cover
Contact Name
Pantjar Simatupang
Contact Email
jae.psekp@gmail.com
Phone
+62251-8333964
Journal Mail Official
jae.psekp@gmail.com
Editorial Address
Lt. III Gedung A. Kawasan Inovasi Pertanian Cimanggu Jl. Tentara Pelajar No. 3B, Kota Bogor 16111
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Agro Ekonomi
ISSN : 02169053     EISSN : 25411527     DOI : http://dx.doi.org/10.21082/
Core Subject : Agriculture,
Ruang lingkup dari Jurnal Agro Ekonomi adalah sosial ekonomi pertanian tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan
Articles 391 Documents
Elastisitas Permintaan Masukan dan Penawaran Hasil Tanaman Padi di Jawa (Perbandingan Pemakaian Fungsi Keuntungan Translog dan Cobb Douglas) Rachmat, Muchjidin
Jurnal Agro Ekonomi Vol 5, No 1 (1986): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v5n1.1986.10-17

Abstract

IndonesianTulisan ini mencoba membandingkan Pemakaian Fungsi Keuntungan Translog dan Fungsi Keuntungan Cobb Douglas dalam menduga elastisitas permintaan masukan dan penawaran padi pada tanaman padi. Kedua fungsi tersebut memberikan hasil yang sama, walaupun demikian terdapat beberapa kelebihan penggunaan fungsi keuntungan dalam bentuk translog dibanding Cobb Douglas. Kesimpulan dan Implikasi yang dapat ditarik dari hasil analisa ini adalah disamping perluasan luas garapan kebijaksanaan harga padi lebih efektif diterapkan dalam merangsang penawaran produksi padi dan permintaan masukan. Dalam rangka mengurangi beban subsidi masukan, kenaikan harga masukan dapat dilakukan asal diikuti oleh kenaikan harga padi.
Peran Penyuluh dalam Peningkatan Diversifikasi Pangan Rumah Tangga Azhari, Rafnel; Muljono, Pudji; Tjitropranoto, Prabowo
Jurnal Agro Ekonomi Vol 31, No 2 (2013): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v31n2.2013.181-198

Abstract

EnglishThe Government of Indonesia launches an Accelerated Food Consumption Diversification (P2KP) Program. This program aims to encourage people to enhance more nutritious, balanced, safe food consumption patterns. Objectives of the research are: (1) to identify community’s perception toward food diversification; (2) to analyze effects of individual characteristics on community’s perception toward food diversification and the level of household food diversification level; (3) to analyze the extension role on community’s perception toward food diversification and household food diversification level. This research uses a census method. Data collection was carried out from February to June 2013. The results showed that: (1) perceptions of participating and non-participating communities toward P2KP are relatively high; (2) the individual respondent’s characteristics affecting perception on food diversification are age, formal education, and TV and newspaper exposures, while the individual community’s characteristics affecting are age, formal education, and income; (3) roles of extension workers affecting the community’s perception of food diversification are the role as a communicator and a motivator, and there is no role of extension worker variables.IndonesianPemerintah dalam rangka meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan perubahan sikap diversifikasi pangan masyarakat meluncurkan program P2KP (Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan). Program ini juga bertujuan untuk  mendorong peningkatan pola konsumsi pangan yang semakin beragam, bergizi, berimbang, serta aman. Kabupaten Bogor adalah salah satu kabupaten pelaksana program P2KP. Penelitian ini bertujuan: (1) mengidentifikasi persepsi masyarakat terhadap diversifikasi pangan; (2) menganalisis pengaruh karakteristik individu masyarakat terhadap  persepsinya  dalam hal diversifikasi pangan dan tingkat diversifikasi pangan rumah tangga; (3) menganalisis pengaruh peranan penyuluh terhadap  persepsi masyarakat mengenai diversifikasi pangan dan tingkat diversifikasi pangan rumah tangga. Penelitian menggunakan metode sensus. Pengumpulan data dilakukan mulai bulan Februari 2013 sampai Juni 2013. Hasil penelitian menunjukkan: (1) persepsi masyarakat peserta dan bukan peserta program P2KP berada dalam kategori tinggi; (2) karakteristik individu responden yang berpengaruh nyata terhadap persepsinya dalam hal diversifikasi pangan adalah : umur, pendidikan formal dan keterdedahan terhadap media TV dan surat kabar; sedangkan karakteristik individu masyarakat yang berpengaruh nyata terhadap tingkat diversifikasi pangan rumah tangga adalah umur, pendidikan formal dan pendapatan; (3) peran penyuluh yang berpengaruh nyata terhadap persepsi masyarakat tentang diversifikasi pangan adalah peran sebagai komunikator dan  peran sebagai motivator sedangkan  peubah peran  penyuluh  tidak  berpengaruh terhadap tingkat diversifikasi pangan rumah tangga.
The Impacts of Agricultural Development Project on Women: a Case Study of the Eastern Islands Smallholder Farming Systems and Livestock Development Project (EISFSLDP) Sulaiman, Fawzia
Jurnal Agro Ekonomi Vol 17, No 2 (1998): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v17n2.1998.59-79

