAH RESAPAN AIR BAGI MASYARAKAT DI SEKITAR SITU 7 MUARA (CILEDUG) PAMULANG Sri Listyarini; Ulul Hidayah; Lina Warlina; Basuki Hardjojo
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v5i2.6185

Abstract

Situ 7 Muara (Ciledug) sebagai lahan konservasi dan daerah resapan air bagi masyarakat tentunya memiliki manfaat yang baik untuk keseimbangan lingkungan hidup di Kota Tanggerang Selatan, khususnya di wilayah sekitarnya. Kondisi pelestarian kawasan tersebut masih terbatas, partisipasi masyarakat sekitar Situ 7 Muara masih minim, hal ini terlihat dari perilaku masyarakat yang masih membuang limbah ke danau, serta masih banyaknya bangunan-bangunan permanen yang ada di sempadan danau yang tidak sesuai dengan peraturan penataan ruang. Dalam upaya pelestarian lingkungan ini diperlukan sinergitas dari berbagai elemen, baik pemerintah, masyarakat, pihak swasta dan akademisi. Pada kegiatan pengabdian masyarakat ini Universitas Terbuka bekerjasama dengan Organisasi Kepemudaan (OKP) Ganespa yang aktif dalam pelestarian daerah resapan air di Tangerang Selatan melaksanakan kampanye pelestarian lingkungan dan meningkatkan sarana dan prasarana untuk kegiatan edukasi pelestarian Situ 7 Muara. Kegiatan kampanye lingkungan berupa talkshow dilaksanakan di Taman Edukasi Ganespa dihadiri oleh organisasi-organisasi pecinta alam dari beberapa universitas dan sekolah di Kota Tangerang Selatan, komunitas pemerhati lingkungan Kota Tangerang Selatan, warga sekitar kawasan Situ 7 Muara, insan media dan pengunjung Situ 7 Muara. Sedangkan kegiatan peningkatan sarana dan prasarana meliputi renovasi panggung, pembuatan papan informasi, serta pembuatan toilet portable. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut menghasilkan publikasi dalam bentuk artikel ilmiah, artikel berita, dan rekaman video di Youtube serta sarana dan prasarana berupa panggung, papan informasi, serta toilet portable. Situ 7 Muara (Ciledug) as conservation land and a water catchment area for the community certainly has good benefits for environmental balance in South Tanggerang City, especially in the surrounding area. The condition of conservation of the area is still limited, and community participation around Situ 7 Muara is still minimal, this can be seen from the behavior of people who still throw waste into the lake, and there are still many permanent buildings on the lake's borders that do not comply with spatial planning regulations. Efforts to preserve the environment require synergy from various elements, including government, society, the private sector, and academics. In this community service activity, the Open University collaborates with the Ganespa Youth Organization (OKP) which is active in preserving water catchment areas in South Tangerang, carrying out environmental conservation campaigns, and improving facilities and infrastructure for educational activities to preserve Situ 7 Muara. Environmental campaign activities in the form of talk shows were held at the Ganespa Education Park, attended by nature lover organizations from several universities and schools in South Tangerang City, the environmental observer community in South Tangerang City, residents around the Situ 7 Muara area, media people and visitors to Situ 7 Muara. Meanwhile, activities to improve facilities and infrastructure include renovating the stage, making information boards, and making portable toilets. These community service activities have resulted in publications in the form of scientific articles, news articles, and video recordings on YouTube as well as facilities and infrastructure in the form of stages, information boards, and portable toilets.  
MEMBUAT BATIK TULIS TERNYATA MUDAH (PEMBERDAYAAN WARGA TERDAMPAK PANDEMI COVID-19) Triyono Triyono; Yeti Sukarsih; Siti Zuhriyah; Kus Anjar Siswati; Irsanti Widuri Asih
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v5i2.6190

