cover
Contact Name
Pantjar Simatupang
Contact Email
jae.psekp@gmail.com
Phone
+62251-8333964
Journal Mail Official
jae.psekp@gmail.com
Editorial Address
Lt. III Gedung A. Kawasan Inovasi Pertanian Cimanggu Jl. Tentara Pelajar No. 3B, Kota Bogor 16111
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Agro Ekonomi
ISSN : 02169053     EISSN : 25411527     DOI : http://dx.doi.org/10.21082/
Core Subject : Agriculture,
Ruang lingkup dari Jurnal Agro Ekonomi adalah sosial ekonomi pertanian tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan
Articles 391 Documents
Ragam Sumber Pendapatan Petani Padi Sawah di Kalimantan Tengah: Studi Kasus di Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Kapuas Sayaka, Bambang; Hutabarat, Budiman
Jurnal Agro Ekonomi Vol 15, No 1 (1996): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v15n1.1996.41-47

Abstract

Rice farmers in districts of Kotawaringin Timur and Kapuas (Central Kalimantan Province) earn their main income from agricultural sector, each of 87 percent and 70 percent, respectively. Income distribution of farmers in both districts is well circulated relatively. Income proportions achieved by 40 percent of lowest income group in the districts of Kotawaringin Timur and Kapuas are 14 percent and 17 percent, and their Gini coefficients are 0.4144 and 0.4052, respectively. Unbalanced income distribution in Kotawaringin is affected more by agricultural earnings than that of non agricultural sector. Reducing the unbalanced distribution of farmers income is possible done by increasing income sources generated from upland farming and non agricultural sectors.
Kebutuhan terhadap Penggunaan Traktor di Kabupaten Karawang Dihubungkan dengan Jadwal Irigasi Simatupang, Pantjar
Jurnal Agro Ekonomi Vol 1, No 1 (1981): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v1n1.1981.1-22

Abstract

IndonesianPerbedaan pendapat mengenai manfaat penggunaan traktor di satu pihak dan dampak penggunaannya terhadap kesempatan kerja bagi buruh tani di pihak lain, merupakan ajang diskusi yang cukup menarik akhir-akhir ini. Dalam studi ini ditelaah kebutuhan mengenai penggunaan traktor di daerah Karawang dengan asumsi bahwa para petani harus mampu menyelesaikan pengolahan tanah sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh Panita Irigasi setempat. Pertama-tama dihitung berapa tenaga kerja yang tersedia di suatu wilayah, termasuk ternak. Kemudian dibuat model yang menggambarkan mobilitas tenaga kerja untuk pindah dari golongan yang satu ke golongan yang lain. Berdasarkan data itu dihitung, dengan menggunakan Rancangan Linier (Linear Programming), kebutuhan tenaga traktor di Karawang untuk masing-masing golongan irigasi. Ternyata bahwa tanpa traktor para petani tidak akan mampu menyelesaikan pengolahan tanah sesuai dengan jadwal. Karena itu untuk memungkinkan dilaksanakannya jadwal pengolahan tanah yang sesuai dengan jadwal irigasi, diperlukan tenaga traktor.
Ucapan Terima Kasih Mitra Bestari nLN, nFN
Jurnal Agro Ekonomi Vol 34, No 1 (2016): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Uncertainties in Global Warming Temperature-Trend and Their Impacts on Agricultural Production: an Econometric Evaluation Ashraf, Mohammad A.
Jurnal Agro Ekonomi Vol 26, No 2 (2008): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v26n2.2008.123-143