Abstract

EnglishThe Eastern Islands Smallholder Farming Systems and Livestock Development Project (EISFSLDP) is a poverty alleviation project targeted for increasing income of a selected number of relatively poor rural households. The EISFSLDP project is carried out through an agribusiness approach to farming system development in three provinces in eastern part of Indonesia (South Sulawesi, North Sulawesi, and Maluku Provinces). Even though the problem of mainstreaming women in a development project has been anticipated in the project design and the project management has conducted some efforts to increase the involvement and participation of women in the project, but the problem still persists. The cultural values and norms of project staff and communities in the project areas have resulted a perception that the project beneficiaries are heads of households who are usually males.Although there was a significant difference of time allocation in carrying out reproductive activities between women from project participant households and women from non project participant households, which was due to the time allocated to look for forage (among women from project participant households), but they perceived that there was no negative impact of the project on their time allocation in carrying out reproductive and productive activities, attending community activities, and on their leisure time. Due to the very limited opportunity for income generating activities, and their relatively adequate leisure time (ranging from 9.4 hours-11 hours per day), they perceived that their involvement in managing project packets was beneficial in using their time for productive activities.Even though the majority of women from project participant households were involved actively in managing project packets (ranging from 62 to 95%) and they contributed significantly in farming activities, but they were. not invited to attend farmer training and farmer group meeting. Despite the disadvantageous socio-cultural values in the project locations, the initial efforts of the project management to mainstream women into all aspects of project implementation should be consistently integrated into the project policy, project planning and program development, project technical guidelines, project administration such as in gender segregated reporting system, and project monitoring and evaluation. In this respect, gender analysis should be conducted in all project sites as a tool for an accurate basis for decision makings in the effort to increase the involvement and contribution of all members of project participant households, including women.IndonesianProyek Pengembangan Usaha Tani dan Ternak di Kawasan Timur Indonesia (the Eastern Islands Smallholder Farming Systems and Livestock Development Project) adalah suatu proyek penanggulangan kemiskinan yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan petani yang relatif miskin, melalui pendekatan agribisnis dengan pengembangan sistem usaha tani, di tiga propinsi Kawasan Timur Indonesia (Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Maluku). Walaupun masalah penyertaan wanita telah diantisipasi di dalam desain proyek, dan manajemen proyek telah melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan partisipasi dan penyertaan wanita dalam proyek, tetapi ternyata pengintegrasian penyertaan wanita kedalam implementasi proyek masih mengalami kendala. Norma dan nilai budaya dari staf proyek dan masyarakat di lokasi proyek merupakan salah satu penyebab dari anggapan bahwa peserta proyek adalah kepala keluarga yang biasanya laki-laki.Walaupun alokasi waktu untuk melakukan kegiatan reproduksi pada wanita dari keluarga peserta proyek berbeda nyata dengan wanita dari nonpeserta proyek yang terutama karena diperlukannya alokasi waktu untuk melakukan kegiatan pencarian pakan hijauan ternak (pada wanita dari keluarga peserta proyek), tetapi mereka beranggapan bahwa tidak ada dampak negatif dari keterlibatannya dalam pengelolaan paket proyek terhadap alokasi waktu untuk kegiatan produksi dan produksi, hadir dalam pertemuan kemasyarakatan, dan terhadap waktu luang dan beristirahat. Sangat terbatasnya kesempatan untuk kegiatan yang menghasilkan pendapatan di desa, dan adanya waktu luang dan istirahat yang relatif cukup (berkisar antara 9,4 -11 jam per hari), justru menyebabkan keterlibatan wanita dalam pengelolaan proyek dianggap sebagai bermanfaat dalam penggunaan waktu untuk kegiatan yang produktif.Walaupun sebagian besar wanita dari rumah tangga peserta proyek terlibat dalam pengelolaan paket proyek (berkisar antara 62- 95%), dan kontribusinya cukup besar dalam kegiatan usaha tani, tetapi mereka tidak dilibatkan dalam pertemuan kelompok tani proyek dan dalam kursus tani. Oleh karena itu, upaya-upaya awal yang telah dilakukan manajemen proyek dalam meningkatkan partisipsi dan keterlibatan wanita dalam semua aspek pengimplementasian proyek perlu secara konsisten diintegrasikan ke dalam kebijaksanaan proyek, penyusunan program dan perencanaan proyek, petunjuk teknis kegiatan, administrasi proyek seperti sistem pelaporan dengan segregasi jender, serta monitoring dan evaluasi. Dalam hal ini, perlu dilakukan analisis jender di semua lokasi proyek sebagai dasar pengambilan keputusan yang akurat dalam upaya meningkatkan penyertaan dan keterlibatan semua anggota keluarga dalam pengelolaan paket proyek, termasuk anggota keluarga wanita.
Pendapatan dan Kesempatan Kerja Buruh Migran di Mariuk dan Tambakdahan (Kabupaten Subang-Jawa Barat) Colter, Yusuf M.
Jurnal Agro Ekonomi Vol 3, No 2 (1984): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v3n2.1984.45-68

