cover
Contact Name
Indar Sabri
Contact Email
indarsabri@unesa.ac.id
Phone
+6281357970529
Journal Mail Official
getersendratasik@unesa.ac.id
Editorial Address
Prodi Pendidikan Sendratasik, Jurusan Sendratasik, FBS, Universitas Negeri Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik
ISSN : -     EISSN : 26552205     DOI : -
Core Subject : Art,
Jurnal Gétér adalah Jurnal Seni Pertunjukan yang mewadahi pikiran kritis dan akademis melalui berbagai pendekatan maupun perspektif.
Articles 189 Documents
Revitalisasi Cangget Bakha Festival Di Kabupaten Lampung Utara Amelia Hani Saputri; Goesthy Ayu Mariana Devi Lestari; Widyawati Retna Ningrum
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 4 No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v4n1.p47-57

Abstract

Cangget Bakha merupakan tradisi upacara adat yang dilaksanakan oleh masyarakat Lampung beradat Pepadun pada saat bulan purnama selepas panen. Cangget Bakha dahulu penyelenggaraannya terikat dalam rangkaian adat Begawi Cakak Pepadun dan yang menarikan terbatas hanya dilakangan anak-anak Penyimbang, maka dalam konteks kekinian fungsi tersebut disesuaikan dengan perubahan zaman melalui proses revitalisasi. Revitalisasi Cangget Bara Festival merupakan upaya pembaharuan penampilan sebuah tarian tradisi yang biasanya ditarikan pada acara adat, menjadi tari yang dipentaskan dalam acara festival. Hasil penelitian menunjukan bahwa revitalisasi dilakukan melalui tahapan; 1) Tahap Reformulasi yaitu pengembangan gagasan awal pelaksanaan Cangget Bara Festival antara praktisi seni, tokoh adat, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Utara, hingga Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan; 2)  Tahap Komunikasi bergabungnya CBF dalam Festifal Indonesiana; 3) Tahap Organisasi dengan membagi tim kerja berdasarkan tugas dan fungsi; 4) Tahap Adaptasi dan Tahap Transformasi yaitu tahap koordinasi antara pemerintah, budayawan, tokoh adat, pemuda untuk saling bekerjasama mensukseskan acara; 5) Tahap Rutinitas melalui kegiatan latihan rutin di Sanggar Cangget Budayo.
PERANAN TRAVESTI PADA PERTUJUKAN LUDRUK Achmad. Fahmi Hidayat
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v3n2.p42-52

Abstract

Grup kesenian Ludruk Karya Budaya adalah salah satu grup terbesar di Jawa Timur. Ludruk Karya Budaya yang sampai saat ini masih mempertahankan travesti didalam pertunjukannya. Travesti adalah suatu bentuk eksistensi dari sekumpulan pemeranan wanita yang dimainkan oleh seorang pria, dan ini sangat berpotensi untuk dikaji dari segi bentuk, simbol, dan perananya terhadap ludruk karya budaya. Tujuan penelitian ini untuk melihat bagaimana peranan travesti pada pertunjukan ludruk.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah fenomenologi. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan studi dokumen. Teknik pengabsahan data menggunakan triangulasi sumber. analisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data.Hasil penelitian menunjukan sebagai berikut. peranan travesti dalam ludruk karya budaya adalah sangat penting karena, ludruk karya budaya tidak ingin merusak esensi pekem bentuk pertunjukan ludruk yang sudah ada sejak dulu, serta pentingnya peranan travesti untuk menarik minta penonton dengan daya tariknya yang mebuatnya menjadi magnet ampuh untuk membuat penonton tertarik dan melihat pertunjukan ludruk. Serta diterimanya seorang peran travesti itu dalam grup ludruk karya budaya dan masyarakat, sehingga membuat para pemeran travesti memiliki minat untuk melestarikan kebudaya tradisional yang pertunjukan ludruk yang ada di Ludruk Karya Budaya.
PERANAN PENDIDIKAN SENI DI DALAM PENGEMBANGAN KREATIFITAS DAN PEMBENTUKAN NILAI POSITIF PADA ANAK Naomi Diah Budi Setyaningrum
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v3n2.p53-63

