cover
Contact Name
Dr. Otih Rostiana
Contact Email
otihrostiana@gmail.com
Phone
+62251-8321879
Journal Mail Official
buletintro@gmail.com
Editorial Address
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BUL LITTRO) Editorial Office : Indonesian Spices and Medicinal Crops Research Institute (ISMCRI) Jl. Tentara Pelajar No. 3 Bogor, Indonesia 16111 Telp. (0251) 8321879, Fax. (0251) 8327010 E mail : buletintro@gmail.com
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
ISSN : 02150824     EISSN : 25274414     DOI : http://dx.doi.org/10.21082/
Core Subject : Agriculture,
Focus and Scope Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BUL LITTRO) is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research finding on spice, medicinal, aromatic and industrial crops that have never been publish in any other scientific publications. Scopes of Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat are: Scope of science: Agricultural Microbiology, Agricultural Socio-Economics, Agronomy, Plant Biotechnology, Plant Breeding, Plant Protection, Plant Physiology, Soil Science, Seed Technology, Primary Post Harvest Scope of commodities : spice, medicinal, aromatic and industrial crops
Articles 514 Documents
Antioxidant Activity of Stem Bark Ethanolic Extracts of Calophyllum pulcherrimum, C. soulattri, and C. teysmannii Eris Septiana; Partomuan Simanjuntak
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 29, No 2 (2018): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v29n2.2018.59-68

Abstract

The decreased air quality due to severe pollution causes the formation of free radicals in the body. Antioxidants counteract free radicals compounds and are beneficial to health. Calophyllum plants is one of the natural antioxidants source. The study was aimed to determine the best antioxidant activity of ethanolic extracts of stem bark both single and combinations of three species of Calophyllum. The study was conducted from September to December 2017 at the Natural Product Chemistry Laboratory, Research Center for Biotechnology LIPI, Cibinong, West Java. The experiment consisted of seven treatments, repeated three times.  The treatments consisted of ethanolic stem bark extracts of a) C. pulcherrimum b) C. soulattri (CS), c) C. teysmannii (CT), d) combination of C. pulcherrimum and C. soulattri (CP+CS), e) combination of C. pulcherrimum and C. teysmannii (CP+CT), f) combination of C. soulattri and C. teysmannii (CS+CT), and g) combination of C. pulcherrimum, C. soulattri and C. teysmannii (CP+CS+CT) with the ratio of mixed extract was 1 : 1 for treatments with two combinations and 1 : 1 : 1 for three combinations. The antioxidant activity was evaluated using DPPH free radical scavenging  methods.  The  total  phenolic   and   flavonoids   content   assays   were conducted base on the reaction of follin-ciocalteu and aluminum chloride reagents respectively.  The results showed that combination of Calophyllum stem bark ethanolic extracts revealed higher antioxidant activity, total phenol and flavonoid content compared to its sole extract. CP+CS+CT treatment has the lowest IC50 value at 3.12 mg.l-1 so that it has the potential as a source of natural antioxidants.
Pengaruh Ketuaan dan Penanganan Daun Sebelum Pengmpaan Terhadap Rendemen dan Mutu Gambir NFN Risfaheri; Linda Yanti
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 8, No 1 (1993): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v8n1.1993.46-51

Abstract

TANAMAN AKAR KUCING, SAMBILOTO, DAN TEMULAWAK SEBAGAI ELISITOR PENGINDUKSI KETAHANAN TANAMAN JAHE TERHADAP PENYAKIT LAYU BAKTERI Sri Yuni Hartati
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 23, No 2 (2012): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v23n2.2012.%p