Abstract

Artikel ini mengulas tentang hasil kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) sebagai upaya mencari solusi mencari penghasilan alternatif bagi warga terdampak pandemi Covid-19 yang kehilangan sumber penghasilan karena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibatnya tutupnya pabrik tempat warga bekerja. Kegiatan PKM yang dilaksanakan berupa pelatihan membuat batik tulis kepada mitra kegiatan PKM, yaitu pengurus Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Dukuh Jipangan, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan memiliki keterampilan tersebut, mitra PKM dapat membuat dan memakai produk batik tulis buatan sendiri sehingga menghemat pengeluaran, dan dapat dikembangkan menjadi usaha yang berpotensi memberikan alternatif penghasilan keluarga. Strategi kegiatan berupa training of trainers (ToT) melalui metode diskusi, demonstrasi, dan praktik. Kegiatan ini dibagi menjadi tiga tahap, yaitu analisis kebutuhan mitra sasaran, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan signifikansi tinggi dalam meningkatkan keterampilan pengurus PKK Jipangan dalam membuat batik tulis sendiri dan menjadi alternatif penghasilan yang hilang karena dampak pandemi Covid-19. This article reviews the results of Community Service (PKM) activities as an effort to find solutions to find alternative income for residents affected by the Covid-19 pandemic who lost their source of income due to layoffs due to the closure of factories where residents worked. PKM activities carried out in the form of training in making written batik to PKM activity partners, namely the management of Family Welfare Development (PKK) Dukuh Jipangan, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Special Region of Yogyakarta. By having these skills, PKM partners can make and use homemade handmade batik products so as to save expenses, and can be developed into a business that has the potential to provide alternative family income. Strategy activities in the form of training of trainers through discussion, demonstration, (ToT) and practice methods. This activity is divided into three stages, namely analysis of target partner needs, implementation of activities, and evaluation. The results of this training showed high significance in improving the skills of PKK Jipangan administrators in making their own written batik and becoming an alternative to income lost due to the impact of the Covid-19 pandemic.
PENINGKATAN PRODUKSI DAN KUALITAS SAUS TOMAT DAN SAMBAL SERTA PERANCANGAN STERILISATOR UV-C UNTUK UMKM DESA SUKADANA LOMBOK TIMUR Shafwan Amrullah; Mikhratunnisa Mikhratunnisa; Mega Trishuta Pathiassana
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v5i2.6210

Abstract

Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah selalu memberikan perhatian khusus dari semua kalangan. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetauan dan teknologi yang dimilikinya, terutama UMKM yang bergelut di bidang makanan. Salah satu usaha yang dilakukan oleh UMKM Desa Sukadana adalah proses pembuatan saus tomat dan sambal. Akan tetapi produksi saus yang dilakukan mengalami kegagalan di bagian proses pembuatan. Sehingga pada kegiatan ini, Program Studi teknologi Industri Pertanian, Universitas Teknologi Sumbawa melakukan kegiatan pengabdian masyarakat untuk memberikan pelatihan terhadap UMKM Desa Sukadana dalam hal proses pembuatan saus serta proses sterilisasi yang baik. Selain itu Prodi TIP juga memberikan pelatihan tentang pembuatan sterilizer berbasis sinar UV-C. Hasil kegiatan ini berupa dihasilkan pelatihan bermanfaat berupa pelatihan pembuatan saus tomat dan saus sambel yang baik dan berkualitas. Selain itu kegiatan ini juga berhasil memberikan pelatihan dan pengetahuan tentang proses sterilisasi yang baik sehingga produk yang dihasilkan tidak mengalami kegagalan seperti sebelumnya. Pada bagian akhir kegitan ini berupa pelatihan perancangan alat sterilisasi yang terbaru, yaitu menggunaka sinar UV-C sebagai alat sterilisasinya.   The development of Micro, Small and Medium Enterprises always gives special attention from all walks of life. This is due to a lack of knowledge and technology, especially MSMEs that are engaged in the food sector. One of the efforts made by SMEs in Sukadana Village is the process of making tomato sauce and chili sauce. However, the production of sauce that was carried out failed in the manufacturing process. So that in this activity, the Agricultural Industry Technology Study Program, Sumbawa University of Technology carried out community service activities to provide training for SMEs in Sukadana Village in terms of the process of making sauces and good sterilization processes. This activity was carried out for 1 day, namely on October 21, 2021. While the preparation process for the initial independent research was from July 6 to October 20, 2021. The training was attended by 9 people, with details of 3 people from the TIP Study Program and 6 people from MSMEs. The TIP Study Program also provides training on the manufacture of UV-C light-based sterilizers. This training in making tomato sauce and chili sauce can run well and with quality. In addition, this activity has also succeeded in providing training and knowledge about a good sterilization process so that the resulting product does not fail as before. At the end of this activity, there is training on the design of the latest sterilizer, namely using UV-C light asa sterilizer.
PEMANFAATAN PEMBUKUAN DIGITAL PADA PENJUAL DI PASAR CIKAMPEK SEBAGAI MEDIA PERENCANAAN KEUANGAN Eva Islamia; Ade Irvi Nurul Husna
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v5i2.6211

