cover
Contact Name
Ni Wayan Ariyani
Contact Email
jikpolkesden01@gmail.com
Phone
+6281239744087
Journal Mail Official
jikpolkesden01@gmail.com
Editorial Address
Jalan Raya Puputan Renon No. 11 A Denpasar
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery)
ISSN : 2338669X     EISSN : 27218864     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) yang diterbitkan oleh Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar merupakan jurnal ilmiah yang bertujuan menyebarluaskan berbagai tulisan ilmiah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya kesehatan ibu dan anak. Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) terbit dua kali dalam setahun yaitu edisi Mei dan Oktober. Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) pertama kali diterbitkan tahun 2007 dengan nama ARIMBI, dan mulai tahun 2013 berganti nama menjadi Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) yang didukung oleh para ahli baik sebagai reviewer maupun dewan redaksi. Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) menerima naskah yang berasal dari hasil penelitian atau tinjauan pustaka tentang : 1. Ilmu kebidanan 2. Kesehatan masyarakat 3. Kesehatan reproduksi 4. Kesehatan ibu dan anak
Articles 213 Documents
Hubungan Pengetahuan Tentang Kunjungan Antenatal Care dengan Keteraturan Kunjungan Antenatal Care Ibu Hamil Trimester III di Masa Pandemi Covid-19 Ni Luh Wahyu Padesi; Ni Wayan Suarniti; Ni Gusti Kompiang Sriasih
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v9i2.1421

Abstract

Antenatal care (ANC) bertujuan untuk memperoleh kehamilan serta persalinan yang aman dan positif. Masa pandemi Covid-19 berdampak pada sektor kesehatan termasuk kunjungan ANC. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan keteraturan ANC di masa pandemi Covid-19 di wilayah kerja UPTD Puskesmas Abiansemal I tahun 2021 dan ini juga merupakan penelitian analitik korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester III yang melakukan ANC pada bulan April-Mei dengan sampel 32 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. Analisis data menggunakan uji statistik Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan 17 orang (53,1%) berpengetahuan baik, 13 orang (40,6%) cukup dan kurang sebanyak 2 orang (6,3%). Responden yang melakukan ANC teratur adalah 19 orang (59,4%) dan tidak teratur 13 orang (40,6%). Berdasarkan analisa bivariat didapatkan p=0,000, dengan nilai koefisien (r=0,876) lebih besar dari r tabel (r=0,632), sehingga ada hubungan pengetahuan dengan keteraturan ANC. Ibu hamil diharapkan terbuka menerima informasi dari petugas kesehatan agar dapat meningkatkan pengetahuan sehingga dapat memotivasi ibu teratur memeriksakan kehamilannya. Kata kunci: Pengetahuan, Antenatal Care, Pandemi Covid-19  Antenatal care (ANC) purpose to a safe and positive pregnancy and childbirth. Covid-19 pandemic bring an impact on the health sector, including ANC visits. This study purpose to analyze the relationship between knowledge with regularity of ANC visits for pregnant women in the third trimester during the Covid-19 pandemic in the work area of UPTD Puskesmas Abiansemal I in 2021. This research is a correlative analytical study with cross-sectional approach. The population were all pregnant women in third trimesters who did ANC visit in April-May 2021, with samples 32 respondents. The sampling technique was consecutive sampling. Data analysis using Spearman Rho statistical test. The result shows analysis of respondents who have good knowledge are 17 women (53,1%), have an enough knowledge are 13 women (40,6%) and have a less knowledgeable are 2 women (6,3%). Respondents who did regularly ANC visits are 20 women (62.5%) and who did irregular ANC visit are 12 women (37.5%). The result of bivariate analysis was p =0,000, and the coefficient value (r = 0,876) is greater than r table (r = 0,632), meaning there is a correlation between the knowledge and the regularity of ANC visit. Pregnant women are expected to always open mind to receiving the information that given by health workers to increase their knowledge about ANC visits so support and motivate to did ANC visit regularly.Keywords: Knowledge, Antenatal Care, Covid-19 Pandemic 
Perbedaan Pengetahuan Mengenai Pendewasaan Usia Perkawinan Sebelum Dan Sesudah Diberikan penyuluhan Pada Siswa Di Sma Negeri 2 Tabanan Ni Made Ayu Sariani; Made Widhi Gunapria Darmapatni; Ni Ketut Somoyani
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v8i2.1338

