cover
Contact Name
Pantjar Simatupang
Contact Email
jae.psekp@gmail.com
Phone
+62251-8333964
Journal Mail Official
jae.psekp@gmail.com
Editorial Address
Lt. III Gedung A. Kawasan Inovasi Pertanian Cimanggu Jl. Tentara Pelajar No. 3B, Kota Bogor 16111
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Agro Ekonomi
ISSN : 02169053     EISSN : 25411527     DOI : http://dx.doi.org/10.21082/
Core Subject : Agriculture,
Ruang lingkup dari Jurnal Agro Ekonomi adalah sosial ekonomi pertanian tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan
Articles 391 Documents
Skala Usaha Koperasi Susu dan Implikasinya Bagi Pengembangan Usaha Sapi Rakyat Yusdja, Yusmichad; Sayuti, Rosmijati
Jurnal Agro Ekonomi Vol 20, No 1 (2002): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v20n1.2002.48-63

Abstract

EnglishProduction of fresh milk in Indonesia has not increased markedly over the past ten years and the current level of production is insufficient to satisfy the fast growing demand for this commodity. Around 90 percent of Indonesian fresh milk production comes from dairy co-operatives so understanding the dairy industry economic of scale is important in determining the efficient of fresh milk production. This paper is an attempt to investigate the economic scale of dairy co-operative in Indonesia. The study was conducted in East Java and West Java which are Indonesia's largest milk producing areas. The Cobb Douglas Profit Function was used in this analysis. The finding shows that the economic cooperative scale was not eficientIndonesianProduksi susu segar di Indonesia dalam 10 tahun terakhir tidak memperlihatkan peningkatan yang nyata sementara tingkat produksi susu yang ada sekarang masih jauh dibawah tingkat kebutuhan. Sekitar 90 persen dari produksi segar dihasilkan oleh koperasi susu di Indonesia, karena itu adalah sangat penting mendalami ekonomi skala koperasi susu ini. Makalah ini bertujuan menyampaikan hasil penelitian tentang ekonomi skala usaha koperasi susu di Indonesia. Studi dilakukan di Jawa Timur dan Jawa Barat yang merupakan dua propinsi penghasil susu segar di Indonesia. Analisis ekonomi skala usaha menggunakan model statistik Fungsi Keuntungan Cobb Douglas. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa perusahaan koperasi tidak efisien.
Hipotesis Ekspektasi Rasional dan Implikasinya Terhadap Analisis Kebijaksanaan Rasahan, Chairil A.
Jurnal Agro Ekonomi Vol 6, No 1-2 (1987): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v6n1-2.1987.1-18

Abstract

EnglishThe paper is concerned with the problem of conceptualizing the agent's behavior from the observed time series data, and use these observations to derive how would this behavior have been different had the agent's economic environments changed in some systematic way. As it turned out, the dynamic linear rational expectation model derived from some well posed optimization problem is clearly very sensitive to the changes of economic environment facing by the decision maker. This has been the foundation of criticism made by the scholars of rational expectation hypothesis towards the use of conventional structural equation of the econometric model. Furthermore, the decision rule being obtained, emphasized the results that the action dictated by the rule is correlated with the future variables that is relevant to them but yet cannot be controlled by the economic agent. A simple illustration of its implication to the policy analysis was exercised in the food agricultural production sector using hypothetical data. As the results suggested, failures to accomodate how the economic agent perceived their economic environments have resulted in a rather substantial bias to the economic indicator required for agricultural planning.IndonesianPokok pembahasan tulisan ini adalah masalah konsepsualisasi perilaku seseorang berdasarkan atas data deret-waktu, dan menggunakan hasil pengamatan tersebut untuk mengetahui apakah perilaku tersebut akan berubah bila keadaan ekonomi yang dihadapinya berubah secara sistematis. Hasil yang didapatkan memberi petunjuk bahwa model dinamik ekspektasi rasional linier yang diturunkan berdasarkan suatu masalah optimisasi ternyata sangat sensitif terhadap keadaan ekonomi yang dihadapi oleh seorang pembuat keputusan. Hasil ini merupakan dasar kritik yang dilontarkan oleh penganut faham hipotesis ekspektasi rasional terhadap model ekonometrik persamaan struktural konvensional. Hasil yang diperoleh menggaris bawahi bahwa aturan fungsi tersebut berkorelasi dengan besaran nilai peubah-peubah yang relevan dimasa yang akan datang meskipun peubah tersebut tidak bisa dikuasai oleh pelaku ekonomi. Ilustrasi sederhana dan implikasinya terhadap analisis kebijaksanaan telah diterapkan pertanian dengan menggunakan data hipotetis. Hasilnya menunjukkan bahwa kesalahan dalam mengakomodasikan respon pelaku ekonomi terhadap perubahan keadaan ekonomi yang terjadi bisa menyebabkan bias yang cukup besar terhadap estimasi struktur parameter. Bias ini dapat menyesatkan apabila dijadikan indikator-ekonomi dalam suatu perencanaan pembangunan pertanian.
Peri-Urban Agriculture in Jakarta Siregar, Masdjidin
Jurnal Agro Ekonomi Vol 18, No 1 (1999): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v18n1.1999.67-81

