cover
Contact Name
I Nyoman Santiawan
Contact Email
inyomansantiawan@gmail.com
Phone
+6281229463400
Journal Mail Official
inyomansantiawan@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten Jawa Tengah Dukuh Macanan Baru, Morangan, Mojayan, Kec. Klaten Tengah, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah 57414 Telepon: (0272) 3352795
Location
Kab. klaten,
Jawa tengah
INDONESIA
Widya Aksara: Jurnal Agmaa Hindu
ISSN : 2085272X     EISSN : 26589832     DOI : -
Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu merupakan Jurnal Sosial, Budaya dan Agama Hindu yang menerbitkan hasil penelitian atau pemikiran tentang studi agama dan studi sosial dan budaya menggunakan perspektif interdisipliner. Lingkup Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu adalah: Studi agama Hindu seperti Fisafat, Etika dan Upacara Studi sosial dan budaya seperti sosiologi masyarakat Hindu Sumber pengajaran terkait: studi agama, pemikiran Hindu, filsafat Hindu, studi pendidikan agama Hindu, studi penerangan agama dan kajian budaya
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 29 No 1 (2024)" : 14 Documents clear
Mengoptimalkan Pendidikan Karakter Melalui Penerapan Padasewanam Studi Kasus: Pasraman Swadharma Krama Serpong Di Tangerang Selatan Sukirno Hadi Raharjo
Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu Vol 29 No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbit Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54714/widyaaksara.v29i1.265

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi dan mengoptimalkan peran Padasewanam dalam meningkatkan pendidikan karakter di Pasraman Swadharma Krama, Tangerang Selatan. Padasewanam, sebagai elemen tradisi Hindu, dipilih sebagai fokus untuk memperkuat pendidikan karakter di kalangan generasi muda. Penelitian ini akan menggunakan pendekatan kualitatif dengan melalui studi kasus di Pasraman Swadharma Krama dengan mengamati pelaksanaan Padasewanam dan menganalisis dampaknya terhadap pembentukan karakter peserta didik. Metode penelitian yang digunakan melibatkan observasi partisipatif, wawancara dengan pihak terkait, dan analisis dokumen terkait program pendidikan karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Padasewanam di Pasraman Swadharma Krama Serpong berpotensi untuk memperkuat nilai-nilai budipekerti seperti kepatuhan, disiplin, tanggung jawab, dan rasa solidaritas di kalangan generasi muda. Selain itu, penelitian ini memberikan rekomendasi terkait peningkatan efektivitas Padasewanam dalam konteks pendidikan karakter, dengan mempertimbangkan aspek-aspek kultural dan kontekstual. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan pendidikan karakter di institusi-institusi serupa dan memberikan wawasan lebih lanjut tentang integrasi nilai-nilai Padasewanam dalam memberikan penguatan karakter yang berbudi luhur berbangsa dan bernegara Indonesia
Strategi Orang Tua Dalam Mendidik Agama Hindu Pada Anak Pada Keluarga Pasca Sudhiwadani Sujaelanto
Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu Vol 29 No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbit Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54714/widyaaksara.v29i1.266

Abstract

Setiap orang tua dalam keluarga Hindu berkewajiban memberikan pendidikan agama Hindu pada anak di keluarga. Setiap orang tua memiliki kedalaman pengetahuan agama Hindu yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut disebabkan beberapa factor antara lain latar belakang pendidikan agama orang tua, pekerjaan, budaya, lingkungan dan sudhiwadani. Sudhiwadani adalah upacara Hindu sebagai azas legalitas formal menjadi penganut agama Hindu. Parisada Hindu Kota Semarang pernah melakukan Sudhiwadani kepada sesorang yang berstatus bujangan, sudhiwadani kepada salah satu calon pasangan penganten dan sudhiwadani kepada satu keluarga (ayah, ibu dan anak). Pelaksanaan sudhiwani yang terkahir sangat unik dan akan berdampak kepada proses pendidikan agama Hindu. Permasalahan yang dihadapi oleh keluarga yang baru melaksanakan sudhiwani adalah permasalahan pengetahuan agama Hindu untuk dirinya sendiri dan permasalahan pengetahuan agama Hindu terhadap anak-anaknya. Untuk menanggulangi permasalahan pendidikan agama Hindu kepada anakanaknya, orang tua memiliki strategi yang dilakukan agar anak-anaknya yang baru memeluk agama Hindu menjadi lebih yakin dan mantap. Dalam artikel ini akan dibahas Bagaimana Strategi Orang Tua Dalam Mendidik Agama Hindu Pada Anak pada Keluarga Pasca Sudhiwadani. Dari hasil data dan analisa yang ditemukan bahwa strategi yang dilakukan orang tua yang melakukan sudhiwani adalah pertama Strategi Keteladanan, strategi ini dilakukan dengan sengaja dan tidak dalam bentuk perbuatan, dan perkatan yang dilakukan di dalam rumah tangga, di lingkungan tempat tinggal, tempat kerja, komunitas Hindu dan di pura. Keteladanan orang tua wujudkan dengan cara perpakaian sembahyang, punia, pengucapan panganjali, melakukan ritual agama. Kedua Strategi Bercengkrama, strategi ini dilakukan orang tua dengan media obrolan/percakapan menyenangkan, bersenda-gurau antara anak dengan orang tua yang dilakukan di dalam rumah maupun di luar rumah dan diselingi memasukan nasehat nilai agama secara tak terstrukur. Ketiga Strategi Mendorong dalam Kegiatan Keagamaan, strategi ini dilakukan dalam bentuk emansipasi orang tua dalam segala kegiatan keagamaan di pura. Keempat Strategi Pemberian Reeward, strategi ini dilakukan orang tua dalam bentuk respon berupa barang atau bentuk lain sebagai imbalan karena telah mampu menghafal doa-doa, mengerjakan tugas-tugas yang diberikan, mau bersosialissai bersama teman-teman sebaya di pura.
Implementasi Pendidikan Agama Hindu Dalam Membentuk Karakter Anak Pada Pratama Widya Pasraman Cahaya Saraswati Di Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karangayar Dewi Ayu Wisnu Wardani; Krisni Prema Ayu Apsari
Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu Vol 29 No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbit Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54714/widyaaksara.v29i1.267

