cover
Contact Name
Andi Muhammad Ikhsan
Contact Email
andimuhammad.ikhsan@umi.ac.id
Phone
+6281342502866
Journal Mail Official
losari.arsitekturjurnal@umi.ac.id
Editorial Address
Jl. Urip Sumohardjo Km.5 Kampus Universitas Muslim Indonesia Fakultas Teknik Program Studi Arsitektur
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Losari : Jurnal Arsitektur, Kota dan Pemukiman
ISSN : 25024892     EISSN : 25278886     DOI : https://doi.org/10.33096/losari.v6i1
Core Subject : Engineering,
LOSARI Jurnal Arsitektur Kota dan Pemukiman adalah jurnal yang terbit 2 kali setiap tahun pada bulan Februari dan Agustus.  LOSARI Jurnal Arsitektur Kota dan Pemukiman adalah  peer reviewed jurnal yang memuat artikel-artikel ilmiah mengenai arsitektur dan Rancang  Kawasan  Binaan pada lingkup ilmu arsitektur, lansekap, interior, perencanaan wilayah kota dan kawasan. 
Articles 151 Documents
ANALISIS KINERJA PELAYANAN PRASARANA PELABUHAN FERI BAJOE KABUPATEN BONE Muhammad Natsir Husain; Adithya Yudistira
LOSARI Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman Vol 2 No 2 Agustus 2017
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.599 KB) | DOI: 10.33096/losari.v2i2.63

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana kinerja pelayanan prasarana pelabuhan ditinjau dari persepsi penumpang pada pelabuhan Feri Bajoe, dan bagaiamana prediksi pertumbuhan penumpang sepuluh tahun kedepan, apakah masih sesuai atau seimbang dengan fasilitas prasarana pelabuhan yang ada. Penelitian dilakukan pada pelabuhan Feri Bajoe Kabupaten Bone. Data dikumpulkan melalui pengamatan langsung. Data dianalisis dengan menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian kinerja prasarana Pelabuhan Feri Bajoe yang meliputi variabel dermaga, parkir kendaraan tunggu, dan ruang tunggu secara total menurut persepsi penumpang berada pada katagori kurang baik dengan total skor 4.469. Oleh sebab itu jarak capai, memisahkan jalur jalan bagi penumpang tidak berkendaraan dengan penumpang berkendaraan, menyiapkan moda angkutan gratis bagi penumpang masuk ke terminal pelabuhan, menyiapkan sarana pendukung khusus pada parkir kendaraan tunggu, penentun pola parkir yang jelas, dan menyiapkan sarana tempat duduk pada ruang tunggu penumpang
STUDI IDENTIFIKASI PENGEMBANGAN KAWASAN KANTOR BUPATI DI KABUPATEN KOLAKA TIMUR Baso Asnang
LOSARI Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman Vol 2 No 2 Agustus 2017
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.505 KB) | DOI: 10.33096/losari.v2i2.64

Abstract

Meningkatnya pertumbuhan penduduk di Kabupaten Kolaka maka pada tanggal 11 januari 2013, Kabupaten Kolaka memekarkan Kabupaten baru yaitu Kabupaten Kolaka Timur. Sarana perkantoran pemerintahan kabupaten Kolaka Timur merupakan wadah untuk melaksanakan kegiatan pemerintahan daerah setempat dalam melaksanakan tugas pelayanan kepada masyarakat dan melayani kepentingan umum di wilayah Kabupaten. Saat ini, rata - rata peningkatan jumlah pegawai terus meningkat terjadi peningkatan sebesar 0.074% pada tahun 2015 (Bagian Organisasi dan Tata Laksana sekertariat Daerah, 2015). Dengan presentase jumlah pegawai yang terus meningkat maka salah satu sarana perkantoran yang dibutuhkan oleh suatu kabupaten baru yaitu kantor bupati. Secara fisik, penataan ruangan dan tampilan bangunan kantor bupati Kolaka Timur terlihat sederhana yang dibangun dengan luas 24 m X 18 m persegi dan tidak terdapat fasilitas – fasilitas penunjang lainnya. Berdasarkan latar belakang diatas, dapat dirumuskan dua masalah yang timbul yakni Bagaimana konsep perencanaan kantor bupati Kolaka Timur yang layak sebagai tempat yang dapat menampung kegiatan pemerintahan agar lebih efektif dan efisien dan Bagaimana mewujudkan bentuk penampilan, tata ruang dan struktur bangunan yang dilengkapi dengan fasilitas – fasilitas penunjang lainnya yang sesuai dengan fungsi bangunan kantor Bupati di Kolaka Timur
PENYEDIAAN TAMAN KOTA SEBAGAI RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) DI KAWASAN KAIDIPANG KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA Abdul Mannan
LOSARI Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman Vol 3 No 1 Februari 2018
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.54 KB) | DOI: 10.33096/losari.v3i1.65

