cover
Contact Name
Indar Sabri
Contact Email
indarsabri@unesa.ac.id
Phone
+6281357970529
Journal Mail Official
getersendratasik@unesa.ac.id
Editorial Address
Prodi Pendidikan Sendratasik, Jurusan Sendratasik, FBS, Universitas Negeri Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik
ISSN : -     EISSN : 26552205     DOI : -
Core Subject : Art,
Jurnal Gétér adalah Jurnal Seni Pertunjukan yang mewadahi pikiran kritis dan akademis melalui berbagai pendekatan maupun perspektif.
Articles 189 Documents
SENI MUSIK ETNIK HADRAH NUR MUHAMMAD DI KECAMATAN JAYALOKA KABUPATEN MUSIRAWAS KAJIAN BENTUK SAJIAN DAN STRUKTUR MUSIK Arif Kurniawan; Dedy Firmansyah
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v3n1.p52-63

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan bentuk dan struktur seni musik etnik  Hadrah yang ada di Kecamatan Jayaloka Kabupaten Musirawas. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk musik etnik  Hadrah yang ada di Kecamatan Jayaloka Kabupaten Musi Rawas adalah jenis musik ansambel yang dilengkapi dengan struktur lirik (syair) lagu, alat musik, teknik permainan, pemain dan vokal. Alat musik yang digunakan adalah alat musik ritmis seperti Genjringan, Kentam, Keprak, Darbuka, Gendang Bass, Ketiplak dan Kemplingan, Simbal serta Tamborin. Teknik permainan yang digunakan adalah teknik permainan pola dasar, pola ningkah dan pola variasian. Jumlah keseluruhan anggota adalah 15 anggota termasuk pelatih, terbagi menjadi 10 pemain musik dan 5 orang penyanyi (vokal)
FUNGSI TARI TANGGAI DI PALEMBANG Treny Hera
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v3n1.p64-77

Abstract

Masyarakat di Palembang kental dengan kultur permisif artinya mudah bergaul dan mudah akrab dengan tamu yang datang ke Palembang, bentuk khas kulturnya adalah tuan rumah ataupun instansi yang memiliki acara kedatangan tamu dari dalam dan dari luar Palembang menyajikan tari Tanggai pada awal acara sebagai tanda bahwa acara akan dimulai, diawali dengan proses menyambut tamu melalui penyajian tari Tanggai yang ditarikan oleh penari remaja putri berparas menarik menggunakan busana tari khas Palembang yaitu aesan Pak Sangko, aesan Gede dan aesan Selendang Mantri. Fungsi tari sebagai produk seni bagi masyarakat di Palembang sebagai tontonan dan hiburan disajikan dengan kadar estetisnya sebagai prioritas. Bentuk penyajian tari Tanggai yang konvensional di Palembang merupakan produk dari masyarakat yang memiliki pola pikir pembaharuan terhadap kesenian tradisional, namun hal ini tidak mempengaruhi fungsi tari Tanggai bagi masyarakat Palembang.
ANALOGI POLITIS MONOLOG NON REALIS DI JAWA Welly Suryandoko
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v3n1.p78-92

Abstract

Pertumbuhan Teater di Jawa mengikuti perjalanan genre teater barat yang dipolitisir, termasuk salah satunya yang mengisi ruang teater di Jawa adalah monolog, mengedepankan pada kekuatan aktor secara individu, dalam hal ini seorang aktor monolog bermain sendiri didukung dengan unsur-unsur pendukung yang menguatkan pertunjukan monolog, dalam monolog kemasan pertunjukan memiliki bentuk yang serupa dengan drama non realis dan realis juga terdapat dalam monolog, pada perkembangannya non realis atau bentuk yang ingin lepas dari nalar dan menolah konvensi-konvensi realis, kebebasan bentuk aktor monolog dapat terjadi pada bentuk monolog non realis ini. Perkembangan monolog non realis ini pun mengikuti perjalanan kesungguhan dalam berproses dan ketidak sungguh-sungguhan dalam berproses. Maka,  pelaku akan memilih non realis sebagai teater kaya namun miskin, atau realis sebagi teater miskin namun kaya. Fenomena itu terjadi mulai saat ini hingga kesungguhan berteater aktor monolog  muncul.
SISTEM PEWARISAN SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN SENI TRADISI Efita Elvandari
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v3n1.p93-104

