cover
Contact Name
Pantjar Simatupang
Contact Email
jae.psekp@gmail.com
Phone
+62251-8333964
Journal Mail Official
jae.psekp@gmail.com
Editorial Address
Lt. III Gedung A. Kawasan Inovasi Pertanian Cimanggu Jl. Tentara Pelajar No. 3B, Kota Bogor 16111
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Agro Ekonomi
ISSN : 02169053     EISSN : 25411527     DOI : http://dx.doi.org/10.21082/
Core Subject : Agriculture,
Ruang lingkup dari Jurnal Agro Ekonomi adalah sosial ekonomi pertanian tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan
Articles 391 Documents
Analisis Ordo Integrasi Beberapa Peubah Ekonomi Budiman Hutabarat; nFN Sumedi
Jurnal Agro Ekonomi Vol 19, No 2 (2001): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.173 KB) | DOI: 10.21082/jae.v19n2.2001.1-16

Abstract

EnglishCointegration analysis has drawn economists' attention in dealing time series data, but the validity of its results is subject to the integration property of variables being considered. The paper is an effort to investigate the order of integration of times series economic indicators that are important to agricultural sector. The research concludes that all variables analyzed fall into the group of integrated of order one, as their first-differenced transformations are all stationary. With this finding it is theoretically sound to formulate regression among related economic variables.IndonesianAnalisis kointegrasi telah semakin populer di kalangan analis ekonomi dalam menghadapi data deret waktu, tetapi kesahihan hasil-hasilnya dipengaruhi oleh sifat integrasi peubah yang di pertimbangkan. Makalah ini merupakan satu upaya untuk menyelidiki ordo integrasi indikator ekonomi yang ada kaitannya dengan sektor pertanian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa semua peubah yang dianalisis termasuk dalam kelompok berordo integrasi satu, karena semua transformasi, beda pertamanya bersifat stasioner. Dengan penemuan ini, secara teoritis dapatlah dirumuskan regresi antara peubah ekonomi yang berkaitan.
Externalities Inclusion Into Production Cost of System of Rice Intensification Mohamad Maulana
Jurnal Agro Ekonomi Vol 34, No 1 (2016): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.375 KB) | DOI: 10.21082/jae.v34n1.2016.17-33

Abstract

IndonesiaUsaha tani padi menghasilkan eksternalitas lingkungan yang bersifat negatif. Eksternalitas tersebut merupakan biaya dan tidak dihitung dengan harga pasar sehingga nilai ekonominya tidak diketahui. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung dan memasukkan biaya eksternalitas negatif tersebut ke dalam biaya produksi usaha tani System of Rice Intensification (SRI) yang berbasis penerapan usaha tani padi organik. Jenis-jenis eksternalitas negatif yang diukur dalam riset ini meliputi CH4, N2O, SO2, NOx, dan PM10. Dalam riset ini digunakan metode Life Cycle Analysis (LCA) dan pendekatan biaya kerusakan yang ditimbulkan oleh polutan serta konsep biaya sosial. Riset dilakukan di Desa Dlingo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Hasil riset menunjukkan bahwa biaya produksi 1 kg GKP adalah Rp1.529/kg. Dengan biaya kerusakan yang dihitung dan dimasukkan ke dalam biaya produksi mencapai Rp9/kg, maka biaya sosial memproduksi 1 kg GKP adalah Rp1.539/kg atau Rp9,60 juta/ha/musim. Keuntungan bersih setelah memasukkan biaya eksternalitas yang diperoleh petani SRI mencapai Rp18,04 juta/ha/musim. Dengan menggunakan target perluasan wilayah SRI pada tahun 2015 sebesar 200.000 ha, maka pemerintah dapat memperoleh keuntungan Rp44,51 miliar.EnglishRice production process generates negative environmental externalities. These externalities are considered as a cost and not accounted by market price such that its economic externalities value is unknown. This study aims to calculate and to internalize negative externalities costs into production costs of the System of Rice Intensification as a rice production process based on organic practices. The quantities of externalities measured in this research are CH4, N2O, SO2, NOx, and PM10. This research uses a Life Cycle Analysis (LCA), a damage cost approach, and a social costs concept. This research was conducted in Dlingo Village, Boyolali Regency, Central Java Province. The results show that the private cost per kg of unhulled rice was Rp1,529 and damage cost was Rp9/kg. Social costs of producing 1 kg of unhulled rice was Rp1,539 or Rp9.60 million/ha/season. SRI’s farmers received net social benefit of Rp18.04 million/ha/season. Considering that the target of extended area for SRI in 2015 was 200,000 ha, government could receive environmental benefits of Rp44.51 billion.
Status Wanita dan Ketahanan Pangan Rumah Tangga Nelayan dan Petani Padi di Kabupaten Muko-Muko Provinsi Bengkulu Ketut Sukiyono; Indra Cahyadinata; nFN Sriyoto
Jurnal Agro Ekonomi Vol 26, No 2 (2008): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.343 KB) | DOI: 10.21082/jae.v26n2.2008.191-207