Abstract

IndonesianTulisan ini bertujuan untuk menggambarkan keadaan pertanian pinggiran perkotaan di Jakarta dengan perhatian khusus pada usaha tani sayuran. Usaha tani sayuran pinggiran perkotaan ternyata dilakukan secara intensif jika dilihat dari segi intensitas pertanaman dan penggunaan input. Usaha tani yang memanfaatkan berbagai macam lahan tidur ini memberikan sumbangan kesempatan kerja dan pendapatan yang cukup berarti bagi para migran dari pedesaan. Tetapi, karena usaha tani ini menggunakan lahan tidur yang kelak akan digunakan untuk keperluan nonpertanian, maka prospek usaha tani sayuran di sekitar Jakarta ini masih belum jelas. Pemikiran kearah mencari alternatif lahan untuk usaha tani sayuran pinggiran perkotaan ini sangat diperlukan. Selama masih bertahan, usaha tani ini perlu mendapat perhatian terutama dalam hal kredit, penelitian dan penyuluhan. Kredit diperlukan karena usaha tani ini menggunakan input pestisida dan pupuk yang harganya meningkat dalam krisis ekonomi sekarang ini. Penelitian dan penyuluhan dalam hal pengendalian hama terpadu (PHT) sangat diperlukan untuk mengurangi biaya produksi dan dampak lingkungan serta dampak kesehatan konsumen.EnglishThis paper describes peri-urban agriculture in Jakarta with a special case of leafy vegetable agriculture. It is an intensive agriculture since it uses high inputs while its cropping intensity is also high. It uses many types of 'idle land' and provides employment and income for migrants coming from rural areas. Since it uses currently idle non- agricultural land, the prospect of such agriculture is not clear. Therefore, it is necessary that the Government find alternative lands for the cultivators. As long as the leafy vegetable production exists, it needs assistance in credit, extension, and research. Credit is required because the prices of chemicals are going up due to the economic crisis. Research and extension in integrated pest management are essential to reduce production costs and environmental as well as consumer health impacts.
Analisa Permintaan Pupuk Urea dan TSP di Tingkat Petani pada Usahatani Jagung Santoso, Budi; Suryana, Achmad; Sudaryanto, Tahlim
Jurnal Agro Ekonomi Vol 3, No 1 (1983): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v3n1.1983.1-18

Abstract

IndonesianSalah satu cara untuk meningkatkan produktivitas per ha pada tanaman jagung adalah dengan pemakaian pupuk yang lebih intensif. Tulisan ini mencoba mengungkapkan mengenai penggunaan pupuk, produksi dan pendapatan pada usahatani jagung serta faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan pupuk (Urea dan TSP) pada usahatani jagung di tingkat petani, juga sekaligus menguji kecocokan alat analisa fungsi permintaan pupuk pada tingkat petani. Dari hasil analisa menunjukkan bahwa petani jagung di daerah penelitian telah menggunakan Urea, tetapi sebagian kecil petani yang menggunakan TSP dan semua petani contoh belum menggunakan pupuk K. Usahatani jagung di daerah penelitian menguntungkan, namun demikian produksi per ha masih dapat ditingkatkan dengan meningkatkan penggunaan pupuk P dan K. Melalui analisa fungsi permintaan langsung diketahui bahwa variabel yang paling mempengaruhi besarnya permintaan pupuk adalah luas lahan garapan. Variabel lainnya seperti harga pupuk, biaya angkut, pengetahuan petani, varietas yang dipakai dan status penggarapan tidak berpengaruh secara nyata terhadap permintaan pupuk. Analisa permintaan pupuk di tingkat petani dengan menggunakan fungsi keuntungan UOP dan data primer tidak cocok. Diduga penyebabnya adalah tidak terpenuhinya syarat maksimisasi keuntungan pada usahatani yang dianalisa.
Dampak Pengembangan Perkebunan Kelapa Rakyat Terhadap Kemiskinan dan Perekonomian Kabupaten Indragiri Hilir Aris, Ahmad; Juanda, Bambang; Fauzi, Akhmad; Hakim, Dedi Budiman
Jurnal Agro Ekonomi Vol 28, No 1 (2010): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v28n1.2010.69-94

