cover
Contact Name
Andriyansah
Contact Email
andri@ecampus.ut.ac.id
Phone
+6281317682939
Journal Mail Official
andri@ecampus.ut.ac.id
Editorial Address
Universitas Terbuka, Jl. Cabe Raya Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten 15418
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Diseminasi : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Published by Universitas Terbuka
ISSN : 26552175     EISSN : 26552221     DOI : 10.33830/diseminasiabdimas
Core Subject :
Diseminasi : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat registered with ISSN (Online): 2655-2221 and ISSN (Print): 2655-2175, is a media to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Diseminasi, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: Social Education Science Sports Languages Business and Economy Engineering and Vocational Arts others
Arjuna Subject : -
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2024)" : 17 Documents clear
PELATIHAN DARING STRATEGI PENGAJARAN SAKUBUN BAHASA JEPANG TINGKAT DASAR DALAM MEMANFAATKAN AI SEBAGAI MEDIA BELAJAR ALIFAH, RAHMA; Hargo Saptiaji; Indun Roosiani
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v6i1.7475

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tambahan untuk para pengajar bahasa asing, khususnya bahasa Jepang dalam melakukan pengajaran dan memberikan feedback yang tidak menguras waktu, tenaga, dan pikiran saat proses penilaian pada mata pelajaran mengarang atau sakubun. Kegiatan PkM ini dilaksanakan pada tanggal 13 Mei dan 10 Juni 2023 pada pukul 13.00 WIB, dengan metode pelatihan daring menggunakan platform zoom. Sekitar 20 orang guru mengikuti kegiatan ini. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan ilmu tambahan kepada para guru dalam melaksanakan pengajaran mata pelajaran sakubun dan memberikan feedback pada hasil sakubun siswa agar tidak terlalu memakan banyak waktu, tenaga, dan pikiran dengan penggunaan template sakubun. Lalu dipaparkan juga penggunaan berbagai macam AI. Kegiatan kali ini hanya mencotohkan penggunaan google slide, lalu para peserta diajak untuk mencoba mengerjakan template yang ada di google slide dengan berdiskusi di breakout room. Dalam penggunaan google slide, secara otomatis akan dikoreksi secara gramatikal, sehingga guru tidak hanya fokus kepada kesalahan gramatikal. Selanjutnya, untuk lebih meringankan pengajar dalam memberikan feedback, penulis menyarankan untuk dibuatkan template sakubun terlebih dahulu, sehingga siswa lebih mudah mengerjakannya dan guru juga lebih ringan mengoreksi hasilnya.   This community service (PkM) activity aims to provide additional knowledge for foreign language teachers, especially Japanese in teaching and providing feedback that does not drain time energy, and thoughts during the assessment process in the subject of writing or in Japanese is sakubun. This PkM activity was hold on May 13 and June 10, 2023 at 13.00 WIB, by online training method using the zoom platform. about 20 teachers participated in this activity. This activity aims to provide additional knowledge to teachers in teaching sakubun subjects and providing feedback on student sakubun results so that it does not take too much time, energy, and thoughts by using sakubun template. the use of various AIs was also explained. This activity only exemplifies the use of google slides, then the participants are invited to try to work on the template in google slides by discussing in the breakout room. In using google slides, it will automatically be corrected grammatically, so that teachers do not only focus on grammatical errors. Furthermore, to make it easier for teachers to give feedback, the author suggests making sakubun templates in advance, so that students are easier to work on and teachers are also lighter to correct the results.
PELATIHAN KESIAPSIAGAAN BENCANA TANAH LONGSOR DAN BLS UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN RELAWAN "DESTANA" DI NGEBEL PONOROGO Zulkarnain, Hakim; Sriyono, Sriyono; Wahyudi, Andri Setiya; Dewi, Yulis Setiya; Dian Kurniawati, Ninuk; Wahyuni, Erna Dwi
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v6i1.7500

