cover
Contact Name
Pantjar Simatupang
Contact Email
jae.psekp@gmail.com
Phone
+62251-8333964
Journal Mail Official
jae.psekp@gmail.com
Editorial Address
Lt. III Gedung A. Kawasan Inovasi Pertanian Cimanggu Jl. Tentara Pelajar No. 3B, Kota Bogor 16111
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Agro Ekonomi
ISSN : 02169053     EISSN : 25411527     DOI : http://dx.doi.org/10.21082/
Core Subject : Agriculture,
Ruang lingkup dari Jurnal Agro Ekonomi adalah sosial ekonomi pertanian tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan
Articles 391 Documents
Dampak Faktor Eksternal terhadap Kesejahteraan Rumah Tangga Petani Tebu Keprasan di Jawa Tengah Fadilla Ristya Aminda; Bonar Marulitua Sinaga; Anna Fariyanti
Jurnal Agro Ekonomi Vol 35, No 2 (2017): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.641 KB) | DOI: 10.21082/jae.v35n2.2017.127-150

Abstract

EnglishCentral Java Province is one of sugarcane producing centers in Indonesia and Pati is one of sugarcane producing regencies in the province. A total of 5,905 households in Pati regency conduct sugarcane farming as their primary income source. However, sugarcane farmers deal withlimited capital to adopt productivity improving technologies. This study aimed to analyze factors influencing economic decisions of sugarcane farmers in allocating working hours, production, and household’s expenditure, as well as to analyze the impact of changes in input prices, output price, credit, and sugar level on sugarcane farmer household’s welfare in Central Java. Simultaneous equation models consisting of 21 structural equations and 22 identity equations were estimated using Two-Stage Least Squares (2SLS) method. The results showed that an increase in credit, sugar price, and sugar level could compensate increases in fertilizer price and labor wage and had positive impact on farmers’ welfare. Increases in fertilizer price and labor wage could be compensated through credit, sugar price, and sugar level enhancement. It is necessary that the Government increases sugar price and ensures farmers’ access to credit. It aims to encourage farmers to adopt technology through replanting (ratoon replacement) to improve sugarcane productivity and farmers’ welfare.IndonesianJawa Tengah merupakan salah satu sentra produksi tebu di Indonesia. Salah satu kabupaten sentra produksi tebu di Jawa Tengah adalah Pati. Sebanyak 5.905 rumah tangga petani tebu di Kabupaten Pati memiliki usaha tani tebu sebagai sumber pendapatan utama. Rumah tangga petani tebu dihadapkan pada masalah keterbatasan modal sehingga kemampuan adopsi teknologi rendah dan budi daya tidak optimal. Kondisi ini berdampak pada rendahnya produktivitas dan pendapatan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan ekonomi rumah tangga petani tebu dalam alokasi curahan kerja, produksi, dan pengeluaran rumah tangga, serta dampak perubahan harga input, harga ouptut, kredit, dan rendemen terhadap kesejahteraan rumah tangga petani tebu. Penelitian menggunakan data cross section dengan jumlah sampel sebanyak 56 rumah tangga petani tebu. Model ekonomi rumah tangga petani dibangun sebagai sistem persamaan simultan yang terdiri dari 21 persamaan struktural dan 22 persamaan identitas, lalu diestimasi menggunakan metode Two Stage Least Squares (2SLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan peningkatan harga gula, jumlah kredit, dan rendemen gula berdampak positif terhadap kesejahteraan rumah tangga petani. Peningkatan harga pupuk dan upah tenaga kerja luar keluarga mampu dikompensasi dengan peningkatan jumlah kredit, harga gula, dan rendemen gula. Pemerintah sebaiknya meningkatkan harga patokan petani dan juga memperbesar jumlah kredit yang dapat diakses petani untuk mendorong adopsi teknologi dengan melakukan peremajaan tanaman (bongkar ratoon) yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan rumah tangga.
Demand Analysis of Poultry Products on Java nFN Suyanto
Jurnal Agro Ekonomi Vol 11, No 2 (1992): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1797.103 KB) | DOI: 10.21082/jae.v11n2.1992.1-18