Abstract

Kegiatan pewarisan merupakan suatu problema kebudayaan dalam dinamika kehidupan manusia. Proses pewarisan dipandang sebagai salah satu kegiatan pemindahan, penerusan, pemilikan antar generasi dalam rangka menjaga tradisi dalam sebuah silsilah keluarga yang bergerak secara berkesinambungan dan simultan. Tujuan pewarisan umumnya untuk menjaga nilai-nilai kebudayaan dari masa lalu, sekaligus upaya untuk menjaga (sakralitas) kesenian tersebut. Tulisan ini bertujuan untuk membahas tentang sistem pewarisan pada seni tradisi sebagai upaya untuk melestarikan eksistensi kesenian tersebut. Dengan menggunakan teori sistem pewarisan, tulisan ini mengkaji  mengenai jenis pewarisan dan aplikasinya pada seni tradisi, motivasi serta kendala-kendala dalam proses pewarisan seni tradisi, serta upaya yang dilakukan dalam proses pewarisan agar tetap terjaganya kelestarian ekssistensi seni tradisi.
DESAIN PEMBELAJARAN LABORATORIUM SENI TEATER ERA NEW NORMAL Moh. Mujib Alfirdaus
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v3n2.p1-11

Abstract

Upaya penyesuaian dunia pendidikan dalam situasi pandemi sudah banyak dilakukan oleh semua sivitas akademika, baik tingkat pendidikan dasar sampai dengan pendidikan tinggi. Tentu semua itu melalui Arahan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Pendidikan seni utamanaya pada proses pembelajaran sangat merasakan dampak ini, terlebih lagi seni pertunjukan yang sifatnya sangat komunal. Untuk itu harus ada perancangan atau desain pembelajaran terhadap pembelajaran seni agar tetap bisa dilaksanakan. Pembelajaran seni pertunjukan teater misalnya, yang memiliki kompetensi pengetahuan dan praktik maka pilihan yang paling utama untuk dilakukan dengan situasi pandemi ini adalah dengan belajar berani. Belajar jauh memiliki kelemahan dan kekuatan tersendiri. Pembelajaran yang bersifat teori/pengetahuan sangat bisa dilakukan dengan jarak jauh, tetapi untuk tentu saja sangat berbeda apalagi seni pertunjukan. Proses pembelajaran seni pertunjukan teater yang dilakukan secara langsung peserta didik dengan mudah mengikuti ketercapaian pembelajaran. Pembelajran berani untuk praktikum tentu saja dibutuhkan rancangan yang sesuai untuk mendapatkan ketercapaian pembelajaran. Banyak perangkat pembelajaran yang harus disiapkan. Hal yang paling prinsip adalah laboratorium pertunjukan. Maka desain dan teknologi pembelajaran merupakan instrumen yang mendasar untuk dipakai dalam pembelajaran seni pertunjukan teater di Era New Normal. Proses pembelajaran seni pertunjukan teater yang dilakukan secara langsung peserta didik dengan mudah mengikuti ketercapaian pembelajaran. Pembelajran berani untuk praktikum tentu saja dibutuhkan rancangan yang sesuai untuk mendapatkan ketercapaian pembelajaran. Banyak perangkat pembelajaran yang harus disiapkan. Hal yang paling prinsip adalah laboratorium pertunjukan. Maka desain dan teknologi pembelajaran merupakan instrumen yang mendasar untuk dipakai dalam pembelajaran seni pertunjukan teater di Era New Normal. Proses pembelajaran seni pertunjukan teater yang dilakukan secara langsung peserta didik dengan mudah mengikuti ketercapaian pembelajaran. Pembelajran berani untuk praktikum tentu saja dibutuhkan rancangan yang sesuai untuk mendapatkan ketercapaian pembelajaran. Banyak perangkat pembelajaran yang harus disiapkan. Hal yang paling prinsip adalah laboratorium pertunjukan. Maka desain dan teknologi pembelajaran merupakan instrumen yang mendasar untuk dipakai dalam pembelajaran seni pertunjukan teater di Era New Normal.
TARI KIPAS CHANDANI: GERAK, RUANG, DAN WAKTU Rully Rochayati
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v3n2.p12-25