Abstract

EnglishThis paper uses a gender conceptual framework of the determinants of food security. Using three indicators, the paper tries to demonstrate the considerable influence of the status of women relative to men to households’ food security in two different economic base groups of households. This research was conducted in the District of Mukomuko in Bengkulu Province.  As many as 219 respondents were divided into two groups of households, namely 110 fishery and 109 paddy farmers, and were selected using a simple random sampling. A multiple regression model was used to determine significant factors of household food security.  Among the two different household groups and using a diet diversity as the household food security indicator, the fishery households group exposed relatively better food security status than that of paddy farmer households. The econometric analysis also showed that status of women relative to men was not significant to food security. Meanwhile, households’ income and household economic base are important factors in determining households’ food security.  IndonesianKajian ini menggunakan kerangka konseptual gender dalam menentukan ketahanan pangan. Dengan menggunakan tiga indikator, artikel ini mencoba menunjukkan pengaruh dari status wanita relatif terhadap pria dalam rumah tangga pada ketahanan pangan pada dua rumah tangga yang berbeda basis ekonominya.  Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Muko-muko Provinsi Bengkulu. Dua ratus sembilan belas responden yang terdiri dari 110 rumah tangga nelayan dan 109 rumah tangga petani padi dipilih dengan menggunakan sampling acak sederhana.  Model regresi berganda akan digunakan untuk menentukan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap ketahanan pangan rumah tangga.  Diantara dua kelompok rumah tangga dan dengan menggunakan ragam pangan sebagai indikator ketahanan pangan rumah tangga, rumah tangga nelayan menunjukkan derajat ketahanan pangan relatif lebih baik dibandingkan rumah tangga petani padi. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa status wanita tidak menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap ketahanan pangan rumah tangga meskipun semua memiliki tanda yang sesuai.  Sementara itu, pendapatan rumah tangga dan basis ekonomi rumah tangga mempunyai pengaruh yang nyata terhadap ketahanan pangan rumah tangga.
EFEKTIVITAS KEBIJAKAN HARGA PANGAN TERHADAP KETAHANAN PANGAN Ilham, Nyak; Siregar, Hermanto; Priyarsono, D. S.
Jurnal Agro Ekonomi Vol 24, No 2 (2006): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.881 KB) | DOI: 10.21082/jae.v24n2.2006.157-177