Abstract

Ruang terbuka hijau (RTH) di wilayah perkotaan memiliki fungsi yang penting diantaranya terkait aspek ekologi, sosial budaya, dan estetika. Adapun dalam penyediaannya, haruslah memenuhi kriteria ruang publik yang ideal seperti lokasi yang mudah dijangkau, nyaman, dan memberikan rasa aman bagi penggunanya. Masih kurangnya ketersediaan jumlah RTH publik khususnya hutan kota dan taman kota pada kawasan pusat kota Kaidipang sedikit banyak mempengaruhi fungsi hutan kota dan taman kota tersebut sebagai ruang terbuka hijau (RTH) publik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji fungsi dan kriteria penyediaan sebagai ruang terbuka hijau (RTH) publik pada hutan kota dan taman kota serta memberikan rekomendasi dalam peningkatan kualitas hutan kota dan taman kota sebagai ruang terbuka hijau (RTH). Jenis pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Sementara itu, proses analisis data yang dilakukan membutuhkan fakta yang berhubungan dengan fenomena aktual di hutan kota dan taman kota sebagai RTH publik kawasan pusat kota Kaidipang. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan distribusi frekuensi. Berdasarkan hasil analisis tersebut, didapatkan hasil bahwa ruang terbuka hijau (RTH) publik yang cocok digunakan adalah RTH publik yang berfungsi sebagai peneduh dan paru-paru kota, yang dapat menjadi pusat interaksi dan komunikasi masyarakat serta sarana rekreasi. Selain itu, masyarakat memilih RTH publik yang dapat memberikan kenyamanan misalnya dengan menyediakan fasilitas yang memadai.
KARAKTERISTIK FISIK RUMAH ADAT GORONTALO (DULOHUPA DAN BANTAYO POBO’IDE Rahmawati Eka
LOSARI Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman Vol 3 No 1 Februari 2018
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.359 KB) | DOI: 10.33096/losari.v3i1.66

Abstract

Tujuan penelitian menganalisis karakteristik fisik Rumah Adat Gorontalo. Metode penelitian paradigma rasionalistik dengan lokasi Kota Gorontalo dan Kabupaten Limboto. Survey lapangan dilakukan pada bulan November – Desember 2015, dimulai dengan pengambilan data awal dilanjutkan dengan wawancara semi-terstruktur, observasi lapangan kemudian strukturisasi data, serta konfirmasi data dengan kenyataan di lapangan dan pandangan tokoh adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik fisik kedua rumah adat sebagai berikut: (1) luasan, Dulohupa lebih kecil daripada Bantayo Pobo’ide. (2) Organisasi ruang, Dulohupa memiliki susunan ruang lebih sederhana, jumlah ruang lebih sedikit (7 ruang), dan fungsi utamanya untuk kegiatan adat, sedangkan Bantayo Pobo’ide lebih rumit, ruang lebih banyak (22 ruang), dan fungsi utamanya untuk kegiatan adat dan kediaman raja. Karakteristik yang lebih mengacu pada falsafah adat gorontalo yaitu “adati hula-hula’a to sara’a, sara’a hula-hula’a to kuru’ani” karena menurut tinjauan historis Gorontalo raja pertama masuk Islam sehingga semua adat istiadat budayanya menganut ajaran Islam.
TIPOLOGI ARSITEKTUR KOLONIAL BELANDA (Studi Kasus : Bangunan Heritage di Gorontalo) Umar umar
LOSARI Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman Vol 3 No 1 Februari 2018
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/losari.v3i1.67