Abstract

ABSTRACTEarly marriage often begins with pregnancy. This research aims to determine the difference of knowledge about the maturation age of marriage before and after given counseling to students in SMA Negeri 2 Tabanan. This study was analytic with a one-group pre-test-post-test study. Sample in this research is student of class XI which amounted 92 student. The sampling technique is stratified random sampling. The instrument used is a questionnaire of 30 questions that have been valid and reliable. Data analysis technique using Paired t Test. The results showed that the mean before giving 87,57 counseling and after counseling obtained 91,52 obtained increase of mean equal to 3,95. Based on the analysis of Paired t Test obtained p value = 0,000 0,05 the result show there is significant difference of student knowledge about maturation age of marriage before and after given counseling. Extracurricular based on reproductive health in schools is expected to be improved and students are more active in organizations in schools and follow reproductive health education activities.Keywords: Knowledge; Maturation age of marriage; Counseling
Hubungan Penggunaan KB Suntik DMPA Terhadap Indeks Massa Tubuh (IMT) Widya Kusumawati; Lely Khulafa’ur Rosidah
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v9i1.1478

Abstract

More than six million women worldwide use the injectable hormonal contraceptive method (Fraser, 2011). The DMPA hormone which contains progesterone can affect the fat layer and appetite which will affect weight gain which has an impact on body mass index (Helti Lestari S., 2019). The purpose of this study was to determine the relationship between the use of DMPA injections on BMI. This research method is analytic with cross sectional approach. It was conducted in Ngampel sub-district, Mojoroto sub-district, Kediri city in June – July 2019. The study population was all women of EFA, with purposive sampling technique, a total of 30 respondents were obtained. The variable of this study was the use of DMPA injectable contraception and the dependent variable was BMI. The research instrument used a questionnaire, and the type of data taken was quantitative data. Data analysis using Chi Square with a significance level = 0.05. The results showed that from 30 respondents 19 respondents (63.33%) used non-hormonal family planning 7 (23.33%) with normal BMI and 12 (40%) BMI Obesity, while DMPA injection family planning acceptors 2 (6.66%) BMI Normal, 11 (30%) BMI Obese. Based on the analysis, the value of 2 count = 1.14 2 tables = 3.84, which means that there is no relationship between the use of DMPA injecting family planning and BMI. Although the use of DMPA injectable contraception is not related to BMI, the body should be given rest time using non-hormonal family planning (MKJP: IUD and Tubectomy / Vasectomy).
Hubungan Kurang Energi Kronis pada Ibu Hamil Triwulan I dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah Ni Luh Nyoman Suwati Prihatini; I Komang Lindayani; I Gusti Ayu Surati
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v9i2.1461

