cover
Contact Name
Indar Sabri
Contact Email
indarsabri@unesa.ac.id
Phone
+6281357970529
Journal Mail Official
getersendratasik@unesa.ac.id
Editorial Address
Prodi Pendidikan Sendratasik, Jurusan Sendratasik, FBS, Universitas Negeri Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik
ISSN : -     EISSN : 26552205     DOI : -
Core Subject : Art,
Jurnal Gétér adalah Jurnal Seni Pertunjukan yang mewadahi pikiran kritis dan akademis melalui berbagai pendekatan maupun perspektif.
Articles 189 Documents
Strategi Aktor Menafsir Naskah RE Ahmad Faishal; Moh. Hariyanto
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v2n2.p22-34

Abstract

Minimnya kajian tentang teater khususnya aktor dan upaya kerja aktor, mendorong peneliti mengkaji hubungan antara naskah aktor dan pertunjukan. Aktor sebagai elemen terpenting dalam pertunjukan teater tidak serta merta begitu saja bisa hadir dan bermain diatas pangung. Aktor membutuhkan serangkaian modal (kehendak, pemikiran, tubuh dan perasaan) disertai dengan kecanggihan teknik dan metode yang tepat untuk bisa bermain dan ˜menjadi aktor yang baik. Memahami naskah drama membutuhkan strategi khusus (pembacaan Dekonstruksi) untuk dapat menangkap makna, menemukan gagasan, peran, karakter, hubungan antar tokoh, konflik, setting, alur, artistik dan penyelesaian. Bahkan sampai pada upaya melakukan pemberontakan terhadap naskah itu sendiri (entah adaptasi atau inspirasi).Penelitian ini difokuskan pada naskah RE Karya Akhudiat, menggunakan metode content analysis dengan pendekatan dekonstruksi. Dekonstruksi memaparkan tiga langkah metodologis, yakni pertama tahap verbal, yaitu tahap pembacaan kritis dengan pencarian paradok dan kontradiktif. Kedua, tahap tekstual yaitu mencari makna yang lebih dalam pada keseluruhan teks. Ketiga, pencarian makna pada tahap linguistik.Dengan menggunakan strategi dekonstruksi, berpikiran kritis bahkan sampai pada hal yang tak mungkin (nalar) diluar naskah, aktor dapat memahami naskah semaksimal mungkin dan dapat bermain dengan baik. Aktor telah memiliki modal pemikiran yang maksimal.
SENI MERUPAKAN KEBUTUHAN HIDUP MANUSIA Jimin Budiyono; Totok Sumaryanto F
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v2n2.p35-40

Abstract

Makalah yang berjudul œ Seni merupakan kebutuhan hidup manusia memfokuskan pada permasalahan manfaat seni dalam masyarakat kususnya bidang seni rupa. Tujuan makalah ini adalah menjelaskan dan menganalisis manfaat seni dalam masyarakat, menjelaskan dan mengalisis seni atau karya seni untuk kebutuhan perekonomian. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif, objek penelitian adalah kesenian yang ada di Kabupaten Semarang. Data didapat melalui observasi, pengamatan, dan dokumentasi, menggunakan ineraksi analisis dan interpretasi analisis dengan pendekatan sosiologi seni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seni atau karya seni dapat menjadi kebutuhan primer dan sekunder, dan karya seni dapat menjadi penopang perekonomian masyarakat, sehingga seni menjadi kebutuhan hidup masyarakat yang tidak dapat ditinggalkan.
ANALISIS dan PENERAPAN BALANCE DALAM PADUAN SUARA RA. Dinar Sri Hartati
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v2n2.p41-50

Abstract

Balance adalah satu unsur penting dalam penyajian musikal Paduan Suara. Paduan suara adalah satu genre musikal dan terdiri dari sejumlah kategori, baik Anak-anak, remaja/pemuda, dewasa, baik sejenis maupun campuran. Komposisi musikal Paduan Suara ada yang diciptakan berdasar ide absolut, dan ada pula yang progmatik. Pencapaian keindahannya ada yang sifatnya estetis semata, namun ada pula yang pragmatis. Untuk mendapatkan satu sajian suara yang balance diperlukan analisis secara detail dan komprehensif dengan memperhatikan tiga kondisi yakni: komposisi suara, akustik ruang penyajian, maupun aspek kompositoris karya tersebut. Artikel ini menyajikan metode analisis dan strategi penataan balance berdasar tiga kondisi tersebut.
KONSEP GARAPAN TARI TURAK DEWA MUSIRAWAS Rully Rochayati
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v2n2.p51-61

