cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
btjpm@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Brig Jend H. Hasan Basri Gedung FKIP Universitas Lambung Mangkurat, Kotak Pos No. 87 Banjarmasin Kal-Sel 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27222934     EISSN : 27223043     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education, Social,
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat publishes articles from community service. This Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat is periodically published by Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lambung Mangkurat. Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat published two times a year in May and November.
Articles 55 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2022)" : 55 Documents clear
Pembuatan Lotion Anti Nyamuk dari Batang Serai sebagai Upaya Pencegahan Demam Berdarah oleh Masyarakat Desa Bendiljati Wetan Tulungagung Yunita Diyah Safitri; Ekke Dwinda Intaningtyas; Nurdiana Choirunnisa; Nurisma Tria Harwiyanti
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.5406

Abstract

Demam berdarah merupakan salah satu kasus penyakit tropis yang masih sering ditemui di berbagai wilayah di Indonesia. Pencegahan yang bisa dilakukan masyarakat untuk terhindar dari penyakit demam berdarah adalah dengan pemakaian anti nyamuk, tetapi anti nyamuk yang banyak digunakan masyarakat saat ini diketahui menggunakan bahan kimia N,N-diethyl-3-methylbenzamide (DEET) yang juga memiliki efek negatif ke kulit yang sensitif. Pemanfaatan bahan alam bisa dijadikan solusi pengganti lotion anti nyamuk yang lebih ramah lingkungan dan aman untuk kulit yang sensitif. Berdasarkan penelitian yang ada, tanaman serai memiliki kandungan minyak serai yang efektif untuk mengusir serangga, salah satunya adalah nyamuk. Kadungan utama minyak serai adalah citronellal, citronellol dan geraniol yang diketahui memiliki efektifitas sebagai penolak nyamuk. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang bahaya demam berdarah serta memberdayakan masyarakat sekitar untuk mengolah tanaman serai menjadi lotion anti nyamuk yang aman dan murah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada bulan Desember 2021 sampai dengan Januari 2022. Metode yang dilakukan yakni dengan pemberian pre-test dan post-test terkait pengetahuan masyarakat terhadap demam berdarah, dilanjutkan sosialisasi, edukasi serta pembuatan lotion anti nyamuk yang dibimbing langsung oleh pengabdi. Hasil pengabdian ini menunjukkan tercapainya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang bahaya demam berdarah dari 48% menjadi 85%, serta keberhasilan masyarakat untuk membuat lotion anti nyamuk dari batang serai secara mandiri. Dengue fever is a tropical disease still often found in some regions in Indonesia. Dengue prevention can be done by using mosquito repellents, but the mosquito repellents widely used today are known to use the chemical N, N-diethyl-3-methylbenzamide (DEET), which also harms sensitive skin. Some natural ingredients are known to have the ability to repel mosquitoes; one of them is lemon grass. Based on existing research, the lemongrass plant contains lemongrass oil which is effective for repelling insects, such as mosquitoes. The main ingredients of citronella oil are citronellol, citronellol and geraniol, which are known to have effectiveness as a mosquito repellent. This community service series aims to educate about the dangers of dengue fever and empower the surrounding community to process lemongrass plants into mosquito repellent lotions that are safe and inexpensive. This community service activity is carried out from December 2021 to January 2022. The method used is by giving pre-test and post-tests related to public knowledge about dengue fever, followed by socialization, education and making mosquito repellent guided directly by the service. The results of this service show the achievement of increasing public knowledge about the dangers of dengue fever from 48% to 85%, as well as the community's success in making mosquito repellent lotions from lemongrass stems independently. 
Peningkatan Kewaspadaan dan Adaptasi pada Anak Usia 8-10 Tahun terhadap Corona Virus pada Masa Pandemi Covid-19 di SDN Pepelegi 1 Sidoarjo Made Indra Ayu Astarini; Ninda Ayu Prabasari; Linda Juwita
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.5235