Abstract

IndonesianPenggunaan metoda tobit dapat memecahkan masalah bias dan tidak konsisten dalam pendugaan yang menggunakan data konsumsi survey rumah tangga yang umumnya tidak semua responden mengkonsumsi komoditi tertentu. Disamping itu, perhitungan elastisitas harga atau pendapatan dari rumah tangga yang sudah mengkonsumsi komoditi tertentu dan elastisitas peluang rumah tangga untuk mengkonsumsi komoditi tersebut. Hasil pendugaan parameter permintaan ayam dan telur dengan menggunakan data SUSENAS 1987 menunjukkan bahwa perubahan konsumsi ayam dan telur dipengaruhi oleh perubahan pendapatan baik di kota maupun di desa. Dengan meningkatnya pendapatan masyarakat maka konsumsi ayam dan telur juga akan meningkat yang dampaknya konsumsi bahan makanan ternak seperti jagung dan kedelai juga akan meningkat. Sementara itu konsumsi jagung dan kedelai untuk makanan manusia juga masih sangat penting sehingga persaingan konsumsi kedelai dan jagung antara manusia dan ternak akan semakin tajam.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Ekonomi Rumah Tangga Petani di Kelurahan Setugede Kota Bogor Siti Rochaeni; Erna Maria Lokollo
Jurnal Agro Ekonomi Vol 23, No 2 (2005): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.059 KB) | DOI: 10.21082/jae.v23n2.2005.133-158

Abstract

EnglishThe worktime of member farm household in Kelurahan Setugede Bogor more directed to non farm than rice farm, because non farm’s income is biger. If the husband added worktime on rice farm, his worktime on non farm will be less. Rice farm contribute 27,32 percent of household income and 72,68 percent contributed by non farm. Total expenditure farmer household is 75,29 percent of total household income which consist from 50,52 percent to consume and 22,77 percent to invest. If the member of farmer household has been added therefore the consumption expenditure will be add  too. If the income added so the expenditure to consume and invest will be add too.   IndonesianPencerminan strategi rumah tangga untuk hidup sejahtera ditunjukkan oleh alokasi waktu kerja anggota rumah tangga untuk kegiatan mencari nafkah, pekerjaan rumah tangga dan kegiatan lainnya. Tiap kegiatan anggota rumah tangga ditujukan untuk mencapai nilai guna menghasilkan kesejahteraan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) alokasi waktu kerja anggota rumah tangga petani pada usahatani padi dan nonusahatani, (2) kontribusi pendapatan anggota rumah tangga petani yang berasal dari usahatani padi dan nonusahatani, (3) pola pengeluaran rumah tangga petani untuk konsumsi dan investasi, dan (4) faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan ekonomi rumah tangga petani. Untuk menjawab tujuan menggunakan analisis tabulasi dan model persamaan simultan yang diduga dengan metode Two Stage Least Squares (2SLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu kerja anggota rumah tangga petani di Kelurahan Setugede Bogor lebih banyak ditujukan pada nonusahatani daripada usahatani padi, karena pendapatan dari nonusahatani lebih besar. Curahan waktu kerja suami pada nonusahatani berpengaruh negatif dan memberikan respon inelastis terhadap curahan waktu kerja suami pada usahatani padi, tetapi berpengaruh positif dan memberikan respon elastis terhadap pendapatan suami dari nonusahatani. Kontribusi pendapatan rumah tangga petani dari usahatani padi 27,32 persen, dari nonusahatani 72,68 persen. Pengeluaran total rumah tangga petani 73,29 persen dari total pendapatan, yang terdiri dari konsumsi 50,52 persen dan investasi 22,77 persen.
Perubahan Teknologi dan Keseragaman Tingkat Upah Antar Daerah Tahlim Sudaryanto
Jurnal Agro Ekonomi Vol 8, No 1 (1989): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.395 KB) | DOI: 10.21082/jae.v8n1.1989.37-49