Abstract

Wacana pendidikan, dalam hal ini adalah pendidikan seni bagi anak  dalam pengembangan kreatifitas dan pembentukan sikap mental anak positif. Karena anak adalah asset masa depan menuju generasi emas atau generasi yang diharapkan bagi bangsa dalam membangun masa depandan peradabannya.Wacana pendidikan. Selain karena selalu bersentuhan manusia dalam membangun peradaban, juga adanya evaluasi dan refleksi terhadap system pendidikandi  di masa lalu, adalah suatu keharusan untuk pembelajaran, agar pendidikan lebih baik dan tidak terjerumus pada kesalahan yang sama.Maka wacana pendidikan tidak pernah usang dan basi untuk diperbincangkan. Berbicara tentang pendidikan bagi anak , maka tidaklah bisa dilepaskan dari pendidikan œkesenian. Wacana pendidikan, dalam hal ini adalah pendidikan seni bagi anak  dalam pengembangan kreatifitas dan pembentukan sikap mental anak positif. Karena anak adalah asset masa depan menuju generasi emas atau generasi yang diharapkan bagi bangsa dalam membangun masa depandan peradabannya.
EKSISTENSI TARI SANGKAN SIHEH DI KECAMATAN LAHAT KABUPATEN LAHAT Octine Octona Pratiwi; Nofroza Yelly; Deria Sepdwiko
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 4 No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v4n1.p58-71

Abstract

Tari Sangkan Siheh merupakan tari tradisional Kabupaten Lahat ditarikan dalam acara penyambutan tamu agung, peresmian gedung dan penyambutan pengantin. Tari Sangkan Siheh di tarikan tiga sampai tujuh orang penari. Selain penari, ada dua orang laki-laki berdiri dibelakang penari bertugas memegang tombak. Keberadaan Tari Sangkan Siheh diakui dan diketahui oleh masyarakat Kabupaten Lahat. Masalah penelitian ini adalah bagaimana eksistensi Tari Sangkan Siheh di Kecamatan Lahat Kabupaten Lahat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Tari Sangkan Siheh di Kecamatan Lahat Kabupaten Lahat eksis, keberadannya di ketahui oleh masyarakat Kabupaten Lahat. Dengan adanya pembuktian pementasan Tari Sangkan Siheh sampai sekarang. Bertahannya Tari Sangkan Siheh sampai sekarang dipengaruhi oleh pelaku seni, sanggar, PEMDA dan Dinas Kebudayaan. PEMDA dan Dinas Kebudayaan berupaya mempertahankan eksistensi Tari Sangkan Siheh dengan menampilkan Tari Sangkan Siheh dalam acara penting dan upacara penyambutan tamu. Hal inilah yang membuat Tari Sangkan Siheh di Kecamatan Lahat Kabupaten Lahat sampai sekarang masih tetap eksis.
MUSIC THERAPY OF PANDEMIC Ratna Mestikasari Putri
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v3n2.p64-83

Abstract

Banyak ahli pendidikan dan psikologi yang mengkaji tentang peran dan fungsi musik dalam hubungannya dengan kehidupan manusia. Salah satu fungsi musik adalah sebagai media terapi. Penelitian ini mengkaji tentang peran musik sebagai terapi yang dilakukan oleh peneliti. Tujuan penelitian ini untuk mendiskripsikan segala aktivitas terapi yang dilakukan peneliti dalam memanfaatkan musik sebagai media.Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengambilan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis digunakan dengan mengembangkan deskripsi kasus dengan mengunakan teknik reduksi data, kategorisasi dan penafsiran data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pelayanan musik terapi bagi penderita covid 19 di Surabaya dilakukan dengan dua cara yakni melalui terapi pelayanan khusus. Tujuan terapi musik bagi penderita Covid 19 adalah  untuk  meningkatkan imunitas  dan  menghilangkan  stres, mengembalikan individu  yang  tertutup  ke  realitas,  melatih  persepsi, menimbulkan harga diri, membentuk hubungan interpersonal, meningkatkan pengenalan dan pengetahuan musik, dan menghilangkan kelelahan serta menciptakan suasana santai. Aktifitas musik yang dilakukan dalam proses terapi musik mencakup kegiatan mendengarkan musik, merespon musik dengan gerak berirama, bernyanyi, membaca notasi musik, dan bermain alat musik.Saran dalam penelitian ini adalah : (1) Diharapkan mengembangkan lebih lanjut  proses  terapi  musik,  khususnya dalam  pengembangan  pemanfaatan media, (2) bagi lembaga-lembaga terkait, disarankan agar menyelenggarakan program pengembangan  peningkatan  sarana dan  prasarana terapi musik yang sesuai dengan kebutuhan penderita Covid 19.
ANALISA VARIASI MELODI DALAM KARYA MUSIK PRELUDE IN E MINOR (OP. 28 NO. 4) KARYA FREDERIC FRANCOIS CHOPIN ARANSEMEN TRIO ZINGARA Bima Atyaasin Annur; Joko Winarko
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 4 No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v4n1.p72-90