Abstract

EnglishThe implementation of price support policy has been facing pro and contra among the stakeholders. The experience of many developing countries in reducing their domestic support to farmers has been increasing the number of poverty incidence and threatened food security in the country. On the other side, developed countries still implement their huge domestic support to their agricultural industries. The objective of this study is to analyze the effectiveness of food price support policy to national food security; this result can be considered by the government in accelerating agriculture revitalization. This study used secondary data (time series) and analyzed using ECM. Some findings of the study show that food availability at national level could not guarantee the accessibility of food at household level. To make the price support policy effective, the price should be accomplished by other policies, especially government policy in providing rural infrastructure, increasing farmer?s income and increasing good management control in financial aspects, specifically government expenditures related to food programs.IndonesianPenerapan kebijakan harga pangan menghadapi pro dan kontra. Pengalaman negara berkembang yang mengurangi bantuan terhadap petani menyebabkan tingkat kemiskinan tidak membaik dan mengancam ketahanan pangan.  Di sisi lain, negara-negara maju masih cukup besar memberi dukungan pada industri pertaniannya.  Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas kebijakan harga pangan yang dilakukan pemerintah terhadap ketahanan pangan nasional sehingga dapat dijadikan pertimbangan untuk merevitalisasi pertanian. Data yang digunakan merupakan data sekunder runut waktu dan dianalisis dengan model Error Correction Model (ECM). Hasil analisis menunjukkan bahwa ketersediaan pangan di tingkat nasional terbukti tidak menjamin akses pangan di tingkat rumah tangga. Untuk mengefektifkan kebijakan harga pangan perlu didukung oleh kebijakan lain, terutama kebijakan penyediaan infrastruktur, peningkatan pendapatan masyarakat, dan membenahi kebocoran-kebocoran dana yang berkaitan dengan program pangan.
DAMPAK ALOKASI BANTUAN MODAL DAN TENAGA KERJA KELUARGA TERHADAP KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA PETANI DI NUSA TENGGARA TIMUR Sinaga, Bonar Marulitua; Hartoyo, Sri; Simatupang, Pantjar; Fallo, Ferdy Adif I.
Jurnal Agro Ekonomi Vol 36, No 2 (2018): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.15 KB) | DOI: 10.21082/jae.v36n2.2018.113-134

Abstract

English East Nusa Tenggara is the province with the highest poverty prevalence in Indonesia. One of the government's efforts to overcome poverty in the area is the capital assistance program for farm households. This research aimed to analyze the impacts of capital support and household labor allocation on the welfare of farm households in East Nusa Tenggara. The survey for data collection was conducted from in South Central Timor and Kupang Regencies of East Nusa Tenggara Province February to July 2017 with samples of 118 farmer households. Data analysis was conducted by developing an econometric simulation model based on farm-household economic theory. The results showed that increasing capital aid allocation for livestock business decreased the welfare, but increasing investment for livestock business, allocation of capital support for nonfarm business, and allocation of family labor for nonfarm business in single case had an impact on improving the welfare of farmer's household. The best combination consisted of increasing investment for livestock business, allocation of capital support for nonfarm business, and family labor allocation for nonfarm business. Increasing the allocation of family labor for nonfarm business is an important policy because it singly or in combination had an impact on improving the welfare of farm households.IndonesianNusa Tenggara Timur merupakan provinsi dengan prevalensi kemiskinan tertinggi di Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi kemiskinan di daerah tersebut adalah program bantuan modal kepada rumah tangga petani. Penelitian bertujuan untuk menganalisis dampak alokasi bantuan modal dan tenaga kerja rumah tangga terhadap kesejahteraan rumah tangga petani. Survei pengumpulan data dilaksanakan di Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur pada bulan Februari hingga Juli 2017 dengan sampel sebanyak 118 rumah tangga petani. Analisis dilakukan dengan membangun model simulasi ekonometrik berbasis teori ekonomi rumah tangga petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan alokasi bantuan modal untuk usaha ternak menurunkan kesejahteraan, namun peningkatan investasi untuk usaha ternak, alokasi bantuan modal untuk usaha non pertanian, dan alokasi tenaga kerja keluarga untuk usaha non pertanian secara tunggal berdampak meningkatkan kesejahteraan rumah tangga petani. Kombinasi terbaik ialah kombinasi peningkatan investasi untuk usaha ternak, alokasi bantuan modal untuk usaha nonpertanian, dan alokasi tenaga kerja keluarga untuk usaha nonpertanian. Peningkatan alokasi tenaga kerja keluarga untuk usaha nonpertanian merupakan kebijakan yang cukup penting karena secara tunggal maupun kombinasi berdampak meningkatkan kesejahteraan rumah tangga petani.
Dampak Pengembangan Produk Turunan Minyak Sawit terhadap Peningkatan Ekspor Produk Minyak Sawit ke Pasar Amerika Serikat Nila Rifai; Yusman Syaukat; Hermanto Siregar; E. Gumbira-Sa’id
Jurnal Agro Ekonomi Vol 32, No 2 (2014): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.054 KB) | DOI: 10.21082/jae.v32n2.2014.107-125