Abstract

IndonesianMakalah ini membahas kecenderungan dampak pemanasan global yang terjadi akhir-akhir ini. Estimasi dilakukan dengan parameter fraksional dari catatan relatif panjang menggunakan tehnik outlier aditif sebagai pengamatan bebas yang dihasilkan di atmosfer karena pemanasan global. Selanjutnya penelitian ini mengamati secara empiris dampak pemanasan global terhadap aspek tertentu produksi pertanian global. Berdasarkan simulasi Monte Carlo, proses menghasilkan data diterapkan dimana outlier aditif dihasilkan melalui cara discrete atau tidak kontinyu. Hasil observasi menunjukkan bahwa outlier aditif mempengaruhi bias dan MSE parameter fraksional estimasi. Ukuran outlier aditif dalam proses menghasilkan data juga memiliki pengaruh penting terhadap parameter farksional estimasi yang tergantung pada nilai parameter fraksional yang sebenarnya. Hasilnya menunjukkan variabilitas non tren atau siklus alami yang dipengaruhi oleh proses stokastik dalam hal sifat perubahan iklim dengan observasi bebas (outlier) yang menghasilkan outcome berlawanan dari ketidakpastian yang intensif terhadap tren data temperatur dunia pada kondisi riil. Hasil pengamatan empiris menyimpulkan bahwa pada akhir abad 21 secara meyakinkan pemanasan global akan mempunyai dampak negatif terhadap agregat produksi pertanian global dan dampaknya bisa sangat parah jika manfaat fertilizasi karbon (peningkatan hasil dalam lingkungan yang kaya karbon) tidak tampak, terutama jika kelangkaan air membatasi irigasi. Lagi pula, jika pemasan global tidak berhenti pada tahun 2080, tetapi temperatur global terus meningkat pada abad 22, kegagalan produksi pertanian bisa semakin parah. Studi ini juga menunjukkan bahwa akumulasi pengaruh produksi pertanian kemungkinan lebih serius bagi negara berkembang dengan kerugian terbesar di Afrika, Amerika Latin, dan India. EnglishThis paper primarily attempts to detect the trend in the present upshots of global warming temperature data. It has been done through the estimation of the long memory fractional parameter using a simulation technique in the presence of additive outliers which stands as wild observations generated in the atmosphere due to global warming. Then, the study investigates empirically the impact of global warming on the particular aspect of global agricultural production. Based on Monte Carlo simulations, a data generating process is applied where additive outliers are generated in a discrete way. Observed facts reveal that additive outliers affect the bias and the MSE of the estimated fractional parameter. The size of the additive outliers in data generating process has also important effects on the estimated fractional parameter depending on the value of true fractional parameter. The result exhibits a non-trend or a natural cyclical variability influenced by a stochastic process in the case of climate change behavior with wild observations (outliers) that produce a contradictory outcome of profound uncertainties against the case of true world temperature data trend. The results of empirical investigations assert that in the late 21st century unabated global warming would have a negative impact on global agricultural production in the aggregate and the impact could be severe if carbon fertilization benefits (enhancements of yields in a carbon-rich environment) do not materialize, especially if water scarcity limits irrigation. In addition, if warming would not halt in the 2080s, but would continue on a path toward still higher global temperatures in the 22nd century, agricultural damage could be more severe. The study also shows that the composition of agricultural effects is likely to be seriously unfavorable to developing countries with the most severe losses in Africa, Latin America and India.
Stochastic Production Frontier and Panel Data: Measuring Production Efficiency of Wetland Rice Farms in West Java Erwidodo, nFN
Jurnal Agro Ekonomi Vol 11, No 1 (1992): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v11n1.1992.19-36

Abstract

IndonesianParameter fungsi produksi yang diestimasi secara statistik, yang umumnya dilakukan dengan metoda estimasi Least Square (LS), merupakan parameter dari fungsi produksi rataan (average). Dengan cara ini, tingkat (in) efisiensi teknis,  sebagaimana disebutkan dalam teori ekonomi produksi, sulit untuk dihitung. Konsep estimasi fungsi produksi frontier, yang belakangan ini mulai populer, memungkinkan kita untuk mengestimasi tingkat inefisiensi produksi secara lebih tepat dan konsisten dengan teori ekonomi produksi. Fungsi produksi frontier ini dapat diduga dengan menggunakan data cross-section maupun dengan data panel. Ketersediaan data panel memungkinkan pendugaan tingkat inefisiensi produksi secara lebih konsisten dengan cukup menggunakan metoda modifikasi dari LS. Dalam tulisan ini dikemukakan konsep dan penerapan fungsi produksi frontier dengan menggunakan data panel dari usahatani padi sawah dibeberapa daerah produsen padi sawah dikawasan DAS Cimanuk, Jawa Barat. Hasil analisa memperlihatkan bahwa tingkat inefisiensi teknis dalam produksi padi sawah berkisar antara 3,4 - 12 persen, atau rata-rata 6.5 persen. Dengan menggunakan asumsi tertentu, secara kasar dapat diduga jumlah kehilangan hasil produksi padi di Jawa Barat sebesar 0.45 juta ton per tahun.
Ucapan Terima Kasih Mitra Bestari nLN, nFN
Jurnal Agro Ekonomi Vol 35, No 2 (2017): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisa Keseimbangan Sistem Penawaran dan Permintaan Beras di Indonesia Nuryanti, Sri
Jurnal Agro Ekonomi Vol 23, No 1 (2005): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v23n1.2005.71-81