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan variasi melodi pada karya musik Prelude In E Minor (Op. 28 No. 4) karya Frederic Francois Chopin aransemen Trio Zingara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Tindakan analisis dilakukan dengan tiga tahapan yaitu tahapan deskripsi, tahapan reduksi, dan tahapan seleksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa karya musik Prelude In E Minor (Op. 28 No. 4) karya Frederic Francois Chopin aransemen Trio Zingara merupakan lagu berbentuk 1 (satu) bagian. Terdiri dari 5 (lima) kalimat tanya dan 1 (satu) kalimat jawab. Komposisi Prelude In E Minor (Op. 28 No. 4) menggunakan tangga nada E minor, yang disajikan dengan tempo Largo, kemudian menggunakan sukat 4/4, dan diolah dengan menggunakan dinamika piano, espressivo, crescendo, decrescendo, pianissimo, smorzando, diminuendo, dan fortesimo. Karya musik Prelude In E Minor (Op. 28 No. 4) yang disajikan oleh kelompok Trio Zingara berdurasi 2 menit 41 detik, dan terdiri dari 25 birama. Trio zingara dalam mengaransemen karya musik Prelude In E Minor (Op. 28 No. 4) menggunakan format trio dengan instrumen Violin, Cello, dan Piano. Terdapat 7 (tujuh) variasi melodi dalam karya musik Prelude In E Minor (Op. 28 No. 4) aransemen Trio Zingara. Yang terdiri dari 3 (tiga) variasi melodi Counter Melody, 1 (satu) variasi melodi Obbligato, 1 (satu) variasi melodi Dead Spot Filler, 1 (satu) variasi melodi Melodic Variation and Fake, dan 1 (satu) variasi melodi Rhytmyc Variation and Fake.
PERAN SEMARANG SKA FOUNDATION DALAM MENGEMBANGKAN MUSIK SKA DI KOTA SEMARANG Christianita Dyah Prasastiningtyas; Abdul Rachman
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 4 No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v4n1.p91-104

Abstract

Semarang Ska Foundation adalah komunitas musik bergenre ska yang ada di kota Semarang. Sebagai upaya dalam mempertahankan eksistensi musik Ska di Kota Semarang, Semarang Ska Foundation melakukan beberapa aktifitas yang mengakomodasi perkembangan grup band Ska dan juga perkembangan musik itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran Semarang Ska Foundation dalam mengembangkan musik Ska di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan validitas data menggunakan metode triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian, peran yang dilakukan Semarang Ska Foundation adalah dengan mengadakan event rutin berskala lokal, nasional, hingga international, mengadakan diskusi bersama seputar musik ska, coaching clinic atau pelatihan skill antar anggota, membuat official merchandise sebagai media promosi, memfasilitasi band ska kota Semarang dalam membuat konser peluncuran single maupun album, serta membentuk band Semarang Ska Allstar.
PROSES KREATIF PENCIPTAAN KARYA TARI JANGER ABHINAYA DI TENGAH ERA PANDEMI Ni Kadek Rai Dewi Astini
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v3n2.p84-99

Abstract

Tari  Janger Abhinaya merupakan sebuah hasil kreativitas pengolahan prinsip-prinsip dasar tari Janger tradisi, penggunaan lagu-lagu yang saling bersahutan yang dilakukan dalam suasana kegembiraan. Penciptaan karya tari ini dikemas ke dalam balutan tari kreasi baru yang kehadirannya tidak lain bertujuan untuk memberikan motivasi, membangun jiwa untuk terus bersemangat, dinamis, suka cita, memupuk rasa kebersamaan dan rasa kegotong-royongan. Penciptaan karya tari ini adalah hasil dari proses eksperimen yang dilakukan di tengah menyebarnya virus corona yang menimpa Bangsa Indonesia. Walaupun di tengah masa pandemi, kreativitas tidak boleh surut, karya ini mengajak kita untuk bangkit, pupuk rasa semangat dan tetap optimis. Kehadiran karya tari ini juga  mencari satu bentuk  koreografi kelompok dalam balutan tari kreasi baru, ditarikan oleh tiga penari putri dengan menggunakan pola-pola gerak dengan kualitas kuat, tegas, karakter lincah, enerjik, semangat, dinamis dan pola tempo yang cenderung cepat. Kehadiran pola-pola gerak tersebut ditarikan secara bersama-sama dalam suasana hati yang riang gembira penuh suka cita dan optimis. Struktur pola garap penciptaan karya ini mengacu pada pola penggarapan tari kreasi kakebyaran yang terdiri dari pangawit, pengawak, pengecet, dan pakaed. Kehadiran tulisan ini juga bertujuan untuk menjelaskan  metode dan tahapan kreatif penciptaan karya tari Janger Abhinaya di tengah masa pandemi.  Metode penciptaan yang digunakan sebagai tuntunan mengawali sebuah proses kreatif dalam proses penciptaan karya ini adalah menggunakan metode penciptaan: eksplorasi, improvisasi dan pembentukan. Dalam proses pengaplikasian metode penciptaan ke dalam proses penciptaan, hasil yang didapat berupa sajian bentuk tari kreasi baru yang disajikan dalam durasi yang relatif pendek, dengan penggunaan tempo cenderung cepat, kualitas gerak stakato, tegas dan kuat.
PERFORMING ARTS SEBAGAI AJANG EKSPRESI DAN KREATIVITAS ANAK-ANAK DI DESA BATAH BARAT DAN KARANGANYAR BANGKALAN Angga Fitriyono
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v3n2.p100-108