Abstract

EnglishIndragiri Hilir Regency is one of the coconut production centers in Indonesia and is considered as the main source of income for most of the farmers. However, this Regency has a high percentage of poverty during the past few years in Riau Province. This research aims to analyze the impact of coconut sector development on regional economy, identify the potential of regional losses, and formulate policy options to improve of regional income and to decrease poverty level. Primary and secondary data were analyzed using Social Accounting Matrix, Foster-Greer Thorbecke Poverty Index and descriptive analysis. The result indicates that coconut and its processing activities have high impact on structure of output, gross added value, and employment opportunity. Coconut sector has indicated regional losses, especially at the large-scale processing activity caused by the flow of both employment and capital incomes to other regions. Investment policies amounted to Rp. 50 billion each in coconut sector (Simulation 1), large-scale coconut industry sector (Simulation 2), and household scale industry sector (Simulation 3) could only reduce poverty level at 2.78 percent (for farm household landholding size ranges from 0.00 to1.00 ha), and 5.67 percent (for landholding size more than 1.00 ha). Other household groups have no change in poverty level. Simulation 1 provides higher contribution in improving incomes of production factors and household, respectively at 2.07 and 2.08 percent compared with Simulation 2 and 3. Meanwhile, Simulation 3 contributes the highest impact in increasing income of production sector (about 2.79 percent). IndonesianKabupaten Indragiri Hilir merupakan salah satu sentra produksi kelapa di Indonesia dan sebagian besar peduduknya berusaha di sektor kelapa sebagai mata pencaharian utamanya. Disisi lain, kabupaten ini memiliki persentase penduduk miskin yang tertinggi diantara kabupaten/kota yang ada di Provinsi Riau pada beberapa tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pengembangan sektor kelapa terhadap perekonomian wilayah, menganalisis indikasi dan potensi kebocoran wilayah sektor kelapa serta dampaknya terhadap perekonomian wilayah, dan menganalisis opsi kebijakan yang dapat meningkatkan pendapatan dan menurunkan kemiskinan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder yang dianalisis dengan menggunakan Sistem Neraca Sosial Ekonomi, Indeks kemiskinan Foster-Greer-Thorbecke, dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor kelapa dan sektor industri pengolahan kelapa memiliki dampak yang besar terhadap pembentukan output, nilai tambah bruto, dan penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Indragiri Hilir. Sektor kelapa mengalami kebocoran wilayah, terutama pada sektor industri pengolahan kelapa skala besar yang disebabkan oleh adanya aliran pendapatan modal dan tenaga kerja yang keluar wilayah. Kebijakan investasi pada sektor kelapa (simulasi 1), sektor industri kelapa skala besar (simulasi 2), dan sektor industri kelapa skala rumah tangga (simulasi 3) masing-masing 50 milyar rupiah hanya mampu menurunkan kemiskinan sebesar 2,8 persen untuk rumah tangga petani yang memiliki lahan 0,00-1,00 ha, dan 5,67 persen untuk rumah tangga petani yang memiliki lahan > 100 ha. Disisi lain, pada kelompok rumah tangga lainnya tidak mengalami penurunan kemiskinan. Simulasi 1 memberikan kontribusi yang lebih besar dalam peningkatkan pendapatan faktor produksi dan pendapatan rumah tangga, yaitu 2,07 persen dan 2,08 persen dibandingkan simulai 2 dan 3. Sedangkan simulasi 3 memiliki dampak yang tertingi dalam meningkatkan pendapatan pada sektor produksi yaitu sebesar 2,79 persen.
Analisis Deret Waktu Kecenderungan Nilai Tukar Petani di Indonesia Hutabarat, Budiman
Jurnal Agro Ekonomi Vol 14, No 2 (1995): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v14n2.1995.55-65