Abstract

EnglishThis study aims to analyze the stability of Indonesian rice supply and demand equilibrium system and to evaluate short-run and long-run impacts of price policy using Cobweb equilibrium model. The results show that in the short-run equilibrium of rice supply and demand deviates; however, in the long-run it is stable. These imply that price policy on agricultural inputs and output does not disturb Indonesian rice market. Therefore, the policy is still reasonable to implement.IndonesianTulisan ini bertujuan untuk menganalisa stabilitas sistem keseimbangan penawaran dan permintaan beras di Indonesia serta dampak kebijakan harga dalam jangka pendek dan jangka panjang. Analisa data menggunakan model keseimbangan Cobweb. Hasilnya menunjukkan bahwa dalam jangka pendek keseimbangan penawaran dan permintaan beras menjauhi keseimbangan, namun dalam jangka panjang kembali menuju keseimbangan. Implikasinya adalah bahwa kebijakan harga pada input dan output pertanian tidak mengganggu keseimbangan pasar beras Indonesia. Oleh karena itu kebijakan tersebut aman untuk diterapkan.
Daya Tahan Rumah Tangga Petani terhadap Kekeringan di Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat Sayaka, Bambang; Wahida, nFN; Sudaryanto, Tahlim
Jurnal Agro Ekonomi Vol 37, No 1 (2019): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v37n1.2019.61-78

Abstract

EnglishExternal shock, such as drought, affects agricultural performance. Farmers External shock, such as drought, affects agricultural performance. Farmers should be resilient to external shock such that they keep producining or reducing risks amid climate uncertainty. This study was conducted in East Java and West Nusa Tenggara in 2016. Objectives of the study were: (a) to get data and information on drought affecting agricultural sector, especially, food crops and horticulture; (b) to estimate rice and chili farmers’ resilience to drought; and (c) to assess government policy performance and impacts related measures dealing with drought. The measurement method is the resilient index modified from the vulnerability index. In 2015 drought took place in most provinces in Indonesia and affected food yield ranging from lower yield to dried-up. Chili farmers’ resilience were better off than that of rice farmers in delaing with drought. The government tried to deal with drought through some effective actions, such as early warning to farmers, irrigation water allocation, Climate Field School, and water pump aid. Anticpatory and responsive measures are necessary such that drought impacts could be minimized.IndonesianGangguan eksternal seperti kekeringan sangat mempengaruhi kinerja sektor pertanian. Petani harus mempunyai daya tahan menghadapi gangguan eksternal agar tetap mampu berproduksi atau mengurangi risiko ditengah ketidakpastian iklim. Penelitian ini dilakukan di Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat pada tahun 2016. Tujuan penelitian adalah: (a) memperoleh data dan informasi tentang fenomena kekeringan sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi sektor pertanian, khususnya pangan dan hortikultura; (b) mengukur daya tahan petani padi dan cabai terhadap dampak kekeringan; dan (c) mengetahui berbagai kinerja dan dampak kebijakan pemerintah dalam mengatasi kekeringan. Metode pengukuran dengan indeks daya tahan yang dimodifikasi dari vulnerability index. Pada tahun 2015 kekeringan melanda berbagai daerah di Indonesia menyebabkan hasil panen berkurang hingga puso. Daya tahan petani cabai umumnya lebih baik dari petani padi dalam menghadapi kekeringan. Pemerintah telah berusaha menanggulangi kekeringan antara lain dengan peringatan dini kepada petani, alokasi air irigasi, Sekolah Lapang Iklim, maupun bantuan pompa air. Tindakan antisipatif dan responsif perlu dilakukan agar dampak kekeringan dapat diminimalkan.
Analisis Kelayakan Finansial Penggunaan Bibit Bersertifikat Kelapa Sawit di Provinsi Kalimantan Barat Kariyasa, I. Ketut
Jurnal Agro Ekonomi Vol 33, No 2 (2015): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v33n2.2015.141-159