Abstract

EnglishIn 2013, the world palm oil production reached 55.7 million tons. Indonesia and Malaysia shared 86 percent in the world palm oil market with their production volumes of 26.7 and 21.7 million tons, respectively. This study aimed to analyze the impacts of palm oil derivative products development on improved palm oil export and its derivative products to the US market. This analysis used times series data from 1992 to 2012. Data were analyzed using a Two-Stage Least Squares (2SLS) approach. Results of the study show that policy to develop palm oil derivative products will increase export of palm oil and its derivative products to USA market and decrease total export of Indonesia CPO. The better policy option is enhancing CPO export tax along with improved rupiah’s exchange rate and downstream palm oil industry development. This policy will boost export of Indonesian palm oil derivative products to the US market and significantly reduce CPO export.IndonesianPada tahun 2013, produksi minyak sawit dunia mencapai 55,7 juta ton, dengan kontribusi Indonesia sebesar 26,70 juta ton dan diikuti oleh Malaysia sebesar 21,7 juta ton. Dengan demikian, Indonesia dan Malaysia secara bersama menguasai sekitar 86 persen produksi minyak sawit dunia. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dampak pengembangan produk turunan minyak sawit terhadap peningkatan ekspor minyak sawit dan produk turunannya ke pasar Amerika Serikat. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data sekunder time series tahunan selama periode 1992–2012. Data dianalisis menggunakan pendekatan ekonometrika Two Stages Least Squares (2SLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pengembangan industri produk turunan minyak sawit mampu meningkatkan ekspor produk turunan minyak sawit ke Amerika Serikat dan mampu menurunkan ekspor minyak sawit mentah yang memiliki nilai tambah yang rendah. Kombinasi kebijakan yang lebih baik adalah dengan program peningkatan pajak ekspor CPO yang didukung oleh peningkatan nilai tukar dan pengembangan industri hilir minyak sawit. Kebijakan ini akan mampu meningkatkan ekspor produk turunan minyak sawit Indonesia ke Amerika Serikat dan akan menurunkan secara signifikan ekspor minyak sawit dalam bentuk CPO.
Diversifikasi Sumber Pendapatan Rumah Tangga di Pedesaan Jawa Barat Sri Hery Susilowati; nFN Supadi
Jurnal Agro Ekonomi Vol 20, No 1 (2002): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.508 KB) | DOI: 10.21082/jae.v20n1.2002.85-109

Abstract

EnglishSource of rural household income commonly not only come from single source, but also from many others or it is said the income is diversified. In this paper concept of diversification is simply on relation with source of household income or rural household Job. The objective of this paper is twofold. First, to define the rate of household income diversification, and second to evaluate the impact of diversification on household income. This paper is based on PATANAS data which was conducted on 14 villages in West Java in 2001. The results of this study were as follows: rate of income diversification was relatively high, but there was non positive correlation between rate of diversification and level of income.IndonesianDewasa ini sumber pendapatan sebagian besar rumah tangga di pedesaan tidak hanya dari satu sumber, melainkan dari beberapa sumber atau dikatakan rumah tangga tersebut melakukan diversifikasi pekerjaan atau memiliki aneka ragam sumber pendapatan. Dalam makalah ini konsep diversifikasi diartikan sebagai penganekaragaman usaha atau penganekaragaman sumber pendapatan rumah tangga di pedesaan. Tujuan dari tulisan ini terutama, adalah untuk mengetahui tingkat diversifikasi sumber pendapatan rumah tangga dan dampak diversifikasi tersebut terhadap pendapatan rumah tangga di pedesaan. Kajian ini menggunakan data PATANAS Jawa Barat. Penelitian dilakukan tahun 2001 di 14 desa dengan berbagai tipe agroekosistem. Dari hasil kajian ini diketahui bahwa tingkat diversifikasi sumber pendapatan rumah tangga di pedesaan Patanas Jawa Barat tergolong relatif tinggi, namun tidak ditemukan hubungan positif dengan tingkat pendapatan. Dampak diversifikasi terhadap pendapatan rumah tangga tidak menunjukkan pola yang jelas.
Pendugaan Skala Usaha Usahatani Padi Sawah dengan Fungsi Keuntungan Handewi Purwati S. Rachman
Jurnal Agro Ekonomi Vol 6, No 1-2 (1987): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.077 KB) | DOI: 10.21082/jae.v6n1-2.1987.42-50

