cover
Contact Name
Indar Sabri
Contact Email
indarsabri@unesa.ac.id
Phone
+6281357970529
Journal Mail Official
getersendratasik@unesa.ac.id
Editorial Address
Prodi Pendidikan Sendratasik, Jurusan Sendratasik, FBS, Universitas Negeri Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik
ISSN : -     EISSN : 26552205     DOI : -
Core Subject : Art,
Jurnal Gétér adalah Jurnal Seni Pertunjukan yang mewadahi pikiran kritis dan akademis melalui berbagai pendekatan maupun perspektif.
Articles 189 Documents
IMPROVISASI TEATER: MATERI KESIAPAN AKTOR indar sabri; autar abdillah; arif hidajad; Welly Suryandoko
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 4 No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v4n2.p1-14

Abstract

Teater modern merupakan jenis teater yang tumbuh dan berkembang di tengah keramaian kota dengan adanya pengaruh dari teori Barat. Cerita yang dipentaskan bersumber dari sebuah karya sastra atau peristiwa sehari-hari. Dewasa ini teater modern sedang aktif berinovasi dalam pertunjukannya karena sadar akan adanya kekurangan dalam pertunjukannya. improvisasi dalam metode pelatihan keaktoran yang dilakukan pada proses pelatihan adalah salah satu kekurangan teate modern sehingga membutuhkannya dalam metode pealtihannya. Sejak awal kemunculannya, teater tradisional Indonesia menggunakan teknik improvisasi. Dalam berimprovisasi, pemain berpedoman pada cerita yang sederhana dan mengembangkan menjadi sebuah pertunjukan. Ludruk adalah salah satu bentuk pertunjukan teater tradisional yang meggunakan metode improvisasi didalamnya. Metode pelatihan Ludruk ada empat yaitu nyebeng, sepelam, tedean dan ngelmu. Metode-metode tersebutlah yang digunakan oleh seorang sutradara ludruk untuk berproses dan latihan dalam sebuah pertunjukan Ludruk. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah fenomenologi. Studi fenomenologi adalah studi yang berupaya mendeskripsikan pemaknaan umum dari sejumlah individu terhadap berbagai pengalaman hidup mereka terkait dengan konsep atau fenomena. Sedangkan tujuan utama dari fenomenologi adalah untuk mereduksi pengalaman individu pada fenomena menjadi deskripsi tentang esensi atau makna universal. Hasil penelitian menunjukan sebagai berikut. Ludruk dengan teknik bermain secara improvisasi merupakan teknik yang dipelajari melalui pengalaman ketika pementasan berlangsung dan ketika sedang berlatih dengan metodenya. Metode pelatihan ludruk ada empat kalsifikasinya nyebeng, sepelan, tedean dan ngelmu. Secara tidak langsung menggunakan improvisasi di dalamnya. Kata Kunci: Teater modern, Ludruk, Improvisasi, Pelatihan Ludruk
PERSIAPAN SEORANG AKTOR DRAMA RADIO BERBAHASA JAWA Elyandra Widharta
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 4 No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v4n2.p92-104

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis persiapan seorang aktor drama bahasa Jawa. Bagaimana tahapan persiapan seorang aktor drama bahasa Jawa, tentu memiliki perbedaan sekaligus tantangan dibanding persiapan seorang aktor panggung. Metode yang digunakan dalam penelitian penelitian kualitatif dimana data primer diperoleh dengan cara wawancara kemudina transkripsi setelah dilakukan pengkodean terhadap hasil wawancara. Tahapan terakhir analisis data yang berdasarkan interpretasi atas pengkodean. Hasil penelitian ini sebagai berikut setiap aktor memiliki persiapan yang bertahap antara lain aktor suara harus bisa mengenali kemampuan suara. Selain itu pendalaman karakter, interpretasi tokoh, dan berdialog dalam bahasa Jawa.
LUDRUK UNTUK KALANGAN MILENIAL: (STUDI KASUS LUDRUK MARSUDI LARAS SURABAYA) Aisyah Ramadhani Sisnia; autar abdillah
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 4 No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v4n2.p15-30