Abstract

Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pepelegi 1, merupakan sekolah dasar yang berada di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Sekolah ini berencana untuk melakukan pembelajaran tatap muka secara terbatas. Fasilitas untuk cuci tangan sudah tersedia berupa tempat cuci tangan, sabun, dan saluran air. Namun fasilitas berupa hand sanitizer belum tersedia di beberapa tempat yang mudah dijangkau oleh siswa. Berdasarkan keterangan dari bagian tata usaha SDN Pepelegi 1, siswa belum pernah mendapatkan edukasi tentang pencegahan COVID-19. Belum ada informasi tentang kepatuhan siswa dalam penggunaan masker, dan kepatuhan dalam cuci tangan sehingga perlu untuk dievaluasi tentang sikap siswa dalam pelaksanaan penerapan protokol kesehatan. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kewaspadaan anak dan adaptasi anak pada masa pandemi COVID-19. Metode yang diterapkan adalah berupa pendidikan kesehatan tentang penularan, pencegahan, dan vaksinasi COVID-19 bagi anak. Selain itu juga ada demonstrasi cara mencuci tangan. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 17 Desember 2022, peserta adalah siswa kelas 2 dan 5 SDN Pepelegi 1 Sidoarjo, sebanyak 135 siswa sebagai peserta kegiatan. Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan peningkatan kewaspadaan dan adaptasi anak yang dapat dilihat dari peningkatan pengetahuan. Pengetahuan anak dalam kategori baik sebanyak 92% setelah diberikan Pendidikan kesehatan. Hasil evaluasi menunjukkan Pemberian Pendidikan Kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan anak, kewaspadaan dan adaptasi anak pada masa COVID-19.   SDN Pepelegi 1 was an elementary school located in the Sidoarjo Regency. The school plans to conduct face-to-face learning on a limited basis. Facilities for hand washing were available in the form of hand washing facilities, soap, and water channels. However, facilities in the form of hand sanitisers were not yet available in several places that were easily accessible by students. Based on information from the administrative section of SDN Pepelegi 1, students had never received education about preventing COVID-19. There was no information about student compliance in the use of masks and compliance in hand washing, so it was necessary to evaluate students' attitudes toward implementing health protocols. This community service activity aimed to increase children's awareness and adaptation of children during the COVID-19 pandemic. The method applied was in health education about the transmission, prevention, and vaccination of COVID-19 for children. There was also a demonstration on how to wash hands. This activity was carried out on grade 2 and 5 students of SDN Pepelegi 1 Sidoarjo, with as many as 135 students as participants. The result of this activity was an increase in children's awareness and adaptation, which can be seen from the increase in knowledge. Knowledge of children in the good category is as much as 92% after health education. The evaluation results showed that health education could increase children's knowledge, awareness, and adaptation during the COVID-19 period.
Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Dusun Gedongan Desa Bangunjiwo dalam Menghadapi Masa Pandemi Covid-19 Zuhud Rozaki; Nur Rahmawati; Arie Kusuma Paksi; Sofa Nur Azizah; Yudhi Pramudya
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.5236

Abstract

Pandemi membuat kehidupan masyarakat menjadi menurun terutama dari sisi ekonominya. Banyak upaya sudah dilakukan oleh berbagai pihak untuk membantu pemulihan ekonomi masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dimasa pandemi dengan mengembangan UMKM dan kelompok sosial yang ada. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan peningkatan kapasitas mitra secara fisik. Kegiatan pengabdian ini dilakukan pada rentang bulan Januari – Maret 2021. Upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat pada kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan mitra terkait strategi pemasaran dimasa pandemi ini. Kemudian juga dengan memperbaiki dan meningkatkan kapasitas kondisi mitra dari sisi fisik dan produksi. Mitra sangat antusias dan berkomitmen untuk mengembangkan usahanya meskipun masih pandemi. Harapannya dari pengembangan UMKM dan kelompok PKK di Dusun Gedongan ini, masyarakat di wilayah ini bisa meningkat kejahteraan dan terus berkembang meskipun pandemi mempengaruhi kehidupan mereka. The pandemic has made people's lives decline, especially in the economy. Many efforts have been made by various parties to assist the economic recovery of the community. This service activity aims to improve the community's welfare during the pandemic by developing SMEs and existing social groups. The method used is outreach and physical capacity building of partners. This activity was conducted from January to March 2021. Efforts to improve community welfare in this service activity are carried out by increasing partner knowledge regarding marketing strategies during this pandemic. Then also by improving and increasing the capacity of partners in terms of physical and production conditions. Partner of this activity shows high motivation to improve their business during a pandemic and after. The hope is that from the development of SMEs and social groups in Gedongan Village, people in this region can improve their welfare and continue to develop even though the pandemic affects their lives. 
Pelatihan Membuat Akun Toko di Tokopedia pada Pelaku Industri Rumah Tangga (IRT) di Desa Rejomulyo Kota Kediri Wahyu Dede Gustiawan; Gandung Satriyono
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.5429

