cover
Contact Name
Mochamad Ainur Rhoviq
Contact Email
jp2m@unisma.ac.id
Phone
+6285649867672
Journal Mail Official
jp2m@unisma.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Gedung Al Ghazali lantai III Universitas Islam Malang Jl. MT. Haryono 193 Malang 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M)
ISSN : 27215156     EISSN : 27215148     DOI : 10.33474
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) dengan nomor registrasi ISSN 2721-5156 (cetak) 2721-5148 (online) adalah jurnal multidisiplin ilmu yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Islam Malang. Jurnal Ini mencakup banyak masalah secara umum dari hasil penelitian yang diimplementasikan kepada masyarakat. Tujuan publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau gagasan dan hasil penelitian yang telah dicapai di bidang pengabdian kepada masyarakat.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2020)" : 9 Documents clear
Inovasi Produk Olahan Kopi Sebagai Produk Unggulan Desa Guna Mendukung Program Desa Sejahtera Mandiri Mustapita, Arini Fitria
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v1i1.5005

Abstract

Kemajuan dan kemakmuran desa ditentukan oleh usaha penduduk desa selain tata geografinya. Desa yang memiliki banyak sumber daya alam tetapi penduduknya tidak cukup mempunyai keterampilan, Desa Jambangan merupakan salah satu desa yang terletak di wilayah Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Dampit terkenal sebagai salah satu penghasil kopi di wilayah Malang selatan. Mayoritas petani desa Jambangan juga belum memiliki keterampilan, pengetahuan, dan semangat yang tinggi untuk mengembangkan usahanya. Sumber informasi yang digunakan selama proses pengabdian diperoleh dari para pelaku (actors)/informan. Teknik yang digunakan dalam memilih informan sampling adalah dengan teknik purposive sampling. Pengolahan data dilakukan selama dan setelah pengumpulan data, baik itu data di lapangan (data primer) maupun data sekunder. Data-data yang telah dikumpulkan kemudian ditabulasi secara sederhana. Setelah ditabulasi maka data-data tersebut dianalisis sesuai dengan metode analisis data yang sesuai. Berbagai macam kopi tertanam di desa Jambangan terhitung ada 20 macam kopi ditanam ditanah desa Jambangan dan yang paling terkenal adalah kopi lanang yang rasanya lebih keras dari kopi yang lain. Ada beberapa organisasi yang mewadahi para petani di desa Jambangan yaitu Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) dan kelompok tani, dua wadah tersebut merupakan bentuk paguyuban yang ada di desa Jambangan dimana difungsikan sebagai wadah petani kopi untuk memberikan keluhan dan masukan demi kemajuan petani kopi. Di Desa Jambangan belum semua masyarakat dapat memanfaatkan teknologi dengan baik. Dengan masalah ini desa harus memberi pelatihan tentang teknologi yang sudah modern. Sehingga masyarakat Desa Jambangan mampu memanfaatkan teknologi dengan sebaik mungkin
Mengembangkan Potensi Desa Bringin Menjadi Desa Wisata Ayu, Isdiyana Kusuma
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v1i1.4992

Abstract

Kawasan Desa Bringin adalah salah desa wisata yang dimiliki oleh Kabupaten Malang. Desa Bringin ini memiliki bentangan lahan yang luas yang bisa dimanfaatkan sebagai objek wisata alam. Sampai saat ini potensi yang sangat melimpah ini masih belum dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat setempat. Desain ini menggunakan deskriptif kualitatif. Pendekatan ini digunakan untuk mendeskripsikan dan menganalisis konsep pengembangan desa wisata air terjun Sumber Wiwit. Sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer dan sekunder. Wilayah desa wisata air terjun Sumber Wiwit terletak dikelilingi tebing tinggi dan tumbuh-tumbuhan hijau yang masih asri sekali udaranya. Potensi wisata ini cukup strategis baik dibidang agrowisata dan potensi lainnya. Dari kondisi di Desa Bringin dapat dijadikan potensi wisata sebagai daya tarik wisatawan yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan kawasan desa wisata. Untuk mengetahui faktor pendukung pengembangan kawasan desa wisata di Desa Bringin dengan menggunakan variabel dengan analisis (1) Mempertahankan keragaman budaya, (2) Usaha tani di desa ini adalah usaha pembibitan sengon, dan (3) Toko souvenir. kesimpulannya bahwa kegiatan sehari-hari yaitu bertani yang adalah ciri khas Desa Bringin sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi kawasan desa wisata yang berbasis agrowisata. Desa Bringin juga memiliki wisata air terjun Sumber Wiwit. Konsep pengembangan yang bisa diterapkan antara lain menyediakan rute perjalanan wisata yang mengelilingi kawasan desa wisata.
Mengembangkan Budidaya Ternak Kelinci Guna Mewujudkan Desa Sejahtera Mandiri Dinasari Retnaningtyas, Irawati
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v1i1.4993