Abstract

Sasaran dalam kegiatan pelatihan pembukuan digital ini tertuju pada pedagang yang berada di pasar Cikampek, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang. Pedagang pasar di sini mempunyai banyak variasi penjualan. Masalah yang terjadi pada para penjualan di pasar Cikampek ini adalah masih menerapkan sistem pembukuan manual dalam menuliskan laporan keuangan. Pembukuan secara manual ini dilakuakan dengan mencatat laporan keuangan ke dalam buku catatan tanpa adanya bantuan alat digital lain. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian kali ini adalah meningkatkan manajemen juga teknologi dalam melakukan pencatatan laporan keuangan para pedagang pasar Cikampek. Pembukuan keuangan sangatlah penting dibuat terutama untuk para pedagang agar dapat mengetahui jumlah pemasukan usaha, pengeluaran usaha, juga perencanaan keuangan usaha yang untuk ke depannya. Pencatatan laporan keuangan secara manual punya banyak kelemahan yang terjadi seperti adanya ketidaktelitian dan tidak terkendali, tidak ada pengawasan dalam pembukuan, juga sulitnya mengetahui berapa besar laba atau rugi yang terjadi dalam penjualan. Produk yang diajukan adalah mensosialisasikan dan mentransfer pengetahuan tentang pencatatan laporan keuangan atau manajemen keuangan melalui digital dengan aplikasi yang terdapat di Appstore atau Google Playstore yang dapat diakses di mana saja dan kapan saja. Kegiatan ini dilakukan secara bertahap dari satu lapak ke lapak lain terhadap pedagang di pasar Cikampek   The target of this digital bookkeeping training activity is aimed at traders located in Cikampek market, Cikampek District, Karawang Regency. Market traders here have many variations of sales. The problem that occurs in sales in the Cikampek market is that it still applies a manual bookkeeping system in writing financial statements. Manual bookkeeping is carried out by recording financial statements into a notebook without the help of other digital tools. The problem raised in this research is to improve management and technology in recording the financial statements of Cikampek market traders. Financial bookkeeping is very important to make, especially for traders to be able to know the amount of operating income, business expenses, as well as business financial planning will be in the future. Manual recording of financial statements has a lot of weaknesses that occur such as inaccuracy and uncontrolled, no supervision in the bookkeeping, also difficulty knowing how much profit or loss occurs in sales. The proposed product is to socialize and transfer knowledge about recording financial statements or financial management through digital with the application contained in the Appstore or Google Playstore which can be accessed anywhere and anytime. This activity is carried out gradually from one stall to another to traders in the Cikampek market with the stages of socialization, training, and assistance in the use of digital financial recording applications. The result of this activity is to measure the target response at the time before and also after participating in this bookkeeping training. Through the activities carried out, the target of being satisfied also increases the knowledge of previous traders regarding digital bookkeeping.
MERANCANG LABEL KEMASAN UMKM KULINER KOPERASI BERLIAN SEBAGAI SILENT AMBASADOR DI MARKET PLACE Retno Purwanti Murdaningsih; Ratno Suprapto; Tommi
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v5i2.6295