Abstract

There is no available abstract from the Print Edition
Status Keberlanjutan Wilayah Berbasis Peternakan di Kabupaten Situbondo untuk Pengembangan Kawasan Agropolitan Suyitman, Suyitman; Sutjahjo, Surjono Hadi; Herison, Catur; Muladno, nFN
Jurnal Agro Ekonomi Vol 27, No 2 (2009): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v27n2.2009.165-191

Abstract

EnglishThe government of Situbondo Regency has not decided the location of  the agropolitan development. In this regard, a study on livestock-based regional sustainability development is necessary before the implementation of the agropolitan program  This study aims to analyze the sustainability index and the status of Situbondo area through five dimensions of sustainability. The study used a Multidimensional Scaling analysis (MDS) method called Rap-BANGKAPET and the results are shown in the form of sustainability index and status. The Leverage and Monte Carlo analyses were used to determine the attributes that sensitively affect the index and the status of sustainability and its impact. Sustainability analysis indicate that the ecological dimension is less sustainable (46.50%), economic dimention is sufficiently sustainable (69.53%), social and cultural dimensions is also sufficiently sustainable (55.14%), infrastructure and technology dimensions are at low level of sustainability (45.48%), and similarly at low level of sustainability for legal and institutional dimensions (47.46%). Of the 73 attributes, 24 of these attributes require direct treatment immediately because of its sensitive effect on sustainability index and status (significant at 95% of confidence level). The study suggests a progressive-optimistic scenario to improve the sustainability of the future status (long term) with overall improvement of sensitive attributes. IndonesianPemerintah Daerah Tingkat II Kabupaten Situbondo sampai saat ini masih belum menetapkan wilayahnya untuk pengembangan kawasan agropolitan. Untuk itu sebelum program agropolitan dilaksanakan perlu dikaji terlebih dahulu tingkat keberlanjutan wilayah berbasis peternakan di Kabupaten Situbondo. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis indeks dan status keberlanjutan wilayah berbasis peternakan di Kabupaten Situbondo ditinjau dari lima dimensi keberlanjutan, yaitu: dimensi ekonomi, sosial budaya, infrastruktur dan teknologi, serta hukum dan kelembagaan. Penelitian meggunakan metode analisis Multidimensional Scaling (MDS) yang disebut RAP-BANGKAPET dan hasilnya dinyatakan dalam bentuk indeks dan status keberlanjutan. Untuk mengetahui atribut yang sensitif berpengaruh terhadap indeks dan status keberlanjutan dan pengaruh galat dilakukan analisis Leverage dan Monte Carlo.   Hasil analisis keberlanjutan menunjukkan bahwa dimensi ekologi berada pada status kurang berkelanjutan (46,50%), dimensi ekonomi cukup berkelanjutan (69,53%), dimensi sosial budaya cukup berkelanjutan (55,14%), dimensi infrastruktur dan teknologi kurang berkelanjutan (45,48%), serta dimensi hukum dan kelembagaan kurang berkelanjutan (47,46%). Dari 73 atribut yang dianalisis, 24 atribut yang perlu segera ditangani karena sensitif berpengaruh terhadap peningkatan indeks dan status keberlanjutan dengan tingkat galat (error) yang sangat kecil pada taraf kepercayaan 95 persen. Dalam rangka meningkatkan status keberlanjutan ke depan (jangka panjang), skenario yang perlu dilakukan adalah skenario progresif-optimistik dengan melakukan perbaikan secara menyeluruh terhadap semua atribut yang sensitif dalam peningkatan status kawasan.
Kajian Sistem Permintaan Pangan Di Indonesia Rachman, Handewi P.S.; Erwidodo, nFN
Jurnal Agro Ekonomi Vol 13, No 2 (1994): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v13n2.1994.72-89