Abstract

EnglishThis research estimates the short run rice farming returns to scale condition by using Cobb-Douglas profit function model. Size of rice field is assumed as fixed input. Data from six desas in the area of Cimanuk River Basin, West Java, collected by Rural Dynamic Study were analyzed. The analysis was based on the rainy season 1982/1983 data. Results of this analysis show the average size of rice area 0.433 ha has not given a maximum profit yet, and the rice farming activities is at the "increasing returns to scale". The analysis also shows that price of urea, pesticides, size of rice area, and fixed cost were significant (at 1% level) with respect to rice farm actual profit function.IndonesianPenelitian ini menduga kondisi skala usaha usahatani padi sawah dalam jangka pendek dengan model fungsi keuntungan Cobb-Douglas. Luas lahan garapan diperlakukan sebagai input tetap. Data yang digunakan adalah data input output usahatani dari penelitian resurvey yang dilakukan oleh Studi Dinamika Pedesaan (SDP) pada enam desa di wilayah DAS Cimanuk, Jawa Barat. Analisa dilakukan pada musim tanam MH 1982/1983. Hasil pendugaan menunjukkan bahwa usahatani dengan luas garapan rata-rata 0,433 ha masih belum memberikan tingkat keuntungan maksimum kepada petani pengelolanya dan skala usaha masih berada pada kondisi "increasing returns to scale". Hasil analisa juga menunjukkan bahwa harga pupuk urea, nilai obat-obatan, luas lahan garapan dan biaya tetap (lain-lain) mempunyai pengaruh yang nyata (∝= 0,01) terhadap keuntungan aktual usahatani padi.
Analisis Pengaruh Faktor Ketersediaan, Akses, dan Penyerapan Pangan Terhadap Ketahanan Pangan di Kabupaten Surplus Pangan: Pendekatan Partial Least Square Path Modeling Akhmad Mun’im
Jurnal Agro Ekonomi Vol 30, No 1 (2012): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.533 KB) | DOI: 10.21082/jae.v30n1.2012.41-58