Abstract

EnglishAdoption of modern rice varieties (MV) is constrained by production environment especially the degree of water control. This paper concern with differential of MV adoption across production environments and the ultimate consequence on labor market adjustment. Descriptive as well as regression analyses are shown to verify the influence of the degree of irrigation and MV adoption on demografic variables and wage rate. MV adoption is confirmed to be faster in irrigated villages than that in non irrigated villages. The same is true on the level of input use and paddy yield. This has induced labor migration from non irrigated to irrigated villages. Labor market adjustment is finally reflected in term of the equalization of wages across production environments. As far as the welfare of landless labor is concerned, rapid technological change in irrigated villages benefits not only labor in irrigated areas but also those in non irrigated areas.IndonesianAdopsi teknologi baru seperti varietas padi unggul terhambat antara lain oleh kondisi lingkungan fisik terutama keadaan irigasi. Tulisan ini mengkhususkan pembahasan pada kesenjangan perubahan teknologi antar daerah dengan kondisi lingkungan yang berbeda. Selanjutnya dianalisa bagaimana pengaruhnya terhadap penyesuaian pasar tenaga kerja dalam bentuk penyesuaian tingkat upah. Tingkat adopsi bibit unggul terbukti lebih cepat di daerah sawah beririgasi dibanding dengan yang tidak beririgasi. Demikian juga dengan penggunaan masukan dan hasil padi. Kesenjangan tingkat perubahan teknologi tersebut telah mendorong tingkat migrasi (permanen) dari daerah yang tidak beririgasi ke daerah yang beririgasi yang ditunjukan dari tingginya tingkat pertumbuhan penduduk di daerah beririgasi. Penyesuaian pasar tenaga kerja pada akhimya tercermin dalam bentuk keseragaman tingkat upah antar daerah. Hal ini berarti bahwa dari sisi buruh tani, manfaat perubahan teknologi di daerah beririgasi dirasakan pula oleh buruh tani di daerah yang tidak beririgasi.
Abstrak Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris nFN nLN
Jurnal Agro Ekonomi Vol 36, No 2 (2018): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.231 KB) | DOI: 10.21082/jae.v36n2.2018.%p

Abstract

Model Sistem Informasi Komunikasi Antarorganisasi pada Konsorsium Anggrek di Indonesia Dyah Gandasari; Sarwititi Sarwoprasodjo; Basita Ginting; Djoko Susanto
Jurnal Agro Ekonomi Vol 33, No 1 (2015): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.217 KB) | DOI: 10.21082/jae.v33n1.2015.35-50

Abstract

EnglishConstraints of coordination process among stakeholders on organizational communication studies show inadequate external, interorganizational communication. Collective action of coordinated action among stakeholders will not be achieved if inter-organizational communication is ineffective. It shows importance of the research focusing on interorganizational communication applications to improve communication effectiveness among the stakeholders. Research on the application of inter-organizational communication theory is essential in order to improve communication effectiveness among orchid floriculture institutions. This study analyzed members of the consortium and messages on the orchid consortium mailing list. Objectives of the study were: (a) to analyze communication interaction process of the orchid consortium; (b) to analyze communication structure of the orchid consortium, and (c) to analyze the variables related with communication effectiveness in the orchid consortium. Results of this study showed that: (i) communication among group members focused on the task theme; (ii) information came from credible institutions, centrality indices were between 0.39 to 23.09%, density indices were 7.36 to 11.84%, and (iii) characteristics of connective and communal goods, alliance participants, social network process, and collective action are significantly correlated with alliance communication effectiveness.IndonesianPermasalahan tentang kendala yang menghambat proses koordinasi antarpemangku kepentingan pada beberapa penelitian komunikasi organisasi menggambarkan komunikasi eksternal dan antarorganisasi yang kurang memadai. Aksi kolektif dari tindakan terkoordinasi antarpemangku kepentingan tidak akan tercapai jika komunikasi antarorganisasi tersebut tidak efektif. Hal ini menunjukkan pentingnya penelitian komunikasi organisasi yang mengangkat tentang aplikasi teori khususnya komunikasi eksternal dan antarorganisasi yang dapat menghasilkan saran peningkatan efektivitas komunikasi. Penelitian aplikasi tentang kerja sama antarpemangku kepentingan dalam membangun florikultura anggrek penting untuk menghasilkan komunikasi yang berguna dalam meningkatkan efektivitas komunikasi antarorganisasi. Unit analisis penelitian ini adalah anggota konsorsium sebagai individu wakil dari para pemangku kepentingan dan pesan pada mailing list konsorsium anggrek. Tujuan penelitian ini adalah (a) menganalisis proses interaksi komunikasi konsorsium anggrek, (b) menganalisis struktur komunikasi konsorsium anggrek, dan (c) menganalisis variabel-variabel yang berhubungan dengan efektivitas komunikasi konsorsium anggrek. Hasil penelitian ini adalah (i) proses komunikasi sudah berorientasi kepada tema tugas, (ii) analisis terhadap jaringan komunikasi menunjukkan bahwa sumber informasi berasal dari institusi yang kredibel, indeks sentralitas antara yaitu 0,39-23,09%, indeks densitas sebesar 7,36-11,84%, dan (iii) terdapat hubungan nyata antara karakteristik barang konektif komunal, individu wakil aliansi, proses jaringan sosial dan aksi kolektif dengan efektivitas komunikasi pada konsorsium anggrek.
Estimasi Tingkat Efisiensi Usahatani Padi dengan Fungsi Produksi Frontir Stokastik nFN Sumaryanto
Jurnal Agro Ekonomi Vol 19, No 1 (2001): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.348 KB) | DOI: 10.21082/jae.v19n1.2001.65-84