Abstract

Seni pertunjukan di desa Batah barat dan Karanganyar, Kabupaten Bangkalan, Madura dirasa masih kurang. Hal ini terlihat dari anak-anak sampai para warga masih belum terlalu antusias dengan seni. Hal ini dikarenakan tidak adanya fasilitas seperti sanggar maupun pengajar di kedua desa tersebut. Selain itu seni pertunjukan jarang sekali diadakan dalam acara-acara desa.Melihat situasi tersebut peneliti beserta para mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Trunojoyo Madura berusaha menumbuhkan minat dan bakat berkesenian anak-anak di desa Batah Barat dan Karanganyar, Bangkalan dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan Performing Arts melalui beberapa tahap yakni (i). Melaksanakan pendataan awal terhadap minat dan bakat anak di desa tersebut dan menetapkan minat dan bakat yang di diklasifikasikan pada bidang musik, tari dan drama (ii). Pemberian materi dan keterampilan dasar dalam berkesenian (iii). Evaluasi penguasaan materi dan pengembangan dalam gelar karya seni. Setelah pelaksanakan serangkayan tahapan mulai dari pendataan hingga pelatihan, kemudian produk yang dihasilkan berupa karya pertunjukan di tampilkan pada tanggal 23 januri 2019. Terlihat ekspresi dan unjuk kreativitas anak-anak sangat total dan sangat mencerminkan performer yang sesungguhnya dalam suguhan seni pertunjukan  yang berkualitas.
REINTERPRETASI TOKOH EMBAN DALAM KARYA TARI TOPENG MBANMBAN Setyo Yanuartuti; Joko Winarko
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 4 No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v4n1.p105-120

Abstract

Tokoh emban merupakan tokoh abdi yang dimaknai sebagai pembantu atau pengasuh seorang pangeran dan atau putri. Dalam pertunjukan Wayang Topeng Jatidhuwur tokoh Emban dihadirkan dalam setiap adegan kerajaan atau keputren. Tokoh emban ini memiliki karakter gecul, dan endel (orang Jatidhuwur menyebutnya dengan jalang). Gerak-gerik dan penampilan tokoh emban ini menarik peneliti untuk dijadikan sebuah tari. Oleh karena itu, tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses reinterpretasi dan bentuk tari topeng Mbanmban sebagai wujud visual tokoh Emban dalam pertunjukan Wayang Topeng Jatidhuwur. Penelitian ini merupakan penelitian penciptaan seni, adapun metode penciptaan enggunakan konstruksi. Hasil penelitian berupa satu karya seni tari yang diberi judul Topeng Mbanmban. Proses konstruksi tari dilakukan dengan tahapan penggalian ide, eksplorasi, komposisi, dan perwujudan tari. Bentuk visual tari topeng Mbanmban dibangun melalui wujud topeng berwarna putih dengan bentuk wajah bulat, dengan ornamen rambut hitam disisir rapi di atas dahi, bentuk alis kecil yang bersambung antara alis kiri dan kanan. Bentuk hidung pesek bentuk mata kecil seperti kolikan, dan bentuk bibir senyum dengan mulut terkatup. Topeng ini dilengkapi dengan anting-anting kayu yang dibuat terpisah berbentuk seperti palu kecil. Disamping wujud topeng, pengembangan gerak tari juga diambil dari gaya gerak tokoh emban, seperti gaya jalan lembeyan, cara duduk, dan gerakan-gerakan ekspresi yang selalu muncul ketika dalang melakukan dialog. Elemen pendukung gaya gerak tari Topeng Mbanban ini adalah tata busana dengan pendekatan warna kuning kecoklatan dalam bentuk kebaya dan kain motif bledag. Penataan gending yang dinamis memperkuat wujud karakter tokoh emban yang endel.