Abstract

Koperasi serba usaha Berlian didirikan dengan visi menyejahterakan anggotanya dalam kegiatan ekonomi dibidang kuliner. Kios Kuenak, merupakan sub usaha kuliner yang dijalankan di sebuah kios kecil yang berada di Jalan Legoso Raya no 25, Pisangan, Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan. Jam operasional toko Kuenak berlangsung dari pukul 06.00 - 14.00 WIB. Anggota yang terdaftar pada Koperasi serba usaha ini sekitar 90 orang lebih, namun anggota aktif khususnya yang bergerak dibidang kuliner hanya sekitar 30 orang. Rata - rata merupakan ibu rumah tangga yang memiliki keterampilan di bidang jasa boga, kue basah maupun catering. Jenis produk cukup bervariatif hampir mencapai 50 jenis. Banyak produk potensial yang dihasilkan dari UMKM, tetapi tidak dibarengi oleh komunikasi tentang produk knowledge yang baik dari produsennya, termasuk yang paling mendasar adalah belum adanya label kemasan sebagai identitas produk.  Untuk dapat bersaing di pasar online maupun marketplace, identitas produk adalah satu aspek yang sangat penting dalam proses pemasaran. Bagaimana UKM dapat mengkomunikasikan kualitas produknya jika identitas produknya saja tidak ada. Berbeda dengan pasar konvensional dimana calon konsumen dapat datang melihat dan menyentuh langsung bahkan bertanya kepada penjualnya tentang kualitas produk, dipasar online calon konsumen hanya dapat informasi melalui tampilan visual yang terdapat pada laman marketplace. Maka sangatlah penting sebuah produk memiliki identitas produk berupa label pada kemasannya, sebagai silent ambasador yang dapat menginformasikan kualitas produk. Dengan metode kualitatif dan teknik observasi partisipatoris pengabdian masyarakat ini bertujuan membantu anggota koperasi Berlian memperluas pangsa pasar pada laman market place melalui rancangan label kemasan sebagai identitas produk.   The Diamond multi-purpose cooperative was established with the vision of improving the welfare of its members in economic activities in the culinary sector. Kios Kuenak, is a culinary sub-business that is run in a small kiosk located on Jalan Legoso Raya no 25, Pisangan, East Ciputat South Tangerang City. Kuenak store operating hours run from 06.00 - 14.00 WIB. The registered members of this multi-purpose cooperative are around 90 people, but active members, especially those engaged in culinary, are only about 30 people. The average is a housewife who has skills in the field of food services, wet cakes and catering. The types of products are quite varied, almost reaching 50 types. Many potential products are produced from MSMEs, but are not accompanied by good communication about product knowledge from the manufacturer, including the most basic is the absence of packaging labels as product identity.  To be able to compete in the online market and marketplace, product identity is a very important aspect in the marketing process. How can SMEs communicate the quality of their products if their product identity alone does not exist. Unlike the conventional market where potential customers can come to see and touch directly and even ask the seller about the quality of the product, in the online market prospective customers can only get information through visual displays found on the marketplace page. So it is very important that a product has a product identity in the form of a label on its packaging, as a silent ambassador who can inform product quality. With qualitative methods and participatory observation techniques, this community service aims to help Diamond cooperative members expand market share on the market place page through the design of packaging labels as product identity.
PENGEMBANGAN ALAT PERMAINAN KOMPREHENSIF UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PAUD Sri Tatminingsih; Budi Hermaini; Mukti Amini; Titi Chandrawati; Siti Aisyah; Tedjo Djatmiko
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v5i2.6307

Abstract

Setiap guru PAUD harus memiliki kompetensi pedagogik, khususnya kompetensi dalam merancang bahan belajar dan menerapkan pembelajaran menggunakan bahan belajar yang sesuai dengan perkembangan anak didiknya. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Dosen Pendidikan Guru PAUD Universitas Terbuka (PGPAUD UT) bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik Guru PAUD melalui kegiatan pengembangan alat permainan komprehensif (APK). Metode pelaksanaan dilakukan melalui kegiatan luring dan daring. Mitra adalah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pandeglang dengan peserta 20 guru PAUD/TK yang berasal dari 10 lembaga terpilih. Pengukuran pencapaian PkM dilihat dari produk APK dan Sertifikat HKI yang dihasilkan dan hasil asesmen yang dilakukan terhadap semua peserta. Hasil PkM adalah lima produk APK, lima sertifikat HKI dan peningkatan kompetensi pedagogik sebesar 37%. Rekomendasi yang dapat disampaikan adalah kegiatan Pengembangan APK dapat dilanjutkan dan disebarkan kepada guru-guru PAUD di berbagai wilayah lainnya dan Guru yang telah mengikuti kegiatan ini dapat menyebarkan ilmu dan pengalamannya kepada sejawatnya.   Every PAUD teacher must have pedagogical competence, especially competence in designing learning materials and implementing learning using learning materials that are appropriate to the development of their students. Community service activities (PkM) for PAUD Teacher Education Lecturers at the Open University (PGPAUD UT) aim to improve the pedagogical competence of PAUD Teachers through comprehensive game tool development activities (APK). The implementation method is carried out through offline and online activities. The partner is the Pandeglang Regency Education and Culture Office with 20 PAUD/TK teachers participating from 10 selected institutions. The measurement of PkM achievement can be seen from the APK products and IPR Certificates produced and the results of assessments carried out on all participants. The results of PkM are five APK products, five IPR certificates, and an increase in pedagogical competence of 37%. The recommendation that can be made is that APK development activities can be continued and distributed to PAUD teachers in various other regions and teachers who have participated in this activity can spread their knowledge and experience to their colleagues.

Page 2 of 2 | Total Record : 17