Abstract

Pendahuluan: Desa Ngebel rawan longsor. Mereka memiliki relawan lokal bencana (DESTANA) namun tidak aktif selama 2 tahun. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas DESTANA dalam kesiapsiagaan bencana dan tanggap darurat. Metode: Action Research berupa pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan pelatihan peningkatan kapasitas 30 kader dan penelitian perubahan pengetahuan kader sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Hasil: Terjadi perubahan pengetahuan sedang. Sebelum intervensi semua relawan memiliki pengetahuan rendah, pasca intervensi 90% memiliki pengetahuan sedang. Pihak DESTANA juga menyatakan siap terlibat dalam penanggulangan bencana. Kesimpulan: Kapasitas kader DESTANA dalam penanggulangan bencana meningkat. Rekomendasi kegiatan selanjutnya adalah melakukan kegiatan serupa secara rutin dan berkesinambungan. Lebih penting lagi jika simulasi dilakukan seperti keadaan sebenarnya.   Introduction: Ngebel Village is prone to landslides. They have local disaster volunteers (DESTANA) but have not been active for 2 years. This activity aims to increase DESTANA's capacity in disaster preparedness and emergency response. Method: Action Research in the form of community service by providing capacity building training for 30 cadres and research on changes in cadre knowledge before and after being given the intervention. Result: There is a moderate change in knowledge. Before the intervention all volunteers had low knowledge, after the intervention 90% had moderate knowledge. DESTANA also stated that they are ready to be involved in disaster management. Conclusion: The capacity of DESTANA cadres in disaster management has increased. The recommendation for the next activity is to carry out similar activities regularly and continuously. It is more important if the simulation is carried out like the real situation
PELATIHAN PEMBUATAN SABUN CUCI PIRING BERBAHAN ALAM DAUN PANDAN DI DESA REJO MULYO Wahyudi, Rizqi; Evrilia, Nava; Ma'ruf, Nanang; `Manurung, Bahari Timotius; Manurung, Inggir Marsaulli Senni; Manalu, Joy Marito
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v6i1.7572

Abstract

Pemanfaatan bahan alami dalam pembuatan sabun cuci piring memiliki potensi yang sangat besar dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Sabun yang biasa digunakan untuk mencuci pada umumnya terbuat dari campuran alkali dan trigliserida dari asam lemak rantai karbon. Dalam proses pembuatan sabun pembusa yang umum digunakan adalah Sodium Lauryl Sulfate (SLS). Penggunaan SLS ini mengakibatkan terjadinya iritasi kulit baik itu iritasi kulit ringan maupun iritasi kulit berat. Dengan adanya bahan alami dalam proses pembuatan sabun cuci piring, formulasi yang dihasilkan bisa ramah lingkungan serta tidak mengandung bahan SLS. Salah satu bahan alami yang digunakan adalah daun pandan (Pandanus amaryllifolius) yang memiliki kandungan alami flavonoid, alkaloid, tanin, polifenol dan saponin. Kandungan yang terdapat dalam saponin pada daun pandan berfungsi untuk menghasilkan busa serta memiliki zat anti bakteri. Tujuan dari pelatihan ini adalah memberikan pembelajaran dalam memanfaatkan bahan alami pada proses pembuatan sabun cuci piring. Pada pelatihan ini melibatkan partisipasi aktif warga masyarakat Desa Rejo Mulyo, Kecamatan Pasir Sakti, Kabupaten Lampung Timur sehingga metode yang digunakan adalah metode participatory action research. Hasil akhir dari pelatihan ini diharapkan menjadi peluang usaha dan meningkatkan perekonimian masyarakat di Desa Rejo Mulyo, Kecamatan Pasir Sakti, Kabupaten Lampung Timur. The use of natural ingredients in making dishwashing soap has enormous potential to improve the community's economy. Soap that is usually used for washing is generally made from a mixture of alkali and triglycerides from carbon chain fatty acids. In the process of making foaming soap, what is commonly used is Sodium Lauryl Sulfate (SLS). The use of SLS causes skin irritation, both mild skin irritation and severe skin irritation. By having natural ingredients in the process of making dishwashing soap, the resulting formulation is environmentally friendly and does not contain SLS. One of the natural ingredients used is pandan leaves (Pandanus amaryllifolius) which contain natural flavonoids, alkaloids, tannins, polyphenols and saponins. The saponin content in pandan leaves functions to produce foam and has anti-bacterial substances. The aim of this training is to provide learning in using natural ingredients in the process of making dishwashing soap. This training involved active participation from residents of Rejo Mulyo Village, Pasir Sakti District, East Lampung Regency, so the method used was participatory action research. It is hoped that the final result of this training will be business opportunities and improve the economy of the community in Rejo Mulyo Village, Pasir Sakti District, East Lampung Regency.The use of natural ingredients in making dishwashing soap has enormous potential to improve the community's economy. Soap that is usually used for washing is generally made from a mixture of alkali and triglycerides from carbon chain fatty acids. In the process of making foaming soap, what is commonly used is Sodium Lauryl Sulphate (SLS). The use of SLS causes skin irritation, both mild skin irritation and severe skin irritation. By having natural ingredients in the process of making dishwashing soap, the resulting formulation is environmentally friendly and does not contain SLS. One of the natural ingredients used is pandan leaves (Pandanus amaryllifolius), which contain natural flavonoids, alkaloids, tannins, polyphenols, and saponins. The saponin content in pandan leaves functions to produce foam and has anti-bacterial substances. The aim of this training is to provide knowledge about using natural ingredients in the process of making dishwashing soap. This training involved active participation from residents of Rejo Mulyo Village, Pasir Sakti District, East Lampung Regency, so the method used was participatory action research. It is hoped that the final result of this training will be business opportunities and improve the economy of the community in Rejo Mulyo Village, Pasir Sakti District, East Lampung Regency.
PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN MOTIVASI DAN MANAJEMEN KEWIRAUSAHAAN PELAKU UMKM DI DESA WUSA TALAWAAN Rambing, Precylia Ribka; Melania, Walangitan
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v6i1.7628