Abstract

Penyakit layu bakteri yang disebabkan oleh Ralstonia solanacearum merupakan salah satu penyakit yang sangat merusak tanaman jahe. Penyakit tersebut sulit dikendalikan, terutama karena tidak adanya varietas jahe yang tahan. Induksi ketahanan tanaman dengan elisitor merupakan salah satu strategi yang sedang diteliti untuk mengendalikan penyakit tersebut. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi potensi ekstrak tanaman akar kucing (Acalypha indica), sambiloto (Andrographis paniculata), dan temulawak (Curcuma xanthorrhiza), serta senyawa asam salisilat sebagai elisitor penginduksi ketahanan jahe terhadap penyakit layu. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) sejak 2010 sampai 2011. Ekstrak tanaman dibuat dengan cara maserasi dalam alkohol 95%. Ekstrak tanaman diformulasikan tanpa atau dengan ditambah kalsium. Tanaman jahe diberi perlakuan ekstrak tanaman (disiram dan disemprot) kemudian diinokulasi dengan suspensi R. solanacearum. Pengamatan dilakukan terhadap perkembangan penyakit layu dan analisis asam salisilat dalam tanaman jahe yang masih hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ekstrak tanaman sambiloto dapat mengurangi tingkat serangan penyakit layu bakteri pada tanaman jahe yang sebanding efektivitasnya dengan perlakuan asam salisilat dan lebih tinggi dibanding dengan perlakuan kontrol. Hal ini mengindikasikan bahwa ekstrak tanaman sambiloto mengandung elisitor yang dapat menginduksi ketahanan tanaman jahe. Aplikasi dengan penyiraman lebih efektif dibanding dengan penyemprotan.
PENGARUH UKURAN DAN SUSUNAN BAHAN BAKU SERTA LAMA PENYULINGAN TERHADAP RENDEMEN DAN MUTU MINYAK KAYUMANIS SRILANGKA ( Cinnamomun zeylanicum ) Djajeng Sumangat; NFN Ma’mun
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 14, No 1 (2003): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v14n1.2003.%p

Abstract

Penelitian mengenai cara penyulingan kulit kayumanis telah dilakukan di Laboratorium Ekofisiologi Hasil, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Bogor, mulai Juni sampai Desember 1997. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh ukuran dan susunan bahan baku didalam ketel suling serta lamapenyulingan terhadap rendemen dan mutu minyak kulit kayumanis Srilangka/Ceylon(Cinnamomum zeylanicumNees). Bahan baku berupa kulit batang dan dahan kayumanis berumur 13 tahun, berasal dari Kebun Percobaan Cimanggu, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat,Bogor. Metode penyulingannya adalah metode dikukus (steam and water distillation) dengan perlakuan terdiri atas tiga faktor yaitu (1) ukuran bahan baku, (2) susunan bahan baku dalam ketel suling, dan (3) lama penyulingan. Pengamatan dilakukan terhadap rendemen minyak dan parameter mutu minyak yaitu bobot jenis, indeks bias, putaran optik, kelarutan dalam etanol, persentase total senyawa aldehida (dihitung sebagai sinamaldehida) dan analisis komponen kimia minyak kulit kayumanis. Rancangan percobaan adalah Acak Lengkap secara faktorial dengan ulangan dua kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen minyak semakin meningkat pada bahan yang berukuran semakin kecil serta penyulingan yang semakin lama. Rendemen tertinggi (1,08%,v/b) diperoleh pada perlakuan: susunan bahan tidak bertingkat (langsung), ukuran bahan sedang (0,5-1,0 cm) dan penyulingan selama 6 jam. Hasil analisis minyak dengan kromatografi gas menunjukkan adanya 34 macam komponen, dengan komponen kimia utama adalah sinamaldehida, eugenol,linalool dan sineol. Kombinasi perlakuan terbaik ditinjau dari mutu minyaknya adalah: susunan bahan bertingkat (dua tingkat), ukuran bahan sedang (0,5-1,0 cm) dan penyulingan 4 jam yang menghasilkan rendemen minyak 0,81% (v/b), bobot jenis (20 0C) 1,5641, putaran optik (-) 4,73 0, kelarutan dalam etanol 70% 1:1,25 dan total aldehida (sinamaldehida) 56,63%.
PERSISTENSI RESIDU INSEKTISIDA NABATI PIRETRUM (Chrysanthemum cinerariaefolium) DAN MIMBA (Azadirachta indica) PADA TANAMAN PADI Agus Kardinan; Tri Eko Wahyono; Nurbetti Tarigan
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 28, No 2 (2017): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v28n2.2017.191-198