Abstract

EnglishFood security does not depend on food availability only, but also on access and utilization of food. It indicates that even though Indonesia is one of the food-surplus countries, it doesn’t guarantee that Indonesian people have a good food security since they still have to deal with access and utilization aspects. Using data from Social and Economic Survey 2007 (Susenas 2007) by Badan Pusat Statistik and results of National Basic Health Research 2007 (Riskesdas 2007) by Ministry of Health, this research aims to identify influencing factors of food availability, access, and utilization on food security in food-surplus regencies in Indonesia at 2007. This research uses Partial Least Square Path Modeling (PLS-PM) as an analytical tool and applies a bootstrapping approach in statistical testing. Analysis results show that availability of food factor insignificantly influence food security in food-surplus regencies. Food access and absorption significantly affect food security. Each score of food access factor increases by 100 percent, the food security core will increase by 58.3 percent. An increase of 100 percent in score of food utilization factor, food security will increase by 31.9 percent. IndonesianKetahanan pangan tidak hanya bergantung kepada ketersediaan pangan saja, tetapi juga akses dan penyerapan pangan. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun Indonesia merupakan negara yang tahan pangan yang ditunjukkan oleh ketersediaan pangan yang baik, namun tidak menjamin penduduk Indonesia menjadi tahan pangan karena masih harus melihat aspek akses dan penyerapan pangannya. Menggunakan data Survei Sosial Ekonomi 2007 (SUSENAS 2007) BPS, serta hasil dari Riset  Kesehatan Dasar 2007 (Riskesdas 2007) Kementerian Kesehatan, penelitian ini ingin mengetahui pengaruh dari faktor ketersediaan, akses, serta penyerapan pangan terhadap ketahanan pangan di kabupaten surplus pangan di Indonesia tahun 2007. Penelitian ini menggunakan alat analisis Partial Least Square Path Modeling (PLS-PM) dan menggunakan pendekatan bootstrapping dalam pengujian statistik. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor ketersediaan pangan tidak memberikan pengaruh yang berarti terhadap ketahanan pangan di kabupaten surplus pangan. Sedangkan faktor akses serta penyerapan pangan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap ketahanan pengan di kabupaten surplus pangan pada tahun 2007. Setiap peningkatan 100 persen skor faktor akses pangan akan meningkatkan skor faktor ketahanan pangan sebesar 58,3 persen. Setiap peningkatan 100 persen skor faktor penyerapan pangan akan meningkatkan skor faktor ketahanan pangan sebesar 31,9 persen.
Jenis Ikan Dominan, Kontinyuitas Penjualan dan Penetapan Harga Ikan pada Pasar Pengecer di Kodya Ambon dan Maluku Tengah Bernard B. de Rosari; Abdul Choliq
Jurnal Agro Ekonomi Vol 16, No 1-2 (1997): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.383 KB) | DOI: 10.21082/jae.v16n1-2.1997.13-30

Abstract

IndonesianA research has been done to see the dominant fish sold, the continuity of fish supply, and the influence of the quantity of certain fish sold and prices of the other fish to the fish selling price determinant at retailing markets in Ambon and Central Maluku. Three markets were chosen, they were Pasar Rumah Tiga, Pasar Lama Ambon and Pasar Binaya Masohi, Central Maluku. Survey method was used in the research. Time series data were collected every three weeks from September 1995 to March 1996. The results showed, that the dominant type of fish sold continously in Pasar Rumah Tiga were Scads, Frigate tuna,"Skipjack and Trevalies; in Pasar Lama ambon were Mackerel, Frigate tuna, Skipjack and Scads; in Pasar Binaya Masohi were Mackerel, Frigate tuna, Trevalies and Scads. The fish whose selling price was not influenced by the volume supplied and by other fish prices were Skipjack and dried anchovies in Pasar Rumah Tiga, and Frigate tuna, Garfish, Smoke-grilled Skipjack and Tuna in Pasar Binaya (p 10% ). Increase in supply volume caused the decrease in sellingprice, of Mackerel (Rp 19/kg; p %) and frozen Pomfret ( Rp 32/kg; p 1%) in Pasar Lama Ambon and fresh Coral fish ( Rp 92/kg; p 5%) in Pasar Binaya. The prices of several type of fish were pairly substitute and complement each other.