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui sejauh mana tari Kipas Chandani dapat dianalisa tentang konsep gerak, ruang, dan waktu. Penulisan ini dirasa penting karena  hadirnya bentuk tari tidak terlepas dari konsep yang mendasarinya, proses terbentuknya tari, hingga bagaimana tarian tersebut dapat dianalisa dari berbagai aspek.  Latar belakang  dari penulisan ini memuat diskripsi dari hasil temuan pada saat proses penggarapan dalam bentuk penjabarannya dari tiga elemen koreografi. Metode penelitian diskriptif kualitatif yang melibatkan observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil temuannya adalah secara menyeluruh gerak, ruang, waktu dalam tari Kipas Chandani merupakan satu bagian yang utuh. Elemen gerak dalam tari ini terbagi atas ragam yang terdiri dari ragam pokok, ragam kembangan, ragam sendi atau penghubung. Elemen  ruang nyata yang digunakan adalah area terbuka. Ruang imajiner pada tarian ini mencakup ruang positf-negatif, arah, level, pola lantai, dimensi yang terwujud menjadi satu dalam ragam  gerak. Elemen waktu yaitu tempo, ritme, dan durasi turut menjadi satu bagian dari ragam yang diwujudkan. Keterikatan antara ruang dan waktu terwujud dalam gerak yang tersaji secara utuh.
HIPNOTEATER SEBAGAI SALAH SATU SOLUSI VAKSIN MENINGKATKAN IMUN PADA TUBUH Roci Marciano
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v3n2.p25-41

Abstract

Setiap ranah keilmuan rasanya penting untuk memberikan kontribusi atas peristiwa yang terjadi, terutama ketika pandemi melanda Negeri. Peneliitan ini menjadi penting karena mencoba memberikan sumbangsih untuk mengantisipasi dalam memberikan ketenangan kepada masyarakat luas, khususnya teater. Kedatangan vaksin covid-19 telah menjadi angin segar bagi sebagian masyarakat Indonesia, namun masih memberikan kontroversi karena adanya sebagian masyarakat yang setuju akan vaksin, dan ada pula yang menolak. Drama baru tentang vaksin ini tentu saja memberikan dampak psikologis terhadap sebagian masyarakat yang lain yakni; masyarakat yang masih diliputi rasa ragu, karena dua narasi antara vaksin covid-19, sama kuatnya yaitu, oknum menerima dan menolak. Oleh sebab itu, penelitian hipnoteater ini muncul, berharap bisa membantu segenap masyarakat dalam menyembuhkan dirinya dari virus yang tidak kasat mata. Tentu saja muncul pertanyaan, bagaimana bisa teater menjadi vaksin bagi manusia? Itulah mengapa penelitian ini menjawab, karena dalam teater, seorang tokoh bernama Augusto Boal dengan metode games teaternya, dinilai telah berhasil memberikan dampak kesehatan mental pada manusia, tentu saja metode games tersebut menjadi vaksin alternatif untuk menyehatkan krisis mental yang diakibatkan virus corona. Seiring perkembangan dalam pembacaan gejala yang terjadi di Masyarakat, sebagai homoteatericus, saya merasa perlu menyumbangkan pula hasil uji coba yang pernah dilakukan, yakni hipnoteater, yaitu hipnotis ala teater yang selama ini dieksplorasi untuk menyembuhkan berbagai penyakit mental. Melalui metode kualitatif, oleh sebab itu pada kesempatan ini hipnoteater mencoba turut andil untuk menjadi salah satu solusi di masa pandemi virus corona yang masih merajalela di muka bumi ini. Hasil penelitian ini berupa teknik berlatih mensugesti diri.
Komunikasi Musikal Suling Dewa dan Memang dalam Ritual Bepelas pada Upacara Erau di Kutai Kartanegara Endovalentio Ginting; Eli Irawati
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 4 No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v4n1.p1-22