Abstract

Berbagai masalah dan kendala yang dialami oleh pelaku UMKM seringkali menjadi salah satu alasan banyaknya UMKM yang berhenti di tengah jalan dan tidak melanjutkan usahanya. Hal ini pula yang dialami oleh pelaku UMKM yang ada di desa Wusa, dimana minimnya modal usaha, pengetahuan bisnis yang terbatas, dan kurangnya inovasi produk menyebabkan banyak pelaku UMKM yang perlahan-lahan mulai meninggalkan usahanya dan kemudian berhenti untuk berusaha. Pelaksanaan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk membangun motivasi untuk berusaha, meningkatkan akses pasar, dan menyiapkan pelaku UMKM agar siap dengan perubahan lingkungan yang cepat. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah sosialisasi, pelatihan, pendampingan, monitoring dan evaluasi. Pada akhirnya kegiatan pengabdian ini semakin memperkaya informasi dan pengetahuan para pelaku UMKM di desa Wusa dalam hal rencana usaha, pembuatan laporan keuangan, terampil dalam negosiasi, segmentasi pasar yang luas, kemampuan membangun kerjasama dengan pihak lain, dan kemampuan dalam digitalisasi pemasaran. Program ini diharapkan dapat terus berlanjut sehingga skala usahanya dapat lebih besar dan dapat membuka lapangan pekerjaan, mengurangi pengangguran dan menekan tingkat kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. The various problems and obstacles experienced by UMKM are often one of the reasons why many UMKM stop midway and do not continue their business. This is also what is experienced by UMKM in Wusa village, where the lack of business capital, limited business knowledge, and lack of product innovation causes many UMKM actors start to abandon their businesses and then stop trying. The implementation of this community service aims to build motivation to do business, increase market access, and prepare UMKM actors to be ready for rapid environmental changes. The methods used in implementing this activity are socialization, training, mentoring, monitoring and evaluation. In the end, this service activity further enriches the information and knowledge of UMKM actors in Wusa village in terms of business plans, preparing financial reports, skills in negotiations, broad market segmentation, the ability to build cooperation with other parties, and the ability to digitize marketing. It is hoped that this program can continue so that the scale of business can be larger and can create employment opportunities, reduce unemployment and reduce poverty levels and improve community welfare.
PENERAPAN MESIN CETAK BATA LEGO EKSPOS PADA KELOMPOK PENGUSAHA BATU BATA KONVENSIONAL DI DESA KEMBIRITAN Hardiyanti, Siska Aprilia; Zulis Erwanto; Catraweda, I Gusti Ngurah Bagus; Tri Maryono Rusadi
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v6i1.7636