Abstract

Ludruk Marsudi Laras merupakan salah satu kelompok ludruk yang tumbuh dan berkembang di Surabaya sejak tahun 1993. Ludruk ini memiliki keistimewaan tersendiri di mata para penikmatnya karena sajiannya yang berbeda dengan ludruk konvensional lainnya. Hal ini menjadi fenomena menarik untuk dikaji oleh peneliti. Berdasarkan fenomena tersebut, peneliti merumuskan masalah sebagai berikut: (1) struktur pertunjukan Ludruk untuk remaja Ludruk Marsudi Laras di era Milenial. (2) cara Ludruk Marsudi Laras dalam melakukan regenerasi anggota kalangan Milenial. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menjelaskan bentuk pertunjukan Ludruk untuk remaja Ludruk Marsudi Laras di era Milenial serta menjelaskan cara Ludruk Marsudi Laras dalam melakukan regenerasi anggota kalangan Milenial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data: observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk dapat mendeskripsikan informasi yang ada. Peneliti juga menggunakan triangulasi sumber dan teknik unruk menguji keabsahan data yang ada. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Ludruk Marsudi Laras memiliki struktur pertunjukan yang sama dengan pakem pada pertunjukan Ludruk konvensional lainnya, yang membedakan Ludruk Marsudi Laras dengan Ludruk konvensional lainnya ialah Ludruk Marsudi Laras memiliki kemasan baru yang mengangkat peristiwa aktual dan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti sehingga dapat menarik perhatian Generasi Milenial. Ludruk Marsudi Laras memiliki dua cara dalam meregenerasi anggotanya yakni melalui perekrutan kelompok dan perekrutan pribadi.                                                                                   Kata Kunci: Ludruk, Marsudi Laras, Milenial.
REKONSTRUKSI GENDING KALONGAN LARAS SLENDRO PATHET WOLU DALAM SAJIAN TARI KLANA WAYANG TOPENG JATI DUWUR joko winarko
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 4 No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v4n2.p78-91

Abstract

Gending Kalongan Laras Slendro Pathet Wolu selalu identik dengan Tari Klana dalam Wayang Topeng Jati Duwur. Selain sebagai repertoar yang difungsikan sebagai aktualisasi simbol kekuatan doa, juga sebagai bukti bahwa garab menjadi penting dalam menyajikan gending. Namun fenomena Wayang Topeng Jati Duwur mulai kurang diminati, sajian Gending Kalongan juga ikut memudar. Hal inilah yang mendasari langkah rekonstruksi Gending Kalongan sebagai penguatan sajian Tari Klana menjadi fokus penciptaan. Langkah rekonstruksi merupakan metode penciptaan dengan membentuk kembali pertunjukan lebih komunikatif. Temuan data tentang karakteristik sistem nada Laras Slendro dalam Seni Karawitan Wayang Topeng Jatiduwur serta keterbukaan Seni Karawitan Wayang Topeng Jati Duwur menjadi bermanfaat dalam proses kolaborasi bersama dengan ragam kesenian di wilayah Jombang. bermanfaat untuk mengkolaborasikan lintas seni. Selain bertujuan untuk mengembangkan eksistensi dari Gending Kalongan, juga bermanfaat untuk kehidupan Gending kalongan bersama dengan Tari Klana Wayang Topeng Jati Duwur.
STRUKTUR DRAMATIK PERTUNJUKAN MONOLOG VIRTUAL ZETAN OLEH ROCI MARCIANO Indra Tjahyadi; Mujib Al Firdaus
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 4 No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v4n2.p31-45

Abstract

  Fokus kajian dalam artikel ini pada struktur dramatik yang terdapat dalam pertunjukan monolog virtual berjudul Zetan yang disutradarai dan diperankan oleh Roci Marciano. Kajian ini memiliki nilai urgensi untuk memberikan kontribusi pada penelitian pertunjukan virtual yang dilakukan oleh teaterawan Indonesia di era Disrupsi. Adapun tujuan kajian ini untuk mendeskripsikan struktur dramatik yang terdapat dalam pertunjukan virtual monolog berjudul Zetan yang dilakonkan oleh Roci Marciano. Teori yang digunakan dalam kajian ini adalah teori stuktur dramatik Gustav Freytag. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah metode penelitian berdesain kualitatif deskriptif. Berdasarkan analisis yang dilakukan ditemukan bahwa pertunjukan virtual drama monolog tersebut memiliki struktur dramatik yang memperlihatkan alur linear. Cerita disajikan melalui bangunan peristiwa yang bersifat kausalitas dari awal sampi akhir. Pada pertunjukan tersebut tampak pada keberadaan perkenalan tokoh sebagai isi dari momen eksposisi yang berada di awal dan diakhir dengan momen denoument yang berisi adegan tokoh Istri Guru yang memberikan solusi dengan mimik wajah dan nada suara yang datar dan tenang.
TARI SATU PADU: CIPTA KREASI TIM CREATIVE BELISSA SMP XAVERIUS 2 PALEMBANG Rully Rochayati -; Rio Eka Putra
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 4 No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v4n2.p46-60