Abstract

Angka kemiskinan di Desa Codo terggolong cukup tinggi. Menuru data yang diberikan, pada Desa Codo terdapat 3.267 KK dengan 50% KK dari Desa Codo adalah masyarakat miskin. Hal tersebut pastinya akan berpengaruh terhadap tingkat atau kualitas pendidikan pada masyarakat. Pengumpulan data adalah teknik atau cara yang dilakukan oleh penulis untuk tujuan memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan kegiatan pengabdian ini. Dengan potensi pertanian dan peternakan yang besar dan terus dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat. Desa Codo masih terus berkembang untuk mengembangkan potensinya guna mengejar ketertinggalan. Dengan terus mengembangkan peternakan, merupakan salah satu upaya desa Codo. Salah satunya adalah dengan terus meningkatkan bidang ternak khususnya adalah ternak kelinci. Upaya membeperbaiki taraf hidup masyarakat Desa Codo melalui pemberdayaan pupuk kompos oleh petani kelinci Maju Mapan perlu dikembangkan. Hal tersebut dikarenakan semakin pesatnya pemberdayaan pupuk kompos maka tidak menutup kemungkinan hal tersebut membuka peluang bisnis baru bagi para peternak di desa Codo.
Program Halal Jabung Mushroom Tourism Sebagai Akselerasi Desa Sejahtera Mandiri Berbasis Ekonomi Kreatif Abdoes Sjakoer, Nour Athiroh; Machfudz, Masyhuri
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v1i1.5003

Abstract

Sesuai Undang Undang No.6 Tahun 2014 tentang Desa pasal 78 dan penjelasannya terdapat 2 pendekatan dalam pembangunan ‘desa membangun’ upaya yang dilaksanakan masyarakat desa/kelembagaan desa dan upaya yang dilaksanakan di luar desa/stakeholder. Desa Jabung ini telah diwisuda oleh Kementerian Sosial RI Khofifah Indra Parawasa menjadi Desa Sejahtera Mandiri pada 12 Maret 2018. Temuan hasil pengabdian ‘dikemas’ dalam bentuk KKN Tepadu science dan pengabdian dari produk makanaan, maka perlu produk makanan siap saji dilakukan uji ke-HALAL-annya dengan berkolaborasi halah center Unisma. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa upaya peningkatan dan pengoptimalan potensi desa harus terus digalakkan guna mewujudkan misi pemerintah untuk menjadikan desa Jabung sebagai Desa Sejahtera Mandiri berbasis Seni dan Ekonomi Kreatif. Konsep Halal Jabung Mushroom Tourism merupakan konsep baru yang cocok dan layak untuk terus dikembangkan, hal ini sesuai dengan banyaknya masyarakat Jabung yang melakukan budidaya jamur. Selain itu iklim mayoritas masyarakat Jabung yang 99 % memeluk agama Islam menjadikan desa Jabung layak untuk diorbitkan menjadi destinasi wisata halal Indonesia guna mendukung program pemerintah yang menjadikan negeri ini sebagai kiblat wisata halal dunia. Atas kenyataan di atas, maka disarankan bahwa bagi pengembangan Halal Jabung Mushroom Tourism yakni dengan pengoptimalan sinergi berbagai stakeholder diatas, selain itu keterbukaan informasi harus terus ditingkatkan guna identifikasi lebih lanjut secara komprehensif kawasan Halal Jabung Mushroom Tourisma agar nantinya setiap konsep yang dibuat tidak salah sasaran dan konsep yang dibangun dapat memberikan efek percepatan (akselerasi) ekonomi kreatif menuju desa mandiri di wilayah Desa Jabung, Kec. Jabung, Kab. Malang.
Maksimalisasi Hasil Panen Kopi Melalui Pemangkasan Cabang Pasca Panen dan Pengendalian Hama Secara Alami untuk Meningkatkan Produksi Kopi Arifin, Rois
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v1i1.5004