Abstract

Pembangunan yang berkelanjutan memberikan potensi besar bagi banyak individu. Pertumbuhan yang cepat dalam sektor perumahan dan properti meningkatkan permintaan akan batu bata. Sebagai respons terhadap hal ini, dilakukan suatu program pelatihan untuk membuat batu bata lego ekspos dan artistik menggunakan campuran limbah abu serabut kelapa dan abu ampas tebu, yang bertujuan untuk mendukung lingkungan secara ramah dan berkelanjutan serta ekonomis dengan kualitas tinggi dengan menerapkan mesin cetak batu bata lego ekspos pada kelompok pengusaha batu bata konvensional di desa Kembiritan. Pendekatan atau solusi yang ditawarkan berupa workshop dan pendampingan pembuatan batu bata lego ekspos dengan alat cetak. Diharapkan dari hasil kegiatan pembuatan batu bata lego berbahan abu ini bisa diterapkan dan diaplikasikan di mitra untuk diproduksi secara massal dan dikomersilkan ke masyarakat luas yang berasal dari produk batu bata lego Dusun Pandan. Sustainable development offers significant potential for many individuals. The rapid growth in the housing and property sector increases the demand for bricks. In response to this, a training program has been implemented to create exposed and artistic Lego bricks using a mixture of waste from coconut husk ash and sugarcane bagasse ash. The program aims to support an environmentally friendly, sustainable, and economically viable approach with high-quality outcomes, utilizing an exposed Lego brick molding machine within conventional brick-making groups in the village of Kembiritan. The approach or solution offered involves workshops and guidance in the production of exposed Lego bricks using a molding tool. It is expected that the results of this brick-making activity using ash-based materials can be applied and implemented by partners for mass production and commercialization to the wider community, originating from the Lego brick products of Pandan Hamlet.
PENDIDIKAN POLITIK MENJELANG PEMILIHAN UMUM 2024 PADA GENERASI MUDA DI DESA PEDUNGAN I Gusti Agung Ayu Rinka Sari; Gede Crisna Wijaya
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v6i1.7680