Abstract

Status gizi ibu hamil membutuhkan perhatian khusus untuk mencegah Kurang Energi Kronis (KEK). KEK pada ibu hamil dapat menimbulkan abortus, bayi lahir mati, kematian neonatal, cacat bawaan, anemia pada bayi, asfiksia intrapartum, lahir dengan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan BBLR dengan riwayat ibu hamil kekurangan energi kronis di wilayah kerja Puskesmas Pecatu Tahun 2020. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Analitik dengan rancangan penelitian Cros Sectional dengan populasi yaitu 102 bayi. Pengambilan sampel menggunakan teknik Total Sampling. Kriteria sampel diambil yaitu jika memiliki data berat lahir dan Lingkar Lengan Atas (LILA) ibu pada saat hamil. Sampel yang memenuhi syarat sejumlah 102 bayi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil yang mengalami KEK 21 orang (20,6%), dan BBLR sebanyak 10 bayi (9,8%). Terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian BBLR dengan riwayat ibu hamil KEK dibuktikan dengan nilai p value (p = 0,015) yangmana bahwa semakin baik status gizi ibu hamil selama masa kehamilan maka akan semakin baik pula berat bayi lahir. Kata kunci: Ibu Hamil, KEK, BBLR  The nutritional status of pregnant women requires special attention to prevent Chronic Energy Deficiency (CED). CED in pregnant women can cause abortion, stillbirth, neonatal death, congenital defects, anemia in infants, intrapartum asphyxia, birth with Low Birth Weight (LBW). The purpose of this study was to determine the relationship between low birth weight and a history of pregnant women with chronic energy deficiency in the working area of the Pecatu Health Center in 2020. This study used an analytical research method with a cross sectional research design with a population of 102 infants. Sampling using the Total Sampling technique. The criteria for the sample to be taken are if the mother has data on birth weight and Mid Upper Arm Circumference (MUAC) during pregnancy. Samples that meet the requirements are 102 babies. The results showed that there were 21 pregnant women with CED (20.6%), and 10 LBW babies (9.8%). There is a significant relationship between the incidence of LBW with a history of CED pregnant women as evidenced by the p value (p = 0.015) which means that the better the nutritional status of pregnant women during pregnancy, the better the birth weight of the baby.Keywords: Pregnant Women, Chronic Energy Deficiency, Low Birth Weight
Hubungan Usia, Paritas dan Tingkat Hiperemesis Gravidarum Terhadap Lama Perawatan Pada Pasien Hiperemesis Gravidarum di RSUD Dr. M Yunus Bengkulu Tahun 2021 Annisa Dwi Noviana; Diah Eka Nugraheni; Mariati -
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v10i1.1543

Abstract

Hiperemesis gravidarum masalah kehamilan yang harus segera ditangani dan tidak boleh diabaikan serta harus ditangani secara medis, dan dapat mengganggu pertumbuhan bayi di dalam kandungan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Lama perawatan pada pasien hiperemesis gravidarum. Desain penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil tahun 2020 di RSUD Dr. M.Yunus Bengkulu sebanyak 460 orang, sampel diambil dengan teknik total sampling sebanyak 36 responden. Teknik analisis menggunakan Univariat dan bivariat (Chi square). Hasil penelitian ini didapatkan: Ada hubungan antara usia ibu, paritas dan tingkat HEG dengan lama perawatan pada pasien hiperemesis gravidarum. Serta ibu yang mengalami tingkat HEG (III) 2,2750 kali lebih berisiko lama perawatan lebih lama dibandingkan ibu yang mengalami tingkat HEG II. Oleh karena itu petugas kesehatan dapat mendeteksi dini faktor yang berisiko penyebab lama perawatan pasien hyperemesis gravidarum, sehingga dengan mengetahui faktor tersebut petugas kesehatan dapat memberikan layanan dan dapat membantu proses penanganan hiperemeisi gravdiarum agar tidak terlalu lama berada dirumah sakit
Hubungan Kepatuhan Konsumsi Tablet Besi Dengan Kejadian Anemia Di Puskesmas Klungkung II Ni Kadek Kadek Omasti; Gusti Ayu Marhaeni; Ni Made Dwi Mahayati
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v10i1.1636