Abstract

IndonesianAda pendapat yang menyatakan bahwa nilai tukar petani cenderung merosot, tetapi pendapat ini didasarkan pada data jangka pendek dan deduksi teoritis saja. Tulisan ini ditujukan untuk menambah informasi tentang arah perubahan nilai tukar terhadap waktu, perubahan tahun dasar, dan pengaruh musim. Penelitian dilakukan dengan menganalisis data nilai tukar petani di empat belas propinsi di Indonesia. Tulisan ini menyimpulkan bahwa secara umum, nilai tukar petani memang cenderung menurun, dan penurunan ini lebih jelas terbukti sejak tahun 1988. Sedangkan sebelumnya, nilai tukar petani cenderung menaik. Perbedaan tahun dasar mempunyai pengaruh terhadap arab kecenderungan nilai tukar petani dan pada musim hujan nilai tukar petani cenderung lebih rendah dibanding musim kemarau.
Keunggulan Komparatif dan Kinerja Ekspor Minyak Sawit Mentah Indonesia di Pasar Internasional prasetyo, agung; Marwanti, Sri; Darsono, nFN
Jurnal Agro Ekonomi Vol 35, No 2 (2017): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v35n2.2017.89-103

Abstract

EnglishThe average growth rate of Indonesia’s CPO  exports was 11.94% per year, far below those of Thailand, Malaysia, and Colombia with growth rates of 59.55%, 25.19%, and 20.35% per year respectively in the 2001–2015 period. That condition was worsened by higher tax enforcement on Indonesian CPO in EU countries in 2012 causing Indonesia shifted its exports to India, China, and Pakistan. This study aims to analyze comparative advantage of Indonesian CPO compared to Malaysia, Thailand, and Colombia using the Revealed Comparative Advantage (RCA) analysis. The study also analyzes Indonesia’s CPO export performance in the world markets, especially in India, China, Pakistan, and Netherlands compared to other CPO producers using the Constant Market Share (CMS) approach. RCA analysis showed that Indonesia, Malaysia, Colombia, and Thailand had comparative advantage on CPO. Thailand had the highest RCA index followed by Malaysia, Colombia, and Indonesia. CMS analysis indicated that Indonesia’s CPO export performance was poorer than Malaysia in terms of growth rate, market distribution, and competitiveness, but was better in product composition. Increasing comparative advantage requires synergic policies which include establishing preferential trade agreement, constructing CPO stocking terminals in major importing countries, improving distribution and increasing market penetration.IndonesianRata-rata laju pertumbuhan ekspor minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) Indonesia tahun 2001–2015 adalah 11,94% per tahun, jauh di bawah Thailand, Malaysia, dan Kolombia yang tumbuh masing-masing sebesar 59,55%, 25,19%, dan 20,35% per tahun. Kondisi ini diperburuk dengan pemberlakuan pajak tinggi atas CPO Indonesia di Uni Eropa pada tahun 2012 sehingga mendorong Indonesia mengalihkan fokus ekspor CPO ke India, China, dan Pakistan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keunggulan komparatif CPO Indonesia dibandingkan dengan Malaysia, Thailand, dan Kolombia dengan menggunakan analisis Revealed Comparatif Advantage (RCA) dan mengetahui kinerja ekspor CPO Indonesia di pasar dunia terutama di India, China, Pakistan, dan Belanda dibandingkan produsen CPO lainnya dengan menggunakan pendekatan Constant Market Share (CMS). Analisis RCA menunjukan bahwa Indonesia, Malaysia, Kolombia, dan Thailand sama-sama memiliki keunggulan komparatif pada CPO. Thailand memiliki nilai indeks RCA tertinggi diikuti oleh Malaysia, Kolombia, dan Indonesia. Berdasarkan analisis CMS, kinerja ekspor CPO Indonesia lebih rendah dibandingkan Malaysia dalam aspek pertumbuhan, distribusi pasar, dan daya saing; tetapi lebih baik dalam aspek komposisi produk. Peningkatkan keunggulan komparatif CPO memerlukan kebijakan ekspor sinergis antara lain dengan mengadakan kesepakatan perdagangan preferensial, membangun fasilitas penampungan CPO di negara-negara importir utama, memperbaiki distribusi, dan meningkatkan penetrasi pasar.
Analisis Keberlanjutan Wilayah Perbatasan Kalimantan Barat-Malaysia untuk Pengembangan Kawasan Agropolitan (Studi Kasus Kecamatan Dekat Perbatasan Kabupaten Bengkayang) Thamrin, nFN; Sutjahjo, Surjono H.; Herison, Catur; Sabiham, Supiandi
Jurnal Agro Ekonomi Vol 25, No 2 (2007): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v25n2.2007.103-124