Abstract

Pendidikan karakter bertujuan untuk menciptakan individu masa depan yangmemperkuat nilai-nilai filosofis dan menginternalisasi karakter bangsa secara komprehensif. Tujuan utama pendidikan adalah membentuk karakter yang lebih baik. Pendidikan agama memainkan peran penting dalam pembentukan karakter manusia karena banyak mengandung ajaran etika yang membantu peserta didik dalam mengembangkan karakter positif dalamkehidupan sehari-hari. Pembentukan karakter sebaiknya dimulai sejak usia dini, seperti saat anak masuk taman kanak- kanak atau Pratama Widya Pasraman. Sayangnya, pada kenyataannya, pendidikan karakter yang seharusnya ditanamkan pada anak-anak usia dinibelum cukup mendalam, terutama dalam konteks pendidikan agama Hindu. Saat ini, pendidikandi TK cenderung lebih fokus pada aspek akademik seperti membaca, menulis, danberhitung daripada pengembangan karakter berdasarkan ajaran agama Hindu. Jika pendidikan karakter bukan menjadi prioritas utama di usia dini, baik di keluarga maupun di sekolah, tidakmengherankan jika anak-anak usia dini cenderung menunjukkan perilaku yang tidak patuh terhadap orang tua atau guru, serta terlibat dalam konflik fisik dengan teman-teman mereka. Untuk mengatasi fenomena ini, penting untuk memasukkan pendidikan karakter ke dalampendidikan anak usia dini guna mencegah perilaku yang tidak diinginkan. Pratama Widya Pasraman Cahaya Saraswati, sebagai salah satu TK dengan latar belakang Hindu,menekankan pendalaman ajaran agama Hindu dalam kegiatan sehari-harinya. Salah satutujuannya adalah menanamkan nilai-nilai budi pekerti kepada anak-anak didiknya melaluipelajaran pendidikan agama,sehingga mereka dapat mengaplikasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Potret Toleransi Hindu Dan Islam Di Desa Linggoasri, Pekalongan, Jawa Tengah (Perspektif Komunikasi Antarpribadi) Untung Suhardi; Mofid Bani Adam; Dian Syanita Utami Dewi; Sukirno Hadi Raharjo; I Wayan Budha; Gilang Purnama
Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu Vol 29 No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbit Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54714/widyaaksara.v29i1.268

Abstract

Penelitian ini membahas implementasi moderasi beragama yang sangat dipengaruhi oleh konteks sosial dan politik di masyarakat. Negara-negara yang memiliki konflik politik atau sosial, ketidakadilan sosial, atau intoleransi antaragama yang tinggi, akan lebih sulit dalam mengimplementasikan moderasi beragama, pemimpin agama pun memiliki peran penting dalam implementasi moderasi beragama, selanjutnya pengaruh media sosial memengaruhi persepsi masyarakat tentang agama dan kultur, terakhir pendidikan di mana perannya pun tak kalah penting dalam mengajarkan nilai-nilai moderasi beragama pada generasi muda dan pada penelitian ini adalah kehidupan bermasyarakat di Linggoasri yang dijadikan potret kebersamaan dalam kehidupan beragama antara Islam dengan Hindu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian dengan menggunakan analisis Iceberg dalam kehidupan beragama di Linggoasri adalah strategi moderasi dengan langkah rethinking, redesigning, reframing, dan reactingyang mengasilkan harmoni kebangsaan menekankan pentingnya saling pengertian, toleransi, dan kerja sama di antara anggota masyarakat yang berbeda-beda serta mempromosikan sikap yang terbuka dan inklusif terhadap perbedaan dan memperkuat kesepahaman dan kerukunan di antara masyarakat yang berbeda-beda. Keyword: Moderasi Beragama, kerukunan, toleransi, Islam dan Hindu

Page 2 of 2 | Total Record : 14