Abstract

Kepatuhan konsumsi tablet zat besi adalah ketaatan ibu hamil melaksanakan anjuran petugas  kesehatan untuk  mengonsumsi tablet  besi. Pemberian suplemen zat besi  merupakan salah satu upaya penting dalam pencegahan dan penanggulangan anemia, khususnya anemia defisiensi besi. Tujuan penelitian ini   untuk mengetahui hubungan kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet besi dengan kejadian anemia di Puskesmas Klungkung II. Penelitian  ini merupakan  jenis penelitian deskriptif korelasi dengan desain case control dan pendekatan retrospektif.  Populasi penelitian adalah ibu hamil  trimester III  di Puskesmas Klungkung II bulan Januari – April 2021 . Sampel kasus dan kontrol masing-masing diambil sebanyak 26 orang dengan teknik Purposive sampling.  Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji Chi Square.  Wanita hamil yang patuh mengkonsumsi tablet zat besi lebih banyak (53,8%) dibandingkan yang tidak patuh (46,2%).  Ibu hamil di Wilayah Puskesmas Klungkung II yang mengalami anemia dan anemia jumlahnya sama yaitu (50%). Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan antara kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia di Puskesmas Klungkung II  dengan nilai p = 0,000. Saran : hasil penelitian bisa digunakan sebagai dasar pembuatan inovasi Puskesmas.    
Analisis Kelayakan Rancangan Media Edukasi Loving Breastfeeding berbasis Android bagi Ibu Hamil Trimester III Elvira Nafiani; Meti Widya Lestari; Dita Eka Mardiani
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v10i1.1853

Abstract

Abstrak: Cakupan pemberian ASI Eksklusif tahun 2019 di Kabupaten Ciamis yaitu sebesar 46,0 % dari target Renstra 50% (Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis 2020). Rendahnya cakupan tersebut disebabkan oleh kurangnya pengetahuan pada ibu hamil trimester III mengenai Teknik menyusui. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dengan adanya inovasi dalam media promosi kesehatan, yakni menggunakan media audiovisual aplikasi berbasis android. Tujuan penelitian untuk mengetahui kelayakan media edukasi Loving Breasfeeding berbasis android bagi ibu hamil trimester III tentang teknik menyusui. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) yang terdiri dari 10 tahapan. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sebanyak 42 orang yang termasuk ke dalam tahap uji coba kelompok kecil 8 orang dan uji coba kelompok besar 34 orang. Analisis data menggunakan kuantitatif dan kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah aplikasi berbasis android Loving Breastfeeding yang berisi materi seputar ASI Eksklusif, Teknik menyusui dan video menyusui. Penilaian ahli materi memiliki nilai 71,5% termasuk kategori layak. Penilaian ahli media sebesar 87% termasuk kategori sangat layak. Hasil uji coba kelompok kecil sebesar 94% termasuk kategori sangat layak. Hasil uji coba kelompok besar sebesar 94% termasuk kategori sangat layak. Hasil akhir    produk aplikasi Loving Breastfeeding dimuat di google play store.Kata kunci: Aplikasi android, ASI eksklusif, Ibu hamil Abstract: The coverage of exclusive breastfeeding in 2019 in Ciamis Regency is 46.0% of the 50% Strategic Plan target (Ciamis District Health Office 2020). The low coverage of pregnancy is caused by a lack of knowledge in third trimester mothers regarding breastfeeding techniques. One of the efforts that can be done with innovations in health promotion media is using audiovisual media based on Android applications. The purpose of the study was to find out the Android-based Loving Breastfeeding educational media for pregnant women in the third trimester about breastfeeding techniques. This study uses research and development methods (Research and Development) which consists of 10 stages. Sampling using purposive sampling technique with a total of 42 people included in the small group trial phase of 8 people and the large group trial of 34 people. Data analysis used quantitative and qualitative. The result of this research is an android-based application of Loving Breastfeeding which contains material about exclusive breastfeeding, breastfeeding techniques and breastfeeding videos. The material expert's assessment has a value of 71.5% including the appropriate category. The media expert's assessment of 87% is in the very decent category. The results of the small group trial of 94% are included in the very feasible category. The results of the large group trial of 94% are included in the very feasible category. The final result of the Love Breastfeeding application product is loaded on the google play store.Keywords: Android application, exclusive breastfeeding, pregnant women
Gambaran Faktor-Faktor Penyebab Infertilitas Dan Tingkat Keberhasilan Program Bayi Tabung Yang Diikuti Oleh Pasangan Usia Subur Ni Luh Putu Melani Cintia Dewi; I Komang Lindayani; Ni Komang Yuni Rahyani; Ni Nyoman Suindri
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v10i1.1557

