cover
Contact Name
Andi Muhammad Ikhsan
Contact Email
andimuhammad.ikhsan@umi.ac.id
Phone
+6281342502866
Journal Mail Official
losari.arsitekturjurnal@umi.ac.id
Editorial Address
Jl. Urip Sumohardjo Km.5 Kampus Universitas Muslim Indonesia Fakultas Teknik Program Studi Arsitektur
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Losari : Jurnal Arsitektur, Kota dan Pemukiman
ISSN : 25024892     EISSN : 25278886     DOI : https://doi.org/10.33096/losari.v6i1
Core Subject : Engineering,
LOSARI Jurnal Arsitektur Kota dan Pemukiman adalah jurnal yang terbit 2 kali setiap tahun pada bulan Februari dan Agustus.  LOSARI Jurnal Arsitektur Kota dan Pemukiman adalah  peer reviewed jurnal yang memuat artikel-artikel ilmiah mengenai arsitektur dan Rancang  Kawasan  Binaan pada lingkup ilmu arsitektur, lansekap, interior, perencanaan wilayah kota dan kawasan. 
Articles 151 Documents
PERENCANAAN REST AREA DENGAN KONSEP MICHI-NO EKI DI JALUR NON-TOL (Studi Kasus: Kabupaten Barru, Provinsi Sulawesi Selatan) Muhammad Yusri Lukman; Muhammad Zaki; Ermywati H Rako
LOSARI Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman Vol 4 No 2 Agustus 2019
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.574 KB) | DOI: 10.33096/losari.v4i2.73

Abstract

Penelitian ini adalah dasar acuan analisis dan standar yang akan digunakan dalam pekerjaan pembangunan tempat peristirahatan pengguna jalan raya. Penelitian ini bersifat deskriptif, Penelitian dilakukan di kecamatan Soppeng Riaja desa Lawallu Kabupaten Barru Provinsi Sulawesi selatan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Data kendaraan yang dibutuhkan disamping volume arus lalulintas adalah jenis kendaraan dan arah pergerakannya. Metode analisis yang digunakan adalah metode hubungan sebab akibat. Suatu fenomena akan dianalisis tentang akibat yang terjadi dari suatu perlakuan. Hasil kajian yang memberi dampak positif akan dikembangkan sementara efek kajian yang bernilai negatif akan ditelusuri secara mendalam untuk mendapatkan hasil keputusan optimal. Metode dan standar ini meliputi dasar hukum perbandingan dan ketentuan dasar pergerakan kendaraan. Standar yang dimaksudkan dalam pembahasan ini adalah persyaratan umum yang harus dipenuhi untuk memberi pelayanan minimum kepada kendaraan dan pengguna rest area. Michi no Eki adalah sebuah konsep rest area yang menyediakan tempat beristirahat nyaman dan layanan berkualitas lainnya bagi pengguna jalan, dengan melibatkan peran serta masyarakat lokal.
KONSEP PERENCANAAN PERUMAHAN NELAYAN DI PANTAI POHUWATO PENDEKATAN PADA ARSITEKTUR VERNACULAR Nurmiah Miah
LOSARI Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman Vol 4 No 2 Agustus 2019
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.828 KB) | DOI: 10.33096/losari.v4i2.74

Abstract

Nelayan merupakan kelompok masyarakat yang mata pencahariannya sebagian besar bersumber dari aktivitas menangkap ikan dan mengumpulkan hasil laut lainnya. Ini merupakan aktifitas keseharian, untuk tipe Nelayan dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu nelayan buruh, nelayan juragan dan nelayan perorangan. Pola aktifitas dan tipe ini sangat mempengaruhi akan model bangunan dan pola visual fungsi bangunan pada suatu kawasan Kehidupan permukiman nelayan selalu di indentikkan dengan kumuh salah satu faktor adalah kemiskinan merupakan suatu masalah yang bersifat multi dimensional, dalam arti berkaitan dengan aspek sosial, ekonomi,budaya, politik dan aspek lainnya. kemiskinan merupakan masalah dalam pembangunan yang ditandai dengan pengangguran dan keterbelakangan, yang kemudian meningkat menjadi ketimpangan. Sebagai suatu masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir, masyarakat memiliki karakteristik sosial tersendiri yang berbeda dengan masyarakat yang tinggal di wilayah daratan. Di beberapa kawasan pesisir yang relatif berkembang pesat, struktur masyarakatnya bersifat heterogen, terbuka terhadap perubahan dan interaksi sosial. Hal ini menjadikan facade dan arah perencanaan kawasan yang tidak terarah antara bangunan lama dan bangunan baru yang tumbuh di kawasan ini . Sehingga dalam penelitian ini saya menganilisis untuk mendapatkan konsep perencanaan kawasan yang tepat bagi perumahan nelayan khususnya pada facade bangunan apakah pendekatan nilai nilai vernakular bisa di terapkan pada perencanaan kawasan rumah nelayan ini khususnya di rumah nelayan desa pohuwato timur
MUSEUM DENGAN PENDEKATAN KONSEP ARSITEKTUR TROPIS MODERN Eva Gracia Anggina; Kelik Hendro Basuki
LOSARI Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman Vol 4 No 2 Agustus 2019
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.334 KB) | DOI: 10.33096/losari.v4i2.75