Abstract

Abstrak Tujuan dari terbentuknya Tim Creative Belissa adalah memberdayakan kemampuan guru dalam berkreativitas antara lain pembuatan video pembelajaran, membuat karya-karya baru dalam bentuk musik, maupun tari. salah satu yang telah disusun dan diwujudkan adalah tari Satu Padu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses berkreasi yang telah dilakukan oleh tim Creative Belissa yang dimulai dari menentukan konsep dasar perancangan karya hingga metode yang digunakan hingga terbentuk menjadi satu karya tari yang utuh. Metode penelitian yang digunakan adalah diskriftif kualittatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi pustaka, dan perekaman, dengan desain penelitian meliputi tempat dan waktu penelitian, metode yang digunakan, subjek penelitian, teknik pengumpulan data, dan bahan yang diperlukan untuk mengumpulkan data penelitian. Hasil akhir dari penelitian ini bahwa terbentuknya suatu cipta kreasi dari sebuah karya tari terkait dengan metode penciptaannya yaitu eksplorasi dan improvisasi, Melakukan Pengembangan Motif Melakukan Proses Perangkaian, tahapan latihan dan tahapan evaluasi. Terwujudnya tari Satu Padu dilandasi konsep dasar yaitu rangsang awal, ide gagasan, dan konsep gagasan yang mencakup judul, tema, gerak, penari, pola lantai, musik iringan tari, tata rias dan busana, area pentas, dan tata cahaya. Kata Kunci : Tari Stu Padu, Cipta Kreasi
ANALISIS BENTUK LAGU ES LILIN CABBHI GUBAHAN M. IRSYAD Fajaruddin Mubarak
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 4 No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v4n2.p61-69

Abstract

Lagu Es Lilin Cabbhi pada penelitian ini merupakan lagu Es Lilin Cabbhi gubahan M. Irsyad dengan menggunakan syair madura yamg menceritakan seorang penjual es lilin dari desa yang merantau ke kota. M. Irsyad merupakan seorang seniman asal Bangkalan Madura yang sering menggubah lagu. Dari sekian banyak lagu gubahannya yang paling terkenal adalah lagu Es Lilin Cabbhi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan bentuk lagu Es Lilin Cabbhi gubahan M. Irsyad. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Data hasil temuan berupa diskripsi dari Lagu Es Lilin Chabbi gubahan M. Irshad kemudian divaliditas dengan menggunakan teknik  triangulasi sumber pustaka yaitu literatsi teori bentuk lagu serta triangulasi nara sumber yang sangat memahami tentang Lagu Lagu Es Lilin Chabbi gubahan M. Irshad yaitu Agus Suwahyono, S.Sn. M.Pd,. hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu Es Lilin Cabbhi gubahan M. Irsyad berbentuk 2 bagian yaitu bagian 1 terdiri dari 2 kalimat (kalimat 1 dan kalimat 2), 4 frase (2 frase tanya dan 2 frase jawab), 8 motif. Lagu Es Lilin Cabbhi gubahan M. Irsyad menggunakan tangga nada A mayor, yang disajikan dengan tempo Adagio (tempo yang perlahan dan lembut), kemudian menggunakan sukat 4/4, dan tersusun dari 25 birama.
PERAN EDUKASI DALAM PEMENTASAN DRAMA KOLOSAL KARYA KOMUNITAS ROODE BRUG Rudlofuddin Jindan
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 4 No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v4n2.p70-77