Abstract

Abstrak: Infertilitas adalah ketidakmampuan pasangan untuk hamil meski sudah rutin melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan kontrasepsi selama 12 bulan atau lebih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor-faktor penyebab infertilitas dan tingkat keberhasilan program bayi tabung yang diikuti oleh PUS di Poliklinik Bayi Tabung RSUP Sanglah Denpasar. Populasi penelitian ini adalah seluruh PUS yang mengikuti program bayi tabung di Poliklinik Bayi Tabung RSUP Sanglah Denpasar tahun 2015-2020 sejumlah 63 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suami dengan umur 35 tahun sebanyak 32 orang (50,8%), umur 20-35 tahun sebanyak 31 orang (49,2%). Umur 20-35 tahun pada istri sebanyak 37 orang (58,7%), umur 35 tahun sebanyak 26 orang (41,3%). Kasus infertil primer sebanyak 51 orang (80,9%) sedangkan infertil sekunder sebanyak 12 orang (19,1%). Indikasi karena faktor suami sebanyak 29 orang (46%), faktor istri sebanyak 24 orang (38,1%) sedangkan faktor suami dan istri sebanyak 7 orang (11,1%). Kasus berhasil hamil sebanyak 15 orang (23,8%) dan tidak berhasil hamil sebanyak 48 orang (76,2%). Penelitian ini agar dilanjutkan lebih mendalam dengan mengeksplorasi hubungan dan pengaruh dari umur, jenis infertilitas dan indikasi terhadap keberhasilan program bayi tabung.Kata kunci: Infertilitas, faktor penyebab infertilitas, tingkat keberhasilan Abstract: Infertility is the inability of a couple to get pregnant even though they have routinely had sexual intercourse without using contraception for 12 months or more. This study aims to determine the description of the factors that cause infertility and the success rate of IVF program followed by couples of childbearing age in IVF Polyclinic at Sanglah Hospital Denpasar. The population of this study were all couples of childbearing age who took part in the IVF policlinic at Sanglah Hospital Denpasar in 2015-2020 with total of 63 respondents. The sampling technique used in this study is total sampling. The result showed that the husband with age 35 years old was 32 people (50,8%), there were 31 people aged 20-35 years (49,2%). Wives aged 20-35 years as many as 37 people (58,7%), 35 years old were 26 years old (41,3%). Primary infertile cases were 51 people (80,9%), while secondary infertile were 12 people (19,1%). Indications due to the husband’s factor were 29 people (46%), the wife’s factor was 24 people (38,1%) while the husband and wife factors are as much 7 people (11,1%). 15 cases of successful pregnancy (23,8%) and 48 cases of unsuccessful pregnancy (76,2%). This research should be continued in more depth by exploring the relationship and influence of age, type of infertility and indications of the success of IVF programs.Keywords: Infertility, factor causing infertility, success rate
Gambaran Persalinan Preterm di RSUP Sanglah Denpasar Tahun 2020 Ni Luh Sudarmi; Ni Nyoman Budiani; I Gusti Agung Ayu Novya Dewi
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v10i1.1561