Abstract

This paper is aimed at analyzing food demand system in Indonesia using the 1990's National Socio-Economic Survey (SUSENAS) data. Using an Almost Ideal Demand System (AIDS), the food demand parameters and elasticities were estimated both in aggregated and disaggregated levels, that is an urban-rural and household's income disaggregation, respectively. The results show that during 1987-1990 period, the share of food expenditure in general has been declining relative to non-food, indicating an increasing welfare of the society. Nevertheless, the increase in welfare appears to be enjoyed by urban citizen than those living in the rural areas. This conclusion is also supported by the fact that the expenditure shares on protein-food (fish, meat, eggs, milk, and legumes) in urban area are higher than those in the rural area. The analysis found that: (1) the price demand elasticity for a number of food groups, including cereals and tuber, tend to decline as income increasing, (2) the income elasticity of demand for cereals is lower as income levels get higher, and the opposite is true for the protein-sources of food. The results of this analysis is therefore confirm that increasing income of the society will go along with the promotion of food diversification in consumption.
Pengaruh Ekspor, Impor, dan Investasi terhadap Pertumbuhan Sektor Pertanian Indonesia Suharjon, nFN; Marwanti, Sri; Irianto, Heru
Jurnal Agro Ekonomi Vol 35, No 1 (2017): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v35n1.2017.49-65

Abstract

EnglishPromoting agricultural sector is important for improving Indonesia economic performance. The objectives of the research are to determine the effects of levels and shocks of agricultural export, import, and investment on the growth (GDP) of the Indonesian agriculture sector. The research was conducted using quarterly time series data from 2000–2015. Vector Auto Regression analysis method was applied in this study. The causality analysis shows that the agricultural export, import, and investment levels do not significantly affect the agricultural GDP growth, but the agricultural GDP growth does significantly affect the level of agricultural export, import, and investment. The impulse response analysis shows that the investment response to GDP growth shocks is higher than that of export and import responses. The variance of decomposition analysis shows that the contribution of exports to agricultural GDP growth are larger than the contribution of imports and investments. This study concludes that the absolute value of the agricultural sector export, import, and investment do not affect the sector GDP growth rate, but the agricultural sector GDP growth rate affect the absolute value of the sector export, import, and investment in Indonesia.IndonesianMendorong pertumbuhan sektor pertanian Indonesia adalah penting untuk peningkatan kinerja perekonomian Indonesia. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh besaran dan goncangan (shock) ekspor, impor, dan investasi sektor pertanian terhadap pertumbuhan (GDP) sektor pertanian Indonesia. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data time series triwulanan dari tahun 2000–2015. Penelitian menggunakan metode analisis Vector Auto Regression (VAR). Hasil analisis kausalitas menunjukkan bahwa ekspor, impor, dan investasi pertanian tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan PDB sektor pertanian, namun pertumbuhan PDB sektor pertanian berpengaruh nyata terhadap ekspor, impor, dan investasi pertanian. Hasil analisis impulse response menunjukkan bahwa respons investasi terhadap goncangan pertumbuhan PDB lebih besar dibandingkan respons besaran ekspor dan impor, Analisis variance decomposition menunjukkan kontribusi ekspor terhadap pertumbuhan PDB lebih besar dibandingkan dengan kontribusi impor dan investasi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa besaran absolut ekspor, impor, dan investasi pertanian tidak berpengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan PDB sektor pertanian, namun pertumbuhan PDB sektor pertanian berpengaruh nyata terhadap besaran ekspor, impor, dan investasi pertanian di Indonesia.
Imbalan Jasa Lingkungan untuk Pengentasan Kemiskinan Suyanto, S.; Khususiyah, Noviana
Jurnal Agro Ekonomi Vol 24, No 1 (2006): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v24n1.2006.95-113