Abstract

EnglishOil palm is one of Indonesia’s non-oil and gas main export commodities. However, the productivity of oil palm, especially on smallholder oil palm plantation, is relatively low due to most farmers adopt noncertified seed. This study aims at assessing the impacts of oil palm certified seed and noncertified seed on production and farmers' income increase in West Kalimantan, as well as payback period of investment costs. A set of tools analysis were employed in this study, namely NPV, IRR, payback period, and ROI. The research results showed that the oil palm small holders adopting certified seed earned higher yield of 66.34% than those adopted noncertified seed. The first group also obtained higher NPV, IRR, and ROI of 79.45%, 31.84%, and 55.19%, respectively, than the latter. The farmers adopting certified seed were also able to return all investment more quickly. In the future, attempts to increase oil palm production should be prioritized through certified seed adoption and the planted area expansion. Enhancing certified seed production is necessary through oil palm experimental station capacity improvement in producing seed. The government should also encourage oil palm seed local producer along with strict supervision and guidance.IndonesianSawit merupakan salah satu komoditas ekspor utama nonmigas Indonesia. Namun, produktivitas sawit khususnya pada perkebunan sawit rakyat masih rendah akibat banyak petani yang menggunakan bibit tidak bersertifikat/palsu. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dampak penggunaan bibit bersertifikat relatif terhadap bibit tidak bersertifikat di Kalimantan Barat terhadap peningkatan produksi dan pendapatan petani, serta waktu kembali biaya investasi. Seperangkat analisis diterapkan untuk menjawab tujuan dari penelitian ini, seperti NPV, IRR, payback period, dan ROI. Hasil analisis menunjukkan bahwa perkebunan sawit rakyat yang menggunakan bibit bersertifikat mampu berproduksi 66,34% lebih tinggi dari bibit tidak bersertifikat, serta memberikan NPV, IRR, dan ROI lebih tinggi masing-masing 79,45%; 31,84%; dan 55,19%. Petani yang menggunakan bibit bersertifikat juga mampu mengembalikan modal yang diinvestasikan lebih cepat dibanding petani yang menggunakan bibit tidak bersertifikat. Peningkatkan produksi sawit ke depan sebaiknya diprioritaskan dengan mendorong lebih banyak lagi petani yang menggunakan bibit bersertifikat terutama untuk menggantikan tanaman sawitnya yang sudah berumur tua, dan prioritas berikutnya baru perluasan areal sawit. Oleh karena itu, perlu upaya penyediaan bibit bersertifikat secara memadai melalui peningkatan kapasitas kebun percobaan sawit dalam memproduksi bibit, serta mendorong munculnya produsen bibit lokal melalui pengawasan dan pendampingan secara ketat.
An Analysis Of Factors Determining Competitiveness: The Case Of The Indonesian Palm Oil Industry Hasan, Mohamad F.; Reed, Michael R.
Jurnal Agro Ekonomi Vol 19, No 1 (2001): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v19n1.2001.1-17

Abstract

IndonesianKajian ini menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi daya saing industri kelapa sawit Indonesia di pasar internasional. Kerangka kajian ini menggabungkan pendekatan teori perdagangan neo-klasik dan manajemen strategis dalam menganalisis daya saing internasional pada tingkat industri. Penelitian ini menunjukan bahwa daya saing global industri kelapa sawit di Indonesia dapat dijelaskan oleh produktifitas tenaga kerja, nilai tukar rupiah, dan rasio konsentrasi empat perusahaan. Campur tangan pemerintah dalam bentuk penentuan harga alokasi dalam negeri juga merupakan faktor yang sangat penting dan berpengaruh negatif pada daya saing global industri kelapa sawit di Indonesia.EnglishThis paper analyses factors that determine the competitiveness of the Indonesian palm oil industry including the effect of government interventions. The conceptual framework used in this study combines neo-classical trade and strategic management approaches for analyzing competitiveness at the industry level. This study shows that the competitiveness of the Indonesian palm oil industry can be explained by its labor productivity, the real exchange rates, and the four-firm concentration ratio. It is shown that government interventions--in the form of domestic allocation prices--have significant and negative effects on the competitiveness of the palm oil industry.