Abstract

Persalinan preterm terjadi pada usia kehamilan 20 minggu sampai kurang dari 37 minggu dan merupakan penyebab kematian perinatal sekitar 65% - 75 %. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran  persalinan preterm yang terjadi di RSUP  Sanglah Denpasar tahun 2020. Rancangan penelitian yang digunakan berupa metode deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil dengan tehnik total sampling, yaitu sebesar 223 responden. Sampel penelitian adalah persalinan preterm di RSUP  Sanglah Denpasar tahun 2020. Data yang didapat merupakan data sekunder dari rekam medis pasien. Analisis data dilakukan dengan analisis univariate untuk mencari distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan 56.1 % persalinan preterm terjadi pada multipara,  53.8 % terjadi pada ibu yang tidak bekerja, 72.2 % terjadi pada usia 20 sampai 35 tahun. Berdasarkan tingkat pendidikan 74.9 % persalinan preterm terjadi pada tingkat pendidikan menengah, 90.1 % terjadi pada ibu yang menikah. Berdasarkan komplikasi kehamilan 30.5 % disebabkan preeklamsia, 23.3 % KPD, 1.3 % karena anemia, 0.9 % karena hidramion, 6.3 % karena APB, 3.6 % karena penyakit kronis,9.0 % karena kehamilan multifetus serta 25.1 % karena faktor idiopatik / tidak diketahui.  Sehingga dapat disimpulakan  bahwa  persalinan preterm di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2020 didominasi oleh multipara, pada ibu yang tidak bekerja, usia 20 - 35 tahun, tingkat pendidikan menengah dengan status menikah serta komplikasi kehamilan dengan preeklamsia.kata kunci : gambaran,persalinan preterm.RSUP sanglah
Gambaran Karakteristik Ibu dan Peningkatan Berat Badan Bayi Prematur Setelah Dilakukan Relaktasi Ida Ayu Mirah Astuti; Ni Komang Yuni Rahyani; I Gusti Agung Ayu Novya Dewi
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v10i1.1685

Abstract

Abstrak: Bayi prematur memiliki refleks hisap yang lemah sehingga dalam pemenuhan nutrisi enteral dilakukan melalui orogastrik tube (OGT). Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan relaktasi. Jenis  penelitian adalah deskriptif, rancangan crosssectional. Sumber data adalah rekam medis. Teknik sampling dilakukan dengan total sampling sebanyak 80 sampel. Hasil penelitian diperoleh karakteristik ibu berdasarkan usia terbanyak pada rentang usia 21-40 tahun (81,3%), pendidikan ibu terbanyak adalah pendidikan menengah (67,5%), dan paritas tertinggi adalah multipara (56,2%). Rata- rata berat badan bayi prematur sebelum dilakukan relaktasi adalah 1761 gram ± 172,41 gram. Rata-rata berat badan bayi prematur setelah dilakukan relaktasi 1882 gram ± 165,65 gram. Rata- rata peningkatan berat badan bayi prematur setelah dilakukan relaktasi adalah 20 ± 10,93 gram/hari. Rata-rata lama pelaksanaan relaktasi 6 ± 2,87 hari. Terdapat peningkatan berat badan bayi prematur setelah dilakukan relaktasi di Ruang Cempaka 1 NICU Level II RSUP Sanglah Denpasar Tahun 2020. Upaya relaktasi perlu dilakukan dengan memerhatikan kesiapan ibu, bayi, Standar Operasional Prosedur yang tepat, serta sarana dan prasarana di Rumah Sakit.Kata kunci: relaktasi;peningkatan berat badan bayi prematur; karakteristik ibu; orogastric tube Abstract: Premature babies have weak suction reflexes, so it is necessary to fulfill enteral nutrition through an orogastric tube (OGT). One of the efforts that can be done is to carry out relactation. This type of research is descriptive, cross-sectional design. The data source is medical records. The sampling technique was carried out with a total sampling of 80 samples. The results showed that the characteristics of mothers based on age were mostly in the age range of 21-40 years (81.3%), the highest maternal education was secondary education (67.5%), and the highest parity was multipara (56.2%). The average weight of premature babies before relactation was 1761 grams ± 172.41 grams. The average weight of premature babies after relactation was 1882 grams ± 165.65 grams. The average weight gain of premature babies after relactation was 20 ± 10.93 grams/day. The average length of implementation of relactation was 6 ± 2.87 days. There was an increase in the weight of premature babies after relactation in Cempaka Room 1 NICU Level II Sanglah Hospital Denpasar in 2020. Relactation efforts need to be carried out by taking into account the readiness of the mother, baby, appropriate Standard Operating Procedures, as well as facilities and infrastructure at the hospital.Keywords: relactation; premature baby weight gain; mother’s caracteristics; orogastric tube

Page 7 of 22 | Total Record : 213