Abstract

EnglishThis study indicates that land right delivered to poor farmers as one type of reward for environmental services is not only important as income sources but also necessary to improve equity in income and land holding size. This study supports policy to hand over land right to poor farmers who provide environmental services and considers such initiative in favor of poor people under the state land management. Land right award for upland poor farmer is a win-win solution in respect to the interest of forest conservation and poverty alleviation. Reward mechanism for environmental services is not widely applied in Indonesia, although similar initiatives have been carried out at lower levels.IndonesianPenelitian ini menunjukan bahwa pemberian imbalan jasa lingkungan berupa hak kelola atas lahan (land right) kepada para petani miskin tidak hanya akan mengurangi kemiskinan tetapi juga akan meningkatkan pemerataan pendapatan dan penguasaan lahan. Hasil penelitian ini mendukung kebijakan pemberian imbalan jasa lingkungan bagi petani miskin sebagai kebijakan yang berpihak pada masyarakat miskin. Selain itu pemberian imbalan jasa lingkungan kepada petani miskin juga merupakan win-win solution antara kepentingan konservasi hutan dan peningkatan kesejahteraan petani miskin di sekitar hutan. Walapun di Indonesia mekanisme pembayaran jasa lingkungan belum berkembang dengan baik, namun telah banyak dilakukan inisiatif-inisiatif dalam skala kecil.
Tinjauan Metode Penelitian "Mengakomodasikan Aspek Politik ke dalam Model: Kasus Hipotetis Pir Tebu" Susila, Wayan R.
Jurnal Agro Ekonomi Vol 18, No 1 (1999): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

EnglishPublic interest or public good phenomena are generally technical in nature but political in perspective. On the other hand, political aspects of the phenomena are often ignored or inadequately captured in analyses (models). As a result, the recommendations of this kind of study will be characterized by either ineffective policy research or misguided policy implications. To overcome this problems, the model used in a analysis should able to explicitly incorporate political aspects of the phenomena in the model. In response to this need, a multy party-multy objective model using STEP method is discussed in this paper. The discussions cover the theoretical framework and the solution technique of the model. Moreover, the use of the model to determine various agreements or rule in sugar-cane development scheme is also demonstrated to give a more comprehensive feature of the model.IndonesiaFenomena yang berkaitan dengan kepentingan umum atau komoditas umum pada dasarnya adalah masalah teknis namun mempunyai perspektif politik. Di sisi lain, masalah politik dari fenomena tersebut sering diabaikan atau ditangkap secara tidak memadai dalam analisis. Sebagai akibatnya, rekomendasi yang dihasilkan oleh analisis ini akan dicirikan oleh rekomendasi kebijakan yang tidak efektif atau implikasi kebijakan yang salah arah. Untuk mengatasi masalah ini, model analisis yang digunakan harus secara eksplisit mampu mengakomodasikan aspek politik dalam model. Sejalan dengan kebutuhan tersebut, multi party-multi objective model dengan menggunakan metode STEP akan didiskusikan dalam tulisan ini. Diskusi tersebut akan mencakup kerangka berfikir serta teknik solusi model tersebut. Penggunaan model tersebut untuk menentukan beberapa kesepakatan atau aturan dalam pola pengembangan tebu juga ditujukan dalam tulisan ini guna memberi gambaran yang lebih lengkap mengenai model tersebut.
Peranan Luas Lahan, Intensitas Pertanaman dan Produktivitas sebagai Sumber Pertumbuhan Padi Sawah di Indonesia 1980–2001 Maulana, Mohamad
Jurnal Agro Ekonomi Vol 22, No 1 (2004): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v22n1.2004.74-95