Abstract

Kopi (Coffea sp.) merupakan salah satu komoditas unggulan dalam sektor perkebunan Indonesia. Kopi secara umum dibagi menjadi dua jenis yang dihasilkan di Indonesia, yaitu kopi robusta dan kopi arabika. Total produksi kopi di Indonesia mulai dari tahun 2011 hingga 2015 selalu menurun. Peningkatan produktivitas dan mutu hasil kopi dapat dilakukan dengan cara memperhatikan teknik budidaya tanaman kopi mulai dari penanaman hingga perawatan. Metode pelaksaanan yang dilakukan pada saat observasi lapang. Dari hasil observasi dan praktek yang dilakukan dilapang didapatkan hasil teknik pemangkasan cabang kopi yang baik dan benar. Beberepa pemangkasan yang dilakukan oleh salah satu petani kopi diantaranya: (1) Pemangkasan cabang balik, (2) Pemangkasan cabang air, (3) Pemangkasan cabang rambut, (4) Pemangkasan cabang sakit, dan (5) Pemangkasan cabang produksi. Hama dan penyakit yang menyerang pada tanaman kopi yang paling banyak di jumpai di lapangan adalah uret/embuk. Hama ini menyerang pada bagian akar pada tanaman kopi dan uret ini membuat lubang-lubang pada tanaman akar kopi yang di serangnya. Pemangkasan cabang kopi sangat berperan penting dalam peningkatan produksi buah kopi, dan Pengendalian hama penyakit yang dilakukan oleh petani masih lebih mengutamakan pengendalian secara alami dan pengendalian secara kimia digunakan sebagai alternatif terakhir. Sebaiknya para petani kopi lebih banyak menggali informasi dalam teknik budidaya kopi yang benar dan baik, agar para petani kopi dapat meningkatkan hasil produksi kopi.
Pemasaran Jamu Menggunakan Kemasan Praktis Siap Minum Dengan Branding Tren Masa Kini Syafi'i, Imam
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v1i1.5006

Abstract

Obat tradisional jmerupakan warisan budaya bangsa yang perlu terus dilestarikan dan dikembangkan guna menunjang pembangunan kesehatan dan meningkatkan perekonomian rakyat. Obat tradisional adalah resep turun-temurun dari leluhurnya agar dapat dipertahankan dan dikembangkan. Bahan-bahan jamu sendiri diambil dari tumbuh-tumbuhan yang ada di Indonesia. Di desa Rembun, Potensi jamu atau obat tradisional sudah berkembang, akan tetapi masyarakat didesa Rembun mengalami sedikit kendala yang berkaitan dengan pemasaran. Jenis metode yang dipilih adalah deskriptif analisis yaitu mengambil masalah atau memusatkan perhatian kepada masalah/konflik kemudian diolah dan di analisis untuk diambil kesimpulannya. Jamu yang di hasilkan, memiliki ciri khas dan rasa yang berbeda-beda, atau dalam kata lain, setiap pembuat jamu memiliki resep yang berbeda dengan khasiat berbeda pula. Jamu yang di buat juga sama sekali tidak menggunakan bahan pengawet. Para penjual belum memiliki branding dan kemasan packing yang memiliki nilai jual lebih. Untuk meningkatkan hasil yang dicapai dalam produksi jamu tradisional. Ada 2 poin yang perlu dilakukan (1) pengemasan dan (2) pemasaran produk. Masyarakat di Desa Rembun Kecamatan Dampit Kabupaten Malang belum mengetahui apapun tentang packing yang bagus untuk menarik pelanggan agar nilai jual nya semakin tinggi.
Pengembangan Desa Industri Dalam Mengembangkan Produk Unggulan Zamzami, Abid
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v1i1.5007

Abstract

Desa Tirtomoyo secara umum mempunyai ciri geologis berupa lahan tanah yang subur untuk menjadikan Tirtomoyo menjadi Desa Industri di Kabupaten Malang. Ini yang menginisiasi Penulis bersama Kepala Desa Tirtomoyo merintis adanya Desa Industri Tirtomoyo. Ada 3 landasan teori yang digunakan oleh penulis dalam kegiatan ini antara lain (1) Teori Kebutuhan dan Kepuasan, (2) Teori Kewirausahaan, dan (3) Teori Pendapatan. Metode pengumpulan data adalah teknik atau cara yang dilakukan oleh penulis dalam mengumpulkan data untuk tujuan memperoleh informasi yang dibutuhkan. Potensi yang dimiliki Desa Tirtomoyo adalah perkebunan dengan hasil alam antara lain, singkong, pisang dan kopi. Perekonomian masyarakat yang bergantung penuh dengan hasil alam membuat hasil per kapita masyarakat berdasarkan kepada pengepul atau pabrik yang membeli bahan baku dari perkebunan mereka. Hasil yang tidak pasti inilah yang mendorong penulis mendirikan beberapa home industri pengolahan hasil perkebunan. Perkembangan home industri dalam bidang pangan di Desa Tirtomoyo harus mengalami perkembangan. Pendapatan dari hasil home industri ini menjadi pendapatan tambahan bagi masyarakat Desa Tirtomoyo. Produk inovasi yang dikembangkan adalah nugget singkong, kripik kulit singkong, dan teh daun kopi. Ketiga produk ini menjadi produk oleh-oleh khas Desa Tirtomoyo.
Pemberdayaan Masyarakat Untuk Mewujudkan Desa Mandiri Dan Sejahtera Berbasis Entrepreneur Melalui Pemanfaatan Buah Salak Fathani, Abdul Halim
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v1i1.5008