Abstract

EnglishFor years ahead, the growth of productivity (yield) will become the major source of rice production, especially with the limited and decreasing fund to expand the rice field. Therefore, the rice farming need to be conducted more efficiently, which means the management skills of farmers need to be improved. The objective of this study is to estimate the level of efficiency on rice farming and to see its (distribution) among farmers. The results of the study will help the policy makers on designing and improving the agricultural extension strategy.IndonesianTerbatasnya anggaran pembangunan yang dialokasikan untuk melakukan perluasan areal tanam padi mempunyai implikasi bahwa dalam beberapa tahun mendatang ini sumber pertumbuhan produksi padi akan bertumpu pada peningkatan produktivitas. Dalam konteks demikian itu maka kapasitas managerial dalam pengelolaan usahatani harus ditingkatkan agar produktivitas yang dicapai dapat mendekati potensi maksimal. Dengan kata lain, usahatani padi harus ditingkatkan efisiensinya. Dengan pendekatan fungsi produksi frontier stokastik, penelitian ini mencoba mengestimasi tingkat efisiensi yang dicapai dan mengkaji sebarannya diantara petani padi di tiga kabupaten penghasil utama beras di Indonesia. lnformasi yang dihasilkan dari penelitian ini diharapkan berguna untuk membantu menyempurnakan strategi penyuluhan pertanian, khususnya dalam bidang usahatani padi.
Factors Underlying Adoption of Rice Power-Threshers in West Sumatera Masdjidin Siregar
Jurnal Agro Ekonomi Vol 5, No 2 (1986): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1781.977 KB) | DOI: 10.21082/jae.v5n2.1986.1-14

Abstract

Since the use of threshers in post harvest operation has shown promise of providing higher technical as well as allocative efficiency, this study was focused primarily on how such a device could be adopted and diffused more rapidly in response to the government's emphasis on rice quality improvement. Not only was this study interested in farmer's constraints to adopt such a technology, but it also investigated the role of innovating agents as well as the institutional nature of rural labor relation in the adoption process. The former has been analyzed by fitting logistic regression procedure towards data of 75 farmers in six villages while the latter is presented in the form of comparison between West Sumatera and Java.
Volatilitas Harga Minyak Dunia dan Dampaknya terhadap Kinerja Sektor Industri Pengolahan dan Makroekonomi Indonesia Alla Asmara; Rina Oktaviani; nFN Kuntjoro; Muhammad Firdaus
Jurnal Agro Ekonomi Vol 29, No 1 (2011): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.747 KB) | DOI: 10.21082/jae.v29n1.2011.49-69