Abstract

Usaha Kecil Menengah di kota kediri mulai berkembang dengan munculnya pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang menghasilkan olahan-olahan produk selain tahu. Permasalahan muncul ketika pandemi Covid19 melanda dunia, pelaku usaha kecil yang dulunya menjual produknya di kantin-kantin sekolah maupun universitas sekitar tempat tinggal mereka tidak bisa lagi menjual produknya dikarenakan pembelajaran dialihkan menggunakan metode online/daring untuk mencegah penyebaran virus. Pemasaran yang dilakukan hanya melalui status WhatsApp untuk menawarkan produknya setelah itu akan diantar penjual ataupun diambil sendiri oleh pembeli di rumah. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengenalkan manfaat adanya marketplace (Tokopedia) kepada pelaku industri rumah tangga di Desa Rejomulyo Kota Kediri dan juga membuat akun toko yang terverifikasi di Tokopedia. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat adalah metode pelaksanaan, yang terdiri dari tahap persiapan, tahap input, dan tahap proses. Kegiatan dilaksanakan pada bulan November 2021, diawali dengan menanyakan permasalahan pemasaran yang biasanya dilakukan, pemberian kuesioner (pre-test), sosialisasi pengenalan marketplace dan cara membuka akun toko di Tokopedia, dan pemberian kuesioner (post-test). Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah para mitra ternyata belum memahami mengenai manfaat berjualan di toko online, selain itu mereka juga harus dibimbing secara perlahan untuk memanfaatkan teknologi di usahanya. Kesimpulannya adalah para mitra harus didampingi secara maksimal dan bertahap untuk bisa menggunakan teknologi dan memanfaatkannya untuk menunjang usahanya. Small and Medium Enterprises in kediri city began to develop with the emergence of small and medium enterprises (SMEs) that produce processed products in addition to tofu. Some types of food and beverage products that began to appear are processed products of chips, such as intestinal chips, breadfruit chips, mbothe chips. One area with several household industry players engaged in food and beverage is the village of Rejomulya Kediri City. Problems arise when the Covid19 pandemic hits the world. Small businesses that used to sell their products in school canteens and universities around where they live can no longer sell their products because learning is diverted using online methods to prevent the spread of the virus. Marketing that is done only through WhatsApp status to offer the product will be delivered by the seller or taken by the buyer at home. This community service aims to introduce the marketplace (Tokopedia) to household industry players in Rejomulyo Village, Kediri City. After participating in the training, it is expected that business actors understand the benefits of selling their products in the marketplace and can open a store account on Tokopedia. The method used in community service is the implementation method, which consists of the preparatory stage, the input stage, and the process stage. The activity began by asking about marketing problems that are usually done, giving questionnaires (pre-test), socializing the introduction of the marketplace and how to open a store account on Tokopedia, and giving questionnaires (post-test). This community service activity results in the partners not understanding the benefits of selling in online stores. Besides, they must also be guided slowly to utilize technology in their business. The conclusion is that partners must be accompanied optimally and gradually to be able to use technology and use it to support their business.  
Ludo Lantai Sehat: Alat Edukasi Gizi Interaktif dari Limbah Plastik bagi Kader Posyandu Teratai 2 Bekasi Khoirul Anwar; Kristina Magdalena; Aulia Rizki Rinalda; Nadya Wulanningsih; Raden Ajeng Wahyu Murti Ningsih
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.5222

Abstract

Status gizi dan kesehatan ibu dan anak merupakan faktor penentu kualitas manusia. Kekurangan gizi yang terjadi pada saat dalam kandungan dan awal kehidupan akan beresiko menderita penyakit tidak menular (PTM) dan penyakit infeksi. Prevalensi kurang energi kronis (KEK) pada wanita hamil dan tidak hamil di kabupaten/kota Bekasi tahun 2018 sebesar 7,85% dan 11,80% dan prevalensi gizi kurang dan gizi lebih pada anak umur 0-59 bulan (balita) di kabupaten/kota Bekasi sebesar 11,83% dan 4,25%. Selain itu, akumulasi sampah yang cukup tinggi di kota Bekasi jika tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan bencana. Berawal dari permasalahan tersebut program ini dilakukan dengan masyarakat sasaran yaitu kader Posyandu Teratai 2 bekasi untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu untuk mengatasi permasalahan gizi dan memanfaatkan sampah plastik menjadi sebuah alat edukasi gizi yang interaktif. Metode yang digunakan adalah memberikan edukasi melalui tahapan persiapan, pelaksanaan program, dan monitoring evaluasi. Hasil dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan pengetahuan mengenai gizi seimbang, gizi ibu hamil, gizi menyusui, gizi bayi dan balita. Selain itu, masyarakat sasaran dapat memahami mengenai pemanfaatan plastik menjadi alat edukasi gizi yang interaktif.  The nutritional status and health of mothers and children are determinants of human quality. Malnutrition during pregnancy and early in life can increase the risk of non-communicable diseases (NCDs) and infectious diseases. The prevalence of chronic energy deficiency (CED) in pregnant and non-pregnant women in Bekasi district/city was 7.85% and 11.80%, and the prevalence of undernutrition and overnutrition in children aged 0-59 months (toddlers) in Bekasi district/city by 11.83% and 4.25%. In addition, the accumulation of waste, which is quite high in Bekasi if not handled properly, will lead to disaster. Starting from this problem, this program was carried out with the target community, namely Posyandu Teratai 2 Bekasi cadres, to increase the knowledge of Posyandu cadres to overcome nutritional problems and utilize plastic waste as an interactive nutrition education tool. The method used is to provide education through a few stages: preparation, program implementation, and evaluation monitoring. This activity results in increased knowledge about balanced nutrition, nutrition for pregnant women, nutrition for breastfeeding, and nutrition for infants and toddlers. In addition, the target community can understand the use of plastic as an interactive nutrition education tool.