Abstract

Banyaknya potensi yang ada di Desa Sonowangi sehingga peluang untuk meningkatkan perekonomian desa sangat besar, hal ini dikarenakan melihat banyaknya keluhan masyarakat desa dalam hal meningkatkan perekonomian masyarakat. Salah satunya yaitu buah salah yang melimpah dari hasil panen setiap petani sehingga buah salak dijual dengan harga murah. Masyarakat sonowangi juga mampu membuat suatu produk dengan bahan utama salak tetapi masyarakat tidak mampu memasarkan produk tersebut dengan baik. Untuk mencapai tujuan yang diharapkan, penulis menggunakan metode penggalian informasi dan metode analisis data dengan deskriptif. Metode penggalian informasi merupakan proses menganalisa data yang berjumlah besar untuk menemukan suatu pola yang akan digunakan untuk pengambilan keputusan. beberapa temuan dan informasi tentang kebun salak. Diantaranya informasi yang kami peroleh dari kepala desa bahwasannya hasil panen kebun salak desa sonowangi sangat berlimpah ruwah. namun sayangnya warga belum bisa meningkatkan pemasaran/penjualan hasil panen. penulis berinisiatif untuk melaksanakan sebuah Program Kerja pengembangan Buah Salak dengan membuat produk-produk makanan seperti Nastar Salak. Guna mewujudkan desa mandiri dan sejahtera berbasis entrepreneur melalui pemanfaatan buah salak desa sonowangi. Salah satunya adalah Pelatihan Pembuatan Nastar Salak disertai Penyuluhan Terkait cara pemasaran produk yang dibuat oleh masyarakat Sonowangi. Harapannya program ini dapat di jalankan secara berkelanjutan, sehingga Desa Sonowangi dapat memanfaatkan Buah Salak.
Menggali Potensi Sumber Daya Alam Menjadi Kawasan Pariwisata Guna Meningkatkan Pendapatan Desa Siboy, Ahmad
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v1i1.5009

Abstract

Desa Jambangan mempunyai banyak potensi alam salah satunya wisata air yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Sumber bantal merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat desa Jambangan, air yang mengalir ke rumah warga bersumber dari sumber bantal. Sumber bantal pada tahun 1980-an pernah menjadi tempat wisata bagi masyarakat desa Jambangan dan sekitarnya, tentunya karena sumber bantal dikelola dan dirawat dengan baik oleh penduduk sekitar, sehingga menjadikan sumber bantal. dijadikan tempat wisata yang menyenangkan. Teknik observasi atau pengamatan yang digunakan penulis untuk memperoleh gambaran yang tepat mengenai perilaku pemerintah dan masyarakat serta situasi-situasi yang berkaitan dengan topik di lokasi. Obyek wisata air sumber bantal menjadi potensi utama di desa Jambangan dengan suasana yang masih asri dan sejuk. Keindahan tersebut dapat dilihat dari pemandangan yang tercipta secara alami, tekstur tanah, dan kemurnian air. Jadi obyek wisata air sumber bantal ini sangat cocok sekali untuk para wisatawan baik anak muda atau yang sudah berkeluarga, baik wisatawan domestik maupun non-domestik. Wisata air sumber bantal memiliki potensi yang cukup besar sebagai tempat tujuan wisata. Untuk dapat mengembangkan obyek wisata air sumber bantal ini pemerintah desa Jambangan harus bekerjasama dan gotong royong dengan warga sekitar, memperbaiki fasilitas-fasilitas yang telah ada di obyek wisata air sumber bantal. Seperti menambah spot-spot foto yang menarik. Upaya untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke obyek wisata air sumber bantal salah satunya adalah dengan menggunakan sistem promosi melalui media sosial seperti instagram, facebook, whatapps, dan aplikasi sosial media lainnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 9