Abstract

Komunitas “Roode Brug” memiliki tujuan untuk memperkenalkan sejarah melalui drama kolosal yang disajikan kepada masyarakat dan khususnya generasi muda bangsa, agar dapat menghargai sejarah dengan mengaplikasikan dalam kehidupan dan bermasyarakat saat ini. Kajian ini menggunakan teori antropologi pendidikan, konsep fungsi teater dan konsep edukasi dalam menganalisis dan menggali peran “Roode Brug” dalam sisi komunitas dan karyanya. Pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dipakai dalam metodologi penelitian. Subjek penelitian adalah anggota “Roode Brug”, warga (penonton). Teknik mengumpulkan data: obervasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data: reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data/ penarikan kesimpulan. Peran edukasi yang diberikan oleh “Roode Brug” dalam pertunjukan drama kolosal memberikan dampak positif bagi masyarakat dan remaja. Menampilkan reportoar pertunjukan dengan visualisasi teatrikal membuat penonton merasakan dan menangkap pesan moral sebagai semangat yang diaplikasikan dalam kehidupan-sehari. Wujud edukasi ini merupakan tujuan dari “Roode Brug” agar sejarah dapat diterima semua elemen masyarakat dengan sajian hiburan drama kolosal yang menarik. 
A ANALISIS BENTUK PENYAJIAN MUSIK ETNIK ANGKLUNG PAGLAK DESA KEMIREN DALAM FESTIVAL ANGKLUNG PAGLAK SE-KABUPATEN BANYUWANGI 2018 Venansius Aldho Ariyarso aldho
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 5 No 1 (2022): April 2022
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Musik Angklung Paglak merupakan satu jenis musik etnik dari Desa Kemiren yang kemudian berkembang hingga diseluruh Kabupaten Banyuwangi, hingga dalam perkembangannya seni Angklung Paglak kemudian sering juga menyajikan gending-gending populer sekarang. Dalam rangka kegiatan pelestarian, maka Dinas Pariwisata Kabupaten Banyuwangi mengadakan agenda tahunan yaitu Festival Angklung Paglak Se-Kabupaten Banyuwangi tahun 2018 dan kelompok Angklung Paglak dari Desa Kemiren terpilih menjadi penyaji favorit. Berangkat dari fenomena inilah yang kemudian melatari ketertarikan untuk meneliti bagaimana bentuk sajian Angklung Paglak dari kelompok Desa Kemiren dalam acara Festival Angklung Paglak Se-Kabupaten Banyuwangi 2018. Untuk mendapatkan data maka penelitian menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan langkah-langkah yaitu observasi lapangan, wawancara dengan nara sumber, pendokumentasian, serta validasi data dengan teknik triangulasi sumber dan triangulasi waktu. Data yang diperoleh berupa unsur utama bentuk penyajian yaitu instrumentasi, pemain, dan gending, serta unsur pendukung penyajian yaitu menara Paglak, penonton dan kostum pemusik kemudian dijabarkan dalam pembahasan dengan menggunakan teori Bentuk Penyajian milik Djelantik, hingga menemukan bentuk penyajian kelompok Angklung Paglak Desa Kemiren dalam acara Festival Angklung Paglak Se-Kabupaten Banyuwangi 2018.
ANALISIS STRUKTUR RUANG TARI PAGEBLUG BOMA DI SANGGAR SASTRA MATAYA SUNGAI PINANG BANYUASIN Rio Eka Putra; Nita Maelatul Hasanah
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 5 No 1 (2022): April 2022
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tari Pageblug Boma adalah tarian yang bersumber gagasan/ide/tema berdasarkan situasi pandemi. Menceritakan tentang kesedihan serta kesusahan dalam kehidupan manusia pada saat Covid-19 yang menyebar diseluruh penjuru dunia, sehingga seluruh aktivitas manusia semuanya dihentikan dan beralih pada sistem online demi terjalannya suatu progam kegiatan. Karya tari ini divisualkan  oleh tiga penari, dua penari perempuan dan satu penari laki-laki dengan memadukan seni lukis didalam karya tari tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Sumber data melalui informan penelitian, buku, jurnal, penelitian terdahulu, dan artikel internet. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Karya tari ini terbentuk melalui proses menggunakan salah satunya adalah aspek struktur keruangan dengan hasil penyajian konsep ruang yang berbeda. Hasil penelitian yang diperoleh adalah Tari Pageblug Boma diketahui memiliki berbagai aspek yang terdapat di setiap ragam geraknya yaitu aspek ruang positif-negatif, level, pola lantai, arah dan dimensi. Ruang positif-negatif terdapat diseluruh ragam geraknya, pada tari Pageblug Boma hanya memiliki tiga level yaitu level rendah, sedang dan tinggi. Pola lantai yang digunakan yaitu segitiga, diagonal kanan belakang, lingkaran, vertikal, dan diagonal kanan depan. Bentuk arah hadap dalam geraknya yaitu arah depan, arah belakang, arah samping kanan, arah samping kiri dan arah hadap serong kanan. Dimensi pada tarian ini yaitu ketinggian, kelebaran, dan kedalaman.