Abstract

EnglishThe Government of Bengkayang Regency has decided that the border area is one of the agropolitan region development programs. Hence, a study on the sustainability level of border area as the agropolitan region development is required.  The first objective of this study was to analyze the index and sustainability status of the border area, Bengkayang Regency, based on five sustainable dimensions. The analysis used Multi Dimensional Scaling (MDS) Method, called Rap-BENGKAWAN and the results were stated in the index and sustainability status. The second objective was to analyze the attributes that affect sensitively on index and sustainability status and the effect of error using Laverage and Monte Carlo Analysis. The results of the study revealed that ecological dimension was in the status of less sustainable (40.37%), economical dimension was sufficient sustainable (66.54%), socio-culture dimension was sufficient sustainable (67.06%), dimension of infrastructure and technology was not sustainable (24.49%) and dimension of law and institutional was sufficient sustainable (60,10).  Out of the 47 attributes analyzed, there were 22 attributes need to be handled immediately as they affect sensitively on the increase of index and sustainability status with a negligible error in the level of 95% confidence limit. IndonesianPemerintah Kabupaten Bengkayang menetapkan wilayah perbatasan sebagai salah satu program pengembangan kawasan agropolitan. Untuk itu, perlu dikaji tingkat keberlanjutan wilayah perbatasan sebagai kawasan pengembangan agropolitan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis indeks dan status keberlanjutan wilayah perbatasan Kabupaten Bengkayang dari lima dimensi keberlanjutan. Analisis menggunakan metode Multi-Domensional Scaling (MDS) yang disebut Rap-BENGKAWAN dan hasilnya dinyatakan dalam bentuk indeks dan status keberlanjutan. Untuk mengetahui atribut yang sensitif berpengaruh terhadap indeks dan status keberlanjutan dan pengaruh galat, dilakukan analisis Laverage dan Monte Carlo. Hasil analisis menunjukkan bahwa dimensi ekologi berada pada status kurang berkelanjutan (40,37%), dimensi ekonomi cukup berkelanjutan (66,54%), dimensi sosial-budaya cukup berkelanjutan (67,07%), dimensi infrastruktur dan teknologi tidak berkelanjutan (24,49%), dan dimensi hukum dan kelembagaan cukup berkelanjutan (60,10%). Dari 47 atribut yang dianalisis, 22 atribut yang perlu segera ditangani karena sensitif berpengaruh terhadap peningkatan indeks dan status keberlanjutan dengan tingkat galat (error) yang sangat kecil pada taraf kepercayaan 95%.
Model Multinomial Logit dan Aplikasinya dalam Analisa Proses Adopsi Varietas Padi Erwidodo, nFN
Jurnal Agro Ekonomi Vol 9, No 1 (1990): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v9n1.1990.1-11