Abstract

EnglishFluctuations of oil prices generally affect performance of manufacturing sectors and macroeconomic condition in Indonesia. The purpose of this study is to analyze the volatility of international oil prices and its impact on manufacturing sectors and macroeconomic performance. The analytical methods used are the ARCH-GARCH model and Recursive Dynamic CGE. Volatility of international oil prices tends to vary over time (time varying) and increases. In addition, the impacts also vary among industries. Volatility of world oil prices has a tendency to provide negative influence on the Indonesian manufacturing sectors and macroeconomic performance. Nevertheless, advanced durability against shock volatility performed by the manufacturing sector tending to have linkages with the agricultural sector, such as processed food, fertilizer and pesticide. IndonesianFluktuasi harga minyak dunia seringkali mempengaruhi kinerja sektor industri pengolahan dan kondisi makroekonomi Indonesia. Berangkat dari pemikiran tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis volatilitas harga minyak dunia dan dampaknya terhadap kinerja sektor industri dan makroekonomi. Metode analisis yang digunakan adalah model ARCH-GARCH dan CGE Recursive Dynamic. Harga minyak dunia menunjukan volatilitas yang cenderung bervariasi antarwaktu (time varying) dan terus meningkat. Volatilitas harga minyak dunia tersebut memberikan pengaruh yang berbeda-beda bagi setiap industri. Namun demikian, volatilitas harga minyak dunia tersebut cenderung memberikan pengaruh negatif terhadap kinerja sektor industri dan makroekonomi Indonesia. Daya tahan yang lebih baik terhadap shock volatilitas harga minyak dunia ditunjukan oleh sektor industri yang cenderung memiliki keterkaitan yang kuat dengan sektor pertanian seperti terjadi pada sektor industri makanan olahan dan industri pupuk dan pestisida.
Pengaruh Teknologi terhadap Perubahan Peranan Sektor Pertanian dalam Struktur Perekonomian Indonesia Pantjar Simatupang; nFN Supriyati; Sudi Mardianto
Jurnal Agro Ekonomi Vol 15, No 2 (1996): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.169 KB) | DOI: 10.21082/jae.v15n2.1996.1-20

Abstract

The main objective of this study is to evaluate the pattern of Indonesia economic structural change and the roles of agricultural technology in affecting the pattern. The economic structure is measured with GDP and employment absorption shares composition by the economic sectors (agriculture, industry, and service). The direct impact of agricultural technology on the economic structure is evaluated with the supply side approach. The analysis is conducted with an econometric model using time series data of 1971-1991 period. The study shows that the pattern of Indonesian economic structural change is abnormal in the sense completely different from the experience of most developed countries. The economic structural change have been highly unbalanced, excessively burdened the agricultural sector with labor absorption. The study also shows that agricultural technology (measured with labor productivity) and real price are positively related with agricultural GDP share, but negatively related with the agricultural employment share. This explains why the directions of GDP shares is a contradictory with employment share. Accordingly the attempt to improve the pattern of economic structural change should be conducted with a multi sectoral policy package: increasing agricultural productivity and real price while increasing labor use intensity in the industrial sector.