Abstract

Brown planthopper is still a major problem in rice. Control using botanical insecticides is considered less effective, since its persistence in rice plantation is short. Research on the persistence of botanical insecticide residues of pyrethrum and neem in rice has been conducted in green house of Entomology, Indonesian Spices and Medicinal Crops Research Institute, Bogor from January to December 2016. The research was aimed to determine the persistence of botanical insecticide residue on rice by testing it to brown planthopper mortality. The study was arranged in complete randomized design with six treatments and four replications. The treatment consisted of two pyrethrum formulas (EC); two neem formulas (EC); positive controls of synthetic insecticides (a.i. carbosulfan) and negative control (water). The method used was Leaf Residue Method, by spraying the formula into one month-old rice plants, then 10 brown planthopper nymphs of forth instar were introduced into each plant in the first, second, third and fourth day after spraying.  The planthopper mortality was observed in the first, third, sixth, 24th and 48th hours after introduction. The residuals of all insecticides tested were still affecting the  mortality of brown planthopper until the fourth day after spraying, although the effectiveness decreased by the time. The average mortality on the first day introduction after spraying ranged between 53-73 % and in the fourth day after spraying was 18-25 %.
EFEKTIVITAS SENYAWA NONATSIRI DARI Curcuma spp. TERHADAP PENEKANAN PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA BUAH CABAI Anella Retna Kumala Sari; Firdaus Auliya Rahmah; Syamsuddin Djauhari
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 31, No 1 (2020): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v31n1.2020.21-30

Abstract

One of the important diseases on chili is anthracnose caused by Colletotrichum capsici. Curcuma extracts and their essential oils were known as antifungal, but nonessential compounds have not been widely tested. This study aimed to assay the effectiveness of nonessential compounds of Curcuma longa, C. zedoaria, and C. aeruginosa to C. annuum. This study was conducted in November 2014 until Mei 2015 at Brawijaya University. The nonessential compound was obtained by soaking rhizome of C. longa,   C.   zedoaria,  and C.   aeruginosa in methanol, then distilled byusing rotary vacuum evaporator. Nonessential chemical compunds were identified by using HPLC. Effectiveness evaluation of nonessential compounds from three species of Curcuma was done by in vitro and in vivo test. Tested treatments were three species of Curcuma spp and 6 concentration levels of nonessential compounds (0 ppm, 4 ppm, 6 ppm, 8 ppm, 10 ppm, and 12 ppm). The xperiment was performed in Factorial Complete Randomized Design, with 18 treatments combination, and replicated three times. Results of HPLC analysis showed the rhizomes of the three Curcuma species contained curcumin and desmethoxycurcumin in various concentrations. The highest level was found in the C. longa extract (13.792 ppm curcumin and 67.156 ppm desmethoxycurcumin). However, in vitro test results showed nonessential compound of C. zedoaria was most effective in inhibiting C. annuum growth.  The 10 ppm concentration inhibited 81.53 % of fungal growth.  Further, the in vivo test, also indicated the same, it’s most effective in hampering the growth of anthracnose symptoms. Therefore, curcumin and desmethoxycurcumin from three species of Curcuma have potential to be developed as botanical fungicide.
Studi Penentuan Sifat-sifat Fisik dan Termofisik Daun Nilam Aceh Edy Mulyono; Atjeng M. Syarief; NFN Supriyono
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 9, No 1 (1994): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v9n1.1994.26-33

Abstract

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG DAN KAPUR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI NILAM PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Burhanuddin Burhanuddin; Nurmansyah Nurmansyah
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 21, No 2 (2010): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v21n2.2010.%p

Abstract

Penelitian mengenai pengaruh pemberian pupuk kandang dan kapur terhadap per-tumbuhan dan produksi nilam pada tanah podsolik merah kuning (PMK) dilakukan di Kebun Percobaan (KP) Laing Solok Suma-tera Barat sejak September 2007 sampai Mei 2008. Perlakuan disusun dalam Pola Faktorial, Rancangan Acak Kelompok dengan 3 ulangan. Perlakuan yang diuji adalah penggunaan pupuk organik (0; 20; dan 30 t/ha) sebagai faktor I, dan kapur (0; 1,5; dan 2 t/ha) sebagai faktor II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang 30 t/ha yang dikombinasi-kan dengan pemberian kapur 2 t/ha meng-hasilkan pertumbuhan tanaman terbaik, dengan rataan tinggi tanaman 80,7 cm, jumlah cabang primer 33,4 buah, diameter tajuk 107,5 cm, dan produksi terna 25,2 t/ha. Hasil tersebut berbeda nyata dengan perlakuan kontrol dengan rataan tinggi tanaman 57,3 cm, jumlah cabang primer 20,9 buah, diameter tajuk 67,4 cm, dan produksi terna 6,1 t/ha. 
HERBICIDAL EFFICACY OF ACETIC ACID AND CITRIC ACID BASE ON BROAD LEAF WEEDS OF MEDICINAL CROPS FIELDS sri rahayuningsih; supriadi supriadi
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 25, No 2 (2014): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v25n2.2014.137-143