Abstract

EnglishStatistical data show that wetland rice production increases over time but its growth rate tends to decline. Decreased growth rate of wetland rice production is due to decreases in harvested area and productivity. This paper aims at describing growth rates of harvested area, productivity and production of wetland rice in Indonesia and their sources of growth during the period of 1980-2001. Analysis method of this study is Total Factor Productivity using Tornqvist-Theil index. The results show that cropping intensity as the national source of growth plays important role with its growth rate increased from 0.05 percent for the period of 1990-1994 to 3.17 percent for the period of 1995-1998. On the other hand, harvested area and productivity had negative growth rates and mainly for the period of 1995-2001 their growth rates were negative. TFP index shows that fluctuating total factor production has no significant effect on growth rate of production. The TFP index shows productivity leveling-off. It is necessary to enhance rice production through agricultural technology research and development, controlled agricultural land conversion, and infrastructure development.IndonesianStatistik menunjukkan bahwa produksi padi sawah meningkat setiap tahunnya, namun laju pertumbuhan produksinya cenderung menurun. Penurunan laju pertumbuhan produksi padi sawah ini disebabkan oleh penurunan laju pertumbuhan luas panen dan produktivitas. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk menyajikan gambaran pertumbuhan luas panen, produktivitas dan produksi padi sawah di Indonesia dan sumber pertumbuhannya selama periode 1980-2001. Metode analisis yang digunakan dalam kajian ini adalah  Produktivitas Total Faktor Produksi dengan indekss Tornqvist-Theil. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagai sumber pertumbuhan pada tingkat nasional, intensitas pertanaman memiliki peranan penting dengan peningkatan laju pertumbuhan dari 0,05 persen per tahun selama 1990-1994 menjadi 3,17 persen selama 1995-1998. Sementara itu luas lahan dan produktivitas mengalami laju pertumbuhan yang cenderung menurun, bahkan pada periode 1995-2001 telah mengalami pertumbuhan negatif. Indeks TFP menunjukkan bahwa fluktuasi penggunaan total faktor produksi tidak berpengaruh signifikan terhadap laju pertumbuhan produksi. Hal ini mengindikasikan terjadinya levelling off produktivitas. Oleh karena itu diperlukan strategi kebijakan peningkatan produksi melalui pengembangan riset teknologi pertanian, pengendalian konversi lahan ke nonpertanian dan pengembangan infrastruktur.