Abstract

Indonesia memiliki keanekaragaman budaya, tradisi dan adat istiadat yang sudah turun termurun ada dan harus dijaga dan dilestarikan oleh penerus bangsa. Karya seni dan budaya yang ada di Indonesia itu telah melekat pada kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Seperti batik, songket, kain ulos, tenun sebagai kebutuhan sandang, ritual adat, makanan khas daerah, rumah-rumah adat, dan lainnya. Pentingnya keberadaan pengetahuan akan seni dan budaya Indonesia kepada masyarakat ini sangat diperlukan. Untuk itu diperlukan wadah untuk melestarikan, menjaga peninggalan tersebut yaitu bangunan Museum. Seiring berkembangnya zaman modern, masyarakat khususnya pada wilayah perkotaan mulai melupakan pentingnya peran dalam hal melestarikan budaya. Hal ini disebabkan karena sebagian besar masyarakat kurang berminat atau tertarik akan budaya yang terlihat kuno atau ketinggalan zaman. Dari sebanyak 328 museum di seluruh Indonesia, dalam setahun hanya mampu menarik 10 juta kunjungan. Angka tersebut relatif kecil dibandingkan dengan museum di negara lain dimana satu museum bisa menarik hingga 6 juta kunjungan. Museum sebagai hasil perancangan dimaksudkan untuk memberikan kenyamanan dan mendukung aktifitas manusia yang berada dalam bangunan tersebut. Kondisi ruangan yang baik adalah ruangan yang dapat memenuhi persyaratan kenyamanan yang meliputi kenyamanan terhadap suara, pencahayaan, kenyamanan. Oleh karena itu dalam pendekatan konsep yang diterapkan pada bangunan harus memperhatikan faktor iklim di indonesia, yaitu iklim tropis sehingga dapat tercipta lingkungan dan bangunan yang memberikan kenyamanan, kenikmatan, dan keselamatan terhadap pemakainya.
Pengaruh Kota Satelit BSB dan Kampus UIN Walisongo Terhadap Perkembangan Koridor Prof. Hamka Semarang Shofiyah Nurmasari; Faiqoh Roshwah Salsabila; Haidar Tamimi Mustofa
LOSARI Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman Vol.6 No.2, Agustus 2021
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prof. Hamka corridor is the main strategic corridor in Ngaliyan Semarang. In the south of the corridor, there is a BSB Satellite City and along the corridor, there is the UIN Walisongo campus. Prof. Hamka corridor is a dense and rapidly growing corridor with the presence of 2 magnets in this area. This study aims to analyze the effect of the growth and development of the Prof Hamka corridor in Semarang with the presence of 2 magnets in the area based on Hamid Shirvani's theory. The method used is the descriptive qualitative method. From the results of the analysis, it is known that the UIN Walisongo Campus and the BSB Satellite City have become magnets for various activities and have an influence on the growth and development of the area including changes in Land Use, Building Form, and Mass, Circulation and parking, Pedestrian ways, Signages, Open Space and Activity Support in the Prof. Hamka Corridor.
Analisis Faktor Perubahan Pemanfaatan Lahan Di Kecamatan Watang Pulu Kabupaten Sidrap Risnawati k; Ikhsan Andi Muhammad
LOSARI Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman Vol.6 No.2, Agustus 2021
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is about factors affecting changes in land use in watang pulu district, sidrap regency. the main problem is what factors cause changes in land use. this problem is seen in the physical condition of land-use changes that occur in watang pulu district. thus, this study uses descriptive analysis by looking at the currently developing land-use system and identifying the developing land-use system around it and its suitability with existing land conditions, namely data analysis that aims to describe the state of the observation area or according to the data obtained in this study. the form of decomposition and analysis is carried out to consider the existing physical conditions at the research location to anticipate the development of land use that is not by the function of the land in the wanting pulu district.
Peningkatan Pelayanan Sarana dan Prasarana Balai Benih Ikan di Kabupaten Pinrang Zaki Muhammad; Muhammad Yusri Lukman; Adithya Yudistira
LOSARI Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman Vol.6 No.2, Agustus 2021
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/losari.v6i2.319