Filter by Year

1981 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 39, No 2 (2021): Jurnal Agro Ekonomi: IN PRESS Vol 39, No 1 (2021): Jurnal Agro Ekonomi Vol 38, No 2 (2020): Jurnal Agro Ekonomi Vol 38, No 1 (2020): Jurnal Agro Ekonomi Vol 37, No 2 (2019): Jurnal Agro Ekonomi Vol 37, No 1 (2019): Jurnal Agro Ekonomi Vol 36, No 2 (2018): Jurnal Agro Ekonomi Vol 36, No 1 (2018): Jurnal Agro Ekonomi Vol 35, No 2 (2017): Jurnal Agro Ekonomi Vol 35, No 1 (2017): Jurnal Agro Ekonomi Vol 34, No 2 (2016): Jurnal Agro Ekonomi Vol 34, No 1 (2016): Jurnal Agro Ekonomi Vol 33, No 2 (2015): Jurnal Agro Ekonomi Vol 33, No 1 (2015): Jurnal Agro Ekonomi Vol 32, No 2 (2014): Jurnal Agro Ekonomi Vol 32, No 1 (2014): Jurnal Agro Ekonomi Vol 31, No 2 (2013): Jurnal Agro Ekonomi Vol 31, No 1 (2013): Jurnal Agro Ekonomi Vol 30, No 2 (2012): Jurnal Agro Ekonomi Vol 30, No 1 (2012): Jurnal Agro Ekonomi Vol 29, No 2 (2011): Jurnal Agro Ekonomi Vol 29, No 1 (2011): Jurnal Agro Ekonomi Vol 28, No 2 (2010): Jurnal Agro Ekonomi Vol 28, No 1 (2010): Jurnal Agro Ekonomi Vol 27, No 2 (2009): Jurnal Agro Ekonomi Vol 27, No 1 (2009): Jurnal Agro Ekonomi Vol 26, No 2 (2008): Jurnal Agro Ekonomi Vol 26, No 1 (2008): Jurnal Agro Ekonomi Vol 25, No 2 (2007): Jurnal Agro Ekonomi Vol 25, No 1 (2007): Jurnal Agro Ekonomi Vol 24, No 2 (2006): Jurnal Agro Ekonomi Vol 24, No 1 (2006): Jurnal Agro Ekonomi Vol 23, No 2 (2005): Jurnal Agro Ekonomi Vol 23, No 1 (2005): Jurnal Agro Ekonomi Vol 22, No 2 (2004): Jurnal Agro Ekonomi Vol 22, No 1 (2004): Jurnal Agro Ekonomi Vol 21, No 2 (2003): Jurnal Agro Ekonomi Vol 21, No 1 (2003): Jurnal Agro Ekonomi Vol 20, No 2 (2002): Jurnal Agro Ekonomi Vol 20, No 1 (2002): Jurnal Agro Ekonomi Vol 19, No 2 (2001): Jurnal Agro Ekonomi Vol 19, No 1 (2001): Jurnal Agro Ekonomi Vol 18, No 2 (1999): Jurnal Agro Ekonomi Vol 18, No 1 (1999): Jurnal Agro Ekonomi Vol 17, No 2 (1998): Jurnal Agro Ekonomi Vol 17, No 1 (1998): Jurnal Agro Ekonomi Vol 16, No 1-2 (1997): Jurnal Agro Ekonomi Vol 15, No 2 (1996): Jurnal Agro Ekonomi Vol 15, No 1 (1996): Jurnal Agro Ekonomi Vol 14, No 2 (1995): Jurnal Agro Ekonomi Vol 14, No 1 (1995): Jurnal Agro Ekonomi Vol 13, No 2 (1994): Jurnal Agro Ekonomi Vol 13, No 1 (1994): Jurnal Agro Ekonomi Vol 12, No 2 (1993): Jurnal Agro Ekonomi Vol 12, No 1 (1993): Jurnal Agro Ekonomi Vol 11, No 2 (1992): Jurnal Agro Ekonomi Vol 11, No 1 (1992): Jurnal Agro Ekonomi Vol 10, No 1-2 (1991): Jurnal Agro Ekonomi Vol 9, No 2 (1990): Jurnal Agro Ekonomi Vol 9, No 1 (1990): Jurnal Agro Ekonomi Vol 8, No 2 (1989): Jurnal Agro Ekonomi Vol 8, No 1 (1989): Jurnal Agro Ekonomi Vol 7, No 2 (1988): Jurnal Agro Ekonomi Vol 7, No 1 (1988): Jurnal Agro Ekonomi Vol 6, No 1-2 (1987): Jurnal Agro Ekonomi Vol 5, No 2 (1986): Jurnal Agro Ekonomi Vol 5, No 1 (1986): Jurnal Agro Ekonomi Vol 4, No 2 (1985): Jurnal Agro Ekonomi Vol 4, No 1 (1985): Jurnal Agro Ekonomi Vol 3, No 2 (1984): Jurnal Agro Ekonomi Vol 3, No 1 (1983): Jurnal Agro Ekonomi Vol 2, No 1 (1982): Jurnal Agro Ekonomi Vol 1, No 2 (1982): Jurnal Agro Ekonomi Vol 1, No 1 (1981): Jurnal Agro Ekonomi More Issue