Abstract

Arsitektur Kolonial sebutan singkat untuk langgam arsitektur yang berkembang selama masa pendudukan Belanda di Indonesia. Masa kolonial Belanda sedikit banyak telah memberi pengaruh positif dalam perkembangan arsitektur di Kota Gorontalo. Karakteristik yang kuat menjadikan arsitektur kolonial sebagai langgam yang sangat dikenal, bangunan kolonial Belanda juga merupakan bangunan yang tercipta dari kebudayaan Bangsa Belanda, baik secara murni, maupun yang sudah dipadukan dengan budaya tradisional, dan kondisi lingkungan sekitar, sehingga jika ditinjau dari tipologi arsitektur bangunan kolonial Belanda memiliki makna dan simbol-simbol yang dapat dilihat dari fungsi, bentuk, maupun gaya arsitekturnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tipologi bentuk arsitektur kolonial Belanda yang ada di Kota Gorontalo. Dari segi fungsi, geometri dan langgamnya serta mengetahui perbedaan tipologi bentuk arsitektur kolonial Belanda yang ada di Gorontalo dengan wilayah lainnya yang ada di Indonesia. Metode penelitian adalah kulaitatif interpretatif dengan mengidentifikasi arsitektur Kolonial Belanda dan menginventarisasi sistem konstruksinya. Lokasi penelitian dilakukan di Kota Gorontalo dengan pertimbangan bahwa Kota Gorontalo merupakan basis pemerintahan kolonial Belanda, sedangkan pusat penelusuran dan pengamatan tentang tipologi bentuk arsitektur kolonial belanda yang berada pada wilayah Onder Afdeling Gorontalo. Hasilnya tipologi bentuk arsitektur kolonial Belanda yang ada di Gorontalo bergaya kolonial, yang disesuaikan dengan lingkungan, budaya dengan kondisi iklim lokal dan tersedianya bahan material pada waktu itu. Ciri-cirinya antara lain: denah yang simetris, satu lantai dan ditutup dengan atap perisai dan pelana. Karakteristik lain dari tipologi ini diantaranya: terbuka, terdapat pilar di serambi depan dan belakang, terdapat serambi tengah yang menuju ke ruang tidur dan kamar-kamar lain
PENGARUH KETEBALAN DINDING TERHADAP TIME LAG MASJID JAMI’ KOTA PALOPO Amru Siola
LOSARI Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman Vol 3 No 1 Februari 2018
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.658 KB) | DOI: 10.33096/losari.v3i1.68

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh ketebalan dinding terhadap lingkungan termal masjid Jami’ Palopo, dengan cara: Bagaimana pengaruh ketebalan dinding terhadap perbedaan temperatur permukaan dinding luar dengan temperatur permukaan dinding dalam, dan kecepatan pelepasan panas (time lag)?. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah: observasi lapangan menggunakan alat untuk mengukur temperatur permukaan dinding dalam dan luar, pergerakan udara, temperatur bukaan, kelembaban dan temperatur lingkungan. Hasil pengukuran dijabarkan dalam bentuk grafik dan dijelaskan secara deskriptif, kemudian dianalisis pada program komputer dengan metode simulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antara temperatur ruang shalat dengan temperatur lingkungan bangunan sangat nyata. Analisis simulasi dengan variasi ketebalan dinding batu alam. Jadi time lag yang dihasilkan sebesar 11 jam. Sedangkan untuk ketebalan dinding 92 cm dan 100 cm pada pukul 19:00 sampai pukul 06:00 hasilnya positif, dan pada pukul 07:00 sampai pukul 18:00, temperatur yang dilepaskan hasilnya negatif, maka time lag yang dihasilkan adalah 12 jam.
PERUBAHAN SETTING RUANG DAN POLA AKTIFITAS PUBLIK DI RUANG TERBUKA KAMPUS UNISAN GORONTALO Mohamad Muhrim Tamrin
LOSARI Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman Vol 3 No 1 Februari 2018
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.886 KB) | DOI: 10.33096/losari.v3i1.69