Filter by Year

1981 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 39, No 2 (2021): Jurnal Agro Ekonomi: IN PRESS Vol 39, No 1 (2021): Jurnal Agro Ekonomi Vol 38, No 2 (2020): Jurnal Agro Ekonomi Vol 38, No 1 (2020): Jurnal Agro Ekonomi Vol 37, No 2 (2019): Jurnal Agro Ekonomi Vol 37, No 1 (2019): Jurnal Agro Ekonomi Vol 36, No 2 (2018): Jurnal Agro Ekonomi Vol 36, No 1 (2018): Jurnal Agro Ekonomi Vol 35, No 2 (2017): Jurnal Agro Ekonomi Vol 35, No 1 (2017): Jurnal Agro Ekonomi Vol 34, No 2 (2016): Jurnal Agro Ekonomi Vol 34, No 1 (2016): Jurnal Agro Ekonomi Vol 33, No 2 (2015): Jurnal Agro Ekonomi Vol 33, No 1 (2015): Jurnal Agro Ekonomi Vol 32, No 2 (2014): Jurnal Agro Ekonomi Vol 32, No 1 (2014): Jurnal Agro Ekonomi Vol 31, No 2 (2013): Jurnal Agro Ekonomi Vol 31, No 1 (2013): Jurnal Agro Ekonomi Vol 30, No 2 (2012): Jurnal Agro Ekonomi Vol 30, No 1 (2012): Jurnal Agro Ekonomi Vol 29, No 2 (2011): Jurnal Agro Ekonomi Vol 29, No 1 (2011): Jurnal Agro Ekonomi Vol 28, No 2 (2010): Jurnal Agro Ekonomi Vol 28, No 1 (2010): Jurnal Agro Ekonomi Vol 27, No 2 (2009): Jurnal Agro Ekonomi Vol 27, No 1 (2009): Jurnal Agro Ekonomi Vol 26, No 2 (2008): Jurnal Agro Ekonomi Vol 26, No 1 (2008): Jurnal Agro Ekonomi Vol 25, No 2 (2007): Jurnal Agro Ekonomi Vol 25, No 1 (2007): Jurnal Agro Ekonomi Vol 24, No 2 (2006): Jurnal Agro Ekonomi Vol 24, No 1 (2006): Jurnal Agro Ekonomi Vol 23, No 2 (2005): Jurnal Agro Ekonomi Vol 23, No 1 (2005): Jurnal Agro Ekonomi Vol 22, No 2 (2004): Jurnal Agro Ekonomi Vol 22, No 1 (2004): Jurnal Agro Ekonomi Vol 21, No 2 (2003): Jurnal Agro Ekonomi Vol 21, No 1 (2003): Jurnal Agro Ekonomi Vol 20, No 2 (2002): Jurnal Agro Ekonomi Vol 20, No 1 (2002): Jurnal Agro Ekonomi Vol 19, No 2 (2001): Jurnal Agro Ekonomi Vol 19, No 1 (2001): Jurnal Agro Ekonomi Vol 18, No 2 (1999): Jurnal Agro Ekonomi Vol 18, No 1 (1999): Jurnal Agro Ekonomi Vol 17, No 2 (1998): Jurnal Agro Ekonomi Vol 17, No 1 (1998): Jurnal Agro Ekonomi Vol 16, No 1-2 (1997): Jurnal Agro Ekonomi Vol 15, No 2 (1996): Jurnal Agro Ekonomi Vol 15, No 1 (1996): Jurnal Agro Ekonomi Vol 14, No 2 (1995): Jurnal Agro Ekonomi Vol 14, No 1 (1995): Jurnal Agro Ekonomi Vol 13, No 2 (1994): Jurnal Agro Ekonomi Vol 13, No 1 (1994): Jurnal Agro Ekonomi Vol 12, No 2 (1993): Jurnal Agro Ekonomi Vol 12, No 1 (1993): Jurnal Agro Ekonomi Vol 11, No 2 (1992): Jurnal Agro Ekonomi Vol 11, No 1 (1992): Jurnal Agro Ekonomi Vol 10, No 1-2 (1991): Jurnal Agro Ekonomi Vol 9, No 2 (1990): Jurnal Agro Ekonomi Vol 9, No 1 (1990): Jurnal Agro Ekonomi Vol 8, No 2 (1989): Jurnal Agro Ekonomi Vol 8, No 1 (1989): Jurnal Agro Ekonomi Vol 7, No 2 (1988): Jurnal Agro Ekonomi Vol 7, No 1 (1988): Jurnal Agro Ekonomi Vol 6, No 1-2 (1987): Jurnal Agro Ekonomi Vol 5, No 2 (1986): Jurnal Agro Ekonomi Vol 5, No 1 (1986): Jurnal Agro Ekonomi Vol 4, No 2 (1985): Jurnal Agro Ekonomi Vol 4, No 1 (1985): Jurnal Agro Ekonomi Vol 3, No 2 (1984): Jurnal Agro Ekonomi Vol 3, No 1 (1983): Jurnal Agro Ekonomi Vol 2, No 1 (1982): Jurnal Agro Ekonomi Vol 1, No 2 (1982): Jurnal Agro Ekonomi Vol 1, No 1 (1981): Jurnal Agro Ekonomi More Issue