Abstract

EnglishA Multinomial or multivariate logit model is, unlike logit model, rarely used for analyzing adoption processes of new agricultural technology in Indonesia. This model is more flexible in terms of its capability to accomodate a multiple-choice decision making process faced by farmer. This article attempts to present a multinomial logit model and its application in assessing a varietal adoption process in rice farming. The discusion focuses on result interpretation, not policy implications due to the fact that the data used in this analysis is relatively outdated. The result shows that price of paddy (gabah) received by farmer, price of fertilizer, labor wages, and total area planted are important determinant for varietal adoption processes. Implementing any policies which tends to favor consumers will, therefore, discourage the adoption of new varieties, which in the long run against the government's effort of maintaining rice-self sufficiency.IndonesianModel multinomial atau multivariate logit, tidak seperti model logit, masih jarang diterapkan dalam menganalisa proses adopsi teknologi usahatani di Indonesia. Model ini lebih fleksibel karena dapat mengakomodasikan berbagai pilihan yang dihadapi oleh pengambilan keputusan, tidak terbatas hanya dua pilihan sebagaimana dalam model logit. Tulisan ini bertujuan untuk mengetengahkan model multinomial logit dan penerapannya dalam menganalisa proses adopsi varietas padi. Penekanan diberikan pada interpretasi hasil analisa, bukan implikasi kebijaksanaan, mengingat data yang dipergunakan relatif kedaluarsa. Dari hasil analisa empiris adopsi varietas unggul padi di wilayah DAS Cimanuk, diketahui bahwa harga keluaran dan masukan sangat menentukan peluang diterapkannya varietas unggul. Harga gabah yang petani, harga pupuk, upah tenaga kerja dan luas lahan garapan sangat menentukan peluang pilihan varietas yang ditanam petani. Kebijaksanaan harga gabah yang terlalu condong kepada kepentingan konsumen, akan menghambat proses adopsi varietas baru yang pada akhimya menghambat upaya mempertahankan swasembada beras.
Simulasi Dampak Perubahan Faktor-Faktor Ekonomi Terhadap Ketahanan Pangan Rumah Tangga Pertanian Hardono, Gatoet Sroe
Jurnal Agro Ekonomi Vol 21, No 1 (2003): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v21n1.2003.1-25

Abstract

EnglishThe objective of this research is to analyze the impact of changing in economic factors on agricultural household food security, which is conducted by using simulation method. Source of the data comes from PATANAS’s research in 1999. The result shows that increasing in allocation of household resources (time allocation in labor activities and cultivated land) has positive impact on agricultural household food security. The negative impact of increasing in input prices (fertilizer and wage) could be compensated if it is followed by increasing output price proportionally. The development of household food security programs should be convergence, integrated, and give priority to wetland area since the basis of agricultural household food security in that region worse than in non-wetland area.IndonesianPenelitian ini bertujuan menganalisis dampak perubahan faktor-faktor ekonomi terhadap ketahanan pangan rumah tangga pertanian dengan metode simulasi menggunakan data PATANAS 1999. Hasil analisis menunjukkan, kenaikan alokasi sumberdaya internal rumah tangga (waktu berburuh dan luas garapan) berdampak positif terhadap ketahanan pangan rumah tangga pertanian. Dampak negatif akibat kenaikan harga-harga input (pupuk dan upah buruh tani) dapat dikompensasi bila kenaikan harga tersebut diikuti kenaikan harga output secara proporsional. Program peningkatan ketahanan pangan rumah tangga hendaknya bersifat konvergen, dilaksanakan terpadu dan memprioritaskan daerah agroekosistem sawah sebagai areal target, mengingat basis ketahanan pangan rumah tangga pertanian di daerah tersebut lebih buruk dibanding di daerah nonsawah.