Abstract

Ruang terbuka publik adalah ruang tidak terbangun dalam kota yang berfungsi untuk meningkatkan kualitas estetika, lingkungan, dan kesejahteraan warganya. Ruang publik merupakan suatu ruang yang terbentuk atau didesain sehingga ruang tersebut dapat menampung sejumlah besar orang (public) dalam melakukan aktivitas-aktivitas yang bersifat publik sesuai dengan fungsi ruang publik tersebut. Manusia mempunyai kepribadian individual, tetapi manusia juga makhluk sosial yang hidup dalam masyarakat, dalam memenuhi kebutuhan sosialnya, manusia berperilaku sosial dalam lingkungannya yang dapat di amati dari fenomena perilaku-lingkungan, kelompok-kelompok pemakai, tempat terjadinya aktivitas. Fenomen ini menunjuk pada pola-pola perilaku pribadi, yang berkaitan dengan lingkungan fisik yang ada dalam hal ini taman kota, perilaku interpersonal manusia meliputi ruang personal (personal space), teritorialitas (territoriality), kesesakan dan kepadatan (crowding and density), dan privasi (privacy) Universitas Ichsan (Unisan) Gorontalo merupakan salah satu Universitas di kota Gorontalo yang dimana aktifitas yang terjadi hampir tiap saat, selain sebagai tempat menuntut ilmu, kampus Unisan biasanya digunakan oleh mahasiswa untuk berkumpul di area ruang terbuka kampus Unisan. Penelitian ini bertujuan mengetahui Perubahan setting ruang publik di kampus Unisan Gorontalo. Serta Untuk mengetahui pola aktifitas pengguna ruang terbuka kampus Unisan Gorontalo. Dari hasil yang diperoh terlihat adanya perubahan setting ruang terbuka publik di area kampus unisan.
STASIUN KERETA API DENGAN KONSEP UTOPIA DI KOTA MAKASSAR Melita Thila; Noviar Nurdin Kasim; Meldawati Artayani
LOSARI Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman Vol 4 No 2 Agustus 2019
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.982 KB) | DOI: 10.33096/losari.v4i2.70

Abstract

Kota Makassar sebagai,pintu gerbang perdagangan di Indonesia Timur dan juga merupakan salah satu kota besar di Indonesia, membutuhkan moda transportasi massal yakni kereta api yang telah ditindaklanjuti dengan adanya jaringan jalur kereta api Trans Sulawesi pada tahun 2015 di Kabupaten Barru. Sejauh ini perencanaan kereta api hanya sebatas rencana jaringan jalur kereta tanpa adanya rencana rancangan stasiun. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah desain Stasiun Kereta Api di Kota Makassar sebagai induk dari stasiun-stasiun penghubung antarkota lainnya. Penggunaan metode pendekatan utopia menekankan bentuk fasade yang geometris dan dinamis yang ditransformasikan dari bentuk lumba-lumba untuk menghadirkan kesan futuristik pada bangunan yang berlokasi pada Kecamatan Tallo tersebut. Dengan luas lahan terbangun 2,7 Ha dan lahan terbuka 1,8 Ha, Stasiun didesain tiga lantai dengan sistem struktur rangka ruang dipadukan GFRC (Glass Fiber Reinforced Concrete). Pada tapak terdapat pembagian jalur enterance antara penumpang, pengelola dan barang atau kargo. Fasilitas yang disediakan pada tapak adalah halte angkutan umum yakni BRT dan pete-pete guna memperlancar perpindahan moda transportasi penumpang. Stasiun Kereta Api dengan konsep utopia ini penulis sajikan agar dapat menjadi ikon Kota Makassar, sesuai dengan program kerja pemerintah yakni menjadikan Kota Makassar sebagai kota dunia. Selain itu juga dapat memperpanjang masa pakai bangunan dari segi arsitektural sehingga bangunan tidak perlu direnovasi dalam kurun waktu yang singkat.
PRIORITAS PENINGKATAN PRASARANA BERKELANJUTAN PERUMAHAN BUKIT BARUGA DI MAKASSAR Adithya Yudistira
LOSARI Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman Vol 4 No 2 Agustus 2019
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.049 KB) | DOI: 10.33096/losari.v4i2.71