Filter by Year

1981 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 39, No 2 (2021): Jurnal Agro Ekonomi: IN PRESS Vol 39, No 1 (2021): Jurnal Agro Ekonomi Vol 38, No 2 (2020): Jurnal Agro Ekonomi Vol 38, No 1 (2020): Jurnal Agro Ekonomi Vol 37, No 2 (2019): Jurnal Agro Ekonomi Vol 37, No 1 (2019): Jurnal Agro Ekonomi Vol 36, No 2 (2018): Jurnal Agro Ekonomi Vol 36, No 1 (2018): Jurnal Agro Ekonomi Vol 35, No 2 (2017): Jurnal Agro Ekonomi Vol 35, No 1 (2017): Jurnal Agro Ekonomi Vol 34, No 2 (2016): Jurnal Agro Ekonomi Vol 34, No 1 (2016): Jurnal Agro Ekonomi Vol 33, No 2 (2015): Jurnal Agro Ekonomi Vol 33, No 1 (2015): Jurnal Agro Ekonomi Vol 32, No 2 (2014): Jurnal Agro Ekonomi Vol 32, No 1 (2014): Jurnal Agro Ekonomi Vol 31, No 2 (2013): Jurnal Agro Ekonomi Vol 31, No 1 (2013): Jurnal Agro Ekonomi Vol 30, No 2 (2012): Jurnal Agro Ekonomi Vol 30, No 1 (2012): Jurnal Agro Ekonomi Vol 29, No 2 (2011): Jurnal Agro Ekonomi Vol 29, No 1 (2011): Jurnal Agro Ekonomi Vol 28, No 2 (2010): Jurnal Agro Ekonomi Vol 28, No 1 (2010): Jurnal Agro Ekonomi Vol 27, No 2 (2009): Jurnal Agro Ekonomi Vol 27, No 1 (2009): Jurnal Agro Ekonomi Vol 26, No 2 (2008): Jurnal Agro Ekonomi Vol 26, No 1 (2008): Jurnal Agro Ekonomi Vol 25, No 2 (2007): Jurnal Agro Ekonomi Vol 25, No 1 (2007): Jurnal Agro Ekonomi Vol 24, No 2 (2006): Jurnal Agro Ekonomi Vol 24, No 1 (2006): Jurnal Agro Ekonomi Vol 23, No 2 (2005): Jurnal Agro Ekonomi Vol 23, No 1 (2005): Jurnal Agro Ekonomi Vol 22, No 2 (2004): Jurnal Agro Ekonomi Vol 22, No 1 (2004): Jurnal Agro Ekonomi Vol 21, No 2 (2003): Jurnal Agro Ekonomi Vol 21, No 1 (2003): Jurnal Agro Ekonomi Vol 20, No 2 (2002): Jurnal Agro Ekonomi Vol 20, No 1 (2002): Jurnal Agro Ekonomi Vol 19, No 2 (2001): Jurnal Agro Ekonomi Vol 19, No 1 (2001): Jurnal Agro Ekonomi Vol 18, No 2 (1999): Jurnal Agro Ekonomi Vol 18, No 1 (1999): Jurnal Agro Ekonomi Vol 17, No 2 (1998): Jurnal Agro Ekonomi Vol 17, No 1 (1998): Jurnal Agro Ekonomi Vol 16, No 1-2 (1997): Jurnal Agro Ekonomi Vol 15, No 2 (1996): Jurnal Agro Ekonomi Vol 15, No 1 (1996): Jurnal Agro Ekonomi Vol 14, No 2 (1995): Jurnal Agro Ekonomi Vol 14, No 1 (1995): Jurnal Agro Ekonomi Vol 13, No 2 (1994): Jurnal Agro Ekonomi Vol 13, No 1 (1994): Jurnal Agro Ekonomi Vol 12, No 2 (1993): Jurnal Agro Ekonomi Vol 12, No 1 (1993): Jurnal Agro Ekonomi Vol 11, No 2 (1992): Jurnal Agro Ekonomi Vol 11, No 1 (1992): Jurnal Agro Ekonomi Vol 10, No 1-2 (1991): Jurnal Agro Ekonomi Vol 9, No 2 (1990): Jurnal Agro Ekonomi Vol 9, No 1 (1990): Jurnal Agro Ekonomi Vol 8, No 2 (1989): Jurnal Agro Ekonomi Vol 8, No 1 (1989): Jurnal Agro Ekonomi Vol 7, No 2 (1988): Jurnal Agro Ekonomi Vol 7, No 1 (1988): Jurnal Agro Ekonomi Vol 6, No 1-2 (1987): Jurnal Agro Ekonomi Vol 5, No 2 (1986): Jurnal Agro Ekonomi Vol 5, No 1 (1986): Jurnal Agro Ekonomi Vol 4, No 2 (1985): Jurnal Agro Ekonomi Vol 4, No 1 (1985): Jurnal Agro Ekonomi Vol 3, No 2 (1984): Jurnal Agro Ekonomi Vol 3, No 1 (1983): Jurnal Agro Ekonomi Vol 2, No 1 (1982): Jurnal Agro Ekonomi Vol 1, No 2 (1982): Jurnal Agro Ekonomi Vol 1, No 1 (1981): Jurnal Agro Ekonomi More Issue