Filter by Year

1981 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 39, No 2 (2021): Jurnal Agro Ekonomi: IN PRESS Vol 39, No 1 (2021): Jurnal Agro Ekonomi Vol 38, No 2 (2020): Jurnal Agro Ekonomi Vol 38, No 1 (2020): Jurnal Agro Ekonomi Vol 37, No 2 (2019): Jurnal Agro Ekonomi Vol 37, No 1 (2019): Jurnal Agro Ekonomi Vol 36, No 2 (2018): Jurnal Agro Ekonomi Vol 36, No 1 (2018): Jurnal Agro Ekonomi Vol 35, No 2 (2017): Jurnal Agro Ekonomi Vol 35, No 1 (2017): Jurnal Agro Ekonomi Vol 34, No 2 (2016): Jurnal Agro Ekonomi Vol 34, No 1 (2016): Jurnal Agro Ekonomi Vol 33, No 2 (2015): Jurnal Agro Ekonomi Vol 33, No 1 (2015): Jurnal Agro Ekonomi Vol 32, No 2 (2014): Jurnal Agro Ekonomi Vol 32, No 1 (2014): Jurnal Agro Ekonomi Vol 31, No 2 (2013): Jurnal Agro Ekonomi Vol 31, No 1 (2013): Jurnal Agro Ekonomi Vol 30, No 2 (2012): Jurnal Agro Ekonomi Vol 30, No 1 (2012): Jurnal Agro Ekonomi Vol 29, No 2 (2011): Jurnal Agro Ekonomi Vol 29, No 1 (2011): Jurnal Agro Ekonomi Vol 28, No 2 (2010): Jurnal Agro Ekonomi Vol 28, No 1 (2010): Jurnal Agro Ekonomi Vol 27, No 2 (2009): Jurnal Agro Ekonomi Vol 27, No 1 (2009): Jurnal Agro Ekonomi Vol 26, No 2 (2008): Jurnal Agro Ekonomi Vol 26, No 1 (2008): Jurnal Agro Ekonomi Vol 25, No 2 (2007): Jurnal Agro Ekonomi Vol 25, No 1 (2007): Jurnal Agro Ekonomi Vol 24, No 2 (2006): Jurnal Agro Ekonomi Vol 24, No 1 (2006): Jurnal Agro Ekonomi Vol 23, No 2 (2005): Jurnal Agro Ekonomi Vol 23, No 1 (2005): Jurnal Agro Ekonomi Vol 22, No 2 (2004): Jurnal Agro Ekonomi Vol 22, No 1 (2004): Jurnal Agro Ekonomi Vol 21, No 2 (2003): Jurnal Agro Ekonomi Vol 21, No 1 (2003): Jurnal Agro Ekonomi Vol 20, No 2 (2002): Jurnal Agro Ekonomi Vol 20, No 1 (2002): Jurnal Agro Ekonomi Vol 19, No 2 (2001): Jurnal Agro Ekonomi Vol 19, No 1 (2001): Jurnal Agro Ekonomi Vol 18, No 2 (1999): Jurnal Agro Ekonomi Vol 18, No 1 (1999): Jurnal Agro Ekonomi Vol 17, No 2 (1998): Jurnal Agro Ekonomi Vol 17, No 1 (1998): Jurnal Agro Ekonomi Vol 16, No 1-2 (1997): Jurnal Agro Ekonomi Vol 15, No 2 (1996): Jurnal Agro Ekonomi Vol 15, No 1 (1996): Jurnal Agro Ekonomi Vol 14, No 2 (1995): Jurnal Agro Ekonomi Vol 14, No 1 (1995): Jurnal Agro Ekonomi Vol 13, No 2 (1994): Jurnal Agro Ekonomi Vol 13, No 1 (1994): Jurnal Agro Ekonomi Vol 12, No 2 (1993): Jurnal Agro Ekonomi Vol 12, No 1 (1993): Jurnal Agro Ekonomi Vol 11, No 2 (1992): Jurnal Agro Ekonomi Vol 11, No 1 (1992): Jurnal Agro Ekonomi Vol 10, No 1-2 (1991): Jurnal Agro Ekonomi Vol 9, No 2 (1990): Jurnal Agro Ekonomi Vol 9, No 1 (1990): Jurnal Agro Ekonomi Vol 8, No 2 (1989): Jurnal Agro Ekonomi Vol 8, No 1 (1989): Jurnal Agro Ekonomi Vol 7, No 2 (1988): Jurnal Agro Ekonomi Vol 7, No 1 (1988): Jurnal Agro Ekonomi Vol 6, No 1-2 (1987): Jurnal Agro Ekonomi Vol 5, No 2 (1986): Jurnal Agro Ekonomi Vol 5, No 1 (1986): Jurnal Agro Ekonomi Vol 4, No 2 (1985): Jurnal Agro Ekonomi Vol 4, No 1 (1985): Jurnal Agro Ekonomi Vol 3, No 2 (1984): Jurnal Agro Ekonomi Vol 3, No 1 (1983): Jurnal Agro Ekonomi Vol 2, No 1 (1982): Jurnal Agro Ekonomi Vol 1, No 2 (1982): Jurnal Agro Ekonomi Vol 1, No 1 (1981): Jurnal Agro Ekonomi More Issue