Abstract

Program Pengabdian Kepada Masyarakat Tematik Universitas Pendidikan Nasional telah dilaksanakan di Desa Pedungan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Provinsi Bali pada tanggal 15 Januari sampai dengan 1 Maret 2024. Pengabdian Masyarakat pada Desa Pedungan mengangkat judul program kerja “Pendidikan Politik Menjelang Pemilihan Umum 2024 Pada Generasi Muda Di Desa Pedungan”. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mewujudkan lingkungan demokrasi menjelang pemilihan umum, dengan memastikan bahwa generasi muda memiliki kepekaan politik yang memadai, sehingga mereka dapat berkolaborasi secara aktif dalam upaya pembangunan dan proses partisipatif khususnya pada yowana desa adat Pedungan. Adapun permasalahan yang terjadi adalah bagaimana upaya mewujudkan lingkungan demokrasi melalui pendidikan politik menjelang pemilihan umum 2024 pada generasi muda di Desa Pedungan. Solusi yang dapat dilakukan adalah melaksanakan edukasi tentang proses politik dan cara menjadi pemilih yang cerdas. Pengabdian masyarakat ini memberikan kontribusi dalam menciptakan generasi muda sebagai pemilih yang berpendidikan dan berkualitas untuk memilih pemimpin berlandaskan demokrasi. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan di Desa Pedungan adalah sosialisasi dengan tiga tahapan yaitu perencanaan dan persiapan, pelaksanaan, lalu evaluasi dan pelaporan. Dari kegiatan ini, terjadi peningkatan pemahaman yowana desa adat Pedungan tentang pendidikan politik menjelang pemilihan umum sehingga terciptanya lingkungan demokrasi. The Thematic Community Service Program of the National Education University has been implemented in Pedungan Village, South Denpasar District, Denpasar City, Bali Province from January 15th to March 1st, 2024. The Community Service in Pedungan Village has taken on the program title "Political Education Ahead of the 2024 General Elections for the Young Generation in Pedungan Village." The aim of this community service is to realize a democratic environment ahead of the general elections by ensuring that the younger generation has adequate political awareness, enabling them to actively collaborate in development efforts and participatory processes, particularly in the youth of the Pedungan traditional village. The issue at hand is how to achieve a democratic environment through political education ahead of the 2024 general elections for the younger generation in Pedungan Village. The solution is to conduct education on the political process and how to become informed voters. This community service contributes to creating an educated and quality young generation as voters to choose leaders based on democracy. The method used to solve the issues in Pedungan Village is socialization with three stages: planning and preparation, implementation, then evaluation and reporting. From these activities, there has been an improvement in the understanding of the Pedungan traditional village youth regarding political education ahead of the general elections, thus creating a democratic environment. Keywords: Political Education, Elections, Democracy
PETUNJUK CERDAS DAN BATASAN ETIKA: BERPARTISIPASI AKTIF DAN BERTANGGUNG JAWAB DALAM PEMILU MELALUI INSTAGRAM Putri Sima, Agung Pramafasya; Kusuma, Putu Sri Arta Jaya
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v6i1.7696

Abstract

Pengabdian Masyarakat di Desa Tegal Kertha, Kec. Denpasar Barat, Kota Denpasar telah terlaksana, program kerja individu ini mengacu pada Petunjuk Cerdas dan Batasan Etika: Berpartisipasi Aktif dan Bertanggung Jawab dalam Pemilu Melalui Instagram. Tujuan dari program kerja ini adalah memberikan petunjuk penting untuk tanggal 14 Februari 2024, serta memberikan bahasan mengenai batasan etika yang dapat dilakukan oleh masyarakat di masa Pemilu. Program kerja ini juga bertujuan supaya masyarakat tidak mengambil langkah yang salah serta turut berpartisipasi aktif di masa Pemilu ini. Hasil dari program kerja yang disebarkan melalui media sosial “Instagram” ini yaitu para audiens, tidak hanya masyarakat Desa Tegal Kertha, juga masyarakat di seluruh Indonesia yang menggunakan media sosial Instagram telah mengetahui informasi-informasi terkait Pemilu seperti kapan Pemilu diadakan, mengetahui bagaimana masyarakat tahu apakah mereka sudah terdaftar di dalam DPT, mengetahui etika baik yang harus dijalankan selama masa Pemilu sehingga menghindari pertikaian antar masyarakat yang memiliki masing-masing pilihan yang berbeda, serta mengajak masyarakat untuk meningkatkan angka partisipasi dan menghindari ajakan golput. Community Service Program in Tegal Kertha Village, District. West Denpasar, Denpasar City has been implemented, this program refers to Smart Instructions and Ethical Boundaries: Actively and Responsibly Participating in Elections Via Instagram. The aim of this program is to provide important guidance for February 14 2024, as well as provide a discussion regarding the ethical limits that can be carried out by the public during the election. The goal of this program is to ensure that the public avoids making the wrong choices and is actively involved during this election period. The results of the work program distributed via the social media "Instagram" are that the audience, not only the people of the Tegal Kertha Village but also people throughout Indonesia who use the social media Instagram have found out information related to elections such as when the elections will be held, knowing how the public knows whether they have registered in the DPT, know the good ethics that must be followed during the election period so as to avoid conflict between people who each have different choices, and invite the public to increase participation rates and avoid calls for abstention.

Page 2 of 2 | Total Record : 17