Abstract

Terbentuknya sebuah karya tari tidak terlepas pada konsep-konsep yang melatarbelakanginya. Konsep garapan tari tidak serta merta hadir dan dapat terwujud dengan mudah. Ada banyak proses yang harus dilaluinya agar konsep tersebut dapat secara utuh  terbentuk dan terjabarkan secara visual. Konsep garapan tari seringkali menjadi masalah bagi seniman tari atau penata, pencipta tari. Hal ini disebabkan karena seniman tari, penata, pencipta tari terkadang menggunakan intuisinya untuk bekerja, membentuk dan memprosesnya. Terkadang mengabaikan konsep teori yang sudah ada. Konsep garapan tari memberikan pengetahuan kepada penikmat, penonton, pengguna tarian tersebut tidak hanya mengetahui tariannya tetapi juga dapat mempelajari konsep garapannya.Metode yang digunakan yang dalam penyusunan tari Turak Dewa ini adalah ekplorasi, improvisasi, pembentukan, dan evaluasi. Setelah terbentuk susunan tari secara lengakap kemudian didiskripsikan dan dituliskan secara runtut dan jelas. Menggabungkan metode berkarya tari dan penulisan (naskah karya tari) agar konsep garapan tari dapat utuh terbaca. Konsep garapan tari Turak Dewa terdiri dari ide gagasan, judul, tema, gerak, penari, pola lantai, tata rias, tata busana, properti, musik iringan tari, tata panggung, tata cahaya. Ditambahkan juga proses penyusunan tari Turak Dewa berdasarkan proses penciptaan tari yang meliputi eksplorasi, improvisasi, pembentukan dan evaluasi. Hasil yang dicapai dalam penulisan ini bahwa tari Turak Dewa sebagai bentuk karya tari dapat dijelaskan dari aspek-aspek tersebut diatas baik konsep garapannya dan proses penggarapannya, dan secara sistematis dapat dialurkan dan didiskripsikan secara jelas serta runtut.
WAYANG KULIT WONG LAKON MENJUNJUNG LANGIT MENCIUM BUMI: TEKS PERTUNJUKAN DALAM SEMIOTIKA TEATER Prasena Arisyanto
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v2n2.p62-73

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis makna pertunjukan Wayang Kulit Wong dalam lakon Menjunjung Langit Mencium Bumi. Sebagai analisis adalah konsep semiotika teater Tadeus Kowzan yang di fokuskan pada analisis teks pertunjukan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan semiotika teater. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menjelaskan bahwa Wayang Kulit Wong lakon menjunjung langit mencium bumi yang ditampilkan dalam acara peringatan sumpah pemuda mempunyai makna pada pertunjukannya yang dianalisis dari 13 sistem tanda Tadeus Kowzan, yaitu tanda kata, nada, mimik, gerak isyarat, gerakan-gerakan, tata rias, gaya rambut, kostum, properti, seting, tata cahaya, musik, dan pengaruh bunyi. Inti makna pertunjukan Wayang Kulit Wong pada lakon menjunjung langit mencium bumi sesuai dengan makna sumpah pemuda yaitu agar para pemuda harus menghargai berbagai perbedaan yang dimiliki bangsa Indonesia sebagai kekayaan bangsa dan memanfaatkan berbagai perbedaan tersebut untuk menjaga persatuan dan kesatuan negara Indonesia.
TARI NGABULING SEBAGAI PENERAPAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN Alif Lintang Sayekti
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v2n2.p74-81

Abstract

Tari Ngabuling merupakan tari yang berakar pada gerak budaya Malangan kemudian dikembangkan dengan gerak yang lebih dinamis dan kreatif. Tari Ngabuling ciptaan Tri Idha Rochana merupakan tari yang dilombakan pada event FLS2N dan mendapat peringkat 5 penyaji terbaik pada tingkat kota, provinsi dan nasional. Namun belum cukup banyak informasi mengenai nilai-nilai yang bermanfaat untuk guru maupun pelajar. Tari ini memiliki alasan yang cukup untuk menjadi pertimbangan dalam lomba. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan alasan pentingnya tari Ngabuling untuk dipelajari. Dengan menggunakan data wawancara, observasi, dan dokumentasi sebagai metode untuk mencari tahu fungsi dari tari Ngabuling. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik yang selanjutnya dikonfirmasi dengan teori nilai-nilai pendidikan. Hasil dari penelitian ini ada empat nilai dalam tari Ngabuling yang menjadikan tari ini layak untuk dipertimbangkan.
PERAN AKTOR DI BALIK PENGGUNG TERHADAP TANDHAK TAYUB DI MALANG JAWA TIMUR Robby - Hidajat
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v3n1.p1-16