Abstract

Suling dewa dan memang merupakan salah satu bagian dari rangkaian ritual bepelas pada upacara erau. Kehadiran serta kedudukan penyajian tersebut memiliki maksud dan arti tersendiri yang belum diketahui oleh banyak orang. Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan teks pada penyajian suling dewa dan memang yang meliputi, pelaku, syair, instrumen, lagu, tempat, dan penikmat, serta hubungan pada penyajian suling dewa dan memang yang dapat dilihat secara horizontal dan vertikal. Menganilisis pemaparan tersebut, digunakan metode kualitatif dengan pendekatan secara etnomusikologis. Hasil dari analisis yang telah dilakukan, didapat bahwa penyajian suling dewa dan memang tidak dapat dipisahkan dari upacara erau khususnya ritual bepelas. Saling berkaitannya suling dewa dan memang sehingga tercipta hubungan komunikasi secara vertikal dan horizontal.
PEWARISAN TARI TANGGAI MELALUI PENDIDIKAN: STUDI KASUS SANGGAR PUTRI BATANG HARI SEMBILAN Halimah Agustina; Treny Hera; Mukhsin Ilhaq
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 4 No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v4n1.p23-33

Abstract

Tari Tanggai merupakan tari tradisi khas kota Palembang yang ditarikan pada acara-acara pernikahan, tetapi dengan seiring berjalannya waktu tari Tanggai lambat laun mengalami suatu kemunduran dalam keberadaannya di masnyarakat setempat, sehingga perlu adanya upaya pewarisan, pelestarian di masyarakat setempat. Dalam konsep pewarisan Cavalli-Sforza and Feldman membagikan 3 konsep pewarisan yaitu pewarisan tegak, pewarisan datar dan pewarisan miring, dalam penelitian ini peneliti mengambil salah satu konsep dari pewarisan ini yaitu pewarisan miring melalui pendidikan nonformal di Sanggar Puteri Batang Hari Sembilan. Berdasarkan hal tersebut  masalah dalam penelitian adalah bagaimana proses pewarisan tari Tanggai melalui pendidikan di Sanggar Puteri Batang Hari Sembilan, sehingga dari proses pembelajaran dan nilainilai yang diberikan pelatih kepada siswa, adalah suatu upaya untuk mempertahankan dan meneruskan tari Tanggai sebagai suatu kekayaan budaya tradisi melalui pendidikan secara nonformal di Sanggar Puteri Batang Hari Sembilan sebagai bentuk wadah upaya dalam meneruskan kesenian tari tradisi terkhusus tari Tanggai di kota Palembang.
REPRESENTASI MADURA DALAM PERTUNJUKAN SENI TARI SILA KARYA HARI GHULUR Indra Tjahyadi; Ahmad Faishal
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 4 No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v4n1.p121-133

Abstract

Artikel ini memfokuskan kajiannya pada indentitas masyarakat Madura yang direpresentasikan dalam pertunjukan tari Sila karya Hari Ghulur. Sila merupakan pertunjukan seni tari yang diciptakan dan dimainkan oleh Hari Ghulur. Tujuan dilakukannya kajian ini adalah mendeskripsikan identitas masyarakat Madura yang direpresentasikan dalam seni pertunjukan, khususnya pertunjukan seni tari Sila karya Hari Ghulur. Teori yang digunakan sebagai landasan analisis adalah teori semiotika Roland Barthes. Adapun metode yang digunakan sebagai landasan tahapan analisis adalah metode kualitatif interpretif. Adapun penggunaan metode tersebut karena adanya relevansi antara topik kajian dan teori yang digunakan. Berdasarkan analisis yang dilakukan ditemukan bahwa pertunjukan tari Sila karya Hari Ghulur masyarakat Madura merepresentasikan masyarakat sebagai masyarakat (1) egaliter, (2) santri, dan (3) tangguh. 

Page 11 of 19 | Total Record : 189