Filter by Year

1981 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 39, No 2 (2021): Jurnal Agro Ekonomi: IN PRESS Vol 39, No 1 (2021): Jurnal Agro Ekonomi Vol 38, No 2 (2020): Jurnal Agro Ekonomi Vol 38, No 1 (2020): Jurnal Agro Ekonomi Vol 37, No 2 (2019): Jurnal Agro Ekonomi Vol 37, No 1 (2019): Jurnal Agro Ekonomi Vol 36, No 2 (2018): Jurnal Agro Ekonomi Vol 36, No 1 (2018): Jurnal Agro Ekonomi Vol 35, No 2 (2017): Jurnal Agro Ekonomi Vol 35, No 1 (2017): Jurnal Agro Ekonomi Vol 34, No 2 (2016): Jurnal Agro Ekonomi Vol 34, No 1 (2016): Jurnal Agro Ekonomi Vol 33, No 2 (2015): Jurnal Agro Ekonomi Vol 33, No 1 (2015): Jurnal Agro Ekonomi Vol 32, No 2 (2014): Jurnal Agro Ekonomi Vol 32, No 1 (2014): Jurnal Agro Ekonomi Vol 31, No 2 (2013): Jurnal Agro Ekonomi Vol 31, No 1 (2013): Jurnal Agro Ekonomi Vol 30, No 2 (2012): Jurnal Agro Ekonomi Vol 30, No 1 (2012): Jurnal Agro Ekonomi Vol 29, No 2 (2011): Jurnal Agro Ekonomi Vol 29, No 1 (2011): Jurnal Agro Ekonomi Vol 28, No 2 (2010): Jurnal Agro Ekonomi Vol 28, No 1 (2010): Jurnal Agro Ekonomi Vol 27, No 2 (2009): Jurnal Agro Ekonomi Vol 27, No 1 (2009): Jurnal Agro Ekonomi Vol 26, No 2 (2008): Jurnal Agro Ekonomi Vol 26, No 1 (2008): Jurnal Agro Ekonomi Vol 25, No 2 (2007): Jurnal Agro Ekonomi Vol 25, No 1 (2007): Jurnal Agro Ekonomi Vol 24, No 2 (2006): Jurnal Agro Ekonomi Vol 24, No 1 (2006): Jurnal Agro Ekonomi Vol 23, No 2 (2005): Jurnal Agro Ekonomi Vol 23, No 1 (2005): Jurnal Agro Ekonomi Vol 22, No 2 (2004): Jurnal Agro Ekonomi Vol 22, No 1 (2004): Jurnal Agro Ekonomi Vol 21, No 2 (2003): Jurnal Agro Ekonomi Vol 21, No 1 (2003): Jurnal Agro Ekonomi Vol 20, No 2 (2002): Jurnal Agro Ekonomi Vol 20, No 1 (2002): Jurnal Agro Ekonomi Vol 19, No 2 (2001): Jurnal Agro Ekonomi Vol 19, No 1 (2001): Jurnal Agro Ekonomi Vol 18, No 2 (1999): Jurnal Agro Ekonomi Vol 18, No 1 (1999): Jurnal Agro Ekonomi Vol 17, No 2 (1998): Jurnal Agro Ekonomi Vol 17, No 1 (1998): Jurnal Agro Ekonomi Vol 16, No 1-2 (1997): Jurnal Agro Ekonomi Vol 15, No 2 (1996): Jurnal Agro Ekonomi Vol 15, No 1 (1996): Jurnal Agro Ekonomi Vol 14, No 2 (1995): Jurnal Agro Ekonomi Vol 14, No 1 (1995): Jurnal Agro Ekonomi Vol 13, No 2 (1994): Jurnal Agro Ekonomi Vol 13, No 1 (1994): Jurnal Agro Ekonomi Vol 12, No 2 (1993): Jurnal Agro Ekonomi Vol 12, No 1 (1993): Jurnal Agro Ekonomi Vol 11, No 2 (1992): Jurnal Agro Ekonomi Vol 11, No 1 (1992): Jurnal Agro Ekonomi Vol 10, No 1-2 (1991): Jurnal Agro Ekonomi Vol 9, No 2 (1990): Jurnal Agro Ekonomi Vol 9, No 1 (1990): Jurnal Agro Ekonomi Vol 8, No 2 (1989): Jurnal Agro Ekonomi Vol 8, No 1 (1989): Jurnal Agro Ekonomi Vol 7, No 2 (1988): Jurnal Agro Ekonomi Vol 7, No 1 (1988): Jurnal Agro Ekonomi Vol 6, No 1-2 (1987): Jurnal Agro Ekonomi Vol 5, No 2 (1986): Jurnal Agro Ekonomi Vol 5, No 1 (1986): Jurnal Agro Ekonomi Vol 4, No 2 (1985): Jurnal Agro Ekonomi Vol 4, No 1 (1985): Jurnal Agro Ekonomi Vol 3, No 2 (1984): Jurnal Agro Ekonomi Vol 3, No 1 (1983): Jurnal Agro Ekonomi Vol 2, No 1 (1982): Jurnal Agro Ekonomi Vol 1, No 2 (1982): Jurnal Agro Ekonomi Vol 1, No 1 (1981): Jurnal Agro Ekonomi More Issue