Abstract

BBI is one of the government-owned facilities that has a function to provide fish seeds, be it consumption fish or ornamental fish needed by grow-out fish farmers. Freshwater Fish Seed Center (BBI) Malimpung, Pinrang Regency, is a central unit that was established as an alternative in efforts to develop natural resources, especially in the field of fisheries to meet the need for quality freshwater fish seeds. The purpose of this activity is to plan and redesign the master plan for the development of the Pinrang Regency Fish Seed Center by taking into account the problems and potentials in the planning area, and their impact on the surrounding environment. The methods used in carrying out this activity are 1) Determination of territorial boundaries including administrative boundaries of the planning area, 2) Field observations (site observation) especially carried out on visits to planning locations that have the potential to be developed as Fish Seed Centers (BBI), 3) The identification of the results of the inventory of the planning area is accompanied by a map of the area. The above conditions are not visually good where the standards set by the government in this case the Ministry of Maritime Affairs and Fisheries are strongly recommended that each aquaculture area must have a representative area marker in the form of an area gate and other markers. and also environment must have a barrier between the environmental road and the cultivation area, the barrier can be a Living Fence Vegetation, or a Massive Fence.
Pariwisata Pascapandemi: Pelajaran Penting dan Prospek Pengembangan M Galieh Gunagama; Yumna Rana Naurah; Arganis Ellyza P. Prabono
LOSARI Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman Vol 5 No 2 Agustus 2020
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/losari.v5i2.76

Abstract

Wabah COVID-19 yang merebak pada awal tahun 2020 membawa dampak yang signifikan dalam perikehidupan umat manusia di seluruh dunia. Usaha mengurangi penyebaran penyakit berujung pembatasan mobilitas secara masif. Hal ini berimbas pada melemahnya sektor pariwisata global dengan estimasi kerugian hingga miliaran dolar. Paper ini bertujuan untuk mengkaji kembali hikmah yang dapat dipetik dari pandemi bagi bidang pariwisata; dan gagasan prospek pengembangan yang mungkin muncul setelah pandemi mereda. Studi yang dilakukan mencakup studi literatur dan diskusi pengembangan gagasan bagi diversifikasi pariwisata untuk meningkatkan resiliensi. Munculnya kekhawatiran akan tertular penyakit dari orang asing; meningkatnya kesadaran tentang kesehatan; perlu adanya dukungan bersama bagi sektor pariwisata; serta opsi-opsi pengembangan pariwisata melalui teknologi digital merupakan diskusi yang berkembang seputar pariwisata dan pandemi. Sedangkan gagasan prospek pariwisata pascapandemi berkaitan erat dengan model wisata yang dapat memecah konsentrasi massa serta peningkatan pariwisata digital dan dark tourism sebagai bagian dari strategi diversifikasi jangka menengah dan panjang.
A STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN STRATEGIS WARISAN BUDAYA DI DAERAH PESISIR BULELENG-BALI Ni Luh Putu Eka Pebriyanti
LOSARI Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman Vol 5 No 2 Agustus 2020
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/losari.v5i2.94