Abstract

Tandhak atau teledek di Malang Jawa Timur masih tergantung pada peran aktor di balik panggung,yaitu pelandang, Pengendang atau ketua Paguyuban. Peran yang dimainkan oleh para aktor di balik penggung  itu memiliki dampak tersendiri bagi tandhak. Penelitian ini mengkaji peran aktor di balik panggung dalam penyelenggaraan pementasan tayub. Metode penelitian menggunakan pendekatan diskriptif kualitatif. Data yang dikumpulkan terdiri dari teknik wawancara, observasi, dan penumpulan dokumentasi. Data yang telah melalui seleksi, tabulasi, dan dilakukan uji trianggulasi untuk menentukan kebasahanan. Metode analisis dipergunakan diskriptif interpertatif. Hasil penelitian menunjukan (1) peran pelandang yang memiliki peringkat sangat dominan terhadap tandhak, (2) peranan pengendang bersifat melindungi tandhak, dan (3) ketua paguyuban tayub yang bersifat moderat. Karena ketua paguyuban mempertimbangkan kelangsungan para penggembar tayub.
PERBANDINGAN KECERDASAN EMOSI KOMPOSISI MUSIK ROCK ASLI DAN ARANSEMEN KE DALAM MUSIK JAZZ Novdaly Fillamenta; Mohammad Arfani
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v3n1.p17-30

Abstract

Ritme musik yang berbeda antara musik rock dan Musik Jazz akan menyebabkan kondisi emosi yang berbeda ketika didengarkan oleh manusia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan antara musik rock dan jazz dalam meningkatkan kecerdasan emosional. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif komparatif menggunakan quasi eksperimental dengan desain pre-test dan post-test, dan dianalisis dengan paired t-test. Subjek penelitian adalah remaja yang mendengarkan musik rock dan jazz di Palembang, sekitar 100 di antaranya dengan kriteria seperti sering mendengarkan musik dan berusia 17-20 tahun. Metode pengambilan sampel adalah Simple Random Sampling. Musik Rock Asli oleh Metallica dengan tittle judul Nothing Else Matters dan mengatur musik menjadi jazz dengan tittle yang sama oleh Postmodern Jukebox feat Caroline Baran. Emotional Quotient diukur menggunakan skala EI, skor yang lebih tinggi menunjukkan EI yang lebih tinggi.
BODY LABOR TALANG TUWO GLOSARIUM PROJECT TEATER POTLOT DI PALEMBANG Nugroho Notosutanto Arhon Dhony; Hasan -
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v3n1.p31-41

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Dengan teknik pengumpulan data: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengamatan langsung dilaksanakan di Komunitas Teater Potlot dan Pertunjukannya dengan judul Talang Tuwo Glosarium Project yang digelar di Taman Budaya Graha Sriwijaya Jakabaring Palembang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu Teori Drama. Analisis penelitian ini difokuskan pada kompetensi aktor/aktris dan penulisan naskah lakon, meliputi: gesture (fisik dan vokal) dan penulisan naskah lakon. Hasil penelitian menjelaskan bahwa teater potlot mengangkat teater berjenis kontemporer atau teater modern dan menjadikan tubuh serta vokal aktor/aktris sebagai kekuatan dalam pertunjukannya. Seperti halnya naskah lakon yang ditulis oleh Conie Sema merupakan hasil karya tulis yang kreatif dan imajinatif serta sarat akan makna, pesan-pesan, serta nilai yang terkandung di dalamnya.
GAYA PUKULAN KENDHANG GROUP MUSIK DANGDUT PALAPA Jarmani M.Pd
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v3n1.p42-51

Abstract

Dangdut merupakan aliran musik yang sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia. Irama dangdut identik dengan seni musik kalangan kelas bawah merupakan cerminan dari aspirasi kalangan masyarakat yang mempunyai ciri khas kelugasan dan kesederhaannya. Suara kendhang yang membuat semua orang berjoget menjadi tolok ukur pupolaritas dari musik dangdut itu sendiri. Penelitian ini  berpijak pada pendekatan kualitatif dengan hasil akhir dari penulisannya dibuat secara diskriptif. Objek penelitian dalam penelitian ini group musik dangdut Koplo yaitu group musik dangdut Pallapa.  Hasil penelitian ini yaitu mendeskripsikan pukulan  kendang Koplo dalam masing-masing pukulan Slamet group musik Pallapa dengan kesamaan dan pererbedaan dalam teknik pukulnya dengan pengendang yang lain

Page 10 of 19 | Total Record : 189