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis ketersediaan prasarana berkelanjutan perumahan permukiman dan prioritas peningkatan prasarana perumahan permukiman. Penelitian ini bersifat deskriptif komparatif. Penelitian dilakukan pada perumahan Bukit Baruga Kecamatan Manggala Kelurahan Antang. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan kuisioner. Sampel yang diambil adalah kepala rumah tangga yang dipilih secara sampel klaster. Data dianalisis dengan analisis AHP (Analytic Hierarchy Process). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi ketersediaan prasarana transportasi, drainase, air bersih dan sanitasi perumahan secara teknis sudah memadai namun belum sepenuhnya memenuhi standar berkelanjutan. Hasil analisis prioritas peningkatan menggunakan AHP menunjukkan prioritas pertama peningkatan prasarana transportasi dengan bobot 0,31, prioritas kedua prasarana sampah dan air limbah dengan bobot 0,27, prioritas ketiga prasarana air bersih dengan bobot 0,25 dan prioritas keempat prasarana drainase dengan bobot 0,17.
AKSESIBILITAS MERAPI PARK WORLD LANDMARK SEBAGAI DESTINASI YANG RAMAH BAGI DIFABEL Luluk Nihayati; Rekta Deskarina
LOSARI Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman Vol 4 No 2 Agustus 2019
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.543 KB) | DOI: 10.33096/losari.v4i2.72

Abstract

Pariwisata yang aksesibel menjadi isu menarik dalam Konvensi PBB pada Rights of Disabled Person, bahwa akses dalam bidang pariwisata merupakan hak setiap orang. Difabel memiliki motivasi yang sama untuk berwisata seperti halnya masyarakat pada umumnya, tetapi kenyataannya mereka ridakmemperoleh kesempatan berwisata yang sama. Untuk membuka kesempatan bagi difabel, diperlukan fasilitas yang aksesibel dalam berwisata. Penelitian ini akan membandingkan temuan lapangan dengan teori yang ada secara kualitatif. Di samping itu juga dilakukan koding terhadap hasil wawancara dan kemudian dilanjutkan dengan mengelompokkan hasil koding tersebut ke dalam tema yang telah ditentukan untuk selanjtnya dianalisa. Peneliti perlu melakukan penelitian tentang kelayakan aksesibilitas bagi kaum difabel, penelitian serupa di Merapi Park World Landmark belum pernah dilakukan. Sehingga dapat diketahui kelayakan aksesibilitas yang dapat membuat wisatawan difabel merasa nyaman dan tidak mendapatkan kendala selama berwisata. Kondisi eksisting fasilitas diukur dari kondisi ketersediaan dan kesesuaian, standar yang digunakan dalam penilaian merujuk pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 14 Tahun 2017, tentang Persyaratan Kemudahan Bangunan Gedung. Terdapat enam aspek yang dinilai yaitu jalur pedestrian, jalur pemandu, area parkir, ramp, toilet, rambu dan marka. Jalur pedestrian dan ramp merupakan aspek yang telah memenuhi standar baik dari kesesuaian maupun ketersediaan. Aspek rambu dan marka serta jalur pemandu tidak memenuhi standar sama sekali. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa fasilitas yang tersedia di Merapi World Landmark bagi difabel belum memenuhi standar dan belum dikatakan layak.

Page 4 of 16 | Total Record : 151