Abstract

The study aims to determine the effectiveness of acetic acid based formula on broad leaf weeds grown in medicinal crop fields. Two experiments were conducted, i.e. on small plots (2 m x 3 m) of a farmer’s field in Ciapus, Bogor and on a larger plot (2 m x 8 m) at the Cicurug Experimental Station, Sukabumi. The formula consisted of a mixture of acetic acid + NaCl (AG) and acetic acid + citric acid (AC), and formulas of VAC, VACG which were enriched with wood vinegar (V). As control was a commercial synthetic herbicide 2,4 D amine. The acetic acid base formulas applied at two concentrations 10 and 15%, while 2,4-diamine was followed the recommendation (0.3%) using a knapsack sprayer with a flat-fan nozzle tip. Weed vegetations were observed visually before and at 2, 4, 6, and 8 weeks after treatments. Weed severity was recorded using a 0-4 scales (0 = 0-5% mortality ; 1 = 20-50% weeds died ; 3 = 50-75% eradicated and 4 = 75-100% weed were eradicated), as well as re-growth and dry weight of the weeds. The first and second experiment showed that AC, AG, VAC and VACG applied at 10 and 15% were effective in controlling broadleaf weeds. Mechanism of action the formula is a contact poison. Its effectiveness is equivalent to 2,4-D amine treatment dose of 1.5 l ha-1. Repeated application is necessary to prolong the effect of herbicide.
Ketahanan Beberapa Klon Jahe Terhadap Penyakit Busuk Rimpang PSEUDOMONAS SOLANACEARUM NFN Hadad - E.A
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 4, No 1 (1989): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v4n1.1989.54-58

Abstract


Filter by Year

1986 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 32, No 2 (2021): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 32, No 1 (2021): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 31, No 2 (2020): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 31, No 1 (2020): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 30, No 2 (2019): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 30, No 1 (2019): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 29, No 2 (2018): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 29, No 1 (2018): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 28, No 2 (2017): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 28, No 1 (2017): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 27, No 2 (2016): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 27, No 1 (2016): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 26, No 2 (2015): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 26, No 1 (2015): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 25, No 2 (2014): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 25, No 1 (2014): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 24, No 2 (2013): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 24, No 1 (2013): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 23, No 2 (2012): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 23, No 1 (2012): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 22, No 2 (2011): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 22, No 1 (2011): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 21, No 2 (2010): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 21, No 1 (2010): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 20, No 2 (2009): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 20, No 1 (2009): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 19, No 2 (2008): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 19, No 1 (2008): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 18, No 2 (2007): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 18, No 1 (2007): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 17, No 2 (2006): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 17, No 1 (2006): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 16, No 2 (2005): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 16, No 1 (2005): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 15, No 2 (2004): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 15, No 1 (2004): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 14, No 2 (2003): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 14, No 1 (2003): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 13, No 2 (2002): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 13, No 1 (2002): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 12, No 1 (2001): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 11, No 2 (2000): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 10, No 1 (1999): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 9, No 2 (1994): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 9, No 1 (1994): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 8, No 2 (1993): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 8, No 1 (1993): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 7, No 2 (1992): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 7, No 1 (1992): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 6, No 2 (1991): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 6, No 1 (1991): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 5, No 2 (1990): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 5, No 1 (1990): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 4, No 2 (1989): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 4, No 1 (1989): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 3, No 2 (1988): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 3, No 1 (1988): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 2, No 2 (1987): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 2, No 1 (1987): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 1, No 2 (1986): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 1, No 1 (1986): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat More Issue