Abstract

Wisata heritage merupakan sebuah perjalanan yang dikemas dengan mengunjungi tempat yang dianggap mempunyai sejarah yang penting bagi sebuah daerah atau kota yang dapat menjadi daya tarik wisata. Selain istilah konsep wisata sejarah ternyata ada juga istilah konsep wisata budaya. Konsep wisata kota budaya jauh lebih luas. Kota Singaraja dahulunya pernah menjadi ibukota dari Sunda Kecil (Lesser Sunda) sebelum tahun 1950 dimana Pelabuhan Buleleng menjadi pusat pelayaran. Meskipun pernah menjadi pelabuhan atau dermaga terbesar di Bali, kini Eks Pelabuhan Buleleng tidak difungsikan lagi serta kondisinya semakin memprihatinkan. Belum optimalnya penataan sehingga banyak fasilitas yang tidak ada. Dahulu kawasan pelabuhan yang berada di daerah pantai utara Buleleng dianggap sebagai kawasan nista (kotor). Kawasan ini baru mulai ada permukiman pada abad ke-17 ketika pelaut bugis dari Makasar datang ke kawasan ini. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan strategi pengembangan kawasan strategis warisan budaya Eks Pelabuhan Buleleng yang tepat untuk meningkatkan vitalitas kawasan, mampu menciptakan pertumbuhan dan stabilitas ekonomi lokal, layak huni, berkeadilan sosial, berwawasan budaya dan lingkungan, serta berkelanjutan. Upaya revitalisasi sebagai wisata heritage di Kabupaten Buleleng dengan menerapkan strategi pengembangan wisata budaya. Peran masyarakat yang membentuk komunitas disekitar kawasan Eks Pelabuhan Buleleng memiliki peran penting untuk meningkatkan citra kawasan heritage tersebut.
Rancangan Kawasan Kota Tua Teluk Betung Selatan Sebagai Destinasi Wisata Kota Bandar Lampung Andyzon Octadinata; Citra Persada; Endro Prasetyo
LOSARI Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman Vol 5 No 2 Agustus 2020
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/losari.v5i2.117

Abstract

The Design Area Of South Teluk Betung Old Town As Tourism Destination In Bandar Lampung City Bandar Lampung City has an old town area which is located in the South Teluk Betung District. This town has existed since 1839, and the area is a center of trade and services which became the forerunner to the formation of the Capital of Bandar Lampung before being moved to Tanjung Karang. The South Teluk Betung Old Town area has heritage buildings with some variety of architectural styles such as: Thay Hin Bio Temple with Chinese architecture style, Jami "Al-Anwar Mosque with Islamic architecture style, and several houses and shophouses has been built with Indische architecture and Colonial architecture. The research method used is “Appreciative Inqury (AI)” by looking at the potentials that exist in the region. The design concept used is “heritage tourism” which is the concept of urban tourism that utilizes heritage as a tourist attraction. The design approachment is utilizing to build the environment of a city that has its own historical value. Tourists will be invited to appreciating and interpreting the heritage objects that has been observed. The results of this research is urban design elements The South Teluk Betung Old Town such as: pathways, nodes, landmarks, signage, the concept of Green Open Space, waste management, fire disaster mitigation, tsunami disaster mitigation and the concept of heritage tourism.
SIMULASI VISUAL GEDUNG SERBAGUNA (GSG) UNIVERSITAS LAMPUNG MENGGUNAKAN GOOGLE EARTH DENGAN APLIKASI 3D SKETCHUP 2019 Kelik Hendro Basuki
LOSARI Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman Vol 4 No 1 Februari 2019
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/losari.v4i1.118

Abstract

Kemampuan dalam menyajikan bentuk visual yang didukung oleh lingkungan sekitar menjadi sebuah penambahan kejelasan informasi tentang letak dari objek yang akan dituju oleh setiap individu yang membutuhkannya. Melihat foto, nama jalan yang tercantum di alamat tertentu menjadi hal yang lazim yang selama ini akan menjadi langkah awal bagi setiap individu dalam mencari sebuah alamat yang dituju. Lokasi kordinat menjadi semakin popular saat ini terutama dalam berbagi lokasi dari satu individu ke individu lainnya. Google Earth, menjadi bagian global yang dapat melengkapi informasi yang di dapatkan. Lokasi strategis, gedung-gedung penting, restaurant, nama jalan, fasilitas umum terdekat dapat dengan mudah terlihat saat kita mencari menggunakan Global Positioning System (GPS). Semua informasi tersebut akan hadir pada sebuah tampilan Google Map yang berbasis pada Google Earth yang dapat terlihat pada sebuah smartphone atau komputer. Di beberapa negara google earth sudah terekam dalam bentuk 3d bangunannya. Namun belum di Indonesia. Oleh sebab itu peneliti mencoba membuat sebuah simulasi yang dalam hal ini adalah Gedung Serba Guna (GSG) Universitas Lampung dalam bentuk 3D Menggunakan aplikasi SketchUp yang dapat diakses menggunakan aplikasi google earth yang berbasis web. Dapat di lihat berbagai arah, tidak hanya menampilkan bagian muka, dan dapat menyerupai kondisi fisik aslinya merupakan beberapa point penting yang menjadi hasil dari penelitian ini.

Page 5 of 16 | Total Record : 151